Para penumpang yang berada di dalam maskapai Delta Airlines dibuat terkejut dengan kehadiran seorang mantan Presiden Amerika Serikat ke 39, Jimmy Carter. Kedatangannya ke dalam maskapai tersebut sontak membuat para penumpangnya kebingungan. Tidak hanya masuk ke dalam maskapai tujuan Atlanta ke Washington saja, Pria kelahiran 1 Oktober 1924 tersebut juga menyalami para penumpangnya satu per satu.
Baca Juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In
Dilansir KabarPenumpang.com dari esquire.com, Minggu (11/6/2017), Jimmy Carter ternyata memiliki kebiasaan untuk menyalami semua penumpang yang berada dalam satu maskapai bersamanya. Kejadian langka bagi para penumpang Delta Airlines tersebut terjadi pada Kamis (8/6/2017) dan berhasil direkam oleh salah satu penumpang sebelum akhirnya diunggah ke media sosial Twitter pada keesokan harinya (9/6/2017).
Adalah James Parker Sheffield, penumpang yang merekam kejadian tersebut menuliskan, “Jimmy Carter berada satu maskapai dengan saya, tujuan DC (Washington) dari ATL (Atlanta). Dan ia baru saja menyalami semua penumpang,” tulis James di akun Twitternya. Walaupun umurnya sudah menyentuh kepala Sembilan, namun fisik Carter masih terlihat bugar. Senyum hangat menghiasi wajahnya ketika menjabat tangan para penumpang. Dengan dikawal oleh seorang ajudannya, Carter terlihat sangat antusias untuk menyalami mereka satu per satu.
Mantan orang nomor satu di Amerika sejak Januari 1977 hingga Januari 1981 ini sebelumnya menghadiri acara mengenang wafatnya salah satu legenda rock, Gregg Allman di Macon, Ga. “Gregg and The Allman Brothers sangat membantu saya dalam kampanye kepresidenan pada tahun 1976 silam,” jelas Jimmy menjawab pertanyaan wartawan di lokasi. Tidak diketahui pasti apakah Jimmy turut menyalami para penumpang dalam penerbangannya menuju Macon pada Sabtu (3/6/2017), namun jika itu sudah menjadi kebiasaan, maka seharusnya ia tetap melakukannya.
Baca Juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series
Reaksi para penumpang dan orang-orang yang melihat video Carter menyalami penumpang sangatlah beragam. Bahkan salah seorang penumpang yang berada di maskapai tersebut meneriakkan, “Saya mencintai Anda, Jimmy Carter,” ujar seorang netizen kepada Pemenang Hadiah Nobel tersebut. Ada juga netizen yang turut berkomentar di dunia maya mengenai tindakan yang dilakukan oleh Jimmy Carter. “Jimmy selalu menjadi contoh bagaimana seorang Presiden harus bersikap di depan umum,” begitu tulis netizen yang tidak diketahui namanya tersebut.
Sumber: istimewa
Ternyata, kejadian ini pernah terjadi juga pernah terjadi pada tahun 2015 silam, ketika Jimmy Carter hendak betolak dari Twin Cities untuk memoderatori diskusi mengenai hak asasi manusia dan demokrasi sebagai bagian dari forum Nobel Perdamaian. Dalam penerbangan itu, Jimmy turut menalami masing-masing penumpang, tanpa terkecuali. Masih didampingi oleh ajudannya, ia berjalan menyusuri lorong kabin untuk berjabat tangan dengan tiap penumpang.
PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada masa angkutan lebaran di seluruh bandara yang dikelola AP II mencapai 6,90 juta penumpang. Perkiraan jumlah ini meningkat dari tahun lalu sebanyak empat persen. Pada H-10 hingga H-1, AP II memperkirakan jumlah penumpang yang menggunakan pesawat sebanyak 3,45 juta.
Baca juga: Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik
Sedangkan untuk hari lebaran pertama dan kedua hanya sebanyak 537.146 penumpang. AP II memprediksikan untuk arus balik penumpang tahun ini dari H+1 hingga H+5 lebaran sebanyak 2,91 juta penumpang. Untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta sendiri, AP II memprediksi hampir 60 persen atau 4,02 juta penumpang dari total penumpang pada masa angkutan lebaran 2017 ini akan memadati Bandara Soetta.’
