Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia

Garuda Indonesia, maskapai plat merah yang baru saja dianugerahi penghargaan keempat kalinya sebagai maskapai bintang lima oleh Skytrax. Tidak melulu soal On-Time Performance dan pride ketika menaiki maskapai yang namanya diambil dari wahana tunggangan Dewa Wisnu dalam mitologi India kuno, tapi sisi lain yang menarik untuk dibahas adalah mengenai layanannya yang selalu prima. Baca Juga: “Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima Sebut saja awak kabin yang selalu merunduk ketika berbicara dengan penumpang selama berada di dalam kabin, pengaplikasian beberapa kearifan lokal, hingga senyuman alami para awak kabin yang akhirnya meningkatkan pelayanan Garuda terhadap para penumpangnya. Ini pula yang mendorong Garuda kembali menyabet penghargaan World’s Best Cabin Crew untuk yang keempat kalinya, terhitung sejak 2014 silam. Namun, jangan lupakan satu faktor yang juga berperan serta dalam keberhasilan Garuda mempertahankan predikatnya itu, yaitu segi catering services. ACS sendiri merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia Group (GIG) yang menaungi dunia Food Services. Ketika KabarPenumpang.com menyambangi markas ACS di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Rabu (25/20/2017), Executive Chef di ACS, Chef Vindex Tengker mengatakan bahwa penghargaan Best Cabin Crew yang diterima Garuda dari Skytrax tersebut tidak lepas dari kearifan budaya lokal orang Indonesia itu sendiri. “Kita bisa menang karena hospitality orang Indonesia, kalau yang polite kan banyak, tapi hospitality kita lebih kental,” ujar Chef Vindex. Ia mengaku sudah mulai banyak penumpang Garuda yang puas dengan pelayanan ACS. “Kita lihat dari kepuasan pelanggan. Di Internal, kita ada Customer Survey Index (CSI) dimana dari situ terlihat bahwa penumpang menyukai, karena misalnya variasi makanan Indonesianya sudah banyak, dan banyak yang senang karena kami mengangkat makanan daerah,” imbuh Chef Vindex. Poin tersebut tentu tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pihak ACS, karena itu kepuasan penumpang merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi mereka. Ada yang unik di sini, dimana pihak ACS membuat sebuah terobosan, dimana mereka mengangkut makanan khas dari suatu daerah ke dalam penerbangan. “Sekarang, katakanlah Garuda hendak terbang dari Makassar menuju Jakarta, kami angkat makanan lokal khas Makassar, seperti pisang ijo dan lain-lain,” terang Chef yang pernah menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat di Indonesia. Baca Juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia Walaupun pengangkatan menu lokal belum bisa dilakukan menuju destinasi  tujuan (misalnya membawa pisang ijo dari Jakarta menuju Makassar), tapi inovasi pengangkatan menu lokal ke dalam kabin ini membawa keuntungan, bukan hanya bagi pihak ACS saja. “Kami juga menguatkan katering-katering lokal,” imbuhnya. “Jika di dalam suatu penerbangan terdapat 10 menu, kami memasukkan dua hingga tiga menu lokal di dalamnya,” kata Chef Vindex. Pria kelahiran Jakarta, 24 November 1968 ini membocorkan salah satu menu yang paling banyak di pesan selama penerbangan. “Menurut demand yang kami terima, penumpang banyak yang pesan nasi kuning.” Tutupnya sembari tertawa.

