Sebagai salah satu langkah nyata untuk mempersiapkan Olimpiade Musim Dingin yang akan digelar di Korea Selatan tahun depan, raksasa elektronik asal Negeri Ginseng, LG Electronics, telah menguji coba robot baru di Bandara Internasional Incheon beberapa waktu yang lalu. Diketahui, bandara terbesar di Seoul, Korea Selatan tersebut akan menjadi rumah bagi dua robot prototipe terbaru milik LG, yaitu Robot Pemandu dan Robot Pembersih Bandara.
Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan
Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman theverge.com (21/7/2017), Robot Panduan Bandara ini pertama kali diperkenalkan secara luas pada ajang Costumer Electronics Show (CES) yang digelar di Las Vegas, awal tahun 2017 kemarin. Sesuai dengan namanya, robot ini akan menjalankan tugasnya masing-masing. Robot Panduan Bandara akan berkeliling mengitari bandara, selalu siaga memberikan petunjuk dan informasi kepada para wisatawan dan calon penumpang mengenai jadwal keberangkatan.
Robot Panduan Bandara sendiri bisa berbicara menggunakan empat bahasa, Inggris, Korea, Cina, dan Jepang, dan hebatnya lagi, robot ini bisa memindai boarding pass para wisatawan dan mengantarkan mereka menuju pintu keberangkatan. Berbeda dengan robot biasa, semua pergerakan robot ini diatur oleh sebuah sistem mutakhir yang dapat meningkatkan pelayanan bandara terhadap para calon penumpang. Mereka akan berjalan dengan kecepatan yang stabil dan berhenti jika Anda tertinggal, jadi robot ini sudah di program agar bisa membantu Anda tidak ketinggalan pesawat.
Sementara itu, Robot Pembersih Bandara pada dasarnya adalah Roomba (robot pembersih terpintar dan terbaik dari iRobot) yang dilengkapi dengan tangki sehingga terlihat seperti boneka salju tanpa lengan. “Robot ini sendiri akan mendeteksi area mana saja yang butuh sering dibersihkan, menyimpannya ke database, dan mempertimbangkan rute mana yang paling efisien untuk tiba di lokasi tersebut,” tutur salah satu pihak LG. “Pastikan tidak ada yang membalik sakelar di belakang kepala robot itu, dari ‘Bersihkan’ jadi ‘Bunuh’,” kelakarnya.
Robot Pembersih Bandara. Sumber: theverge.comBaca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman
Dalam siaran pers yang diterbitkan oleh pihak LG, perusahaan multinasional ini mengatakan bahwa pengadaan robot ini merupakan ambisi perusahaan untuk terus mengembangkan dan menyempurnakan salah satu peluang bisnis ini. “Bisnis robot komersil ini merupakan gambaran pertumbuhan dunia elektronika di masa yang akan datang,” tulisnya dalam siaran pers tersebut. Pihak LG sendiri mengatakan, penggunaan robot untuk membantu manusia, khususnya di pra-sarana transportasi akan menjadi populer di depannya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa konsep robotika yang selama ini muncul ke permukaan lebih banyak mengambil peranan sebagai pembantu pertunjukan saja, tidak seperti yang LG lakukan. Lebih lanjut, LG mengatakan bahwa robot ini akan tetap aman selama ia terhindar dari segala sesuatu yang mampu menimbulkan konslet, seperti terjatuh dari tangga atau terkena cipratan air mancur. “Kami tidak ingin insiden robot keamanan di DC terulang kembali, dimana robot keamanan tersebut tercebur ke kolam air mancur.” Tutupnya.
Sebuah perusahaan manufaktur asal Amerika yang berfokus pada perancangan dan pembuatan kendaraan nol emisi, Proterra, baru-baru ini memperkenalkan salah satu inovasi teranyarnya yang mampu membuat bus listrik menjadi lebih efisien dalam pengoperasiannya. Drivetrain DuoPower yang dirancang khusus untuk bus bertenaga baterai, Catalyst ini diperkenalkan dalam pertemuan tahunan dengan American Public Transit Association (APTA), Senin (9/10/2017) kemarin.
