Nampaknya, penggunaan energi surplus dari energi terbarukan untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen bukan lagi sebagai angan-angan semata. Terbukti, beberapa moda transportasi berat seperti truk, kereta api, dan kapal mulai melakukan uji coba terhadap penggunaan bahan bakar masa depan ini. Salah satu alasan dibalik perencanaan penggunaan bahan bakar baru ini adalah untuk mengurangi polusi, karena residu pembakaran hidrogen adalah air, jadi tidak akan ada polusi.
Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api
Menurut kelompok riset asal Norwegia, Stiftelsen For Industriell Og Teknisk Forskning (SINTEF), menghasilkan dan menyimpan hidrogen dari energi surplus terbarukan yang kemudian dapat digunakan sebagai bahan bakar merupakan sebuah pemikiran ekonomik yang brilian, pasalnya dengan menggunakan bahan bakar hidrogen maka metode propulsi setiap penggunanya akan menjadi lebih baik, baik moda penumpang hingga moda angkutan barang.
Penelitian dan pengembangan sistem bahan bakar hidrogen ini sudah berlangsung sejak tahun 1980 silam, dimana mereka berupaya untuk membuat sebuah sel bahan bakar yang dapat bersaing di pasaran. Walaupun sistem bahan bakar baru ini sudah mulai digunakan di beberapa pasar, namun Wakil Presiden SINTEF bagian pemasaran, Steffen Møller-Holst memprediksi bahan bakar hidrogen ini akan laku keras di luar sana. “Di Jepang, 150.000 sel bahan bakar seperti ini dipasang di rumah tangga untuk menghasilkan tenaga dan panas, dan di Amerika Serikat lebih dari 10.000 forklift bertenaga hidrogen beroperasi di gudang dan pusat distribusi,” ujar Steffen sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari eco-business.com (3/7/2017).
Norwegia juga sedang mengerjakan sebuah rencana untuk membuat perkeretaapiannya lebih hijau, menjalankan kereta jarak jauh dengan hidrogen sebagai alternatif jalur electrifying yang saat ini dioperasikan oleh lokomotif diesel. “Di Jerman, kereta berbahan bakar sel pertama sudah menjalani uji coba, dan Norwegia adalah satu dari banyak negara Eropa yang tengah mempertimbangkan kereta bertenaga hidrogen berdasarkan kesimpulan dari sebuah studi yang dilakukan oleh SINTEF untuk Direktorat Kereta Api Norwegia,” terang Steffen. Iapun optimis Norwegia mampu menyaingi Jerman.
Baca Juga: North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya
Rencananya, revolusi truk hidrogen dimulai di Norwegia karena pedagang makanan terbesar di negara tersebut, ASKO, mengatakan bahwa penggunaan hidrogen dinilai akan lebih praktis dibandingkan dengan penggunaan tenaga lainnya. Truk bertenaga hidrogen pertama rencananya akan dikirimkan pada tahun 2018 mendatang.
Sementara itu, Anders Ødegård selaku manajer proyek dari departemen teknologi energi berkelanjutan SINTEF mengatakan penggunaan baterai untuk menyalakan sebuah truk heafy duty akan sangat mahal. “Baterai itu juga akan berukuran sangat besar dan berat sehingga kapasitas muatan truk akan sangat berkurang,” imbuhnya.
Empat wilayah di Jerman sementara ini memimpin dalam penggunaan sel bahan bakar hidrogen di kereta api. Mereka telah menunjuk 100 kereta penumpang bertenaga hidrogen, yang pertama sudah menjalani uji coba, dan teknologinya diharapkan siap untuk kereta barang sebelum tahun 2025 mendatang.
Seolah ikut hanyut dalam euforia pengadaan moda transportasi baru, Korea Selatan baru-baru ini mengungkapkan bahwa pihaknya siap untuk menggaet salah satu perusahaan startup dalam pengadaan moda angkutan tersebut. Tidak tanggung-tanggung, negara yang terkenal dengan K-Popnya itu bekerja sama dengan Hyperloop Transportation Technologies (HTT) yang dikenal sebagai moda angkutan dengan kecepatan supersonik. Sebenarnya, penandatanganan nota kerja sama ini sudah terjalin sejak bulan Januari, namun baru terbongkar baru-baru ini.
Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (21/6/2017), tim HTT bekerjasama dengan departemen inovasi dan infrastruktur teknologi Korea Selatan, bersama dengan Korea Institute of Civil Engineering and Building (KICT) dan Universitas Hanyang. Nota tersebut berisikan tentang pembangunan platform uji coba skala penuh, perizinian tabung vakum, levitasi, propulsi, dan teknologi baterai HTT bersamaan dengan pengembangan standar keselamatan dan peraturan.