Jelang Olimpiade 2020, Toyota Rilis Bus “SORA” Yang Super Ramah Lingkungan

Toyota, manufaktur otomotif asal Negeri Sakura, baru-baru ini meluncurkan sebuah konsep bus dengan sel berbahan bakar super ramah lingkungan yang disebut Sora. Bus tersebut rencananya akan diproduksi 2018 mendatang dengan lebih dari 100 yang akan digunakan di wilayah metropolitan Tokyo, khususnya menjelang Olimpiade dan Paralimpiade tahun 2020. Baca juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (20/10/2017), bahan bakar Sora yang akan digunakan Toyota pada bus tersebut merupakan kepanjangan dari Sky, Ocean, River dan Air atau unsur yang ada di bumi yang dipadukan oleh Toyota Fuel Cell System, dimana dikembangkan juga untuk kendaraan sel bahan bakar Mirai. Powertrain Sora ini terdiri atas dua tumpukan sel bahan bakar 114 kW dan motor penggerak ganda 113 kW dan torsi 355 Nm, masing-masing 152hp dan 262 lb-ft. Tak hanya itu, pada bus ini juga akan terpasang baterai nikel-metal hibrida (NiMH) yang relatif kecil, kemudian juga ada 10 tangki hidrogen dengan kapasitas total 600 liter. Selain powertrain sebagai penggerak, bus dengan sel Sora ini juga mampu mengeluarkan tenaga saat keadaan darurat atau bencana dengan menawarkan output maksimum 9 kW dengan total pasokan 235 kW saat bahan bakar penuh.
Toyota Sora (Toyota)
Bus sel Sora ini dirancang dan mampu menampung penumpang sebanyak 79 orang dengan 22 bangku, satu supir dan sisa penumpangnya berdiri. Panjang bus ini 10,525 meter, lebar 2,49 meter dan tinggi 3,34 meter. Desain interiornya juga dibuat untuk memudahkan semua penumpang dan ramah untuk penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan ada ada tempat duduk yang bisa di lipat pada bus Sora yang bisa memuat kereta bayi ataupun kursi roda. Untuk sokongan teknologinya, Toyota Sora dilengkapi pemantauan perferal, kontrol percepatan, kontrol pintu otomatis dan komunikasi kendaraan ke control station. Baca juga: Peduli Lingkungan dan Manfaatkan Energi Terbarukan, Bandara Oslo Jadi Yang “Terhijau” di Dunia Pemantauan periferal menggunakan delapan kamera yang ada di dalam dan diluar bus. Fungsi kamera digunakan untuk mendeteksi pejalan kaki, sepeda dan rintangan lainnya untuk mengingatkan pengemudi dengan citra video dan suara. Kontrol akselerasi akan hilang dari bus ini, karena tidak ada pergantian gigi yang dipasang pada Sora, alias bus memakai transmisi otomatis. Nantinya jika bus ini sudah meluncur di jalanan, jarak antara halte dan pintu keluar adalah 3-6 cm dengan pintu otomatis. Tak hanya itu, pintu bus akan langsung menghadap ke halte dan memudahkan penumpang untuk naik atau turun apalagi pengguna kursi roda dan pembawa kereta bayi. Toyota Sora akan menggunakan ITS Connect sebagai sistem komunikasinya dari kendaraan ke kendaraan dan kendaraan ke infrastruktur yang membantu mendukung agar bus dapat melaju dengan aman. Hal ini juga memungkinkan sinyal lalu lintas di persimpangan terlengkapi dengan sistem pengaturan berbasis sensor otomatis.

Q3 2017: Citilink Sumbang 14 Persen Untuk Laba Garuda Indonesia Group

Sebagai salah satu maskapai Low Cost Carrier (LCC) yang sekaligus merupakan anak perusahaan dari Garuda Indonesia, Citilink mencatatkan namanya sebagai salah satu penyumbang terbesar dari keuntungan yang diperoleh Garuda Indonesia Group (GIG) pada kuartal ketiga tahun 2017. Secara otomatis, sumbangsih yang dilakukan oleh Citilink ini merupakan dampak dari kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada periode 9M-2017. Baca Juga: Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif, Laba Bersih Q3 2017 Naik 216,1 Persen Sebagaimana pantauan langsung KabarPenumpang.com pada acara konferensi pers yang diadakan oleh Garuda Indonesia, Rabu (25/10/2017) di Gedung ACS, Bandara Soekarno Hatta kemarin, sebesar 22,1 persen dari total operating revenue GIG disumbang dari seluruh anak perusahaan. Artinya, dengan keuntungan sebesar US$3,1 miliar yang diperoleh GIG dalam waktu sembilan bulan terhitung sejak awal tahun 2017, keuntungan dari anak-anak perusahaan GIG sendiri mencapai US$687,2 juta. Khusus Citilink, perusahaan ini mampu menyumbang 14 persen atau setara dengan US$436.000 terhadap operating revenue GIG dalam sembilan bulan ini. Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury menyampaikan, kinerja yang profitable dan kemampuan anak perusahaan yang bisa berkompetisi dengan para kompetitor di industri serupa merupakan dua kunci yang dapat mendongkrak keuntungan dalam grup tersebut. “Harus bisa kompetitif dengan cost yang sebanding dengan perusahaan lain yang sejenis,” ungkap Pahala. Sementara itu, GIG mencatat kenaikan pada jumlah penumpang yang diangkut oleh Citilink, yaitu dari 8.2 juta penumpang pada 9M-2016 menjadi 9 juta penumpang pada 9M-2017. Sedangkan Citilink sendiri mencatatkan kenaikan penumpang sebesar 11,4 persen, dari 3,1 juta penumpang pada Q3-2016 menjadi 3,4 juta penumpang pada 3Q-2017. Secara keseluruhan, sepanjang periode Q3-2017, Garuda Indonesia Group (Garuda Indonesia dan Citilink) mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 1,4 persen, yaitu dari angka 9,5 juta penumpang pada Q3-2016 menjadi 9,6 juta penumpang pada Q3-2017. Baca Juga: Rangkul Bank Mandiri, Citilink Indonesia Luncurkan E-Money Untuk Segala Transaksi. Efektifkah? Sebelumnya, diketahui Citilink menerima kucuran dana segar dari induk perusahaannya, Garuda Indonesia senilai US$ 15 juta yang ditandatangani tertanggal 29 September 2017. “Dasar pertimbangan perseroan melaksanakan transaksi tersebut adalah untuk memperkuat struktur permodalan Citilink di tengah persaingan industri penerbangan yang sangat kompetitif, khususnya segmen Low Cost Carrier (LCC),” ujar Helmi Imam Satriyono, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Selasa (3/10/2017). Adapun jangka waktu pinjaman ini adalah selama 13 bulan dan merupakan transaksi afiliasi. Transaksi afiliasi ini dikecualikan dari kewajiban untuk mengumumkan keterbukaan informasi kepada masyarakat, pasalnya ini merupakan transaksi perseroan dengan perusahaan terkendali yang sahamnya atau modalnya dimiliki secara langsung ataupun tidak langsung paling kurang 99 persen.

