32 Tahun Mengangkasa, Inilah Kaleidoskop Emirates

Tak terasa, sudah 32 tahun Emirates menyelami dunia penerbangan internasional. Siapa yang menyangka, dibalik nama besar Emirates sekarang, perusahaan yang berbasis di Dubai ini hanya mengeluarkan modal awal sebesar USD$10 juta. Namun kini, maskapai berjuluk restoran terbang ini sudah berkembang sangat pesat. Dewasa ini, sebuah literatur menyebutkan bahwa Emirates melayani 190 makanan per menit yang dilayani oleh 23.000 awak kabin dengan 590 penerbangan setiap harinya. Baca Juga: Atasi Kebosanan Selama Penerbangan, Emirates Rancang Program Khusus Untuk Anak Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman gulfnews.com (25/10/2017), berikut adalah kaleidoskop perjalanan Emirates menghiasi langit dunia. 1985 Tepatnya pada tanggal 25 Oktober, Emirates pertama kali melakukan perjalanan udaranya dari Dubai ke Karachi, Pakistan. Menggunakan Boeing 737-300 dan mengangkut 133 penumpang, penerbangan EK600 dengan konfigurasi dua kelas tersebut menjadi yang pertama menyapa angkasa luas di bawah nama Emirates kala itu. Pada awalnya, maskapai ini hanya menggunakan dua pesawat saja, yaitu Boeing 737-300 dan Airbus A300B4-200 yang  dipinjamkan oleh Pakistan International Airlines. The Royal Family’s Dubai Royal Air Wing juga diketahui menyediakan dua armada Boeing 727-200 Adv. untuk menambah daya gedor dari maskapai ini. 1989 Emirates mulai melebarkan rute penerbangannya, dengan menambahkan penerbangan menuju Bangkok, Manila dan Singapura. Walaupun pada tahun 1986, Emirates juga telah menambahkan beberapa destinasi baru, seperti Colombo, Dhaka, Amman, dan Kairo. 1991 Membuka rute penerbangan menuju Hong Kong. Selama dekade pertama pengoperasiannya, Emirates mencatat pertumbuhan yang sangat kuat, dengan rata-rata 30%. 1992 Walaupun baru seumur jagung, tapi Emirates mampu menjadi maskapai pertama yang memperkenalkan kembali layanan seat-back televisions. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan Emirates untuk lebih memanjakan para penumpangnya. 1993 Emirates mulai menawarkan layanan round-the-world pada musim gugur. Layanan ini tersedia berkat kemitraan yang mereka jalin dengan US Airways. 1995 Di usianya yang menginjak enam tahun, Emirates menambah enam Airbus A300s dan delapan Airbus A310 ke dalam list armadanya. Tidak hanya itu, di tahun ini juga Emirates tercatat sudah menyediakan 37 destinasi penerbangan yang tersebar di 30 negara. 1998 Emirates meluncurkan Sky Cargo. Meskipun Emirates selalu menyediakan layanan kargo yang menggunakan kapasitas di dalam pesawat penumpangnya, maskapai ini sekarang diperluas dengan penyewaan pesawat terbang, awak kapal, hingga perawatan dan asuransi. 1999 Emirates menerima pengiriman Boeing 777-200 pertamanya dan menjadi maskapai pertama yang menunjukkan rekaman live take-off dan landing. 2000 Emirates menjadi maskapai pertama di dunia yang melakukan pemesanan terhadap Airbus A380, dan setahun berselang, Emirates dinobatkan sebagai operator Airbus A330 terbesar di dunia. 2004 Maskapai ini melakukan penerbangan non-stop pertamanya, dari Dubai ke New York. Penerbangan 14 jam tanpa henti ini menjadikan Emirates sebagai layanan penerbangan non-stop pertama di Timur Tengah. 2008 Emirates kembali menjadi yang maskapai pertama di dunia yang memungkinkan penumpang menggunakan ponsel selama masa penerbangannya menuju Maroko kala itu. 2009 Maskapai yang mempekerjakan sebanyak 64,768 pada periode 2016-2017 ini kembali menyabet penghargaan sebagai operator Boeing 777 terbesar di dunia. Baca Juga: Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu Lho! 2014 Catatan yang menyebutkan bahwa Emirates Flight Catering sudah menyediakan sekitar 38 juta makanan per tahun membuat publik tercengang. Dengan catatan tersebut, Emirates menjadi maskapai yang mampu mengoperasikan layanan dapur terbesar di dunia. 2015 Emirates pernah menerima empat pesawat baru sekaligus dalam satu hari. Terhitung sejak tahun 2000 hingga 2015, maskapai ini mencatat pertumbuhan armada sebesar 636 persen. 2017 Pada bulan Juli, Emirates dan Flydubai menjalin sebuah kemitraan yang akan meningkatkan jumlah destinasi yang mereka layani, semula dari 157 destinasi menjadi 216 destinasi.

