Transportasi di Rusia Rawan Serangan Teroris

Kabar memilukan datang dari negeri Beruang Merah, Rusia. Sebuah bom meledak pada Senin (3/4/2017) pada pukul 14.40 waktu setempat. Bom tersebut memporakporandakan gerbong kereta bawah tanah yang sedang bertolak menuju Technical Institute di St. Petersburg. Hingga berita ini diturunkan, peristiwa ini sedikitnya menewaskan 11 penumpang dan puluhan lainnya luka-luka. Tak berselang lama dari kejadian tersebut, polisi menemukan bom lainnya di stasiun Vosstaniya. Untungnya, bom tersebut belum meledak dan pihak berwenang di sana berhasil menjinakannya. Badan Anti teror Rusia, Natsionalnyi Antiterroristicheskii Komitet (NAK) menyebutkan ledakan yang terjadi di kota kedua terbesar di Rusia tersebut merupakan salah satu aksi terorisme yang selama ini diperangi oleh Negara dibawah pimpinan Vladimir Putin tersebut. Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebutkan pihak otoritas sedang melakukan investigasi tahap awal terhadap penyebab ledakan. Ucapan belasungkawa langsung datang dari banyak pihak, salah satunya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Seperti yang dilansir dari Reuters, Trump turut angkat bicara mengenai ledakan tersebut. “Hal yang mengerikan. Benar-benar hal yang mengerikan,” ujar Trump, Selasa (4/4/2017). Terkait ledakan bom ini, berbagai pihak langsung menuduh ISIS sebagai dalang dibalik aksi teror tersebut. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir, ISIS melancarkan aksi terornya ke sejumlah Negara di benua Eropa, seperti Turki, Jerman, Perancis, dan yang terakhir adalah Inggris. Tuduhan tersebut bukan tanpa landasan, berdasarkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan oleh NAK, aksi ini diduga kuat dilakukan oleh organisasi teror berhaluan Islam radikal. Bila ditelisik lebih dalam, hubungan Rusia dengan ISIS memang sedang panas-panasnya, dilihat dari Rusia yang mendukung rezim Bassar Al Assad, yang notabene merupakan musuh ISIS di medan tempur Suriah. Ditambah lagi negeri beruang merah ini juga memiliki musuh bebuyutan, yaitu para pemberontak di Kaukasus. Sebenarnya, tuduhan terhadap ISIS dibalik aksi teror terbarunya ini bisa dibilang tidaklah semudah membalik terlapak tangan, mengingat kebanyakan aksi teror yang terjadi di Rusia didalangi oleh pemberontak Chechnya dan kelompok lain di pegunungan Kaukasus bagian selatan. Apabila dilihat kebelakang, pada 29 dan 30 Desember 2013 silam Rusia juga pernah digemparkan oleh bom bunuh diri di sarana transportasinya, yaitu di depan stasiun kereta utama Volgograd pada tanggal 29 Desember dan di bus umum padat penumpang di kota Volgograd pada tanggal 30 Desember. Bom yang meledak pada tanggal 29 merupakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang wanita yang berdampak pada hilangnya 17 nyawa dan puluhan lainnya luka-luka, sedangkan bom yang meledak di bus umum padat penumpang menewaskan sedikitnya 10 orang dan 19 lainnya luka parah. Tidak hanya itu, pada 27 November 2009, kelompok Umarov bertanggung jawab terhadap aksi peledakan di stasiun bawah tanah Rusia dan menewaskan sedikitnya 26 orang dan 100 lainnya luka-luka. Beberapa bulan berselang, tepatnya pada 29 Maret 2010, bom bunuh diri kembali dilakukan oleh kelompok Umarov melalui 2 wanita yang meledakkan dirinya di kereta bawah tanah Moskow dan menewaskan 40 orang serta 100 orang lainnya luka-luka. Tidak hanya menyasar moda darat, aksi teror juga dilakukan pada moda udara. Pada Agustus 2004, 2 pesawat sipil mendapat serangan bom bunuh diri dan menewaskan 90 penumpang yang berada di dalamnya. Seakan belum puas dengan serangan udara etape pertama, bom bunuh diri meledak di bandara Domodedovo, Moskow pada 24 Januari 2011. Kejadian ini menewaskan 37 orang dan 180 lainnya luka-luka. Bom yang meledak di St. Petersburg kemarin seolah menjadi pengingat agar Rusia dapat meningkatkan keamannya, mengingat perhelatan Piala Dunia yang akan diselenggarakan pada tahun 2018 mendatang, pihak Rusia bertindak sebagai tuan rumah. Dengan kata lain, Rusia harus lebih meningkatkan pengamanannya dari berbagai aspek,agar gelaran akbar sepak bola dunia tersebut berjalan lancar.  

Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Rusia menjadi sorotan publik dunia saat ini setelah sebuah bom meledak di salah satu gerbong kereta bawah tanahnya. Bom yang meledak di St. Petersburg Metro ini menelan 11 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan ledakan yang berisi gotri. Luka mendalam dirasakan oleh pihak keluarga yang ditinggalkan oleh para korban. Begitu juga dengan pemerintah setempat yang mengalami kerugian karena salah satu moda transportasinya perlu diperbaiki.
Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com
Bom yang meledak pada Senin (3/4/2017) waktu setempat tentu saja membuat transportasi di kota St. Petersburg, terutama kereta bawah tanahnya, mengalami kelumpuhan sementara. Ini merupakan dampak yang harus dihadapi oleh masyarakat pengguna jasa layanan Metro, kereta bawah tanah di sana. Kepentingan masyarakat jadi tersisihkan akibat kejadian yang diusung-usung sebagai aksi teror ini. Sebagai salah satu sarana transportasi yang amat berpengaruh di Rusia, tentu saja ada banyak masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya tragedi ini. Sebagai kota terbesar kedua di negeri beruang merah ini, St. Petersburg seolah menaruh tumpuan besar pada Metro, moda transportasi darat berupa kereta bawah tanah. St. Petersburg Metro yang mulai beroperasi pada 15 November 1955 ini melayani 6 rute perjalanan yang menghubungkan titik-titik penting di Rusia, baik itu pusat bisnis, pendidikan, hingga pusat perbelanjaan. Seolah menjadi nadi dari transportasi di St. Petersburg, Metro terus mengalami perubahan demi memberikan pelayanan maksimal pada para penumpangnya. Dengan populasi kota St. Petersburg yang mencapai 7.500.000 jiwa, Metro dapat mengangkut penumpangnya hingga 2 juta penumpang setiap harinya, dan membawanya ke peringkat 19 sistem metro tersibuk di dunia. Dengan fakta ini, dapat Anda bayangkan berapa jumlah orang yang terhambat aktifitasnya akibat teror bom yang terjadi kemarin. Ditambah lagi dengan ditutupnya semua stasiun yang dilintasi oleh St. Petersburg Metro, ini tentu akan membuat keadaan di sana semakin kacau. Dengan adanya pemberlakuan penutupan sementara semua stasiun Metro di St. Petersburg akibat tragedi bom tersebut, seakan membekukan aktifitas masyarakat di sana yang biasa mengandalkan Metro.
Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org
Lokasi peledakan berada diantara stasiun Tekhnologichesky Institute dan Sennaya Ploschad . Menurut kabar yang dilansir dari detik.com, ketika sang masinis mendengar ledakan, ia tidak langsung memberhentikan keretanya, namun tetap berjalan menuju stasiun selanjutnya, yaitu Sennaya Ploschad. Gambar yang Anda lihat di media sosial dimana  ada sebuah kereta berwarna biru dengan pintu yang rusah, serta ada beberapa jenazah, diambil dari stasiun Sennaya Ploschad.
Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org
Stasiun Sennaya Ploschad berada di jalur yang menghubungkan Moskovsko dengan Petrogradskaya. Stasiun yang mulai beroperasi pada 1 Juli 1963 ini pernah melenyapkan nyawa 7 orang ketika kanopi yang berbahan dasar beton runtuh pada tahun 1999. Nama Sennaya sendiri diambil dari lokasi dimana stasiun itu berada, yaitu Sennaya Square. Pada era 1963 hingga 1991, daerah tersebut lebih akrab disapa dengan sebutan Peace Square.