Baca Juga: Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman proterra.com (9/10/2017), penggunaan drivetrain DuoPower ini mampu membuat bus Catalyst memiliki tenaga dan akselerasi hampir dua kali lipat dari bus lainnya. Tidak hanya itu, dengan menggunakan drivetrain DuoPower, bus Catalyst akan menjadi lima kali lebih efisien ketimbang bus diesel standar yang beroperasi di luar sana. Ditambah dengan kinerja drivetrain DuoPower mewakili peningkatan 20 persen efisiensi melalui sistem ProDrive standar milik Proterra.
Untuk Catalyst E2 max, drivetrain DuoPower memungkinkan bus menjangkau jarak 426 mil atau setara dengan 686 km, hanya dengan sekali charge. Baru-baru ini juga Proterra baru saja menguji sistem drivetrain DuoPower yang mereka kembangkan di Navistar Proving Grounds di Indiana, dimana Catalyst E2 max mampu menempuh jarak 1.101,2 mil (1771km) hanya dengan sekali charge. Jarak tempuh tersebut pun tercatat di buku rekor dunia sebagai jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh kendaraan listrik dalam sekali charge.
Setelah menelurkan baterai padat energi, Proterra kini seolah menetapkan standar tinggi untuk efisiensi dan kekuatan sebuah moda listrik. Drivetrain DuoPower milik Proterra memiliki dua motor listrik yang mampu menghasilkan 510 tenaga kuda, dan juga meningkatkan akselerasi dari bus Catalyst, dimana bus listrik tersebut mampu meningkatkan kecepatan dari 0 hingga 20 mph hanya dengan 4,5 detik saja.
Baca Juga: Luncurkan Electric Vehicle, Renault Janjikan Tempuh 279 Km Sekali Charge
“Hadirnya drivetrain DuoPower milik Proterra membuka peluang untuk menghadirkan rute baru. Sebut saja rute antara Salt Lake City dan Park City melalui Parleys Canyon, itu merupakan jalur penting bagi kami, dan kini dengan hadirnya drivertrain baru tersebut, rute itu bisa ditempuh dengan menggunakan bus listrik,” ungkap ketua tim operasi Park City Transit, Destry Pollard. “Kami terkesan dengan inovasi ini, dimana Proterra tidak hanya mempertimbangkan medan pegunungan yang kami tempuh, tetapi juga menjaga kualitas udara di Park City,” imbuhnya.
Pada awalnya, Proterra hadir dengan membawa teknologi EV ke industri transit, dan membuktikan bahwa teknologi mereka mampu bersaing dengan moda berbahan bakar fosil, dan mampu mengalahkan eksistensi dari bus diesel di sebagian kota. “Kami terus melakukan inovasi, dan hari ini kami mengumumkan sebuah drivetrain yang benar-benar mengungguli mesin berbahan bakar diesel atau CNG internal di setiap kategori kinerja utama, seperti efisiensi, keandalan, percepatan, dan daya tempuh medan,” ungkap CEO Proterra, Ryan Popple. “Bagi pelanggan yang menginginkan armadanya memiliki kecepatan, kekuatan, efisiensi dan keandalan terbaik, drivetrain DuoPower untuk Electric Vehicle adalah jawabannya.” Tutup Ryan seraya mempromosikan inovasinya tersebut.
Seorang wanita India berusia 32 tahun terpaksa harus dibawa dan dirawat dirumah sakit lantaran mengalami sesak napas saat kereta metro bawah tanah terjebak di antara dua stasiun. Insiden ini terjadi pada Delhi Metro, Minggu (8/10/2017) pukul 06.30 pagi di Red Line jalur Dilshad Garden menuju Rithala.
Baca juga: India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah AirnyaKabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (9/10/2017), sebelum kejadian ini kereta berangkat dan meninggalkan stasiun Shastri Park untuk bergerak menuju stasiun Kashmir Gate. Namun tiba-tiba pantograf dan kabel atas kereta bermasalah saat melintasi Yamuna yang menyebabkan kereta berhenti.