Tiket Online Ferry ASDP: Animo Menurun Pasca Lebaran, Optimis Meningkat di Liburan Akhir Tahun

Tidak ada yang memungkiri, sektor pelayaran penumpang di Indonesia erat kaitannya dengan musim mudik Lebaran. Ratusan ribu orang berbondong-bondong menuju pelabuhan untuk bisa menyebrang dan melanjutkan perjalanan menuju kampung halamannya. Dalam mengatasi lonjakan penumpang yang terjadi beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 2017 kemarin, PT ASDP Indonesia Ferry membuat sebuah inovasi yaitu berupa sistem pembelian tiket online, dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya. Lalu, apakah tren tiket online tersebut masih menguat hingga hari ini? Baca Juga: Sambut HUT RI Ke-72, PT ASDP Buka Layanan Tiket Online di Tujuh Lintasan “Secara garis besar, animo masyarakat memang belum sebesar ketika Hari Raya Idul Fitri kemarin,” ungkap Rizki Dwianda, VP Pelayanan PT ASDP ketika dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (30/10/2017). Rizki menambahkan bahwa peluncuran perdana sistem online di PT ASDP ini sendiri sudah memenuhi target. “Kami menargetkan penjualan 20 persen tiket online dari dua cabang kami pada Lebaran kemarin, dan target tersebut terpenuhi,” imbuhnya. Kurangnya animo masyarakat terhadap sistem tiket online tidak lantas membuat PT ASDP menyudahi inovasinya dalam penjualan tiket tersebut, karena PT ASDP beranggapan bahwa pembelian tiket di sektor mereka berbeda dengan moda transportasi lain. “Bisa dibilang musiman, tapi sebagai persiapan menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, kami berharap penjualan tiket online tersebut merangkak naik ke angka 30 persen,” ujarnya. Menurut Rizki, rute perlintasan Merak – Bakauheni masih menjadi primadona di sektor penyebrangan hingga saat ini. “Dari total 29 rute yang ada, rute Ketapang – Gilimanuk juga sudah mulai meningkat dan siap disusul oleh rute  Lembar – Surabaya,” papar Rizki. “Tahun 2018 kami menargetkan semua cabang kami sudah mulai menerapkan sistem penjualan tiket online. Rute selanjutnya yang akan menerapkan sistem penjualan tiket online adalah Jepara – Karimun Jawa, rencananya dibuka pada bulan Desember mendatang,” tambahnya. Namun, Rizki menyadari bahwa mengembangkan sistem penjualan tiket secara online tidaklah mudah dan diperlukan beberapa tahapan proses. “Secara umum, tantangannya berasal dari kesiapan sistem dan lain-lain, tapi masalah terbesar lain yang dihadapi oleh BUMN ini adalah bagaimana cara kami untuk mengedukasi para pengguna jasa, mengingat pangsa pasar kami sedikit berbeda dengan moda lain,” terangnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT ASDP menggandeng beberapa perusahaan lain seperti PT Pos Indonesia untuk bisa menunjang sistem penjualan tiket online yang tengah mereka kembangkan. “Kami sadar bahwa pangsa pasar kami tidak semuanya bisa mengakses pembelian tiket online melalui gadget yang mereka miliki, maka dari itu kami bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan menjadikannya sebagai salah satu channel kami untuk bisa lebih ‘merangkul’ para penumpang,” jelas Rizki. Baca Juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis Sebelumnya, ada beberapa isu yang melatarbelakangi PT ASDP dalam meluncurkan sistem penjualan tiket online kepada para penggunanya, salah satunya adalah isu kapasitas. “Bagi yang sudah beli tiket online, mereka tidak perlu berbondong-bondong datang ke pelabuhan untuk mengantri beli tiket, walaupun peranan cuaca juga sangat berpengaruh terhadap operasional kami. Bisa dibilang, para penumpang yang beli tiket online ini sudah memastikan seat, terlepas dari kondisi cuaca tersebut.” tutup Rizki. Dari sisi user interface, tiket online yang disajikan PT ASDP masih terbilang konvensional, yakni belum berwujud aplikasi, pengguna jasa untuk melakukan pemesanan atau reservasi tiket masih diarahkan lewat browser ke situs indonesiaferry.co.id.