Angkasa Pura II Targetkan Runway Kedua Bandara Supadio Rampung di 2020

Bandara Supadio di Kota Pontianak, Kalimantan Barat punya peran strategis bagi penerbangan sipil dan militer. Di bawah manajamen PT Angkasa Pura II (Persero), Supadio adalah Bandara Internasional, sementara menggunakan landas pacu (runway) yang sama, Supadio juga berperan sebagai Lanud (Pangkalan Udara) bagi jet-jet tempur TNI AU. Didorong tren peningkatan trafik transportasi udara, mendorong BUMN PT Angkasa Pura II untuk membangun runway kedua di Bandara Supadio. Dilansir dari angkasapura2.co.id, runway kedua ini paling cepat pembangunannya akan dimulai pada akhir tahun ini dan paling lambat awal 2018 mendatang. Dalam pembangunan runway kedua, AP II berharap akan selesai tahun 2020. Investasi pembangunan runway kedua mencapai sekitar Rp2 triliun dengan rencana dimensi 3.000 x 60 meter. Dengan dimensi yang besar ini, landasan dapat mengakomodir lalu lintas pesawat kecil hingga berbadan lebar atau widebody sekelas Boeing 777. Runway eksisting saat ini memiliki dimensi 2.240 x 45 meter dan akan dikembangkan menjadi 2.600 x 45 meter yang akan berfungsi sebagai paralel taxiway. Adanya pengembangan runway eksisting dan pembangunan runway kedua, dipercaya dapat meningkatkan pelayanan hingga 51.772 penerbangan per tahun atau meningkat secara drastis dari saat ini 24.790 penerbangan per tahun. Tak hanya untuk pengembangan pariwisata dan perekonomian, pembangunan runway kedua juga mendukung kelancaran operasional penerbangan militer. Sebab, bandara Supadio berstatus enclave militer atau pangkalan udara sipil yang juga digunakan untuk penerbangan militer. Sebagai informasi, di bawah manajemen TNI AU, Bandara ini menjadi home base yang menaungi Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51. “Potensi perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat khususnya Pontianak sangat besar sehingga Bandara Internasional Supadio berkewajiban untuk mendukung pemerintah maupun masyarakat untuk dapat meraih peluang tersebut demi kemajuan Provinsi Kalbar. Pembangunan terminal baru Bandara Internasional Supadio dan runway kedua ini merupakan wujud komitmen AP II turut mendukung kemajuan perekonomian dan pariwisata di Kalimantan Barat,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin. Ia menambahkan, nantinya AP II akan berkerjasama dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan frekuensi penerbangan di bandara Supadio semakin banyak rute domestik dan internasional yang beragam seiring adanya runway kedua di tahun 2020 mendatang. Saat ini, bandara Supadio beroperasi dengan terminal baru yang mampu menampung 3,8 juta penumpang per tahun. Nantinya, terminal ini akan dikembangkan hingga mampu menampung 5,5 juta penumpang per tahun dan beroperasi Juni 2017 ini. Selain runway dan terminal, AP II akan memperluas apron bandara menjadi 75.600 m2 dari 47.200 m2 di tahun ini. Tahun 2016 lalu, pergerakan penumpang domestik dan internasional di bandara Supadio tercatat 3,18 juta penumpang dan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang hanya 2,71 juta penumpang. Tahun ini, diperkirakan pergerakan penumpang domestik dan internasional meningkat hingga 3,42 juta penumpang dan kargo ekspor-impor sebanyak 15,77 juta ton. Bandara Supadio saat ini penerbangannya dilayani hampir semua maskapai besar di Indonesia dan maskapai perintis.

