Peron kereta konvensional (tanpa screen doors) umumnya sudah diberi marka pengaman. Di Indonesia sendiri garis batas kuning menjadi penanda penumpang untuk berdiri. Biasanya, jika melewati garis penumpang, petugas akan meniup pluitnya agar penumpang mundur ke area batas aman.
Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen DoorsKabarPenumpang.com merangkum dari laman metro.co.uk (14/12/2017), banyak kecelakaan di jalur kereta Inggris lantaran warganya terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol hingga menyebabkan mereka mabuk berat. Tahun 2016 lalu perkeretaapian Inggris mencatat antara 24 November 2016 sampai 2 Januari 2017, sekitar satu dari enam orang yang terkait 7.419 insiden akibat minuman alkohol berujung pada kecelakaan serius.
Kejadian ini biasanya banyak terjadi saat mendekati perayaan Natal ataupun Tahun Baru. Adanya banyak insiden membuat pejabat perkeretaapin Inggris menunjukkan beberapa cupikan video penumpang mabuk.
Dalam video diperlihatkan, ada calon penumpang di peron yang tidak sadar berjalan miring hingga meloncat dari peron dan terjatuh, kemudian di tolong oleh penumpang lain yang melihatnya. Tak hanya itu, dalam cuplikan video tersebut ada penumpang yang terjatuh dan nyaris tertabrak kereta dengan kecepatan yang cukup tinggi. Untungnya penumpang tersebut berhasil memanjat peron.
Selain itu seorang penumpang pria sangat mabuk dengan berjalan hingga dipinggir peron dan terjatuh ke rel. Penumpang lain yang melihat kemudian memanggil petugas dan langsung menolong penumpang tersebut serta membawanya dengan tandu.
Cuplikan video ini cukup mengejutkan dan membuat penumpang yang ada di sekitarnya panik. Allan Spence, Kepala keamanan umum dan penumpang di Network Rail mengatakan, bahwa peron bisa menjadi tempat yang berbahaya. Terhitung 21 orang terbunuh dan 91 lainnya luka parah dalam insiden yang terkait dengan minuman beralkohol di tepi peron selama dekade terakhir.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat mereka bersenang-senang selama musim perayaan Natal dan akhir tahun,” ujar Spence. Dia mengatakan, Anda harus bisa mengontrol diri jangan sampai minuman beralkohol justru membuat Anda dan rekan tak sampai ke tujuan. “Kecelakaan yang melibatkan penumpang yang mabuk telah terbukti melonjak selama periode liburan, modusnya penumpang mabuk menyalahgunakan fasilitas yang ada di stasiun, sehingga menyebabkan mereka tergelincir di peron, tangga dan eskalator,” jelas Spence.
Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Emplasemen, Istilah Perkeretaapian Yang Terlupakan
Hari Jumat, adalah dimana pub, bar dan klub diisi para pekerja sebelum Natal. Jumat sebelum Natal kali ini jatuh pada tanggal 22 dan tanggal 15 Desember kemarin menjadi malam populer bagi penyuka pesta. Ini membuat para pejabat kota mendesak masyarakat berhati-hati sebelum bepergian.
Walaupun di sebagaian kota-kota besar di dunia sudah memiliki moda khusus yang akan mengantarkan calon penumpang menuju bandara, namun hal tersebut tidak menghalangi beberapa kalangan yang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk mengantarkan sanak saudara atau kerabatnya menuju bandara. Seperti yang kita ketahui bersama, mencari parkir di bandara kadang tidaklah mudah. Maka dari itu, sebuah bandara di Perancis mengambil inisiatif untuk mempekerjakan robot yang bertindak sebagai juru parkir valet. Bagaimana cara kerjanya?
Baca Juga: Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi JituKabarPenumpang.com melansir dari laman airport-technology.com (12/12/2017), Vinci Airport telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Stanley Robotics untuk menyebarkan valet robot di Bandara Lyon-Saint Exupéry, Perancis. Sesuai dengan namanya, tugas dari robot adalah untuk memarkirkan kendaraan yang berada di titik drop-off. “Ini merupakan robot yang mampu mendeteksi sebuah kendaraan secara otomatis, lalu ‘menderek’ kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang masih tersedia,” ungkap co-founder dan COO dari Stanley Robotics, Stéphane Evanno.
