Bagi Anda yang hendak bepergian ke Singapura dan berencana untuk menggunakan jasa transportasi berbasis aplikasi seperti Uber, ada baiknya Anda tidak terlambat tiba di titik penjemputan, karena pihak Uber Singapura mulai menerapkan denda bagi penumpang yang terlambat. Penerapan aturan baru ini mesti dilandasi oleh berbagai alasan, salah satunya yang paling vokal adalah karena pihak pengemudi terlalu lama menunggu penumpangnya, dan hal tersebut dapat merugikan sang pengemudi.
Baca Juga: Travis Kalanick dan Garrett Camp, Dua Inovator Dibalik Nama Besar Uber
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (4/10/2017), setiap penumpang yang mengalami keterlambatan akan dikenakan biaya tambahan seharga Sin$ 20 sen per menit jika pengemudi sudah menunggu di lokasi penjemputan selama tiga menit. Biaya keterlambatan tersebut harus langsung dibayarkan kepada pengemudi ketika Anda hendak membayar keseluruhan biaya perjalanan. Lalu, bagaimana jika penumpang terlambat namun tidak mencapai tiga menit? Penumpang harus tetap membayar biaya keterlambatan mereka senilai Sin$ 10 sen.
Dalam laman jejaring sosial, Facebook, pihak Uber Singapura menunggah sebuah postingan yang berisikan pemberitahuan tentang pemberlakuan peraturan baru ini dann alasan mereka mengeluarkan maklumat ini. “Tujuan kami adalah untuk memberikan pengalaman baru kepada setiap pengemudi kami, selain itu, penerapan biaya tunggu ini merupakan semacam biaya pengganti operasional mereka,” tulisnya di Facebook.
Layaknya notifikasi yang diterima ketika ada pengemudi yang mengambil orderan kita, begitupun halnya dengan pemberitahuan tentang biaya tunggu yang mulai berjalan. Uber sendiri kembali menganjurkan kepada para penumpang agar hanya melakukan pemesanan jika mereka sudah berada di dekat titik penjemputan. Biaya Sin$ 20 sen per menit berlaku untuk layanan UberX saja. Biaya ini akan lebih tinggi untuk layanan premium Uber, seperti UberEXEC, pilihan mobil mewah, dan UberXL, untuk memesan mobil berukuran lebih besar yang bisa menampung hingga enam penumpang.
Baca Juga: Hindari Penyalahgunaan Nomer Ponsel, Uber Siapkan Fitur Chat di Dalam Aplikasi
Untuk UberEXEC, biaya tunggunya adalah Sin$ 45 sen per menit, sedangkan untuk UberXL, harganya Sin$ 35 sen per menit. Uber juga menyatakan di situsnya bahwa biaya tunggu tersebut berlaku kelipatan, tetapi tidak dijelaskan secara mendetail.
Sementara itu, pesaing Uber, Grab, pun menerapkan peraturan yang sama, hanya nominalnya saja yang berbeda. Di Grab, setiap penumpang yang terlambat lebih dari lima menit, akan dikenakan biaya tambahan senilai Sin$ 3. Tidak hanya itu, kedua layanan transportasi berbasis aplikasi ini juga memberlakukan sistem denda bagi siapa saja yang membatalkan pemesanan selama tiga kali dalam seminggu. Nominal yang dikenakan dalam kasus ini adalah Sin$ 5.
Negara di Eropa dan Asia saat ini mengoperasikan kereta dengan kecepatan yang fantastis, bahkan jauh melampaui kecepatan maksimum helikopter. Perjalanannya pun kini sudah dengan rute yang jelas, seperti kereta api Shanghai Maglev dan Harmony CRH 380A. Dan dari sepuluh kereta tercepat di dunia, kedua kereta ini menduduki urutan pertama dan kedua. KabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com, ada sepuluh kereta cepat di dunia yang saat ini sudah beroperasi baik di Eropa maupun Asia.
Baca juga: Introduire! Layanan Kereta Cepat di Perancis Pengganti TGV1. Shanghai Maglev
Menjadi urutan nomor satu kereta tercepat di dunia, Shanghai Maglev beroperasi dengan kecepatan 430 km per jam dan kecepatan rata-rata 251 km per jam. Maglev sendiri mulai beroperasi April 2004 dan berjalan di jalur sepanjang 30,5 km yang terbentang dari stasiun Jalan Longyang Metro Line 2 dan berakhir di Bandara Internasional Shanghai Pudong. Dimana jalur ini merupakan jalur levitasi magnetik berkecepatan tinggi yang dioperasikan secara komersial untuk pertama kalinya. Shanghai Maglev dimiliki dan dioperasikan oleh Shanghai Maglev Transportation Development Co (SMTDC) dan dibangun oleh perusahaan Siemens dan ThyssenKrupp.