Bicara Kompensasi Saat Terjadi Delay Ada di Peraturan Menteri Perhubungan

Keterlambatan atau delay pada maskapai Indonesia menjadi momok yang menyedihkan, pasalnya beberapa maskapai memiliki keterlambatan yang sering bahkan hampir setiap penerbangannya. Memang bila hanya 15 menit penumpang masih mentolerirnya, tapi kalau sudah melebihi satu jam para penumpang mulai berceloteh, bahkan tak jarang mengumpat ke pihak maskapai. Pada keterlambatan yang terjadi, biasanya penumpang akan diberi kompensasi atau ganti rugi. Pada Peraturan Menteri No.89/2015, menjelaskan tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Pada Badan Usaha Angkutan Niaga Berjadwal di Indonesia. Di dalam Bab II, dijelaskan tentang Ruang Lingkup Keterlambatan Penerbangan terdiri dari tiga kategori yakni keterlambatan penerbangan (flight delayed), tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (denied boarding passenger) dan Pembatalan penerbangan (cancellation of flight). Peraturan Menteri ini telah ditandatangani oleh Ignasius Jonan yang pada waktu itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Kompensasi biasanya bisa diterima oleh penumpang, bila delay disebabkan karena faktor manajemen maskapai seperti keterlambatan kru pesawat, ketererlambatan penanganan di darat, menunggu penumpang dan ketidakpastian pesawat.
RRI.co.id
RRI.co.id
Sayangnya bila delay terjadi karena faktor teknis operasional dari bandara asal ataupun tujuan (kepadatan lalu lintas penerbangan, penutupan bandara atau terjadi anteran lepas landas), faktor cuaca dan faktor lainnya diluar dari faktor management maskapai penerbangan, maka penumpang tidak berhak menerima kompensasi. Dipasal berikutnya ada enam kategori keterlambatan yakni: a. Kategori 1, keterlambatan 30-60 menit b. Kategori 2, keterlambatan 61-120 menit c. Kategori 3, keterlambatan 121-180 menit d. Kategori 4, keterlambatan 181-240 menit e. Kategori 5, keterlambatan lebih dari 240 menit f. Kategori 6, pembatalan penerbangan Dari enam kategori ini, para penumpang yang terkena delay akan mendapat kompensasi sebagai berikut: 1. Keterlambatan pada kategori 1, penumpang akan mendapat minuman ringan 2. Keterlambatan pada kategori 2, penumpang mendapat makan dan minuman ringan atau sncak box 3. Keterlambatan pada kategori 3, penumpang akan mendapat minuman dan makanan berat atau heavy meals 4. Keterlambatan pada kategori 4, penumpang mendapat minuman, makanan ringan dan makanan berat. 5. Keterlambatan pada kategori 5, penumpang mendapat ganti rugi sebesar Rp300 ribu. 6. Keterlambatan pada kategori 6, badan usaha angkutan wajib mengalihkan penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket atau refund tiket. 7. Keterlambatan pada kategori 2 sampai 5, penumpang bisa di alihkan kepenerbangan berikutnya atau pihak maskapai mengembalikan seluruh biaya tiket. Semua peraturan ini berlaku untuk semua maskapai dan setiap maskapai wajib memberikan informasi terkait alasan keterlambatan dan kompensasi yang diberikan pada penumpang. Biasanya, kompensasi harus dilakukan dengan aktif oleh petugas setingkat General Manager, Stasion Manager dan staff lainnya atau pihak yang ditunjuk untuk bertindak atas nama maskapai.

Lion Air, Punya Citra Buruk Soal Keterlambatan Jadwal Penerbangan

Terkena delay atau keterlambatan pada penerbangan adalah hal wajar bila hanya 10-15 menit, namun bila keterlambatan lebih dari 15 menit, pasti Anda akan gusar. Apalagi perjalanan yang Anda lakukan adalah perjalanan bisnis yang membutuhkan ketepatan waktu bertemu klien atau orang penting lainnya. Sayangnya, hampir semua maskapai pernah mengalami delay atau keterlambatan, tetapi ada satu maskapai lokal yang paling sering mengalami delay dan membuat resah para penumpang yakni Lion Air. Maskapai dengan lambang singa ini milik PT Lion Mentari Airlines dan kasus delay yang terjadi bukan sekali atau dua kali, melainkan berkali-kali dan banyak pengguna Lion berpindah ke maskapai lainnya karena hal ini. Padahal, ketepatan waktu dalam penerbangan sangatlah penting. Bukan hanya mengantar para penumpang sampai tujuan tepat waktu, melainkan membuat maskapai mejadi lebih dipercaya para penggunanya. Ada beberapa kejadian delay yang pernah Lion Air lakukan seperti 18 Februari 2015 lalu di saat Imlek atau tahun baru orang Tionghoa. Pada saat itu, terjadi kekacauan pada penerbangan, penumpang terlantar tanpa kejelasan akan keberangkatan mereka melalui maskapai milik Lion Air sejak 18-20 Februari 2015. Dengan adanya kejadian ini, bukan hanya menjadi pergunjingan di antara penumpang yang terlantar, masalah ini juga menjadi perhatian khalayak ramai di media sosial. Tak hanya didiamkan dan ditelantarkan, management Lion Air seakan tak perduli dengan ada penumpukan penumpang yang terjadi berhari-hari tersebut. Selain tanpa kejelasan, para penumpang saat itu juga tak diberi makanan atau penerbngan pengganti untuk keterlambatan yang dilakukan pihak maskapai. Jelas tertulis pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 49/2012 terkait keterlambatan, bahwa keterlambatan lebih dari 60-120 menit, penumpang berhak mendapat makanan ringan, keterlambatan lebih dari 120-180 menit badan usaha angkutan niaga wajib memberikan makanan ringan dan berat dan memindahkan penumpang ke penerbangan lainnya. Lebih dari 180 menit, pihak badan usaha angkutan niaga wajib memberi fasilitas akomodasi untuk mendapat angkutan pada penerbangan di hari berikut. Tak hanya tahun 2015, dua tahun sebelumnya di 2013 maskapai milik Lion Air juga mengalami delay pada 55 penerbangan karena ada permasalahan pada pegawai Ground Handling di Bali. Dilansir dari detik.com (2/4) kemarin, kembali terjadi keterlambatan pada 3 penerbangan maskapai dengan tagline We Make People Fly ini. Akibatnya penumpang menumpuk di terminal 1 bandara Soekarno-Hatta hingga pihak menghubungi pihak Angkasa Pura II, dikarenakan tidak ada petugas dari pihak maskapai yang berjaga pada saat terjadi delay ini. Tak hanya terlantar, para penumpang pun tidak jelas keberangkatannya hingga (3/4) pagi baru berangkat menuju tujannya. Namun, permasalahan akan ketidakjelasan keterlambatan sampai saat ini pun masih belum diketahui.

