Dampak Pengiriman Material MRT, Jalan Sisingamangaraja Mendapat Rekayasa Lalu Lintas

Setelah sebelumnya melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Raya Panglima Polim dan Bunderan Hotel Indonesia (HI), PT MRT Jakarta dalam tahap pengiriman material jalan rel dikabarkan akan kembali melakukan rekayasa lalu lintas, kali ini titik yang mendapat rekayasa lalu lintas di Sisi Timur Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Baca juga: Proyek MRT – Mulai 20 Mei 2017 Ada 4 Tahap Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Panglima Polim Saat ini, pekerjaan konstruksi seperti pembangunan depo, jalur, stasiun layang maupun stasiun bawah tanah terus dilakukan secara intensif. Sebagai upaya percepatan penyelesaian proyek MRT Jakarta, pelaksanaan pemasangan rel akan segera dimulai untuk struktur bawah tanah dan akan dilakukan di area transisi (pertemuan antara struktur layang dan struktur bawah tanah) Jalan Sisingamangaraja sebagai akses untuk pengiriman material ke dalam struktur bawah tanah. Untuk pelaksanaan pengiriman dan pemasangan material ini akan diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan lalu lintas untuk lajur bus TransJakarta di sisi timur Jalan Sisingamangaraja. Dikutiip KabarPenumpang.com dari siaran pers PT MRT Jakarta hari ini, pergeseran lajur bus Transjakarta di Jalan Sisingamangaraja ini akan berlangsung pada awal Juni 2017 hingga akhir Desember 2017. Pergeseran ini hanya mengalihkan lajur bus TransJakarta bergabung dengan lajur regular sepanjang lokasi pengiriman material MRT dan dilakukan hanya selama pengiriman material terjadi (dilakukan sesuai kebutuhan pengiriman material). Pengiriman material ini akan dilakukan pada malam hari, dimulai jam 23.00 hingga jam 05.00. Dan berikut adalah map rekayasa lalu lintas di Jalan Sisingamangaraja. Baca juga: Bangun Pintu Masuk, Jalan Thamrin Kena Rekayasa Lalu Lintas 1 Tahun Disebutkan, kemajuan proyek MRT Jakarta hingga 31 Mei 2017 secara keseluruhan telah mencapai 73,38 persen, dengan rincian 60,25 persen untuk pekerjaan depo dan struktur layang serta 86,64 persen untuk pekerjaan struktur bawah tanah.

