Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis Massal

Singapura membidik sebuah sasaran besar dalam sistem transportasi massal yang rencananya akan terealisasi pada tahun 2020 mendatang, yakni dengan menerapkan sistem cashless di semua transportasi umumnya. The Land Transport Authority (LTA), selaku regulator transportasi Singapura bersama Transitlink mengatakan dalam siaran pers bahwa Account-based Ticketing yang sudah ada sejak bulan Maret 2017 telah berkembang pesat dengan lebih dari 100.000 pengguna dan bisa dikatakan sebagai “umpan yang membangun” dalam sistem cassless. Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation Kedua belah pihak berencana untuk memperpanjang kontrak dengan Mastercard yang semula direncanakan hanya enam bulan tersebut. LTA dan TransitLink tengah berdiskusi mengenai skema pembayaran lainnya untuk turut disertakan. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman channelnewsasia.com (11/8/2017), adapun bukti nyata yang dilakukan kedua belah pihak untuk merealisasikan ide tersebut adalah menghapus layanan cash top-up di pusat layanan penumpang MRT, dan ini akan dilakukan secara bertahap per 1 September mendatang, serempak di 11 stasiun. Menurut laman sumber, ke-11 stasiun tersebut meliputi: Admiralty, Bedok, Bukit Panjang, Buona Vista, Taman Farrer, HarbourFront, Hougang, Lakeside, Pasir Ris, Serangoon dan Yew Tee. Layanan cash top-up masih akan tersedia di mesin tiket umum yang ada, serta di mitra-mitra retail seperti 7-Eleven dan Cheers. “Kami akan memantau dampaknya kepada komuter sebelum menghapuskan layanan cash top-up di pusat layanan penumpang di stasiun kereta lainnya pada tahun depan,” ungkap salah satu sumber. LTA dan Transitlink mengatakan bahwa para penumpang dapat menggunakan kartu bank pribadi mereka, serta metode pembayaran mobile seperti Apple Pay dan Android Pay. Sejak metode tersebut diaplikasikan ke mesin tiket umum pada Januari kemarin, transaksi cashless top-up sontak melonjak dengan sangat drastis. Terhitung lonjakan tersebut melebihi angka 70 persen dalam periode enam bulan saja. Kedua belah pihak juga akan secara bertahap menghapuskan opsi pembayaran tunai untuk transaksi transportasi umum, termasuk untuk layanan pembayaran tiket di dalam bus serta layanan stored-value card services atau yang serupa dengan e-money yang diberlakukan oleh Commuter Line Jabodetabek. Penghapusan bertahap ini direncanakan akan terus berjalan hingga waktu beberapa tahun ke depan. Baca Juga: Microchip Implan Digunakan Untuk Pembayaran Tiket Kereta di Swedia “Pertumbuhan pembayaran elektronik telah berkembang dengan amat pesat, menggantikan pembayaran tunai dan top-up menjadi cashless yang terbukti lebih mudah untuk digunakan dan tidak perlu ribet menarik tunai,” ungkap Lam Wee Shann, direktur grup dari Unit Pengembangan Teknologi dan Industri di LTA. “Tujuan kami adalah untuk memberlakukan sistem pembayaran cashless di semua transportasi umum pada tahun 2020 dan kami bertekad untuk melakukannya dengan meningkatkan pengalaman tentang tiket cashless bagi semua penumpang,” tambahnya. Lam menambahkan bahwa tonggak utamanya adalah pembukaan jalur rel utama cashless pertama di Jalur Thomson – Pesisir Pantai Timur pada tahun 2019 mendatang. LTA dan TransitLink menyadari bahwa beberapa penumpang mungkin memerlukan panduan untuk beralih ke sistem angkutan umum tanpa uang tunai, oleh karena itu TransitLink akan menempatkan agen layanan pembantu di 11 stasiun MRT tersebut. Adapun salah satu tujuan lain dari penghapusan pembayaran tunai adalah memungkinkan industri angkutan umum untuk menghindari timbulnya biaya penanganan uang tunai yang meningkat, dimana biaya tersebut dapat diinvestasikan kembali untuk memperbaiki sistem transportasi umum.” ungkap juru bicara LTA.