Hingga kini, tiga minggu sebelum lebaran, maskapai-maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan atau extra flight sebanyak 2.663 penerbangan untuk 13 bandara yang dikelola oleh AP II. President Director AP II Muhammad Awlauddin mengatakan, AP II siap melayani mudik pada masa angkutan lebaran tahun 2017 ini. Apalagi saat ini sudah didukung oleh media baru dalam hal pelayanan yakni aplikasi Indonesia Airports yang bisa di gunakan pada ponsel pintar. Dimana para pemudik bisa mengetahui berbagai informasi penting sebeleum melakukan perjalanan atau sesaat seteah tiba di bandara tujuan.
Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II”
“Kami juga berharap kepadatan peenumpang di bandara pada masa angkutan lebaran tahun ini dapat lebih terurai karena beroperasinya terminal-terminal baru khususnya Terminal 3 bandara internasional Soekarno-Hatta. Beroperasinya Terminal 3 yang melayani penerbangan domestik dan luar negeri Garuda Indonesia membuat Terminal 1 dan 2 memiliki ruang yang lebih sehingga kepadatan dapat terurai,” ujar Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (7/6/2017).
Dia menambahkan, saat ini Terminal 3 juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas terkini untuk peningkaatan pelayanan dalam mengantre taksi yang bisa dipesan melalui aplikasi Indonesia Airports. Selain itu, jumlah usollah yang cukup banyak memudahkan pemudik untuk melaksanakan ibadah sholat tanpa harus berdesakan dengan penumpang lain yang akan mudik.
“Ada juga teknologi dimana penumpang pesawat bisa memantau langsung penanganan bagasi dari pesawat ke baggage area dan juga ada cinema,” tambah Awaluddin.
Baca juga: PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi
Selain fasilitas dengan aplikasi ada lagi parkir inap yang disediakan oleh bandara Soetta yang letaknya di area perkantoran dan Terminal 1. Penumpang pesawat juga bisa memesan parkir inap melalui aplikasi Parkir Inap CGK yang bisa di unduh melalui play store. Tak hanya itu, saat ini pemudik yang menggunakan transportasi publik bisa menggunakan JA Connexion yang diinisiasi oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dari pusat perbelanjaan maupun penginapan dari dan ke bandara Soetta.
“Ja Connexion merupakaan solusi cepat yang dapat meningkatkan standar pelayanan bandara Soetta serta satu upaya dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi ke bandara. Kami sangat berterimakasih kepada Kementerian Perhubungan dan BPTJ yang datang dengan inovasi ini sehingga bisa membantu kebutuhan transportasi dari dan menuju bandara di saat angkutan lebaran ini,” jelas Awaluddin.
Saat ini di Terminal 3 juga sudah mengaplikasi sistem Video Docking Guidance System (VDGS) sehingga operasional pesawat bisa semakin maksimal khususnya terkait dengan performa tepat waktu dalam angutan lebaran. Di bandara Soetta juga dibuat posko angktan lebaran untuk mendukung kelancaran dan operasional bandara serta penerbangan yang bisa membantu pemudik dari 15 Juni hingga 11 Juli 2017 mendatang di seluruh bandara AP II.
Memiliki tempat tinggal yang berdekatan dengan sarana transportasi tidaklah selalu menguntungkan, sebut saja Bandara. Kebisingan yang diakibatkan oleh aktifitas Bandara akan menjadi teman sehari-hari yang setia menemani Anda. Tak ayal, hal semacam ini akan berdampak pada kurang nyamannya kehidupan warga yang tinggal di sekitaran lokasi tersebut. Ditambah lagi dengan waktu istirahat yang tersita akibat dipaksa mendengar suara mesin pesawat yang terkenal amat berisik.
Baca Juga: Delta Airlines Siap Gunakan Pemindai Wajah Untuk Pangkas Antrean Check In
Ambil contoh para warga yang tinggal di sekitaran Reagan National Airport, Virginia. Telinga mereka seolah sudah kebal dengan yang namanya kebisingan aktifitas bandara. Toh, mereka pun tidak bisa menyalahi pihak Bandara, karena Reagan National Airport sudah berdiri jauh sebelum pemukiman di sekitarnya ada. Walaupun permasalahan kebisingan ini sudah pernah dibahas selama beberapa dekade ke belakang, namun tetaplah tidak menemukan jalan keluar yang pas.