Milwaukee Road No.261, Lokomotif Jadul Ini Akan Kembali Sambangi North Dakota

Sebuah lokomotif uap jadul akan kembali unjuk gigi dengan melintasi wilayah North Dakota dalam waktu dekat ini. Sebagaimana KabarPenumpang.com mewartakan dari billingsgazette.com, Rabu (31/5/2017), kereta ini nantinya akan difungsikan sebagai kereta wisata dan memberikan kesempatan yang amat berharga pada orang banyak untuk dapat menyaksikan kembali sebuah moda transportasi darat yang pernah beroperasi kurang lebih 70 tahun yang lalu. Baca Juga: NIS 107, Jejak Lokomotif Tertua di Indonesia Yang Terlupakan Kedatangan kereta Milwaukee Road No. 261 yang terkenal itu ke Fargo / Davenport, Lisbon, Wahpeton dan Kindred bukan tanpa alasan, melainkan turut meramaikan perayaan ulang tahun ke 30 dari kereta api regional yang beroperasi di wilayah North Dakota, Red River Valley & Western. Para warga dapat melihat penampakan langsung dari lokomotif ini sepanjang tanggal 1 hingga 3 Juni pada sore hari. Perjalanan wisata yang direncanakan awalnya akan memakan waktu kurang lebih tiga jam per harinya. Relawan operator lokomotif tersebut, Steven Sandberg mengatakan lokomotif Milwaukee Road No. 261 memiliki mesin yang amat berat, kurang lebih sekitar 1 juta pon. Berat tersebut hampir menyaingi berat mesin sebuah pesawat Boeing 747. Sebuah pemandangan unik langsung terlintas mana kala para generasi tua seakan bernostalgia dengan lokomotif dua silinder yang pertama kali dirancang pada Juli 1944 itu. Namun berbeda dengan generasi muda yang bahkan belum lahir pada masa itu, akan lebih memandang kagum lokomotif berwarna dasar hitam tersebut. Mungkin saja ini merupakan pengalaman pertama generasi muda dalam melihat sebuah mesin uap dengan ukuran super besar. Walaupun lokomotif ini sudah bisa dibilang tidak muda lagi, namun untuk masalah kecepatan, hasil produksi American Locomotive Company ini dapat melaju berkisar antara 80km/jam, dengan kecepatan maksimum hingga 160km/jam. Tapi, kedatangan si lokomotif tua ini ke North Dakota ini bukanlah ajang untuk memamerkan tenaganya, maka dari itu, Steven mengatakan kereta tidak akan melaju melebihi 80km/jam. “Kami akan melakukan perjalanan santai pada sore hingga malam hari,” katanya. Baca Juga: Lokomotif Uap Teranyar Inggris Tembus Kecepatan 161 Km Per Jam Sedikit bocoran, Steven juga mengatakan trek yang akan dilalui oleh Lokomotif Milwaukee Road No. 261 ini terpelihara dengan baik. “Trek tersebut awalnya dirancang untuk mengangkut produk pertanian,” terang Steven. Lebih lanjut, Ia mengatakan amat bahagia karena dapat mengajak Milwaukee Road No. 261 kembali berjalan-jalan setelah sekian lama menghabiskan waktu ditempat penyimpanan. “Sempat beberapa kali mesin dan kerangka No. 261 di pamerkan ke perhelatan khusus, namun untuk perjalnaan kali, saya merasa amat gembira karena bisa meregangkan kaki sedikit dan berjalan-jalan ke North Dakota,” tuturnya kegirangan. Terakhir kali, Lokomotif Milwaukee Road No. 261 menampakkan dirinya di North Dakota pada tahun 1998 silam dalam pagelaran untuk memperingati hari jadi dari Red River Valley & Western (RRV & W). Dalam acara tersebut, Lokomotif Milwaukee No. 261 membawa penumpangnya dari Twin Cities menuju ke North Dakota, lalu kembali lagi. Baca Juga: Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir Pada tanggal 1 dan 2 Juni mendatang, mesin tersebut akan bertolak dari Fargo / Davenport pada pukul 6 sore untuk melakukan perjalanan menuju Lisbon dan kembali, membawa para penumpang melintasi Lembah Sungai Sheyenne National Scenic Byway. Kemudian pada hari Sabtu, tanggal 3 Juni, lokomotif jadul tersebut akan bertolak menuju Wahpeton dari Kindred lalu kembali lagi. Jalur tersebut merupakan satu-satunya rute Great Northern yang dioperasikan oleh RRV & W. Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi dari lokomotif tua ini, Anda bisa mengunjungi laman resmi dari Lokomotif Milwaukee Road No. 261 untuk melihat ketersediaan tiket. Jika beruntung, Anda akan mendapatkan kesempatan untuk menaikinya, namun jika keberuntungan belum berpihak, maka Anda mesti menunggu pagelaran selanjutnya yang turut membawa si lokomotif jadul ini.

Bangkitnya Jalur Sutra Modern Dari Cina ke Daratan Eropa

Baru-baru ini, Cina membuka kembali jalur sutra modern menuju Inggris. Jalur ini dibuka untuk pengiriman barang dari kota Yiwu yang menjadi pusat industri menuju kota London di Inggris. Sebenarnya pembukaan jalur sutra modern ini untuk mengingatkan dan membuka kembali jalur sutra lama yang sudah ditinggalkan. Baca juga: Tempuh 12.000 Km, Jalur Sutera Kuno Dibuka Kembali dari Inggris Menuju Tiongkok Dari beberapa cerita yang di rangkum KabarPenumpang.com, nama jalur sutra awalnya diberikan oleh seorang berkebangsaan Jerman bernama Ferdinan von Richtofen untuk jalur perdaganagn darat yang menghubungkan daratan Asia dengan Eropa pada abad ke 3 sebelum masehi. Jalur ini menjadi jalur utama dalam pengembangan kebudayaan Asia Selatan, Cina, Timur Tengah dan Eropa. Tak hanya menjadi jalur pertukaran ilmu pengetahuan, Cina juga menambah ilmu tentang obat-obatan negara barat dan Eropa mempelajari teknik pembuatan kertas serta penggunaan bubuk mesiu. Sayangnya, jalur sutera ini sangat rawan oleh para perampok dan penyamun. Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari! Jalur sutra dulu di bagi menjadi dua yakni utara dan selatan. Jalur utara melewati Bulgar-Kypchak ke Eropa Timur dan semenanjung Crimea dan kemudian menuju laut hitam, laut Marmara, serta Balkan ke Venezia. Sedangkan jalur selatan melewati Turkestan – Khorasan menuju Mesopotamia dan Anatolia dilanjutkan ke Anlokla di selatan Anatolia untuk selanjutnya ke Laut Tengah atau melalui Levant ke Mesir dan Afrika Utara. Komoditi yang dibawa melalui jalur sutera biasanya rempah-rempah, barang kerajinan dari Cina serta dari Timur Tengah. Sebenarnya dengan adanya jalur sutra sendiri sangat penting dan merubah sejarah dunia dalam bidang rempah-rempah. Sebab, bagi orang Eropa, rempah-rempah merupakan penghangat tubuh di saat musim dingin. Sayangnya, jalur sutra lama sudah tak lagi dipergunakan sejak adanya kapal laut dan pesawat yang membantu mengirimkan barang-barang dari Cina menuju Eropa atau sebaliknya. Namun, dengan adanya kereta kargo East Wind baru-baru ini, jalur sutra modern bisa membawa angin baru untuk memudahkan pengiriman barang dari daratan Asia menuju Eropa melalui darat dengan jalur kereta api. Tetapi sebelum adanya jalur dari Cina menuju Inggris, tahun 2014 sudah ada perjalanan bisnis komoditi dari Cina menuju Madrid 2014 lalu. Jalur ini adalah sebagai awal masuknya jalur sutra modern yang diperkirakan tahun 2020 memiliki pelayanan yang bisa lebih dari 5000 pengiriman pertahunnya.

