Tragis! Air Canada Batalkan Tiket dengan Pembayaran via Kartu Kredit

Seorang wanita bernama Nina Chung asal kota Vancouver mengaku tidak mendapat pemberitahuan pembatalan tiketnya menuju Hong Kong. Saat itu diketahui untuk membeli tiket pesawat Air Canada, Nina menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayarannya. Baca juga: Air Canada Pisahkan Dua Sejoli dalam Penerbangan Dilansir KabarPenumpang.com dari cbc.ca (6/7/2017), Selain Nina masih ada delapan penumpang lain yang tiketnya dibatalkan setelah membeli menggunakan kartu kredit. Menurut Canadian Transportation Agency sebenarnya hal ini menjadi pelanggaran berat bagi Air Canada yang tiba-tiba membatalkan tiket penumpang tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya.
Nina Chung (CBC.ca)
Menurut Nina, saat itu dirinya melakukan pengecekan status penerbangan melalui website Air Canada dan tertulis bahwa tiketnya terkonfirmasi. Tetapi saat dirinya mengkonfirmasi ke pihak maskpai justru hal yang tidak nyaman dirasakannya, dimana pihak Air Canada mengatakan website tersebut salah dan Nina tidak memiliki tiket sama sekali. Baca juga: Pukul Penumpang Wanita, Pilot Ini Langsung Kena Skorsing Seminggu Hal itu dirasakannya pada saat akan meminta tiketnya pada 10 Mei 2017 lalu dan tanggal 15 Mei uang yang digunakan untuk membeli tiket sudah dikembalikan. Namun baru masuk kembali tanggal 29 Mei. Nina yang kaget akan hal itu langsung mengingat bahwa tidak ada masalah sama sekali dengan kartu kredit yang digunakan untuk membayar tiket tersebut. Sebab secara teratur dirinya membayar kartu kredit tanpa tunggakan sedikitpun.
Tiket Nina Chung (CBC.ca)
Nina yang merasa kaget kemudian menghubungi pihak perusahaan kartu kredit miliknya, apakah ada kecurangan atau tidak. Tetapi pihak kartu kredi menyatakan bahwa kesalahan bukan dari pihak mereka, tetapi kesalahan ada di pihak Air Canada dan mengatakan kepada Nina untuk menghubungi maskapai tersebut untuk mendapat kepastian yang jelas kenapa uangnya dikembalikan. Atas kejadian ini, suami Nina yakni Wilkins Chung ikut terlibat untuk menyelesaikan masalah ini. Dirinya bersama suami melakukan perbincangan melalui laman Facebook milik Air Canada dan semua screen shootnya dikirim ke CBC. Baca juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties “Agen reservasi kami tidak akan bisa membantu Anda melalui telepon. Air Canada meninjau semua transaksi tiket untuk validitas, dan tampaknya transaksi Anda tidak memenuhi semua pemeriksaan validitasnya. Untuk bantuan lebih lanjut, Anda perlu menyelesaikan transaksi bertatap muka di bandara,” ujar admin anonim tersebut di laman Facebook.
Wilkins Chung (CBC.ca)
Atas kejadian ini, seorang advokat yang menangani hak penumpang udara mengatakan masalah ini berasal dari perubahan sistem deteksi kecurangan di Air Canada yang dengan sengaja menandai bahwa kartu kredit pelanggan yang valid. Gabor Lukacs mengatakan dirinya banyak menerima keluhan dari penumpang Air Canada dalam beberapa pekan terakhir yang melibatkan pembatalan pemesanan secara mengejutkan. “Tidak diragukan lagi ada sesuatu yang salah secara fundamental dengan sistem ini. Sistem deteksi kecurangan yang memiliki banyak false positive jelas salah, ” kata Lukacs. Karena adanya kejadian ini, membuat juru bicara Air Canada, Anglea Mah angkat bicara dan membantah telah terjadi perubahan dalam kejadian penggunanan kartu kredit sebagai alat pembayaran tiket Air Canada. “Kami mengoptimalkan alat deteksi dan pencegahan anomali dan sistem keamanan secara konstan, karena penipuan kartu kredit merugikan semua orang. Kami mengubah sistem notifikasi pada bulan April untuk memberi tahu pelanggan sesegera mungkin (tentang pembatalan) menggunakan kartu lain untuk pembayaran. Kami dengan tulus menyesalkan ketidaknyamanan yang dapat mempengaruhi pelanggan kami, dan kami akan dengan senang hati melihat situasi pelanggan yang tampaknya tidak mengikuti proses pemberitahuan,” tulis Mah dalam sebuah email ke CBC News. Mah mengklaim bahwa Nina diberitahu melalui email tentang pembatalan tiket mereka. Namun, Nina mengatakan satu-satunya email yang mereka terima melibatkan Air Canada yang mengkonfirmasikan jadwal perjalanan mereka. Dengan respon seperti ini Lukacs menambahkan bahwa respon Air Canada tidaklah cukup baik. Lukacs mengatakan kompensasi bisa setinggi $800, “karena penumpang memang memiliki tiket yang valid yang dibatalkan oleh Air Canada.” Selain Nina Chung seorang pria dari Calagary, wanita dari Toronto, pada Januari lalu, kemudian seorang wanita dari New Brunswick, pasangan Newfoundland pada bulan Maret, seorang pria Saskatoon, dan seorang warga Kanada yang tinggal di San Francisco, pada bulan Mei. Harus merasakan pembatalan tiket yang sepihak saat akan berangkat dan sudah sampai di bandara. Tak hanya itu, mereka diharuskan membeli tiket di bandara dengan harga yang lebih tinggi.