Setidaknya, para pengembang teknologi dari Stanley Robotics telah meneliti inovasi ini selama dua tahun lamanya, yang tentu saja valet robot ini sudah mengalami berbagai pembenahan sebelumnya. Bandara Charles De Gaulle di Perancis menjadi saksi bisu uji coba valet robot ini pada awal tahun 2017 kemarin, dan hasilnya pun cukup memuaskan. Beragam pertimbangan pihak pengelola bandara untuk ‘mempekerjakan’ robot ini akhirnya berbuah manis beberapa bulan berselang setelah uji coba tersebut.
Sebagaimana info yang didapat dari laman sumber, pengiriman robot ini sudah terjadi sejak bulan November silam secara bertahap, itu berarti layanan valet robot ini akan dapat dinikmati dalam waktu dekat. Untuk sistem kerja, robot yang diberi nama Stan ini akan sama persis melakukan apa yang dilakukan oleh petugas valet di pusat perbelanjaan. Para pemilik kendaraan akan terlebih dahulu mengunci kendaraan mereka dan melakukan pemesanan di counter yang tersedia. Setelah proses pemesanan selesai, Stan akan mulai menggiring kendaraan tersebut menuju lahan parkir yang tersedia.
Baca Juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!
“Stan menggunakan teknologi yang sama dengan mobil otonom. Ia dapat memindai lingkungan di sekitarnya setiap saat, dan bereaksi terhadap apapun yang menghalangi jalannya,” jelas Stéphane.
Bagi Anda yang terpaksa menginapkan kendaraan Anda di bandara selama bepergian, layanan valet robot ini juga dapat mengembalikan mobil Anda ke lokasi yang telah ditentukan pada saat pemesanan di awal. Jadi Anda tidak perlu bersusah payah lagi menggeret koper menuju lokasi parkiran. Jika tidak meleset, pengiriman keseluruhan valet robot ini akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Lebih lanjut, penggunaan sistem valet robot ini juga akan meningkatkan lahan parkir di bandara tersebut, yang semula hanya tersedia untuk 8.000 kendaraan, kini meningkat menjadi 12.000 kendaraan.
Tak banyak yang penumpang ketahui tentang apa yang harus dilakukan awak kabin dalam pesawat. Mungkin Anda hanya tahu para awak kabin membagikan makanan, minuman, memperingatkan harus mematikan ponsel Anda hingga membantu merapikan barang-barang di kompartemen atas.
Baca juga: Mau Jadi Awak Kabin? Standar Tinggi Badan Masih Jadi Syarat Utama!
Sebenarnya, banyak hal yang harus dilakukan awak kabin dalam menjalankan tugasnya. KabarPenumpang.com merangkum dari oyster.com, dimana seorang mantan awak kabin, Annie Kingston membeberkan tentang pekerjaan menjadi seorang awak kabin. Berikut ini beberpa hal yang bisa mengubah pikiran Anda tentang pekerjaan awak kabin.
1. Tidak hanya melayani makanan dan minuman
Banyak yang salah paham dengan awak kabin. Annie mengatakan, kesalahpahaman terbesar yang dipikirkan orang adalah membuat seorang awak kabin sebagai pelayan di pesawat. Padahal tugasnya bukan sebagai pelayan melainkan sebagai penjaga penumpang. Bayangkan jika tidak ada awak kabin, saat Anda kelaparan, rewel bahkan hingga merasa takut dalam sebuah penerbangan bagaimana nasib Anda dan penumpang lainnya. Dengan perlakuan penumpang yang beragam, sebenarnya awak kabin pun stres tetapi tetap membantu Anda dengan tulus.
2. Harus mematuhi aturan ketat pada penampilan
Seorang awak kabin bekerja bukan mengenakan celana jeans dan kaus, melainkan menggunakan seragam khusus. Selain itu, Annie mencatat tidak hanya memiliki standar seragam melainkan di Timur Tengah dan Asia penampilan adalah segalanya. “Peraturan ketat tentang bagaimana menjaga, mewarnai dan menata rambut hingga make up Anda. Kuku harus di cat dengan cara tertentu dan perhiasan tetap sesuai standar minimum,” ujarnya.
3. Berat badan
Peraturan tentang penampilan tak berhenti hanya di pakaian dan aksesois. Beberapa maskapai memiliki standar berat badan yang harus dipatuhi para awak kabin. Annie mengatakan, setiap tahun awak kabin ditimbang berat badannya dan harus memiliki BMI yang pas atau sehat atau bisa dikatakan proporsional.
