Tidak sekedar mencetak laba, kinerja positif perusahaan juga tercermin langsung dari laporan keuangan, dan pada hari ini BUMN pengelola 13 bandara di kawasan Indonesia Tengan dan Indonesia Timur, yakni PT Angkasa Pura I (Angkasa Pura Airports) diwartakan telah meraih meraih peringkat (rating) idAAA (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan outlook stabil untuk periode 7 Agustus 2017 sampai dengan 1 Agustus 2018.
Baca juga: Semester I 2017, Laba PT Angkasa Pura I Naik 61 Persen
Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers hari ini, Pefindo juga menetapkan kembali peringkat idAAA dan idAAAsy terhadap Obligasi I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C tahun 2016 senilai Rp2,5 triliun serta Sukuk Ijarah I Angkasa Pura I Seri A, Seri B, Seri C Tahun 2016 senilai Rp500 miliar untuk periode yang sama dengan periode rating secara korporasi, yaitu 7 Agustus 2017 hingga 1 Agustus 2018.
Peringkat tersebut diberikan Pefindo berdasarkan data dan informasi dari perusahaan serta Laporan Keuangan Tidak Diaudit per 30 Juni 2017 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2016. Seperti diketahui, idAAA merupakan peringkat tertinggi yang diberikan Pefindo dimana peringkat ini menunjukkan kemampuan penerbit obligasi (obligor) yang superior dalam memenuhi komitmen jangka panjangnya.
Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi PT Angkasa Pura I (Persero) Novrihandri mengatakan bahwa peringkat tertinggi obligasi AP I yang diberikan dalam rangka pemantauan tahunan itu menggambarkan secara singkat menariknya obligasi Angkasa Pura I bagi investor. “Hal ini juga menandakan bahwa risiko gagal bayar sangat rendah sehingga dapat memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligasi yang dikeluarkan Angkasa Pura I ini memiliki prospek yang baik untuk investasi,” ungkap Novrihandri.
Baca juga: Tingkatkan Akselerasi Perusahaan, Angkasa Pura Airports Tambah Direksi Baru
Selain itu, peringkat-peringkat tersebut mencerminkan dukungan pemerintah yang kuat kepada Angkasa Pura I karena peran strategis bandara, keunggulan kompetitif yang kuat dari ekonomi wilayah yang dilayani, dan marjin profitabilitas yang stabil. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh leverage keuangan yang tinggi dalam jangka pendek ke menengah.
Sebagai informasi, dana yang diperoleh dari Obligasi dan Sukuk Ijarah ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sekitar 75 persen akan digunakan Angkasa Pura I untuk mengembangkan lima bandaranya yaitu, Bandara Yogyakarta Baru, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sisanya digunakan untuk investasi rutin.
Operasi penerbangan di Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India pada Minggu (20/8/2017) sempat terhambat akibat penemuan sebuah drone di salah satu landas pacunya. Pada awalnya, dua orang pilot dari dua maskapai yang berbeda menemukan kejanggalan di landas pacu yang seharusnya masuk ke dalam kategori clear area. Akibat kejadian ini, beberapa maskapai mengalami keterlambatan penerbangan.
Baca Juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman hindustantimes.com (21/8/2017), seorang pilot penerbangan internasional menyadari ada sebuah benda terbang pada pukul 11.20 waktu setempat. Lalu seorang pilot AirAsia juga menyadari hal serupa pada 12.20 waktu setempat, lalu melaporkan kejadian tersebut pada ground crew dan ATC. Kebijakan pun ditempuh oleh pihak bandara untuk membekukan aktifitas di landas pacu sementara guna mengidentifikasi benda tersebut.
Proses identifikasi gabungan pun dilakukan untuk kembali menormalkan aktifitas bandara. Central Industrial Security Force (CISF), Kepolisian New Delhi, dan pihak keamanan bandara langsung bergegas ke lokasi kejadian guna mengungkap identitas dari pesawat tidak dikenal ini. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih belum bisa menjelaskan mengenai identitas dari drone nyasar tersebut.
Diketahui, dua penerbangan Air India dilaporkan dialihkan ke Lucknow dan Ahmedabad. Tidak hanya itu, maskapai GoAir dan satu penerbangan IndiGo dialihkan ke Jaipur di Rajasthan selama gangguan operasi penerbangan yang memakan waktu kurang lebih 40 menit tersebut.
Wakil komisaris polisi di bandara, Sanjay Bhatia mengatakan pihaknya telah menerima keluhan dari bandara mengenai gangguan penerbangan tersebut. “Kami melihat kasus ini dan akan mengambil tindakan hukum guna menuntaskan kasus ini,” ungkapnya.