Bus Bandara Kini Lewati Jalur Mall dan Hotel Jabodetabek

Sering bingung saat berada di mall atau hotel dan harus berangkat ke bandara dengan budget rendah? Pada 30 Mei 2017 kemarin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meluncurkan angkutan bus Jabodetabek Airport Connection (JA Connection) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus ini akan mengangkut penumpang dari 15 hotel dan 7 mall di Jabodetabek. Baca juga: Transjakarta Siapkan Rute Baru ke Bandara Soekarno Hatta Dirangkum KabarPenumpang.com, tarif JA Connexion ini berbeda antara dari hotel ataupun mall walaupun tujuannya sama-sama ke bandara. Dari pertama ditetapkan, hingga kini tarif yang diberikan masih dalam masa promo. “Tarif dari hotel ke Bandara Rp50 ribu, tarif mal ke Bandara Rp 25 ribu,” ujar Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Adriani Sinaga yang dikutip KabarPenumpang.com dari Kompas.com (30/5/2017). Baca juga: Terganjal Pembebasan Lahan, Pengoperasian Kereta Bandara Soetta Mundur dari Jadwal Diketahui ada empat perusahaan otobus (PO) dengan 91 bus yang melayani dari 15 hotel dan 7 mall ke bandara Soetta. Keempat PO tersebut adalah Blue Bird, Sinar Jaya, Perum Damri dan Perum PPD. Budi Karya mengatakan JA Connexion ini sebagai bagian dari Bus Rapid Transit (BRT) yang menjadi sebuah keharusan bagi Jakarta. “Traffic penumpang di Bandara Soekarno Hatta setiap harinya adalah 150 ribu orang ditambah sekitar 25 ribu pekerja di Bandara Soekarno Hatta, sehingga kehadiran bus ini menjadi suatu keharusan,” ujar Budi Karya. Adanya JA Connexion ini menambah dan mempermudah masyarakat menuju bandara Soetta dan menjadi salah satu alternatif seperti kereta api bandara yang sebentar lagi juga akan segera beroperasi. Baca juga: Perum DAMRI Hadirkan Bus High Deck dengan Pengalaman Pesawat TerbangLight Rail Transit (LRT) itu lebih efisien tiga kali lipat dari bus dan bus lima kali lipat lebih efisien dari kendaraan pribadi. Sehingga layanan bus ini harus diselenggarakan secepatnya dengan tingkat pelayanan yang baik,” ujar Budi Karya. Diketahui berikut 15 hotel di Jabodetabek yang melayani angkutan bus ini yakni Hotel Borobudur, Alila, Luminor, Sari Pan Pacific, Aryaduta, Grand Cemara, ibis Tamarin, Milenium, Grand Sahid Jaya , Hotel Ascot, Hotel Amaris Thamrin City, Hotel Aston Sentul City, Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang dan Hotel Mall BTM Bogor. Sedangkan untuk mall, JA Connexion ini melalui rute dari Mall Taman Anggrek, Mall Plaza Senayan, Mall ITC Cempaka Mas, Mall Kelapa Gading, Mall Thamrin City dan Tanah Abang, Mall BTM Bogor dan Mall Grand Indonesia.