4. Bertanggung jawab atas hidup penumpang
Kembali ke nomor satu, Annie mengatakan, satu hal yang tidak dipahami penumpang menjadi seorang awak kabin adalah bertanggung jawab dalam mengurus sekitar 300 penumpang pada ketinggian 35 ribu kaki. “Faktanya bahwa para awak kabin bertanggung jawab atas keselamatan Anda dan mungkin bisa menyelamatkan hidup Anda.”
5. Membantu merawat bayi
Awak kabin juga dilatih untuk menjaga bayi Anda. Mereka dilatih dengan instruksi medis dalam membantu penumpang menangani bayi mereka.
6. Lakukan Hand to Hand Combat
Mungkin persalinan dalam pesawat sudah membuat penumpang sedikit tegang. Tapi awak kabin juga dilatih untuk menangani penumpang yang tidak menyenangkan hingga menangani teroris dengan membuat para penumpang lebih tenang.
7. Tahu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim
Terlihat mempesona dan bisa berbuat apapun di dalam kabin. Ternyata para awak kabin ini juga tahu caranya bertahan hidup dalam kondisi ekstrim. “Sebuah kisah nyata tentang penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat 1972 saat di pegunungan Andes, dimana pegunungan ini tertutup salju dan saat itu hanya sedikit makanan yang tersisa dan benar-benar menguji kemampuan Anda bertahan hidup,” kata Annie.
8. Fight Fire 35 ribu kaki di udara
Tak hanya kondisi ekstrim, saat pesawat terjadi kebakaran di udara, awak kabin juga mampu menangani dengan sigap. Tidak ada penumpang yang merokok, tapi api bisa saja muncul karena gangguan listrik dalam kabin atau hal lainnya.
9. Mile high club
Jika Anda menganggap lucu membawa Mile High Club ke awak kabin, ini jelas salah. “Ini menghina, sejujurnya topik tersebut benar-benar norak dan membuat kita memutar mata serta kurang memikirkan penumpang,. Karena ini bukan sesuatu yang akan Anda ajukan pada yang lainnya,” kata Annie.
10. Terbang dengan kru baru untuk pertama kalinya
Setiap kru dalam setiap penerbangan, tidak selalu dengan tim yang sama. Bahkan bisa saja baru pertama kali bertemu untuk tugas. Seperti perusahaan Annie yang memiliki lebih dari 35 ribu awak kabin yang terbang ke lebih 130 tujuan di lebih dari 70 negara. “Sebagai awak kabin, Anda harus pandai berteman, yakni dengan cepat, mengucapkan hai atau selamat tinggal untuk mengatasi sebuah perbedaan kecil,” jelasnya.
11. Mereka datang dari segala bidang
Seragam memang mempersatukan, tetapi setiap awak kabin memiliki latar belakang masing-masing. “Banyak rekan saya meninggalkan negara mereka untuk bekerja di Timur Tengah untuk menghindari pasar kerja yang menyedihkan, kota-kota yang penuh kekerasan, perang saudara, dan kemiskinan yang ekstrem,” kata Annie.
Dia juga mengatakan, banyak juga awak kabin yang berasal dari profesi yang berbeda baik itu pengacara, dokter, guru dan lainnya. Ini semua disatukan dengan satu seragam yang sama.
12. Tidak lepas dari Jetlag
Sebuah penerbangan yang panjang, tidak akan membuat seorang awak kabin terlepas dari jetlag. Bahkan jika dalam perenbangan yang membutuhkan istirahat. Annie mengatakan, untuk mengembalikan pola tidur, biasanya awak kabin menggunakan hari libur mereka untuk mengembalikan seperti semula.
13. Sering bekerja ganda
Pernah melihat awak kabin sebelumnya? Mungkin mereka saat itu mengecek tiket Anda sebelum naik ke pesawat. Biasanya banyak awak kabin juga yang membantu dalam pengecekan tiket di gerbang sebelum Anda masuk ke dalam pesawat dan menikmati perjalanan.
Baca juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic14. Terimakasih
Sebagai penumpang akan mengatakan terimakasih kepada awak kabin yang membantunya. Tak hanya itu, awak kabin yang terkesan pada penumpang juga bisa saja memberikan sesuatu pada Anda. “Saya selalu memberi tempat duduk, preferensi makanan, minuman ringan dan pilihan barang gratis yang cukup lengkap kepada penumpang yang memperlakukan saya seperti sesama manusia,” ujarnya.