Tingkatkan Efisiensi Penerbangan, Airnav Perkenalkan Aplikasi Oasis

Airnav selaku penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia membuat terobosan baru dengan memperkenalkan layanan berupa aplikasi yang digadang dapat meningkatkan efisiensi serta monitoring bagi para maskapai komersial di Tanah Air. Dalam acara INACA Annual General Meeting 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta (26/10), Airnav secara resmi memperkenalkan “Oasis” – Online Airnav Services Information System. Baca juga: Frekuensi Melonjak, ATC Bandara Soekarno-Hatta Peringatkan Risiko Keselamatan Penerbangan Aplikasi yang disebut-sebut free of charge untuk para maskapai anggota INACA ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi di industri penerbangan. “Lewat aplikasi yang bersifat realtime, para maskapai pengguna Oasis nantinya dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar, on time performance, peningkatan proses bisnis internal lewat otomatisasi data, dan implementasi host to host,” ujar Kristanto, Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Keuangan Airnav dalam presentasinya. Kristanto menambahkan, dengan Oasis para maskapai juga bisa mendapatkan berbagai data penerbangan dengan lebih akurat dan cepat. Karena berjalan by system, Oasis juga mampu meminimalisir kesalahan informasi. Sementara dari aspek keuangan, Oasis dapat mengurangi ‘holding’ maskapai di udara dan di darat. Untuk melengkapi informasi, fitur lain yang disematkan pada Oasis adalah NOTAM (Notice to Airmen) yang diterbitkan di seluruh dunia. Pihak maskapai pengguna Oasis nantinya akan mengakses aplikasi ini lewat dashboard di website, dimana termasuk dalam fitur Oasis adalah peta rute penerbangan realtime. Kristanto menyebut bahwa tampilan peta di Oasis memang mirip yang ada di aplikasi AirNav RadarBox. Airnav sendiri untuk aplikasi Oasis mengadopsi teknologi Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Baca juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote ADS-B adalah teknologi yang dapat menentukan posisi pesawat serta navigasinya melalui gelombang radio dan sebuah satelit. Teknologi yang digunakan sebagai radar sekunder ini memungkinkan sebuah pesawat dapat dilacak keberadaannya oleh stasiun kontrol di darat serta pesawat lain untuk menghindari terjadinya tabrakan pada sebuah jalur.

