Uber kembali menambahkan fitur baru pada aplikasinya yakni sedikit perubahan pada ride-sharig-nya dengan memberikan fitur tip yang akan diluncurkan di Amerika Serikat Akhir Juli 2017 ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari postbulletin.com (28/6/2017), tahukah Anda berapa banyak tip yang harus diberikan? Atau apakah Anda dapat meminta musik dari radio atau makan di kursi belakang?
Baca juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi
Saat Anda mengunaka Uber atau Lyft sebagai pesaingnya, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk pertama kalinya oleh pengendara, perkumpulan dan perusahaan pengemudi sendiri.
1. Panggil aku bila siap
Dengan aplikasi di ponsel pintar Anda, mintalah pengemudi untuk datang. “Jangan buat pengemudi menunggu saat mereka tiba,” ujar pengemudi Uber, Virginia Davis, Palm Beach Garden, Fla. Kirim pesan atau hubungi pengemudi jika lokasi sulit ditemukan seperti nomor atau nama jalan serta jika rumah agak sulit seperti di dalam gang. Uber baru-baru ini, mengumumkan akan mengenakan beban kepada penumpang saat pengemudi menunggu lebih dari dua menit dan akan dimulai pada Agustus 2017 mendatang. Nantinya pengemudi akan mengih pada penumpang sebanyak US$5 jika penumpang membatalkan perjalanan selama dua menit setelah pengemudi datang.
Baca juga:Ride-Sharing, Upaya Uber Untuk Lebih Mengerti “Perasaan” Pengguna2. Pertama menggunakan taksi online
Bagi pengguna pertama Uber atau Lyft akan diberikan perjalanan gratis US$15 untuk Uber dan US$20 untuk Lyft. Sebagai pengguna baru juga Anda akan diberikan kode kupon atau kode promo yang diberikan masing-masing aplikasi.
3. Membukakan pintu
Sebenarnya ini tidak perlu dilakukan oleh pengemudi kecuali membatu Anda dalam memasukkan barang ke dalam mobil bila barang yang dibawa banyak. Alex Figueroa seorang pengemudi Lyft di Miami mengatakan, banyak penumpang yang tidak memberi waktu pada pengemudi untuk membukakan pintu. “Sebenarnya, saya selalu menyarankan pada pengemudi bila memiliki waktu yang lebih, bantu bukakakn pintu untuk penumpang, sebab dengan seperti itu penumpang seperti di sambut,” ujarnya.
Baca juga:Uber Hadirkan Beacon LED, Mudahkan Navigasi Pengemudi4. Tidak memberitahu tiba-tiba
Pengemudi menggunakan GPS di aplikasi mereka untuk mengemudi ke tujuan. “Jika Anda menginginkan rute lain dari aplikasi untuk sampai tujuan, baikknya beritahukan,” ujar Davis.
5. Memberikan tip atau tidak
Uber dikenal dengan aplikasi layanan tanpa uang tunai. Beberapa pengemudi juga biasa menerima tip secara tunai dan sukarela dari penumpangnya. Namun sebuah fitur baru bernama set ti, akan dibuat untuk penumpang bisa memberikan tip melalui aplikasi pada pengemudi di Amerika Serikat Juli mendatang. Penumpang bisa memberikan tip kepada pengemudi setelah memberikan penilaian kepada pengemudi. Untuk Uber, penumpang diberi waktku 30 hari untuk memberukan tip paling lama. Sedangkan untuk Lyft, diberikan waktu 72 jam untuk penumpang yang akan memberikan tip.
6. Lima bintang
Beri peringkat yang bagus untuk pengemudi, sebab pengemudi juga akan memberikan penilaian yang baik kepada Anda sebagai penumpangnya.
Baca juga:Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara7. Berperilaku sopan dan bersih
Dalam taksi online Lyft dan Uber berperilakulah yang sopan dan bila maka, jagalah kebersihan mobil tersebut. Sebab bila mobil kotor, pengemudi akan rebot bila penumpang berikutnya naik dan belum dibersihkan.