Mengeksplorasi Inggris bukan hanya ke pusat kotanya di London atau hanya sekedar melihat istana Buckingham. Tapi jika Anda seorang petualang dan juga penyuka kereta, di Inggris terdapat lebih dari 150 stasiun kecil dimana kereta hanya berhenti satu hari sekali, seminggu sekali hingga Anda harus berdiri di satu tempat sambil memberikan isyarat agar masinis menghentikan kereta.
Baca juga: Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di DuniaKabarPenumpang.com merangkum dari dailymail.co.uk, ada beberapa perhentian permintaan kereta yakni di Kastil Dunrobin. Ini adalah stasiun pribadi Duke Sutherland, dimana pelancong bisa turun dari kereta secara langsung dan melalui gerbang menuju salah satu rumah yang paling terkenal di Skotlandia. Duke ketiga trainspoter membangunnya pada tahun 1870 dan memiliki lokomotif serta kereta pribadinya sendiri. Ada pula stasiun Buckenham di Norfolk Broads memiliki penumpang hanya 79 orang pertahunnya.
Kastil Dunrobin (Daily Mail)
Tak hanya itu stasiun Buckenham juga merupakan habitat perlindungan burung. Setiap Minggu sore jika tiba disini suara yang terdengar adalah dengungan serangga dan kabel sinyal.
Rel kereta apinya berada di dalam hutan, matahari yang menyinari daun hijau dan menerobos jendela kereta. Jika ingin naik kereta dari sini, Anda harus memposisikan diri di platform stop request sehingga masinis bisa melihat Anda. Jika Anda ke toilet atau tak berhenti di tempat yang dimaksudkan, maka akan tertinggal kereta. Berney Arms, stasiun terkecil di Inggris ini memiliki peron yang cukup kecil panjang dan dibangun di tengah rawa.
Stalybridge (Daily Mail)
Tidak ada rumah yang terlihat sejauh tiga mil atau sekitar 4,8 km. Tetapi saat Anda berada di stasiun ini akan melihat bentang cakrawala tak terbatas.
Baca juga: Inilah 12 Stasiun Angker di Dunia!
Selain itu ada Reddish South di Greater Manchester, kereta mingguan di sini berangkat pukul 10.20 pagi pada hari Jumat untuk perjalanan 16 menit ke Stalybridge. Ini adalah salah satu layanan parlementer Inggris yang berada di jalur kereta api. Stasiun ini bisa dikatakan paling primitif hanya dengan platform aspal tanpa penutup, tidak ada tempat duduk, bahkan tidak ada penerangan apapun. Stasiun St Kenye Welling yang berada di Cornwall, salah satu tempat yang romantis. Stasiun ini berada di desa nelayan yang indah di Looe.
Biasanya, jika sudah membicarakan tentang kereta api adalah bagaimana kecepatannya dan sepanjang apa jalurnya serta berapa lama waktu tempuhnya. Mungkin Anda saat ini hanya mengenal kereta dengan jalur biasa atau jalur terpanjang saja.
Baca juga: Tragedi Garut Tegaskan Banyak Titik Rawan Longsor di Sepanjang Jalur Kereta di Tanah Pasundan
Tapi tahukah Anda di dunia ini ternyata ada jalur kereta terpendek? Ya, jalur ini hanya sekitar 91 meter dengan nama Angels Flight dan berada di distrik Bunker Hill di Los Angeles, Amerika Serikat. KabarPenumpang.com merangkum dari laman mashable.com (1/9/2017), jalur kereta ini sudah ada sejak tahun 1901 mengubungkan Hill Street yang ada di atas bukit dan Olive Street yang ada di kaki bukit. Jalur Angels Flight ini dilintasi oleh dua buah kereta kecil yang masing-masing mampu mengangkut 15 orang penumpang sekali perjalanan.
Kedua kereta ini juga memiliki nama yakni Sinai dan Olivet dan berjalan bersama dari dua stasiun yang berbeda. Dikarenakan jalur kedua kereta ini berada di bukit, maka lintasannya pun menjadi miring.
Tak hanya jalur yang pendek, kereta ini memiliki waktu tempuh yang sangat singkat hanya satu menit. Selain itu tempat duduk di dalam kereta pun dibuat berundak seperti tangga.
Kereta di jalur Angels Flight (mashable.com)
Jalur ini sempat beberapa kali berhenti beroperasi karena distrik Bunker Hill berubah menjadi daerah modern sehingga Angels Flight tak lagi dibutuhkan. Namun, berkat usaha warga setempat, tahun 1996, Angels Flight kembali dioprerasikan.
Sayangnya, masa kemunduran kembali di alami tahun 2001, dimana terjadi kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dan yang lainnya luka-luka. Ini membuat Angels Flight izin operasinya di tahan.
