Terima Pesan Hoax, Eurofighter Typhoon Inggris Paksa Mendarat Ryanair

Akibat peringatan keamanan palsu alias hoax, sampai-sampai jet tempur Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) harus terbang untuk mencegat dan menurunkan paksa sebuah pesawat penumpang Boeing 737 yang diketahui milik Ryanair. Kejadian tersebut bukan adegan dalam film, melainkan benar telah berlangsung di ruang udara kota London. Sebenarnya wajar adanya bila reaksi Garnisun Udara Inggris sigap terhadap setiap ancaman, maklum dalam beberapa waktu belakangan, Inggris lumayan sering menghadapi aksi serangan teror. Maka setiap potensi ancaman teror, terlebih yang menyangkut keamanan publik akan direspon secara cepat dan keras. Inilah yang dialami penerbangan Ryanair dari Kaunas, Lithuania menuju Luton, London. Atas ‘perintah turun paksa’ dari jet tempur RAF, akhirnya pesawat dialihkan pendaratannya ke Bandara Stansted. Baca juga: Tangkal Aksi Teror di Bandara, Angkasa Pura Airports Gandeng TSA KabarPenumpang.com melansir dari laman bbc.com (4/10/2017), penerbangan ini dialihkan ke London Stansted sudah sesuai dengan prosedur setelah pihak berwenang di Lithuania menerima peringatan keamanan tiruan bom yang dicurigai. Juru bicara Ryanair mengatakan, pesawat mendarat normal di Stansted dan penumpang dipindahkan ke Luton saat pesawat sedang disisir untuk keamanan. Ryanair menjelaskan tipuan tersebut bahwa adanya seseorang yang mengatakan ada paket bom di pesawat. Adanya kejadian ini sampai menimbulkan pertanyaan mengapa pesawat bisa lepas landas padahal peringatan tersebut masih berada di bandara Lithuania. Setelah lepas landas, penerbangan tersebut kemudian di desak oleh pihak keamanan Inggris untuk mengalihkan ke Stansted dimana bandara ini biasa menangani pembajakan dan peringatan keamanan utama seperti bom. Hal ini membuat wilayah udara disekitar bandara di tutup sementara. Setelah pesawat ini mendarat, polisi Essex mengatakan tidak menemukan hal yang mencurigakan dari pesawat tersebut. Seorang penumpang, Jonathan Zulberg menyebutkan penerbangan tersebut tertunda hingga 40 menit di Lithuania. “Ketika kami diizinkan naik ke pesawat, kami melihat mesin pemadam kebakaran dan sebuah mobil polisi namun tidak diberitahu apa-apa dan kami berangkat,” ujar Jonathan. Dia mengatakan, seorang awak kabin memberitahukan kepadanya bahwa telah terjadi ancaman bom di Lithuania. Sedangkan penumpang lainnya mengetahui bahwa adanya ancaman bom saat kapten pesawat membuat pengumumang setelah pesawat tersebut mendarat di Inggris. Inspektur Richard Phillibrown mengatakan, pihaknya sebagai pihak intelijen mengambil alih semua dan menerima ancaman potensial terhadap keselamatan publik yang sangat serius, sebab keamanan di Inggris tengah menjadi isu yang sensitif. Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat KeamananQuick Reaction Alert Pesawat Typhoon diluncurkan pagi ini dari RAF Coningsby untuk mencegat pesawat sipil. Pesawat tersebut dikawal dengan aman ke bandara Stansted. Pesawat Typhoon diberi wewenang untuk melesat dengan kecepatan supersonik karena alasan operasional dan keamanan nasional,” ujar juru bicara RAF.

Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia Baru

Dalam mendukung konsep smart city, beberapa kota di negara maju telah mengadaptasi halte bus menjadi ‘tempat cerdas’ dalam model smart shelter. Disebut cerdas pasalnya halte bus ini tak biasa, di tempat orang menunggu bus ini sudah dilengkapi berbagai teknologi yang bisa membuat orang tidak bosan dan mengalami kejenuhan. Baca juga: Internet of Things Tunjang Transportasi Berbasis Bus KabarPenumpang.com melansir dari smartcitiesworld.net, di Amerika Serikat diperlukan dana yang cukup besar untuk membangun halte bus, berkisar US$2000 sampai US$15.000 dengan biaya perawatan dari US$500 sampai US$30.000 per tahunnya. Biaya ini pun biasanya tergantung ukuran, lokasi, tingkat vandalisme dan kualitas lingkungan tempat tinggal. Untungnya biaya pemeliharan halte bus tak melulu ditanggung Pemerintah Kota, space pada halte dapat menjadi pemasukan pendapatan lewat iklan. Bahkan tak sekedar menyewakan space untuk iklan, sejak 15 tahun lalu, beberapa kota seperti Chicago dan lainya mulai mengalihkan pembangunan dan kepemilikan halte pada perusahaan periklanan. Kini tren mulai berubah, masih dalam konteks bisnis, konsep smart shelter dimunculkan, yakni halte dilengkapi dukungan koneksi ultra broadband guna meningkatkan pengalaman pengguna jasa dan tentunya membuka peluang bisnis baru, baik di segmen advertising dan retail. Percobaan halte dengan koneksi ultra broadband baru-baru ini dilakukan di Auckland, Selandia baru oleh otoritas transportasi dan konsorsium ng Connect yang terdiri dari perusahaan-perusahaan ternama seperti Chorus, Downer, Nokia dan Solta. Halte percobaan ini terdiri dari desain fisik baru, koneksinya mengandalkan Chorus broadband yang mengusung oleh teknologi Gigabit Passive Optical Network (GPON) dari Nokia, layanan router Nokia, layar sentuh interaktif dan teknologi lainnya yang dikembangkan oleh Solta. Guna mendukung penerimaan smart shelter oleh warga, dilakukan survei yang dilakukan oleh Univerisity Auckland Techology (AUT) untuk menilai penerimaan dan pengalaman pengguna yang terkait dengan tempat penampungan baru yang lebih dari ini. Dari hasil survei ternyata hanya dalam waktu singkat jumlah pengguna yang berinteraksi di halte begitu mengejutkan dengan mencoba berbagai jenis konten yang tersedia. Ini dilakukan tanpa instruksi atau pelatihan sebelumnya. Baca juga: Barcelona Terapkan Internet of Things di Transportasi Publik Hal tersebut menunjukkan bahwa pengguna menganggap display interaktif berguna dan lebih banyak fitur yang dapat digunakan untuk mendukung model bisnis seperti ini. Tak hanya itu, kemampuan WiFi juga memiliki respon positif yang pesat dengan hampir 85 persen pengguna mengatakan ingin adanya koneksi WiFi di halte. Selain itu juga di pasang CCTV yang membuat penggunan nyaman dan aman serta 44 persen pengguna mengatakan mereka ingin dapat mentransfer informasi dari tampilan interaktif ke perangkat mobile untuk mempertimbangkan fitur dan model bisnis masa depan. Secara bisnis, pemilik halte bus dapat menyewakan ruang pemasangan pra sertifikasi untuk sel kecil dan lalu lintas nirkabel offload menggunakan koneksi ultra-broadband. Pada saat yang sama, iklan dapat beralih dari iklan statis yang jarang berubah ke iklan dinamis yang berubah berdasarkan informasi kontekstual. Tanda-tanda interaktif dapat mengadopsi kemampuan seperti kios yang memungkinkan dinamika fitur untuk menghasilkan pendapatan. Sensor dapat dipasang dengan cara yang sama seperti sel kecil untuk memungkinkan koleksi, analisis, dan monetisasi data dengan memungkinkan akses ke pihak ketiga yang membayar. Di Selandia Baru, ekosistem yang terlibat dalam percobaan ini mulai tertarik untuk mengeksplorasi kemampuan tambahan dan menguji model bisnis terkait untuk solusi tempat peristirahatan yang terhubung. Di masa depan, konsep ini akan diperluas lagi dalam kerangka multi modal untuk memasukkan bus, kereta api, kapal feri, dan moda transportasi lainnya.