Pihak Reagan National Airport pernah membatasi penerbangan pada era 80-an, namun upaya tersebut tidaklah bertahan lama setelah volume penumpang yang terjadi di Bandara dengan kode DCA tersebut mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Terdengar sepele, namun pada kenyataannya masalah ini berbuntut pada pergantian sejumlah armada dari beberapa maskapai penerbangan. Walaupun tidak sepenuhnya pergantian armada ini dikarenakan kebisingan yang ditimbulkan, tapi sedikit banyak faktor tersebut pun turut berpengaruh.
Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, pihak Bombardier selaku salah satu produsen pesawat turut memberikan solusi dalam masalah ini. Wujudnya adalah penggunaan pesawat C Series yang terbaru diharapkan dapat menjadi solusi dalam permasalahan ini, tidak hanya di Reagan tapi juga di seluruh wilayah yang bersinggungan dengan Bandara. Jet regional ini menerapkan sebuah teknologi termutakhir yang sengaja dipasang untuk mengurangi kebisingan.
Jet C Series ini didukung oleh dua mesin turbofan Pratt & Whitney, dibangun dengan konfigurasi roda gigi yang unik yang mampu mengurangi kebisingan mesin hingga 50 sampai 75 persen. Diharapkan, pesawat ini dapat menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih nyaman dan mengurangi dampak kebisingan di lapangan. Tidak hanya dari segi mesin, Bombardier pun turut memberikan beberapa sentuhan futuristik pada bagian desain dan sistem pembakaran. Jadi, tidak hanya mengurangi faktor kebisingan, tapi juga kehadiran Jet C Series ini juga memberikan pengalaman terbang baru bagi para penumpangnya, dan penggunaan bahan bakar yang lebih irit.
Bombardier’s Jet C Series C100 milik Delta Airways. Sumber: businessinsider.com
Sebagaimana yang KabarPenumpang.com kutip dari laman insidesources.com, Kamis (7/6/2017), banyak penumpang yang sudah menantikan kehadiran dari Jet C Series ini. Kehadiran jet buatan Bombardier ini seolah mematok standar yang tinggi bagi para pengguna modanya, dengan mengedepankan kenyamanan serta keamanan para penumpangnya. Diberitakan, Delta Airlines baru saja menggelontorkan sejumlah dana untuk membeli 75 pesawat Jet C Series tersebut guna meremajakan pesawat bertubuh lansing yang sudah mereka miliki sebelumnya.
Sebagai salah satu bandara tersibuk di Australia, Bandara Brisbane tengah bersiap untuk pengadaan 11 armada bus listrik baru guna menunjang aktifitas di Bandara yang menyediakan fasilitas perawatan berat bagi pesawat 767-300 dan A330 milik Qantas. Adapun Carbridge, sebagai pihak penyedia moda tersebut melayangkan kontrak berdurasi lima tahun, terhitung sejak tanggal 1 Juli mendatang. Berita ini dilansir KabarPenumpang.com dari laman busnews.com.au, Rabu (7/6/2017).
Baca Juga: Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar
Walaupun kontrak yang diberikan oleh pihak Carbridge terhitung sejak tanggal 1 Juli 2017 mendatang, namun armada bus listrik tersebut baru akan beroperasi penuh pada Februari 2018. Layaknya kebanyakan moda keluaran anyar yang mengedepankan embel-embel ramah lingkungan, tujuan utama pihak Bandara Brisbane dalam pengadaan ini pun kurang lebih sama. “Armada baru akan sangat nyaman dan ramah lingkungan, mengurangi polusi suara serta penggunaan knalpot yang tidak mengeluarkan emisi,” ungkap Kepala layanan parkir dan transportasi Bandara Brisbane, Martin Ryan.
Lebih lanjut, ia mengatakan pengadaan tersebut dilakukan oleh pihak Bandara Brisbane dalam rangka mengurangi emisi karbon yang dinilai sudah terlalu besar tersebut. “Sebenarnya, pergantian bus lama dengan bus listrik akan mengurangi 250 ton emisi karbon setiap tahun. Nilai itu setara dengan menghilangkan 100 mobil dari jalanan,” tambahnya. Ternyata, kerja sama yang diajukan pihak Bandara Brisbane disambut hangat oleh pihak Carbridge.
