Boeing Tampilkan Konsep Kamar Mandi Mewah Pada Business Jet Class

Dapatkah Anda membayangkan terdapat sebuah toilet yang ada di dalam sebuah moda transportasi berbasis massa? Tentu saja untuk moda darat seperti bus dan kereta api, toilet tersebut terkesan sederhana dan jauh dari kata nyaman. Namun coba tengok kamar mandi yang disediakan oleh salah satu perusahaan multinasional asal Amerika yang merancang, memproduksi, dan menjual pesawat terbang, rotor, roket, dan satelit ke seluruh dunia, Boeing. Dalam pagelaran European Business Aviation Convention & Exhibition (EBACE 2017) yang diadakan di Jenewa, Swiss (22 – 24 Mei), perusahaan tersebut memamerkan sebuah rancangan Business Jet yang dapat memanjakan setiap penggunanya. Baca Juga: Mengenal Jasa Penerbangan Charter di Indonesia Bagaimana tidak, rancangan tersebut menggambarkan ornamen kamar mandi yang jauh dari kata sederhana layaknya pada moda transportasi lain. Kamar mandi yang nantinya akan dipasang pada Boeing Business Jet ini memiliki interior yang mirip dengan kamar mandi hotel bintang lima. Sebuah kamar mandi kering lengkap dengan cermin besar, wastafel, rak penyimpanan, dan lemari serba guna yang terletak di bawah wastafel. Bergeser sedikit ke arah belakang, Anda akan menjumpai sebuah shower yang terlindungi oleh sebuah kaca dengan tujuan agar lantai kamar mandi tetap kering. Tidak lupa sebuah toilet duduk modern pun turut terpasang di dalamnya. Pencahayaan yang terang plus ukurannya yang bisa dibilang sangat besar -untuk toilet di moda umum- tentu akan membuat para penggunanya betah berlama-lama di dalam.
Sumber: Gizmodo
Menyadari rancangannya tersebut memerlukan banyak tanggapan dari para pelanggannya, Boeing-pun lalu mengunggah tiga foto yang merupakan gambaran untuk jenis business jet yang akan mereka rilis ke media sosial Twitter. Tidak hanya mengunggah foto kamar mandinya saja, akun resmi dengan nama @BoeingAirplanes juga mengunggah rancangan untuk bagian kabin.
Sumber: Twitter
Sejumlah sofa tunggal dan beberapa sofa panjang menghiasi setiap sudut kabin Boeing Business Jet, ditambah dengan beberapa buah meja kecil menyerupai meja makan yang akan menunjang aktifitas bercengkrama Anda dengan kolega. Dua buah TV LED Plasma juga terpasang di kedua ujung ruang kabin ini. Suasana nyaman dan elegan benar-benar ditonjolkan oleh Boeing pada desain pesawat ini. Bisa dibilang, pesawat ini nantinya akan mengalahkan pamor dari salah satu private jet termahal di dunia, Airbus Private Jet A380. Baca Juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat Mengingat semua kenyamanan dan kemewahan yang ditawarkan oleh Boeing pada Business Jetnya ini membuat beberapa orang bertanya-tanya, akankah semua itu terealisasi? Pertanyaan tersebut tentunya bukanlah sesuatu yang aneh, mengingat desain kamar mandi yang amat luas dan mewah khas hotel bintang lima akan ‘berbenturan’dengan spesifikasi ruangan yang terbatas pada pesawat. Bagi perusahaan sekaliber Boeing, sudah bareng tentu itu menjadi tantangan yang menarik untuk dipecahkan. Walaupun nantinya harga sewa dari Business Jet ini akan selangit, namun akan ada saja orang-orang akan menggunakan pesawat ini untuk mengantarkannya ke kota tujuan.