8. Musik
Pengemudi membiarkan beberapa penumpang menyalakan musik mereka sendiri. Bila baterai ponsel penumpang habis, beberapa pengemudi menyediakan kabel colokan untuk memudahkan pengemudi mengisi daya ponsel mereka.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada Kamis (29/6/2017) World View meluncurkan sebuah balon dengan ke lapisan stratosfer dalam rangka uji coba terhadap teknologi yang akan berdampak besar pada dunia sains dan bisnis. Namun, dibalik uji coba tersebut terselip hal yang unik, yaitu penggunaan sandwich ayam milik perusahaan waralaba terkemuka, KFC (Kentucky Fried Chicken). Hal inilah yang kemudian menarik perhatian khalayak untuk mencari tahu mengenai uji coba ini.
Baca Juga: Terlihat Cantik, Ternyata Awan-Awan Ini Berbahaya
World View mengembangkan sistem balon “Stratollite” sebagai alternatif satelit untuk pencitraan, pemantauan cuaca, pengawasan dan aplikasi lainnya di aplikasi Earth dengan biaya yang rendah. “Peluncuran hari ini menandai tonggak sejarah yang benar-benar bersejarah dalam usaha kami untuk menggunakan stratosfer sebagai lahan bisnis baru,” ujar pendiri dan CEO World View, Jane Poynter, diliput KabarPenumpang.com dari geekwire.com (29/6/2017).
“Ini sangat menarik untuk dinikmati masyarakat, ditambah lagi dengan kolaborasi yang sangat menyenangkan dan seru dengan KFC. Kami juga sangat bangga dengan kinerja tim yang sudah bersungguh-sungguh mengerjakan proyek ini. Semua yang kami pelajari membuat ruang lebih mudah diakses, ” tambahnya.
Lebih lanjut, ternyata KFC bersedia untuk membiayai penerbangan uji coba tersebut asalkan World View turut membawa salah satunya sandwichnya mengudara. Sebenarnya, World View pernah menerbangkan beberapa misi Stratolite sebelumnya, termasuk misi penerbangan penelitian untuk badan antariksa Amerika, NASA. KFC sendiri memprediksi sandwichnya akan tetap segar di udara selama empat hari terhitung sejak tanggal penerbangan.
Guna menghibur masyarakat yang penasaran dengan peluncuran sandwich tersebut, World View lalu membuat sebuah penayangan langsung secara online selama 30 detik pada pukul 06.11 waktu setempat. Dalam penayangan tersebut, salah satu actor kenamaan, Rob Lowe juga turut ambil andil, yaitu dengan memerankan maskot dari KFC, Kolonel Sanders.
Bentuk dari Zinger 1, nama proyek ini, juga bisa dibilang unik, yaitu menyerupai bucket KFC dengan sebuah sandwich dibagian atasnya. Zinger 1 akan mengudara hingga ketinggian 77.000 kaki dari permukaan tanah (setara 23.460 meter), itu berarti melebihi ketinggian pesawat komersial saat mengudara. Dengan ketinggian tersebut, tentu masih jauh dengan batas luar angkasa yang menurut kesepakatan internasional berada di ketinggian 328.084 kaki atau hampir setara dengan 100 km.
Ketika misi berakhir, balon dan bucket KFC tersebut akan diturunkan ke zona pendaratan yang telah ditentukan. Pada akhirnya, World View juga berencana untuk membangun kapsul bertekanan yang membawa wisatawan menuju stratosfer dengan biaya US$75.000 per tiket. Apakah Anda tertarik untuk mencobanya?
Seorang pria tertidur nyenyak dalam bus antar jemput di bandara Mumbai sebelum menaiki pesawat yang akan digunakannya. Dilansir KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (11/6/2017), pria tersebut tak sengaja tertidur dalam bus antar jemput. Sayangnya, karena ketiduran, membuat pria yang tidak mau disebutkan namanya ini justru membuat ‘masalah’ di Bandara Internasional Shivaji Chhatrapati (CSIA), Mumbai, India.
Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas
Pria yang tertidur ini, sebenarnya mengakui bahwa dirinya yang salah sehingga melewatkan penerbangan yang seharusnya dinaiki. “Saya tidak memiliki keluhan kepada maskapai penerbangan ataupun petugas bandara manapun,” ujar penumpang pria yang tertidur di dalam bus antar jemput itu.
Dirinya mengkaim, tertidur di dalam bus karena dalam dua hingga tiga hari terakhir sebelum keberangkatannya, dia tidak cukup tidur dan beristirahat. Padahal bila dirinya tidak tertidur, pastinya sudah berada di Bengaluru dengan menggunakan pesawat milik maskapai Indigo bersama penumpang lainnya.