Tahun 2010 lalu, Angels Flight kembali beroperasi, namun tahun 2013 kecelakaan kembali terjadi. Meski tidak ada korban luka, kecelakaan ini kembali membuat pemerintah setempat enggan memberi izi pengoperasian Angels Flight.
Baca juga: Terowongan Notog “Baru,” Siap Tembus Jalur Kereta Purwokerto-Kroya dengan Rel Ganda
Banyak yang mengira nasib jalur ini berakhir, tetapi ternyata pada Maret 2017 lalu, Angels Flight kembali beroperasi dengan keamanan yang terjamin. Dengan adanya jalur kereta pendek ini, menghemat sekitar 200 langkah kaki untuk menuju ke inti kota bersejarah.
Sekali berjalan, penumpang maupun para pelancong yang akan menikmati kota bersejarah di Bunker Hill hanya merogoh kocek $0,50.
Tidur selama perjalanan memang menjadi opsi untuk sebagian orang setelah seharian beraktifitas. Walaupun tidak terlalu nyenyak, tapi tidur di transportasi umum merupakan cara yang ditempuh sebagian kalangan untuk mengembalikan stamina mereka yang sudah habis. Berangkat dari situ, tercetuslah ide untuk mengadakan (kembali) sebuah sleeper bus, namun dalam kelas yang sangat mewah. Semewah apa kira-kira sleeper bus bernama Simba ini?
Baca Juga: Cabin Tawarkan Layanan Sleeper Bus Full Service
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thelondoneconomic.com (13/12/2017), CEO dari Simba, James Cox mengatakan bahwa sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang tertidur selama perjalanan cukup tinggi. “Penelitian terbaru menyebutkan bahwa kita tertidur rata-rata sebanyak 27 kali dalam setahun,” tutur James. Seolah didukung dengan penelitian tersebut, James semakin yakin bahwa idenya untuk menghadirkan sebuah sleeper bus berkelas ultra mewah ini akan dapat berterima di masyarakat.
Sumber: thelondoneconomic.com
Bus yang berisikan 14 pod futuristik ini telah dikembangkan selama empat bulan, dengan mengandalkan desain yang dirancang oleh arsitek kenamaan asal Surrey, Anderson-Wood. “Bagi Anda yang tertidur pulas, tidak perlu khawatir pemberhentian Anda terlewat, karena petugas kami akan selalu menanyakan destinasi Anda,” timpal James. “Layanan snoozeliner merupakan bentuk dedikasi kami terhadap waktu istirahat penumpang yang tersita akibat pergeseran jam kerja atau pesta di tengah malam,” paparnya. Selain itu, James juga khawatir akan masalah sosial yang kerap menderu di malam hari. “Masyarakat biasanya ketakutan dengan berbagai tindak kejahatan, seperti orang-orang mabuk dan orang-orang yang antisosial,” pungkasnya.
Lalu, bagaimana interior di dalam bus ini sehingga sang CEO bisa mendefinisikannya sebagai bus ultra mewah? “Tentu kami mendesain semuanya sedemikian rupa sehingga para penumpang bisa merasakan kenyamanan yang sama dengan tempat tidur mereka di rumah,” terang James. Layaknya sebuah bilik tidur, Bus Simba akan dilengkapi dengan pengharum ruangan yang dapat merilekskan pikiran Anda, yang juga dipadukan dengan pemasangan lampu tidur yang tidak terlalu terang.
Baca Juga: Entaskan Masalah Sosial, Sleepbus Layani Tunawisma Tidur di Bus
Anda juga tidak perlu khawatir barang bawaan Anda akan diambil oleh orang lain, karena James tengah mempertimbangkan untuk memasang sebuah lemari khusus penyimpanan barang berharga. Tidak hanya itu, James juga tengah meninjau untuk pemasangan USB Port dan WiFi, sehingga para penumpang yang lebih memilih untuk sekedar rebahan saja dapat menikmati fasilitas ini.
Jika Anda haus, layanan air mineral gratis akan setia menemani perjalanan Anda. Berbagai pilihan minuman juga nantinya akan tersedia di dalam bus ini, seperti kopi dan smoothies. Rencananya, James akan meluncurkan bus ini pada musim gugur 2018 mendatang di London. Untuk masalah harga, ia belum dapat menentukan berapa jumlah yang harus dirogoh untuk menggunakan bus ini.