Cina Luncurkan ART, Kereta Otonom Tanpa Rel Untuk Kota Kecil

Menjadi tuntutan banyak orang karena digunakan sebagai transportasi massal, perkembangan teknologi kereta boleh dikata terbilang pesat. Setelah evolusi kereta peluru dan sistem broadband pada kereta, kini muncul terobosan baru, yakni kereta tanpa rel yang telah diluncurkan di Zhuzhou, salah satu kota kecil di Cina. Bagaimana bisa sosok kereta tapi berjalan tanpa rel? Baca juga: Belmond Andean Explorer, Kereta Tidur Pelintas Pegunungan Andes Pemerintah Negeri Tirai Bambu memang tengan mencanangkan penggelaran sistem kereta ringan atau Light Rapid Transit (LRT) di kota-kota kecil. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (6/7/2017), China CRRC Zhuzhuo Institude Co Ltd mengatakan akan membangun sistem kereta ringan pada kota-kota kecil yang masih belum mampu berkembang sendiri. Pihak CRRC Zhuzhou juga dengan membantu ini masih mendapatkan keuntungan. Dalam pembangunan kereta ringan yang dibuat adalah kereta tanpa rel pertama di dunia yakni kendaraan listrik yang berjalan di jalur aspal dengan menggunakan ban karet bukan roda besi seperti kereta biasanya yang berjalan di rel khusus. Kereta ringan yang digunakan adalah Autonomus Rail Rapid Transit (ART) dengan panjang sekitar sembilan meter per gerbongnya, dan kereta dengan cat hijau ini bisa berjalan hingga kecepatan maksimal 70 km per jam dan mampu bergerak sejauh 40 km per-charge dari sistem baterai.
Autonomus Rail Rapid Transit(newatlas.com)
Disebutkan bahwa ART ini mampu mengangkut 300 penumpang dalam tiga rangkaiannya dan bisa menampung hingga 500 penumpang bila ada mobil tambahan. Uniknya dari foto-foto memperlihatkan ART ini bergerak secara otomatis mengikuti garis yang tergambar pada jalan aspal. CRRC sebagai pembuat ART ini mengatakan, bahwa kereta ringan ART yang mampu berjalan di darat ini dilengkapi dengan sensor yang bisa membaca jalan dan mampu merencanakan perjalanannya sendiri (otonomus). Baca juga: Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022 Namun, hingga kini belum jelas apakah pada ART ini ada sistem untuk menghindar dari tabrakan dan juga memiliki kursi pengemudi di bagian depannya. Sayangnya, belum jelas apakah nantinya akan ada pengemudi atau tidaknya. Hal ini yang membuat cara kerja kendaraan ini tidak jelas, sebab di awal dikatakan bahwa dilengkapi sensor untuk bergerak sesuai rute tetapi memiliki ruang kemudi. Hingga kini, rencana ART dengan cat berwarna hijau ini, jalurnya akan dibangun melalui pusat kota Zhuzhuo dan akan mulai beroperasi tahun 2018 mendatang.

Tersengat Kalajengking Dua Jam, Penumpang Ini Dalam Kondisi Stabil

Dalam suatu penerbangan sangat mungkin selalu muncul hal yang tidak dapat diduga. Seperti halnya kasus ditemukannya ular di dalam pesawat, kondisi yang tentu sangat menyeramkan. Sebab ular yang berdarah dingin pastinya mencari tempat yang hangat untuk membuat dirinya tetap hangat di dalam pesawat yang dingin. Turbulensi pada langit cerah yang tidak bisa di prediksi juga menjadi momok menakutkan, sehingga penumpang bisa saja terlempar, pasalnya tidak ada peringatan terlebih dahulu menjelang datangnya turbulensi. Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik Dan ada kabar baru-baru ini, seorang penumpang pesawat tersengat kalajengking dalam penerbangan menuju ke Chicago pada Senin (5/6/2017) sekitar pukul 11 malam. Insiden tersebut terjadi di dalam pesawat AeroMexico dengan nomor penerbangan 628 dari Mexico City menuju bandara internasional O’Hare. Dilansir KabarPenumpang.com dari nbcchicago.com (6/6/2017), pihak AeroMexico telah membenarkan ada seorang pria berusia 32 tahun yang disengat kalajegking tepat di siku sebelah kanan. Atas kejadian sengatan kalajengking ini, petugas pemadam kebakaran setelah ada pemberitahuan langsung menuju bandara O’Hare untuk menolong pria tersebut di pesawat yang baru saja mendarat. Baca juga: Terlihat Cantik, Ternyata Awan-Awan Ini Berbahaya
Breaking Travel News
Namun petugas pemadam kebakaran yang membantu mengatakan, pria tersebut tidak mau diberikan perawatan dan dibawa dari tempat kejadian. Diketahui dari cerita korban, dirinya sudah tersengat selama dua jam sebelum pesawat tiba di berada O’Hare. Penumpang lain yang berada di pesawat AeroMexico telah melihat upaya pertolongan atas kejadia tersebut. “Kami mendengar, ada seruan yang ditujukan kepada petugas medis bahwa ada keadaan darurat di dalam pesawat. Kami benar-benar tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi saat itu,” ujar salah seorang penumpang AeroMexico, Monica Amborn. Juru bicara maskapai mengatakan, saat tim medis tiba di dalam pesawat, langsung menuju ke penumpang yang tersengat kalajengking. Sayangnya tidak terlihat reaksi yang membuat sang pria terlihat kesakitan atau bekas di sengat kalajengking. Sebab, kondisi saat tim medis sampai, pria tersebut stabil. “Aeromexico berkomitmen dengan keselamatan penumpang dan kru karena ini adalah prioritas utama kami dalam setiap operasi,” ujar juru bicara AeroMexico.