Seperti yang diungkapkan oleh CEO Carbridge, Luke Todd, ia mengaku senang bekerja sama dengan pihak bandara dalam menyuplai bus berteknologi mutakhir. “Kami bangga dapat bermitra dengan Bandara Brisbane dalam hal pengadaan bus dengan teknologi termutakhir untuk menunjang mobilitas para pengunjung di bandara,” ungkap Luke.
Baca Juga: Pacu Ekspor Ke Australia, Kemenhub Harapkan Pelni Buka Jalur ke Darwin
Bus ini menggunakan baterai produksian BYD, sebuah manufaktur asal Tiongkok yang bergerak di bidang baterai isi ulang. Selain itu, badan bus terbuat dari alumunium aerospace yang terkenal ringan, namun memiliki ketahanan yang amat kuat. Bus yang diberi nama Toro ini diklaim sebagai bus terbaik di dunia yang dapat menempuh jarak 600km dalam sekali charge. “Carbridge Toro menggunakan teknologi regenerasi daya kinetik yang akan mengurangi frekuensi pengisian baterai,” tukas Luke. “Teknologi regenerasi daya kinetik ini berisikan pembangkit listrik yang akan berfungsi ketika bus tengah berjalan,” tambahnya.
“Kami selaku pihak Carbridge merasa senang bisa membangun hubungan jangka panjang kembali dengan Bandara Brisbane. Kerja sama ini sudah berjalan sejak tahun 2008 lalu,” terang Luke. Sementara itu, Carbridge sendiri masih akan mengoperasikan bus standar dengan pihak Qantas dan Virgin dalam sebuah perjanjian kontrak yang terpisah.
PT Angkasa Pura I (Persero) lakukan kerjasama dengan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) dan Pengawasan Hasil Perikanan (PHP) Kelas I Denpasar di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dengan kerjasama keduanya ini, mengadakan sosialisasi di lingkungan bandara I Gusti Ngurah Rai pada Rabu (7/6/2017).
Baca juga: Optimalkan Pelayanan, PT Angkasa Pura I Luncurkan Concordia Lounge Card
Adanya kerjasama dan sosialisasi ini untuk mewujudkan implementasi AP I dengan bandara I Gusti Ngurah Rai dan BKIPM serta PHP Kelas I Denpasar untuk pemeriksaan lalu lintas ikan dan hasil perikanan. Adapun sosialisasi ini dihadiri oleh Co General Manager bandara I Gusti Ngurah Rai Putu Puja Supradnyana dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV, Komandan Pangkalan Udara TNI AU Ngurah Rai, Kapolsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Kepala Kantor CIQ, Ketua AOC dan Management AP I bandara I Gusti Ngurah Rai.
Sosisalisasi ini akan menyasar kepada petugas aviation security bandara I Gusti Ngurah Rai. “Mewakili manajemen, saya mengucapkan terima kasih dan apresisasi setinggi-tingginya kepada Kepala BKIPM atas pelaksananaan sosialisasi ini”, ujar Putu Puja yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima (8/6/2017).
Baca juga: Bos Angkasa Pura I Siapkan Kuda-Kuda Jelang Mudik Lebaran
BKIPM menggandeng Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia untuk memberikan pengajaran dan berbagi informasi dalam upaya optimalisasi pencegahan bibit lobster. Wujud kerjasama yang telah dilaksanakan adalah menghasilkan beberapa penindakan terhadap kasus penyelundupan.
“Sejak tahun 2016 hingga Mei 2017 terdapat 17 kasus yang sudah ditindaklanjuti diantaranya penyelundupan koral, cangkang kerang, sirip hiu dan lobster,”
Kepala BKIPM Kelas I Denpasar Ir Habrin Yake MM.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Karantina Ikan RI Riza Priyatna mengatakan bahwa hingga 2 Juni pihaknya telah menyelamatkan Rp158 miliar dari upaya penyelundupan bibit lobster. Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi mengatakan bahwa dengan peningkatan koordinasi dan komunikasi antara AP I dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan BKIPM Kelas I Denpasar, baik manajemen maupun petugas di lapangan, diharapkan mampu meningkatkan pengawasan dan pencegahan penyelundupan hasil perikanan.