Seorang Pria Nekat Membunuh Sang Istri di Kapal Pesiar

Kapal Pesiar Alaska dibuat heboh pada 25 Juli 2017 yang lalu saat para penumpang kapal tersebut menikmati makan malamnya. Ini lantaran seorang penumpang diduga melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Pria tersebut bernama Kenneth Manzanares yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap istrinya, Kristy Manzanares. Baca juga: MSC Meraviglia, Kapal Pesiar Terbesar dari Mediterranean Shipping Cruises Dilansir KabarPenumpang.com dari globaws.calne (28/7/2017), kejadian tersebut berawal dari adanya teriakan dari salah satu kamar di kapal pesiar tersebut. Charles Rowlen saat itu bersama dengan sang istri yang tengah mandi dan mendengar teriakan yang tidak normal seperti halnya orang berteriak. Setelah mendengar teriakan tersebut, Rowlen dan istri keluar dan melihat dari atas balkon seorang pria yang berlumuran darah. “Saya mendengar ada ada lebih dari dua atau tiga orang wanita atau anak perempuan. Yang pastinya suara wanita menjerit. Istriku seorang perawat dan dia hampir saja meloncat dan mengatakan kami harus masuk kembali ke kamar, karena ada pengumuman bahwa pihak keamanan kapal menuju ke tempat terdengarnya teriakan,” jelas Rowlen. Selain Rowlen, seorang penumpang lain bernama Chris Ceman sedang berada di lorong dekat kamar tempat pembunuhan tersebut terjadi. “Seorang gadis kecil keluar dari ruangan itu sambil berlari, dan meminta bantuan karena orangtuanya bertengkar. Dia terdengar putus asa, tapi kejadian tersebut membuat kru kapal datang secepat mungkin,” ujar Ceman. Diketahui, dari dokumen pengadilan, beberapa orang sudah ke kamar tersebut sebelum penangkapan terjadi dan meliaht pria di ruangan tersebut dan istrinya sudah tegerletak di lantai dengan darah yang berlumuran. Saat ditemukan berlumuran darah, ternyata kepala korban luka parah dan dinyatakan tewas di tempat kejadian. Baca juga: Garap Wisata Bahari, Pelni Canangkan Layanan Kapal Pesiar Akibat kejadian tersebut, Kenneth dijadikan tersangka dan ditahan dengan tangan diborgol oleh pihak kemanan kapal pesiar Alaska di sebuah ruagan dekat kamarnya. Kemudian saat FBI datang, dan ditanya aalsan membunuh sang istri, Kenneth menjawab “Dia tidak akan berhenti menertawakan saya.” Tak hanya itu, setelah menjawab hal tersebut, Kenneth mengatakan dengan berkeluh kesah, “Hidupku sudah berakhir.”

Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

Ada beragam ukuran yang mengindikasikan ‘besarnya’ suatu bandara, bisa diukur dari fasilitas untuk calon penumpang, area parkir, sampai dukungan apron untuk fungsi lalu lintas penerbangan. Namun yang paling mudah menjadi ukuran terbesar adalah luas lahan pada keseluruhan area si bandara yang dimaksud. Dan KabarPenumpang.com merangkum dari worldatlas.com tentang bandara-bandara yang dianggap terbesar berdasarkan luas lahan yang dikelolanya. Baca juga: Duuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia 1. Bandar Internasional King Fahd Bandara ini adalah yang terbesar di dunia dan memiliki luas 78 ribu hektar. Desain bandara ini dimulai tahun 1976 dan di rancang oleh arsitek Yamsaki dan Associates bersama dengan Aerosystem Internasional. Pembangunan awal bandara ini dimulai 1983 dan selesai tahun 1999. Bandara ini memiliki enam terminal penumpang. Tiga diantaranya untuk proses penumpang, satu untuk kedatangan, satu untuk keberangkatan dan satu untuk asrama. Adapun luas terminal penumpangnya yakni 3.520.000 persegi dan dilengkapi banyak loket pelanggan dimana 66 disediakan untuk maskapai Saudi, 44 untuk maskapai asing da sisanya untuk imigrasi dan bea cukai. Pada bagian atas bandara King Fadh memiliki masjid dengan desain modern yang mampu menampung 2000 jamaah. Bandara ini juga memiliki terminal yang diperuntukkan bagi keluarga kerajaan, pejabat pemerintah dan pejabat asing. Luas terminal kerajaan seluas 177 ribu persegi. 2. Bandara Internasional Denver Bandara yang terletak di Colorado, Amerika Serikat ini merupakan bandara terbesar kedua di dunia dan Amerika Serikat dengan luas wilayah 13.736 hektar. Bandara ini memiliki landasan pacu terpanjang di Amerika tahun 2015 lalu dan menjadi bandara tersibuk ke 18 di dunia dan ke enam di Amerika Serikat dengan lalu lintas dengan penumpang lebih dari 54 juta penumpang.
Denver Internasional Airport
Denver juga memiliki koneksi domestik terbesar ketiga di AS dan memiliki koneksi nonstop di seluruh Eropa, Asia, Amerika Utara dan Amerika Latin yang melayani 178 destinasi. Selama enam tahun berturut-turut, bandara terbesar di dunia ini terpilih sebagai bandara terbaik di Amerika Utara dari tahun 2005 sampai 2010. Bandara ini berfungsi sebagai pusat utama Frontier Airlines dan yang terbesar keempat untuk United Airlines dengan memiliki 375 keberangkatan setiap hari dari 141 destinasi. Diketahui, bandara Denver adalah satu-satunya bandara AS yang enerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang mencakup seluruh bandara. Mulai beroperasinya bandara ini tanggal 29 Oktober 1993 lalu. 3. Dallas / Fort Worth International Bandara Dallas menjadi yang ketiga terbesar di dunia dengan luas bandara 7800 hektar. Bandar ini terletak di Amerika Serikat. 4. Shanghai Pudong InternationalDuuh! Ini Dia 10 Bandara Terburuk di Dunia Bandara yang berada di negeri tirai bambu ini menempati urutan keempat terbesar di dunia dengan luas bandara 3.350 hektar.
Bandara internasional Charles de Gaulle
5. Charles de Gaulle Menjadi salah satu tujuan wisata, negara Perancis juga memiliki bandara terbesar di dunia dengan luas 3.200 hektar. 6. Madrid Barajas Bandara di Spanyol ini memiliki luas 3.050 hektar dan menempati urutan keenam dari 10 bandara terbesar lainnya.
Madrid Airport
7. Bangkok International Bangkok, tempat destinasi paling sering dikunjungi masyarakat dunia. Bandara Bangkok sendiri memiliki luas 2.980 hektar 8. Chicago O ‘Hare Diurutan kedelapa ada Chocago O’Hare yang berada di Amerika Serikat dengan memiliki luas 2.160 hektar. Baca juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim 9. Kairo Internasional Bandara Kairo yang terdapat di Mesir ini memiliki luas 2.550 hektar dan berada diurutan kesembilan terbesar di dunia.
Cairo Airport
10 Beijing Capital International Diurutan kesepuluh ditempati Bandara Beijing yang memiliki luas 2.330 hektar.

Tak Lagi Gunakan Timer, Secerdas Apa Sistem Pengaturan Lalu Lintas Baru di India?