Didera Sinus Saat Berada di Pesawat? Ambil Langkah Ini Agar Derita Tak Bertambah

Sinusitis salah satu penyakit yang mengganggu pernafasan dimana sering mengganggu saat dalam kondisi udara terlalu rendah suhunya. Sebagai penumpang pesawat dan memiliki sinus, Anda harus bisa menghindari masalah-masalah ini untuk menikmati perjalanan menuju tujuan. Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini KabarPenumpang.com merangkum dari laman careworkshealth.com, sinus bisa terjadi saat tekanan rendah, udara kering, berkurangnya oksigen sehingga menyebabkan gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan sinus meradang. Masalah lainnya adalah ruangan yang terbatas dan Anda harus duduk dalam jangku waktu lama, aliran udara yang terbatas membuat Anda tidak bisa melepaskan diri dari penumpang sebelah Anda yang sakit. Berikut ini, ada bebeberapa hal yang bisa membuat sinus Anda tidak kambuh saat berada di pesawat. 1. Terhidrasi dengan baik adalah kunci Beberapa penumpang yang memiliki masalah sama, menyarankan untuk minum lima sampai delapan gelas sebelum terbang. Tak hanya itu, saat di pesawat juga, Anda disarankan untuk minum untuk membantu terhidrasi dan sinus tidak kambuh. Hindari kafein dan alkohol karena menyebabkan dehidrasi pada tingkat tinggi. Jika bisa, minumlah teh herbal panas yang bisa di coba terutama untuk dengan menghirup uapnya agar tetap lembab. Terakhir Anda bisa gunakan larutan air garam untuk membasuh hidung sebelum dan sesudah terbang untuk membunuh alergen, patogen jamur dan virus. 2. Kurangi tekanan Jika Anda terbang dan mengalami gejala sinus, maka boleh jadi perjalanan akan terasa berat. Perubahan tekanan ini bisa sangat menyakitkan apalagi sinus berdarah. Beberapa dari Anda biasanya mengalami kesulitan saat berada dalam tekanan yang berbeda. Baiknya gunakan semprotan dekogestan sekitar dua jam sebelum lepas landas. Ini bisa mengurangi peradangan terutama jika sudah merasa sesak. Atau Anda bisa gunakan teknik valsalva dimana dengan menggunakan jempol dan telunjuk untuk menahan hidung tertutup saat menekan hidung seperti meniup balon. Kemudian hirup hidung Anda dengan lembut, bisa dilakukan beberapa kali dalam satu jam dan tekanan tertahan. Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya! 3. Makanan yang mengurangi peradangan Berikut kenali makanan yang bisa mengurangi peradangan sinus yakni Omega 3, kacang-kacangan dan telur. Tart dengan ceri, buah beri, apel, pir, alpukat, tomat, brokoli, dan sayuran hijau. Selain itu makanan dengan bumbu kunyit, jahe, kemangi atau cabe rawit bisa membantu mengurangi peradangan. Anda juga bisa mencoba mengonsumsi suplemen herbal yang dikkenal sebagai penguat kekelan tubuh. Enchinacae, elderberry, beta-glukan atau gingseng dapat membantu menjaga sistem keekebalan tubuh Anda tetap kuat saat terbang.

PT MRT Jakarta Resmi Jadi Operator Utama Kawasan Transit Oriented Development Fase 1