Sepasang suami istri Maria Fronta dan Bryan Bridgwater diturunkan dari penerbangan WestJet di Inggris. Hal ini dikarenakan keduanya dianggap tidak sopan kepada awak kabin. Dilansir KabarPenumpang.com dari globalnews.ca (5/6/2017) Fronta yang saat itu membawa tas jinjing berisi obat darah tinggi untuk diletakkan di atas tempat duduk mereka.
Namun, pramugara melarang Fronta melakukan hal itu dan merekam kejadian tersebut menggunakan kamera telepon genggamnya. Saat itu Bridgwater, suami Fronta mengatakan sang pramugara menjadi sangat agresif dengan yang dilakukan istrinya tersebut. Kemudian pramugara membawa Fronta bertemu dengan pilot penerbangan saat itu. Dari situ sang pilot mengatakan bahwa Fronta tak boleh meletakkan tas di tempat duduk.
Baca juga: (Lagi), Awak Pesawat Gunakan Kabel Ties Untuk Lumpuhkan Penumpang
“Yang perlu saya ketahui adalah bahwa Anda menghormati aturan penerangan dan tidak perlu khawatir,” ujar pilot WestJet dalam video tersebut. Didalam video juga terlihat sang pramugara berteriak bahwa Fronta dan suaminya tidak diinginkan dalam penerbangan tersebut karena masalah tas yang dianggap melanggar aturan. “Ini tidak akan berjalan baik,” ujar sang pramugara yang terekam video sembari memukul ponsel yang dibawa Fronta untuk merekam.
Kemudian, saat itu juga Fronta dan sang suami diperintahkan untuk meninggalkan pesawat oleh pilot. Karena hal ini, keduanya harus menaiki bus menuju bandara Heathrow dan mengambil penerbangan melalui Reyjavik, Islandia untuk menuju Toronto.
Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora
“Banyak upaya telah dilakukan oleh kru untuk mengurangi situasi tapi tidak berhasil. Kru operasi kemudian menentukan bahwa tamu terlalu sulit diatur untuk terbang. “Ini adalah posisi WestJet bahwa perjalanan tamu dengan kami pasti memiliki potensi untuk membahayakan keselamatan awak kapal dan tamu lainnya,” ujar juru bicara WestJet Lauren Stewart dari surat yang dikirim ke Global New Senin (5/6/2017) malam.
Namun, hingga kini pun pihak WestJet masih terus menyelidiki dan menindaklanjuti semua awak kabin serta anggota staff yang terlihat dalam video tersebut. Hal ini juga dikomentari oleh Advokat Hak Penumpang, Gbor Lukacs, bahwa insiden ini merupakan masalah yang serius. “Saya tidak melihat pembenaran atas tindakan pramugara ini,” kata Lukacs.
Baca juga: Untuk Penumpang Obesitas, Perpanjangan Sabuk Pengaman Belum Jadi Prioritas
Frota dan Bridgwater, yang sering bepergian ke Inggris dan Brasil, mengatakan bahwa mereka terbiasa dengan prosedur perjalanan udara dan tidak pantas dikeluarkan dari penerbangan. Mereka menambahkan bahwa mereka sekarang kehabisan uang sekitar U$2.500 untuk membayar alternatif kembali ke Kanada.
Brian Godfrey, seorang konsultan pramugari, melihat video yang diambil Frota dan mengatakan bahwa staf tidak boleh berhubungan dengan penumpang. “Tidak lama lagi seorang pramugari bisa melabrak penumpang kapan saja atau pramugari bisa mengambil barang-barang milik penumpang.” Selama 17 tahun karirnya, dia telah mengakomodasi banyak permintaan khusus untuk membawa tas. “Tugas utama pramugari adalah keselamatan, kenyamanan, pelayanan pelanggan dan melakukan semua tugas pada waktu yang tepat.”
Meski secara geografis jauh dari Indonesia, Kazakhstan dan Uzbekistan namanya begitu lekat di telinga. Kedua negara eks Imperium Uni Soviet ini selalu menyita perhatian dalam banyak hal, dan kali ini ada kabar terbaru antar kedua negara bertetangga tersebut, bukan soal politik dan manuver Rusia, melainkan Kazakhstan dan Uzbekistan telah meresmikan beroperasinya layanan kereta penumpang lintas perbatasan, menghubungkan ibu kota kedua negara lewat jalur rel.