Nama kota di Selatan India ini terdengar unik, yaitu Surat, dengan penduduk 4,8 juta jiwa, Surat memiliki pertumubuhan lalu lintas kendaraan yang sangat pesat, dan kini Surat tengah menanti sebuah sistem pengaturan lalu lintas cerdas. Nantinya, Adaptive Traffic Control System (ATCS) ini akan dipasang di setiap persimpangan jalan, baik besar maupun kecil. ATCS sendiri akan beroperasi menggunakan sensor tertanam. Baca Juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi Dalam mengimplementasikan rencana ini, Surat Minicipal Corporation (SMC) telah mengalokasikan dana sebesar Rs103 crore, dimana nantinya Intelligent Traffic Management System (ITMS) ini akan menggantikan peran dari sistem manajemen lalu lintas terpadu yang sudah ada. Sebagaimana KabarPenumpang.com himpun dari laman timesofindia.indiatimes.com (2/8/2017), sistem persinyalan canggih ini juga terbukti sukses mengatur lalu lintas di beberapa negara di Eropa serta Cina. Menurut laman sumber, ITMS ini tengah dirancang sedemikian rupa sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di India. Diketahui, sebuah perusahaan yang berbasis di Thiruan Bahru telah mengantongi tender untuk mengurus proyek yang akan mengubah rona dari lalu lintas di negara penghasil film Bollywood tersebut. Otoritas setempat telah mengidentifikasi kurang lebih ada sekitar 267 persimpangan di Surat. Itu artinya, kurang lebih ada sekitar 398 kamera CCTV yang turut dipasang berdampingan dengan sensor tersebut. Kamera virtual loop yang menjadi bagian dari sistem pengaturan lalu lintas cerdas ini akan terus membaca situasi lalu lintas di lokasi dan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Sensor cerdas ini akan memperpanjang durasi lampu hijau bagi jalur yang terlihat padat, dan sebaliknya ‘memainkan’ durasi lampu merah untuk jalur yang memiliki volume kendaraan yang lebih lengang. Saat ini, lampu lalu lintas di sana masih menggunakan sistem timer, dimana para pengguna kendaraan wajib berhenti ketika lampu merah menyala selama 120 detik, baik kondisi jalur tersebut lengang ataupun ramai. Tentu saja dengan pengaplikasian sistem lalu lintas semacam ini tidak cocok untuk kota dengan volume kendaraan yang cukup padat. Maka tidak heran jika sistem timer ini terus dipertahankan, kota tersebut akan semakin semerawut, mengingat pertumbuhan kendaraan yang seakan tidak bisa dihentikan. Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta! Sebuah sumber resmi mengatakan bahwa badan sipil yang menangani proyek ini telah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk peluncuran sistem ATCS. Tidak hanya mengatur kepadatan lalu lintas, jaringan kamera ini juga dapat memantau para pelanggar lalu lintas, dan akan mengirimkan surat tilang ke rumah yang bersangkutan. Mungkin peribahasa “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” tepat untuk menggambarkan sistem pengaturan lalu lintas cerdas ini. Tidak hanya mengatur para pengguna kendaraan, sistem ini juga dapat memudahkan para pejalan kaki. Akan ada sebuah penanda kepada para pedestrian agar menyebrang jalan dalam waktu 10 hingga 20 detik, selama durasi lampu hijau untuk pejalan kaki menyala. Menurut data yang dimiliki oleh Regional Transport Office (RTO), kota ini memiliki sekitar 2,9 juta kendaraan yang memenuhi jalanan tiap harinya, dimana sekitar 170.000 kendaraan bertambah setiap tahunnya. “Surat merupakan kota pertama di negara bagian Gujarat dan kedua setelah Hyderabad yang memiliki sistem manajemen lalu lintas seperti ini.” ungkap salah seorang perwira senior di Kementerian Lalu Lintas setempat. Melihat solusi yang akan diterapkan di Surat, rasanya ideal juga untuk diterapkan di Jakarta, mengingat problem lalu lintas yang ada relatif mirip, dan lampu lalu lintas di Jakarta sebagian besar masih menggunakan sistem timer.

Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android

Nampaknya warga Cina tengah berbahagia karena bisa menikmati sebuah sistem pembayaran baru untuk moda kereta bawah tanahnya. Tidak lagi menggunakan uang tunai atau sistem tap-cash, melainkan mereka cukup melakukan pembayaran menggunakan ponsel mereka masing-masing. Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation Namun, layanan tersebut masih belum bisa digunakan di kota-kota lain, selain Ibu Kota Cina, Beijing. Hal ini dikarenakan uji coba terbatas yang sudah dilakukan sejak bulan Juni silam. Seperti yang KabarPenumpang.com himpun dari laman techinasia.com (15/7/2017), Layanan pembayaran menggunakan ponsel ini mulai bisa digunakan per minggu ini. Animo masyarakat untuk mencoba sistem baru ini juga bisa dibilang cukup tinggi, walaupun beberapa diantara mereka masih ada yang kebingungan. Dilansir dari laman sumber, otoritas setempat menemukan satu masalah dalam metoda pembayaran baru ini, yaitu hanya pengguna ponsel bersistem Android-lah yang dapat menggunakannya. Nampaknya para pengguna ponsel bersistem iOS dari Apple harus menggigit jari, dikarenakan NFC (Near Field Communication) atau teknologi pembayaran contactless milik sistem iOS terkunci oleh Apple Pay. Jadi untuk saat ini, hanya pengguna ponsel Android-lah yang dapat membuka gerbang menuju peron. Selama Anda menggunakan ponsel yang masih tergolong baru, Anda bisa menjajal kereta bawah tanah di Beijing cukup dengan menggunakan aplikasi di ponsel Anda, karena biasanya di setiap ponsel yang masih tergolong baru memiki chip NFC yang tertanam di dalamnya. Untuk menggunakannya, para penumpang jaringan kereta bawah tanah di Beijing hanya perlu mengunduh versi digital dari kartu perjalanan jaringan ke dalam ponsel pintar mereka. Setelah terunduh, mereka bisa melakukan pengisian ulang saldo dengan berbagai pilihan harga. Terhitung sejak masa uji coba sebelumnya, Beijing, kota yang memiliki kurang lebih 21 juta penduduk ini mulai merasakan antusias masyarakatnya dalam menggunakan sistem pembayaran baru ini. Terbukti sudah 200.000 ponsel yang ditempelkan ke mesin pemindai, dimana hal tersebut meningkatkan sistem berbayar harian sebanyak dua persen. Baca Juga: E-Ticket, Antara Mempermudah Atau Memperkeruh Sementara itu, salah satu kota besar di Cina dengan 14 juta penuduknya, Guangzhou dikabarkan juga tengah mempersiapkan sistem pembayaran serupa karena melihat kesuksesan Beijing dalam meraup pangsa pasar yang lebih besar. Saat ini, Cina memimpin dalam urusan pembayaran moda transportasi menggunakan ponsel. Kementerian Teknologi Cina mencatat, sebanyak 511 juta orang menggunakan Alipay serta WeChat untuk melakukan transaksi online. Sementara itu 463 juta orang lainnya menggunakan ponsel untuk melakukan pembayaran, seperti di toko maupun di restoran. Data tersebut dilansir per awal bulan Agustus 2017.

Tak Terasa Sudah 150 Tahun Sistem Perkeretaapian Belanda di Indonesia

Tak terasa, sistem kereta api Belanda yang digunakan di Indonesia sudah mencapai 150 tahun. Momen bersejarah ini mendapat perhatian tinggi dan dirayakan di Spoorwegmuseum Utrecht, Belanda pada 10 Agustus lalu. Perayaan ini juga bukan hanya untuk memperingati ulang tahun sistem kereta api Belanda saja, melainkan mengingat bagaimana sistem perkeretaapian Belanda masuk pada masa penjajahan dahulu. Baca juga: NIS 107, Jejak Lokomotif Tertua di Indonesia Yang Terlupakan Perayaan ulang tahun ke-150 tahun ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti A Wesaka Puja yang didampingi Inspektur Jenderal Kementerian Pergubungan Indoneisa, Satrio Utomo dan Staff Khusus Menhub Wihana Kirana. “Pada 10 Agustus 1867, untuk pertama kalinya, kereta penumpang dioperasikan untuk menghubungkan kota Semarang dan stasiun Tanggung di Provinsi Jawa Tengah,” kata Puja yang dikutip KabarPenumpang.com dari netralnews.com (17/8/2017). Dalam perayaan ini juga dilaksanakan forum bisnis infrastruktur Kereta Api Indonesia, para delegasi Indonesia juga menyampaikan berbagai program pemerintah dibidang pengembangan perkeretaapian dan peluang investasi serta kerjasama dengan negara-negara lainnya yang bermitra termasuk Belanda. Puja mengatakan, pada HUT ke-150 Perkeretaapian Indonesia merupakan momen yang sangat tepat untuk memperkuat kerjasama bilateral antara Indonesia dan Belanda. Hal tersebut termasuk upaya peningkatan kerjasama dan investasi sharing pengetahuan di bidang infrastruktur transportasi. “Melalui pertemuan dengan pengusaha perkeretaapian dan pemangku kepentingan lainnya, kami juga ingin menggali peluang skema investasi yang mendukung program pengembangan infrastruktur perkeretaapian, serta menarik pengalaman dan pelajaran dari para ahli Belanda,” kata Utomo. Forum Bisnis Infrastruktur Kereta Api akan dilanjutkan dengan diskusi untuk merealisasikan peluang kerja sama di bidang transportasi kereta api dan implementasi konkrit. Beberapa perusahaan terkemuka yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Netherlands Spoorweg, Pro Rail, Structon dan dihadiri beberapa ahli kereta api Belanda. Baca juga: Bon Bon, Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Indonesia Delegasi Indonesia menyampaikan beberapa proyek yang menjadi prioritas pemerintah, termasuk pembangunan jalur kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Tidak lupa, rencana pengembangan Light Rail Transit di Bandung dan trem di Surabaya juga ikut dibahas dalam pertemuan tersebut.