Punya Lebar Trotoar 12 Meter, Beginilah Tampilan Jalan Jenderal Sudirman Nantinya

Lewat kampanye #TrotoarKita yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat pada 8 Oktober 2017, nantinya trotoar di perlintasan jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin akan memiliki lebar maksimal 12 meter. Kabar yang tentu sangat menyenangkan bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas ini tentu punya implikasi pada desain di ruas jalan tersebut. Baca juga: Tata Ulang Trotoar Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI Jakarta Canangkan #TrotoarKita Bila di jalan MH Thamrin saat ini sudah meniadakan jalur lambat, maka di jalan Jenderal Sudirman kini masih mempertahankan keberadaan jalur lambat. Namun dalam kampamye #TrotoarKita yang merancang lebar trotoar 12 meter, maka bisa dipastikan bahwa jalur lambat di Jalan Sudirman akan dihilangkan. Selain untuk mendukung tata ulang trotoar di sepanjang Sudirman – Thamrin, lebar trotoar hingga 12 meter juga diperlukan untuk kebutuhan implementasi proyek MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta, dimana posisi pintu masuk stasiun bawah tanah akan menggunakan area trotoar tersebut. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam kesempatan jumpa bersama media di Balai Kota awal bulan ini, telah memperlihatkan desain trotoar di jalan Jenderal Sudirman. Seperti terlihat pada gambar di headlline, posisi atas adalah desain Jalan Sudirman saat ini, sementara di bawahnya adalah desain Jalan Sudirman setelah implementasi #TrotoarKita terlaksana. Meski nantinya tidak ada lagi jalur lambat di Jalan Sudirman, jalur cepat akan ditambah menjadi lima lajur, kondisi saat ini jalur jepat terdiri dari tiga lajur. Walau ditargetkan lebar trotoar 12 meter, namun dalam implementasi lebar trotoar akan disesuaikan dengan kondisi jalan. Proses pengerjaan tata ulang jalur pedestrian akan mulai dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Juli 2018, dengan menutup jalur pedestrian dan jalur lambat yang ada sekarang. Pemprov DKI Jakarta mengajak para pemilik gedung di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin untuk mendukung pengaturan akses jalan alternatif keluar masuk para penghuni gedungnya. Dinas Perhubungan Prov. DKI Jakarta akan bekerjasama dengan Polantas untuk memfasilitasi manajemen rekayasa lalu lintas supaya publik tetap dapat melalui jalan Sudirman – Thamrin dengan lancar. Baca juga: Kondisi Trotoar Buruk Jadi Penyebab Warga Jakarta ‘Malas’ Berjalan Kaki Panjang total jalur trotoar yang dikerjakan sepanjang 6,6 kilometer dan digarap oleh beberapa elemen yang terlibat dalam proyek di kawasan tersebut, yaitu: 1. PT MRT Jakarta akan mengerjakan area di sekitar 6 stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia) sepanjang 1,4 kilometer; 2. Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengoordinasi PT Mitra Panca Persada (Patung Pemuda Senayan – Kali Krukut) dan Keppel Land (Kali Krukut – Patung Arjuna Wiwaha) sepanjang 5,2 kilometer. Terkait dengan pepohonan yang ada di sepanjang Jalan Jend. Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin, Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta telah menganalisis pengelolaan dan penataannya. Berdasarkan simulasi perhitungan di setiap 500 meter dari total 6,6 km, terdapat: 326 pohon dipertahankan, 266 pohon dipindahkan, dan 139 pohon baru.

Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone

Delta Airlines mulai 1 Oktober 2017 memberikan pelayanan chatting gratis melalui iMessage, WhatsaApp dan Facebook Messanger. Namun layanan yang diberikan hanya mendukung untuk pesan teks saja dan tidak bisa mengunduh ataupun mengunggah file baik foto, suara maupun video. Baca juga: Delta Airlines dan JetBlue Gunakan Mesin Pemindai Wajah di Bandara KabarPenumpang.com melansir dari laman theverge.com (27/9/2017), layanan ini akan ada di semua penerbangan Delta dengan menggunakan aplikasi Gogo WiFi di smartphone Android dan iOS. Namun layanan ini bisa digunakan secara gratis bila Anda sebagai penumpang menambahkan biaya minimal US$2,95 atau tergantung dari penerbangan Delta yang Anda naiki. “Kami tahu banyak pelanggan Delta Airlines yang ingin atau perlu tetap terhubung saat di udara, apalagi untuk para pekerja. Oleh karena itu kami memberikan layanan dengan cara yang mudah dan bebas untuk mengirim dan menerima pesan melalui beberapa platform global yang paling populer,” ujar Tim Mapes, Wakil Presiden Senior Delta dan Chief Marketing Officer. Mapes menambahkan, layanan ini ada di belakang kursi di tambah dengan hiburan gratis dan WiFi berkecepataan tinggi untuk berkirim pesan gratis menjadi salah satu cara agar pelanggan dapat memanfaatkan fasilitas yang diberikan Delta sebaik-baiknya. Adanya layanan ini, menjadikan Delta sebagai yang pertama di dalam maskapai penerbangan Amerika Serikat dengan menawarkan fasilitas pesan gratis dalam penerbangan. Untuk bisa menikmati layanan instant messaging tersebut, sebelum naik pesawat, para penumpang diharuskan mengunduh aplikasi Gogo WiFi secara gratis di toko aplikasi. Selain Delta Airlines, di Amerika Serikat masih ada beberapa maskapai besar, seperti United dan American Airlines. Namun, untuk diketahui, Alaska Airlines menjadi maskapai penerbangan utama Amerika Serikat yang mengenalkan hal ini secara khusus. Baca juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In Karena adanya penawaran pesan gratis tanpa suara sudah berlaku sejak awal tahun 2017 ini. Sehingga bisa dikatakan, Delta mengikuti jejak Alaska dan menjadi yang pertama dari tiga besar maskapai di Amerika Serikat. Setelah Delta melakukan pemberian layanan pesan gratis selama penerbangan, diperkirakan American dan United Airlines akan menyusul. Saat ini juga JetBlue sudah menawarkan layanan WiFi gratis tanpa batas untuk semua penumpang dalam penerbangangannya tanpa mengenakan biaya sedikitpun.

AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat

Kini tidak hanya mobil yang bisa bergerak tanpa pengemudi alias otonom, melainkan moda darat yang lebih bersar dan berat, seperti kereta api juga ikut menghangatkan perbincangan mengenai moda masa depan nirawak. Di Australia, sebuah perusahaan pertambangan, Rio Tinto, diketahui baru saja menyelesaikan sebuah percobaan menjalankan kereta otonom, dimana tidak ada satupun orang yang mengemudikan moda berjuluk ular besi tersebut. Baca Juga: Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman digitaltrends.com (4/10/2017), Rio Tinto mengklaim bahwa kecelakaan kereta yang terjadi selama ini diakibatkan oleh faktor manusia (human error). Berangkat dari situ, Rio Tinto berusaha untuk merubah semua itu menuju dunia transportasi yang lebih baik dan aman. Perjalanan kereta diesel otonom bernama AutoHaul tersebut bertempat di daerah pertambangan wilayah Pilbara, Australia Barat. Diketahui, jarak tempuh dari kereta tersebut mencapai 60 mil atau setara dengan 96,56 km. Pada perjalanan pertamanya, selain disaksikan oleh para pejabat perusahaan, turut hadir pula perwakilan dari Office of the National Rail Safety Regulator yang seakan menjadi saksi suksesnya perjalanan tersebut. “Peluncuran ini berjalan dengan sukses dan menempatkan kami di jalur yang tepat untuk memenuhi salah satu tujuan kami, yaitu mengoperasikan jaringan kereta jarak jauh yang benar-benar otonom,” ungkap Chief Executive , Chris Salisbury. “Terobosan ini akan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan produktivitas dalam bisnis ini secara signifikan,” imbuhnya. “Keuntungan dari AutoHaul sudah direalisasikan termasuk variabilitas yang berkurang dan peningkatan kecepatan di keseluruhan jaringan, yang secara otomatis akan mengurangi waktu perjalanan,” tambah Chris. Diketahui, Rio Tinto bangga menjadi perusahaan yang memimpin perkembangan inovasi dan teknologi kereta otonom dalam ruang lingkup industri pertambangan global. “Ini akan memberikan keuntungan bagi kami saat mengelola suatu tambang di masa depan,” tukas Chris. Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam Diketahui, Rio Tinto pertama kali memulai perjalanan kereta otonomnya pada kuartal pertama tahun ini, walaupun hingga kini, selalu ada pengemudi yang mendampingi kereta otonom ini jika sang lokomotif membutuhkan bantuan tangan manusia. Namun jangan salah, kereta milik Rio Tinto ini berbeda dengan kereta kebanyakan yang mengangkut orang, AutoHaul akan ditugaskan untuk tetap membawa hasil tambang dan mengantarnya ke lokasi yang sudah ditentukan.