American Airlines Diskriminasi Orang Kulit Hitam, NAACP Turun Tangan

National Association for Advancement of Colored People (NAACP) mengajukan tuduhan kepada American Airlines terkait masalah diskriminasi terhadap orang Afrika-Amerika yang menaiki penerbangan maskapai tersebut. Tuduhan yang dilayangkan terkait hak asasi manusia dimana budaya korporat tentang ketidakpekaan rasial dan bias ras terhadap orang-orang Afrika-Amerika. Baca juga: Berat Badan Dianggap Berlebih, Awak Kabin Ini Ajukan Tuntutan ke Maskapai KabarPenumpang.com melansir dari laman paddleyourownkanoo.com (25/10/2017), bahwa NAACP memperingatkan orang Afrika-Amerika jika mereka bisa mendapatkan perlakuan tidak sopan, diskriminatif dan tidak aman saat bepergian dengan American Airlines. Hal ini membuat NAACP membuat keputusan untuk menerbitkan peringatan tersebut dengan mengikuti pola insiden yang mengganggu dan atas laporan penumpang tersebut khusus untuk American Airlines. Ada beberapa insiden yang terjadi pada orang Afrika-Amerika saat menggunaka American Airlines yakni dimana seorang pria Afrika-Amerika menjadi korban diskriminasi oleh penumpang lain dan terpaksa menyerahkan kursinya. Selain itu ada pula penumpang kulit hitam yang duduk di kelas satu kemudian diturunkan dari kabin sedangkan temannya tetap duduk di kelas satu. Seorang ibu dan putrinya juga dikeluarkan dari penerbangan karena meminta kereta dorong dipindah dari tempat sebelum kereta tersebut jatuh dan terguling. Beberapa insiden ini cukup menjatuhkan karena layanan pelanggan seperti membedakan warna kulit, kebangsaan, agama hingga jenis kelamin. Namun, NAACP mengatakan insiden ini kemungkinan hanya fenomena pucak gunung es dan menganggap sebagai budaya perusahaan yang tidak dapat diterima dan mengklaim bahwa perilaku tersebut terjadi secara acak. Sebagai tanggapan masalah ini, beberapa penumpang American Airlines yang menggunakan media sosial memberikan hashtag #Happened2MeOnAA untuk menyoroti insiden lain yang diduga melakukan perilaku diskriminatif. Tapi, dengan adanya ini American tampak bingung dengan tuduhan tersebut, Doug Parker yang merupakan CEO American Airlines menulis surat terbuka kepada staf dan mengatakan dirinya kecewa. Parker mengatakan, sebenarnya prioritas utama dari awak kabin dan staf lainnya adalah membawa orang-orang bersama mereka dalam penerbangan. Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi Diketahui surat tersebut berisi, “Kami terbang melintasi perbatasan, dinding dan stereotip untuk menghubungkan orang-orang dari berbagai ras, agama, kebangsaan, latar belakang ekonomi dan orientasi seksual. Kami membuat dunia menjadi tempat yang lebih kecil dan lebih inklusif. Serta kami melakukannya dengan profesional dan aman setiap hari untuk lebih dari 500 ribu pelanggan di lima benua.” Parker menambahkan, bahwa maskapainya telah menghubungi pihak NAACP untuk secepatnya mendiskusikan masalah tersebut dan mengatakan bahwa American tidak mentolerir diskriminasi dalam bentuk apapun. Dia juga meminta serta mendesak stafnya untuk memperlakukan pelanggan dengan hormat serta bertindak secara profesional dan aman. NAACP merupakan organisasi hak sipil tertua di Amerika Serikat, yang didirikan di Springfield, Illinois pada tahun 1909. Dengan lebih dari 500 ribu anggota di Amerika Serikat, kelompok tersebut mengatakan bahwa misinya adalah untuk memastikan masyarakat di mana setiap orang memiliki hak yang sama tanpa diskriminasi berdasarkan ras.