Nahas, Pria Ini Tewas Setelah Membobol Mesin Tiket di Stasiun

Adanya mesin penjual otomatis (vending machine), baik untuk penjualan tiket, minuman kaleng atau yang lainnya, terkadang membuat seseorang berpikir untuk membobol demi uang yang ada di dalamnya. Namun, dalam pembobolannya justru pelaku akan menjadi korban dalam tindakannya sendiri seperti mesin yang meledak akibat dipaksa untuk terbuka atau hal lainnya. Seperti dilansir dari independent.co.uk (21/3/2017), seorang pria tewas akibat mesin tiket meledak di sebuah stasiun di Jerman. Polisi yang menangani kejadian tersebut mengatakan pria yang tewas itu diketahui berusaha membuka mesin di stasiun Dortmund-Schanhorst yang meledak hari Selasa lalu. Adanya penemuan jasad korban ini, karena terdengar sebuah ledakan keras pada pukul 02.00 waktu setempat. Kemudian, para petugas penanganan darurat yang tiba setelah mendengar ledakan tersebut menemukan orang yang terluka parah di tempat kejadian. “Penyelidikan sejauh ini menunjukkan seorang laki-laki usia 31 tahun dari Dortmund telah berusaha membuka mesin tiket dengan cara yang belum bisa di klarifikasi,” ujar polisi Dortmund dan jaksa. Ledakan yang terjadi mebuat korban ini terkena bagian depan panel mesin tiket yang menyebabkan luka lainnya. Laki-laki ini juga memiliki cedera di kepala yang membuatnya meninggal setelah dilakukan pemeriksaan pada jasad korban. Adapun foto yang menunjukkan bagian-bagian mesin Deutsche Bahn yang hancur. Panel depan rusak parah dan kabel yang pecah dan bertebaran hingga beberapa meter. Tak hanya korban, di tempat kejadian juga ditemukan seorang laki-laki berusia 26 tahun, kemudian di tangkap oleh pihak kepolisian karena dicurigai ikut terlibat dalam pembobolan mesin tiket. Setelah di amankan dan dimintai keterangan, ternyata laki-laki tersebut membantah tidak mengenal korban dan dibebaskan dari tahanan oleh pihak kepolisian. Kejadian yang menggegerkan dini hari itu, membuat para penyidik terus menyelidiki sebab pastinya mesin meledak. Kejadian ledakan mesin penjual otomatis bukanlah hal yang pertama, melainkan kali kedua terjadi di Jerman. Seperti pada Malam Natal tahun 2015 lalu, seorang laki-laki di Münste, Jerman, terluka parah oleh pecahan peluru setelah mencoba memasukkan bahan peledak buatannya sendiri ke mesin penjual kondom. Hal ini dilakukannya untuk mengambil uang dalam mesin penjual otomatis tersebut.