Baca juga: Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong
Diketahui, insiden ini terjadi pada 4 Juni 2017 lalu, saat itu, pria ini ditemukan didalam bus setelah pengemudi yang akan menggantikan pengemudi lainnya memberitahukan dirinya di dalam bus tersebut.
“Saya berada di Mumbai untuk beberapa pekerjaan profesional. Saya tidak tidur cukup selama 2-3 hari terakhir dan cukup lelah. Saya yang pertama masuk ke bus dan memilih duduk di kursi terakhir, dekat dengan ventilasi AC, “katanya.
Baca juga: Terpaksa Menginap di Bandara? Siapa Takut!
Pria tersebut mengatakan, saat dirinya sudah duduk di dalam bus AC berbunyi setelah beberapa lama dan butuh wakktu untuk bus berjalan. Saat itu dirinya tidak menyadari telah tertidur dan itu adalah kesalahan yang dilakukannya dan dirinya ditemukan petugas yang langsung menghampirinya.
Biasanya sebelum take off setiap maskapai penerbangan diharuskan mencocokkan beberapa kali terkait penumpang yang akan berangkat melalui nomor yang di check in. Pria tersebut mengatakaan lebih lanjut bahwa barang yang dibawanya sudah terangkut dalam penerbangan tersebut dan dirinya tidak terhitung.
Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai
“Saya adalah pengguna reguler maskapai ini. Sementara saya awalnya diperlakukan sebagai tersangka, saya mengatakan kepada petugas keamanan tentang kesalahan tersebut, “tambahnya. Akibat kejadian ini, dirinya harus menginap satu malam lagi dibandara sebelum melakukan penerbangan di Bengaluru (Bangalore) esok paginya.
Baca juga: Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara
“Saya sudah diberitahu bahwa sistem keamanan akan diperkuat sehingga kesalahan tersebut bisa dihindari,” tambahnya. “Kami belum mendaftarkan kasus terhadap dia karena tidak ada yang mencurigakan ditemukan,” kata seorang petugas polisi dari kantor polisi bandara domestik. Maskapai penerbangan Indigo menolak berkomentar mengenai masalah ini. Ada 163 penumpang bersama enam awak kapal, yang dipesan untuk penerbangan.
Bandara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab menjadi yang pertama mencabut larangan elektronik dalam pesawat yang akan menuju Amerika Serikat. Dilansir KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (4/7/2017), Etihad, adalah salah satu maskapai Uni Emirat Arab yang telah membersihkan dan mencabut larangan pemerintah Amerika Serikat dan menerapkan langkah-langkah keamanan ekstra dari biasanya.
Baca juga: Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif
Hal ini terjadi begitu cepat setelah Transport Security Administration (TSA) dari bagian Departemen Keamanan Bandara menyelesaikan sesi observasi dan verifikasi pagi ini. Dalam penerbangannya para penumpang diizinkan kembali membawa perangkat elektronik di dalam kabin pesawat pada penerbangan maskapai Etihad menuju Amerika Serikat.
Berikut sepuluh bandara di Uni Emirat Arab yang dilarang membawa perangkat elektronik dalam kabin yakni, Cairo di Mesir, Amman di Yordania, Kuwait City di Kuwait, Casablanca di Maroko, Doha di Qatar, Riyadh dan Jeddah di Arab Saudi, Istanbul di Turki, dan Abu Dhabi serta Dubai.
Awalnya pelarangan membawa laptop dalam kabin beredar luas dan diberlakukan oleh pemerintah Amerika Serikat pada bulan Maret lalu dengan alasan metode inovasi baru yang digunakan teroris. Saat itu laptop, e-reader, tablet, kamera DSLR hingga perangkat elektronik besar lainnya dilarang dibawa dalam kabin, saat pesawat menuju Amerika Serikat. Pelarangan tersebut menyebut sepuluh bandara, termasuk di dalamnya ada nama Abu Dhabi.
Baca juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube
Namun, dengan kebijakan pembatasan tersebut justru membuat banyak orang skeptis, bahkan ada yang mengatakan ini adalah sebuah tipuan untuk membantu perusahaan penerbangan Amerika Serikat. Tak hanya Amrika Serikat, untuk keamanan, Inggris juga mengikuti memberikan larangan variasi tersebut dan melarang barang elektronik pada penerbangan dari enam negara berpenduduk mayoritas muslim. Bedaya pelarangan yang dibuat oleh Inggris tidak mencantumkan nama Uni Emirat Arab. Sayangnya, tidak diketahui apakah Inggris akan mengikuti dan meringankan larangan di negara lain.