United Airlines Buka Rute Direct Flight Terjauh, Los Angeles – Singapura

United Airlines kini mengukuhkan status sebagai maskapai yang melayani rute direct flight terjauh dari Amerika Serikat. Dengan adopsi pesawat wide body terbaru Boeing 787-9 Dreamliner, United Airlines kini telah melayani rute penerbangan langsung jarak jauh (nonstop) dari Los Angeles ke Singapura dengan jarak 14.000 km. Penerbangan ini memakan waktu tempuh selama 17 jam 55 menit. Baca juga: Inilah 10 Penerbangan “Direct Flight” dengan Waktu Terlama di Dunia Jarak dan lamanya waktu tempuh ini melampaui jarak terjauh United Airlines sebelumnya yang berangkat dari San Francisco menuju Singapura dalam waktu 17 jam 15 menit nonstop. KabarPenumpang.com melansir dari laman forbes.com (29/10/2017), penerbangan sebaliknya atau kembali dari Singapura menuju Los Angeles dengan United Airlines terpaut dua jam yakni hanya 15 jam 15 menit. Rute baru ini dilayani satu kali dalam sehari menggunakan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner. Konfigurasi dalam penerbangan lintas Pasifik ini terdiri dari tiga kelas dengan total 252 kursi, komposisinya terdiri dari kelas ekonomi sebanyak 116 kursi, kelas ekonomi plus 88 kursi dan kelas bisnis 48 kursi. Pelayanan penerbangan rute Los Angeles tujuan Singapura ini di buka pada 29 Oktober 2017 kemarin. Kilas balik ke tahun 2013, Singapore Airlines justru sudah pernah melayani rute penerbangan trans pasifik nonstop ke Los Angeles. Namun akhirnya rute tersebut dihentikan lantaran penggunaan pesawat Airbus A340-500 dipandang kurang efisien. Sebagai informasi Airbus A340 adalah pesawat dengan empat mesin, sementara Boeing 787 hanya disokong dua mesin. Dengan berhentinya rute Singapura – Los Angeles yang dilayani Singapore Airlines, maka saat itu turut berakhir penerbangan nonstop trans atlantik dari Singapura ke New York yang juga dilayani oleh Singapore Airlines. Tetapi penerbangan kedua tujuan ini masih tetap ada dengan sistem transit dan bukan lagi perjalanan panjang nonstop. Setelah adanya rute nonstop yang dibuka baru oleh United Airlines, Singapore Airlines juga mengumumkan rencananya  kembali mengudara melayani rute New York dan Los Angeles nonstop pada tahun 2018 mendatang. Diperkirakan, Singapore Airlines akan menggunakan pesawat Airbus A350-900ULR pertamanya. Antara United Airlines dan Singapore Airlines punya kesamaan dalam rute lainnya, kedua maskapai kini melayani direct flight dari Singapura – San Francisco, dengan menempuh jarak 13.600 km. United Airlines menggunakan Boeing 787-9, sementara Singapore Airlines menggunakan Airbus A350-900. Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial Pesawat ini merupakan varian ultra jarak jauh dari generasi berikutnya. Rencananya Singapore Airlines akan membagi kursi pesawat menjadi dua kelas yakni kelas ekonomi premium dengan 94 kursi dan kelas bisnis sebanyak 68 kursi. Penerbangan United Airlines dengan rute baru ini, bisa dikatakan menjadi rute dengan jarak tempuh terjauh dan waktu terlama dibandingkan rute penerbangan maksapai lainnya yang juga memiliki rute nonstop.

Dublin Port Kedatangan Ferry Ro-Ro Terbesar di Dunia “MV Celine”

Pada hari Senin lalu (23/10), Dublin Port di Irlandia kehadiran tamu istimewa yang juga menjadi bagian dalam sejarah moda laut. Ya, pelabuhan tersebut kedatangan MV Celine, ferry pengangkut bersistem Roll-on/roll-off (ro-ro) terbesar di dunia. Bukan sengaja datang, newbuild raksasa tersebut disinyalir telah melakukan debut perjalanan menuju Rotterdam menyusul sebuah perjalanan pengiriman. Baca Lagi: KRI Tanjung Kambani 971, Kapal Ferry RoRo dengan Cita Rasa Militer Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman afloat.ie, Operator CLdN ro-ro SA (Cobelfret Ferries) menyambut MV Celine dari galangan kapal Korea Selatan ke pelabuhan Belanda dimana lalu lintas barang akan diangkut menggunakan kapal raksasa yang berkapasitas 8000 lane meter ini. Selain itu, kapal dengan panjang 234 meter dan lebar 38 meter ini akan menjadi kapal ro-ro terbesar yang pernah bersandara di Dublin Port, dimana kapal itu juga akan beroperasi dari pelabuhan Zeebrugge di Belgia. M.V. Celine merupakan kapal roro shortsea terbesar yang pernah ditugaskan oleh perusahaan yang berbasis di Luxembourg tersebut. Dari segi penampilannya sendiri, kapal ini lebih mirip dengan modern car-carrier dibandingkan dengan desain pendahulunya yang lebih banyak mengandalkan desain kapal ferry bertingkat terbuka, kecuali untuk beberapa seri kapal dalam beberapa tahun belakangan ini. Menurut Dublin Port Company, MV Celine mampu membawa lebih dari 600 unit pengangkutan, dimana angka tersebut mendekati dua kali ukuran ferry terbesar yang dioperasikan oleh pelabuhan tersebut. Laman sumber menambahkan bahwa kehadiran kapal ini mengacu pada Ulysess, kapal pesiar raksasa asal Irlandia yang mampu melayani Holyhead. Pihak Dublin Port mengakui adanya kenaikan jumlah volume sebanyak 30 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Perusahaan pelabuhan tersebut juga menyoroti MV Celine, terutama mengingat penggunaan newbuild ini akan meningkatkan kapasitas angkut untuk mengatasi permintaan terhadap layanan kontinental langsung. Baca Juga: BC Ferries Operasikan Kapal Ferry Pertama dengan Bahan Bakar Ganda Chief Executive Dublin Port, Eamonn O’Reilly memprediksi bahwa pelabuhan tersebut akan menambahkan lebih banyak layanan baru ke benua Eropa pada tahun 2018 mendatang. Berdasarkan rekap yang dimiliki oleh Dublin Port Company, sektor ro-ro mengindikasikan pertumbuhan yang sangat pesat dengan 736.462 unit pengangkutan dalam rentang waktu sembilan bulan pertama, atau meningkat sebesar 5,3 persen dari tahun sebelumnya. Dari presentasi tersebut, layanan ro-ro antara Irlandia dan Inggris-lah yang menunjukkan pertumbuhan pesat. Namun, volume penggangkutan kendaraan impor baru mengalami penurunan sebesar 5,5 persen selama periode tersebut, itu berarti peningkatan terjadi dalam kasus impor kendaraan bekas dari Inggris menuju Irlandia.