Mudahkan Transportasi Warga, Aplikasi Moovit Resmi Hadir di Semarang

Tak perlu lagi antri panjang di halte bus, demikian diutarakan pihak pengelola Trans Semarang atas hadirya aplikasi Moovit di kota Lumpia. Khususnya pada jam sibuk, warga pengguna Trans Semarang dapat mengetahui dengan persis kapan dan bus koridor berapa yang akan mereka naiki. Dengan Moovit yang dapat ditaman di smatphone Android dan iOS, para penumpang tidak perlu lagi berdesak-desakan menunggu di halte, pasalnya mereka bisa mengecek kedatangan bus, termasuk beberapa pilihan moda transportasi. Baca juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis Aplikasi Bertepatan dengan HUT RI Ke-72, Moovit telah digadang Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang untuk memudahkan para pengguna jasa BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang. Moovit sendiri merupakan aplikasi yang diperkenalkan di Indonesia pertama kalinya oleh Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ). Aplikasi ini telah digunakan oleh 70 juta pengguna di 1400 kota pada 77 negara dengan pilihan 47 bahasa serta didukung berbagai komunitas lokal. Pengelola BRT Trans Semarang menggandeng Moovit Indonesia dalam penggunaan aplikasinya untuk mengetahui lokasi BRT di koridor I sampai IV. Sebelum diluncurkan, aplikasi Moovit sudah diuji coba di lapangan dan mendapat hasil cukup baik, bus datang lebih awal sekitar 30 detik hingga dua menit dari waktu yang ditentukan aplikasi. “Bisa memantau waktu kedatangan bus di berbagai tempat. Saya sarankan lima menit datang ke shelter lebih awal dari waktu kedatangan di aplikasi. Aplikasi besutan Silicon Valley ini membantu memperoleh informasi pilihan rute, posisi armada, waktu kedatangan, waktu tempuh, dan titik transit,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti. Baca juga: TransJakarta Terintegrasi KWK dengan Kartu seharga Rp15 ribu di Jam Sibuk Sebelum digunakan di Semarang, Moovit terlebih dahulu digunakan di Jakarta dan mengakomodir sejumlah angkutan umum seperti angkot, KCJ, TransJakarta, Damri, termasuk JR Connecxion dan angkutan bandara JAConnexion. Adanya kerjasama ini juga untuk mendukung program SemaranG Smart City dan menciptakan transportasi massal yang aman, nyaman dan murah. Moovit adalah aplikasi buatan Amerika Serikat yang telah mendunia, di Indonesia Moovit setidaknya sudah diunduh oleh 120 ribu pengguna. Sementara khusus untuk Semarang, sebelum peluncuran Moovit malah sudah dipakai oleh 8 ribu pengguna. Setelah Jakarta dan Semarang, Moovit rencananya akan merambah ke 13 kota lain, diantaranya Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, dan Surabaya.