Baca juga: Ikuti Aturannya, Laptop Aman Digunakan Dalam Penerbangan
Beberapa maskapai telah berebut untuk melakukan larangan karena diberlakukan dengan sedikit peringatan. Para ahli juga memperingatkan bahwa larangan tersebut bisa menyebabkan bencana jika penumpang tertangkap tangan ketahuan membawa perangkat elektronik dalam kabin.
Minggu lalu, TSA mengumumkan bahwa pihaknya menuntut persyaratan skrining tambahan untuk barang elektronik sebagai ukuran pengamanan di 280 bandara di seluruh dunia, yang berdampak pada 2.000 penerbangan per hari. Dikatakan sebagai upaya untuk memastikan larangan elektronik tidak diperluas.
Pembangunan pesat yang terjadi di beberapa negara di belahan dunia membuat para warganya menginginkan adanya sebuah terobosan di bidang transportasi. Kemacetan yang terjadi serta semakin ramainya pengguna moda kendaraan merupakan dua faktor pendukung yang vokal dalam pengadaan moda transportasi baru ini.
Baca Juga: Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya
Keluhan masyarakat tersebut seolah mendapat jawaban dari CEO dari SpaceX yang mengatakan siap memberikan sebuah moda transportasi anyar bernama Hyperloop. Moda darat modern ini tidak hanya menawarkan kecepatan yang diusung-usung dapat mencapai kecepatan hingga lebih dari 1000km per jam, namun juga keberadaannya tidak akan memakan banyak lahan, karena jalur dari Hyperloop sendiri hanya berupa sebuah pipa besar, dimana Hyperloop akan beroperasi di dalamnya.
Angkutan penumpang ini diharapkan dapat memegang pangsa pasar pada rentan tahun 2022 hingga 2026. Tidak hanya penumpang, Hyperloop juga digalang-galang dapat menjadi angkutan kargo. Hyperloop menawarkan cara tercepat untuk transportasi penumpang dibandingkan dengan pilihan transportasi yang tersedia saat ini seperti kereta api, pesawat terbang, dan lain-lain.
Biaya perjalanan Hyperloop diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan pesawat terbang atau bullet train yang mampu menampung penumpang lebih banyak. Dilansir KabarPenumpang.com dari marketwatch.com (6/6/2017), rute operasional Hyperloop pertama diperkirakan akan dibangun antara Dubai dan Abu Bhabi pada tahun 2022 mendatang. Dukungan dari pemerintah daerah, investor modal, dan lain-lain memainkan peran utama dalam komersialisasi Hyperloop di kawasan yang terkenal dengan menara pencakar langit tertinggi di Dunia ini.
Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia
Diwartakan dari sumber yang sama, rencananya Hyperloop akan dikomersilkan di Amerika Serikat pada tahun 2023 mendatang dengan rute awalan dari Los Angeles menuju California. Tidak tanggung-tanggung, pihak Hyperloop menerjunkan belasan tim dari Amerika untuk mempresentasikan rencana rute Hyperloop yang dapat dikembangkan setelah dilakukan pengecekan kelayakan di masing-masing daerah. Persetujuan pemerintah, perusahaan pengembang teknologi Hyperloop di kawasan ini, dan investasi modal memainkan peran utama dalam pengembangan moda yang kecepatannya menyaingi pesawat Concorde ini.
Setahun berselang setelah rencana pembangunan Hyperloop di Amerika Serikat, giliran Slowakia dan Republik Ceko yang tanahnya siap dibombardir para petugas Hyperloop untuk membangun pra-sarana moda ini. Pihak Hyperloop sendiri mengaku sudah menerima pesetujuan dari pemerintahkedua negara untuk memeriksa kelayakan rute Hyperloop, yang mendorong pengembangan rute Hyperloop di wilayah ini. Setelah studi kelayakan di negara-negara ini, konstruksi aktual akan dimulai, yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2024.