Pemprov DKI Jakarta resmi menugaskan PT MRT Jakarta sebagai Operator Utama Kawasan Transit Oriented Development (TOD) koridor utara – selatan fase 1 MRT Jakarta. Penugasan sebagai operator utama ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 140 Tahun 2017 tentang Penugasan Perseroan Terbatas Mass Rapid Transit Jakarta sebagai Operator Utama pengelola kawasan Transit Oriented Development koridor utara – selatan fase 1 Mass Rapid Transit Jakarta. Baca juga: Tingkatkan Keamanan di Peron, Stasiun MRT Jakarta Akan Dilengkapi Platform Screen Doors Terdapat delapan kawasan TOD di fase 1 koridor ini yang akan dikelola oleh PT MRT Jakarta. Dengan penugasan ini, PT MRT Jakarta mempunyai empat tugas utama yaitu mengkoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan dalam perencanaan dan pengelolaan kawasan; mendorong upaya percepatan pembangunan sarana dan prasarana kawasan TOD sesuai Panduang Rancang Kota; mengkoordinasikan pemilik lahan dan/atau bangunan, penyewa, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pengelolaan, pemeliharaan, dan pengawasan di kawasan TOD; serta memonitor pengelolaan kawasan TOD, baik dalam hal perencanaan, pemeliharaan, maupun pengembangannya. “Penugasan kepada BUMD PT MRT Jakarta dilakukan dengan pertimbangan PT MRT Jakarta sebagai pihak yang paling strategis bagi terciptanya lingkungan yang nyaman dan aman bagi pengguna angkutan umum massal di DKI Jakarta. Dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur ini pengembang diwajibkan berkoordinasi dengan PT MRT Jakarta untuk bersama-sama menyusun perencanaan pengelolaan kawasan TOD,” ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah. “PT MRT Jakarta merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pengaturan kawasan TOD dan bentuk keberpihakan pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial,” jelasnya. “Kami siap menjalankan penugasan sebagai Operator Utama untuk kawasan TOD dengan visi Value Capture yang berdampak positif bagi semua pihak. Peran kami sebagai Operator Utama akan menjamin safety dan security kawasan sekitar stasiun sehingga semakin banyak pengguna yang menggunakan MRT Jakarta,” jelas Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. “Bagi pemilik lahan, kenaikan nilai dapat diinvestasikan kembali untuk pengembangan kawasan, dan bagi Pemerintah Provinsi, nilai perkotaan akan semakin tinggi sehingga secara berkesinambungan meningkatkan penghasilan daerah dan membangun infrastruktur,” jelasnya. Berdasaekan siaran pers PT MRT Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berupaya mewujudkan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Hingga 30 September 2017, perkembangan konstruksi sipil pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 80,15 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 90,22 persen (±6 km), sementara struktur layang dan Depo Lebak Bulus sendiri telah selesai 70,16 persen (±10 km). Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini: 7 stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan 6 stasiun bawah tanah (Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia). Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus – Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) dan sistem operasi Automatic Train Operation (ATO) grade 2, yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia. Baca juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah Fase kedua Bundaran HI – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada bulan Desember 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan – Utara dan Timur – Barat. Koridor Timur – Barat, dari Cikarang, Bekasi, hingga Balaraja, Banten, ini akan dimulai pada tahun 2020, membentang sepanjang 87 km. MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. Pencanangan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Saefullah mewakili Gubernur DKI Jakarta, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, di Balai Agung, Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakarta (25/10/2017).

Sriwijaya Air Group ‘Sapa’ Tiga Kota di Kalimantan Barat

Sriwijaya Air Group yang terdiri dari Sriwijaya Air dan Nam Air dijadwalkan dalam waktu dekat akan meluncurkan penerbangan dari Jakarta ke tiga kota yang ada di Kalimantan Barat. Ketiga kota tersebut akan disambangi Sriwijaya Air Group pada 26 Oktober 2017 ini. Baca juga: Horee! Sriwijaya Air Akhirnya Buka Rute Menuju Raja Ampat KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, penerbangan yang akan dilakukan yakni dari Jakarta menuju Ketapang di Kalimantan Barat via Pontianak PP dan akan dijadwalkan setiap hari dengan menggunakan perpaduan pesawat dari maskapai baik itu Sriwijaya Air ataupun Nam Air. Tak hanya Ketapang yang akan disambangi maskapai ini, melainkan penerbangan langsung dari Jakarta menuju ke Puttusibau dan Sintang dimana keduanya juga berada di provinsi Kalimantan Barat. Penerbangan yang dilakukan Sriwijaya Air Group yang melalui kota Pontianak juga memungkinkan penerbangan ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Semarang, Surabaya dan Yogyakarta. “Antara Kalimantan Barat dan kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Semarang, Yogya, Surabaya dan Jakarta sejak dulu sudah terjalin hubungan yang baik. Banyak masyarakat dari Jawa yang merantau dan bekerja di Kalimantan Barat. Begitu pula banyak orang-orang di Kalimantan Barat yang melakukan bisnis di Pulau Jawa,” ujar Senior Corporate Communications Manager Sriwijaya Air Group Agus Soedjono melalui siaran pers yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (24/10/2017). Dengan pembukaan rute penerbangan ini, Agus berharap hubungan antar dua wilayah yakni Kalimantan Barat dan Jakarta akan semakin kuat karena adanya peningkatan konektivitas serta perkembangan ekonomi keduanya. “Untuk penerbangan dengan menggunakan pesawat ATR 72-600 ini, Sriwijaya Air Group memberikan gratis biaya bagasi hingga 10 kg,” ujar Agus. Jadwal penerbangan dari Jakarta menuju Ketapang pada pukul 05.45 WIB, 10.00 WIB dan 14.30 WIB. Khusus Jakarta menuju Putussibau diberangkatkan pada pukul 04.45 WIB dan 18.25 WIB, sementara Jakarta menuju Sintang diberangkatkan pukul 05.45 WIB dan 10.00 WIB. Baca juga: Didera Sejumlah Masalah, Kalstar Aviation Untuk Sementara Tak Mengudara Untuk penerbangan dari Semarang menuju Ketapang dijadwalkan pukul 06.10 WIB, 12.20 WIB dan 17.05 WIB. Untuk Semarang menuju Putussibau dijadwalkan pukul 12.20 WIB dan 17.05 WIB. Dan Semarang menuju Sintang diberangkatkan pukul 06.10 WIB dan 17.05 WIB. Penerbangan dari Yogyakarta menuju ke Ketapang diberangkatkan pada pukul 16.45 WIB dan 20.30 WIB. Yogyakarta menuju Putussibau diberangkatkan pada pukul 11.00 WIB dan 20.30 WIB. Sedangkan Yogyakarta menuju Sintang diberangkatkan pukul 20.30 WIB. Sementara penerbangan dari Surabaya menuju ke Ketapang diberangkatkan pada pukul 06.00 WIB, 06.40 WIB, 10.50 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB. Rute Surabaya menuju Putussibau akan terbang pada pukul 10.50 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB. Sedangkan Surabaya menuju Sintang berangkat pada pukul 06.00 WIB, 16.30 WIB dan 18.50 WIB. Untuk penerbangan dari Pontianak-Ketapang akan dilayani tiga kali sehari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Yaitu berangkat dari Pontianak pukul 10.35 WIB, 14.30 WIB dan 16.30 WIB. Untuk baliknya, berangkat dari Ketapang pukul 06.45 WIB, 11.25 WIB dan 15.25 WIB. Penerbangan Pontianak-Putussibau akan dilayani satu kali penerbangan per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Berangkat dari Pontianak pukul 07.50 WIB sampai di Putussibau pukul 08.50 WIB. Selanjutnya penerbangan dari Putussibau pukul 09.05 WIB sampai ke Pontianak pukul 10.05 WIB. Sementara penerbangan Pontianak-Sintang juga akan dilayani satu kali penerbangan per hari dengan menggunakan pesawat ATR 72-600. Berangkat dari Pontianak pukul 12.30 WIB sampai di Sintang pukul 13.05 WIB. Selanjutnya penerbangan dari Sintang pukul 13.25 WIB sampai ke Pontianak pukul 14.00 WIB.