Minggu Ini, Hyperloop Agendakan Uji Coba Jalur

Dalam waktu dekat, sebuah perusahaan penyedia jasa layanan transportasi masa depan, Hardt Global Mobility akan memulai uji coba terhadap fasilitas yang nantinya akan menjadi prasarana dari kendaraan super cepat, Hyperloop. Uji coba yang akan dihelat pada minggu-minggu ini rencananya akan bertempat di The Green Village di kampus TU Delft, Belanda. Adapun prasarana yang akan diuji oleh Hardt Global Mobility adalah sebuah tabung dengan panjang kurang lebih 30 meter dengan diameter 3,2 meter yang merupakan calon lintasan dari Hyperloop tersebut. Jika uji coba tersebut berhasil, maka dapat dipastikan empat tahun ke depan Hardt Global Mobility akan berkutat dengan pengadaan jalur yang menghubungkan dua kota di Eropa ini. Baca Juga: Hyperloop, Tawarkan Kecepatan Supersonic Untuk Transportasi Indonesia Pada uji coba nanti, Hardt Global Mobility akan memastikan semua unsur penting yang menunjang pengoperasian dari Hyperloop pada kecepatan rendah, mencakup keamanan, propulsi, bagaimana hyperloop nanti akan meluncur dan stabilisasi kendaraan. Lebih lanjut, Hardt Global Mobility juga akan melakukan penelitian ekstensif mengenai integrasi sosial serta tanggapan masyarakat mengenai kehadiran sarana transportasi baru. Pihak pengembang yakin bahwa Hyperloop akan menjadi alternatif transportasi yang lebih hemat energi dibandingkan dengan moda transportasi lain dan menjanjikan pengalaman berkendara baru bagi para penumpangnya, yaitu melaju dengan kecepatan lebih dari 1000km/jam di dalam sebuah tabung dengan resistansi udara yang sangat rendah. Hardt Global Mobility juga berharap, kehadiran Hyperloop akan menjadi pilihan masyarakat yang tinggal berjauhan dengan tempatnya bekerja. Selain itu, tujuan lain dibalik pengadaan Hyperloop adalah untuk meredam kemacetan yang sudah terjadi di mana-mana. Kecepatan serta kenyamanan merupakan modal utama pemasaran kendaraan gagasan pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors dan SpaceX, Elon Musk.
CEO Hardt Global Mobility, Tim Houter mengatakan Hyperlop memiliki sistem perjalanan yang berbeda dengan kereta api atau moda transportasi berbasis massa lainnya. “Hyperloop tidak akan berhenti selama perjalanan, melainkan akan langsung mengantarkan penumpang menuju stasiun tujuan,” tutur Tim sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari laman plugin-magazine.com, Senin (5/6/2017). “Kami berusaha untuk menciptakan sebuah moda dimana jarak bukanlah menjadi sebuah masalah yang berarti. Dengan begitu, Anda tidak perlu menghiraukan jarak antara rumah serta kantor yang jauh,” tambahnya.
Sumber: SkyNews
Tidak hanya Hardt Global Mobility, ternyata ada beberapa perusahaan yang tengah mewujudkan konsep transportasi berkecepatan supersonik tersebut, ambil contoh sebuah startup bernama Hyperloop One. Startup yang tidak berafiliasi dengan Hyperloop Elon Musk ini sedang membangun jalur uji coba skala penuh di Gurun Nevada. Dalam pernyataan resminya, moda yang dikenal sebagai DevLoop ini akan mengadakan sebuah uji coba di penghujung musim panas tahun ini.