North Carolina Canangkan Halte Bus dengan Tenaga Surya

Idenya terbilang sederhana, meski begitu belum banyak atau jarang yang menerapkannya. Contohnya adalah halte bus yang dilengkapi fasilitas dock charging untuk beragam perangkat elektronik. Hebatnya sumber listrik yang dihasilkan pun memanfaatkan energi terbarukan, yaitu lewat panel sinar surya. Itulah yang menjadi terobosan Negara bagian North Carolina (NC) di Amerika Serikat untuk menghadirkan fasilitas pengisi baterai ponsel di halte bus. Ini dibuat untuk memudahkan pengguna seperti siswa sekolah yang bisa mengisi baterai mereka sembari menunggu Wolfline di North Carolina State Univesity. Dilansir dari newsobserver.com (30/3/2017), halte bus di Dan Allen yang dekat dengan Witherspoon Students Center ini dilengkapi dua panel surya dengan kekuatan 160 watt dan berada di atap halte bus ini. Calon penumpang bus harus membawa kabel USB untuk mengisi baterai ponsel mereka agar terhubung ke sistem pada panel surya. Energi yang tersimpan pada panel surya ini, bertahan cukup lama yakni semalaman dan dalam rentang waktu hari mendung. “Energi matahari sangat hemat biaya dan juga ramah lingkungan. Kami ingin menampilkan itu,” ujar Christian Rust salah seorang mahasiswa NC yang mempelopori proyek ini.
newsobserver.com
newsobserver.com
Pihak universitas, mempromosikan praktek-praktek yang akan menjadi teknologi berkelanjutan di kampus. Kelompok mahasiswa ini pun membuat proyek jangka panjang dan membuat pelatihan dalam lokakarya. Tahun 2015 lalu, kelompok ini memasang payung-payung panel solar di teras belakang dekat Tucker Residence Hall dan James B Hunt Jr Library. Di sini, siswa bisa mengisi perangkat mobile mereka melalui kabel USB pada 9 bagian bawah dengan panel surya letaknya di atas atap. “Kami ingin beralih ke sesuatu yang lebih besar dari itu, jadi kami memilih sebuah stasiun bus karena semua penduduk di NC naik bus dan kami benar-benar ingin mengembangkan ide itu di depan siswa,” ujar Rust. Dengan adanya sistem panel surya, kelompok pembuatnya menerima bantuan dana lebih dari US$10.800 dari negara bagian NC untuk program berkelanjutan yang mendukung proyek tersebut. “Aku benar-benar suka dengan proyek ini, karena memiliki potensi yang berkelanjutan di kampus. Saya juga bangga dengan siswa yang mengidentifikasi kebutuhan di kampus dan mengembangkan solusi berkelanjutan ini,” ujar Rebekah Dunstan selaku koordinator program di universitas. Ada lebih dari 1.200 orang dalam seminggu berada di Wolfline pada sistem bus negara bagaian NC yang menggunakan halte bus Dan Allen. Dalam proyek ini, tantangan terbesar yakni menemukan produsen yang mampu memenuhi persyaratan proyek sejak kelompok ini menggunakan halte bus yang sudah ada bukan halte baru. Di halte bus, selama libur musim semi pada bulan Maret, akan dipasang panel surya. Sejauh ini banyak yang antusias dengan proyek tersebut dan nantinya juga berfungsi sebagai pendahulu untuk halte bus lainnya.