Hindari Makanan dan Minum Ini saat Menggunakan Transportasi Umum

Makanan dan minuman adalah hal terpenting bagi tubuh, selain untuk menambah stamina, makanan bisa membuat kenyang dan minuman melegakan kehausan. Dalam perjalanan makan dan minuman sangatlah penting apalagi bila perjalanan yang dilakukan jauh seperti dinas, wisata ataupun mudik. Mungkin untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi tidak perlu repot memikirkan makanan atau minuman yang bisa di makan serta minum saat perjalanan Anda. Baca juga: Nikmati Perjalanan dengan Makanan dan Minuman Sehat Tetapi, bagi pengguna moda transportasi umum tidak semua jenis makanan dan minuman bisa seenaknya saja. Dalam pengamatan yang dilakukan KabarPenumpang.com, berikut ini makanan dan minuman yang di hindari saat menggunakan moda transportasi umum baik dalam perjalanan jauh maupun dekat. 1. Minuman bersoda Hindari minuma ini dalam perjalanan. Selain bisa membuat Anda kembung, minuman bersoda yang membuat rasa segar saat meminumnya juga bisa membuat mulut bau. Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa 2. Makanan pedas Jangan memaksakan diri Anda walaupun suka makan makanan pedas dalam perjalanan. Walaupun perjalanan dekat, makanan pedas yang Anda makan dalam kendaraan bisa membuat perut mulas dan membuat Anda tidak nyaman. Bisa saja karena makanan pedas, justru membuat perut sakit dan ingin ke toilet. Hal ini pastinya akan membuat Anda susah, apalagi saat jalanan macet.
nyoozee.com
3. Kafein Ternyata mengonsumsi minuman berkafein tinggi seperti kopi atau minuman penambah energi bisa membuat Anda mabuk dalam perjalanan. Memang minuman dengan kafein membuat Anda lebih berenergi dalam perjalanan dan terus terjaga walaupun kelelahan. Boleh Anda meminumnya, tetapi liat porsi saat meminum, sebab bila berlebihan Anda bisa juga merasakan pusing. Baca juga: Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara 4. Karbohidrat tinggi Perut penuh atau begah, membuat Anda tidak bisa menikmati perjalanan. Untuk perjalanan pastinya Anda harus mengisi perut agar tidak mual. Tetapi disarankan tidak untuk makan dengan kadar lemak dan karbohidrat tinggi seperti burger, mie ataupun pizza. Tak hanya begah, makanan berat bisa membuat Anda muntah saat mengalami guncangan di perjalanan. Disarankan untuk makan biskuit atau roti. Anda yang biasa makan nasi, tetapi kurangi porsinya.
nyoozee.com
5. Permen karet Jangan memaksakan memakan permen bila yang ada hanya permen karet. Makan permen karet memang enak saat mengunyahnya. Tetapi ini justru membuat perut Anda kembung dan angin bisa masuk lebih banyak saaat Anda mengunyah permen karet. Baca juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan Jauh 6. Makanan berminyak Makanan ini paling mudah didapatkan dalam perjalanan dan tak perlu repot saat memakannya. Meskipun makanan seperti gorengan, cimol, cireng atau kentang goreng nikmat, tetapi tidak akan nyaman untuk tenggorokan Anda. Minyak yang berlebih justru membuat Anda cepat haus dan minyak di tangan Anda pastinya susah untuk di bersihkan bila tidak membawa tisu.
nyoozee.com
7. Alkohol Hindari minuman dengan alkohol, selain membuat Anda mabuk minuman ini bisa menjadi masalah bagi Anda. Bagi yang tidak biasa minum alkohol hindari minuman ini sebelum terjadi kekacauan yang Anda buat dalam kendaraan umum.