Drone yang Jatuh di Pantai Rancabuaya, Garut. Sumber: Antara
Ternyata, kejadian drone nyasar seperti ini tidak hanya terjadi di India. Dilansir dari sumber berbeda, sebuah pesawat tanpa awak juga ditemukan warga di bibir Pantai Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, pada Minggu (20/08/2017) pagi. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Garut, AKP Tri Andri mengungkapkan bahwa bangkai pesawat tanpa awak tersebut langsung dilaporkan ke aparat kepolisian dan TNI setempat guna mendapati penanganan lebih lanjut.
“Ditemukan sudah tidak utuh, bagian depan rusak, yang terlihat utuh hanya bagian belakang dan bagian dalamnya saja. Jadi belum bisa dipastikan ini drone atau pesawat intai,” jelas Tri. Diduga, drone sepanjang tiga meter dengan balutan warna oranye tersebut merupakan objek tembak (target drone) dari sebuah rudal, mengingat Kementerian Pertahanan sempat melakukan uji coba peluncuran roket di sekitar pantai selatan Garut, beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Ketika Dunia Transportasi “Teracuni” Perkembangan Jaman
Jika Kementerian Pertahanan menyatakan pesawat tersebut bukan milik mereka, maka drone dengan tulisan “target” pada bagian sayapnya tersebut akan diserahkan ke pihak yang berwenang untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Serba teratur dan tertib, itulah ciri transportasi di Singapura, selain kondang dengan keberadaan kereta komuter MRT (Mass Rapid Transit), transportasi di Negeri Pulau tersebut juga akrab dengan eksistensi bus kota yang dikelola SMRT Busus Ltd, maklum tetap dibutuhkan bus untuk mennjangkau rute-rute ‘pedalaman’ kota yang tak terjamah jaringan kereta. Dan baru-baru ini, SMRT dikabarkn membuka rute baru, namun bus di rute baru ini sempat membuat penumpangnya mengalami gejolak, lantaran ada kesalahan sistem pada navigasi yang menandu sopir.
Baca juga: Bus Singapura Gunakan Aroma Terapi Sebagai Tanda
Kejadian tersebut berlangsung pada jam puncak, yakni Kamis malam dan Jumat pagi lalu, dimana penumpang wajib merencanakan kepergian mereka pada Jumat malam. Dilansir KabarPenumpang.com dari mothership.sg (19/8/2017), jalur bus SMRT yang bermasalah tersebut melayani antar jemput gratis dari stasiun MRT North Line – South Line. Ironisnya saat itu sopir tidak tahu harus pergi kearah mana, bukan karena sopir tidak hafal jalan, melainkan sopir mengalami kebingungan dengan rute baru, akibat panduan GPS dari pusat operasi mengalami masalah dalam transmisi data.
Salah seorang reporter CNA, Justin Ong yang saat itu berada di bus tersebut langsung menyadari kesulitan yang dialami sopir. Saat itu, Ong menaiki bus SMRT dari Bishan MRT dan berbicara pada pengemudi saat tiba di stasiun Braddell MRT. Sopir mengaku dirinya ditunjuk untuk pertama kalinya dalam 22 tahun mengemudi melakukan perjalanan tanpa mengenal daerah Bishan dan Toa Payoh. Dia mengatakan, awalnya pusat kendali SMRT akan memberi arahan pada dirinya melalui interkom.
Ong mengatakan, kejadian tersebut belum pernah terjadi sama sekali dan ini untuk pertama kalinya mendegar suara panduan lewat radio HT kepada sopir bus, dari pusat kendali di kantor pusat, diingatkan untuk perhentian terakhir di stasiun Network MRT. “Bisakah kamu memperlambat agar bus di belakang bisa menyusul? Mereka juga tidak tahu jalurnya,” ujar Ong menirukan suara dari komunikasi radio di SMRT. Ini menyiratkan bahwa ada beberapa sopir SMRT yang mengalami masalah serupa.
Sang sopir yang membawa Ong dan penumpang lainnya masih mengikuti instruksi hingga akhirnya turun di Novena. Tanpa sadar Ong sebagai penumpang memiliki inisiatif menjadi naigator atau “GPS manusia” untuk melakukan navigasi ke tujuan berikutnya. “Perjalanan ini diserahkan kepada saya dan akan saya arahkan ke Newton,” ujar Ong dalam komunikasi radio ke pusat kendali.
Sebagai navigator, Ong harus berhati-hati memberikan rute kepada sopir, berlaku layaknya staf SMRT dadakan, Ong mengumumkan pada penumpang bahwa SMRT tidak berhenti di halte bus reguler dan hanya berhenti di stasiun-stasiun kereta aja. “Saat mendekati Far East Plaza, seorang penumpang membunyikan bel untuk berhenti, tetapi sopir mengabaikannya,” kata Ong. Diketahui penumpang tersebut berteriak karena pengemudi tidak memberhentikan busnya. Ong menjelaskan pada penumpang tersebut bahwa perhentian hanya di stasiun dan si penumpang akhirnya mengerti.