Dibalik larisnya solusi yang ditawarkan oleh Hyperloop dalam menjawab permintaan pasar akan moda transportasi baru dan modern, ada beberapa aktor utama dibalik semua itu, diantaranya adalah Hyperloop Transportation Technologies dari Amerika, Hyperloop One dari Amerika, TransPod Inc. dari Kanada, dan SpaceX dari Amerika. Bahkan, rencananya Hyperloop juga akan dibangun di Indonesia, namun masih memerlukan beberapa kajian lebih dalam mengenai tawaran langsung dari pihak Hyperloop ini.
Pemerintah Indonesia mulai mempertimbangkan untuk membatasi impor kereta dari Jepang. Ini merupakan tindak lanjut dari ramainya perbincangan mengenai kapabilitas domestik untuk menyediakan kereta serupa. Jika negara-negara lain memikirkan hal serupa, maka Jepang bisa kehilangan pendapatan dari penjualan kereta bekas lebih dari 90 persen, dan ini bisa saja memicu kekhawatiran pejabat terkait.
Baca Juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar Jakarta
PT KAI Commuter Jabodetabek, yang mengoperasikan layanan kereta api di daerah Metropolitan Jakarta, sampai saat ini telah mengimpor kereta bekas dari East Japan Railway Co., Tokyo Metro Co., Tokyu Corp, dan perusahaan lainnya. Dari sekitar 860 kereta api yang dimiliki PT KAI, penggunaan kereta yang di datangkan dari Jepang lebih dari 90 persen, dan sisanya adalah kereta lokal. Kereta bekas dari Negeri Sakura pun kerap kali menghiasi rel-rel di negara lain, seperti Thailand, Filipina, Myanmar, dan mereka mendapatkan reputasi yang bagus karena tingkat malfungsi yang rendah.
Salah satu alasan logis mengapa negara di dunia banyak memilih kereta bekas dari Jepang adalah karena harganya yang bisa dibilang miring. Umumnya, biaya untuk membeli kereta baru adalah sekitar ¥100 juta. Sedangkan biaya untuk membeli kereta bekas hanyalah sekitar ratusan ribu Yen. Berlandaskan harganya yang murah, inilah yang menjadi salah satu sumber pendapatan Jepang.
JR East telah mengekspor lebih dari 600 kereta bekas sejak periode 1990-an. Sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari the-japan-news.com (23/6/2017), seorang pejabat sebuah perusahaan perkeretaapian besar di Jepang mengatakan, “Kami berasumsi bahwa sebanyak 2.000 mobil bekas telah diekspor dari Jepang.”
Baca Juga:PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri
Awalnya, tujuan utama mengekspor kereta bekas adalah untuk mendukung negara-negara berkembang yang menghadapi kebutuhan akan sistem transportasi umum. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan kereta api Jepang telah mulai menaruh lebih banyak semangat untuk mengekspor kereta bekas mereka, dengan memperhatikan bahwa hal itu bisa menjadi kesempatan untuk membantu layanan kereta api bergaya Jepang di negara-negara Asia yang sedang mengalami perkembangan ekonomi yang pesat.
Sekarang ada lebih dari 850.000 penumpang yang menggunakan jasa layanan kereta api di Jakarta setiap harinya, meningkat dari 360.000 pengguna di tahun 2010, dan diprediksi peningkatan ini akan terus berlanjut.
Baca Juga: Lebar Bentang Rel Menjadi Ciri Khas Jalur KRL Jabodetabek
Kementerian BUMN, yang bertugas mengembangkan industri dalam negeri, mengatakan bahwa impor kereta harus dibatasi untuk mempromosikan kereta api lokal. Namun, kereta yang diproduksi di dalam negeri kerap kali terkena masalah, seperti pemberhentian akibat gangguan listrik dan lain sebagainya. Mereka yang terlibat dalam operasi sehari-hari sebenarnya merasakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kemampuan transportasi nasional.
“Kami membutuhkan lebih banyak kereta api dari Jepang, yang memiliki gangguan lebih sedikit,” ujar seorang pejabat PT KAI Commuter Jabodetabek. Seakan mengamini, seorang pejabat yang terkait dengan industri perkeretaapian Jepang mengatakan, “Kami berharap pemerintah Indonesia akan mendengarkan pendapat tersebut.” tuturnya.