Gunakan Teknologi Mobile-Encoding, Netflix Siap Manjakan Penumpang Pesawat

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di industri hiburan, Netflix berencana untuk memfasilitasi para penumpang pesawat dengan layanan streaming. Ini bertujuan agar penumpang tidak merasa bosan karena terpaksa menempuh perjalanan jauh. Seperti sudah menjadi rahasia umum dimana sebagian penumpang merasa tidak nyaman selama mengudara karena estimasi perjalanan yang sangat menyita waktu. Baca Juga: Tahun 2020, Dipercaya 14.419 Pesawat Komersial Gunakan Akses WiFi di Kabin Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman variety.com (25/9/2017), Netflix mempercayakan teknologi mobile-encoding, dimana penumpang dapat menonton siaran di Netflix dengan kualitas tinggi selama mereka mengudara dan bisa menghemat pengeluaran data hingga 75 persen. Sebagaimana yang tertera di laman sumber, pada tahun 2015 silam, Netflix menandatangani kesepakatan dengan Virgin America (yang sekarang menjadi bagian dari Alaska Air Group) untuk menawarkan layanan WiFi gratis dalam beberapa perjalanan. Sejak itu, Netflix telah meluncurkan kemitraan serupa dengan beberapa maskapai lain, seperti Aeromexico, Qantas dan Virgin Australia. Pada maskapai yang sudah menjadi mitra, Netflix menawarkan akses WiFi generasi selanjutnya, dimana akses tersebut dilengkapi dengan KaK-band dan Gogo 2Ku. Layanan tersebut berfungsi agar penumpang dapat mengakses Netflix melalui gadget (smartphone dan tablet) yang mereka bawa tanpa dikenakan biaya tambahan. Dalam kasus ini, Netflix melihat kesepakatan yang mereka jalin dengan pihak maskapai merupakan salah satu jalan untuk mengakuisisi pelanggan lainnya. Seperti ajang promosi abu-abu, dimana maskapai yang belum bermitra dengan Netflix akan terpicu untuk bekerja sama dengan perusahaan yang berbasis di California tersebut. Netflix mengatakan bahwa mobile-encoding yang lebih efisien yang tengah mereka kembangkan dapat menghadirkan video berkualitas DVD pada gadget Anda seharga 250 kilobit per detik. Secara keseluruhan, penggunaan mobile-encoding dapat memberikan kualitas video setara dengan menggunakan bandwidth hingga 36% lebih rendah daripada menggunakan teknik pengkodean konvensional. Baca Juga: Ini Lho Fungsi Lain dari Airplane Mode! Sementara itu dari segi maskapainya, selain dapat memanjakan penumpang, mereka juga bisa mendapatkan model layanan terbaru di seputaran WiFi. Menurut Netflix, kerja sama semacam ini juga bisa memberikan kesadaran pada maskapai lain yang belum berinvestasi di bidang layanan jaringan selama penerbangan, yang akan berdampak positif pada kepuasan pelanggan. Netflix mengumumkan prakarsa in-flight baru untuk maskapai penerbangan ini di perhelatan APEX Expo 2017, yang diselenggarakan pada 25-28 September 2017 di Long Beach, California.