Qantas dan JetStar Izinkan Car Seat Dibawa ke Dalam Kabin

Penumpang dengan membawa bayi dalam pesawat terkadang dibuat bingung, apakah harus membeli tempat duduk lagi atau membayar sesuai harga untuk bayi dan menggendongnya saat di dalam pesawat. Sebab bayi tidaklah mungkin duduk seperti anak usia 3 tahun atau seperti Anda yang dewasa duduk di bangku sendiri. Baca juga: Naik Pesawat Bawa Stroller, Simak Beberapa Tipsnya! Tak hanya itu, soal keamanan bayi dalam tempat duduk pun menjadi tantangan utama yang sampai saat ini masih membuat bingung. Beberapa maskapai sudah menyediakan bangku yang bisa di dipesan untuk menggunakan kursi anak yang biasa digunakan dalam mobil. Dilansir KabarPenumpang.com dari news.com.au (7/6/2017), Virgin Australia sudah mengizinkan pengangkutan perlengkapan bayi seperti kursi mobil anak (car seat) dan tambahan sabuk pengaman lainnya di dalan kabin pesawat. Namun ini tetap harus ada kerjasama yang disetujui CSR dengan sertifikasi pengangkutan di pesawat terbang. Tak hanya itu, Jetstar salah satu low cost carrier (LCC) asal Australia juga telah menyediakan layanan tempat duduk bagi penumpang yang akan membawa bayinya.
www.news.com.au
Tempat duduk tersbut digunakan untuk kursi mobil yang biasa digunakan anak, namun kursi mobil untuk bayi ini harus memenuhi persyaratan yang ketat. Tak hanya itu, bagi Anda yang membawa kursi anak dalam penerbangan dengan Jetstar, maka penumpang wajib memberitahukan kepada pihak maskapai melalui telepon untuk memesannya. Sebab tempat duduk ini diberikan terbatas pada setiap penerbangannya.

Baca juga: Toilet di Pesawat, Fungsi Sama Aturan Sedikit Beda

Hingga kini diketahui, Jetstar yang sudah memberikan pelayanan ini adalah penerbangan domestik di Selandia Baru. Qantas juga menjadi salah satu maskapai yang mengizinkan kursi mobil anak untuk dibawa ke atas pesawat. Sayang tidak semua maskapai memberikan izin untuk mebawa kursi mobil anak ke dalam kabin, seperti Tiger Airlines belum memperbolehkan masuknya car seat ke dalam kabin. Mengenai Keselamatan bayi dalam penerbangan, perlu atau tidaknya menggunakan tempat duduk mobil anak, di jawab oleh Certified Child Passenger Safety Technician and Global Safety Advocate at Dionio, Allana Pikerton. Dia mengatakan kecelakaan pesawat jarang terjadi, dan bila pun ada resiko lainnya dari insiden penerbangan adalah hal yang tidak bisa ditentukan. “Tidak ada cara untuk memperdiksi kapan insiden dalam penerbangan terjadi, seperti Anda tidak bisa memprediksi kecelakaan mobil. Saya selalu mengatakan harus hati-hati saat membawa anak, jika anak tidak mendapatkan pengamanan yang benar bisa beresiko luka hingga terbunuh karena insiden dadakan dalam pesawat,” ujar Pinkerton. Baca juga: Bandara Radin Inten II Semakin Keren dengan Lorong Fiberglass Pinkerton juga mengingatkan kepada penumpang bahwa hukum fisika dalam pesawat sama seperti di dalam mobil, dimana tangan Anda tidak bisa mencegah atau mengamankan secara reflek saat bayi terlempar bila terjadi turbulensi. Insiden turbulensi mengingatkan pada kejadian belum lama, dimana pesawat Aeroflot dari Moskow meenuju Bangkok yang terkena turbulensi di langit cerah dan menyebabkan goncangan yang besar dan membuat penumpang terluka. Saat itu, lampu sabuk pengaman tidak menyala sama sekali, sehingga 27 orang terkena luka serius dan seorang anak berusia satu tahun cedera. Banyak dari penumpang yang mengalamai patah tulang dan mendapatkan perawatan serius di rumah sakit saat pesawat mendarat di Thailand. Kejadian turbulensi langit cerah ini seperti mobil yang Anda kendarai tiba-tiba saja meledak. Karena turbulensi langit cerah tidak bisa diprediksi pilot dan terjadi sangat cepat tanpa peringatan di udara. Baca juga: Aeroflot Terkena Turbulensi Langit Cerah, 27 Penumpang luka Serius