Tangkal Terorisme, Larangan Bawa Laptop ke Dalam Kabin Dipandang Tak Efektif

Laporan terbaru menunjukkan bahwa teroris sekarang dapat membuat bom yang sangat tipis sehingga tidak dapat terdeteksi oleh deteksi sinar-X. Dalam upaya untuk melindungi terhadap ancaman tersebut, pemangku kebijakan di Amerika Serikat belakangan ini diketahui telah membuat suatu larangan tentang membawa laptop dan perangkat elektronik besar lainnya di dalam kabin penumpang yang mengudara antara Eropa dan Amerika Serikat. Tentu saja, ini akan menambah panjang rentetan larangan yang sudah ada pada penerbangan dari delapan Negara di daerah Timur Tengah. Baca Juga: Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang Dengan munculnya kabar tersebut, kebijakan yang diambil Negeri Paman Sam tentu bakal menyebabkan puluhan ribu penumpang per harinya bertanya-tanya: Apakah kebijakan tersebut layak dilakukan? Tentu saja pengeluaran kebijakan tersebut memancing  berbagai tanggapan dari banyak kalangan yang merasa keberatan dengan adanya larangan membawa gadget berukuran besar tersebut. Mereka beranggapan, apabila kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk membuat para penumpang merasa lebih aman selama melakukan penerbangan, maka penting juga pihak yang bersangkutan untuk mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan dan tingkat keefektifannya. Hal semacam itu yang akhirnya mendorong seorang ahli di bidang hukum untuk meneliti  bagaimana larangan tersebut berpengaruh pada kebebasan sipil. Namun temuan di lapangan sangatlah mengejutkan, dimana ada kemungkinan  campur tangan politik yang turut mendorong kebijakan tersebut, yang pada akhirnya tidak terlalu banyak mementingkan keamanan para penumpangnya. Dengan adanya larangan semacam ini, ada banyak pihak yang merasa dirugikan karena tidak bisa memanfaatkan waktu penerbangan mereka untuk melakukan pekerjaannya, seperti para pebisnis dan orang-orang yang sangat menjunjung tinggi slogan “Waktu Adalah Uang”. Selain itu, seperti yang KabarPenumpang.com kutip dari laman scientificamerican.com, Rabu (17/5/2017), para orang tua yang tengah melakukan perjalanan bersama keluarganya juga terpaksa menggunakan cara lain untuk menenangkan si buah hati jika “rewel” selama perjalanan. Baca Juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube Kembali, tidak bisa dipungkiri ketika semua orang akan ketakutan jika dihadapi dengan sebuah ancaman terorisme. Pihak yang berwenang seolah terburu-buru untuk mengeluarkan sebuah kebijakan yang bisa dibilang tidak efektif dari segi pengeluaran biaya. Seolah buta dengan analisis biaya yang tinggi, namun potensi untuk meningkatkan keamanan penumpang sangatlah rendah. Dengan memindahkan gadget-gadget yang dikhawatirkan terkandung sebuah bom di dalamnya ke dalam bagasi, hal tersebut terkesan hanyalah memindahkan sebuah ancaman, bukan menghilangkannya. Ambil contoh ketika ada sebuah laptop yang berisikan bom dan disimpan di dalam bagasi, ketika bom tersebut meledak, nyawa penumpang pun akan terancam ketika pesawat tersebut mengalami kerusakan akibat ledakan dan jatuh. Jika dihadapkan dengan contoh kasus seperti itu, tentu saja kebijakan larangan tersebut tidak ada maknanya. Untuk menanggulangi kasus berikut, pihak yang berwenang nampaknya harus membenahi semua regulasi yang berlaku dan mulai mempertimbangkan beberapa cara yang dinilai ampuh untuk menghadapi aksi teror di maskapai. Pertama, pihak bandara mesti menyiapkan sebuah alat skrining yang mampu mendeteksi sebuah bom, bahkan dalam ukuran mikro sekalipun. Kedua, pihak maskapai perlu menyediakan sebuah area yang benar-benar kuat untuk meredam sebuah ledakan di dalam kargo, alih-alih ada sebuah bom yang lolos dari alat skrining pada poin pertama. Baca Juga: Pemerintah AS Larang Bawa Gadget ke Dalam Kabin Pertimbangan semacam ini bukanlah tanpa landasan, mengingat salah satu tragedi penerbangan terbesar sepanjang masa, yaitu serangan terhadap penerbangan Pan Am 103 yang meledak di Lockerbie dan menewaskan 270 orang. Ledakan tersebut disebabkan oleh sebuah bom yang diletakkan pada sebuah koper yang berada di dalam kargo. Pada akhirnya, ketakutan orang-orang terhadap serangan teror melebihi ketakutan mereka akan ancaman lain yang sebenarnya lebih nyata dan cenderung lebih membahayakan. Akibatnya, pihak yang berwenang lebih memiliki insentif untuk menilai suatu rencana yang diambil untuk mencegah serangan teror terlalu jauh, bahkan hingga mengorbankan peningkatan risiko keselamatan yang lebih umum dan lebih mungkin terjadi.