Wanita Hamil Viralkan Video di MRT dan Jadi Bahan Pembicaraan Netizen Singapura

Seorang wanita yang disebut-sebut sedang hamil mengunggah sebuah video ke media sosial untuk mempermalukan pasangan muda karena duduk di salah satu kursi yang sudah ‘dipersiapkan’ di dalam MRT (Mass Rapid Transit). Sayangnya bukan menerima dukungan, video yang diunggah wanita hamil ini justru tak diterima oleh netizen. Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri Salah satunya adalah netizen yang diduga menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi dalam kereta tersebut. Netizen tersebut saat menemukan video, mengatakan dirinya berada disitu saat video tersebut direkam. Dia mengklaim bahwa wanita hamil tersebut sudah duduk di kursi lain yang tepat berada di depan sepasang muda mudi tersebut. KabarPenumpang.com melansir dari laman mothership.sg (23/10/2017), wanita hamil itu masih terus mencari kesalahan sepasang muda mudi tersebut. Menurut saksi mata, wanita hamil tersebut ingin yang duduk di tempat muda mudi itu adalah suaminya, namun sang pemuda yang merupakan pacar si perempuan tersebut mendatangi dan duduk disebelahnya. “Kasus ini khas Singapura. Dia adalah wanita hamil dengan empat orang anak dan bersama suami, ibunya serta asistennya di kereta. Dia sudah menyiapkan kursi yang dicadangkan tepat di seberang orang ini saat dia merekam video tersebut. Jadi saat itu pasangan muda mudi turun, kemudian sang suami mengambil tempat duduk yang telah ‘disiapkan’ bahkan dia sempat memarahi asistennya yang tidak cukup cepat mendapatkan tempat duduk di kereta.” Beberapa orang lainnya yang menanggapi video tersebut mengatakan si wanita bisa mencoba meminta kursi tersebut dengan baik. Biasanya dengan bertanya sudah cukup, tetapi dengan mengambil video seperti ini justru membuat sesuatu hal yang biasa saja menjadi tidak sopan. Mengecam seseorang dalam video yang diviralkan di media sosial juga bukanlah contoh yang terbaik untuk mendidik anak. Sebenarnya kursi bisa saja diberikan jika memang orang tersebut sangat membutuhkan. Baca juga: Tak Mau Ikut Antrian, Calon Penumpang Bergaya Difabel di Bandara Seperti kursi prioritas yang memang diperuntukan untuk orang tua, penyandang cacat serta wanita hamil. Sebelum diminta kursi prioritas ini pastinya akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Sebab siapapun yang berada di dalam kereta berhak mendapatkan kursi bila membutuhkan dan bisa meminta dengan sopan untuk kursi tersebut. Namun sayangnya, wanita hamil ini justru mengambil jalan lain dengan mudah memviralkan video dan dikecam netizen yang melihatnya.