2. Harmony CRH 380A
Menjadi kereta tercepat di dunia kedua dengan kecepatan maksimum 380 km per jam. CRH 380A ini sendiri dioperasikan baru Oktober 2010 lalu dan beroperasi dari Beijing menuju Shanghai dengan layanan harian sepanjang rute Wuhan ke Guangzhou. Kereta cepat ini dibuat oleh CSR Qingdao Sifang Locomotive dan Rolling Stock.
3. AGV Italo
Ini adalah kereta pertama dari seri AGV yang memulai operasinya April 2012 lalu. Memiliki kecepatan maksimum 360 km per jam ini, dilengkapi dengan sistem traksi yang memecahkan rekor kecepatan 574,8 km per jam tahun 2007. Kereta ini dianggap paling modern di Eropa yang dibangun oleh Alstom. Kereta ini beroperasi melalui koridor Napoli – Roma – Firenze – Bologna – Milano. Kereta ini sudah sesuai dengan standar interoperabilitas TSI Eropa yang mencakup keamanan, keandalan dan ketersediaan hingga kompabilitas teknisnya.
4. Siemens Velaro E atau AVS 103
Kereta kecepatan tinggi ini berada di Spanyol dengan kecepatan 350 km per jam selama beroperasi. Kereta ini dioperasikan oleh Spanish National Railways Renfe dan beroperasi di jalur Barcelona – Madrid. AVS 103 mulai beroperasi Juni 2008.
5. Talgo 350 atau T350
Awal masuknya dengan nama RENFE AVE Class 10 dan memiliki kecepatan operasional 350 km per jam. T350 dikembangkan dan diproduksi oleh Pantentes Talgo (Tren Articulado Ligero Goicoechea Oriol) yang bekerja sama dengan Bombardier Transportation. Kereta ini beroperasi Madrid – Zaragoza – Lleida dari lini Madrid – Barcelona di Spanyol sejak tahun 2005. Saat ini ada lebih dari 46 kereta operasi dari seri di negara.
6. Seri E5 Shinkansen Hayabusa
Mulai beroperasi Maret 2011 dengan kecepatan maksimum 320 km per jam yang berjalan di jalur Tohoku Shinkansen. Kereta ini diproduksi oleh Kawasaki Heavy Industry (KHI) dan Hitachi sedangkan di operasikan oleh East Japan Railway Company (JR East).
7. Euroduplex Alstom
Ini adalah generasi ketiga TGV Duplex yang mulai beroperasi tahun 2011. Kereta ini disebut sebagai kereta api berkecepatan tinggi dua tingkat yang dapat dioperasikan di jarigan Eropa dengan kecepatan 320 km per jam. Euroduplex awalnya diperkenalkan di jalur rel berkecepatan tinggi Rhine-Rhone LGV. Kereta ini mampu mengangkut 1020 penumpang di bandingkan generasi lalu yang hanya mampu menampung 512 penumpang. Kereta ini beroperasi di jaringan kereta Perancis, Jerman, Swiss dan Luxembourg.
8. TGV Duplex
TGV Duplex diproduksi dari 1996-2004 dan dioperasikan oleh SNCF yang diproduksi oleh Alstom dan Bombardier. Kereta api bisa mencapai kecepatan maksimum 300 km per jam sampai 320 km per jam. TGV Duplex adalah kereta api double decker dan merupakan duplex generasi pertama dari Alstom. Kereta ini menyediakan ruang duduk untuk 512 penumpang di bagian atas dan bawahnya. Kereta terbuat dari aluminium untuk mengurangi berat. TGV Duplex berjalan di jalur TGV Méditerranée antara Paris dan Marseille. Lebih dari 450 kereta seri TGV saat ini melayani 230 destinasi.
Baca juga: Akankah Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Mangkrak Seperti Pendahulunya?9. Elettro Treno Rapido 500 (ETR 500)
Elettro Treno Rapido 500 (ETR 500) Kereta kereta api Frecciarossa mulai beroperasi pada tahun 2008. Kereta ini dirancang dengan kecepatan maksimum 360 km per jam dan saat ini berjalan pada kecepatan 300 km per jam pada jalur kecepatan tinggi. The Frecciarossa atau biasa disebut Red Arrow adalah versi direnovasi dari ETR 500 beroperasi antara Roma dan Milan. Kereta api di armada dioperasikan oleh Trenitalia dan diproduksi TREno Veloce Italiano (TREVI), sebuah konsorsium Alstom, Bombardier dan AnsaldoBreda.