Mengenal Inflatable Liferaft, Sosok Tabung Berwarna Putih di Geladak Kapal

Bagi Anda pengguna kapal ferry pastinya tak asing dengan sosok benda berbentuk tabung berwarna putih yang berada di geladak penumpang. Dengan cover dari bahan fiberglass, fungsinya pun sudah diketahui sebagai alat keselamatan darurat yang digunakan kala harus dilakukan evakuasi. Tapi dari penelusuran KabarPenumpang.com, masih lebih banyak penumpang yang tak mengenal dengan fungsi benda putih berbentuk tabung tersebut. Padahal, jika terjadi kondisi darurat, alat yang resminya disebut Inflatable Life Raft (ILR) bakal menjadi penyambung nyawa di tengah luasnya lautan. Baca juga: Tampomas II, Ingatkan Tragedi di Perairan Masalembo Inflatable Liferaft atau sering disebut juga dengan Liferaft, adalah salah satu alat keselamatan yang sangat penting pada kapal yang sedang berlayar, terlebih pada kapal yang memuat penumpang. Liferaft adalah sebutan untuk perahu karet dengan tenda pelindung dan dilengkapi obat-obatan, perbekalan makanan dan minuman untuk keadaan darurat. Bahkan Liferaft dilengkapi beberapa benda untuk memberi tanda signal, dan alat-alat keselamatan lainnya. Liferaft dan semua perlengkapannya itu biasanya dirancang agar pemakainya dapat bertahan hidup selama satu minggu sebelum regu penolong datang. Liferaft disimpan pada sebuah tabung yang terbuat dari fibreglass dan dicat warna putih. Disitu juga dicantumkan tanggal pemeriksaannya yang terbaru dan tanggal kedaluarsanya. Liferaft dan perlengkapannya harus diperiksa minimal satu tahun sekali. Karena termasuk peralatan keselamatan untuk keadaan darurat, liferaft harus ditempatkan pada posisi yang mudah dicapai. Biasanya tergantung dibagian pinggir kapal. Pada saat akan digunakan, pin penahannya dibuka hingga liferaft terlepas dari kedudukannya dan jatuh di laut. Ada seutas tali yang memang dikaitkan pada pin pompa karbondioksida yang ada pada perahu karet yang masih terlipat dan tersimpan dalam tabung liferaft. Begitu tali tersebut ditarik, pompa tersebut mulai bekerja dan membuat perahu karet yang masih terlipat tadi mengembang hingga siap untuk digunakan. Selanjutnya para penumpang meloncat ke laut dan berenang menuju perahu karet itu.
Liferaft setelah mengembang.
Baca juga: Berusia 30 Tahun, KM Mutiara Sentosa I Makan Korban Jiwa Secara teori, Liferaft harusnya dapat membuka dan mengembang sendiri setelah dijatuhkan ke permukaan air. Ketinggian yang dibutuhkan agar Liferaft dapat terbuka sempurna adalah 15 meter, atau standar ketinggian pada deck pada kapal penumpang. Umumnya satu Liferaft dapat dimuati 4 sampai 8 penumpang. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan satu unit liferaft memang tak murah, namun bila dikaitkan dengan risiko yang akan ditanggung, mestinya pemilik kapal wajib mengedepankan pemeliharaan Liferaft. Tak jarang kita dengar kecelakaan kapal di laut, korban jiwa menjadi lebih banyak hanya karena kurangnya persediaan peralatan keselamatan pada kapal tersebut. Kalaupun tersedia cukup, sebagian besar peralatan keselamatan sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Bisa dibayangkan jika musibah itu terjadi dan benda-benda yang diharapkan bisa menjadi penolong tersebut ternyata justru tidak dapat digunakan. Padahal bukan tak mungkin, kapal yang naas itu jauh berada di tengah laut dengan cuaca yang sangat tidak bersahabat, sementara masih dibutuhkan waktu yang lama hingga datangnya tim SAR.