Ookla, penyedia aplikasi speedtest, pengukur kecepatan akses internet global, belum lama ini melakukan survei terkait kecepatan konektivitas internet di beberapa bandara tersibuk yang ada di Asia. Dilansir KabarPenumpang.com dari bgr.in (28/6/17) survei tersebut dilakukan antara bulan Maret hingga Mei 2017 di Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Jepang, India, Thailand dan beberapa negara lainnya.
Baca juga: 10 Bandara Ini Disebut Sebagai Yang Tersibuk
Dari hasil yang didapat, India tepatnya di bandara Indira Gandhi International, New Delhi berada di urutan keempat, karena memiliki kecepatan mengunduh 15,95 Mbps dan kecepatan mengunggah 14,98 Mbps. Survei ini menyoroti perbedaan antara kecepatan yang ditawarkan oleh WiFi dan jaringan seluler dan bisa dipilih salah satunya.
Untuk hasil konektivitas WiFi, Bandara Internasional Dubai berada di posisi teratas dengan kecepatan mengunduh 39,50 Mbps dan kecepatan menggunggah 48,27 Mbps. Kecepatan WiFi bandara Dubai mendapat pujian karena tercatat sebagai yang tercepat tak hanya di Asia melainkan di Eropa dan juga Afrika.
Data kecepatan konektivitas (bgr.in)
Sedangkan di urutan kedua ada bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan karena memiliki kecepatan mengunduh 26,52 Mbps, kemudian di urutan ketiga ditempati oleh bandara Haneda, Tokyo, Jepang dengan kecepatan mengunduh 18,28 Mbps. Urutan keempat yang ditempati oleh bandar internasional Indira Gandhi, memiliki layanan WiFi gratis yang disediakan oleh Domoco, kemudian Oktober tahun 2016 lalu, operator telekomunikasi Vodafone juga meluncurkan layanan WiFi gratisnya di bandara ini.
Baca juga: 6 Cara Menghemat Uang Saat Parkir Mobil di Bandara
Selain menguji kecepatan konektivitas WiFi, Ookla juga melakukan uji pada konektivitas jaringan selular di beberapa bandara tersebut. Hasil ini sungguh mengejutkan, sebab bandara internasional Indira Gandhi menepati urutan kesepuluh tepatnya dibawah bandara Suvarnabhumi, Thailand.
Dengan jaringan selular, di bandara internasional Indira Gandhi hanya mampu mengunduh dengan kecepatan maksimal 5,85 Mbps dan kecepatan mengunggah hanya 2,00 Mbps. Ini sangat rendah dibandingkan kecepatan mengunduh di bandara Changi, Singapura yang melesat hingga 45,81 Mbps.
Data kecepatan konektivitas (bgr.in)
Untuk kecepatan data mobile di India, ini termasuk tidak mengejutkan karena kecepatan mengunduh rata-rata di negara ini 7,62 Mbps. Ookla menyarankan saat berada di bandara Indira Gandhi, para wisatawan baiknya menggunakan WiFi untuk kenyamanan sedangkan untuk Dubai dan Seoul, Ookla mengatakan wisatawan bisa memilih antara WiFi ataupun jaringan data seluler.
Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas
Diketahui, dari hasil uji kecepatan yang dilakukan Ookla menunjukkan adanya masalah konektivitas data bergerak di India meski banyaknya operator telekomunikasi yang bertebaran. Tak hanya itu, pada saat yang sama, konektivitas WiFi gratis berkembang sangat pesat di seluruh negara baik si stasiun kereta api ataupun sudut-sudut umum di jalan utama. Proyek retail milik Google pun juga memasang hotspot WiFi di 100 stasiun kereta api di India. Selain itu, saat ini perkeretaapian India juga telah merancang sebuah proyek untuk menyediakan layanana WiFi di semua stasiun kereta api yang mencapai 7.000 stasiun.
Nama Vanilla Air terpaksa menjadi sorotan publik dunia setelah salah satu kru pesawat tersebut melarang seorang penyandang disabilitas menggunakan kursi roda ke dalam maskapai Low Cost Carriers tersebut. Kejadian yang terjadi pada 5 Juni 2017 kemarin ini mulai naik ke permukaan setelah Hideto Kijima, penyandang disabilitas tersebut mengungkapkan kekesalannya melalui blog pribadinya.