10. THSR 700T
THSR 700T beroperasi pada jalur berkecepatan tinggi antara Taipei dan Kaohsiung di Taiwan. Kereta tersebut mulai beroperasi dengan Taiwan High Speed Rail pada bulan Januari 2007. Kereta ini beroperasi pada kecepatan 300 km per jam dan mengurangi waktu perjalanan antara dua kota dari empat jam menjadi hanya 90 menit. Diproduksi Kawasaki, Hitachi dan Nippon Sharyo. Berdasarkan kereta seri 700 Shinkansen milik Kawasaki, 700T adalah stok rolling pertama di Taiwan untuk mengimpor teknologi rel kecepatan tinggi Jepang. Total investasi untuk pembuatan 30 kereta awal dalam seri mencapai sekitar NT $100 miliar ($3,4 miliar).
Bandara Adi Soemarmo Solo menginisiasi pembuatan masterplan pariwisata terintergrasi (integrated travel and tourism masterplan) Solo Raya pada kegiatan focus group discussion (FGD) bertajuk Collaborative Destination Development (CDD) Solo Raya, Kamis (5/10/2017). Inisiasi dan kegiatan CDD Solo tahun 2017 yang bertopik 500 Thousand Foreign Tourist Arrivals to Solo Raya in 2025 ini merupakan tindak lanjut dari CDD Solo yang pernah dilakukan pada November 2015.
Baca juga: Tiga Bandara Angkasa Pura Airports Masuk Peringkat 10 Besar Dunia
CDD merupakan forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak 2015. CDD bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata daerah di kawasan tengah dan timur Indonesia, sehingga sektor pariwisata dapat dijadikan sebagai motor pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pada 2025 ditargetkan 3,5 juta wisatawan datang ke Solo Raya, yang terdiri dari 3 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 ribu wisatawan mancanegara (wisman). Pada 2016 jumlah wisatawan yang mengunjungi Solo Raya berjumlah 2,1 juta orang. Angkasa Pura I menggelar rangkaian kegiatan CDD Solo Raya dengan beberapa fase. CDD Solo Raya 2017 kali ini diadakan untuk menginisiasi pembuatan integrated travel and tourism masterplan Solo Raya,” terang Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S Baskoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (5/10/2017).
Baca juga: Inilah Alasan PT Angkasa Pura I Berganti Jadi “Angkasa Pura Airports”
Danang mengatakan, pada masterplan ini, terdapat beberapa poin yang dibahas, yaitu atribut destinasi utama (eco-heritage-cultural tourism), infrastruktur (bandar udara, jalan tol, kereta api, akomodasi, dan kuliner), pengembangan SDM, budaya yang ramah pariwisata, keamanan, penyesuaian kebijakan udara, stimulus investasi, rencana konservasi lingkungan, dan pemasaran.
Adapun beberapa isu utama dalam mengembangkan pariwisata Solo Raya yaitu hal-hal yang terkait load factor penerbangan yang relatif rendah, kurangnya pengetahuan calon wisman dan wisnus akan wisata Solo Raya, kesiapan Bandara Adi Soemarmo, kesiapan intemoda transportasi Bandara Adi Soemarmo, serta status Bandara Adi Soemarmo Solo yang disiapkan Kementerian Perhubungan sebagai hub atau tempat singgah baru selain Bandara Soekarno Hatta. Selain itu juga promosi wisata di level internasional, dukungan stimulus dari Kementerian Pariwisata, Borobudur yang menjadi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata untuk menjadi 10 Bali Baru, dan Joglosemar yang dijadikan Kementerian Pariwisata sebagai Top 10 Branding Destination.
Terkait kontribusi AP I terhadap pengembangan pariwisata Solo, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Asrori mengatakan bahwa Angkasa Pura I setelah menyelenggarakan CDD tahun 2015 telah melakukan beberapa upaya untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata.
“Diantaranya adalah penambahan jumlah armada taksi yang beroperasi di bandara dari 80 unit menjadi 100 unit sejak Januari 2017, kegiatan Airport Running Series (ARS) tahun 2015 untuk menarik wisatawan ke Solo, dan fashion show Hari Batik pada September 2016. Juga pembangunan kereta bandara dengan rencana trase Yogyakarta – Maguwo – Solo Balapan – Bandara Adi Soemarmo yang ditargetkan selesai pada Agustus 2018, perluasan dan beautifikasi terminal penumpang dengan target penyelesaian Desember 2017, dan keikutsertaan pada event Asia Routes 2017 di Okinawa Jepang untuk mempromosikan Solo Raya,” terang Asrori.