Ternyata bukan Ong saja yang berperan sebagai navigator bus, melainkan ada tiga bus SMRT lainnya yang juga dipandu oleh penumpangnya. “Sebagai bagian dari rencana pemulihan dan kontinjensi SMRT, sopir bus atau disebut Kapten Bus (BC) kami mengikuti pelatihan untuk mempelajari beberapa rute layanan pemadu moda di sepanjang jalur LRT Utara, Jalur Timur-Barat, Lingkaran dan LRT Panjang Panjang. BC harus mempelajari rute-rute ini, selain rute reguler yang mereka lalui setiap hari, dan pelatihan penyegaran dilakukan agar BC terbiasa dengan rute tersebut,” ujar Wakil Presiden untuk Komunikasi Korporat SMRT, Patrick Nathan.
Baca juga: Bus 3 Pintu, Calon Primadona Masyarakat Singapura
Ketika diminta untuk menyediakan layanan bus pemadu moda (feeder) untuk membantu penumpang yang terkena gangguan layanan MRT, BC mungkin diminta untuk melewati rute yang kurang mereka kenal. Tugas mereka yang mendorong layanan bus feeder ini lewat bus guide onboard, atau jarak jauh melalui komunikasi radio dengan service controllers di Bus Operations Control Center, yang membantu mereka untuk bernavigasi. “BC kami selalu siap melayani dan membantu komuter, dan melakukan yang terbaik untuk memastikan agar para penumpang komuter mencapai tujuan mereka dengan selamat. Situasi ini dinamis dan bisa membuat stres bagi BC kita. Kami menyadari bahwa ada ruang untuk perbaikan, dan kami terus berupaya memperbaiki upaya pemulihan layanan,” kata Nathan.
Bagi Anda yang pernah mengunjungi negeri Kincir Angin, Belanda, mungkin Anda akan menggelengkan kepala manakala melihat “kegilaan” penduduk setempat terhadap transportasi roda dua ramah lingkungan. Ya, pengguna sepeda di negara ini memang begitu dominan. Tidak hanya dengan tujuan untuk berolahraga semata, melainkan beberapa lapisan masyarakat di sini juga memilih menggunakan sepeda sebagai sarana transportasi untuk beraktifitas sehari-hari, seperti berangkat ke sekolah hingga bekerja.
Baca Juga: Sarana dan Pra Sarana Transportasi Termutakhir, Tidak Semuanya Mewah Loh!
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (18/8/2017), keberadaan pengguna sepeda tidak sebanding dengan lahan penyimpanan yang tersedia. Maka dari itu otoritas di kota Utrecht menyulap sebuah parkiran bawah tanah di stasiun kereta setempat menjadi sebuah tempat penyimpanan sepeda yang diberi nama The Stationsplein Bicycle Parking. Para pesepeda di Utrecht, yang terkenal sebagai kota pelajar, sudah mulai menggunakannya sejak pekan lalu, padahal lahan parkir ini belum diresmikan. Menurut laman sumber, peresmian lahan parkir ini baru akan diadakan tanggal 21 Agustus ini.
Dapat dibayangkan, lahan yang bisa dikatakan setengah jadi saja sudah dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai tempat penyimpanan sepeda. Lahan ini mampu menampung ribuan sepeda, dan dicanangkan akan menjadi parkir sepeda terbesar di dunia. Dihimpun dari laman sumber, fasilitas tempat parkir sepeda tiga lantai ini mampu menampung hingga 6.000 sepeda. Rencananya akan ada penambahan kapasitas sebanyak 1.500 lagi ruang dalam beberapa bulan mendatang. Tapi angka tersebut hanyalah separuh dari kapasitas maksimal yang diharapkan dapat rampung pada akhir tahun depan, yaitu 12.500 sepeda.
Sepeda-Sepeda ini Disewakan Lho! Sumber: newatlas.com
Para pesepeda dapat mengakses fasilitas ini 24 jam sehari, dan tujuh hari dalam seminggu. Itu artinya parkiran ini dapat diakses kapanpun pesepeda membutuhkannya. Selama mereka memiliki sebuah kartu chip transportasi umum, para pesepeda ini dapat menggunakan fasilitas parkir secara gratis. Sebuah sistem digital juga telah dipasang untuk membebas-biayakan penggunaan lahan parkir ini. Untuk ragam sepeda pun tidak memiliki masalah, karena otoritas setempat menyadari para pesepeda ini memiliki modelnya masing-masing. Sebut saja seperti sepeda dengan stang lebar dapat parkir di zona khusus.