Karena insiden ini, penumpang kereta mulai merasakan sesak. Kemudian tim respon cepat (QRT) dari Central Industrial Security Force (CISF) langsung menuju ke tempat terjadinya insiden dan membantu mengevakuasi penumpang melalui pintu darurat.
“Kereta yang berangkat dari platform 1 stasiun Shastri Park yang menuju stasiun Kashmir Gate terjadi kesealahan teknis di Overhead Equipment (OHE) yang menyebabkan pergerakan metro terhenti. Seorang QRT dari CISF bergegas ke tempat dan membantu para penumpang dalam evakuasi melalui pintu darurat. Mereka memfasilitasi penumpang di tempat yang aman,” ujar salah seorang kepala CISF.
Baca juga: Gerbong Khusus Perempuan Tak Hanya Ada di Indonesia
Saat evakuasi seorang wanita bernama Neha Jain tiba-tiba tidak sadarkan diri dan jatuh. Hal ini membuat personel QRT menggendongnya dikarenakan tidak ada tandu dan membawanya ke stasiun metro Kashmir Gate dan kemudian di rujuk ke rumah sakit terdekat. Tak hanya itu penumpang lain juga harus berjalan kaki menuju stasiun tersebut.
“Selama kontinjensi, personel QRT telah menunjukkan rasa tanggung jawab mereka,” ujar salah seorang personel QRT.
Juru bicara Delhi Metro Rail Coroporation (DMRC) mengatakan, pantograf kereta dan OHE terjerat sehingga harus dilepas. Dia menambahkan, kereta saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Untungnya akibat insiden ini, tidak berdampak pada keseluruhan lalu lintas kereta dan berjalan seperti biasa, dimana setiap kereta berjalan dengan jarak 15 menit.
Untuk diketahui, pada Mei di tahun 2017 ini, penumpang metro juga harus dievakuasi karena adanya percikan api sehingga para penumpang harus dievakuasi ke stasiun Rajiv Chowk. Kejadian metro mati di bawah tanah bukanlah hal langka, karena banyak sebelum insiden hari Minggu kemarin penumpang dievakuasi dan harus berjalan di jalur.
Demi meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya, AirAsia menandatangani kontrak dengan perusahaan penyedia layanan komunikasi satelit mobile terkemuka di dunia, Inmarsat perihal pengadaan layanan broadband. Adapun kontrak ini ditujukan untuk memasok solusi di lebih dari 120 pesawat Airbus milik AirAsia, termasuk tipe A320 dan A330 yang dioperasikan oleh seluruh grup AirAsia, termasuk AirAsia X.
Baca Juga: Delta Airlines Tawarkan Akses Chatting Gratis via WiFi di Smartphone
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, penandatanganan hubungan kerja sama ini dilakukan oleh anak perusahaan AirAsia, ROKKI pada Rabu, 27 September 2017 kemarin. Layanan ini juga nantinya akan turut menyertai perjalanan dari Airbus A350 yang direncanakan akan menjadi armada teranyar AirAsia dalam beberapa tahun mendatang. Instalasi pertama GX Aviation di seluruh armada AirAsia Group ini rencananya akan diluncurkan pada paruh pertama tahun 2018 mendatang, berbarengan dengan peluncuran layanan komersialnya. GX Aviation sendiri merupakan solusi konektivitas in-flight pertama di dunia dengan jangkauan global berkecepatan tinggi.
“AirAsia Group merupakan salah satu inovator di industri penerbangan terkemuka dan kami senang bahwa GX Aviation akan memainkan peran kunci dalam penawaran layanan masa depan mereka,” ungkap Aviation President Inmarsat, Philip Balaam. “Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini merupakan bukti kepercayaan AirAsia terhadap GX Aviation dan membangun rekam jejaknya sebagai pelanggan utama layanan SwiftBroadband kami,” imbuhnya.