Di Hyderabad, Halte Bus Hampir Hilang di Semua Tempat

Pernah merasakan panasnya terik matahari saat menunggu bus kota? Atau tiba-tiba halte bus biasa tempat Anda menunggu hilang? Ini yang dirasakan oleh penduduk Hyderabad, India. Padahal halte bus adalah kebutuhan utama penduduk Hyderabad yang sebagian besarnya menggunakan angkutan umum untuk bepergian baik sekolah, kerja ataupun ke kantor. Tidak adanya halte bus membuat pengguna angkutan umum yakni perempuan, anak-anak dan orang tua harus rela berpanas-panasan di bawah terik matahari. Dulunya, di kota ini memang ada halte bus untuk pemberhentian bus. Namun seiring berjalannya waktu halte-halte ini bergeser, berpindah ataupun hilang sama sekali. Hal ini, membuat para pengemudi tidak lagi memiliki spot untuk memberhentikan busnya dengan pasti. Dengan hilangnya halte bus, para pengemudi mau tidak mau memberhentikan busnya di sembarang tempat, saat penumpang melambaikan tangan mereka dab bus berhenti, saat itu juga sekerumunan orang berbondong-bondong untuk masuk ke dalam bus.
thehansindia.com
thehansindia.com
Dilansir dari thehansindia.com, beberapa tempat telah diambil alih oleh para pedagang asongan, sedangkan di tempat lain, banyak hal yang mendorong penumpang ke jalan. Rekha Naidu, salah seorang penduduk Khairatabad mengatakan, “Di beberapa tempat banyak halte bus yang hilang. Apalagi saat musim panas seperti ini adalah pertempuran pahit setiap hari saat menunggu bus.” Pada sebuah survey dengan sample acak di seluruh kota ini, mengungkapkan bahwa di beberapa tempat sudah tidak ada lagi halte bus. Sehingga banyak pengguna angkutan umum berlindung di bawah rel Hyderabad Metro dan bila para penduduk melihat bus mendekat, mereka akan langsung menaiki bus dengan buru-buru. Adapun di beberapa tempat, halte bus tidak cukup saat dipenuhi penumpang terutama yang berada di dekat sekolah dan perguruan tinggi. Salah satu contoh hal seperti ini ada di Neredmet dan Shenoy Nursing Home yang berhenti di Secunderabad. Sridevi salah seorang siswa menengah dari Kasturbha Collage mengatakan, “ada ratusan siswa yang bergegas menuju halte bus. Ada kebutuhan untuk menampung penumpang. Terkadang banyak siswa yang terkena panas matahari karena tidak ada ruang yang cukup untuk menunggu.” Seperti Afzalgunj, bus berhenti beroperasi karena tidak ada halte. Sedangkan di Road No. 36 dekat Jubilee Hils, bus berhenti tepat di tengah jalan pas di bawah rel metro. “Pemerintah hanya membuat pengumuman akan membangun halte bus, bahkan ada kemungkinan di musim panas ini setiap orang yang akan naik bus tidak akan berdiri di halte,” ujar K Vikram seorang pegawai swasta. Dari Kukatpalli ke Dilshuknagar, Chandayangutta ke ECIL X, banyak halte bus yang menghilang. Sebanyak 1202 halte bus di GHMC, sebagian besar kondisinya tak layak pakai. Komisaris Pendapatan, Iklan dan perdagangan GHMC, Adwait Kuar Singh mengatakan, beberapa pemegang tender telah dipanggil untuk mengevaluasi pekerjaan secara teknis. Kemudian pekerjaan akan dibagi dalam empat tahapan. Halte bus akan di bangun sebanyak 430, tetapi penduduk diharapkan menunggu sementara waktu untuk pembangunan ini. Sebab, ada kemungkinan penyelesaian pembangunan ini akan lebih dari musim panas. Keadaan seperti ini hampir sama seperti di Indonesia tepatnya di ibu kota Jakarta, hanya saja yang berbeda adalah, banyak halte dan tidak digunakan oleh masyarakat serta memberhentikan bus terkadang tidak pada tempatnya alias di pinggir jalan.

Angkasa Pura I Perketat Prosedur Keamanan di 13 Bandara

Terkait merebaknya isu keamanan pada penerbangan, PT Angkasa Pura I memperketat prosedur pemeriksaan terhadap laptop dan barang elektronik penumpang pesawat di 13 bandara yang dikelola oleh perusahaan demi meningkatkan keamanan dan keselamatan pengguna jasa penerbangan di Tanah Air. Prosedur pemeriksaan akan dilakukan sebelum calon penumpang menaiki pesawat udara. Hal ini sejalan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara, dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara dan Orang Perseorangan, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor SE 6 Tahun 2016 Tentang Prosedur Pemeriksaan Bagasi dan Barang Bawaan Yang Berupa Perangkat Elektronik Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara. Calon penumpang pesawat udara saat ini diwajibkan untuk mengeluarkan laptop dan barang elektronik penumpang dari bagasi kabin/tas jinjing penumpang dan diperiksa melalui mesin X-Ray. Apabila laptop atau barang elektronik yang telah diperiksa melalui pemeriksaan X-Ray tetapi masih mencurigakan, petugas aviation security (avsec) akan melakukan pemeriksaan secara manual dengan meminta calon penumpang untuk menghidupkan dan mengoperasikan laptop dan perangkat elektronik. Petugas Avsec akan mengawasi dan melihat hasil pengoperasian laptop dan perangkat elektronik calon penumpang. “Demi meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang selama penerbangan sekaligus mengantisipasi  eskalasi ancaman keamanan penerbangan, kami mohon bantuan dan kerjasama calon penumpang untuk dapat mengikuti dan mematuhi prosedur  pemeriksaan yang ditetapkan,” ujar Israwadi, Corporate Secretary Angkasa Pura Airports. Pemeriksaan ketat terhadap laptop dan barang elektronik ditegaskan dalam Instruksi Dirjen Perhubungan Udara Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Upaya Peningkatan Penanganan Bom (Bomb Threat) pada Penerbangan Sipil  yang ditetapkan pada 30 Maret 2017 karena maraknya Isu Ancaman Bom.