Sumber: newatlas.com
Tidak hanya itu, bagi warga yang tidak memilki sepeda pun dapat memanfaatkan layanan penyewaan sepeda yang tersedia di parkiran ini. Untuk masalah keamanan dan tata penggunaan parkiran pun Anda tidak perlu khawatir, karena akan ada petugas yang berpatroli di sini untuk memastikan semuanya berada dalam kondisi yang kondusif. Lalu, bagaimana jika sepeda Anda rusak? Tenang, parkiran serba lengkap ini juga menyediakan layanan perbaikan dan perawatan sepeda. Sangat lengkap bukan?
Jika melihat secara keseluruhan, sekitar 22.000 lahan parkir sepeda akan disediakan otoritas Utrecht dan menjadikannya sebagai pusat transportasi di sana, sehingga para pesepeda dapat dengan mudah mencari tempat yang aman dan tepat untuk memarkirkan sepeda mereka, tanpa harus lelah mengayuh.
Baca Juga: Ford Hadirkan Layanan Bike Sharing, Kok Bisa?
Mungkin ini merupakan suatu aksi nyata yang dilakukan oleh pemerintah Utrecht dalam menekan tingkat polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor. Jika ditelaah lebih jauh, bersepeda juga dapat menyehatkan tubuh lho! Jadi, masih mau merusak lapisan ozon kita yang semakin hari semakin menipis ini?
Pemerintah Surabaya melalui walikotanya, Tri Rismaharini memutuskan untuk kembali menggenjot rencana pengadaan trem bertenaga listrik. Rencana tersebut akan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) tahun 2017 ini. Mulai padatnya kendaraan di kota Surabaya membuat pemerintah mengambil langkah untuk menambah sarana transportasi publik, dengan harapan agar warganya dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan mulai menggunakan transportasi publik yang sudah disediakan.
Baca Juga: Tak Terasa Sudah 150 Tahun Sistem Perkeretaapian Belanda di Indonesia
Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com (9/6/2017), pemerintah pusat setuju untuk mengalokasikan dana sebesar Rp2,7 triliun dari Obligasi Syariah Negara dan sukuk untuk mendanai proyek tersebut. Diketahui, proyek ini ditargetkan selesai pada tahun 2019 mendatang. “Kementerian Perhubungan mengatakan dalam pertemuan tersebut bahwa pemerintah akan mengalokasikan dana sebesar Rp100 miliar dari APBN tahun ini untuk trem listrik Surabaya,” Pungkas Walikota yang akrab disapa Risma tersebut. “Tahun depan anggaran akan jauh lebih besar dari itu,” tambahnya singkat.
Tidak main-main, otoritas setempat mulai bergerak dalam mewujudkan pengadaan transportasi baru tersebut. Diketahui, sejumlah bangunan yang dianggap menghalangi jalur dari trem tersebut mulai dihancurkan menggunakan alat berat. Pundi-pundi rupiah pun mulai dikocorkan pemerintah sebagai dana kompensasi untuk warga yang tempat tinggalnya terusik akibat penggusuran lahan ini.
Pemerintah sepakat untuk memulai proyek ini di jalur Utara/Selatan terlebih dahulu. Rencananya, pembangunan ini akan dimulai dari Jl. Tunjungan menuju Stasiun Joyoboyo, dimana kedua titik tersebut terpisah jarak kurang lebih sejauh 11,4 km. Nantinya, Stasiun Joyoboyo akan pula dijadikan sebagai depot bagi 25 trem listrik yang akan beroperasi di jalur ini. Sementara itu, tahap kedua administrasi akan memulai proyek dari jl. Tunjungan menuju Jembatan Merah yang terbentang sejauh 6,8 km.
Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda
Lebih lanjut, Risma mengaku akan berkoordinasi dengan pihak PT KAI untuk menghidupkan kembali pengoperasian Stasiun Joyoboyo. Tidak hanya dengan PT KAI, Risma juga akan berkoordinasi dengan Dewan Legislatif Surabaya untuk memutuskan tarif trem dan subsidi pemerintah.
Seperti yang diketahui sebelumnya, rencana pembangunan trem ini sudah ada sejak lama. Pada Desember tahun lalu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan trem ini sudah tidak bisa ditunda lagi. Budi juga mengaku proyek ini bisa segera dijalankan tanpa harus menunggu Perpres. “”Tak perlu Perpres untuk Pembangunan Trem. Nanti akan dilelang terbuka,” tutur Budi. Ia juga mengaku optimis kehadiran trem listrik di Surabaya dapat memecah kemacetan yang semakin mengular. “Di Eropa masih menggunakan trem. Mudah-mudahan Surabaya menjadi percontohan angkutan massal Trem.” Tutupnya dilansir dari sumber terpisah.