Dikutip KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (6/6/2017), layanan kereta lintas perbatasan diluncurkan sebagai bagian dari kesepakatan antara kedua negara untuk memperkuat kerjasama bilateral. Rute yang dilalui kereta ini mulai dari Samarkand, ibu kota Uzbekistan melalui Tashkent, Saryagash, Shymkent, Taraz, Shu, Saryshagan, Karaganda dan berakhir di Astana, ibu kota Kazakhstan. Karena melibatkan layanan di negara, peluncuran kereta ini juga dilakukan oleh dua operator, Kazakhstan Temir Zholy dan Uzbekiston Temir Yollari.
Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun
Selain memperkuat hubungan bilateral, adanya kereta ini dipastikan turut mendukung kampanye pariwisata di kedua negara. Perjalanan perdana kereta perbatasan ini dilakukan pada 3 Juni 2017 lalu dengan kedatangan penumpang kereta dari stasiun Nurly Jol.
Mobilitas menjadi kata kunci dalam kerjasama ini, kedua negara diketahui sedang mempersiapkan hajatan International Energy Exposition Expo 2017 yang akan berlangsung di Kazakhstan dan Uzbekistan. Acara internasional ini akan menghadirkan orang-orang dari seluruh dunia untuk pameran khusus bertemakan “Future Energy”. Expo dijadwalkan berlangsung hingga 10 September dan akan menampilkan 3000 tema, acara budaya dan hiburan. Untuk membuatnya lebih mudah bagi pengunjung, kedua negara telah menghapuskan persyaratan visa bagi pelancong dari 45 negara.
Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!
Model layanan kereta api lintas perbatasan sudah jamak di Eropa Barat, bahkan di Asia Tenggara, antara Malaysia, Singapura dan Thailand dapat dihubungkan lewat jalur rel. Sementara di Asia Tengah, Kazakhstan dan Uzbekistan memulainya sebagai terobosan baru.
Seorang petugas check in counter dari maskapai Ryanair di Bandara Brussels, Belgia terpaksa harus meneteskan air mata setelah dirinya dibentak oleh seorang pelanggan yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Kejadian yang terekam dalam sebuah video ini menunjukkan bagaimana tekanan yang diterima oleh petugas Ryanair dari calon penumpang bersuara berat tersebut.
Baca Juga: Yang Tabu Saat Anda Berada di Bandara
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news.com.au, Jumat (9/6/2017) waktu setempat, insiden berawal setelah seorang calon penumpang pria diberitahu bahwa dia harus membayar €50 untuk naik pesawat terbang karena dia tidak memiliki boarding pass pra-cetak. Berdasarkan data yang diperoleh, petugas yang bernama Sabrina tersebut mencoba untuk memanggil pihak keamanan, namun usahanya sia-sia dan ia malah semakin dicecar oleh sang calon penumpang.
Dengan tetap mencaci Sabrina, calon penumpang pria ini menyelipkan beberapa kata-kata yang kurang pantas setelah ia melihat Sabrina sempat tertawa kecil bersama teman-temannya, dan dirasa telah melecehkan kostumer yang sedang naik darah tersebut. “Anda memiliki sikap yang buruk,” tutur sang calon penumpang. Dalam momen tersebut, sang petugas yang sudah mulai terguncang tersebut terlihat sudah mulai gelisah. Tak lama berselang, seorang pria datang menghampiri keributan tersebut dan mencoba untuk membela Sabrina, namun ia malah berdebat dengan si calon penumpang yang sedang mengamuk tersebut. “Enyahlah kau, botak! Anda tidak berwenang di sini,” teriak si kostumer pada pria yang mencoba untuk melerai.
Baca Juga: Ini Dia! 9 Tipe Orang yang Biasa Kita Temui di Bandara
“Duduklah, orang tua. Katakan padanya untuk membiarkan saya berada dalam penerbangan. Dia seharusnya mencetak boarding pass saya, dia bekerja di sini. Anda bukan siapa-siapa, Anda bukan apa-apa,” Omelnya kepada pria berkacamata tersebut. Ketika emosinya semakin meluap, tangisan Sabrina pun tidak bisa dibendung. Dengan ketus, sang calon penumpang menyindir Sabrina yang mulai menangis tersebut. “Oh, apakah Anda mengalami gangguan emosional?” ucap calon penumpang dengan ketus.