Semester I 2017, PT ASDP Raih Pendapatan Rp1,25 Triliun

Meski diakui ada pelemahan pada daya beli di masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan dan penyedia jasa penyeberangan ferry menyebut bahwa pada Semester I 2017 kinerja keuangan perusahaan tetap dalam kondisi baik, bahkan pendapatan berhasil tumbuh tujuh persen dibandingkan pada Semester yang sama di tahun lalu. Baca juga: Beroperasi 2018, PT ASDP Lakukan Ground Breaking Pembangunan Dermaga Eksekutif Merak – Bakauheni “Kami optimis bahwa di Semester II tahun ini pendapatan ASDP akan melonjak secara signifikan. Untuk pendapatan Semester I-2017 ASDP mencapai Rp 1,25 triliun. Perseroan terus mendorong supaya pendapatan bisa mencapai Rp2,7 triliun dan labanya bisa tembus Rp260 miliar pada tahun ini. Pendapatan biasanya naik lebih signifikan di semester II. Meski ada kenaikan tarif, permintaan pelanggan dan antusiasme masyarakat untuk menggunakan jasa kapal ASDP nyatanya makin bagus,” ujar Faik Fahmi, direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry, dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (17/8/2017). Faik menyebutkan saat ini manajemen ASDP tengah mengupayakan transformasi bagi perusahaan demi peningkatan kesejahteraan seluruh karyawan tanpa terkecuali. “Pengembangan bisnis sedang dijalankan oleh Perusahaan, di mana kita tidak lagi sekedar mendukung konektivitas, tidak hanya menjalankan bisnis as usual, di bidang penyeberangan dan kepelabuhanan, tetapi juga dilakukan pengembangan bisnis penunjang dan penguatan penyeberangan di lintas-lintas pariwisata, long distance ferry, hingga pada perbaikan performasi untuk mendukung program pemerintah di bidang logistik nasional,” jelasnya. Baca juga: KMP Legundi – Long Distance Ferry, Kapal RoRo Terbesar di Indonesia Terdapat beberapa program quick win yang harus didukung oleh seluruh lini karyawan diantaranya adalah pengembangan area komersial Labuan Bajo berupa hotel dan marina, pengembangan fasilitas dermaga eksekutif di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, peningkatan sejumlah fasilitas pendukung di Pelabuhan serta pembangunan sistem IT guna mendukung kinerja Perusahaan. Saat ini ASDP memiliki 202 lintasan yang dilayani dan 145 kapal yang ada. Perusahaan telah menjalankan 3 (tiga) peran sekaligus yaitu Pertama, sebagai korporasi Negara yang memberikan keuntungan dan deviden melalui jasa penyeberangan dan jasa kepelabuhanan. Kedua, sebagai infrastruktur Negara yang menyediakan jaringan transportasi publik antar pulau baik bagi daerah yang sudah dan sedang berkembang, serta Ketiga, sebagai agen pembangunan di mana ASDP menyediakan jaringan tranportasi publik bagi wilayah pulau terpencil (jauh) dan terluar (perbatasan). “Dengan ketiga peran yang dimiliki ASDP tersebut, tentunya banyak kelebihan yang menjadi kekuatan kita untuk berkompetisi dalam industri penyeberangan. Bisnis yang dijalankan oleh Perusahaan terbilang stabil dan terus tumbuh dan mendapat dukungan dari Pemerintah. Namun, di balik semua kelebihan yang dimiliki oleh Perusahaan, kita tidak boleh lengah dan berhenti berinovasi,” tuturnya lagi.

Sambut HUT RI Ke-72, PT ASDP Buka Layanan Tiket Online di Tujuh Lintasan

Setelah sebelumnya menggelar layanan tiket online dan berjadwal pada rute penyeberangan ferry Merak – Bakauheni dan Ketapang – Gilimanuk, PT ASDP Indonesia Ferry kini meningkatkan layanan penjualan tiket online pada lintasan lain, yakni Gresik – Bawean, Bawean – Paciran, Paciran – Garongkong, Surabaya – Lembar, Kayangan – Poto Tano, Lembar – Padang Bai, dan Padang Bai – Nusa Penida. Peluncuran layanan tiket online pada beberapa lintasan tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum HUT RI Ke-72. Baca juga: Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone Dikutip KabarPemumpang.com dari siaran pers (17/8/2017), saat ini PT ASDP mengelola 202 lintasan yang dilayani dan 145 kapal yang ada. Perusahaan telah menjalankan 3 (tiga) peran sekaligus yaitu Pertama, sebagai korporasi Negara yang memberikan keuntungan dan deviden melalui jasa penyeberangan dan jasa kepelabuhanan. Kedua, sebagai infrastruktur Negara yang menyediakan jaringan transportasi publik antar pulau baik bagi daerah yang sudah dan sedang berkembang, serta Ketiga, sebagai agen pembangunan di mana ASDP menyediakan jaringan tranportasi publik bagi wilayah pulau terpencil (jauh) dan terluar (perbatasan). “Dengan ketiga peran yang dimiliki ASDP tersebut, tentunya banyak kelebihan yang menjadi kekuatan kita untuk berkompetisi dalam industri penyeberangan. Bisnis yang dijalankan oleh Perusahaan terbilang stabil dan terus tumbuh dan mendapat dukungan dari Pemerintah. Namun, di balik semua kelebihan yang dimiliki oleh Perusahaan, kita tidak boleh lengah dan berhenti berinovasi,” ujar Faik Fahmi, direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat menjadi inspektur Upacara Peringatan HUT RI ke 72 di Padang, Sumatera Barat. Baca juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar Terkait peringatan HUT RI Ke-72, pada 17 Agustus 2017 PT ASDP menggelar Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Perairan Selat Sunda dalam pelayaran reguler KMP Batumandi dari Merak menuju Bakauheni. Upacara Peringatan HUT RI ke 72 di KMP Batumandi dipimpin Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Christine Hutabarat, yang dihadiri oleh tamu undangan mitra kerja Gapasdap, Kepolisian Sektor Pelabuhan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Biro Klasifikasi Indonesia, dan diikuti oleh segenap karyawan PT ASDP Cabang Merak maupun kantor pusat serta penumpang umum KMP Batumandi.

Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan

Sebuah asosiasi mengatakan bahwa beberapa staf bandara memiliki akses masuk ke dalam pesawat tanpa harus melewati tahap pemeriksaan awal. Sementara itu penumpang akan melewati satu tingkat pemeriksaan kembali mengingap penangkapan sejumlah orang yang diduga teroris pada beberapa waktu yang lalu. Australian Federation of Air Pilots (AFAP) mengatakan bahwa selama ini penanganan terhadap orang-orang katering, kontraktor, serta teknisi dianggap terlalu santai di beberapa bandara di Ibu Kota. Baca Juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan Tentu saja para kru maskapai dan ground crew tidak melewati pemeriksaan awal, layaknya para penumpang. Marcus Diamond selaku pejabat keamanan dan teknis AFAP mengtakan bahwa kru pesawat juga harus melewati proses pemeriksaan serupa layaknya seorang penumpang. “Kami menghimbau agar kru pesawat juga diwajibkan melewati proses pemeriksaan awal di bandara-bandara besar di Australia,” ungkapnya sebagaimana yang KabarPenumpang.com lansir dari laman abc.net.au (2/8/2017). “Di satu bandara, Anda akan menemukan petugas yang siap untuk melakukan pengecekkan terhadap aviation security card (ASIC card)  serta tas yang akan dibawa oleh kru maskapai selama mengudara. Setelah lolos pemeriksaan tersebut, mereka baru diperbolehkan masuk ke dalam pesawat,” terang Marcus. Ia mengatakan biasanya kru maskapai merupakan orang yang sudah terkenal, mereka pun sudah sangat lama berada di dalam sistem tersebut. “Merekapun memiliki banyak cek serta akses keamanan, namun sering kali mereka memiliki akses yang lebih sedikit ke maskapai mereka sendiri ketimbang para penumpang,” lanjutnya. Marcus sendiri mengaku sistem keamanan yang diberlakukan di bandara Sydney tidak seketat bandara di Brisbane. “Brisbane memiliki keamanan yang jauh lebih ketat di bandara Internasional daripada di bandara domestik,” pungkas Marcus. Satu poin yang menjadi titik berat Marcus adalah konsistensi dalam akses ke airside, baik untuk kru maskapai  maupun ground crew. Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia Serikat Buruh Transportasi mengatakan bandara di wilayah Australia juga merupakan risiko keamanan yang utama. Direktur penerbangan Shane O’Brien mengatakan bahwa beberapa bandara kecil di beberapa negara bagian tidak memiliki skrining keamanan, dan bisa menjadi pintu masuk untuk barang-barang berbahaya. “Sebagian banda regional memiliki skrining di tempat, tapi masih ada juga yang tidak memilikinya,” ungkap Shane. “Teroris biasanya memiliki perencanaan yang sangat matang dan sangat teliti, jika kami tidak memperketat keamanan, maka kita semua tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya jika salah satu dari mereka ikut dalam penerbangan Anda,” tegas Shane. Adapun himbauan untuk memperketat keamanan di bandara ini berkat Komisaris Polisi Ian Stewart yang bertugas di Queensland. Ia mengatakan keempat pria yang ditangkap di Sydney ini diduga berencana untuk meledakkan sebuah pesawat, atau tujuan lainnya yang akan merugikan banyak pihak.