Ternyata 40% Turis Australia ke Bali Terbang Dengan JetStar

Bagi kebanyakan warga Australia, Bali adalah tujuan wisata terfavaorit saat berlibur ke luar negeri. Dan bagi Provinsi Bali, wisatawan asal Australia yang akrab disebut Aussie memang menempati urutan pertama pelancong berdasarkan asal negara. Data BPS Provinsi Bali pada September 2016 menyebut wisman asal Australia menempati urutan pertama dengan porsi 24,32 persen, dan kedua wisman asal Cina (18,02 persen). Tapi tahukah Anda masakapai mana yang paling banyak membawa Aussie ke Bali? Baca juga: Kerjasama Jetstar dengan Doku, Mudahkan Pelanggan Membeli Tiket Dalam sesi acara buka puasa bersama di Jakarta (7//6/2017), Robin Goh, Senior Communications Manager JetStar Asia menyebut, “Sampai saat ini kami adalah maskapai terbesar yang membawa penumpang dari Australia menuju Bali, berdasarkan riset kami, 40 persen wisatawan Australia ke Bali menggunakan JetStar,”ujar Robin Goh kepada KabarPenumpang.com. Lebih detail disebut, kota penyumbang wisatawan ke Bali paling banyak berasal dari kota Perth, berlanjut kemudian Melbourne, Sydney, Brisbane dan Adelaide. Sebagai LCC (Low Cost Carrier), JetStar Asia dan JetStar Australia menjadikan Bali sebagai point penting. “Sejak membuka penerbangan perdana ke Bali pada tahun 2007, pertumbuhan penumpang dari Australia ke Bali telah meningkat 55 kali. Tak kurang ada 60 penerbangan JetStar ke Bali setiap minggu,” tambah Simon. Bahkan karena dianggap sebagai rute utama yang padat penumpang, sejak awal Januari 2014 JetStar telah mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 787 Dreamliner. Dengan Dreamliner, dalam satu kali terbang JetStar dapat mengangkut langsung 222 penumpang. Untuk tujuan Bali, JetStar juga menyiapkan pesawat narrow body dengan Airbus A320-200 yang berkapasitas 180 kursi. Baca juga: Kementerian Pariwisata Gandeng Jetstar Bangun Pariwisata Indonesia Bergabung dalam aliansi penerbangan internasional, JetStar kini telah menjalin kemitraan dengan 25 maskapai, seperti Qantas, Emirates, Srilankan, Finnair, dan Jet Airways, yang menghubungkan penumpang ke hampir semua rute penerbangam di Asia Tenggara dari Singapura. Jetstar diketahui adalah maskapai dengan LCC atau penerbangan dengan biaya murah teraman dikawasan oleh airlineratings.com baru-baru ini. Saat ini Jetstar sendiri sudah mengoperasikan 120 penerbangan dari dan ke Indonesia.

Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan

Sebagai salah satu manufaktur asal Korea Selatan yang bergerak dibidang otomotif sejak tahun 1967 silam, Hyundai tentu telah membuat banyak terobosan terhitung sejak setengah abad yang lalu. Tahun lalu, Hyundai merilis mobil listrik yang dilengkapi dengan teknologi IONIQ. Tak lama berselang, perusahaan yang bermarkas di Korea Selatan tersebut juga turut merilis produk anyarnya yang berupa skuter listrik. Kini, target dari Hyundai adalah mulai menjajal moda transportasi umum tanpa emisi berupa bus elektrik. Baca Juga: Catalyst E2, Bus Otonom Mampu Berjalan 966 Km Dalam Sekali Charge Masalah kesehatan yang mengancam warga kota akibat adanya emisi dari moda berbahan bakar diesel seperti masalah pernapasan, sakit kepala, jantung, hingga kanker menjadi salah satu pertimbangan Hyundai dalam menyediakan moda transportasi baru yang lebih ramah lingkungan. Kehadiran penyakit-penyakit tersebut solah dipicu oleh pelepasan senyawa nitrogen oksida saat proses pembakaran bahan bakar. Tidak main-main, dalam sebuah studi komprehensif pada bulan April 2017 lalu, menunjukkan sebanyak 38.000 kematian dini pada tahun 2015 akibat polusi. Dalam upayanya untuk mengurangi tingkat polusi yang terus menanjak naik, Hyundai menganggap konversi bus kota ke bus listrik dapat membantu mengurangu emisi berbahaya tersebut. Mereka percaya, konversi menuju bus listrik ini juga tidak akan berdampak buruk bagi para kostumernya. Walaupun biaya yang mesti dikeluarkan oleh pihak Hyundai pertama kali tidaklah sedikit, namun semua itu akan “balik modal” secara berkala karena tidak menggunakan bahan bakar minyak lagi, serta biaya perawatan yang bisa dibilang lebih murah dibanding bus konvensional lainnya. Baca Juga: Gaffoglio Family Metalcrafters Luncurkan Bus Listrik Tidak hanya Hyundai, beberapa perusahaan manufaktur otomotif mulai bergeliat untuk menghadirkan bus listrik, seperti Gaffoflio Family Metalcrafters dari Italia yang tengah mempersiapkan peluncuran dari bus yang dapat melaju sejauh 400km dalam sekali charge tersebut. Berbeda dengan kompetitornya yang berasal dari negeri Pizza tersebut, Hyundai ternyata mampu melebihi catatan jarak tempuh dalam sekali charge, yaitu 466km. Bus yang nantinya akan diberi nama Elec City tersebut menggunakan baterai berdaya 256kWh. Jika Elec City dapat menembus pasar Amerika, maka Proterra Catalyst E2 akan menjadi saingan terberatnya. Bagaimana tidak, Proterra Catalyst E2 bermuatan tunggal dapat melaju sejauh 966km dalam sekali charge dalam sebuah uji coba. Selain ketiga nama tersebut, ada juga Lion Bus serta EZ10 dari Swiss yang turut pula melakukan serangkaian uji coba terhadap armada bus listrik masing-masing. Sebagaimana KabarPenumpangcom lansir dari newatlas.com, Kamis (1/6/2017) silam, pihak Hyundai mengatakan siap untuk merilis bus listrik mereka pada tahun 2018 mendatang.