Ditengah ketatnya kompetisi dunia penerbangan, meski dengan margin keuntungan yang tipis, layanan penerbangan berbiaya rendah atau LCC (Low Cost Carrier) umumnya sanggup bertahan ditengah himpitan. Namun faktanya tak semua LCC dapat berkibar, buktinya LCC asal Jerman, Air Berlin pada hari Selasa lalu telah ‘melempar handuk’ alias menyatakan bangkrut.
Baca Juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental
Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman skift.com (17/8/2017), pihak Air Berlin dinyatakan bangkrut pada Selasa (15/8/2017) karena sang pemegang saham, Etihad Airways menilai pihak Air Berlin sama sekali tidak memberikan keuntungan dan terlihat hanya akan mengandalkan pinjaman pemerintah untuk terus memperpanjang masa “terbangnya” dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.
Dihimpun dari sumber lain, alasan vokal dibalik bangkrutnya Air Berlin adalah liltan hutang yang semakin mencekik. Terhitung, maskapai ini menanggung total kerugian sebesar 782 juta euro pada tahun 2016 silam. Tidak hanya masalah finansial, tidak disiplinnya Air Berlin juga menjadi faktor pendukung runtuhnya maskapai ini. Terlalu sering terlambat memberangkatkan penumpang (delay) membuat pelanggannya enggan untuk menggunakan jasa mereka kembali. Dari masalah tidak displin ini akhirnya kembali mengarah ke segi finansial dimana pihak maskapai wajib menggelontorkan dana ganti rugi kepada para penumpang dan denda kepada pengelola bandara.
Lufthansa nampaknya menjadi salah satu perusahaan yang serius untuk membantu beberapa bisnis Air Berlin. Ini terbukti dengan peran Lufthansa yang mengambil beberapa slot untuk memberikan kesempatan untuk benar-benar membantu pertumbuhan unit Eurowings yang terkenal dengan penerbangan berbiaya rendah (LCC). Langkah ini juga dapat mendompleng pengenalan rute menuju Amerika bagian Utara. Ini juga merupakan celah bagi Lufthansa mengingat kebangkrutan Air Berlin Plc yang dapat membuka jalan bagi Deutsche Lufthansa AG untuk membuka jalur penerbangan antar benua baru.
EasyJet Plc, LCC asal Inggris juga akan turut serta dalam membantu pertumbuhan unit Eurowings dengan mengedepankan diskon-diskon yang akan mengundang banyak pelanggan. Dengan begitu, Eurowings dapat membuka kesempatan untuk kembali menawarkan penerbangan LCC jarak jauh menggunakan armada milik Lufthansa yang hingga saat ini rute penerbangan mereka sangat terbatas, hanya dari Cologne menuju Bonn di Jerman. Pada saat yang bersamaan, slot penerbangan jarak pendek di Berlin dapat membantu EasyJet bersaing dengan kompetitornya, Ryanair di pasar ekonomi di Benua Biru.
Baca Juga: Load Factor Rendah, Maskapai-Maskapai Ini Tak Lagi Mendarat di Jakarta
Dilansir dari sumber yang sama, pihak Lufthansa mengungkapkan bahwa perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman ini tengah melakukan perbincangan serius mengenai pembelian suku cadang dari saingan nasionalnya, sementara itu EasyJet juga menunjukkan ketertarikannya dalam hal serupa. Kesempatan untuk mengakuisisi Air Berlin sangat dijadikan momentum oleh pihak Lufthansa, dimana perusahaan tersebut dapat meraup 8.600 tenaga kerja tanpa terikat kontrak. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang analis dari Sanford C. Bernstein & Co. Tidak hanya itu, ia juga mengatakan alasan strategis yang dilihat dari pergerakan EasyJet dalam mengembangkan model bisnisnya.
Sebelumnya, pihak Air Berlin berencana untuk melepaskan unit Niki sendiri dari Austria, yang memiliki 21 buah jet Airbus A321, dengan menggabungkannya dengan 14 pesawat dari TUI AG, salah satu operator tur terbesar di Eropa. Meskipun rencana tersebut mengalami kemunduran pada bulan Juni ketika TUI gagal menyetujui persyaratan dengan Etihad, pada hari Selasa mengatakan bahwa pihak TUI AG menyatakan siap untuk berpartisipasi dalam restrukturisasi Air Berlin.
Dirunut dari sejarahnya, Air Berlin berdiri sejak 1971, pada masanya maskapai ini pernah menjadi yang terbesar kedua di Jerman setelah Lufthansa. Bahkan di tahun 2012, Air Berlin yang melayani 52 rute penerbangan domestik dan internasional menempati posisi ketujuh maskapai terbesar di Eropa.