Tunggu Kabar dari Investor, Monorail Jadi Solusi Kemacetan di Kota Malang

Sebagai salah satu kota yang kerap kali menjadi destinasi wisata, Malang kini harus menghadapi imbas dari itu semua, yaitu kemacetan. Layaknya Bandung dan kota-kota lain yang sering dijadikan tujuan wisata para pendatang, Pemerintah Kota Malang harus mulai mempertimbangkan sebuah moda transportasi yang dapat mengentaskan kemacetan yang semakin mengular. Selain itu, pengadaan sarana transportasi baru tersebut merupakan salah satu keinginan terbesar masyarakat Malang yang mendambakan kehadiran moda transportasi berbasis massa. Baca Juga: Permudah Transportasi Urban, Tiongkok Bangun Rel Kereta di Apartemen Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Pemkot Malang berencana untuk menghadirkan monorel untuk menjawab  semua  kebutuhan tersebut. Sebagaimana yang KabarPenumpang.com wartakan dari detik.com (18/1/2017), Walikota Malang Moch. Anton menargetkan pembangunan monorel ini akan rampung pada tahun 2018 mendatang. Impian Anton untuk menghadirkan monorel seolah makin nyata ketika pada awal tahun 2017 kemarin, proses Detail Engineering Design (DED) sudah tuntas. Hasil DED yang dilakukan Pemkot Malang bersama sejumlah akademisi ini menyebutkan, pembangunan monorel di kota berjuluk Kota Apel ini dinilai sudah sangat layak dan diharapkan akan menjadi solusi jitu untuk mengurai kemacetan yang menghantui Kota Malang. Dalam kesempatan berbeda, Anton mengatakan pembangunan monorel juga lebih murah dibandingkan dengan pembangunan jalan tol atau prasarana transportasi lainnya, selain itu monorel juga dianggap memiliki tingkat resiko sosial yang paling kecil. “Kami hanya tinggal menunggu tindak lanjut dari investor asal Cina. Sementara itu, komunikasi dengan calon investor (PT Indonesia Transit Central) juga terus kami lakukan,” ujar Anton. Baca Juga: Menjajal Sensasi KA Gajayana “Next Generation” dari Malang ke Jakarta Dalam kasus ini, Malang menjadikan Malaysia dan Singapura sebagai kiblat monorel yang akan mereka hadirkan. Sebagai salah satu pemrakarsa hadirnya monorel di Malang, Budi Fachroni dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengatakan dirinya akan meninjau langsung ke lapangan guna mendapatkan pembelajaran langsung dari Negara yang sudah terlebih dahulu mengadaptasi monorel sebagai salah satu moda transportasi massal. “Kami akan melakukan studi banding dulu ke Singapura dan Kuala Lumpur (Malaysia). Di sana nanti akan kita lihat bagaimana sistem penumpangnya, kemudian jalur transportasinya, dan sistem lainnya terkait monorel,” tuturnya. Mengenai masalah rute yang akan dilalui oleh monorel ini, Anton memaparkan rute tersebut akan dimulai dari Stasiun Kotabaru menuju Universitas Brawijaya. Rute tersebut memiliki jarak sepanjang 8,5 km yang pembangunannya akan diprioritaskan terlebih dulu. Setelah itu, pembangunan dilanjutkan ke kampus Universitas Muhammadiyah Malang, ITN 2 dan disambung ke Terminal Arjosari. Menanggapi rute monorel yang akan melintasi salah satu perguruan tinggi nomor wahid di Malang, Rektor Universitas Brawijaya, M. Bisri mengaku tidak keberatan dengan jalur yang melewati kampus biru tersebut. Baca Juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya? “Saya dukung pol. Karena selama ini monorel hanya kita lihat dari suguhan di TV dan hanya ada di luar negeri seperti Korea, Malaysia dan Singapura,” tutur Bisri. “Ya… paling nanti ditata estetikanya. Di luar negeri, monorel juga melewati kampus dan mall kok,” tambahnya. Dukungan lain datang dari Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (BPPP) Kota Malang, Wasto. Ia menilai monorel merupakan solusi yang dirasa pas untuk mengentaskan kemacetan di kota yang terkenal bersuhu sejuk ini. Wasto menilai jalan yang ada sudah tidak mungkin untuk diperlebar, apalagi jika harus membangun ruas jalan baru. Pengadaan bus kota pun dirasa hanya akan menambah kemacetan, karena ruas jalanan di Malang yang relatif sempit. ”Jalan-jalan di Kota Malang tidak sesuai untuk lalu lintas bus kota, nanti malah menambah kemacetan baru,” tukas Wasto. Baca Juga: Uber Menghilang di Kota Malang Untuk masalah dana, Anton sendiri belum mau membeberkan data kebutuhan dana untuk membuat monorel tersebut. Namun dari data yang dikeluarkan oleh Kemenhub, untuk membuat 1 km jalur monorel, setidaknya harus menyiapkan dana investasi hingga Rp 150 miliar. Itu sudah termasuk biaya pengadaaan track (rel) dan persinyalan. Anton menegaskan, Pemkot Malang tidak mengeluarkan dana sepeser pun dalam pengadaan monorel ini, karena menurutnya, investorlah yang akan menanggung semua kebutuhan dana dalam pengadaan kereta rel tunggal tersebut.

Hanya Dengan Single Runway, Bandara di Mumbai Layani 837 Penerbangan Per Hari

Pernahkah terlintas di benak Anda tentang sebuah bandara dengan landas pacu tunggal (single runway) tapi mampu menangani 837 penerbangan setiap harinya? Sebuah angka fantastis yang mampu membawa bandara tersebut menjadi bandara dengan landas pacu tunggal tersibuk di dunia. Lebih mengejutkan lagi, tidak ada kota besar lain di dunia yang hanya memiliki satu bandara, apalagi Bandara tersebut hanya memiliki landas pacu tunggal. Dengan predikat tersebut, maka bandara ini secara resmi menggeser posisi bandara Gatwick di Inggris yang mampu melayani 757 penerbangan setiap harinya. Adalah Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji di Mumbai menjadi bandara dengan landas pacu tunggal tersibuk di dunia dilihat dari rata-rata fiskal pada tahun 2017 ini. Bandara yang mulai beroperasi pada tahun 1942 ini mampu menerbangkan atau mendaratkan satu pesawat per 65 detik. Ditengok dari segi penumpangnya pun, bandara yang dikelola oleh Mumbai International Airport Limited (MIAL) ini mengungguli bandara Gatwick, dimana Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji mampu melayani 45,2 juta penumpang sedangkan bandara Gatwick hanya 44 juta penumpang. Angka tersebut diperoleh dari rata-rata fiskal tahun 2017.
Terminal 2 Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji. Sumber: apaoindia
Berdasarkan data yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mediaindia.eu, Sabtu (20/5/2017), dari jumlah penumpang yang ada di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji tersebut, sebanyak 12,4 juta penumpang merupakan pelancong internasional. Air Traffic Controller (ATC) di bandara ini melayani dua kedatangan per 130 detik dan satu keberangkatan diantara dua waktu kedatangan tersebut. Juru bicara Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji menyebutkan, angka pergerakan pesawat di bandara tersebut mengalami peningkatan untuk hari-hari tertentu. “Bisa mencapai 900 pergerakan (keberangkatan dan kedatangan) per harinya,” ungkapnya. Baca Juga: Serba Kecil dan Fasilitas Standar, Inilah Bandara-Bandara Terkecil di Dunia Saat ini, Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji memiliki jaringan yang lebih luas, yaitu lebih dari 95 penerbangan domestik dan internasional. Perkembangan terbaru dari bandara yang terletak di Saki Naka, Mumbai, Maharashtra, India ini mampu menampung  dua Airbus A350-900 yang menjadikannya satu-satunya bandara di negara ini yang mampu menangani operasi sehari-hari dari dua pesawat penumpang premium paling maju di dunia. Baca Juga: Hang Nadim, Bandara dengan Landas Pacu Terpanjang di Indonesia Juru bicara bandara tersebut mengatakan ada beberapa pekerjaan rumah yang tengah dilakukan pihak bandara untuk meningkatkan efisiensi operasional, diantaranya mempercepat laju beberapa proyek yang tengah digarap termasuk pembangunan jalan keluar yang lebih tertata agar dapat meminimalisir penumpukan di gerbang keluar. “Selain itu juga kami tengah berusaha untuk melebarkan landas pacu dan jalan raya, serta memperbaiki pengelolaan wilayah udara untuk membantu mengakomodasi lalu lintas agar lebih lancar,” terangnya.