Kolaborasikan Tenaga Manusia dan Robot, Boeing 777X Siap Mengudara di 2020

Setelah beberapa waktu ke belakang santer kabar yang beredar soal pengalih-gunaan pesawat Boeing menjadi pesawat yang melayani pengiriman kargo saja, baru-baru ini perusahaan yang didirikan oleh William Boeing tersebut baru saja merayakan peresmian produksi jet 777X generasi terbaru. Acara peresmian yang dilakukan di gedung di mana struktur pendukung untuk sayap komposit karbon 777X dirakit tersebut dihadiri oleh kurang lebih 200 pegawai di Boeing dan juga sejumlah awak media. Baca Juga: Eva Air Tampilkan Tema Hello Kitty di Boeing 777-300ER Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman geekwire.com (23/10/2017), klimaks dari acara tersebut terjadi ketika sebuah laser-guided robotic arm mengebor sebuah lubang ke lapisan serat karbon pada bagian sayap yang membentang sejauh 105 kaki, dan memasang pengikat pertamanya. Momen tersebut dibarengi dengan tepuk tangan dan sorak sorai para pegawai yang bekerja di salah satu perusahaan manufaktur pesawat multinasional terbesar itu. “Ini merupakan sebuah terobosan yang akan tercatat sebagai sebuah sejarah. Bagaimana kami memproduksi, bagaimana kita merakit, dan bagaimana kita menerbangkan pesawat kita,” ungkap wakil presiden pengoperasian Boeing 777 dan 777X, Jason Clark. Sebenarnya, ini merupakan suksesor dari 787 Dreamliner, dimana pesawat yang dikhususkan untuk perjalanan jarak jauh tersebut merupakan titik balik Boeing dalam mengoperasikan sistem otomatisasi yang lebih besar, dan penggunaan serat karbon ringan untuk beragam komponennya. “Ini merupakan jerih payah kami selama empat tahun terakhir, kami benar-benar memusatkan tenaga kami untuk sampai ke titik ini,” imbuh Jason. Dua varian Boeing 777X, 777-8 dan 777-9, dirancang untuk membawa antara 350 dan 425 penumpang, melampaui kapasitas Boeing 777 generasi terbaru dengan 396 kursinya. Jet-jet baru ini juga diperkirakan akan lebih efisien hingga 20 persen bahan bakar. Dalam jangka waktu empat tahun sejak 777X pertama kali diumumkan, Boeing telah menerima sekitar 340 pesanan, termasuk 20 pesawat yang dipesan oleh Singapore Airlines dengan kontrak senilai $13,8 miliar yang ditandatangani di Gedung Putih pada Senin (23/10/2017) kemarin. Pihak Boeing sendiri mengatakan bahwa jet ini akan diuji coba pada tahun 2019 mendatang dan pengiriman 777X pertama ini dijadwalkan pada tahun 2020. Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing Wakil Presiden dan Chief Project Engineer untuk 777X di Boeing Commercial Airplanes, Terry Beezhold mengatakan bahwa proses produksi juga dinilai lebih aman bagi orang-orang yang membangun pesawat tersebut. “Itu merupakan pekerjaan yang sangat sulit dilakukan, secara ergonomis,” ungkapnya kepada awak media setempat.