Lama tak terdengar kabar setelah pemberitaan terakhir, salah satu perusahaan transportasi yang bergerak di bidang pelayanan, PT Motobus Trans Nusantara nampaknya masih membenahi satu dua hal hingga perjalanan perdana bus yang dapat mengangkut sepeda motor ini tidak sesuai dengan target. Padahal, tidak sedikit masyarakat yang menantikan kehadiran bus double-decker yang menghubungkan Jakarta – Bandung ini. Alhasil, sebagian masyarakat pun bertanya-tanya kapan dirinya bisa menikmati perjalanan dengan menggunakan bus bernama Motobus ini.
Baca Juga: Layanan Bus Angkut Motor ini Akan Hadir di Indonesia Bulan Depan!
Sayangnya, ketika KabarPenumpang.com mencoba untuk mengkonfirmasi via sambungan telepon, tidak ada yang menjawab panggilan tersebut. Namun, berdasarkan pada pencarian di dunia maya, sudah ada beberapa foto yang menampilkan penampakan langsung bus dengan livery yang didominasi warna orange ini. Bahkan, pencarian lain membuahkan penampakan interior dari Motobus.
Sumber: metrotvnews.com
Selain dapat memudahkan para riders untuk membawa motornya, kehadiran Motobus ini juga dapat membangkitkan kenangan lama tentang keberadaan bus tingkat yang dulu sempat berjaya di Ibukota. Bus yang semula dijadwalkan mulai beroperasi pada 27 Oktober 2018 kemarin ini akan dilengkapi dengan kursi premium, fasilitas free WiFi, dan USB Port yang dapat digunakan untuk mengisi daya gadget Anda.
Interior Kabin Penumpang MotoBus. Sumber: detik.com
Untuk kapasitas motor sendiri, Direktur Operasional MotoBus, Dion mengatakan bus ini mampu membawa 13 unit motor dalam sekali jalan, dengan kapasitas maksimal 150 cc per motor. Dilansir dari laman detik.com, MotoBus akan beroperasi dari Jakarta pukul 05.00 WIB dan 14.00 WIB di Terminal Pulo Gebang dan pukul 09.00 WIB serta 19.00 WIB dari Bandung di Terminal Leuwi Panjang. Penumpang harus naik di tempat yang ditentukan.
Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus
Untuk reservasi tiket sendiri bisa dilakukan secara online dengan mengunjungi website resmi mereka. Pembayaran tiket pemesanan dilakukan dengan transfer atau kartu kredit.
“Harga tiket penumpang saja Rp119.000 untuk dewasa, untuk anak-anak usia 0 – 12 tahun Rp69.000. Sementara sepeda motor saja itu Rp249.000, kalau penumpang plus sepeda motor lebih ekonomis kami terapkan paket Rp228.000,” tutur Humas PT Motobus Trans Nusantara, Wulandari.
Ketepatan waktu pemberangkatan yang dijanjikan oleh para penyedia jasa layanan transportasi memang tidak selamanya dapat dipercaya. Kondisi di lapangan yang akhirnya menjadi jawaban klise para penyedia jasa tersebut jikalau penumpang mulai menanyakan apa yang menyebabkan modanya mengalami keterlambatan pemberangkatan. Bahkan yang lebih buruknya lagi, keterlambatan pemberangkatan ini tidak menutup kemungkinan akan menurunkan kepercayaan penumpang terhadap penyedia jasa tersebut.
Baca Juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!
Seperti halnya yang terjadi di Singapura, walaupun keberadaan MRT (Mass Rapid Transit) di Negeri Singa ini dijadikan benchmark oleh Indonesia dalam pembangunan moda serupa, namun pada kenyataannya para penumpang SMRT perlahan mulai meninggalkan moda yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi di sana. Hal ini terjadi lantaran semerawutnya jadwal pemberangkatan dari SMRT itu sendiri. Bagi sebagian penumpang, hal ini tentu saja dapat mempengaruhi kegiatan yang sudah mereka agendakan.
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (11/12/2017), sebuah survei yang dilakukan antara 30 November hingga 4 Desember 2017 oleh penyedia aplikasi transportasi dan pemetaan umum, Moovit menunjukkan bahwa 64 persen dari 711 penumpang SMRT mengaku membutuhkan waktu tambahan untuk tiba di tujuan. Dengan adanya survei ini, dapat dilihat bahwa minat penumpang untuk menggunakan jasa SMRT mulai turun dari tahun ke tahun, setidaknya dari tiga tahun yang lalu, dimana para penumpang masih bisa menjadikan SMRT sebagai moda yang menyajikan ketepatan waktu.