Rencananya, sistem transportasi anyar bernama HyperTube Express tersebut akan menghubungkan Seoul dan Busan hanya dalam waktu kurang dari 20 menit, sedangkan membutuhkan waktu tiga jam berkendara melalui jalan normal.
Baca Juga: Minggu Ini, Hyperloop Agendakan Uji Coba Jalur
Walaupun sudah banyak klien yang menginginkan sistem Hyperloop terpasang di negara mereka, namun HTT harus tetap berada di jalur persaingan mengingat kompetitornya seperti Arrivo dan Hyperloop One juga tengah gencar meraup hati para calon kostumernya. HTT juga harus waspada mengingat pesaing utamanya, Hyperloop One baru saja melakukan sebuah kemajuan yang signifikan dengan memamerkan jalur uji skala penuh di Nevada dan membentuk kesepakatan dengan Rusia, Finlandia dan Dubai untuk mengeksplorasi kelayakan Hyperloop di negara-negara tersebut.
Presiden KICT, Tai Sik Lee mengatakan persaingan menuju kesuksesan ketiga penyedia sistem transportasi serupa nampaknya kian memanas, sehubungan dengan prediksi penggunaan moda ini yang akan ramai di masa depan. “Perjalanan menggunakan kapsul seperti Hyperloop akan mampu merubah cara orang bepergian hingga gaya hidup seseorang, namun bisa juga menyatukan banyak individu, layaknya kendaraan umum,” terang Tai Sik Lee.
Baca Juga: Hyperloop One Pamerkan Sembilan Rute Andalannya
Lebih lanjut, orang nomor satu di KICT itu mengatakan dirinya menyambut baik niat Korea Selatan yang ingin menghadirkan Hyperloop di Negeri Ginseng karena berlandaskan pada tradisi negaranya yang selalu melakukan inovasi di segala bidang. “Republik Korea melanjutkan tradisi kemajuan teknologi dan inovasi dengan memasukkan teknologi semacam ini, pemerintah juga telah mengalokasikan sumber daya yang diperlukan, kami menyelesaikan penelitian pendahuluan kami dan sekarang bersiap untuk menerapkannya,” tukas Tai Sik Lee.
Tata Motor, perusahaan otomotif dari India, baru-baru ini telah menguji coba bus listriknya di Chandigarh, sebelumnya Tata Motors sudah melakukan uji coba bus listrik perdananya dari Parwanoo ke Shimla. Dilansir KabarPenumpang.com dari auto.economictimes.indiatimes.com (19/6/2017), bus listrik Tata Ultra Electric dengan panjang 9 meter ini mampu menampung 31 penumpang dan sanggup beroperasi selama 15 hari.
Baca juga: Tata Motors Luncurkan Bus Bertransmisi Ganda
Dalam uji coba tersebut Tata Motors bekerjasama dengan Chandigarh Transport Undertaking (CTU), Departemen Perhubungan Negara dan bagian Administrasi Chandigarh. Dari ide yang diusung, sebenarnya proses pengenalan bus listrik ini adalah salah satu rencana dari konsep Smart City.
Tata Motors mengklaim bahwa bus ini memiliki performa yang sangat baik dan mampu menempuh jarak 160 km dalam keadaan bus penuh. Dr AK Jindal, Kepala Pusat Penelitian Teknik Tata Motors mengatakan, Tata Motors berpartisipasi dalam uji coba serupa yang saat ini sedang berlangsung di Ngapur.
Dimana bus tersebut baru-baru ini ditandai oleh Kementerian Perhubungan Jalan Raya dan Pemerintah Maharashtra. Sebenarnya uji coba ini merupakan bagian dai strategi Tata Motors yang lebih besar untuk hadir dengan kendaraan listriknya apalagi dengan proposi nilai terbaik di kelasnya membantu untuk lebih memehami kebutuhan pelanggan dalam operasi yang berbeda.
Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja
Uji coba di Chandigarh menunjukkan hasil yang menggembirakan dengan kecepatan 143 km yang mencakup sekitar 70 persen dari biaya. Percobaan ini adalah bagian dari agenda Kementerian Transportasi Jalan untuk eletrifikasi transportasi umum. Hal ini membuat Tata Motors bersiap dengan jangkauan kendaraan listriknya dari panjang 9 meter dan 12 meter dengan berbagai konfigurasi tempat duduk.
“Tata Motors juga bekerja sama dengan berbagai kelompok studi yang dibentuk oleh pemerintah pusat untuk mengerjakan berbagai model bisnis untuk mengoperasikan kendaraan listrik dan untuk mengoptimalkan ekonomi keseluruhan bus ini, untuk solusi yang benar-benar dibuat di India,” tambah Dr Jindal.