Sebagai seorang pelancong yang sering sekali bepergian pastinya sudah tahu barang apa saja yang akan dibawa selama perjalanan Anda. Apalagi jika Anda melancong keluar negeri, dengan jangka waktu yang tidak sebentar sehingga membuat Anda membawa tas mungkin lebih dari satu. Tas yang Anda bawa juga pastinya harus masuk dalam bagasi bila ukurannya cukup besar.
Baca juga: Bosan Antri Lama di Bandara, Begini Cara Cepat Ambil Barang di Klaim Bagasi
Namun, terkadang Anda berpikir barang tersebut bisa saja hilang saat akan dilakukan kalim bagasi. KabarPenumpang.com melansir dari chicagotribune.com (4/10/2017), baru-baru ini pihak kepolisian di Amerika Serikat menangkap sepasang pencuri di kota Phoenix yang dicurigai telah mencuri hampir 1000 tas dari penumpang di Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor. Meskipun maskapai mengatakan telah mengembalikan semua tas yang dilaporkan hilang oleh pemiliknya dan hanya sebagian kecil yang benar-benar hilang karena di curi, salah tempat atau hal lainnya.
Berikut ini KabarPenumpang.com memberikan 10 tips untuk mencegah barang Anda di curi dalam perjalanan.
1. Jangan terlalu sering cek tas
Jika bepergian ke tempat yang tidak terlalu jauh dan baiknya jangan terlalu sering mengecek tas Anda. Bila masih bisa masuk ke kabin dan tidak dikenakan biaya tambahan bawa bersama Anda.
2. Simpan barang berharga bersama Anda
Jangan pernah memasukkan barang berharga dalam bagasi, ada baiknya tetap bawa bersama tas yang Anda jinjing masuk ke kabin. Ini bisa mencegah Anda kehilangan barang atau tas.
3. Membuat tas berbeda dari yang lain
Bila bepergian, bawa tas yang sedikit mencolok, sebab akan mudah di temukan. Jika hilang pastinya tas Anda bisa langsung ketahuan. Biasanya untuk membuat tas mencolok pilih warna yang sedikit lebih terang dan berbeda dengan yang lainnya.
4. Gunakan barang murah
Setiap bepergian, jangan pernah menggunakan barang yang mewah atau berlebihan apalagi tas. Sebab tas yang mahal pasti menjadi incaran para pencuri.
5. Jangan bermalas-malasan
Saat akan bepergian harus semangat jangan pernah berpikir untuk bermalas-malasan apalagi akan mengambil barang di klaim bagasi. Usahakan sampai di bagasi klaim lebih cepat untuk bisa melihat dan mengambil barang Anda.
Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya6. Tetap waspada
Selalu waspada dan perhatikan barang bawaan Anda dimana pun berada, apalagi di bandara. Jangan lengah karena bisa mengakibatkan barang bawaan Anda hilang.
7. Hindari transit
Jika Anda bepergian usahakan untuk melakukan direct flight, pasalnya dengan transit probabilitas barang untuk terselip atau hilang saat berpindah pesawat akan lebih besar di bandara transit.
8. Ajukan klaim segera mungkin
Saat tahu tas hilag, ajukan klaim ke bagian klaim bagasi maskapai. Ini untuk memudahkan Anda bila barang tidak hilang bisa di kembalikan atau ada penggantian dari pihak maksapai jika barang Anda benar-benar hilang.
10. Mempertimbangkan asuransi
Jika tak ingin mengambil risiko, sebelum berangkat baiknya asuransikan tas Anda, apalagi dengan brand tas ternama. Setidaknya, jika barang Anda hilang ada penggantian dari pihak asuransi.
Sebagai salah satu penyedia jasa layanan transportasi berbasis aplikasi paling sukses di dunia, Uber lantas tidak cepat puas dengan pencapaiannya hari ini. Diketahui, perusahaan yang menjamur di lebih dari 600 kota di dunia tersebut ingin melebarkan sayap di bidang kendaraan darat berukuran besar, bus dengan target yang dituju adalah Mesir. Adaun alasan paliing vokal yang diutarakan oleh pihak Uber adalah padatnya penduduk dan lalu lintas di Mesir, sehingga dibutuhkan satu moda transpotasi yang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di negara yang terkenal dengan Piramidanya tersebut.
Baca Juga: Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman qz.com (22/9/2017), Uber optimis dalam menghadirkan layanan bus antar daerah di Mesir, karena menurut data yang mereka miliki, Ibu Kota Mesir, Kairo merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan pengemudi tercepat di dunia. Tecatat, lebih dari 30.000 driver yang bergabung dengan Uber di sepanjang tahun 2016. Hingga saat ini, Uber hanya beroperasi di seputaran kota Kairo saja.