“Jika saya ada wawancara kerja, saya akan pergi dari rumah 30 menit sebelumnya, padahal waktu tempuh dari rumah ke tempat wawancara hanya 15 menit dengan menggunakan SMRT,” tutur Alina Chua, seorang penumpang SMRT. Hasil survei lain menunjukkan bahwa sekitar 54 persen penumpang menolak menggunakan SMRT jika mereka harus menghadiri suatu acara penting yang mengharuskan mereka datang tepat waktu.
Seorang ekonom dari Singapore University of Social Sciences, Walter Theseira mengatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan oleh Moovit tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keandalan transportasi umum yang tepat waktu telah mengalami penurunan. Walter juga mengaitkan insiden banjir yang menggenangi terowongan SMRT pada bulan Oktober silam dan tabrakan yang terjadi bulan lalu sebagai salah satu faktor yang bisa saja mempengaruhi penurunan kepercayaan publik terhadap layanan SMRT ini, karena dua insiden di atas akan dengan sangat mudah diingat oleh masyarakat di Singapura.
Baca Juga: MRT Singapura Tabrakan (Lagi), Mengingatkan Insiden 24 Tahun Lalu
Lain cerita dengan yang terjadi di dalam negeri, dimana keterlambatan yang kerap kali menderu KRL Jabodetabek tidak lantas menurunkan minat masyarakatnya dalam menggunakan layanan ini. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kepadatan yang terjadi di dalam gerbong. Seolah para komuter tidak memiliki opsi lain untuk bepergian ke suatu tempat di Ibukota. Jika menggunakan kendaraan pribadi, tentu saja mereka akan kena macet dan waktu tempuh mereka akan menjadi lebih lama. Sedangkan dengan menggunakan KRL, mereka akan terbebas dari macet walaupun keterlambatan keberangkatan mengintai setiap saat.
Hujan lebat yang menerpa Ibukota beberapa hari ke belakang ternyata membangkitkan penyakit tahunan di kota ini, yaitu banjir. Seperti yang kita ketahui bersama, banjir yang menggenangi Jakarta merupakan PR abadi Pemprov DKI Jakarta dari masa ke masa yang hingga kini masih dicari solusinya. Selain pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan bahwa faktor lain yang menyebabkan Jakarta banjir lagi adalah adanya proyek MRT.
Baca Juga: Terowongan MRT di Singapura Kebanjiran? Ini Dia Penyebabnya!
Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Anies mengatakan bahwa proyek MRT telah menghambat laju air hujan. “Gatsu (Jalan Gatot Subroto) daerah selatan yang terjadi genangan cukup tinggi Kuningan. Saya komunikasi, cek langsung masalahnya adalah karena sebagian dari tali air terhambat proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT maupun proyek lain,” kata Anies, dikutip dari laman liputan6.com (12/12/2017).
Anies menyebut, Dinas Sumber Daya Air sudah mengingatkan pihak proyek (MRT dan LRT) untuk menyelesaikan tali air yang terhambat karena proses pembangunan, namun tidak ada tindak lanjut. Oleh karena itu ia memastikan akan menindak tegas. “Kita akan tegas bahwa jangan menyepelekan soal saluran air, proyek harus jalan tapi saluran air juga harus diperhatikan karena itu merepotkan warga,” ujarnya.
Sementara itu, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) selaku pengemban proyek MRT mengklaim bahwa apa yang mereka lakukan selama ini sudah mematuhi peraturan yang ada, termasuk dengan menjaga sistem drainase di lokasi proyek. “Pada dasarnya, kita dapat memastikan bahwa apa yang kita lakukan sejak awal adalah sesuai dengan Amdal [analisis dampak lingkungan], dan kita selalu menjaga sistem drainase,” petik sekretaris PT MRTJ, Tubagus Hikmatullah, dikutip dari sumber yang berbeda. Lebih lanjut, Tubagus mengatakan bahwa bahan sisa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dibuang dengan benar supaya tidak menyumbat saluran air.
Baca Juga: Tiga Kota Ini Jadi Benchmark PT MRT Jakarta Untuk Pengembangan Jaringan Bawah Tanah
Ya, masalah banjir di Ibukota memang selalu menuai polemik yang seolah tak berujung. Saling lempar tuduhan seperti sudah menjadi hal yang lumrah dalam kasus ini. Pentingnya kesadaran dari diri sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan akan sangat membantu Pemerintah dalam mengentaskan masalah banjir ini.