Tata Motors telah bekerja menuju hibridisasi dan elektrifikasi transportasi penumpang untuk sementara waktu sekarang dan telah mengembangkan teknologi ini. Set pertama bus hibrida lantai rendah akan segera dikirim ke Mumbai Metropolitan Region Development Authority (MMRDA), dimana persetujuan untuk permulaan pasokan baru-baru ini diterima dari mereka untuk 25 bus tersebut. Ini adalah pesanan tunggal terbesar yang diberikan untuk teknologi kendaraan listrik hybrid di India yang mengklaim perusahaan tersebut.
Baca juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus
Tata Motors, di antara 10 produsen truk dan bus teratas di dunia baru-baru ini meluncurkan dan memamerkan berbagai kendaraan transportasi umum massal di India, mengulangi komitmen perusahaan terhadap solusi teknologi dan mobilitas cerdas dan hijau. Perusahaan ini baru saja memamerkan berbagai kendaraan umum transportasi massal di India.
Di antara perusahaan tersebut, mereka meluncurkan bus Starbus Electric berukuran 9 meter dan 12 meter, serta memamerkan kendaraan komersial kecil berbahan bakar Hidrogen 12 dengan ukuran 12 meter. Semuanya dirancang, dikembangkan dan didukung oleh bahan bakar alternatif, untuk memenuhi kebutuhan transportasi penumpang saat ini dan masa depan di smart city.
Jalur Mas Rapid Transit (MRT) fase satu saat ini masih dalam pembangunan yakni sepanjang 16 km dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia. Untuk keretanya sendiri, PT MRT Jakarta menggunakan kereta buatan Nippon Sharyo, LTD yang juga merupakan pembuat kereta cepat Shinkansen di Jepang.
Baca juga:MRT Jakarta – Mulai Lakukan Fase Pertama Pembangunan Interior Stasiun
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono mengatakan, kereta untuk MRT yang akan dipesan sebanyak 16 set dengan satu setnya terdiri atas enam gerbong kereta. “Bila ada 16 set dengan enam gerbong kita akan punya 96 gerbong untuk MRT,” ujar Agung saat di wawancarai KabarPenumpang.com di Jakarta, kemarin (5/7/2017).
Ia mengatakan untuk pengoperasiannya, pada jam sibuk akan ada 14 kereta dan dua lainnya sebagai cadangan. Diketahui sekali mengangkut, kereta ini mampu memuat 2 ribu penumpang sekali jalannya. Selain itu Agung menambahkan, 2 ribu penumpang tersebut dalam hitungan penumpang yang duduk mengisi tempat duduk dan yang berdiri.
Baca juga: Jelang Beroperasi, PT MRT Jakarta Buka Lowongan Kerja
“Perhitungan awalnya kan sekitar 174 ribu penumpang per harinya, sedangkan KRL sudah 1,2 juta penumpang atau 10 kali lipat dari kapasitas MRT karena jangkauannya yang luas,” jelas Agung.
Kereta yang digunakan untuk MRT menggunakan Automatic Train Operation (ATO) dengan masinis yang tugasnya untuk membuka dan menutup pintu saja, dan peran masinis diperkukan untuk antisipasi jika ada keadaan darurat. Adapun spesifikasi rolling stock untuk MRT Jakarta yakni 16 rangkaian, dengan gerbong per setnya ada enam, headway atau jarak kedatangan sekitar lima menit.
Baca juga: Bangun TOD di Lebak Bulus, MRT Jakarta Lalukan Studi Pengembangan dengan Wijaya Karya
Selain itu kecepatan maksimum 100 km per jam di jalur layang dan 80 km per jam dibawah tanah, sementara untuk rata-rata kecepatan saat beroperasi nanti ada di kisaran 30-40 km per jam. Tiap gerbongnya nanti MRT Jakarta akan memiliki dimensi lebar 2.950 mm dan tinggi 3.655 mm.
Agung menambahkan, untuk tiket MRT nantinya akan ditentukan oleh Peraturan Daerah, sebab harus konsultasi dengan proses yang cukup panjang. “Dari benchmark yang sudah ada harga tiketnya sekitar US$1 atau sekitar Rp12 ribu hingga Rp13 ribuan. Ini bisa lebih atau kurang tergantung pemerintah,” jelasnya. Benchmark yang digunakan mengacu pada solusi yang telah diterapkan di Singapura. Nantinya akan ada vending machine untuk tiketnya sendiri.
Menurut Agung sistem tiket MRT Jakarta akan terbagi dalam tiga skema. Pertama, yang menyerupai MRT Singapura yakni dengan electronic fare collection. Skema ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan tiket MRT dengan memasukkan uang ke dalam mesin. Kedua, berupa clearing house dengan pemilikan dari konsorsium operator. Ini digunakan untuk membedakan penumpang lanjutan dari transportasi lainnya. Kemudian ketiga berupa kerja sama dengan perbankan menggunakan e-money seperti yang sudah diterapkan di Transjakarta dan Commuter Jabodetabek.