Johor Baru – Singapura via Rapid Transit System di Tahun 2022

Bila Indonesia masih berkutat pada implementasi rapid transit untuk moda angkutan massa di kota-kota besar. Lain dengan Malaysia dan Singapura, kedua negara tetangga ini telah mencanangkan pembangunan Rapid Transit System Johor – Singapura (RTS) yang direncanakan beroperasi di tahun 2022. Saat ini proyek dalam tahap akhir diskusi oleh Otoritas pembangunan Daerah Iskandar (IRDA). Baca juga: Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura CEO IRDA Datuk Ismail Ibrahim mengatakan, bahwa adanya RTS ini sangat penting unuk menghubungkan wilayah ekonomi di Malaysia dan Singapura. “Kami berada pada tahap akhir diskusi untuk menghubungkan Singapura dan mudah-mudahan di tahun 2020, Bus Rapid Transit (BRT) di Johor sudah bisa terhubung dengan sistem transportasi Singapura,” ujar Ismail yang dilansir KabarPenumpang.com dari theedgemarkets.com (2/5/2017). Ismail Ibrahim menambahkan, sistem BRT di Iskandar Malaysia harus selesai terlebih dahulu pada 2020 mendatang dan untuk RTS ditargetkan akan dimulai pada 2022 dan Malaysia – Singapura High-Speed Rail tahun 2026. Sebab menurut Ismail hingga kini pihaknya belum merencanakan untuk membangun Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di Malaysia untuk sekarang-sekarang ini.
CEO The Iskandar Regional Development Authority (IRDA) Datuk Ismail Ibrahim (Youtube)
“Johor – Iskandar Malaysia secara khusus tidak memiliki populasi yang cukup besar untuk mendukung sistem transportasi semacam itu. Tentu, kami sadar akan pentingnya transportasi umum di wilayah ini, tapi ini bukan saat yang tepat. Kota seperti Brisbane di Australia  misalnya, telah membuktikan bahwa BRT dapat memindahkan orang-orang dengan sangat baik dengan cara yang terjangkau dan efisien, “katanya. Menurutnya, dengan penduduk dua juta orang, Johor belum bisa mendukung adanya MRT atau LRT tersebut dan lebih memilih BRT dan RTS yang lebih hemat biaya. Dia mengatakan, jangan membandingkan Johor dengan Kuala Lumpur yang memiliki penduduk lebih banyak, tak hanya itu juga menurutnya saat ini Johor adalah wilayah yang baru dikembangkan yakni di kota Iskandar. Baca juga: Tarif LRT Jakarta Diputuskan Rp12 Ribu Namun bagi wisatawan asing termasuk orang Singapura sendiri, Johor memiliki citra negatif dalam hal keamanan dan potensi pertumbuhannya. Ismail mengatakan, untuk mempromosikan Johor agar dikenal dunia lebih baik maka industri publikasi dan swasta harus membantu. “Beberapa warga Singapura belum pernah mengunjungi Johor selama beberapa tahun belakangan. Ini yang membuat kesan kalau Johor memiliki citra negatif. Kita perlu mempromosikan Johor Bahru dan kami tidak dapat menyangkal untuk mempromosikan Johor dengan potensi di dalamnya melalui bantuan swasta, terutama mereka yang sudah berinvestasi di negara bagian ini,” kata Ismail. Tak hanya itu, Ismail juga menjelaskan dampak kebijakan kontrol modal Cina pada penjualan properti di Johor salah satunya adalah proyek pengembangan oleh Cina dan ditargetkan para pembelinya berasal dari Cina. Menurutnya untuk mengontrol modal ini pihaknya harus memantau situasi dengan lebih hati-hati. Sebab dilihat dari trend yang dilakukan Cina adalah kebijakan yang diperbarui setiap satu atau dua tahu sehingga situasi bisa berubah dalam waktu singkat.