Citilink Indonesia Buka Rute Bandara Halim Perdanakusuma – Silangit

Setelah kedatangan pesawat ke-50, Airbus A320neo dengan nomor lambung PK-GTF dengan kapasitas 180 penumpang yang tiba dari Toulouse, Perancis pada 26 Oktober 2017 kemarin, Citilink tak ingin lama berdiam diri, low cost carrier ini dikabarkan telah membuka penerbangan langsung dari Bandara Halim Perdanakusuma tujuan Silangit, Sumatera Utara. Rute baru ini juga ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara tepatnya di wisata Danau Toba. Baca juga: Menanti Kedatangan Pesawat Ke-50, Citilink Optimis Penuhi Target di Akhir Tahun Dalam pembukaan rute baru ini, Citilink menerbangakan Menteri Pariwisata Arief Yahya dari Halim menuju Silangit pada Sabtu (28/10//2017). “Penerbangan perdana ke Silangit ini merupakan bukti nyata dukungan dan komitmen Citilink Indonesia membantu pengembangan pariwisata nasional. Dibukanya Bandara Silangit sebagai gerbang masuk wisatawan internasional diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, perdagangan dan investasi di Kawasan Danau Toba,” ujar Arief yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartaekonomi.co.id (30/10/2017). Arief mengatakan, bandara Silangit telah menunjukkan pengembangan infrastruktur yang baik sehingga mendorong pertumbuhan yang progresif atau dengan kata lain “supply creates demand” sehingga mempercepat internasionalisasi Danau Toba. “Dengan diresmikannya Bandara Silangit sebagai bandara Internasional akan mempercepat proses pencapaian target pemerintah dan menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu pelaku utama untuk memenuhi target tersebut,” ujar Arief . Adanya rute baru ini Citilink Indonesia berharap dapat mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Tapanuli Utara sehingga bisa turut serta dalam mewujudkan Danau Toba sebagai salah satu lokasi wisata Indonesia selain pulau bali. “Pembukaan rute penerbangan langsung ke Silangit ini merupakan momentum yang tepat dengan tiga pertimbangan yang mendasar yaitu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang cukup tinggi sebesar 5,09 persen (BPS), mempercepat konektivitas Nusantara serta sebagai bentuk dukungan maskapai terhadap program pemerintah,” kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo. Baca juga: Citilink Buka Rute Bersejarah, Koneksikan Semarang, Banjarmasin dan Palembang Rute Jakarta tujuan Silangit melalui bandara Halim Perdanakusuma merupakan rute keenam yang dibuka Citilink tahun ini. Sebelumnya Citilink Indonesia membuka rute Jayapura, Dili, kendari, Gorontalo dan Ambon. Belum lama tepatnya 29 Oktober 2017 kemarin, Citilink Indonesia juga membuka rute penerbangan yang menghubungkan tiga pulau besar di Indonesia yakni Jawa, Sumatera dan Kalimantan denga rute Semarang – Palembang dan Semarang – Banjarmasin.