Baca juga: Dampak Pengiriman Material MRT, Jalan Sisingamangaraja Mendapat Rekayasa Lalu Lintas
Agung menjelaskan, untuk tiketnya bisa saja seharga Rp5 ribu tetapi, berapa banyak yang akan di subsidi oleh pemerintah. Sebenarnya, harga ini bukan hanya ditentukan dari hasil studi benchmark saja melainkan dari perhitungan cost operational, apalagi bila kontraktor yang digunakan berbeda.
“Untuk harga yang jelas masih kita hitung-hitunglah untuk dapat hasil finalnya,” tambah Agung. Terkait masalah kereta yang digunakan untuk MRT, Direktur Utama PT MRT William Sabandar mengatakan, saat ini belum ada rencana untuk pembagian gender pada gerbong. Namun tetap akan ada kenyamanan saat menunggu dan di dalam MRT tersebut, untuk keamanan di setiap rangkaian akan selalu terpantu dalam pengawasan keamanan lewat CCTV.
Baca juga:Proyek MRT: Mulai 20 Mei 2017 Ada 4 Tahap Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Panglima Polim
Sedangkan fasilitas untuk disabilitas sudah dilengkapi oleh pihak MRT. Direktur Konstruksi PT MRT, Silvia Halim mengatakan, MRT sudah ramah untuk disabilitas, sebab ada lift untuk para pengguna kursi roda dan lansia selain itu untuk para tuna netra juga sudah ada tanda khusus pada lantai. Dalam kesempatan berbeda, William Sabandar pernah menyebut bahwa setiap stasiun nantinya akan dilengkapi lift untuk memudahkan keluar masuk para penyandang disabilitas. Lebih hebat lagi, untuk sinyal juga bisa digunakan seperti bunyi yang mudah didengar bagi para penyandang disabilitas.
Pada Senin (3/7/2017) lalu, warga Topeka di Kansas merayakan ulang tahun salah satu wahana bermain yang menjadi ciri khas dari ibu kota negara bagian Amerika Serikat di Kansas tersebut, yaitu Gage Park Mini-Train. Perayaan ini menandakan keberadaan dari miniatur kereta yang sudah melayani para penumpangnya sejak tahun 1967. Tidak hanya anak-anak yang gemar menaiki wahana ini, melainkan muda-mudi hingga orang tuapun kerap kali terlihat tengah asyik menikmati perjalanan berkeliling menggunakan miniatur kereta dengan dominasi warna merah ini.
Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan
Kembali melihat ke belakang, pada Oktober 1966, kota Topeka menandatangani perjanjian tertulis dengan pihak A.C. dan Leora McCall perihal pemberian wewenang untuk membangun dan mengoperasikan sebauh kereta mini di Gage Park. Rute miniatur kereta api tersebut terletak di seberang jalan di sebelah barat tempat parkir Kebun Binatang Topeka. Panjang dari rute itu hanyalah sekitar satu mil, dan memutar mengitari sebuah taman.
Setahun berselang, pihak pengelola lalu membuka wahana tersebut untuk umum dan hingga kini miniatur kereta tersebut sudah mengangkut lebih dari 1000 penumpang. Sejak pengoperasian pertamanya tersebut, Gage Park Mini-Train seolah menjadi trademark dari kota tersebut. Lokomotif Gage Park Mini-Train menggunakan mesin diesel New Holland / Ford 3 silinder, yang merupakan replika dari model Santa Fe Alan Herschell Iron Horse “Cyrus K. Holliday” tahun 1881.
Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari ksnt.com (3/7/2017), rangkaian kereta tersebut mencakup empat gerbong penumpang yang mampu mengangkut 14 orang di setiap gerbongnya. Lalu pada tahun 1997, gerbong khusus penyandang disabilitas ditambahkan ke dalam rangkaian Gage Park Mini-Train. Jika Anda berkesempatan untuk mengunjungi tempat ini, stasiun yang Anda lihat merupakan hasil renovasi dari stasiun lama yang dihancurkan pada tahun 2002 silam, namun tetap bersejarah.
Baca Juga: Maharajas Express, Kereta Termewah di Asia Bertarif Mulai Rp51 Juta
Pada awalnya, miniatur kereta tersebut hanya akan beroperasi sekitar 20 tahun, namun karena banyaknya permintaan dari para penumpang dan berbagai pertimbangan lainnya, akhirnya Gage Park Mini-Train masih tetap beroperasi hingga umurnya yang menyentuh angka 50 tahun per tanggal 3 Juli kemarin.