Kejelian menangkap peluang bisnis berhasil diperlihatkan berikut ini. Uber, layanan transportasi berbasis online memberikan diskon pada pelanggannya baik yang baru maupun yang sudah lama. Namun diskon ini bukan bertajuk promo, melainkan upaya dukungan Uber yang dilakukan saat 19 stasiun MRT di Jalur Timur-Barat dan Utara-Selatan (EWNSL) akan ditutup untuk pemeliharaan jalur SMRT (Singapore MRT) setelah terjadinya dua kereta yang bertabrakan di stasiun Joo Koon bulan lalu.
Baca juga: Faraday Cage Selamatkan MRT Singapura Saat Tersambar Petir
Penutupan ke 19 stasiun tersebut dilakukan per 10 Desember sampai 17 Desember 2017, KabarPenumpang.com melansir dari laman todayonline.com (8/12/2017), mendapatkan bahwa pihak Uber mengatakan, pada hari Jumat pengguna bisa menggunakan kode MRT3OFF untuk menghemat biaya S$3 pada dua perjalanan dengan menggunakan Uberpool di hari minggu untuk pengguna lama. Sedangkan pengguna baru bisa menggunakan kode MRT8OFF untuk mendapatkan S$8 saat menggunakan Uberpool atau UberX pada hari yang sama.
Kedua kode promosi ini hanya bisa digunakan jika Anda sebagai penumpang berada di stasiun MRT yang ditutup. Diketahui stasiun MRT yang tutup terbentang dari Tuas West, Bukit Gombak sampai Outram. Kode promo yang diberikan oleh Uber ini berlaku sejak pukul 06.00 sampai tengah malam.
“Kami memperpanjang diskon untuk pengguna yang mungkin memerlukan pilihan transportasi alternatif di daerah yang terkena dampak pada hari Minggu ini,” kata seorang juru bicara Uber.
Namun, untuk kode promo ini, pihak Uber tidak mengatakan apakah akan diberikan juga pada 17 Desember 2017 saat 19 stasiun tersebut tutup. Tak hanya itu, Grab memberikan pemberitahuan kepada pengguna pada hari Kamis dimana mereka mempromosikan layanan penyewaan mobil, tetapi tidak menawarkan diskon untuk pengguna yang terdampak penutupan 19 stasiun MRT.
“Kami telah berbagi pengingat dengan mitra pengemudi kami dan mendorong mereka untuk melayani daerah-daerah yang terkena dampak. Sementara sistem pemantauan lalu lintas real time Grab’s akan memungkinkan kami mendeteksi dan meramalkan area dengan permintaan penumpang yang banyak. Hal ini akan memungkinkan kami untuk mengingatkan pengemudi agar menuju ke daerah terdampak sesegera mungkin dan memudahkan permintaan,” ujar juru bicara Grab.
Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengumumkan pada awal November bahwa tanggal 8 sampai 31 Desember 2017 stasiun EWL dari Tiong Bahru ke Tuas Link dan dua stasiun NSL yakni Bukit Gombak akan ditutup sekitar satu jam lebih awal di jam 11 malam. Atas percepatan penutupan ini, sekitar 20 ribu sampai 30 ribu penumpang diperkirakan akan terpengaruh dengan percepatan penutupan ini.
Karena penutupan ini, pihak SMRT memperluas layanan bus dekat stasiun terdampak agar penumpang memiliki transportasi alternatif. Operator Kereta juga akan menyediakan layanan bus antar jemput yang akan menggarahkan empat rute utama yakni dari Tuas Link ke Joo Koon, Joo Koon ke Jurong East, Jurong East ke Outram dan Jurong East ke Choa Chu Kang.
Layanan antar-jemput ini hanya beroperasi dari pukul 5 pagi sampai 8 pagi pada hari dimana stasiun dibuka kemudian, dan dari jam 11 malam sampai sekitar 2.30 pagi pada hari di mana stasiun diperkirakan akan ditutup lebih awal. Pada tanggal 10 dan 17 Desember, layanan antar-jemput ini akan beroperasi sepanjang hari.
Baca juga: MRT Singapura Tabrakan (Lagi), Mengingatkan Insiden 24 Tahun Lalu
Layanan antar-jemput diharapkan beroperasi pada frekuensi sekitar tiga sampai lima menit selama periode puncak, dan lima sampai sepuluh menit selama periode di luar puncak. Para penumpang harus membayar layanan ini, yang akan mengikuti struktur tarif yang sama seperti kereta api.