Koneksi Data Bermasalah, Ribuan Penumpang di Australia Lakukan Cek Paspor Manual

Ratusan hingga ribuan penumpang penerbangan internasional di Bandara Internasional Melbourne dan Sydney terpaksa menunggu berjam-jam akibat adanya pemadaman sistem pengecekan paspor di bandara tersebut. Alhasil, petugas bandara terpaksa melakukan pengecekan secara manual sementara sistem tersebut tidak berfungsi. Di lain sisi, Kepala Humas Bandara Melbourne, Grant Smith mengatakan bahwa malfungsi pada komputer telah mempengaruhi sistem Advanced Passenger Processing (APP). Seperti yang KabarPenumpang.com wartakan dari laman abc.net.au, Senin (22/5/2017), walaupun sistem tersebut sudah kembali aktif dan bisa digunakan kembali, namun pihak bandara menilai keterlambatan pemberangkatan tersebut masih akan berjalan hingga sore harinya. Lebih lanjut, pihak bandara mengatakan dengan adanya insiden ini, mempengaruhi semua penerbangan dari dan menuju ke Negeri Kangguru tersebut. Baca Juga: Bicara Kompensasi Saat Terjadi Delay Ada di Peraturan Menteri Perhubungan Perusahaan teknologi informasi multinasional yang menyediakan layanan IT dan telekomunikasi untuk industri transportasi udara, Society International Telecommunications Aeronautiques (SITA) mengatakan pemadaman tersebut tidak menunjukkan adanya indikasi serangan cyber. Lebih detil, juru bicara SITA menyebutkan pemadaman sementara tersebut merupakan dampak dari kegagalan sistem di Inggris yang merupakan provider utama pusat data SITA. “Sistem data base kami mengalami masalah konektivitas,” tuturnya. “Sebagai bentuk tanggung jawab, kami menyediakan sebuah jalur komunikasi alternatif agar sistem tersebut bisa kembali beroperasi. Tim kami akan terus memantau kondisi ini,” tambahnya. Pihak bandara menghimbau agar setiap penumpang yang akan bertolak ke luar negeri pada hari itu untuk menghubungi maskapai penerbangan mereka untuk memperbarui jadwal penerbangan mereka. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari situasi tersebut, pihak bandara mengerahkan tenaga tambahan dari Australian Border Force (ABF). Baca Juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor! Tidak bisa dipungkiri, antrean yang mengular tersebut merupakan salah satu dampak dari sistem keamanan bandara yang tidak ingin adanya penyusup atau imigran gelap yang lolos dari pemeriksaan paspor. Tidak menutup kemungkinan, orang-orang tersebut memanfaatkan kondisi chaos yang terjadi untuk bisa keluar dari bandara dan berbaur dengan warga Australia lainnya. Mengacu pada Depmigrasi dan Pengamanan Perbatasan Australia, sistem APP merupakan salah satu ujung tombak setiap bandara untuk meningkatkan masalah keamanan. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, karena tidak jarang para kriminal berdasi lebih memilih untuk bersembunyi di luar negeri daripada diadili di negeri sendiri. Menanggapi hal tersebut, pihak bandara Melbourne mengapresiasi kesabaran para penumpang yang sudah menunggu lama hanya untuk melakukan pengecekkan paspor. Ucapan tersebut diucapkan pihak bandara melalui media sosial, Twitter. “Terima kasih atas kesabaran para penumpang yang sudah menunggu pada pagi ini. Sebagian besar maskapai melakukan check-in untuk penerbangan dalam waktu dekat ini. Penundaan keberangkatan akan terjadi karena memerlukan waktu untuk memperbaiki sistem ini,” cuit akun @melair milik Melbourne Airport.