Singapore Airlines dan Grab Integrasikan Layanan Ridesharing di Satu Aplikasi

Integrasi layanan aplikasi pemesanan di moda transportasi berbasis online sudah terbukti sukses, seperti yang dilakukan antara Go-Jek dan BlueBird di Tanah Air. Namun di Singapura, integrasi serupa dihadirkan dengan lebih maju lagi, yakni berupa integrasi layanan pemesanan antara maskapai Singapore Airlines dan pengelola taksi online Grab untuk fitur Ridesharing. Kedua perusahaan tersebut menyatakan telah mengintegrasikan aplikasi mobile yang mereka miliki untuk memudahkan pelanggan memesan Grab Rides melalui aplikasi milik Singapore Airlines ke bandara. Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru Pengintegrasian aplikasi ini sudah bisa digunakan oleh pelangggan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. Kedua perusahaan tersebut mengatakan para pengguna aplikasi mobile Singapore Airlines akan melihat opsi pemesanan Grab untuk tujuan dari dan ke bandara, dan dapat dipesan tujuh hari sebelum jadwal penerbangan mereka. Cara penggunaan untuk memanggil Grab pun sama seperti dengan menggunakan aplikasi milik Grab yang biasa, dimana saat pengguna masuk ke aplikasi dan memilih Grab menuju bandara, akan secara otomatis terdaftar sebagai tujuan. Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus memasukkan pick up point atau tempat dan waktu penjemputan yang diinginkan. Anggota GrabRewards juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah point menjadi miles KrisFlyer Singapore Airlines. “Kami memiliki komitmen bersama terhadap inovasi dan memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan bermutu tinggi kepada penumpang. Pada saat yang sama, kami terus membuat platform Grab lebih bermanfaat bagi pelanggan kami. Dengan mengintegrasikan program loyalitas Grab dan SIA, pengguna jasa dapat menggunakan poin mereka saat merencanakan liburan berikutnya. Kemitraan ini merupakan pengakuan yang signifikan oleh salah satu maskapai paling bergengsi di dunia dan saya sangat gembira dengan apa yang akan kita raih bersama, ” ujar Jason Thompson, kepala GrabPay yang dikutip KabarPenumpang.com  dari laman business.inquirer.net (6/10/2017). Baca juga: Singapore Airlines Jalin Kerjasama Codeshare dengan Lufthansa Group Aplikasi tersebut saat ini sudah menyambangi 100 kota di tujuh negara yakni Singapura, Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Myanmar. Sedangkan Singapore Airlines sendiri sudah mengoperasikan layanannya ke lebih dari 60 destinasi di lebih dari 30 negara di lima benua seluruh dunia. “Kami terus berupaya meningkatkan aplikasi mobile dan KrisFlyer SingaporeAir kami untuk memastikan bahwa kami memberikan lebih banyak manfaat bagi pelanggan kami,” kata wakil presiden senior penjualan Campbell Campbell Wilson.

Demi Efisiensi Grup, SilkAir Besar Kemungkinan Dilebur Ke Singapore Airlines

SilkAir, maskapai penyedia penerbangan regional yang berbasis di Changi, statusnya adalah maskapai yang berada di bawah manajemen Singapore Airlines Group. Tetapi uniknya SilkAir maupun Singapore Airlines saat ini masih harus terpisah, alias belum bisa bersatu dengan penuh. Hal ini disampaikan Chief Executive SilkAir Foo Chai Woo. “Kami masih melihat manfaat untuk mempertahankan operasi terpisah dengan nama SilkAir,” ujar Foo yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (4/10/2017). Dengan pernyataan tersebut, membuat para analis percaya bahwa penggabungan dua maskapai premium ini hanya masalah waktu. Menurut mereka, jika keduanya bergabung harus ada perbaikan terkait operasionalnya agar bisa bersaing lebih efektif di pasar penerbangan. Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru “Kami tentu melihat permintaan produk, Boeing 737 Max 8 memberi kita kesempatan besar untuk berbuat lebih banyak. Max 8 menempatkan kita pada posisi yang lebih kuat untuk bersaing dan menawarkan proposisi nilai yang lebih baik,” kata Foo. SilkAir yang menjadi maskapai layanan penuh (full service) sebenarnya berada di bawah naungan Singapore Airlines yang terbang di Asia. Grup maskapai ini juga menjadi induk masakapai penerbangan berbiaya rendah yakni Scoot. Kabar yang beredar di dunia penerbangan menyebut bahwa bahwa SilkAir akan diintegrasikan ke Singapore Airlines untuk meningkatkan efisiensi. Juli 2017 lalu, Scoot yang berada di bawah SIA bersatu dengan Tigerair untuk merampingkan operasi di penerbangan. “Penggabungan SilkAir dengan Singapore Airlines terasa masuk akal, ini akan menghasilkan efisiensi dan memastikan produk yang konsisten pada layanan akhir. Mereka telah mengejar integrasi yang lebih erat dalam beberapa tahun terakhir, dan saya pikir pasti mereka akan melihat penggabungan keduanya sepenuhnya,” menurut Brendan Sobie, Chief analis dengan penerbangan think tank CAPA. CEO Crucial Perspective, Corrine Pgn mengatakan, saat ini struktur biaya operasional SilkAir 71 persen lebih tinggi, tetapi layanannya cenderung kurang mencapai bisnis utama. “Singapore Airlines Group hanya akan menyimpan dua merek, satu maskapai penerbangan premium dan satu maskapai penerbangan biaya rendah,” kata Png. Baca juga: Rajai Pasar Low Cost Carrier, Tigerair Kini Satu Naungan Dengan Scoot “Kami tidak akan meninggalkan batu pada tempatnya,” kata kepala eksekutif kelompok tersebut, Goh Choon Phong. Pendapatan luar negeri untuk SilkAir dan Singapore Airlines telah digabungkan awal tahun ini. Tapi, kata Nicholas Ionides, wakil presiden Singapore Airlines untuk urusan publik, “Tidak ada langkah pararel antara Singapore Airlines dan SilkAir, seperti halnya merger baru-baru ini antara Scoot dan Tigerair.”