Urusan membuat visa bisa dikata gampang-gampang susah, selain kelengkapan dokumen, ada beragam faktor yang menyertai keberhasilan visa dikeluarkan oleh pihak Kedutaan Besar. Terlebih bila yang ingin disambangi adalah negara-negara dengan prosedur keamanan super ketat, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Maka akan ada beragam prosedur yang ekstra untuk proses pembuatan visa.
Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality
Dan terkait dinamika penerbitan visa, baru-baru ini dialami oleh Abbey Looker, perempuan asal New Plymouth, Selandia Baru yang dikabarkan tidak bisa masuk ke London, Inggris selama periode sepuluh tahun, lantaran visa yang tidak keluar. KabarPenumpang.com merangkum dari stuff.co.nz (20/7/2017), diceritakan bahwa Looker mengajukan visa Tier Five Youth Mobility online pada 6 Mei lalu dan mengirimkan dokumen tersebut tanggal 9 Mei. Looker dijadwalkan akan berangkat pada 19 Juni menuju Inggris. Penasaan atas proses penerbitan visa, Looker beberapa kali menelpon ke imigrasi Inggris untuk mengetahui kenapa visa yang diajukannya tidak juga sampai ke alamat Looker.
“Biasanya aplikasi visa memakan waktu dua minggu untuk diproses, tetapi saya sudah enam minggu belum mendengar kabar apapun,” ujar Looker. Sayangnya, Looker justru mendapat kabar bahwa pada 17 Juni atau dua hari sebelum keberangkatan dirinya ke London visa tersebut dikonfirmasi masih dalam proses. Tetapi, karena tiket pesawat sudah dibeli dan dibayar, dirinya memutuskan tetap berangkat dari Selandia Baru pada tanggal 19 Juni dan masuk ke Inggris dengan visa liburan enam bulan.
Saat Looker tiba di Inggris, perempuan ini tidak menemui masalah sedikitpun dan menikmati kota London dengan nyaman dan tenang. Namun muncul masalah pada enam hari kemudian, Looker bersama sang kekasih pergi ke Spanyol untuk wisata liburan lanjutan dan diakhiri dengan rute kembali ke Inggris. Nah, saat Looker tiba dari Spanyol, munculah masalah dengan petugas imigrasi di bandara Gatwick, London.
“Saya ditahan karena imigrasi menganggap saya berniat untuk tetap tinggal di visa liburan enam bulan saya,” kata Looker. Karena kejadian tersebut, Looker dikirim kembali (deportasi) ke Spanyol dan akhirnya dirinya berangkat ke Berlin untuk tinggal dengan teman-temannya. Dari informasi yang dirinya dapatkan, aplikasi visa kerja Tier Five telah ditolak karena dia telah ditahan di Gatwick.
Karena masalah tersebut, kini Looker dilarang masuk ke Inggris selama sepuluh tahun. “Ini adalah kesalahan administratif yang bisa memberi efek besar pada masa depan saya. Saya tidak berbohong pada dokumen saya dan saya berharap bisa membuktikan ini dan menghapus tuduhan penipuan dan larangan tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Sejumlah Kalangan Desak Penghapusan Gerbong Kelas Satu dari Layanan Metro Inggris
Mungkin bagi Anda jadi penasaran, apa yang dimaksud dengan visa Tier Five Youth Mobility, visa ini khusus dikeluarkan oleh pemerintah Inggris untuk para pemuda dan pelajar dari negara Australia, Kanada, Jepang, Selandia Baru, Monako, Selandia Baru, Republik Korea dan Taiwan. Visa ini mengijinkan pemohon untuk tinggal dan bekerja di Inggris selama 2 tahun setelah wisuda.
Pengacaranya mengatakan bahwa ini bisa menjadi kasus sederhana, atau mungkin prosesnya panjang dan berlarut-larut. “Saya sudah diberitahu itu akan segera diputuskan, tapi butuh waktu lama. Ini adalah pengalaman yang mengerikan, saya diperlakukan seperti penjahat dan saya tidak melakukan kesalahan, saya hanya mengikuti peraturan,” jelas Looker. Menanggapi hal ini, ayah Looker, Grant Looker mengatakan, bahwa situasi ini sangat menggelikan. “Dia sekarang terdampar di Berlin karena pejabat imigrasi yang tidak kompeten.”
Akibat blokade yang diberlakukan oleh negara-negara Teluk, Qatar kini menjadi negara yang terkucil dari akses dunia internasional. Sebagai dampak blokade ekonomi dan perbatasan, warga Qatar mulai merasakan dampak lanjutan, dimana banyak jamaah asal Qatar sulit untuk masuk ke Arab Saudi untuk melaksanakan Ibadah Haji yang tengah berlangsung dari Agustus hingga awal September mendatang.