Baca Juga: Dilema Penyandang Disabilitas di Transportasi Publik
Kala itu, Hideto yang didorong oleh temannya menggunakan kursi roda hendak bertolak menuju Osaka dari sebuah bandara kecil di pulau Amami. Setibanya Hideto di pulau Amami, ia mendapatkan perlakuan sewajarnya dari pihak maskapai yang mengijinkan tiga temannya membantu Hideto turun dari pesawat menggunakan kursi roda. Namun, perlakuan berbanding terbalik dialami oleh Hideto ketika ia hendak pulang menuju Osaka, dari bandara dan maskapai yang sama. Pihak maskapai menolak untuk menaikkan Hideto yang menggunakan kursi roda ke dalam kabin.
KabarPenumpang.com melansir dari theguardian.com, Kamis (29/6/2017), kejadian tersebut merupakan kali pertama yang ia rasakan setelah “menaklukan” kurang lebih 200 bandara di 158 negara. Sebelum penerbangan menuju Osaka, pria 44 tahun tersebut sudah diberitahu mengenai tidak tersedianya sebuah lift yang dapat mengangkut penumpang disabilitas ke dalam kabin. Akhirnya, dengan terpaksa Hideto meniti 17 anak tangga menuju pintu pesawat tanpa menggunakan kursi rodanya dengan dibantu oleh temannya.
Hideto Kijima. Sumber: standard.co.uk
“Saya tidak habis pikir dengan perlakuan yang saya terima. Seolah melarang penyandang disabilitas untuk terbang,” tutur Hideto. “Ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia,” tambahnya. Mendapat komplain dari salah satu kostumernya, pihak Vanilla Air melalui juru bicaranya lalu meminta maaf. “Kami meminta maaf atas insiden yang seharusnya tidak terjadi itu,” kata Akihiro Ishikawa, juru bicara Vanilla Air. Permohonan maaf tersebut dilayangkan pihak Vanilla setelah hideto melaporkan kejadian tersebut ke Kementerian Transportasi.
Vanilla Air lalu mengklarifikasi bahwa terdapat sebuah lift yang dapat digunakan oleh para penumpang, namun bukan untuk penyandang disabilitas. Maskapai yang berafiliasi dengan All Nippon Airways teersebut juga mengungkapkan akan memperbaiki pelayanan yang ada sehingga kejadian serupa tidak terulang di waktu mendatang, termasuk pengadaan sarana lift untuk penyandang disabilitas.
Baca Juga: Raih Kemenangan Untuk Negara, Paralimpian Justru Dinistakan di Kereta
“Langkah-langkah ini kami tempuh untuk memastikan agar penumpang yang menaiki penerbangan kami dapat terbang dengan aman dan nyaman. Selain itu, kami juga akan meninjau prosedur penanganan bandara untuk memastikan apakah semuanya sudah sesuai dengan standar pelayan kami yang tinggi,” ujar pihak Vanilla Air.
Dengan melihat resiko kecelakaan, Vanilla Air sebelumnya pernah melarang penumpang yang tidak dapat berjalan untuk terbang sendiri dari Amami. Sedangkan, maskapai lain di Jepang mengatakan bahwa mereka mengizinkan staf untuk membawa penumpang dengan menggunakan kursi roda saat lift tidak tersedia pada pagelaran Paralimpiade tahun 2020 mendatang.
Presiden Joko Widodo terlihat ingin sekali mendorong para investor asing untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Apalagi pada sektor transportasi Indonesia.
Dilansir KabarPenumpang.com dari indonesia-investments.com (21/6/2017), pemerintah RI akan memperbaharui untuk merevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. Hal ini dilakukan agar para investor asing tertarik berinvestasi di Indonesia khususnya di bandara.
Baca juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia
Adanya revisi DNI disebabkan orang asing tidak dapat memiliki saham mayoritas dengan pihak Indonesia untuk mengoperasikan bandara yang ada. Apalagi untuk pendirian bandara baru atau perluasan pada bandara saat ini sangat penting untuk Indonesia.
Sayangnya, untuk melakukan hal ini, keuangan perusahaan milik pemerintah baik pusat maupun daerah sangat terbatas dalam pembangunan seperti perluasan bandara, sehingga dibutuhkan investor swasta. Kepala Divisi Penerbangan Terjadwal di Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA), Bayu Sutanto mengatakan, akan mendukung rencana pemerintah untuk mengizinkan lebih banyak investor-investor asing di seluruh bandara di Indonesia.