Emosi sang calon penumpang baru berhasil diredam ketika seorang pengunjung lain mencoba untuk menghampirinya dan berusaha untuk berbicara dengannya secara perlahan. Pihak penengah ini juga meminta sang calon penumpang untuk mematikan kamera video yang semenjak awal ia gunakan untuk merekam omelannya.
https://www.youtube.com/watch?v=On4ABdO0Fv0
Akibat kejadian ini, juru bicara Ryanair mengatakan masih akan menyelidiki kasus memalukan semacam ini. “Bersama Aviapartner tengah menyelidiki kasus ini. Kami tidak akan mentoleransi perilaku semacam itu atau perilaku lain yang mengganggu kenyamanan,” tuturnya. Dalam video yang bisa diakses melalui Youtube, banyak komentar negatif mengenai tindakan pria tersebut. Banyak sekali cemoohan yang ia terima dari netizen yang tidak suka melihat tindakannya tersebut. Namun, tidak semuanya kontra dengan si calon penumpang, ada juga yang mendukung tindakan tersebut, walaupun tidak harus dibarengi dengan bentakan.
Dalam beberapa hari kedepan, musim angkutan Lebaran 2017 akan mulai berjalan di semua moda transportasi. Terkhusus bagi Perum Damri yang melayani pemudik dalam wahana bus, pun telah mempersiapkan secara matang untuk mengantisipasi trafik angkutan Lebaran. BUMN transportasi yang kini memiliki 62 cabang di berbagai kota ini tak hanya berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, tapi yang lebih penting Damri telah meningkatkan manajemen keselamatan berkendara.
Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional
Poin keselatan berkendara menjadi elemen penting yang disampaikan Gede Pasek Suardika, Direktur Keselamatan dan Pelayanan Perum Damri dalam perbincangan bersama tim KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) di Pool Damri Kemayoran, Kamis (8/6/2017). Dalam program sosialisasi keselamatan angkutan lebaran, tim KNKT yang dipimpin Haryo Satmiko selaku Wakil Ketua KNKT, memberi paparan tujuh (7) poin keselamatan yang harus dilakukan penyedia angkutan bus.
Berikut tujuh poin keselamatan yang disosialisasikan KNKT, dan tanggapan langsung yang disampaikan Gede Pasek Suardika yang menyebut Damri dalam kondisi well prepared untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini.
1. Beristirahat setiap 4 jam di perjalanan.
“Dalam hal ini Damri jauh-jauh hari sudah menerapkannya, bahkan untuk menjamin agar dapat tercapai, kami sudah merancang pos pantau (pos pengecekan) yang disesuaikan dengan rasio durasi dan jarak tempuh bus-bus tersebut.”
2. Beristirahat di tempat tujuan selama 8 jam dengan kualitas baik.
“Ini telah menjadi perhatian kami bersama, bahwa sopir membutuhkan waktu yang cukup. Bahkan telah ada kebijakan untuk rute diatas 500 km, maka wajib disertakan sopir cadangan. Dengan begitu beban pada salah satu sopir tidak terjadi.”
3. Kondisi sehat selama berkendara.
“Secara rutin (bukan Lebaran) ada pengecekan kesehatan secara berkala pada sopir. Seperti untuk angkutan Lebaran ini, setiap sopir yang akan mengemudi harus di cek kesehatannya. Bekerjasama dengan Jasa Raharja, nantinya akan ada dua dokter yang standby di pool selama 24 jam.”
4. Menggunakan sabuk pengaman (seatbelt) dan tidak menggunaka ponsel selama mengemudi.
“Menggunakan sabuk pengaman dan tidak mengguakan ponsel selama mengemudi adalah ketentuan yang tegas di Damri, apalagi di setiap bus kini sudah dilengkapi CCTV untuk pengawasan, siapa pun sopir yang melanggar akan diberikan sanksi keras. Namun untuk seatbelt di kursi penumpang, harus diakui Damri masih menjadi tantangan, mengingat sebagian besar bus belum ada seatbelt untuk penumpang.”