Sulitnya akses bagi jamaah asal Qatar terlihat dari maskapai penerbangan Arab Saudi pada Minggu (20/8/2017) lalu yang menyebut tidak dapat mendaratkan pesawat yang dikirimkan untuk mengangkut jemaah dari Qatar ke Arab Saudi, pasalnya tidak didapatkan izin mendarat dari otoritas Bandara Doha (Qatar) akibat perselisihan diplomatik.
Baca juga: Buntut Kisruh Diplomatik, Sejumlah Maskapai Penerbangan Lalukan Refund Tiket Dari dan Ke Qatar
Dilansir KabarPenumpang.com dari reuters.com (20/8/2017), beberapa negara Uni Emirat Arab lainnya yang berada dalam barisan politik telah memutuskan hubungan transportasi ke Doha pada Juni lalu. Namun pihak Riyadh bulan lalu mengatakan, bahwa pihaknya akan memfasilitasi perjalanan warga Qatar untuk melaksanakan Ibadah Haji.
Dengan adanya rute yang dibuka khusus jamaah Haji, maka perbatasan darat juga akan dibuka sementara ke Qatar. Raja Salman telah memerintahkan pengiriman sebuah pesawat Saudi Airlines untuk menerbangkan jemaah dari Qatar ke Jeddah dengan biaya mereka sendiri hingga bisa sampai ke kota Mekkah.
Sayangya, walau sudah ada perintah tersebut, penerbangan pertama Saudi Airlines belum bisa lepas landas dari wilayah Arab Saudi, ini karena belum adanya izin pendaratan dari bandara tujuan di Doha. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur maskapai Arab Saudi Airlines, Saleh al-Jasser.
Dia mengatakan, padahal perusahaan penerbangan tersebut telah mengajukan izin untuk mendarat beberapa hari yang lalu. Saat ini diketahui Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan transportasi dengan Qatar pada bulan Juni dan memberlakukan sanksi berdasarkan tuduhan Qatar mendukung militan ISIS, sesuatu hal yang sampai saat ini dibantah Doha.
Memang, pekan lalu Qatar sudah menyambut baik dengan keputusan Arab Saudi membuka perbatasan dan menyediakan penerbangan utuk peziarah Qatari. Tetapi, pihaknya menganggap hal tersebut seperti ada muatan alias motif politik di belakangnya.
Baca juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?
Arab Saudi telah menyatakan bahwa jamaah Qatar tidak akan terpengaruh oleh pembatasan perjalanan, namun beberapa orang Qatar mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan dalam mengatur perjalanan untuk haji, yang tahun ini berlangsung dari akhir Agustus sampai awal September. Saat ini jemaah Haji Qatar sudah mulai melewati perbatasan darat pada hari Kamis mendatang. Qatar telah menuduh Arab Saudi mempolitisasi perjalanan Haji dan telah mengajukan protes kepada PBB atas pelanggaran kebebasan beragama.
Newton Aycliffe, yang terletak di sebelah Timur Laut Inggris merupakan saksi bisu dari lahirnya kereta penumpang bertenaga uap pertama di dunia pada tahun 1825. Kini, lokasi tersebut juga akan kembali menjadi menyaksikan pembangunan sebuah kereta api paling modern di dunia. Dengan menggaet Shinkansen dari Jepang, Inggris siap untuk melakukan peremajaan terhadap si ular besi.
Baca Juga: Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman euronews.com (27/7/2017), pabrik yang dibuka pada bulan September 2015 silam ini siap merakit kereta yang rencananya akan mengular di pesisir pantai timur dan barat pada akhir tahun ini. Newton Aycliffe ini dijadwalkan untuk merakit 122 kereta ekspress antar kota.
Shinkansen berperan dalam pembuatan desain dan beberapa bagian kereta, sedangkan perakitannya semua akan dikerjakan di Inggris. Ini dikarenakan tidak semua spesifikasi kereta buatan shinkansen sama persis dengan kebutuhan warga Inggris, seperti teknologi bi-mode, yang memungkinkan kereta beralih dari tenaga diesel ke tenaga listrik tanpa terdeteksi oleh penumpang.
“Kereta ini sangat unik. Ketika Anda tengah dalam perjalanan, dan mungkin saja garis overhead menyala, sang masinis bisa mengaktifkan bi-mode sehingga kereta yang semua bertenaga listrik akan berubah menjadi tenaga diesel tanpa harus berhenti, “jelas Nina Harding selaku Communications Manager di Hitachi Europe.