“Saya tidak bisa membayangkan Gage Park tanpa kehadiran kereta ini. Gage Park sendiri sudah ada sejak 117 tahun yang lalu, itu berarti kehadiran kereta ini sudah memakan setengah dari umurnya. Seperti sudah menjadi ikon dari taman ini,” tutur seorang sejarahwan, Bill Riphahn.
Baca Juga: Glacier Express, Antarkan Anda Nikmati Indahnya Pemandangan Swiss
Lima tahun yang lalu, Shawnee County Parks and Recreation memulai perombakan besar-besaran untuk memperbaiki kinerja dan mengurangi downtime untuk perbaikan. Dengan perhatian yang besar serta kru yang cekatan, Gage Park Mini-Train hanya mengalami perbaikan selama 15 hari dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Jika Anda berniat untuk mengunjungi taman ini, Gage Park Mini-Train beroperasi dari mulai pukul 10.30 hingga 18.00 waktu setempat setiap harinya. Waktu operasi kereta ini direncanakan akan berubah pada pertengahan Agustus mendatang.
Masalah berat badan berlebih saat ini menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan apalagi dalam sebuah penerbangan ke suatu daerah ataupun ke suatu negara. Mungkin di Indonesia sendiri belum ada masalah dengan berat badan penumpang yang berlebih alias obesitas, namun beberapa maskapai di negara-negara lain sudah hangat membicarakan masalah ini sejak lama.
Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas
Dilansir KabarPenumpang.com dari apex.aero (27/6/2017), sebenarnya dengan mengetahui berat badan penumpang sejak awal, akan membantu maskapai mengakomodasi penumpang dengan berat badan yang berlebih. Hawaiian Airlines sempat membuat kontroversi saat melakukan penimbangan terhadap penumpang untuk melakukan survei selama enam bulan.
Suvei ini sebenarnya dilakukan untuk mencari tahu kenapa pembakaran bahan bakar pada pesawatnya lebih tinggi saat melakukan perjalanan ke Samoa Amerika dimana wilayah tersebut memiliki obesitas tinggi. Dari sebuah aplikasi yang sudah di patenkan baru-baru ini, dan diungkap pada 2015 lalu, MasterCard selaku salah satu perusahaan pembuat kartu kredit percaya bahwa dengan memberikan data yang akurat terkait berat badan penumpang ke maskapai penerbangan berdasarkan riwat pembelian tiket melalui rekening bisa memudahkan maskapai. Menurut MasterCard juga, tak hanya berat badan penumpang melainkan ukuran pakaian dan sepatu penumpang juga bisa diketahui oleh maskapai bila memerlukannya.
Adanya hal ini memudahkan penumpang dan maskapai, sebab sering seorang penumpang yang memiliki bobot tubuh di atas rata-rata atau biasa di sebut obesitas harus membeli bangku tambahan dan kemungkinan diminta untuk turun dari sebuah penerbangan jika tidak muat di tempat duduknya tersebut. Namun beberapa maskapai mendekatkan diri pada penumpang juga dengan banyak cara lainnya untuk penumpang yang obesitas.
Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak
Saat ini Hawaiian Airlines membatassi kursi penerbangan ke Samoa Amerika untuk mengendalikan kelebihan berat badan penumpang. Uzbekistan Airways, melakukan penimbangan penumpang untuk menentukan seseorang tersebut masuk dalam kelompok anak-anak atau orang dewasa. Tak hanya itu, Samoa Air menetapkan untuk setiap penumpang membayar berdasarkan berat badan dan tidak membuat keributan di antara penumpangnya.
CEO Maskapai penerbangan swasta, Chris Langton mengatakan, penumpang selalu tertarik dengan kebijakan ini dan cepat memahami konsep yang diberikan tersebut. “Mereka melihat alasan ini masuk akal.”
Sayangnya, hingga kini, sebagian besar transaksi kartu kredit milik konsumen hanya mencakup informasi dasar seperti nama, jumlah transaksi dan tanggal. Sedangkan untuk informasi lanjutan mengenai barang atau apakah ada transaksi pembelian disebut data pada level tiga. Biasanya data ini hanya dikirim ke pemegang kartu, pemerintah (regulator) dan institusi untuk melacak dan rekonsiliasi pihak kartu kredit dan pengguna.
Baca juga: Melahirkan di Dalam Pesawat, Antara Jaminan Terbang Gratis dan Isu Kewarganegaraan
Sebenarnya dengan data pembelian yang cukup jelas, ada kemungkinan maskapai bisa memperkirakan bobot setiap penumpangan, tetapi beberapa hambatan tentunya masih akan ada. Biasanya konsumen akan memberikan sejumlah hal privasi saat melakukan pembayaran dan ke penerbit kartu kredit, ini membuat data bisa dilacak. Dengan adanya hal ini, maskapai penerbagan juga harus memiliki solusi bila nantinya ada penumpang yang mungkin saja mencarai-cari masalah.