Baca juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia
Sutanto mengatakan, ada banyak investor asing yang tertarik untuk berinvestasi dalam pengoperasian bandara. Namun, pihak asing ingin mendapatkan saham mayoritas dalam proyek tersebut, padahal kepemilikan investor asing maksimal di tetapkan hanya 49 persen untuk layanan operasi bandara.
“Operasi bandara di Indonesia saat ini dilakukan oleh pemerintah atau badan usaha milik negara. Oleh karena itu, sektor ini tidak memiliki tingkat persaingan yang sehat sehingga menghasilkan layanan dan operasi yang lebih baik di bandara-bandara lokal,” tambah Sutanto.
Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass
Hingga kini, masih belum jelas apakah pemerintah ada rencana mengizinkan saham yang lebih besar pada investor asing di area sisi lahan, udara atau keduanya. Untuk masalah area lahan atau udara masih terus dipelajari oleh pihak pemerintah untuk meteapkan hasil terbaik bagi investor asing maupun Indonesia.
Sebenarnya, dengan adanya sinyal dan keinginan dari Presiden Joko Widodo, merupakan peluang bagi investor untuk menanamkan modalnya, tidak hanya terbatas dalam pembangunan bandara melainkan juga pada sarana transportasi lainnya. Diketahui, sebelum ada sinyal baik ini, Indonesia meruapakan salah satu negarai di Asia Tenggara yang sedikit tertutup dalam investasi asing.
Kerusakan pada mesin terjadi pada pesawat Airbus A330 dengan nomer penerbangan milik D7237 milik AirAsia X. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Australia yang menuju ke Malaysia pada Minggu (25/6/2017) lalu. Menurut Australian Transport Safety Bureau (ATSB) kejadian tersebut disebabkan adanya guncangan yang keras saat pesawat berada di udara tak lama setelah lepas landas.
Dilansir KabarPenumpang.com dari fortune.com (27/6/2017), pesawat AirAsia X yang saat itu berada di udara harus kembali ke Perth, padahal pesawat sudah mengudara selama satu setengah jam. Menurut para penumpang yang berada di dalam pesawat, mereka merasakan guncangan keras yang ‘menggoyang’ kursi dan bisa diibaratkan penumpang seperti berada di dalam mesin cuci.
Baca juga: AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang Terluka
Guncangan tersebut dirasakan penumpang hampir dua jam. Dalam video yang terekam, saat itu pilot Airbus A330 yang membawa 359 penumpang sempat meminta para penumpang berdoa. “Keselamatan kita saat ini bergantung kerjasama Anda. Mudah-mudahan semua akan berakhir baik,” kata pilot.
Melihat dinamika dan kondisi mesin yang terjadi di udara, Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) meminta AirAsia X untuk mendarat kembali ke Perth. “Kami mendengar suara seperti benturan keras dan semuanya mulai berguncang. Kapten kemudian mengabari bahwa kita harus kembali lagi ke Perth,” ujar salah seorang penumpang.
Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius
Penumpang lain berkata, dirinya melihat ke arah jendela dan mesin berguncang sangat hebat. Pilot juga mengatakan, agar penumpang bersiap untuk kemungkinan terjadinya benturan saat mendarat. Untungnya, dalam kejadian ini pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat dan AirAsia X D7237untuk sementara dilarang terbang (grounded) hingga menunggu pengecekan secara menyeluruh.
Sayangnya, sesudah mendarat, beberapa penumpang merasa bahwa AirAsia tidak memberikan dukungan medis atau informasi yang jelas untuk penerbangan pengganti setelah turun dari pesawat. Sebab saat berada dalam pesawat yang berguncang, banyak penumpang yang merasa trauma yang mempengaruhi keadaaan emosional mereka.
Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik
Padahal bila penumpang diberi pelayanan untuk meredakan trauma saat kejadian, setidaknya bisa membantu penumpang untuk sedikit merasa lebih baik. Apalagi saat tiba di Perth, penumpang langsung ditangani dan diberi arahan yang jelas terkait penerbangan pengganti dan pelayanan traumatik pasca kejadian tersebut.
Maskapai dan pilot perlu memprioritaskan tidak hanya menjaga penumpang mereka tetap aman, tapi juga membuat mereka merasa nyaman. Mudah-mudahan AirAsia akan belajar dari kejadian ini dan menangani situasi traumatis yang berpotensi lebih baik ke depan.