Tidak Dapat Ongkos Losmen, Pengemudi Bus Mudik Gratis Kalang Kabut

Menjelang musim mudik, sejumlah pihak mulai melakukan persiapan guna melancarkan hajat tahunan negara tersebut, salah satunya adalah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Terhitung sejak Senin (5/6/2017) kemarin, KNKT sudah melakukan beberapa kunjungan guna meninjau kesiapan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) hingga perusahaan yang mengadakan perhelatan mudik gratis. Salah satu perusahaan yang mengadakan ajang mudik gratis adalah PT. Sido Muncul. Baca Juga: KNKT Sosialisasi Keselamatan Pengemudi Ke Operator Bus Dalam kunjungannya ke perusahaan yang berkutat dibidang obat tradisional ini, Rabu (7/6/2017), KNKT menghimbau agar PT. Sido Muncul mengingatkan PO Hiba Utama, selaku salah satu operator mudik gratis 2017, untuk selalu memperhatikan tiga aspek; Kelaikan moda, faktor pra sarana, dan juga kesiapan pengemudi moda tersebut. Humas KNKT, Indriantono mengatakan kesiapan pengemudi sangatlah penting, bukan hanya ketika musim mudik, pun dalam perjalanan sehari-hari. “Para pengemudi harus memperhatikan kondisinya sendiri, jika lelah, lebih baik menepi untuk beristirahat sejenak,” tuturnya saat ditemui KabarPenumpang.com. Tidak hanya itu, kelelahan yang biasanya timbul akibat macet akan jauh lebih berbahaya jika pengemudi sudah mulai mengalami gejala micro-sleep. “Jika pengemudi sudah kena micro-sleep, ya pedal gas akan terus diinjak dan moda akan hilang kendali dan akhirnya bisa saja menimbulkan kecelakaan,” tambahnya.
Pertemuan KNKT dengan PT. Sido Muncul di Cilandak
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor PT. Sido Muncul di Cilandak, Jakarta Selatan, poin utama yang selalu ditegaskan oleh pihak KNKT adalah beristirahat bila mulai kelelahan atau mengantuk. Lembaga pemerintahan nonstruktural ini juga mengatakan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi minuman berkafein, seperti kopi dan energy drink. “Itu (minuman berkafein) kan hanya menunda kantuk saja, nanti kalau efeknya sudah hilang, konsumen minuman itu akan merasa kantuk yang lebih parah,” terang Indriantono. Sido Muncul sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Hiba Utama lebih dari 27 tahun, dengan puluhan kota yang menjadi destinasi ajang mudik bersama ini, seperti Banjar, Cirebon, Kuningan, Solo, Yogyakarta, dan beberapa kota lainnya di Jawa Tengah. Namun, beberapa pengemudi bus ini mengaku merasakan adanya sebuah kecurangan manakala mereka tiba di Terminal Solo. “Kita disuruh bayar 30 ribu, dan setelah penumpang pada turun, kita langsung diusir. Kalau begitu, kita istirahatnya dimana?” keluhnya kebingungan. “Belum lagi kita nggak dapat uang buat nyewa losmen buat beristirahat,” tambahnya. Baca Juga: Jelang Angkutan Lebaran, KNKT Himbau Penyedia Transportasi Darat Tinjau Standar Kelayakan Menanggapi hal tersebut, pihak KNKT mengatakan bahwa rencana untuk membangun rest area khusus untuk para pengemudi angkutan berat sudah diajukan, namun untuk musim mudik tahun ini, prasarana tersebut belum bisa dinikmati. “Mungkin tahun depan sudah bisa digunakan,” terang KNKT. Keluhan lain yang dirasakan oleh para pengemudi bus ini adalah muatan yang dibawa oleh penumpang yang kadang tidak masuk di akal. “Pernah waktu itu ada yang bawa kulkas,” ujarnya sembari tertawa kecil. Untuk hal semacam itu, KNKT hanya bisa menghimbau kepada pihak penyelenggara untuk lebih kooperatif dalam mengarahkan para pemudik untuk membawa barang yang secukupnya saja. Dalam pagelaran mudik bersama tahun ini, rencananya PT. Sido Muncul akan mengerahkan lebih dari 300 bus yang akan disebar ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Target utama dari mudik gratis tahun ini adalah para pedagang jamu dan asongan. Rencananya, tanggal 17 Juni 2017 mendatang, PT. Sido Muncul akan melakukan seremonial pelepasan peserta mudik gratis yang bertempat di TMII. Dalam acara tersebut, pihak Sido Muncul hanya mendatangkan sejumlah bus beserta para penumpangnya untuk dilepas secara simbolik.