Tidak hanya Uber, layanan ride sharing lainnya, Careem juga menunjukkan angka perkembangan yang cukup signifikan. Baik Uber dan Careem saat ini tengah menyusun strategi agar pengemudi taksi lokal tidak berinvestasi pada startup baru yang menyediakan layanan perjalanan menggunakan bus AC berpenampilan modern, SWVL. Tentu tindakan preventif ini bertujuan agar Uber tidak kehilangan pasar mereka yang bisa dibilang sangat banyak di Kairo. Mengingat potensi pertumbuhan perusahaan tersebut terbuka sangat lebar di sana.
Diperkirakan layanan Uber akan meningkat ke angka 5,2 juta penumpang setiap harinya dalam waktu dekat. Ini merupakan imbas dari harga tiket Metro yang naik dua kali lipat dan bercokol di harga 2 pound Mesir. Jika Uber membuka layanan bus mereka dalam waktu dekat, maka dalam pengoperasian perdananya, mereka dapat meraup untung besar, karena masyarakat masih lebih memilih untuk menggunakan sarana transportasi lain selain Metro Kairo.
Layaknya di dalam negeri, pada awal 2016 kemarin, operator taksi Mombasa di Kenya mengklaim bahwa peluncuran Uber berdampak negatif terhadap perkembangan bisnis mereka. Namun respon berbanding terbalik ditunjukkan oleh para penumpang yang menganggap kehadiran Uber dapat memudahkan mereka berkendara dengan tarif yang lebih murah.
Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone
Menurut juru bicara Uber, mereka belum mau memberikan bocoran tentang peraturan mengenai bus tersebut, baik dari segi biaya, moda yang digunakan, hingga jadwal pengoperasian. “Kami masih melakukan diskusi lebih lanjut dengan pihak berwenang,” tukas juru bicara Uber tersebut.
Lebih lanjut, pihak Uber juga berharap agar pemerintah mengeluarkan peraturan progresif tentang penggunaan aplikasi di ruang lingkup transportasi, sehingga kejadian menentang layanan berbasis aplikasi seperti yang terjadi di banyak negara tidak terulang kembali.
Merujuk pada laporan World Health Organization (WHO), persentase populasi global di kota-kota yang sedang mengalami pertumbuhan meningkat dari angka 34 menjadi 54 persen antara tahun 1960 dan 2014, dan nilai tersebut sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perlambatan.
Melonjaknya populasi, peningkatan laju lalu lintas, dan polusi memang menjadi tiga hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Maka dari itu, perusahaan multinasional asal Eropa yang merancang, memproduksi, dan menjual produk aeronautika, Airbus tengah mempersiapkan sebuah langkah besar untuk mengentaskan masalah tersebut.
Baca Juga: Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/10/2017), pada tahun 2016, Airbus mencanangkan proyek CityAirbus, sebuah kendaraan otonom yang mampu menerbangkan penumpang ke sekitaran daerah perkotaan, semacam taksi drone.
Tidak main-main, minggu ini Airbus mencatatkan tonggak sejarah baru, yaitu menyalakan sistem propulsi CityAirbus untuk pertama kalinya. Ini menunjukkan bahwa perusahaan yang terkenal dengan produk A380-nya ini memahami betul kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang ramah lingkungan dan tidak menambah ruwet jalanan di kota.
Tidak hanya Airbus, diketahui perusahaan lain seperti Volocopter juga tengah memantapkan armadanya agar bisa sesegera mungkin digunakan oleh kota yang terkenal dengan menara Burj Khalifa-nya, Dubai. Volocopter menggunakan moda udara bersistem Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Dari laman sumber, diketahui pula bahwa Uber ingin menambahkan layanan ride-sharing via udara dan memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan pihak Airbus.
Namun, diantara semua rencana pengadaan moda udara otonom, konsep CityAirbus inilah yang paling memungkinkan hadir dalam waktu dekat. Pernyataan ini dilandasi oleh uji coba regular yang dilakukan oleh pihak CityAirbus terhadap armadanya, setidaknya itu menunjukkan bahwa konsep mereka sudah benar-benar matang dan siap untuk mengambil bagian di dunia aviasi. Ditambah lagi dengan dipamerkannya sebuah mock-up CityAirbus di Paris AirShow pada awal tahun 2017 kemarin, menampilkan drone VTOL bertenaga baterai yang mampu mengangkut empat penumpang sekaligus.
Kendaraan futuristik yang mampu melaju hingga kecepatan 120 km per jam ini juga didukung pula oleh delapan motor listrik dengan kapasitas mencapai 100 kW yang akan menggerakkan delapan buah baling-baling. Bukan sesuatu yang mustahil jika CityAirbus akan memulai operasi perdananya setelah pengujian sistem propulsi skala penuh pertama kali pada Selasa (3/10/2017) kemarin. Hasil uji coba tersebut menunjukkan bahwa tim pengembang berhasil mengintegrasikan dua dari empat pasang baling-baling pesawat.