Sambut Angkutan Lebaran, Per 1 Juni 2017 PT ASDP Jual Tiket Online via Gadget

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) selaku pengelola pelabuhan dan penyedia jasa penyeberangan ferry memperkirakan jumlah penumpang penyeberangan selama musim mudik Lebaran tahun 2017 mencapai 4,95 juta orang penumpang yang tersebar di tujuh lintasan penyeberangan utama yang dipantau secara nasional. Baca juga: Tarif Naik , ASDP Janjikan Peningkatan Kualitas Layanan di 14 Lintasan Delapan lintasan utama penyeberangan yang terpantau secara nasional yakni, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau, Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api. Dari ketujuh lintasan tersebut, selama periode mudik Lebaran ini akan dioperasikan total 191 unit kapal roro, dan 42 unit dermaga. Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers hari ini (23/5/2017), Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi mengatakan, jumlah penumpang tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan sebanyak 4 persen dibandingkan realisasi tahun 2016 yang mencapai 4,78 juta orang penumpang. “Untuk roda dua diperkirakan naikk 6,5 persen menjadi 443.666 unit sepeda motor dari realisasi 2016 sebanyak 416.954 unit, dan untuk roda 4 atau lebih (termasuk truk) mencapai 660.407 unit atau naik 6,3 persen dibandingkan realisasi tahun 2016 sebanyak 628.002 unit,” sebutnya, di sela rakor terpadu angkutan Lebaran tahun 2017 di Kementerian Perhubungan, Selasa (23/5). Dengan perayaan Hari Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (25/6) dan Senin (26/6) dan libur cuti bersama yang jatuh pada 27-30 Juni 2017, arus puncak mudik diprediksikan jatuh pada H-3 atau pada Kamis (22/6) atau H-3 dan Jumat (23/6) atau H-2. “Kami menargetkan dengan persiapan matang dan kapasitas yang memadai, layanan penyeberangan selama mudik Lebaran 20177 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan selamat kepada seluruh pengguna jasa,” tutur Faik Fahmi. Baca juga: Di 2017 PT ASDP Canangkan Penambahan Layanan E-Ticketing dan Dermaga Sementara Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat mengatakan, pelabuhan Merak menjadi salah satu titik perhatian utama dalam mudik Lebaran, karena lintasan Merak-Bakauheni menjadi jalur utama dan tersibuk yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. “Lintasan Merak-Bakauheni memang menjadi fokus layanan utama saat arus mudik, kami pastikan ada 56 unit kapal yang akan beroperasi (tidak termasuk 2 unit kapal yang sedang docking), serta total 6 dermaga yang akan beroperasi selama Lebaran mendatang,” sebutnya. Adapun kapasitas terpasang di pelabuhan Merak, untuk penumpang mencapai 159.120 orang (prediksi saat puncak 170.684 orang), kendaraan roda dua mencapai 27.200 unit (prediksi saat puncak 22.601 unit), dan kendaraan roda empat plus bus mencapai 17.544 unit (prediksi saat puncak 17.177 unit). “Untuk penumpang walau ada lonjakan sedikit, kami yakini sarana dan prasarana yang ada tetap memadai. Manajemen juga terus meningkatkan fasilitas dan layanan terhadap pengguna jasa, sehingga selama mudik Lebaran tahun ini ada pengalaman dalam layanan pelanggan yang lebih baik dan berkesan dibandingkan tahun lalu,” tutur Christine. Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni? Jual Tiket Online via Gadget Tahun ini, selain memperbanyak titik penjualan tiket di luar area pelabuhan (buffer zone) baik yang di tol (rest area) maupun non-tol (dibagi ring1-2-3 sesuaii radius kilometer dan trafik penumpang), PT ASDP berencana memberikan pelayanan penjualan tiket online yang dapat diakses masyarakat dengan gadget melalui website PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Dengan demikian, pengguna jasa dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, dan tidak perlu mengantre lama membeli tiket saat di pelabuhan, serta memiliki kepastian waktu saat akan menyeberang. “Saat ini kami masih dalam tahap penyempurnaan dan simulasi payment gateway dengan mekanisme transfer pembayaran. Targetnya tanggal 1 Juni 2017, pengguna jasa, khusus kendaraan golongan I penumpang dapar membeli tiket melalui daring,” tuturnya. Menariknya, dengan tersedianya layanan tiket online ini, pengguna jasa dapat menikmati layanan penyeberangan dengan skema tiket berjadwal.