Inmarsat berkeyakinan bahwa kerja sama yang mereka jalin dengan pihak AirAsia merupakan salah satu gerbang untuk melebarkan sayap bisnisnya. “Setelah kesepakatan ini, diperkirakan lebih dari 1.300 pesawat akan ada di dalam kontrak lainnya, sebagai solusi GX Aviation dan European Aviation Network (EAN) generasi selanjutnya,” terang Philip percaya diri. Diketahui, ini merupakan salah satu order terbesar yang pernah ditangani oleh Inmarsat.
Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen
CEO AirAsia Group, Tony Fernandes mengatakan bahwa GX Aviation akan menjadi tulang punggung penawaran kabin digital AirAsia. “Kami akan menyediakan konektivitas tanpa batas selama penerbangan, baik untuk streaming video, membuka media sosial, chatting, hingga mengakses email,” kata Tony. “Ditambah dengan platform hiburan dan e-commerce ROKKI yang menampilkan film, musik, artikel dan permainan gratis,” tambanhnya. Dengan begitu, para penumpang AirAsia dapat segera menikmati perjalanan udara bertemakan digital terkaya di Asia. Ini merupakan salah satu inisiasi untuk meningkatkan pelayanan kepada para penumpangnya.
Meski terlihat sebagai area yang lapang, namun setiap orang yang melintasi apron pesawat harus tetap waspada dan mengikuti instruksi dari ground crew, maklum di apron terdapat banyak aktivitas, mulai dari urusan bongkar muat kargo, pengisian bahan bakar sampai lalu lalangnya shuttle bus. Namun indisen yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, Semarang pada Senin sore kemarin (9/10) merupakan sesuatu yang berbeda.
Baca juga: Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat
Akibat efek dari jet blast atau engine blast, tangga pesawat yang nampak kokoh pun dapat terdorong dan rubuh. Persisnya jet blast diakibatkan ‘hentakan’ mesin jet dari pesawat Bombardier CRJ700 milik Garuda Indonesia. Akibatnya hembusan angin jet dari ‘knalpot’ pesawat bermesin dua tersebut, tangga belakang pesawat Airbus A320 milik Batik Air ID 6356.
Jet blast yang terjadi sore hari pukul 15.47 WIB menyebabkan tangga yang sedang dipasang di pesawat Batik Air ID 6356 jatuh dan menimpa 3 orang. Ketiga orang korban adalah petugas ground handling, petugas PT Angkasa Pura I, dan seorang penumpang Batik Air. Diantara ketiganya, petugas ground handling yang disebut-sebut mengalami luka berat, sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Di dunia penerbangan Tanah Air, istilah jet blast jarang disebut. Merujuk dari definisinya, jet blast adalah fenomena pergerakan udara secara cepat yang dihasilkan oleh dorongan tenaga mesin jet. Umumnya jet blast terjadi pada proses sebelum pesawat tinggal landas. Sebuah pesawat dalam ukuran besar (wide body), secara teori dapat menghasilkan tekanan angin dengan kecepatan 190 km per jam hingga jarak 60 meter. Bila ada material dalam radius 60 meter di belakang mesin jet, maka akan merasakan 40 persen dari daya maksimum mesin jet tersebut.
Dampak jet blast bisa berujung fatal, selain melukai orang, kendaraan pun bisa mengalami kerusakan akibat hembusan dari angin jet tersebut. Untuk itu selama pesawat bermanuver di dalam apron diharuskan mematuhi ketentuan tentang batas penggunaan kekuatan mesin (cool power). Dalam kasus yang terjadi di Bandara Ahmad Yani, seharusnya pilot Bombardier CRJ700 dapat lebih hati-hati mengingat area apron di bandara tersebut terbilang kecil.
Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling EkstrimJadi Atraksi Wisata
Meski mengundang maut, sensasi hembusan dari tekanan angin mesin jet rupanya menjadi sensasi tersendiri bagi wisatawan pencari adrenalin. Di Karibia, Jet Blast jadi fenomena ‘menyenangkan’ bagi turis di kawasan pantai kepulauan St Marteen.Di sana, para turis bermain dengan jet blast karena bandara tepat di kawasan pantai. Namun, belum lama ini, seorang turis asal Selandia Baru dikabarkan meninggal dunia gara-gara jet blast di dekat salah satu bandar udara paling berbahaya di dunia.
Perempuan 57 tahun tersebut dikabarkan tengah menyaksikan sebuah pesawat yang akan lepas landas dari bandara Putri Juliana di St Maarten, saat dia terdorong embusan salah satu mesin jet pesawat itu. Setelah terjatuh dan tak sadarkan diri, perempuan itu dilarikan ke rumah sakit. Namun, akhirnya dia dinyatakan meninggal dunia akibat luka di bagian kepalanya.
Setelah bus hadir dengan teknologi ramah lingkungan, maka halte sebagai pra sarana transportasi idealnya juga harus mendukung kampanye yang sama. Namun pada penerapannya, terasa jauh lebih sulit mengimplementasikan halte yang ramah lingkungan. Namun nun jauh di Inggris, tepatnya kota Norwich, justru ada halte yang dibangun dengan tak hanya ramah lingkungan, tapi juga dapat memberi rasa nyaman bagi calon penumpang bus.
Baca juga: Teknologi Ultra Broadband Sambangi Halte Bus di Selandia BaruKabarPenumpang.com melansir dari laman uea.ac.uk (6/10/2017), sebuah halte bus di Univesity of East Anglia (UEA) di Inggris mendapat penghargaan dari Asosiasi Arsitek Norfolk atas keahlian dan desain yang dihadirkannya. Halte ini mendapat penghargaan lantaran dianggap sebagai salah satu tempat yang memiliki kualitas karbon rendah.
Sebab, proyek halte bus ini bangun oleh MJS dengan menggunakan bahan yang berkelanjutan dan memiliki atap hijau untuk memberikan kesan keanekaragaman hayati dan sangat ramah lingkungan. Sedangkan untuk desain halte ini sendiri dibuat oleh arsitek LSI yang membuat struktur bangunanan dengan baja Kantilever sederhana yang di susun di bagian tengah halte.
Tempat duduk untuk menunggu bus di halte ini pun dibuat sedikit unik dengan menjadikan beberapa ayunan dan sisanya seperti tempat duduk biasa. Selain membuat nyaman, menunggu bus pun menjadi tidak bosan. Tak hanya ramah lingkungan dan nyaman, halte bus ini juga sudah dilengkapi dengan papan informasi elektronik dengan jadwal real time terkait kedatangan dan keberangkatan bus.
Baca juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!
“Halte bus ini merupakan proyek kolaborasi dengan gagasan dan umpan balik dari pengguna bus, termasuk mahasiswa yang memang akses ke kampusnya menggunakan bus. Selain itu ide rancangan halte ini mendapat masukan kreatif dari para arsitek LSI. Ini menghasilkan tempat penampungan yang menarik atas beberapa gagasan dan memberi cetak biru untuk area tunggu di masa depan,” ujar Dawn Dewar, Koordinator Transportasi Univesity of East Anglia.
Diketahui, halte bus ramah lingkungan di Univesity of East Anglia sudah ada dan dibuka pada November 2016 lalu yang juga menjadi bagian dari skema Dewan Norfolk County dan pihak univestitas untuk meningkatkan citra, efektivitas dan penggunaan transportasi umum di area kampus.
Seorang penumpang taksi bernama Harry Miskin di Inggris mengkalim bahwa saat menaiki taksi, sang pengemudi membahayakan dirinya. Ini terjadi saat Harry menaiki taksi dimana sang pengemudi membawa mobil dengan kecepatan 70 km per jam sembari bertelepon
Baca juga: Bukan Sekedar Isapan Jempol, Dubai Mulai Uji Coba Taksi DroneKabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (5/10/2017), saat itu Harry baru pulang dari rumah kakek neneknya dan menumpang taksi. Sayangnya, pengemudi taksi yang ditumpanginya tidak membuatnya nyaman, melainkan memberikannya ancama dan bahaya yang cukup besar.