Baca Juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi Drone
“Kami sekarang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kinerja sistem propulsi listrik inovatif seperti yang diterapkan di CityAirbus,” ungkap Marius Bebesel, Chief Engineer dari CityAirbus. “Kami juga akan terus melakukan pengujian sebelum melakukan uji coba CityAirbus dalam skala penuh,” imbuhnya. Rencananya, CityAirbus akan mengambil peran sebagai angkutan pemadu moda, dengan menempatkannya di pra-sarana transportasi, seperti bandara dan stasiun kereta api.
Adapun pihak Airbus memberikan bocoran tentang langkah selanjutnya yang akan mereka lakukan. Pertama, mereka akan menguji “power on” pada semester pertama tahun depan, dimana semua motor dan sistem listrik di CityAirbus akan dinyalakan untuk pertama kalinya. Jika uji coba tersebut berjalan lancar, maka CityAirbus berencana untuk melakukan penerbangan pertamanya di akhir tahun 2018 mendatang.
Sebagai salah satu fenomena yang kini sedang menjamur, vaping dianggap sebagai cara ampuh bagi siapa saja yang hendak berhenti merokok atau hanya sekedar mengikuti perkembangan jaman. Memang, tidak ada yang bisa memungkiri bahwa asap yang dihasilkan oleh vaporizer (alat untuk vaping) memiliki aroma yang lebih bersahabat daripada rokok biasa, walaupun asap tersebut jauh lebih tebal dan pekat. Lalu, apakah vaping boleh dilakukan dimana saja? Atau adakah permasalahan sosial yang mungkin ditimbulkan dari generasi penerus rokok elektrik ini?
Baca Juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman standard.co.uk (21/9/2017), Public Health England meluncurkan iklan di televisi di Inggris yang berisikan dorongan bagi para perokok untuk berhenti dan beralih menggunakan vaporizer. Namun, karena fenomena ini masih terhitung baru, jadi belum ada aturan baku yang berlaku mengenai vaping. Maka dari itu, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum vaping.
Sebuah otoritas etiket tertinggi di Inggris, Debretts menyarankan agar tidak vaping di sembarang tempat, terutama di ruang publik tertutup, seperti lift, tempat mengantri tiket, hingga biskop. Jika Anda ingin vaping, sebaiknya Anda menggunakan fasilitas publik yang sudah tersedia sebelumnya, seperti di smoking area. Selain Anda tidak akan mengganggu orang lain yang memiliki alergi terhadap asap, Anda juga tidak akan mengganggu sekitar dengan kepulan asap tebal yang dihasilkan dari vaping.
Jika Anda tidak menemukan smoking area, Anda bisa menjauh dari kerumunan dan mulai melakukan vaping. Dari contoh kasus ini, Debretts menyarankan Anda untuk menggunakan akal sehat sebelum vaping dan memikirkan tentang lingkungan sekitar Anda. Hal ini juga berlaku ketika Anda tengah berada di transportasi umum.
Untuk di Indonesia sendiri, memang tidak diperbolehkan untuk merokok di sarana transportasi umum berbasis massal seperti Commuter Line dan TransJakarta, namun kembali lagi ke salah satu poin yang sudah disebutkan di atas tentang belum adanya aturan baku yang mengatur soal vaping. Jadi sebaiknya Anda menyamaratakan vaping dengan merokok dan tidak menggunakannya di sarana dan pra-sarana transportasi.
Baca Juga: Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok
Contoh kasus diperlukannya peraturan tentang vaping di sarana transportasi umum pernah KabarPenumpang.com temui sendiri di lapangan, tepatnya di kereta Argo Parahyangan awal Mei kemarin, dimana seorang pria melakukan vaping di bordes kereta. Walaupun hanya beberapa kali hisapan saja, dan asapnya langsung dikeluarkan melalui kaca di kamar mandi, namun tetap saja aroma dari vaporizer tersebut tercium hingga kabin.
Ini merupakan satu bukti nyata tentang diperlukannya sebuah aturan baku tersebut. Walaupun asap yang dikeluarkan berupa uap air dan berbeda dengan asap rokok, namun tetap saja hal tersebut bisa mengganggu kenyamanan publik.