Royale VIP Bus, Pindahkan Nuansa Klub Malam ke Dalam Bus

Dunia hiburan malam di Tanah Air dewasa ini semakin menjamur, banyaknya klub malam dan bar di tengah kota seakan menandakan eksistensi dari para penggiatnya. Banyak anak muda, terutama pada akhir pekan, beramai-ramai mengunjungi klub malam atau yang terkenal dengan tempat dugem ini. Namun pernahkah terlintas di benak Anda tentang alat transportasi yang menyediakan tempat untuk tripping? Royale VIP Bus, merupakan bus pertama yang menyediakan fasilitas “pesta” anak muda, lengkap dengan komponen pendukungnya, seperti TV 32 inci, kulkas, premium sound system, lampu disko, sofa yang nyaman pada bagian sisinya, dan sebuah tiang dansa. Suasana khas disko dengan pencahayaan yang redup seolah siap menambah “keliaran” dari pesta yang dihelat di dalamnya. Memang, kegiatan seperti ini lebih cocok dilakukan pada malam hari, karena selain kita bisa melupakan sejenak urusan di kantor, tanpa mengganggu aktifitas di siang hari.
Sumber: gogonesia.com
Sumber: gogonesia.com
Bus berwana putih dengan pelat kuning ini merupakan milik seorang yang gemar mengadakan pesta, yaitu Daisy Wong Will. CEO dari Royale VIP Bus ini mengadaptasi gaya hidup orang luar yang sudah terlebih dahulu memiliki party bus semacam  ini. Berawal dari sebuah ide gila, Daisy akhirnya menawarkan cara lain untuk menikmati gemerlap dunia malam di Ibu Kota dengan menggunakan bus ini. “Mulanya dari ide gila sendiri. Referensi memang dari luar Negeri. Kalau ada party bus, dari rumah mau ke tempat pesta, sudah seru di mobil. Jalanan macet juga jadi tidak terasa,” tutur Daisy seperti yang dilansir dari laman BisnisIndonesia.com (11/4/2015). Harga sewa dari bus ini berkisar Rp3.500.000 per 3 jam, ini merupakan waktu minimal untuk menyewa party bus ini. Bus yang mampu memuat 20 hingga 25 orang ini juga menyediakan fasilitas air mineral dan es, terdapat juga snack yang dapat dipesan namun akan dikenakan biaya tambahan. Bus ini biasanya digunakan untuk perayaan pesta ulang tahun, kelulusan, maupun pesta-pesta lainnya. Penyewanya pun beragam, dari mulai perorangan hingga korporat pernah menyewa party bus ini. Walaupun bus ini terkesan sempit dengan jumlah orang yang masuk, serta dentuman musik dengan volume yang keras, ini bukanlah menjadi suatu halangan bagi para penggunanya. Diantara mereka malah mengatakan lebih senang berdesak-desakan, karena suasana yang didapat begitu intim. Tidak ada batasan untuk jarak tempuh dari bus ini, yang penting Anda tidak melebihi waktu sewanya. Apabila Anda melebihi waktu sewa, Anda tinggal membayar selisihnya saja. Begitu pula dengan pilihan rutenya, Anda dapat meminta sopir untuk melewati daerah yang Anda mau. Namun, yang namanya fasilitas publik, pasti ada saja peraturan yang harus ditaati. Aturan dari bus ini sebetulnya sederhana saja, yaitu tidak boleh merokok di dalam bus, dilarang membawa segala jenis obat-obatan terlarang, dilarang berbuat asusila, serta menjaga fasilitas yang ada di dalam bus. Dan jangan sekali-kali Anda mencoba untuk melanggar aturan tersebut, karena setiap gerak gerik Anda dipantau oleh kamera CCTV yang terpasang di dalamnya. Bagi Anda yang tertarik untuk menyewanya, Anda dapat mengakses ke laman royalevipbus.com. So, Let’s start the party guys!