Kinerja Keuangan Garuda Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif, Laba Bersih Q3 2017 Naik 216,1 Persen

Beberapa waktu lalu, Kinerja keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah mendapat sorotan publik, namun secara bertahap maskapai kebanggaan nasional ini mulai menunjukkan sinyal yang positif dalam laporan keuangan terbarunya, dimana Garuda Indonesia berhasil membukukan laba bersih US$61,9 juta pada periode kuartal ketiga (Q3) tahun 2017, atau naik 216,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mencatatkan kenaikan operating revenues sebesar 11,2 persen, dari US$1,101 miliar pada Q3-2016 menjadi US$1,225 miliar pada Q3-2017. Baca Juga: Setelah Merugi di 2017, Garuda Indonesia Canangkan Return to Profit di 2018 Pertumbuhan positif tersebut didukung oleh peningkatan kinerja Perusahaan diseluruh aspek, mulai dari finansial, operasional, maupun layanan sejalan dengan penerapan strategi “5 Quick Wins”, yaitu Fleet Cost Optimization, Service Level Improvement, Routes Optimization, Channel Optimization with Focus on Digital to become IT-Based Airline, dan Enhance Revenues Management System. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury pada paparan publik kinerja 3Q-2017 Garuda Indonesia Group di Kantor Pusat Garuda Indonesia di Cengkareng (25/10/2017) mengungkapkan, “Berbagai upaya yang dilakukan Perusahaan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan positif yang dicapai, terutama pada kinerja rute internasional, tingkat utilisasi pesawat, dan kontribusi pendapatan dari platform e-commerce.” Secara year to date, Garuda Indonesia membukukan operating revenues sebesar US$3,111 miliar pada 9M-2017, atau naik 8,6 persen dibanding 9M-2016 sebesar US$2.865 miliar. Sejalan dengan profit yang dicapai pada 3Q-2017, Garuda Indonesia juga berhasil menekan rugi bersih menjadi US$76,1 juta hingga 9M-2017 (di luar extraordinary items), dari sebesar US$137.9 juta (di luar extraordinary items) pada 1H-2017. Peningkatan operating revenues tersebut ditopang oleh tumbuhnya kinerja operasional perusahaan di pasar internasional yang tercatat di atas rata-rata kinerja maskapai Asia Pasifik. Perusahaan berhasil mengangkut sebanyak 3,7 juta penumpang internasional hingga 9M-2017 atau naik 12.8 persen dibandingkan 9M-2016 sebesar 3,3 juta penumpang. Adapun penumpang kilometer diangkut (Revenue Passenger Kilometers/RPK) meningkat sebesar 15,5 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan RPK maskapai di Asia Pasifik sebesar 7,9 persen. Pertumbuhan tersebut juga ditopang oleh adanya peningkatan yang signifikan pada kontribusi pendapatan dari platform digital Perusahaan sebesar US$450,6 juta pada 9M-2017, atau naik 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh adanya kenaikan jumlah download Mobile Apps Garuda Indonesia sebesar 698.000 unduhan sepanjang 9M-2017, sehingga total unduhan aplikasi mobile tersebut sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini telah mencapai 2 juta unduhan. Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik Pendapatan dari Kargo Garuda Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan kargo sebesar 9,6 persen menjadi sebesar US$170,8 juta pada 9M-2017. Selain itu, sejalan dengan program Revenues Management System Enhancement, Perusahaan juga berhasil membukukan peningkatan ancillary revenues sebesar 19 persen menjadi US$53,9 juta pada 9M-2017. Pengangkutan kargo Garuda Indonesia juga tercatat mengalami kenaikan 8,1 persen menjadi sebesar 104,7 ton pada 3Q-2017, dari sebelumnya sebesar 96,9 ton pada periode 3Q-2016. Secara year to date, Perusahaan berhasil mengangkut sebanyak 324,1 ton hingga 9M-2017, naik 9,8 persen dari periode 9M-2016 sebesar 295,2 ton.    