Sehubungan dengan HUT TNI ke-72 yang jatuh pada pada Kamis, 5 Oktober 2017, sejumlah pra-sarana transportasi dijadikan sebagai “panggung” bagi pasukan garda depan Republik Indonesia ini untuk merayakan hari jadinya. Selain Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten yang akan menjadi saksi bisu bersandarnya puluhan kapal perang TNI AL dalam berbagai jenis. Begitupun dengan markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI AU yang juga beroperasi sebagai bandara penerbangan sipil, Halim Perdanakusuma yang rencananya akan ditutup sementara untuk memperingati hari jadi TNI.
Baca Juga: HUT TNI 5 Oktober 2017, Inilah Rekayasa Layanan Penyeberangan Ferry di Pelabuhan Merak
Sejumlah maskapai dikabarkan akan dialihkan sementara ke Bandara Internasional Soekarno Hatta selama beberapa hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 5 Oktober besok. Walaupun dalam beberapa hari ke belakang masih ada penerbangan sipil dari bandara ini, namun mereka semua terpaksa ditunda keberangkatannya karena bandara tersebut dijadikan tempat latihan anggota TNI AU yang akan unjuk gigi besok.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan ID7533 tujuan Yogyakarta yang dijadwalkan berangkat pada Senin (2/10/2017) pukul 13.05 WIB terpaksa mengalami delay selama beberapa jam karena kesibukan di bandara yang terletak di Jakarta Timur tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang petugas Batik Air, bahwa hampir seluruh penerbangan komersial dari Bandara Halim Perdanakusuma dipaksa menyesuaikan jadwal mengingat kesibukan di tarmac dalam rangka menjelang HUT TNI ke-72, terhitung sejak Minggu (1/10/2017). Atas keterlambatan pemberangkatan tersebut, pihak maskapai menyampaikan permohonan maaf dengan alasan operasional penerbangan.
Begitu pula nasib yang dirasakan oleh maskapai Citilink, dimana mereka harus menjalani pengoperasian penerbangannya sementara melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Total jumlah penerbangan yang disesuaikan tercatat ada 49 penerbangan dari dan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, diantaranya adalah destinasi Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Solo, Malang, Denpasar, Lombok, Medan dan Padang.
Baca Juga: Dorong Potensi Wisata, Citilink Buka Rute Baru Medan-Yogyakarta
“Kegiatan operasional penerbangan Citilink akan melakukan penyesuaian jadwal penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma,” ungkap Vice President Corporate Communications Citilink Indonesia, Benny Butarbutar dilansir dari sumber terpisah. Akibat penyesuaian jadwal ini, seluruh calon penumpang diimbau untuk datang lebih awal menuju bandara, serta menggunakan fasilitas web check-in. “Hal tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang di bandara dan calon penumpang dapat mengikuti seluruh prosedur di bandara tanpa harus terburu-buru,” imbuh Benny.
Sesuai prosedur sebelumnya, pihak Citilink juga telah menginformasikan kepada para calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan pada tanggal tersebut melalui call center. Tak hanya itu, Citilink juga menyediakan opsi re-schedule dan re-route penerbangan yang prosesnya dapat dilakukan dengan menghubungi call center Citilink.
Guna meningkatkan kenyamanan para penumpang, Singapore Airlines diketahui tengah mempersiapkan peluncuran suite kelas satu mereka yang dipasang di armada Airbus A380 miliknya. Demi menghapuskan rasa penasaran para pecinta pesawat, pihak Singapore Airlines lantas mengunggah beberapa gambar kabin berkonsep mewah yang nantinya akan menghiasi salah satu sudut pesawat ini ke dunia maya. Rencananya, pesawat superjumbo ini akan mulai beroperasi pada 2 November 2017 mendatang.
Baca Juga: Staf Bandara Changi Resmi Gunakan Kacamata Augmented Reality
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman ausbt.com.au (29/9/2017), anggota The Star Alliance tersebut akan meluncurkan produk ini seiringan dengan perhelatan media internasional yang akan diadakan di Singapura. Tidak hanya mengenalkan suite mewah tersebut, Singapore Airlines juga akan mengubah tampilan untuk kelas ekonomi dan ekonomi premium. Tentunya, desain baru ini akan memberikan “penyegaran” terhadap modelnya yang sudah berusia hampir satu dekade.
Sumber: ausbt.com.au
Disebutkan, kelas satu juga akan dipindahkan ke dek atas, bukan lagi di ujung dek utama pesawat superjumbo ini. Jacques Pierrejean, dari Pierrejean Design Studios mengatakan bahwa mock-up ini dapat mewujudkan gagasan perjalanan mewah bersama Singapore Airlines. “Perombakan desain besar-besaran ini merupakan bagian dari kesuksesan tender untuk tugas bergengsi tersebut,” ungkap Jacques. Dihimpun dari sumber terpisah, diharapkan desain baru ini dapat diaplikasikan di seluruh armada A380 milik Singapore Airlines.