Kencing di Botol, Pemuda Ini Langsung Diamankan Saat Mendarat

Toilet bagian depan pesawat milik Ryanair mengalami kerusakan sehingga membuat para penumpang harus menahan buang air untuk mengantri toilet lain yang ada di belakang pesawat. Sayangnya saat itu, seorang penumpang yang memang sudah tidak bisa menahan akhirnya membuang air kecil dengan botol di kabin bagian depan dekat tempat duduk privasi awak kabin. Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (22/5/2017), dikabarkan bahwa dalam penerbangan tersebut, pemuda itu menahan buang air kecil selama tiga jam dalam penerbangan dari Lead bradford ke Faro, Portugal. Saksi mata yang melihat megklaim bahwa awak kabin marah setelah urin tersebut terciprat ke salah satu jaket milik mereka. Dalam video berdurasi hampir satu setengah menit tersebut, salah seorang awak kabin menunjuk pemuda tersebut dan bertanya kembali, “jika dirinya pergi buang air kecil dan mengenai barang bawaan Anda apakah Anda menyukainya?” Sue Francis salah seorang penumpang yang duduk disebelah pemuda tersebut mengatakan kepada Sun Online bahwa penerbangan tersebut sudah terlambat dan penumpang lain segera masuk ke pesawat setelah penumpang sebelumnya turun. Dia mengatakan, bahwa toilet depan tidak lagi bisa digunakan setelah tanda menggunakan sabuk pengaman menyala. Kemudian, akibat itu puluhan orang mengantri untuk dua toilet di bagiam belakang sebelum akhirnya berhenti.
Sue Francis bersama sang istri
Salah seorang penumpang lainnya, Nyonya Fancis mengatakan bahwa pemuda tersebut sudah tidak dapat menahan dan pergi kebagian depan awak pesawat dan saat buang air di botol, pemuda tersebut kemudian tertangkap oleh pramugari kepala kabin yang marah dan memerintahkannya untuk membayar 90 euro karena di anggap melakukan pelanggaran penerbangan. Baca juga: Anda Takut Naik Pesawat Terbang? Mungkin Aerophobia Penyebabnya! Dengan adanya kemunculan pramugari ini, keadaan bukannya makin mereda justru menjadi memanas apalagi pramugari tersebut menyadari insiden itu sedang direkam. Tak hanya itu, dua orang awak kabin, dimana salah satunya pemilik jaket yang terciprat urine meminta penjelasan dengan rinci kenapa pemuda tersebut harus pergi untuk buang air di depan. “Saya akan memberikan rincian, tapi saya tidak ingin dia mengatakan saya pengganggu dimana-mana. Saya baru sedikit buang air dan dia menyuruh saya berhenti, jadi saya berhenti,” ujar pemuda tersebut. Tak hanya itu, teman pemuda tersebut juga berteriak, “Dia membayar 150 euro untuk naik dalam penerbangan ini.” Awak kabin itu tak peduli dengan pendapat orang lain dan berapa banyak si pemuda membayar untuk penerbangan tersebut. Tetapi, dalam video rekaman tersebut terlihat para awak kabin gelisah dan agresif yang menggambarkan kengerian pada perilaku para awak kabin.
Dua awak kabin Ryanair, saat menginterogasi seorang pemuda
Sue yang melakukan perjalanan tersebut terpaksa turun tangan setelah takut adanya yang terluka. “Saya takut karena saya tidak tahu bagaimana akan berakhir, saya belum pernah melihat yang seperti ini. Anak muda itu benar-benar sangat membutuhkan toilet dan dia melakukan hal yang benar dengan mencoba melakukannya dari pandangan orang. Dia mendapat sedikit di lantai dan di jaket anggota kru dan anggota staf mengatakan kepadanya bahwa dia telah melakukan pelanggaran penerbangan,” ujarnya. Baca juga: Terbang Jarak Jauh? Don’t Worry Ikuti Tips Ini Sayangnya, atas kejadian ini, pihak maskapai tetap mengatakan, saat pesawat Ryanair terbang sudah meminta bantuan polisi untuk mengamankan pemuda yang mengganggu kenyamanan dan keamanan pelanggan, awak pesawat. “Kami tidak akan mentoleransi perilaku nakal atau mengganggu setiap saat dan keamanan dan kenyamanan pelanggan, awak pesawat dan pesawat terbang adalah prioritas nomor satu kami. Sekarang ini masalah polisi setempat,” ujar juru bicara Ryanair

Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari!

Akhirnya kereta pertama yang menghubungkan perdagangan dari Cina ke Inggris telah tiba kembali di Yiwu, Cina setelah menempuh perjalanan sepanjang 12.000 km. Dilansir KabarPenumpang.com dari shanghaiist.com (1/5/2017), perjalanan kereta kargo perdaganganan ini membuka kembali jalur sutera kuno menjadi lebih modern. Dengan melintasi tujuh negara dan mengangkut sebanyak 32 kontainer yang berisikan produk bayi (bersalin) dan minuman ringan. Enam negara yang dilewati kereta ini yaitu Perancis, Belgia, Jerman, Polandia, Rusia, dan Kazakhstan, selain Inggris tempat keberangkatan kereta ini. Baca Juga: Tempuh 12.000 Km, Jalur Sutera Kuno Dibuka Kembali dari Inggris Menuju Tiongkok Diketahui, Yiwu merupakan “rumah” bagi banyak pabrik yang memproduksi segala sesuatu mulai dari pakaian, hiasan yang digantung pada pohon Natal dan sudah melakukan pengiriman dari Cina ke-28 kota belahan Eropa. Pada tahun 2020 Cina sendiri berharap akan ada 5.000 perjalanan yang akan dilakukan setiap tahunnya melalui jalur pengiriman trans kontinental.
shanghaiist.com
Perjalanan kereta kargo sepanjang 12.000 km ini bagian dari pemikiran One Belt, One Road di tahun 2013 lalu yang bertujuan untuk mengembangkan infrastruktur dagang dan transportasi di Asia dan Eropa. Untuk usaha ini sendiri, Cina sudah menyisihkan dana sekitar US$40 miliar. Ternyata rute perjalanan kereta ini lebih panjang dibanding Trans Siberia yang terkenal di rusia dan lebih pendek 1000 km dibangding perjalan kereta api China ke Madrid 2014 lalu. Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun Saat ini, London merupakan kota ke 15 yang terhubung dengan jaringan kereta barang yang dioperasikan oleh China Railway Corporation, dan di klaim lebih murah dan cepat dibandingkan angkutan kapal serta udara. Apalagi dengan kapal yang bisa mencapai 30 hari perjalanan atau sebulan dari keberangkatan hingga kota tujuan.
shanghaiist.com
Memang, bila dbandingkan dengan kapal, kereta yang dinamakana East Wind ini hanya mampu mengangkut 88 peti kemas dibandingkan kapal yang mampu mengakut 10 ribu hingga 20 ribu peti kemas. Namun untuk biaya yang dibutuhkan dalam pengiriman barang menggunakan kerta dari London ke Cina belum dipastikan apakah memiliki nilai bisnis yang baik. Baca Juga: Wow! Kereta di Indonesia Ini Tempuh Jarak Lebih Dari 900 KM!

Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor

Seorang penumpang pria asal Turki bernama Anil Uskanli  25 tahun dalam penerbangan menggunakan maskapai American Airlines membuat kehebohan dengan mengatakan setiap orang memiliki pikiran teroris. Kejadian tersebut berlangsung di dalam kabin pesawat Airbus A321 pada hari Jumat (19/5/2017) kemarin. Dia menyuruh pilot untuk mendarat sambil berteriak agar Komando Armada Pasifik AS mengirim dua jet tempur F-22 untuk mengawal pesawat ke Hawaii. Baca juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya? Tak mau mengambil risiko di udara, pilot akhirnya mendaratkan pesawatnya di Honolulu, Hawaii. Dan keinginan pria Turki ini pun terkabul, lantaran dua jet tempur Stealth F-22 Raptor dari National Air Guard akhirnya memang mengawal pesawat tersebut sampai mendapat di Honolulu. Dan setelah diperiksa oleh aparat, Uskanli diketahui hanya membawa telepon genggam, laptop, charger dan barang lainnya di saku.
F-22 Raptor
Awal mula Uskanli masuk ke dalam pesawat dirinya seperti dalam pengaruh sesuatu sehingga harus di bawa dengan kursi roda hingga ke pesawat. Kemudian, dia langsung duduk di kelas satu, padahal tempat duduknya berada di bangku nomor 35B dan berpindah ke bangkunya setelah pramugari memintanya berulang kali. Dilansir KabarPenumpang.com dari abcnews.go.com (22/5/2017), sesaat setelah lepas landas, Uskanli melakukan hal yang mencurigakan yakni memindahkan laptop dari samping kursi kemudian ke bawah tempat duduk sembari mengucapkan sesuatu dan berbicara pada dirinya sendiri. Kemudian Ia juga menggunakan toilet tetapi tak bisa menutup pintu dengan benar.  Ketika ada seorang penumpang lain yang akan menggunkan toilet, Uskanli diduga berteriak sembari memukul-mukul dinding. Baca juga: Yang Tabu Saat Anda Berada di Bandara Atas kejadian ini, pramugari yang bertugas langsung mengantarnya ke tempat duduk dan menemukan puntung rokok di toilet. Tak lama kejadian toilet, Uskanli langsung menutup kepalanya dengan sebuah selimut dan mengambil laptop sembari berjalan ke bagian depan pesawat. Tetapi pramugari lain yang membawa gerobak minuman sempat menghalangi Uskanli lewat, namun dia mendorong gerobak dan meletakkan laptopnya di situ. Tersadar akan teroris yang menggunakan alat elektronik sebagai rakitan bom, petugas khawatir dan mengarahkan Uskanli ketempat duduknya. Sedangkan laptop yang dibawanya, di ambil oleh pramugari dan diletakkan pada bagian belakang pesawat sesuai prosedur menangani kemungkinan alat peledak. Dalam kejadian ini, tak hanya menyita laptop, pilot juga menurukan pesawat menjadi 5000 kaki atas pengaduan masalah Uskanli. “Dia di tahan, tangannya di ikat dengan selotip,” ujar seorang penumpang yang menjadi saksi mata. Sesampai di bandara Honolulu, Uskanli langsung diamankan oleh petugas keamanan, kemudian, petugas penjinak bom dan anjing pelacak meneliti laptop tersebut dan dinyatakan bersih tidak ada bahan peledak didalamnya. Sayangnya, saat di tes urine, Uskanli positif menggunakan benzodiazepin yang mengindikasi dirinya menggunakan obat terlarang ataupun ganja. Baca juga: Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi) “Dia membuat senapan dengan jari-jarinya dan berpura-pura menembak, kemudan meniru gerakan memotong leher dan mengancam akan membunuh agen wanita,” ujar petugas keamanan. Saat ditanya apakah berencana menyakiti orang lain, dia menjawab “itu tergantung pada hari ini.” Dengan kejadian ini, Uskanli didakwa mencampuri pekerjaan kru penerbangan dan dijadwalkan menjalankan pengadilan pada hari Senin (22/5/2017) kemarin.