Pantau Trafik di Area Pelabuhan, PT ASDP Maksimalkan Penggunaan Drone

Jelang puncak Hari Raya, ratusan kendaraan yang antre mengular di toll gate Pelabuhan Merak menjadi pemandangan yang menarik dari aspek fotografi, apalagi bila foto diambil dari ketinggian tertentu, menjadikan nuansa yang berbeda lagi jika pemotretan dilakukan pada malam hari. Sudah barang tentu pengambilan foto tak dilakukan dengan cara yang ‘biasa,’ melainkan butuh dukungan wahana nirawak yang kondang disebut drone. Diantara BUMN transportasi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjadi salah satu perusahaan yang giat memanfaatkan keunggulan teknologi drone. Perusahaan yang melayani jasa penyeberangan ferry dan pengelolaan pelabuhan ini menggunakan drone untuk memantau kondisi lapangan dalam skup yang luas. Karena dianggap penting untuk memantau dan melaporkan kondisi keadaan di pelabuhan, kini selain di Merak, jasa drone mulai digunakan pada Pelabuhan Bakauheni, Lembar dan Kayangan. Baca juga: Wow! Uber Canangkan Program Taksi Drone Merak, sebagai pelabuhan penumpang tersibuk di Indonesia dengan luas area 20 hektar kini tak kurang sudah dilengkapi 100-an Closed Circuit Television (CCTV) untuk tugas pemantauan, namun CCTV hanya punya kemampuan ‘melihat’ pada satu sudut tertentu, ditambah secara kualias imaging, citra dari CCTV masih dirasa sangat rendah. Berangkat dari kebutuhan taktis dan melengkapi fungsi pemantauan, sejak tahun 2015, PT ASDP Cabang Merak mulai mengoperasikan drone dalam wujud quadcopter. “Peran drone di ASDP Cabang Merak bukan untuk menggantikan tugas CCTV yang dapat dioperasikan kontinyu, melainkan diterbangkan hanya pada momen-momen tertentu, semisal untuk memantau trafik penumpang dan kendaraan di musim Lebaran dan liburan,”ujar Mario S. Oetomo, Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak.
Mengoperasikan drone di pelabuhan. Foto: Mario.
Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Kepada KabarPenumpang.com, Mario yang juga bertindak sebagai pilot drone menuturkan, bahwa menerbangkan drone di area pelabuhan penuh tantangan. “Di Pelabuhan Merak lebih banyak tantangan teknis, contohnya banyak berdiri antena BTS milik operator seluler, lalu ada sinyal kereta api, karena lokasi stasiun berada di dalam pelabuhan. Kemudian bangunan di pelabuhan banyak yang menggunakan beton, itu semua dapat membuat sinyal kompas dan gyro menjadi kacau,” kata Mario. Karena ada potensi lost signal, maka penggunaan drone di Merak selalu mengaktifkan fitur return to home, yakni bila drone kehilangan sinyal dari operator, maka otomatis drone akan terbang kembali ke area take off. Sementara tantangan non teknis bisa terjadi karena faktor angin, meski begitu kondisi angin di Merak cenderung stabil.
Mario S. Oetomo (koleksi pribadi).
Jenis drone yang diterbangkan Mario adalah tipe DJI Phantom 3 Professional Quadcopter. Drone yang dijual seharga Rp10 jutaan ini memang lumayan laris digunakan para penggiat foto udara. Dari aspek imaging DJI Phantom 3 sudah dibekali kamera dengan resolusi 12 megapixels. Jika diterbangkan, drone akan difungsikan untuk foto dan rekam video untuk melaporkan kondisi di lapangan. Secara teori DJI Phantom 3 dapat terbang sejauh 2 Km, namun di Merak karena jarak pandang yang terbatas oleh banyak penghalang, maka drone maksimal diterbangkan sejauh 1,3 km dalam durasi 20 menit. Mario yang mengaku hanya mempelajari tentang drone secara otodidak, dan melihat cara menerbangkan di YouTube. “Alhamdulilah hampir tiga tahun pemakaian, tidak pernah ada kendala apa pun dalam mengoperasikan drone ini,” tambah Mario. Menyambut musim Lebaran ini, Mario akan menerbangkan drone dua kali dalam sehari, memantau kondisi trafik di pelabuhan, bahkan sampai di luar pelabuhan demi lancarnya arus pemudik.