Pria Pecinta Kereta Api Ini Meninggal Secara Misterius

Ini sebuah kisah pilu tentang seorang penggemar kereta bernama Simon Brown di London, Inggris. Tewasnya pria malang ini sudah terjadi pada 7 Agustus 2016 lalu, dikarenakan kepalanya terbentur sinyal gantry (portal). Dilansir KabarPenumpang.com dari theguardian.com, uniknya penyidik dari Kepolisian mengatakan tidak menemukan bukti apapun untuk menjelaskan kematian Brown. Baca juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan” Saat itu, Brown sedang menaiki kereta kelas 442 Gatwick Express yang sudah tak lagi digunakan. Dari sejumlah CCTV yang saat itu menyoroti, juga tidak bisa menjelaskan alasan Brown menyandarkan kepalanya di jendela. Brown yang baru saja memulai pekerjaannya menjadi seorang komisioning untuk pemasok sistem perkeretaapian di London Barat, diketahui sedang dalam perjalanan untuk bekerja dari Gatwick ke London Victoria melalui Cryodon. The Rail Accident Investigation Branch (RAIB) menjelaskan, hasil dari post mortem juga tidak menemukan adanya sisa obat-obatan terlarang atau alkohol pada tubuh Brown. Saat kejadiaan nahas tersebut, Brown berada di pintu seberang kompartemen penjaga kereta api. Dari laporan tersebut menambahkan bahwa pintu ini dapat diakses oleh semua penumpang namun tidak ditujukan untuk digunakan.
Gatwick Express
Penyidik yang menginvestigasi kasus kematian Brown mencatat adanyanya stiker kuning yang tertera pada pintu untuk memberikan peringatan kepada setiap orang yang berada di situ agar tidak bersandar di jendela saat kereta bergerak di lingkungan yang rusak. “Simon Brown tingginya 1,87 meter, sedangkan tinggi bagian atas jendela sekitar 1,63 meter di atas lantai, yang berarti bahwa Ia harus membungkuk agar kepalanya bisa keluar dari jendela,” kata RAIB. Adapun jarak kepala Brown dengan sinyal gantry sekitar 26 cm, standar ini kurang dari yang direkomendasikan antara kereta dengan jendela terbuka. Atas laporan ini, merekomendasikan Network Rail yang berkerjasama dengan operator kereta api mengenalkan proses untuk berbagi data mengenai jarak antara struktur dan ketinggian jendela sehingga operator bisa membuat keputusan yang tepat untuk mengelola resiko dengan menggunakan jendela. Baca juga: Mau Jadi Penumpang Sempurna? Sebaiknya Baca Ini Brown dinyatakan meninggal di lokasi kejadian oleh petugas medis dan polisi transportasi Inggris menganggap kejadian tersebut tidak ada yang mencurigakan. Brown merupakan penyuka kereta atau teman-temannya mengatakan Ia fanatik pada kereta api. Pria yang berusia 24 tahun saat meninggal ini pernah bekerja di Bluebell Railway sebagai relawan selama beberapa tahun.