Pengemudi taksi yang diketahui berusia 22 tahun ini mengemudikan mobilnya dengan satu tangan memegang telepon sembari memesan kebab ayam untuk dibawa pulang dalam kecepatan 70 km per jam. Harry menceritakan bahwa pengemudi tersebut memesan ayam doonner dan naan sebelum diberitahukan pesananan tersebut akan diambilnya.
“Dia menempatkan orang-orang dalam bahaya yang semestinya tidak terjadi. Mengapa hidupku harus menjadi seorang yang akan berisiko karena seseorang?,” ujar Harry.
Dia bercerita, teman baiknya satu tahun lalu meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, ini adalah rasa yang membuatnya mengingat temannya tersebut dan akhirnya meminta berhenti agar tidak terjadi sesuatu risiko tinggi terhadap dirinya.
“Sebuah mobil adalah benda yang berbahaya dan hanya butuh satu detik untuk sebuah kecelakaan terjadi jika tidak dalam konsentrasi baik,” aku Harry.
Harry saat itu juga merekam kejadian dirinya dalam bahaya tersebut dn mengunggahnya ke Facebook. Video tersebut diberi caption “Saya telah menggunakan taksi Silsden & Steeton Private Hire selama bertahun-tahun tetapi setelah malam ini saya bisa mempertimbangkan kembali sebelum menggunakannya. Berkendara dengan kecepatan 70 km per jam dan menuju bypass, mengemudi dengan santai sambil telpon dan memesan takeaway.”
Baca juga: Biar Tak Bingung, Ini Panduan Pilih Taksi di Bandara
Karena kejadian ini, Harry kemudian turun dan memberikan pengemudi £10 dan melanjutkan perjalanan pulangnya dengan jalan kaki. Video buatan Harry ini pun sudah sampai ke West Yorkshire Police.
Atas kejadian ini Silsden & Steeton Private Hire telah diminta untuk mengomentar insiden tersebut. Sebab undang-undang yang baru menuliskan bagi pengemudi yang menggunakan ponsel mereka di belakang kemudi akan dikenanan denda dua kali lipat hingga £200.
Bandara Dubai di Uni Emirat Arab dikenal luas sebagai salah satu tempat transit dan tersibuk di dunia. Dalam konteksi untuk memudahkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan, otoritas bandara kini sedang merencanakan untuk mengadopsi solusi baru untuk memudahkan identifikasi penumpang. Solusi ini wajar disebut baru, pasalnya yang digunakan adalah konsep terowongan pintar (smart tunnel) yang bisa mempercepat identifikasi melalui sistem pengenalan biometrik.
Baca juga: Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-HattaKabarPenumpang.com merangkum dari gulfnews.com (9/10/2017), General Directorate of Residence and Foreigners Affairs di Dubai (GDRFA) memperkenalkan teknologi baru ini pada hari pertama acara Gitex 37 di World Trade Center. Mayor Khalif Al Felasi Assistant General Director of Smart Services di GDRFA mengatakan Smart Tunnel akan menjadi masa depan untuk mengendalikan dan memindai paspor baru di Dubai.
“Ini adalah yang pertama di dunia dan menjadi sistem biometrik yang memungkinkan calon penumpang untuk berjalan melalui terowongan tanpa melakukan apapun. Mereka bahkan tidak lagi perlu menunjukkan paspor. Terowongan dengan teknologi pengenalan wajah yang di sematkan ini bisa menyelesaikan prosedur masuk dalam waktu 15 detik,” ujar Al Felasi.
General Directorate of Residence and Foreigners Affairs melakukan koordinasi dengam maskapai Emirates untuk proyek Smart Tunnel sebagai bagian dari inisiatif akselerator pemerintah. Sistem terowongan pintar ini menggunakan teknologi pengenalan iris pada mata, penumpang harus berdiri di depan terowongan sebelum melalui pengenalan wajah.