Unik lagi yang dilakukan Southwest Airlines yang mengajak penumpang untuk membeli tempat duduk tambahan dan dapat dikembalikan sebelum keberangkatan atau mendiskusikan kepada petugas di gerbang penerbangan. Seorang juru bicara Southwest Airlines mengatakan, kebijakan ini berjalan dengan baik. “Kami berharap tidak melakukan perunahan dalam waktu dekat dan menggunakan kartu kredit untuk memperkirakan ukuran atau bentuk tubuh penumpang mungkin konsep yang menarik, tapi tidak mungkin diterapkan dalam waktu dekat.”
PT MRT Jakarta, saat ini sedang melakukan pengembangan pada fase pertamanya, bukan lagi pembangunan untuk infrastruktur melainkan pembangunan fasilitas untuk menunjang layanan MRT (Mass Rapid Transit). Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, saat ini yang dilakukan adalah pembangunan sarana dan prasarana untuk para pengguna MRT lainnya seperti interior dalam di percantik dengan penambahan keramik dan lainnya.
Baca juga: Jelang Beroperasi, PT MRT Jakarta Buka Lowongan Kerja
Tak hanya itu nantinya dari 13 stasiun yang akan beroperasi pada fase pertama ada kemungkinan hanya akan ada 12 stasiun yang akan beroperasi bersamaan. “Pada pengoperasian Maret 2019 mendatang, stasiun Haji Nawi kemungkinan belum bisa beroperasi bersamaan karena masih ada sengketa pembebasan lahan,” ujar William kepada KabarPenumpang.com di Bakoel Koffie (5/7/2017).
Dia mengatakan, bila masih bersengketa pengerjaan tiang struktur Stasiun Haji Nawi tidak dapat dikerjakan. Sehingga nantinya bila beroperasi, untuk tujuan Haji Nawi, Mass Rapid Transit (MRT) akan terus berjalan dan tak berhenti.
Baca juga: Bangun TOD di Lebak Bulus, MRT Jakarta Lalukan Studi Pengembangan dengan Wijaya Karya
William juga menambahkan, dalam setiap perjalanan MRT ini dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI atau sebaliknya akan ditempuh selama 30 menit saja. Ini akan lebih cepat dibandingkan bila menggunakan mobil yang akan memakan waktu satu hingga satu jam setengah perjalanan dalam kondisi macet.
Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT, Agung Wicaksono menambahkan, jarak antar kereta yang satu dengan yang lainnya pada jam sibuk yakni lima menit sekali dan pada jam biasa akan berbeda 10 menit sekali. Apalagi hasil survei mengatakan akan ada sekitar 174 ribu penumpang yang akan diangkut oleh MRT.
Baca juga: Dampak Pengiriman Material MRT, Jalan Sisingamangaraja Mendapat Rekayasa Lalu Lintas
William mengatakan, untuk masalah yang sering terjadi pada KRL saat ini seperti keterlambatan atau lamanya menunggu sinyal, akan menjadi pelajaran bagi MRT sendiri. Pasalnya kejadian-kejadian tersebut sudah bermasalah karena adanya perlintasan sebidang yang membagi jalur kereta dengan jalanan tempat kendaraan lain lewat.
“Untuk masalah seperti itu, kita kan berada di bawah tanah, sehingga tidak akan terjadi. Masalah persinyalan juga sudah bisa di atasi dengan komunikasi antara ruang kontrol di Lebak Bulus dengan sinyal di kereta dan sinyal di sepanjang jalur MRT,” ujar William.
Baca juga: Proyek MRT: Mulai 20 Mei 2017 Ada 4 Tahap Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Panglima Polim
Menurut, Agung, masalah-masalah yang terjadi pada KRL pun seharusnya tidak terjadi pada MRT, sebab kereta yang digunakan untuk MRT adalah kereta baru bukan kereta bekas.
Apa yang Anda pikirkan bila melihat ada dinosaurus bekeliaran di sekitaran? Kabur atau malah senang sembari tertawa atau bahkan berfoto-foto ria? Pastinya Anda akan kaget dan bisa saja lari terbirit-birit. Beberapa dinosaurus ini beredar dan berkeliaran begitu saja di Bandara internasional Dubai.
Baca juga: Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong
Dilansir KabarPenumpang.com dari gulfnews.com (2/7/2017), makhluk jaman purbakala ini terlihat akhir pekan lalu di bandara Dubai. Sebenarnya, dinosaurus-dinosaurus hanya robot yang dihadirkan untuk menyenangkan para pengunjung bandara Dubai baik itu orang tua maupun anak-anak. Pada saat makhluk raksasa ini mucul, banyak yang kaget dan berteriak ataupun tersenyum.