Lihat Dampak Pada Kota, iCity-CATT Akan Tinjau Teknologi Pada Mobil Otonom

Kemajuan zaman memang membuat banyak perubahan, namun tidak semua perubahan tersebut memiliki imbas positif. Contohnya seperti inovasi yang kini tengah dimatangkan oleh beberapa perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang otomotif, seperti Waymo hingga ke perusahaan e-sharing seperti Zipcar. Perusahaan-perusahaan tersebut seolah dipojokkan dengan argumen yang mengatakan kemajuan teknologi dibidang otomotif hanyalah akan menambah resiko selama perjalanan, karena situasi yang benar-benar tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, para perusahaan tersebut akan memperbaiki sistem keselamatan yang berlaku, mengurangi kemacetan, serta tingkat emisi yang lebih rendah. Baca Juga: Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak Di Pusat Penelitian U of T tengah mempelajari sebuah skema baru, bagaimana membuat sebuah teknologi baru yang sesuai dengan keinginan kita dan dapat memainkan berbagai spekulasi dalam kehidupan nyata. Adalah iCity Centre for Automated and Transformative Transportation Systems (iCity-CATTS) dari University of Toronto Transportation Research Institute (UTTRI) yang nantinya akan melakukan pemeriksaan terhadap teknologi transportasi terbaru dapat mempengaruhi lingkungan kota. Nantinya, tim multidisipliner akan menciptakan model dan metode yang dapat mengukur imbas terhadap kota, tidak terkecuali sistem transportasi, ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Sebagai seorang yang akan memimpin penelitian baru ini, Profesor Baher Abdulhai akan bersanding dengan beberapa rekannya dari UTTRI. Ia menganalogikan, perubahan pada dunia terjadi mana kala Heny Ford menciptakan mobil dalam sebuah produksi massal pertama lebih dari 100 tahun yang lalu. Berpegang pada analogi tersebut akhirnya Prof. Baher tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Sebagaimana KabarPenumpang.com wartakan dari laman news.engineering.utoronto.ca, Jumat (26/5/2017), Prof. Baher mengatakan dibalik semua nilai positif yang ada pada mobil-mobil otomatis, bukan berarti semua itu tanpa suatu kekurangan atau risiko. “Kami ingin menghindari risiko dan memberdayakan orang-orang serta pebisnis untuk memaksimalkan potensinya,” ungkap Prof. Baher.
Sumber: engineering.utoronto.ca
Perkembangan mobil otonom dewasa ini seolah dipercepat dengan adanya perbaikan secara terus menerus serta pembelajaran secara menyeluruh terhadap moda tersebut, yang juga akan mempengaruhi sistem kecerdasan buatan yang akan memperbaiki kemampuan navigasi dan manuvernya.  Tidak menutup kemungkinan, mobil tersebut nantinya dapat lebih menghemat penggunaan ruang di jalanan. “Jika kendaraan otonom diprogram untuk berhati-hati dan memberi lebih banyak ruang di jalanan, dibandingkan dengan pengemudi manusia, maka kapasitas jalan akan benar-benar bisa diminimalisir,” katanya. Baca Juga: Olli, Bus Autonomous yang Bisa Diajak Bicara Lebih lanjut, Prof. Baher mengatakan kendaraan otonom juga dapat membantu memberikan solusi pada orang-orang yang tinggal jauh dari tempatnya bekerja. Mereka bisa menghabiskan waktu sambil bekerja di laptop atau bercengkrama dengan rekan kerjanya, sementara mobil otonom tersebut akan mengantarkan Anda ke tempat tujuan. “Akan banyak muncul pertanyaan mengenai mobil semacam ini, namun belum ada yang tahu jawabannya,” tambah Prof. Baher. Ada beberapa poin yang menjadi fokus pelajaran dari Prof. Baher guna membangun model dan menstimulasikannya ke berbagai skenario, yaitu infrastuktur, pengangkutan, lingkungan, keselamatan manusia, kebijakan, dan keberlanjutannya. Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara “Sebagian besar minat penelitian saat ini hanya berfokus pada teknologi, dan kurangnya perhatian terhadap mobilitas, sosial, ekonomi, dan implikasi lingkungan,” ungkapnya. “Inilah yang nantinya akan diusahakan dengan adanya iCity-CATTS. Penelitian kami akan menunjukkan bagaimana teknologi baru, termasuk kecerdasan buatan dan kendaraan otomatis, akan berdampak pada sistem di seluruh kota dan mempengaruhi kualitas hidup masyarakatnya.” Tutup Prof. Baher.