Baca juga: Hilang dari Damri, Tata Hadir di Kopaja5. Doa bersama sebelum keberangkatan
“Selain doa yang sudah menjadi kewajiban bagi umat beragama, sebelum keberangkatan kami juga mengharuskan awak bus untuk melakukan greetings kepada penumpang.”
6. Sistem rem kendaraan berfungsi baik dan ganti selang fleksibel rem setiap 5 tahun.
“Saran dari KNKT ini kami jadikan sebagai perintah untuk dilaksanakan Damri, bahkan selang fleksibel akan diupayakan untuk diganti setiap 2 tahun.”
7. Fasilitas tanggap darurat berfungsi baik
“Untuk yang satu ini jadi perhatian penting, saat ini semua bus Damri sudah menggunakan kaca jenis safety glass. Kemudian palu pemecah kaca dipastikan sudah tersedia di setiap bus. Tinggal kedepan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi kepada para penumpang, seperti cara menggunakan palu pemecah kaca yang benar saat kondisi darurat.”
Pemutusan hubungan diplomatik yang dilakukan oleh negara-negara timur tengah seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi terhadap Qatar tidak mempengaruhi rencana maskapai kebanggaan negara tersebut, Qatar Airways dalam meluncurkan rute terbarunya ke Irlandia. Arab Saudi, yang menjadi satu-satunya negara yang berbatasan langsung dengan Qatar telah menutup perbatasan, memutuskan rantai perdagangan dan mencabut izin operasi Qatar Airways Saudi, dengan tuduhan dukungan yang diberikan oleh Qatar untuk gerakan teroris ISIS.
Baca Juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?
Pada bulan April silam, Qatar Airways mengumumkan penerbangan pertama dengan rute terbarunya, yaitu Irlandia. Pengumuman tersebut juga seolah menegaskan hubungan internasional yang coba dijalin Irlandia dengan Qatar, negara Teluk pertama yang bekerja sama dengannya. Layanan Dublin-Doha setiap hari akan diluncurkan, dan pada sejak Senin depan, pihak Qatar akan membuka kesempatan bagi para penumpangnya untuk dapat merasakan perjalanan mewah ke lebih dai 150 destinasi, termasuk Far East dan Australia.
Pada saat pengumuman tersebut, Chief Executive Qatar, Akbar al-Baker, menyebut Dublin sebagai pusat internasional yang penting dan berkembang. “Permintaan tiket menuju Dublin yang tinggi membuat rute ini menjadi salah satu ladang investasi yang baik,” ungkapnya seperti KabarPenumpang.com lansir dari laman irishexaminer.com, Rabu (7/6/2017). Juru bicara pihak Qatar Airways mengatakan perjalananan ini awalnya terdengar sulit apabila harus memutar negara yang sudah membatasi wiayahnya.
“Operasi Qatar Airways berjalan seperti biasa, tanpa gangguan kecuali dari ke empat negara yang telah membatasi Qatar Airways untuk melintas di atasnya,” kata juru bicara tersebut. Namun tetap saja sedikit banyaknya, blokade yang dilakukan oleh aliansi negara-negara di Timur-Tengah akan membawa kekhawatiran sendiri bagi para penumpang maskapai tersebut yang hendak melakukan perjalanan internasional.
Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan Atlanta
Kekhawatiran para penumpang tersebut seolah langsung dibuktikan oleh Mesir yang dilaporkan telah menutup wilayah udaranya untuk maskapai milik Qatar. Penutupan ini dimulai pada pukul 04.00 waktu setempat pada Selasa (6/6/2017) hingga waktu yang belum ditentukan. Ternyata, blokade yang dilakukan oleh aliansi negara Timur-Tengah tersebut berdampak pula pada Indonesia.
Ditjen Perhubungan Udara akan mencarikan solusi untuk para jamaah yang tengah melakukan perjalanan ke Tanah Suci dengan mengalihkan penerbangan ke maskapai lain yang bisa mengangkut jamaah tersebut dengan lancar dan nyaman. “Kita tidak bisa mencampuri urusan politik negara lain. Yang bisa kita lakukan adalah membuat kebijakan untuk tetap memudahkan para jamaah umroh dari Indonesia, yang menggunakan maskapai Qatar Airways bisa tetap melaksanakan ibadahnya dengan lancar,” tutur Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso, Selasa (6/6/2017).