Tuas Rem Darurat, Instrumen Keselamatan di Kereta Yang Bisa Datangkan Masalah Baru. Kok Bisa?

Para pengguna setia KRL Jabodetabek mungkin pernah melihat tuas rem darurat (rem bahaya) yang terletak di setiap gerbong. Sesuai dengan namanya, instrumen ini hanya boleh dipergunakan ketika kondisi darurat yang mungkin terjadi kapan saja. Memang, ada petunjuk pemakaian yang tercantum di beberapa gerbong, namun tetap saja keberadaannya tidak melulu menyelesaikan masalah. Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Anda sebenarnya memiliki wewenang untuk menarik tuas ini manakala kereta yang Anda tumpangi mengalami situasi darurat, namun tidak ada salahnya jika Anda menunggu instruksi dari petugas kereta. Melansir dari laman mta.info, tertulis peraturan: “Tarik tuas rem darurat hanya jika kereta yang Anda tumpangi mengindikasikan sesuatu yang bisa mengancam nyawa penumpang.” Disarankan pula untuk tidak menarik tuas rem darurat ini jika kereta yang sedang Anda tumpangi berada di dalam terowongan. Karena hal tersebut dipercaya akan memperlambat proses evakuasi penumpang yang terperangkap di dalam kereta. “Begitu kabel rem darurat ditarik, rem harus diatur ulang sebelum kereta bisa bergerak lagi.” Jadi, sudah jelas salah satu instrumen keselamatan dalam berkendara ini bukan untuk dipermainkan dan penggunaannya pun harus bijak. Dikutip dari sumber lain, fungsi umum dari tuas rem darurat yang tersedia di setiap gerbong ini adalah untuk untuk membuka katup yang terhubung ke saluran angin yang menjalar di sepanjang KA. Begitu diputar, tekanan udara di saluran angin tersebut akan terbuang, silinder mengunci, KA akan mengerem darurat.
Instrumen standar keselamatan Kereta Api. Sumber: keretaapikita.com
Mengingat beragam kemungkinan yang terjadi jika tuas rem darurat ini ditarik bukan pada waktunya, tentu ini akan menghasilkan sebuah masalah baru jika Anda bermain-main dengannya. Seperti yang terjadi di KRL Jabodetabek pada Jumat, 8 Agustus 2014 lalu, dimana seorang penumpang iseng menarik tuas rem darurat tersebut. “Setelah rem darurat ditarik otomatis kereta api terhenti. Untuk diaktifkan atau dinormalkan kembali butuh waktu yang lama. Penumpang pun terpaksa dialihkan ke kereta yang lain,” ujar Daru, salah seorang petugas call center Commuterline, dikutip dari laman merdeka.com. Oknum tidak bertanggung jawab yang menarik tuas rem darurat di KRL Bogor-Jatinegara tersebut pun menghilang bak ditelan bumi. Tidak hanya sekali, kejadian serupa juga pernah menimpa KRL tujuan Serpong pada Minggu, 29 Maret 2015 silam. Seorang pemuda nyaris menjadi bulan-bulanan massa ketika ia menarik tuas rem darurat ketika KRL tersebut meninggalkan stasiun Kebayoran, Jakarta Selatan. “Tidak pak, tangan saya kejepit, jadi menarik rem darurat,” ujar sang pemuda tersebut membela diri, dikutip dari laman tribunnews.com. Sama seperti kejadian sebelumnya, pemuda yang disinyalir bernama Husein Sanusi tersebut hilang entah kemana. Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek Bagi siapa saja yang ketahuan menarik tuas rem darurat ini tanpa ada situasi darurat atau hanya iseng semata, maka ia akan dikenakan sanksi pidana, merujuk pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dimana orang tersebut akan dikenakan hukuman penjara maksimal 15 tahun. Jadi, jangan pernah main-main dengan instrumen keselamatan berkendara ini ya!