Terowongan ini berwarna putih, dengan desain lantai digital berwarna hijau yang berubah warna menjadi merah saat penumpang berjalan menelusurinya hingga prosedur selesai.
“Ini adalah proyek masa depan dan kami memiliki satu terowongan yang dipresentasikan di Gitex. Kemudian kami akan pergi ke bandara untuk memeriksa fitur terowongan dan melihat apa yang dapat kami tambahkan sebelum melaksanakan proyek ini,” kata Al Felasi.
Namun untuk pembuatan terowongan ini di bandara Dubai belum jelas kapan akan dilakukan. Dia hanya mengatakan proyek tersebut akan mencakup mobil listrik Tesla untuk mengangkut penumpang ke bandara dan mendaftarkan berkas mereka selama perjalanan ke bandara.
Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai
“Mobil tersebut akan mengumpulkan informasi penumpang, termasuk bobot barang bawaan, dalam perjalanan ke bandara dan akan mengantarkan boarding pass ke mobil itu sendiri. Itu semua dilakukan oleh smartphone, “tambahnya.
Saat penumpang tiba di bandara, barang bawaan otomatis melewati sistem cerdas tanpa perlu membawanya. Penumpang kemudian bisa melanjutkan melalui smart tunnel untuk menyelesaikan prosedur kontrol paspor dalam beberapa detik.
Megahubs Internasional Index 2017 menobatkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara paling terkoneksi ke tujuh di dunia atau ke dua di Asia Pasifik. Penobatan ini juga dipublikaskan secara langsung oleh air travel intelligence kenamaan asal Inggris, OAG.
Baca juga: Di Bandara Soetta – Perut Lapar Tapi Budget Ngepas, Yuk Makan di Sini!
Pada hasil laporannya nilai indeks konektivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) adalah 256 atau hanya terpaut satu poin dengan Bandara Internasional Changi Singapura yang memiliki nilai koneksi 257. Nilai indeks ini menggambarkan bahwa dalam satu hari di bandara Soetta terdapat 35 ribu kemungkinan konektivitas internasional.
Dalam menentukan nilai indeks tersebut, OAG menghitung berdasarkan total kemungkinan konektivitas bandara untuk penerbangan kedatangan dan keberangkatan dalam masa jendela waktu enam jam atau six hour window. Sedangkan kriteria untuk menentukan konektivitas diantaranya adalah penerbangan internasional menuju dan dari bandara tersebut atau single international connections dan penerbangan internasional yang masuk baik domestik ke internasional atau internasional ke domestik serta internasional ke internasional.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, Bandara Soetta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 60 juta per tahunnya dan terus meningkat.
Baca juga:Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-Hatta
“Guna mengakomodir tumbuhnya permintaan penerbangan dari berbagai negara ke depannya maka AP II kini tengah melakukan pengembangan baik itu di sisi udara maupun sisi darat sehingga bandara ini dapat maksimal dalam memanfaatkan potensinya. Di Bandara Soetta juga terdapat rute internasional tersibuk ke-2 di dunia yaitu Jakarta – Singapura dengan jumlah penumpang mencapai 322.488 setiap bulannya. Hal ini menandakan bahwa Bandara Soetta mampu mempertahankan stabilitas operasional bahkan semakin baik dengan sejumlah rute baru yang dibuka baik itu penerbangan domestik maupun internasional,” jelas Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (6/10/2017).
Adapun stabilitasi operasional Bandara Soetta didukung tiga hal yakni kesiapan infrastruktur bandara baik udara maupun darat termasuk didalamnya teminal penumpang, SDM yang kompeten serta efisiensi dan efektifitas operasional yang semakin meningkat secara berkelanjutan seiring dengan implementasi program smart airport.