Ada beberapa video yang diunggah IMG Worlds of Adventure di media sosialnya yang menunjukkan dinosaurus-dinosaurus ini seperti menjenguk penumpang secara dadakan saat berada di sekitaran terminal 3 bandara Dubai. Tak hanya itu, dinosuarus ini mengganggu penumpang dengan mengagetkan penumpang, kemudian melihat jadwal penerbangan, masuk ke dalam lift dan akhirnya tidak muat.
Baca juga: Quintiq Siap Otomatisasi Bandara Internasional Dubai
Salah seorang anak kecil sampai berteriak histeris bercampur antara kaget, takut dan senang saaat melihat makhluk zaman purbakala ini. “Raptor,” triak anak itu dengan wajah kaget yang lucu di dalam video tersebut. Dinosaurus ini juga melancarkan aksinya dengan menjatuhkan koper-koper yang berada dekat troli. Saat masuk ke gerai makanan cepat saji, dinosaurus membuat ulah seperti ingin melahap semua makanan yang ada di etalase gerai tersebut.
Promosi Dubai Summer Surprises (DSS) (gulfnews.com)
“Karena bahkan dinosaurus butuh kopi lagi dan lagi,” tulis sebuah caption dari video yang diedarkan oleh operater taman hiburan dalam Dubai.
Baca juga: Aturan Baru Bagasi di Bandara Internasional Dubai
Beberapa dinosaurus ini sebenarnya merupakan kegiatan yang diadakan pada akhir pekan untuk memulai kampanye Dubai Summer Srprises (DSS) tahunan. IMG Worlds juga mempromosikan karnaval musim panasnya yang akan berlangsung hingga bulan September 2017 mendatang. Dari acara promosi ini, beberapa penumpang yang beruntung juga dikejutkan dengan mendapat tiket gratis ke taman hibur hari Minggu kemarin (2/7/2017).
Kehadiran dinosaurus dari IMG Worlds ini juga tak hanya sekedar menghibur, banyak dari penumpang yang berfoto ria dengan gaya kepala masuk ke mulut dinosaurus seperti digigit atau hanya sekedar memvideokan untuk hiburan.
Sebuah perusahaan startup yang bermarkas di Denver, Colorado, Boom Technology, memiliki desain baru untuk pesawat jet yang akan memasuki tahap uji coba pada tahun 2018 mendatang. Adalah XB-1 Supersonic Demonstrator, sebuah pesawat prototipe yang khusus diciptakan untuk menjawab semua keraguan berbagai kalangan mengenai pesawat penumpang supersonik komersial. Desain baru tersebut dirilis pada pagelaran Paris Air Show yang dihelat pada Selasa (20/7/2017).
Baca Juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series
Tidak hanya menampilkan desain terbarunya, Boom Technology juga membuka tonggak bisnis baru mereka, yaitu dengan mendapatkan sebanyak 76 pesanan pesawat jenis itu dari lima pelanggannya. Tentu, dengan banyaknya pesanan yang masuk seolah menoreh sejarah baru di dunia aviasi, karena sebelumnya belum ada perusahaan startup yang kebanjiran order seperti Boom Technology. Dengan keluarnya desain baru ini, Boom Technology memiliki suatu visi, yaitu untuk mengurangi waktu penerbangan secara signifikan di rute bisnis antar benua yang popular. Selain itu, Boom Technolgoy juga berharap agar penumpang tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk menaiki jet ini, sembari menawarkan sistem ekonomi berkelanjutan untuk operator maskapai pada saat yang bersamaan.
Sebagaimana KabarPenumpang.com himpun dari laman techcrunch.com (20/6/2017), desain anyar XB-1 mencakup penyempurnaan yang dipandang Boom akan memberikan stabilitas yang lebih baik secara keseluruhan untuk sistem propulsi dan meningkatkan keamanan secara keseluruhan. Beberapa bagian dari XB-1 juga sudah menjalani sebuah tes baru-baru ini, yang kemungkinan besar membantu berkontribusi pada perubahan desain ini.
Baca Juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an
Perubahan desain yang paling signifikan dapat dilihat pada tiga inlet yang baru dipasang di bagian ekor pesawat, namun ada juga sedikit perubahan pada bentuk sayap dan bodi utama. Untuk pemesanan pesawat ini, Boom Technology menegaskan bahwa pemesanan yang dilakukan oleh berbagai operator maskapai tersebut mewajibkan untuk memberikan uang muka yang tidak dapat dikembalikan, yang akan membantu bottom line mereka dalam waktu dekat. Dan untuk masalah penampilan, Boom telah menawarkan beberapa konsep, termasuk membuat penawaran mengenai kabin mewah dengan kursi datar.