Guestlogix Angkat Citra Layanan Kabin di Low Cost Carrier

Penumpang pesawat yang menggunakan maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) umumnya tidak bisa mendapatkan pelayanan seperti di maskapai dengan layanan penuh. Untuk makan saja harus beli dan terkadang kehabisan sebelum troli yang di bawa awak kabin sampai di tempat duduk Anda. Baca juga: Inilah Deretan Aplikasi Cuaca Terbaik Untuk Smartphone Android dan iOS KabarPenumpang.com melansir laman paddleyourownkanoo.com (4/10/2017), layanan penjualanan makanan memang tidak ramah penumpang selain cepat habis, dan membuat penumpang jenuh serta tidak nyaman dalam perjalanan. Ini merupakan masalah yang dilihat oleh Guestlogix sebagai spesialis penyedia layanan tambahan dalam penerbangan yang ingin menangani secara langsung setiap peluang dengan platform yang ada pada maskapai. Mungkin nama Guestlogix tidak terlalu enak didengar, namun sistem ini bisa membuat maskapai penerbangan tampil lebih eksklusif. Ide ini didapat untuk memperkenalkan layanan ramah pelanggan yang sama seperti ditawarkan oleh perusahaan di darat untuk memperbaiki pengalaman penumpang dan pendapatan tambahan. Namun, ini bukan hanya mengedepankan point of sale agar pekerjaan awak kabin lebih mudah, melainkan untuk memberikan lebih banyak peluang bagi maskapai untuk mendapatkan tambahan revenue. Sistem ini bisa digunakan dengan baik untuk cara menjual makanan dan minuman dengan membayar di kabin. Aplikasi tersebut dapat terhubung ke sistem penerbangan saat Anda akan mengupgrade kursi penerbangan dan akses lounge. Baca juga: Delapan Aplikasi Ini Bisa Pantau Pergerakan Pesawat via Smartphone Guestlogix mengklaim bahwa pengalaman di darat menunjukkan bahwa konsumen sangat mengadopsi teknologi seperti ini yang menyebabkan kenaikan peningkatan signifikan. Cara kerja aplikasi ini sama seperti aplikasi pemesanan makanan lainnya, hanya bedanya saat penumpang sudah membeli tiket, aplikasi ini bisa digunakan untuk memesan barang yang akan dibawa pada penerbangan Anda. Biasanya pesanan berupa makanan atau minuman serta barang lainnya dan memungkinkan perusahaan penerbangan mengelola pesanan dengan mudah dan memastikan pelayanan ke pelanggan diterima dengan baik. Mengambil data dari sistem yang ada, platform dapat mengidentifikasi peluang penjualan yang melonjak, memberikan penawaran dan pesan yang dipesan lebih dahulu kepada pelanggan untuk memaksimalkan pendapatan. Data tambahan dari program frequent flyer dapat digunakan untuk menawarkan diskon dan penawaran khusus kepada pelanggan yang membeli dengan harga tinggi. Selama di dalam pesawat, tidak perlu menunggu troli makanan sampai di depan kursi. Penumpang bisa membuka aplikasi dan pesan dari tempat duduk mereka. Dengan memanfaatkan jaringan local area network, pesanan dikirim langsung ke aplikasi awak kabin. Pembayaran diproses dengan aman melalui aplikasi yang membuat pekerjaan awak kabin lebih mudah dan cepat. Dan setelah penerbangan selesai, Guestlogix kemudian dapat menjual paket tujuan dan mengumpulkan umpan balik yang penting dari penumpang. Data tersebut kemudian diumpankan kembali ke maskapai untuk lebih meningkatkan proposisi layanan mereka. Guestlogix telah mendaftarkan sejumlah maskapai penerbangan untuk sistem ini dan lebih banyak lagi diharapkan segera bergabung. Sampai saat mayoritas penggunanya adalah maskapai bertarif rendah.

“Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

Menyambut momen Sumpah Pemuda ke-89 pada 28 Oktober lalu, BUMN PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan dan penyedia layanan penyeberangan ferry nasional, mencanangkan kampanye baru yang diberi label #asdpSERU, ini merupakan semangat peningkatan kualitas layanan on board. Lewat kampanye tersebut, PT ASDP perlahan-lahan ingin merubah paradigma pengguna jasa pada layanan di dalam kapal, khususnya pada fasilitas kantin di kapal dan penyediaan On Board Entertainment berupa akses WiFi di kabin penumpang. Baca juga: Pelabuhan Bojonegara, Mungkinkah Jadi “Pesaing” Pelabuhan Ferry Merak? Selama ini ada stigma diantara pengguna jasa ferry bahwa kantin di dalam kapal ‘jorok, makanan yang disajikan terkesan tidak higienis serta dilayani dengan petugas yang berpakaian tanpa seragam. Nah, lewat kampanye #asdpSERU kini PT ASDP telah meluncurkan kantin yang lebih bersih, modern dan hangat bagi penumpang. Dari ornamen, kantin ini sarat dengan motif kayu, bahan marmer serta penggunaan lampu LED strip white warm. “Hadirnya kantin ini diharapkan bisa memberikan kesan yang natural, hangat serta ramah. Kami menyebutnya sebagai Waroeng ASDP dan saat ini telah hadir di KMP Sebuku,” ujar Mario S Oetomo, Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry kepada KabarPenumpang.com. Ia menambahkan, “Waroeng ASDP” memang saat ini baru hadir di KMP Sebuku dan menjadi pilot project untuk re-desain kantin di seluruh kapal PT ASDP nantinya. Di awal peresmian, menu yang jadi andalan di kantin adalah nasi goreng bakso, nasi uduk, nasi campur bali dan popmie bakso. Menu pada Waroeng ASDP mengacu pada standar makanan dan minuman yang ada di PT KAI. “Kami menggunakan produk dari Popso yang serupa di gerbong PT KAI, sehingga makanan cepat saji terjamin kualitas rasa dan kebersihannya,” kata Mario. Untuk menyiapkan sajian hangat 24 jam, kantin ini dilengkapi dengan microwave. Baca juga: Francisco, Kapal Ferry Wisata dengan Kecepatan 51,8 Knot! Waroeng ASDP tidak berada di lounge khusus, namun posisinya berada di kelas eksekutif. Dalam peresmian yang dihadiri para direksi, PT ASDP memberi gratis makanan dan minuman untuk penumpang yang bertandang ke Waroeng ASDP. Mario menuturkan bahwa Waroeng ASDP dijalankan dengan pola kerja sama dengan mitra, adanya inovasi ini menjadi poin untuk meningkatkan pendapatan dari sektor aneka usaha dan jasa.

Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

Masih ingat air panas yang disediakan di pesawat dalam penerbangan? Ya, ada yang melansir bahwa yang digunakan adalah air keran dengan kandungan bakteri yang cukup banyak. Hal ini membuat banyak penumpang tidak memilih untuk memesan kopi atau teh yang harus di seduh dengan air panas. Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya! Tak hanya itu, terkadang kopi yang di sajikan dalam pesawat pun kurang bisa dinikmati, ini bukan karena air yang digunakan, melainkan rasa yang ada terasa kurang nikmat. Tetapi beberapa maskapai saat ini sudah mulai membuka mata dan beralih ke pembuatan minuman yang sudah disempurnakan, khususnya bagaimana menyajikan kopi dengan baik. KabarPenumpang.com melansir dari laman ausbt.com.au (18/10/2017), tiga maskapai besar internasional saat ini sudah mengganti kopinya dengan berbagai macam kopi, baik itu dengan alat baru bernama Nespresso, ataupun racikan maskapai sendiri. Mesin Nespresso menghasilkan espresso dengan menggunakan jumlah bubuk kopi yang optimum serta sumber daya air dan listrik sesedikit mungkin. 1. Air New Zealand beralih ke kopi Kiwi organik Para penikmat kopi di darat dan di udara tak akan merasakan perbedaan berarti setelah mencicipi kopi dari kabin Air New Zealand, yakni campuran kopi biasa dan organik diproduksi oleh Hummingbird di Christchurch. Maskapai ini memberikan inovasi kopi baru dan membuat banyak penumpang mengunjungi lounge di bandara yang ada di Sydney dan Melbourne di Australia. Penumpang bisa memesan secangkir kopi segar seperti yang disukai dengan menggunakan aplikasi smartphone maskapai ini dan meminta penumpang untuk memesan saat mereka memasuki lounge. Diketahui sebanyak 2,8 juta pesanan dari kopi sudah masuk ke aplikasi AirNZ. Baca juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat 2. Virgin Australia mengekstrak Nespresso di kelas bisnis Sebagai penumpang Virgin Australia saat berada di pesawat Airbus A330 atau Boeing 777 akan dilayani dengan mesin Nespresso di kabin saat meminta secangkir kopi. Dengan mesin ini, kopi yang Anda pesan seperti espresso, cappuccino dan macchiato bisa disajikan dengan rasa yang berkelas. “Akhirnya Anda bisa mendapatkan kopi yang layak di pesawat terbang. Saya tahu kedengarannya seperti hal kecil, tapi saya tidak dapat menemukan orang yang menyukai kopi maskapai. Sekarang kopi Nespresso yang ada di maskapai kami sama baiknya dengan yang Anda dapatkan di rumah atau kafe,” ujar CEO AirNZ, John Borghetti. Kabar baiknya, para penumpang bisa menyesuaikan selera dengan pilihan antara Ristretto Intenso, Espresso Forte atau Espresso Decaffeinato. Layanan kopi ini juga ditawarkan Virgin Australia beserta baristanya di lounge yang mereka miliki di bandara Australia. 3. United Airlines sediakan kopi Illy Italia Maskapai yang satu ini menyediakan latte mewah dengan menggunakan kopi campuran yang sudah di saring. United diketahui sudah menyediakan kopi hampir 200 ribu cangkir perharinya. Kopi ini di panggang di Italia oleh Illy dengan menggunakan biji kopi yang bersumber dari Brazil, Central Amerika, India dan Afrika. Pencampuran ini karena pelancong akan kehilangan rasa mereka dalam menikmati makanan atau minuman seekitar 30 persen saat berada di ketinggian. Maskapai ini juga mengetes kopi dan memadukan beragam jenis dan suhu air di kabin. Sebab suhu air bisa mempengaruhi rasa kopi itu sendiri. Di pesawat Boeing 787 Dreamliner milik United, tekanan kabin setara dengan 6000 kaki di ketinggian dan air mendidih harus sekitar 93,6 derajat Celcius. Sedangkan untuk Boeing 767 dan 777 yang bertekanan 8000 kaki lebih tinggi, suhu mendidih turun menjadi 91,6 derajat Celcius. Penumpang United mengatakan, perpaduan baru ini untuk menumbuhkan selain aroma juga rasa yang kuat. “Aroma bagus, rasa yang kuat tetapi tidak terlalu kuat,” ujar beberapa penumpang.