Terkait infrastruktur, dapat diinformasikan bahwa AP II tengah melakukan pengembangan secara masif yang mencakup tiga sektor yaitu pembangunan Bandara yakni revitalisasi Terminal 1 dan 2, pembangunan Terminal 3 dan 4, serta peningkatan kapasitas Runway 1 dan 2, lalu pembangunan Runway 3. Sektor lainnya adalah Aksesibilitas yakni dengan menghadirkan layanan transportasi kereta api baik itu jalur commuter rail maupun express rail.
“Di samping Airport dan Accessibility, AP II juga mengembangkan sektor bisnis penunjang yang dalam hal ini disebut dengan Arena. Sektor Arena ini merupakan upaya AP II dalam meningkatkan pendapatan dari non aeronautika dengan membangun cargo village, integrated building, dan skycity,” jelas Awaluddin.
Melalui pengembangan sektor Airport, Accessibility, dan Arena, maka bandara Soetta dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya untuk secara maksimal menjadi bandara kebanggaan bangsa dan ikut menopang pertumbuhan pariwisata dan perekonomian Indonesia.
Sebagai salah satu maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC), AirAsia kembali membuka rute penerbangan baru dari Indonesia menuju India, tepatnya dari Pulau Bali menuju Kolkata (d/h Kalkuta), salah satu kota besar di pesisir Barat India yang dikenal sebagai pusat industri tekstil dan goni. Rute ini diresmikan pada 4 Oktober 2017 kemarin.
Baca juga: Mudahkan Akses Penumpang, AirAsia India Jalin Kerjasama dengan ZoomcarKabarPenumpang.com melansir dari laman airasia.com (2/10/2017), pengoperasian rute baru ini menyusul dari rute sebelumnya ke India tepatnya ke Mumbai dari Bali pada Mei 2017. Penerbangan rute baru ke Kalkota tak dilakukan setiap hari, namun baru sebanyak empat kali dalam seminggu.
Penerbangan perdana rute ini dari Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose di Kolkata dan mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan pesawat Airbus A320-200 disambut dengan water canon. Tak hanya itu, para penumpang maskapai ini, juga disambut oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Staf Khusus Meneteri Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro, Pejabat Bandara Ngurah Rai dan CEO Grup AirAisa di Indonesia Dendy Kurniawan.
Sebenarnya walaupun baru diresmikan, penjualan tiket rute ini sudah dibuka sejak tanggal 17 Agustus lalu bersamaan dengan peringatan Kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Adanya layanan baru ini, membuat penerbangan dari Bali menuju Kolkata hanya ditempuh dengan waktu tujuh setengah jam dan ini sudah termasuk dengan transit sebentar di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Rute ini merupakan bagian dari ekspansi kami tahun ini yang merupakan rute internasional keempat dari Grup AirAsia di Indonesia, setelah Bali – Mumbai, Bali – Narita, dan Jakarta – Makau. Kami juga ingin sekali lagi menekankan bahwa ekspansi kami ini hanya dimungkinkan berkat kerja keras yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sehingga saat ini kita berada dalam kategori 1 peringkat keselamatan FAA, oleh karena itu kami sangat menghargai hal tersebut,” ujar Dendy.
Baca juga: Mau Wisata Ke Makau? Kini AirAsia Tawarkan Penerbangan Langsung dari Jakarta
India diketahui memiliki persentase pertumbuhan tertinggi kedua bagi jumlah wisatawan ke Indonesia dengan 27 persen per tahun, tepat di belakang Cina dengan 45 persen per tahun. Sebagai bekas ibukota India, Kolkata memamerkan beragam situs sejarah, mulai dari bangunan peninggalan sejarah, tembok kolonial dan artefak yang berasal dari masa penjajahan Inggris. Pengunjung dapat mengagumi Victoria Memorial yang menakjubkan yang dirancang untuk memperingati mangkatnya Ratu Victoria pada tahun 1901, mengunjungi Taman Nasional Sundarbans yang dilindungi UNESCO, dan juga menikmati kehidupan malam Kolkata yang marak dengan pub dan klub malam.