Kehadiran pabrik ini juga merupakan terbukti mendompleng pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Kurang lebih sekitar 1.000 lapangan pekerjaan baru di buka oleh pihak pabrik, dan jumlah tersebut tidak termasuk pekerjaan tidak tetap yang terkait dengan sistem sub-kontrak. “Kami membuka banyak lowongan pekerjaan, dan kami juga mensponsori beberapa perguruan tinggi teknik baru. Jadi kami mengharapkan bisa menginspirasi mereka untuk tetap mengharumkan nama kereta api,” terang Nina.
Baca Juga: Ini Dia Kendala Utama Pembangunan Jalur Kereta Elizabeth
Kereta Shinkansen telah mengular di Jepang sejak tahun 1964. Kereta ini tidak hanya terkenal dengan kecepatan tingginya, tapi juga menawarkan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan yang luar biasa. Terbukti dengan tidak adanya kecelakaan serius yang melibatkan kereta api Shinkansen dalam periode setengah abad ke belakang. Selain Inggris, India juga telah mengumumkan akan menggunakan teknologi Shinkansen untuk kereta api berkecepatan tinggi pertamanya.
Bullet train karya Jepang sebelumnya pernah ada di wilayah Tenggara Inggris sejak 2009 silam di jalur Eurostar. Kereta British Rail Class 395 yang diberi nama Javelin tersebut terbukti mengurangi waktu tempuh dari Ashford menuju London secara drastis. Dengan kecepatan hingga 225 km per jam, jarak sejauh 85 km antara dua kota tersebut bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja.
Ini sangat mempengaruhi perjalanan penumpang yang pergi ke London setiap harinya. Lagi, kereta Javelin tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kenyamanan penumpang. “Ketika peak hours saja, Anda masih bisa mendapatkan tempat duduk, serta ada pengisi daya gratis, sangat nyaman untuk kami,” ujar salah seorang penumpang Javelin, dilansir dari laman sumber.
Mengingat faktor keselamatan berkendara memegang pengaruh penting di dalam setiap moda transportasi, maka dari itu Transportation for London (TfL) berencana untuk menguji sebuah teknologi baru yang akan menjadi terobosan dalam berkendara. Sistem pengereman otomatis dan sistem peringatan merupakan terobosan yang diharapkan dapat menunjang keselamatan dalam berkendara, bukan hanya di moda transportasi umum, melainkan pula di kendaraan pribadi. Sudah banyak kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh sistem pengereman yang tidak berjalan dengan baik.
Baca Juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitallook.com (16/8/2017), Walikota London, Sadiq Khan berencana untuk memberangus kasus kecelakaan yang sudah banyak menelan korban jiwa tersebut pada tahun 2030 mendatang. Teknologi baru ini akan diuji coba dengan melibatkan sejumlah teknisi dan para ahli terkemuka dari Transport Research Laboratory di Wokingham, sebuah kota belanja historis di Berkshire, 63 mil sebelah barat kota London, Inggris.
Adapun fokus uji coba ini adalah sistem pengereman darurat otonom, dimana sistem ini memungkinkan bus mendeteksi keadaan sekitar. Sementara itu, sistem peringatan lebih ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan para pejalan kaki akan kehadiran bus. Kedua terobosan ini secara tidak langsung akan merubah ulang desain bus untuk meminimalisir dampak tabrakan di bagian depan bus. Perubahan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan penumpang serta memperbaiki visibilitas dari sisi pengemudi, termasuk pergantian desain cermin menjadi lebih baik.
Direktur Transportasi Darat TfL, Leon Daniels mengatakan langkah ini ditempuh dalam upaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan di jalan. “Kami bertekad untuk menekan angka kecelakaan yang selama ini terjadi di London, baik yang memakan korban luka hingga nyawa,” ungkap Leon. “Kami juga ingin meningkatkan kenyamanan para pejalan kaki dan pesepeda, tidak hanya nyaman, tapi juga aman,” tambahnya.
Baca Juga: Citymapper Temani Penumpang di London dengan Layanan Bus Malamnya
Kelak, hasil uji coba akan dicantumkan ke dalam standar keselamatan bus yang baru, yang nantinya akan dimasukkan ke dalam kontrak dengan operator bus di akhir tahun 2018. Di sisi lain, Valerie Shawcross selaku Deputy Mayor dari TfL mengatakan keselamatan dalam berkendara serta kenyamanan pengguna jalan merupakan hal terpenting yang tidak boleh dikesampingkan. “Tidak ada yang lebih penting bagi kami selain keamanan dan kenyamanan warga London,” ungkapnya dilansir dari sumber yang sama. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat jalan-jalan di London lebih aman dari tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang banyak dan mengancam keselamatan para pengguna jalan, termasuk penumpang di dalam bus.” tutupnya.