Boom berencana untuk menerbangkan XB-1 Supersonic Demonstrator pada tahun depan, pertama dengan tes subsonik di dekat markas mereka di Denver, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan supersonik untuk menilai kemampuan dari maskapai tersebut di Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California bagian selatan.
Uber kembali menambahkan fitur baru pada aplikasinya yakni sedikit perubahan pada ride-sharig-nya dengan memberikan fitur tip yang akan diluncurkan di Amerika Serikat Akhir Juli 2017 ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari postbulletin.com (28/6/2017), tahukah Anda berapa banyak tip yang harus diberikan? Atau apakah Anda dapat meminta musik dari radio atau makan di kursi belakang?
Baca juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi
Saat Anda mengunaka Uber atau Lyft sebagai pesaingnya, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk pertama kalinya oleh pengendara, perkumpulan dan perusahaan pengemudi sendiri.
1. Panggil aku bila siap
Dengan aplikasi di ponsel pintar Anda, mintalah pengemudi untuk datang. “Jangan buat pengemudi menunggu saat mereka tiba,” ujar pengemudi Uber, Virginia Davis, Palm Beach Garden, Fla. Kirim pesan atau hubungi pengemudi jika lokasi sulit ditemukan seperti nomor atau nama jalan serta jika rumah agak sulit seperti di dalam gang. Uber baru-baru ini, mengumumkan akan mengenakan beban kepada penumpang saat pengemudi menunggu lebih dari dua menit dan akan dimulai pada Agustus 2017 mendatang. Nantinya pengemudi akan mengih pada penumpang sebanyak US$5 jika penumpang membatalkan perjalanan selama dua menit setelah pengemudi datang.
Baca juga:Ride-Sharing, Upaya Uber Untuk Lebih Mengerti “Perasaan” Pengguna2. Pertama menggunakan taksi online
Bagi pengguna pertama Uber atau Lyft akan diberikan perjalanan gratis US$15 untuk Uber dan US$20 untuk Lyft. Sebagai pengguna baru juga Anda akan diberikan kode kupon atau kode promo yang diberikan masing-masing aplikasi.
3. Membukakan pintu
Sebenarnya ini tidak perlu dilakukan oleh pengemudi kecuali membatu Anda dalam memasukkan barang ke dalam mobil bila barang yang dibawa banyak. Alex Figueroa seorang pengemudi Lyft di Miami mengatakan, banyak penumpang yang tidak memberi waktu pada pengemudi untuk membukakan pintu. “Sebenarnya, saya selalu menyarankan pada pengemudi bila memiliki waktu yang lebih, bantu bukakakn pintu untuk penumpang, sebab dengan seperti itu penumpang seperti di sambut,” ujarnya.
Baca juga:Uber Hadirkan Beacon LED, Mudahkan Navigasi Pengemudi4. Tidak memberitahu tiba-tiba
Pengemudi menggunakan GPS di aplikasi mereka untuk mengemudi ke tujuan. “Jika Anda menginginkan rute lain dari aplikasi untuk sampai tujuan, baikknya beritahukan,” ujar Davis.
5. Memberikan tip atau tidak
Uber dikenal dengan aplikasi layanan tanpa uang tunai. Beberapa pengemudi juga biasa menerima tip secara tunai dan sukarela dari penumpangnya. Namun sebuah fitur baru bernama set ti, akan dibuat untuk penumpang bisa memberikan tip melalui aplikasi pada pengemudi di Amerika Serikat Juli mendatang. Penumpang bisa memberikan tip kepada pengemudi setelah memberikan penilaian kepada pengemudi. Untuk Uber, penumpang diberi waktku 30 hari untuk memberukan tip paling lama. Sedangkan untuk Lyft, diberikan waktu 72 jam untuk penumpang yang akan memberikan tip.
6. Lima bintang
Beri peringkat yang bagus untuk pengemudi, sebab pengemudi juga akan memberikan penilaian yang baik kepada Anda sebagai penumpangnya.
Baca juga:Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara7. Berperilaku sopan dan bersih
Dalam taksi online Lyft dan Uber berperilakulah yang sopan dan bila maka, jagalah kebersihan mobil tersebut. Sebab bila mobil kotor, pengemudi akan rebot bila penumpang berikutnya naik dan belum dibersihkan.
8. Musik
Pengemudi membiarkan beberapa penumpang menyalakan musik mereka sendiri. Bila baterai ponsel penumpang habis, beberapa pengemudi menyediakan kabel colokan untuk memudahkan pengemudi mengisi daya ponsel mereka.