(Lagi), Awak Pesawat Gunakan Kabel Ties Untuk Lumpuhkan Penumpang

Ada-ada saja memang tingkah laku penumpang, seperti yang terjadi pada maskapai Southwest Airlines, Senin (29/5/2017) dimana seorang penumpang membuat onar di dalam maskapai tersebut. Kejadian tersebut terekam kamera salah seorang yang turut berada di dalam Flight 3630 tersebut. Seperti KabarPenumpang.com lansir dari cbsnews.com, Selasa (30/5/2017) kemarin, penumpang yang disinyalir dalam kondisi mabuk tersebut terpaksa dilumpuhkan oleh pihak keamanan. Pada saat kejadian tersebut berlangsung, kondisi pesawat hendak lepas landas dari Bandara Internasional McCarran sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Baca Juga: Pukul Kru Pesawat Pakai Teko Kopi, Penumpang Ini Terpaksa Diikat Kabel Ties Kejadian ini bermula ketika pihak Southwest Airlines mendapati salah seorang penumpangnya berada di bawah pengaruh minuman keras. Ia berlari sambil menjerit-jerit sebelum akhirnya bersembunyi di dalam kamar kecil pesawat. Kru maskapai lalu berusaha untuk mengeluarkan orang tersebut keluar dari penerbangan tersebut agar tidak mengganggu jadwal penerbangan. Ia lalu diciduk dan dikeluarkan dari maskapai guna diamankan, namun usaha tersebut sia-sia ketika Ia kembali berlari sambil menjerit dan berusaha untuk masuk ke dalam toilet maskapai tersebut. Guna mencegah pria tersebut masuk ke dalam pesawat, pihak keamanan terpaksa menjegal lalu menduduki tubuh pria tersebut. Tak berselang lama, awak Southwest Airlines menghampirinya dan menjemputnya. Setelah dinaikkan ke dalam pesawat, pria tersebut diikat di kaki-kaki bangku pesawat dengan menggunakan kabel ties, sembari salah seorang awak Southwest Airlines tetap mendudukinya. https://www.youtube.com/watch?v=bF88MI_eZ0w Salah seorang saksi mata dalam insiden tersebut mengatakan pesawat sudah akan berangkat, namun sekonyong-konyong pria ini berlari menuju toilet sembari berteriak. “para petugas berusaha untuk mengeluarkannya dari toilet dan mengusirnya keluar dari maskapai ini,” tuturnya. Ia dan penumpang lain yang dapat memperhatikan kejadian tersebut melalui kaca jendela mengatakan, pria mabuk tersebut sangat ini berada di toilet. “Setelah keluar dari pesawat, pria tersebut masih berusaha untuk masuk kembali ke dalam toilet, entah ada apa di dalamnya,” terang salah satu penumpang dalam maskapai yang sama tesebut. Menurut sumber, salah seorang pramugari mengalami luka akibat perkelahian tersebut. para saksi mengatakan, pria tersebut masih berteriak dengan tidak jelas saat akan dievakuasi kedua kalinya dari pesawat. Akibat insiden di atas, pesawat yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Midway, Chicago pada pukul 01.00 dini hari waktu setempat terpaksa mengalami keterlambatan selama kurang lebih satu jam. Baca Juga: Kompas Digital, Tetap Presisi dalam Wujud Aplikasi di Smartphone Menanggapi kejadian ini, pihak Southwest Airlines mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah keamanan dan keamanan pelanggan dan karyawannya. “Penumpang menjadi tak terkendali namun karyawan kami memiliki kecakapan dalam menangani situasi semacam itu, paling tidak hingga pihak yang berwajib tiba untuk menindak lanjuti penumpang yang disinyalir dalam keadaan mabuk tersebut,” Perusahaan menambahkan, “Karyawan kami akan menolak siapapun yang tampak mabuk, dan juga terampil untuk mengatasi penumpang yang tidak dapat diatur dan / atau membuat gangguan dalam penerbangan.”

Angkasa Pura II Beri Insentif Maskapai Untuk Extra Flight Domestik

PT Angkasa Pura II (Persero) akan memberikan insentif bagi maskapai yang memberikan penerbangan tambahan atau extra flight pada rute domestik pada masa angkutan lebaran tahun 2017 di semua bandara yang berada di bawah AP II. Insentif yang diberikan berupa pembebasan biaya atau free of charge pada jasa pendaratan atau landing fee dan potongan sebanyak 50 persen untuk tarif perpanjangan jam operasi. Baca juga: PT Angkasa Pura II Mudahkan Parkir Inap dengan Aplikasi “Parkir Inap Angkasa Pura II” Insentif ini diberikan hanya pada pengguna pesawat berbadan sedang atau narrow body. Contoh dari pesawat berbadan sedang yakni pengoperasian Boeing 737-800 NG atau Airbus A320 untuk extra flight di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pihak AP II akan mengilustrasikan, bila maskapai dengan body sedang untuk extra flight di bandara Supadio, Pontianak pada pukul 01.00 WIB, maka maskapai tersebut mendapat pebebasan biaya jasa landing fee ditambah potongan 50 persen terhadap biaya perpanjangan jam operasi karena operasional terminal domestik hanya sampai pukul 24.00 WIB. “Insentif ini kami berikan untuk mendukung kelancaran penerbangan di bandara-bandara AP II khususnya pada masa angkutan lebaran. Kami juga berharap extra flight tidak membebani operasional maskapai, atau dengan kata lain insentif ini juga sebagai bentuk dari dukungan AP II kepada seluruh maskapai,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers AP II (30/5/2017). Baca juga: Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020 Dia mengatakan, insentif potongan 50 persen terhadap biaya perpanjangan jam operasional bandara dimaksudkan agar maskapai mau mengoperasikan extra flight di luar jam operasioanal badara. Sehingga penerbangan tambahan yang diberikan maskapai tidak terlalu dekat waktunya dengan jadwal biasa yang sudah maskapai miliki. Pemberian insentif juga dimaksudkan untu mengantisipasi mengurai kepadatan pada peak season seperti pada masa angkutan lebaran. “Pemberian insentif ini juga merupakan salah satu inovasi dan strategi dari PT Angkasa Pura II (Persero) untuk dapat mengoptimalkan kinerja bandara serta memberikan alternatif pilihan jadwal penerbangan bagi masyarakat,” tutur Awaluddin. Baca juga: Jadi Kebanggaan Kota Bandung, AP II Resmi Operasikan Terminal Baru Bandara Husein Sastranegara Nantinya kedepan AP II juga tidak menutup kemungkinan memberikan insentif lain sesuai dengan kondisi, agar penerbangan semakin berkembang di Indonesia. Awaluddin menambahkan, pihaknya berharap dengan insentif ini semakin semangat untuk menambah penerbangan dan membuka rute baru di bandara-bandara yang dikelola oleh AP II. AP II hingga kini juga memberikan insentif bagi maskapai yang membuka rute internasional baru sebagai upaya mendorong pertumbuhan wisatawan mancanegara sebesar 4 juta penumpang pada tahun 2017 sesuai dengan program Kementerian Pariwisata. Bersama Kemenpar, AP II juga turut mempromosikan destinasi-destinasi lokal di setiap bandara yang dikelola perusahaan.

Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi

Sebagai salah satu aplikasi taksi online terkenal di dunia saat ini, Uber tak hanya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya. Saat ini, setiap orang yang menggunakan Uber akan merasakan hal berbeda bukan hanya bisa mengetahui tarif yang harus di bayar saat menemukan lokasi, tetapi kali ini Uber menghadirkan layanan peringkat untuk pengguna. Dilansir KabarPenumpang.com dari digitaltrends.com (26/5/2017), Uber tak hanya mau pengguna aplikasi saja yang memberikan peringkat pada pengemudi, melainkan kali ini uber memberikan kebebasan pada pengemudi untuk meberikan peringkat pada pengguna. Ini adalah hal baru yang ditambahkan oleh Uber untuk kenyamanan baik pengemudi maupun pengguna. Berikut ini ada enam tahapan untuk Anda pengguna aplikasi Uber yang di beri peringkat oleh pengemudi saat Anda menjadi penumpang di mobil atau taksi onlinenya. 1. Saat membuka aplikasi dan terlihat gambar peta, tekan menu yang berbentuk tiga garis yang berjajar horizontal di sudut kiri atas layar Anda
www.digitaltrends.com
2. Sentuh menu bantuan yang berada di bagian-bagian pop-up
www.digitaltrends.com
3. Pilih akun dan opsi pembayaran pada halaman berikutnya
www.digitaltrends.com
4. Pilih mengubah aturan akaun saya dari daftar pilihan
www.digitaltrends.com
5. Pilih saya ingin tahu peringkat yang berada di pilihan tengah halaman berikutnya
www.digitaltrends.com
6. Nanti setelahnya Anda akan diberi pemberitahuan penilaian. Setelah mengetahui informasi, sentuh tombol kirim untuk melihat peringkat Anda.
www.digitaltrends.com
Mungkin, peringkat yang Anda terima buruk atau Anda tidak puas dengan peringkat yang diberikan sehingga kecewa. Tenang, Anda masih bisa memperbaiki peringkat Anda dengan menyadari perilaku selama berada di dalam taksi online milik Uber. Terkadang yang membuat peringkat Anda buruk adalah kelakuan Anda sendiri seperti menumpahkan makanan atau minuman yang Anda bawa, mengatakan pekerjaan pengemudi tidaklah baik atau membuat pengemudi kecewa hingga memberikan tip yang tidak sesuai. Sebenarnya ada beberapa cara untuk mendapatkan peringkat yang bagus dari pengemudi. Baiknya Anda tepat waktu bila memang mobil yang dipesan sudah datang. Jangan berlama-lama, ini bisa membuat pengemudi kesal. Daripada membuat pengemudi kesal, Anda harusnya menyelesaikan siap-siap Anda sebelum memesan.
www.digitaltrends.com
Berikan pujian kepada pengemudi yang membawa Anda di dalam mobil yang dikemudikannya. Biasanya, dengan memberi bintang lima untuk penilaian pengemudi, ini akan membuat mereka bangga dan senang, karena hasil kerja mereka memuaskan pelanggan dan jangan lupa bersikap sopan.