Tata Ulang Trotoar Sudirman-Thamrin, Pemprov DKI Jakarta Canangkan #TrotoarKita

Menjelang berakhir masa jabatannya selaku Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, terus mengupayakan langkah-langkah perbaikan untuk menata Jakarta agar lebih baik. Salah satu perhatian kali ini ada di sektor trotoar, dimana kondisi trotoar di Ibu Kota masih jauh dari kata layak. Bahkan tak bisa dipungkiri, akibat buruknya kondisi trotoar menjadi penyebab warga Jakarta ‘malas’ untuk berjalan kaki. Baca juga: Kondisi Trotoar Buruk Jadi Penyebab Warga Jakarta ‘Malas’ Berjalan Kaki Faktanya dari total 2.600 kilometer jalan di Jakarta, baru 2,6 persen trotoar yang diperbaiki pada tahun 2016. Berangkat dari kenyataan di atas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin mewujudkan trotoar yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Sebagai langkah pertama Pemprov akan melakukan penataan ulang trotoar di sepanjang Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin. Upaya penataan ulang ini dikemas dalam pencanangan #TrotoarKita oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada hari Minggu, 8 Oktober 2017. Pencanangan #TrotoarKita dimulai dari Patung Pemuda (Senayan) hingga ke air mancur Patung Arjuna Wiwaha. Acara pencanangan #TrotoarKita ini dilaksanakan pukul 06.00 hingga 09.00 WIB di Jalan Imam Bonjol, di samping Hotel Mandarin Oriental. Acara akan diisi berbagai hiburan dan juga paparan oleh Gubernur Djarot tentang pembangunan #TrotoarKita. Untuk lebih memeriahkan acara, masyarakat diharapkan turut hadir dengan menggunakan kaos berwarna biru. “Trotoar Kita adalah momentum untuk mengingatkan publik bahwa perubahan baik dapat dilakukan dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, sejak proses pembangunan hingga ketika fasilitas jalur pedestrian ini siap dinikmati warga. Sudah lama kita menantikan adanya fasilitas umum, seperti jalur pedestrian, yang ramah bagi penggunanya. Partisipasi publik akan meningkatkan rasa memiliki dari jalur pedestrian ini sehingga akan dijaga bersama-sama,” jelas Gubernur Provinsi DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (5/10). Baca juga: Shibuya Crossing, Fenomena Perlintasan Padat Manusia Bebas Senggolan Djarot menambahkan pembangunan trotoar sepanjang Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin ini menjadi awal yang baik untuk mengubah Jakarta menjadi lebih baik terutama dalam hal kenyamanan mobilitas warganya. “Kami berharap warga Jakarta mendukung bersama pembangunan trotoar ini. Pembiayaan penataan trotoar berasal dari kompensasi pelampauan kelebihan lantai bangunan (KLB) PT MRT, PT Kepland Investama, dan PT Mitra Panca Persada. Untuk pembagian pengerjaannya adalah sebagai berikut: 1. PT MRT Jakarta mengerjakan penataan trotoar di enam stasiun, ± 200 meter di setiap area stasiun. 2. PT Kepland Investama mengerjakan penataan trotoar segmen Patung Kuda sampai dengan Kali Krukut. 3. PT Mitra Panca Persada mengerjakan penataan trotoar segmen Kali Krukut sampai dengan Patung Pemuda dan segmen Kartika Candra hingga Jakarta Convention Center. Dengan dimulainya program penataan ulang jalur pedestrian yang memadai di Jalan Sudirman – Jalan MH. Thamrin, diharapkan ke depannya Jakarta akan berkembang menjadi kota yang ramah bagi pejalan kaki, pengguna sepeda, dan para penyandang disabilitas. Partisipasi publik akan meningkatkan rasa memiliki dari jalur pedestrian ini sehingga akan dijaga bersama-sama.

KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel

Ada yang special di HUT PT KAI (Kereta Api Indonesia) ke-72 pada 28 September lalu, secara khusus BUMN Transportasi ini telah merilis layanan KA baru yang diberi nama “Wijayakusuma” atau populer disebut Wius dan Wikus Premium. Kereta ini merupakan kereta api ekspress kelas eknonomi AC Premium relasi Cilacap – Yogyakarta dan Cilacap – Solo Balapan. Baca juga: “Kelas Ekonomi Rasa Eksekutif,” PT KAI Siap Luncurkan 66 Gerbong Ekonomi Premium Rangkaian kereta ini mulai beroperasi pada 26 September 2017 yang disertai pembukaan Stasiun Cilacap. KabarPenumpang.com merangkum dari beberapa sumber, kereta ini memanfaatkan kereta ekonomi premium yang sebelumnya dioperasikan di kereta Argo Parahyangan tambahan premium (Gambir – Bandung PP) di trainset pertama. Kereta Wikus ini sendiri berhenti dibeberapa stasiun yakni Cilacap, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari dan Solo Balapan. Untuk tiketnya sendiri selama promosi dari Cilacap menuju Kroya Rp20 ribu, Cilacap menuju Yogyakarta Rp50 ribu dan Cilacap menuju tujuan akhir di Solo Balapan Rp70 ribu. “Kereta ini diharapkan akan makin memudahkan masyarakat untuk bepergian ke kota-kota tersebut. Ini bentuk apresiasi dari kami kepada pelanggan,” kata Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Yusren di sela peluncuran Kereta Wijayakusuma yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman antaranews.com (26/9/2017). Kereta ini memanfaatkan rangkaian 10 gerbong ekonomi premium plus satu gerbong pembangkit dengan kapasitas 768 tempat duduk, dimana dua gerbong untuk penyandang disabilitas dengan kapasitas masing-masing 64 orang. Satu kereta makan dan pembangkit serta delapan kereta ekonomi premium dengan kapasitas 80 orang, kereta ini diketahui buatan PT INKA. Baca juga: Bon Bon, Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Indonesia KA Wijayakusuma berangkat dari Cilacap pukul 05.00 WB dan sampai di Yogyakarta pukul 08.20 WIB dan kembali berangkat dari Tugu pukul 09.30 WIB, tiba di Cilacap pukul 13.30 WIB. Kemudian pada pukul 14.10 WIB, kereta ini akan diberangkatkan menuju Solo Balapan dan akan tiba pukul 19.13 WIB dan kembali berangkat menuju Cilacap pukul 19.45 WIB dengan perkiraan tiba pukul 01.00 WIB. Untuk pemesanan tiket KA Premium Wikus ini sama dengan kereta lainnya yang bisa dibeli 90 hari sebelum keberangkatan. Nama Wijayakusuma sendiri berasal dari nama bunga dengan nama sama, pemilihan nama ini dikarenakan bunga ini tumbuh di daerah Cilacap. Sebelumnya kereta ini sempat diisukan akan diberi Nusakambangan Ekspres yang merupakan salah satu pulau di Cilacap.