Untuk desain kelas satu yang baru disinyalir akan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari maskapai lainnya yang sama-sama menggunakan pesawat Airbus A380, walaupun secara otomatis akan memangkas jumlah bangku yang tersedia. Diperkirakan, desain kelas satu yang baru hanya berisikan enam hingga delapan seat saja, sementara di armada yang lama berisikan hingga 12 bangku.
Baca Juga: Penumpang Emirates Kini Bisa Mandi Shower Selama Penerbangan, Khusus Kelas Satu Lho!
Jika Anda berencana untuk menghadiri acara ini pada 2 November mendatang, maka Anda akan berkesempatan untuk masuk ke dalam armada baru ini dan mendapatkan penjelasan lebih mendalam tentang armada anyar Singapore Airlines ini. Tentu saja penjelasan tersebut bukan dilakukan oleh sembarang orang, melainkan oleh Jacques Pierrejean sendiri. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi perhelatan ini dan melihat armada baru dari Singapore Airlines?
Bagi Anda yang berencana untuk menunaikan Ibadah ke Tanah Suci tahun depan, kemungkinan Anda sudah bisa menikmati sarana transportasi baru di sana berupa kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan beberapa kota penting di Jazirah Arab. Diketahui jarak total jalur kereta cepat yang tengah dalam masa pembangunan ini mencapai 4.492 km. Jalur ini juga rencananya akan terhubung dengan jaringan kereta nasional Arab Saudi yang terletak di kota Jeddah.
Baca Juga: Al Mashaaer Al Mugaddassah Metro, MRT Unik di Kota Suci Makkah
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Kereta Cepat Haramain ini akan menghubungkan Kota Suci umat Islam Madinah dan Makkah melalui Kota Ekonomi Raja Abdullah, Rabigh, Jeddah dan Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Jalur kereta ini direncanakan sebagai sarana transportasi kereta listrik yang aman dan nyaman, dengan kecepatan maksimum mencapai 320 km per jam.
Adapun tahap pertama konstruksi dari proyek Haramain yang dimulai pada Maret 2009 ini mencakup pembangunan sebuah stasiun kereta api bagi jamaah Haji dan Umroh. Rencananya proyek kereta cepat ini akan memiliki total lima stasiun, dengan stasiun utama di Makkah. Stasiun utama yang melayani jamaah umroh dan haji ini rencananya memiliki lounge terpisah untuk kedatangan dan keberangkatan. Juga terdapat beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti masjid yang mampu menampung 600 orang sekaligus, sebuah helipad, 10 peron lajur untuk kereta, ruang untuk penumpang VIP, parkiran yang mampu menampung 500 mobil.
Terlepas dari pra-sarana yang bisa dinikmati, untuk urusan keretanya sendiri pihak Saudi Railways Organization (SRO) sudah melakukan uji coba perdananya pada 25 Juli 2017 kemarin. Kereta berlari dari Rabigh, Jeddah menuju Madinah dengan kecepatan 330 km per jam, dan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit, lebih cepat 15 menit dari estimasi awal. Tentu saja hadirnya kereta cepat ini seakan ditunggu-tunggu oleh banyak orang, karena dapat memangkas waktu perjalanan dari Jeddah ke Madinah yang jika ditempuh menggunakan bus atau mobil akan menghabiskan waktu hingga 5 jam.
Dalam acara uji coba tersebut, turut hadir Pangeran Abdullah Bin Bandar Bin Abdulaziz, Menteri Transportasi Saudi, Sulaiman Al-Hamdan, dan tim dari perusahaan Spanyol sebagai kontraktor pembuatan kereta.
Baca Juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti
Jalur kereta listrik tersebut didesain untuk melayani 60 juta penumpang setiap tahunnya dengan menggunakan 35 kereta. Untuk melancarkan proyek kereta cepat tersebut, otoritas setempat membangun 138 jembatan layang yang difungsikan sebagai jalur kereta, hingga 12 perlintasan mandiri untuk lalu lintas unta di berbagai kawasan gurun.
“Kami sudah siap untuk peluncuran secara resmi. Semua bekerja sesuai dengan rencana. Kereta akan dioperasikan segera setelah pemerintah Saudi memberikan kami lampu hijau,” ungkap manajer proyek kereta cepat Haramain, Mariano De La Vega dilansir dari sumber berbeda. Sedangkan manajer teknis proyek Haramain, Nayef Fawaier mengatakan baru ada 11 dari 35 kereta yang akan beroperasi di jalur ini. Adapun manufaktur produksi rolling stock asal Jerman, German DB menjadi penyedia sarana transportasi ini.
Dijadwalkan, kereta cepat Haramain ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2017 ini.