Pemesanan tiket jelang arus mudik Lebaran 2026 masih terus dibuka. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) terus meng-update tiket perjalanan kereta api reguler hingga menjelang Lebaran. Tak hanya itu, kursi berbagai macam rute dan kereta api yang telah dipesan penumpang sudah mencapai lebih dari 400.000 tiket ludes terjual.
Mulai dari kereta api kelas ekonomi bersubsidi hingga kelas eksukutif maupun luxury masyarakat sudah memesan tiket jauh-jauh hari sesuai destinasi tujuan agar tak kehabisan. Tentunya dalam pengaturan Angkutan Lebaran 2026, penjualan tiket kereta mudik Lebaran dilakukan mengikuti skema H-45 sebelum tanggal keberangkatan.
Meskipun tercatat tiket kereta api jelang arus mudik Lebaran 2026 sudah terjual cukup banyak, namun masih disayangkan beberapa masyarakat mengeluhkan dengan harga tiket kereta api yang masih terbilang mahal. Karena belakangan sempat ramai ramai di media sosial bahwa sejumlah penumpang mengeluhkan tiket kereta api untuk relasi jarak jauh dijual lebih mahal pada keberangkatan periode lebaran 2026 dibandingkan periode biasanya.
Merespons hal ini, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba yang dilansir dari CNN Indonesia mengatakan saat ini tiket kereta jarak jauh untuk periode lebaran 2026 merupakan kereta reguler, belum kereta tambahan yang mendapatkan diskon.
Anne pun menyampaikan terkait tiket kereta tambahan dan diskon sedang disiapkan dan akan segera dipublikasikan. Sebelumnya, pemerintah menyiapkan paket stimulus senilai Rp12,83 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung mobilitas selama periode Lebaran 2026.
Paket ini mencakup diskon transportasi hingga bantuan sosial pangan yang akan digulirkan pada kuartal pertama tahun ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus tersebut disiapkan untuk merespons kondisi ekonomi domestik sekaligus mendorong pergerakan ekonomi pada awal tahun.
Airlangga menjelaskan stimulus Lebaran 2026 akan difokuskan pada diskon transportasi lintas moda. Untuk sektor penerbangan, pemerintah memberikan potongan hingga sekitar 16 persen, antara lain melalui kebijakan pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik.
Sebelumnya adanya cuitan di sosial media X @c*mb*hs*h*t yang mengatakan, “Ini perasaan saya doang apa tiket kereta jadi mahal banget.” Kemudian adanya penumpang lainnya menyebut harga tiket kereta api jarak jauh lebih mahal Rp200 ribu dibandingkan periode selain lebaran 2026. “Gue cek kl lagi enggak lebaran bisa beda 200rb,” cuitan penumpang lainnya dengan akun @h**w*tt*y*.
Industri transportasi laut baru saja menyaksikan momen bersejarah yang mengubah persepsi publik terhadap kemampuan kapal listrik. Candela, produsen kapal listrik asal Swedia, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan jarak dan infrastruktur pengisian daya yang mahal bukan lagi penghalang bagi masa depan transportasi air berkelanjutan. Melalui unit ferry hidrofoil mereka, Candela P-12, perusahaan ini baru saja menuntaskan pelayaran laut terjauh yang pernah dilakukan oleh kapal penumpang listrik.
Dalam perjalanan luar biasa selama tiga hari pada awal Februari 2026, Candela P-12 menempuh jarak sejauh 160 mil laut (sekitar 296 kilometer), berangkat dari Gothenburg di pesisir barat Swedia menuju Oslo, Norwegia. Keberhasilan ini bukan sekadar soal angka, melainkan demonstrasi nyata dari efisiensi teknologi hidrofoil yang menjadi inti dari setiap kapal buatan Candela.
Kunci rahasia di balik efisiensi Candela P-12 adalah penggunaan sayap bawah air atau hidrofoil yang dikendalikan oleh komputer. Saat kapal mencapai kecepatan tertentu, sayap ini akan mengangkat seluruh lambung kapal keluar dari permukaan air. Metode ini secara drastis mengurangi hambatan air (drag) dan memangkas konsumsi energi hingga 80% dibandingkan dengan kapal ferry konvensional. Hasilnya, kapal dapat melaju lebih cepat dan lebih jauh dengan baterai yang lebih kecil dan biaya operasional yang jauh lebih murah.
Satu hal yang paling menarik dari pelayaran rekor ini adalah bagaimana Candela menyelesaikan tantangan pengisian daya. Berbeda dengan ferry listrik tradisional yang membutuhkan infrastruktur pengisian daya bernilai jutaan dolar di setiap dermaga, Candela P-12 cukup menggunakan stasiun pengisian daya cepat (DC) standar yang sudah ada. Bahkan, di lokasi yang tidak memiliki fasilitas pengisian daya, tim menggunakan pengisi daya portabel yang ditarik oleh truk listrik Ford F-150 Lightning. Fleksibilitas ini membuktikan bahwa operasional ferry listrik kini bisa dilakukan tanpa harus membangun proyek infrastruktur raksasa yang memakan waktu dan biaya.
Dari sisi ekonomi, efisiensi ini terlihat sangat nyata. Seluruh perjalanan sejauh 160 mil laut tersebut hanya menghabiskan biaya listrik sekitar €200 (sekitar Rp3,4 juta). Sebagai perbandingan, ferry konvensional dengan mesin diesel akan menghabiskan biaya bahan bakar berkali-kali lipat lebih mahal, belum lagi dampak emisi karbon yang dihasilkan.
Pencapaian Candela P-12, yang saat ini sudah mulai beroperasi di sistem transportasi publik Stockholm, menjadi sinyal kuat bagi dunia bahwa era transisi energi di sektor maritim telah tiba. Dengan kecepatan jelajah 25 knot dan kemampuan manuver yang lincah, kapal ini bukan lagi sekadar konsep masa depan, melainkan solusi nyata yang siap menggantikan ribuan ferry diesel di seluruh dunia guna menciptakan perairan yang lebih bersih, tenang, dan efisien.
Dunia kedirgantaraan saat ini tengah mengarahkan pandangannya ke Changi Exhibition Centre. Di sana, perhelatan akbar Singapore Airshow 2026 sedang berlangsung dari tanggal 3 hingga 8 Februari. Sebagai pameran kedirgantaraan dan pertahanan terbesar di Asia Pasifik, acara dua tahunan ini bukan sekadar ajang pamer jet tempur mutakhir atau pengumuman kontrak pembelian pesawat komersial bernilai miliaran dolar. Lebih dari itu, Singapore Airshow adalah simbol transformasi Singapura dari sebuah negara pulau kecil menjadi pusat gravitasi industri penerbangan global.
Akar dari kemegahan ini dapat ditarik kembali ke tahun 1981, saat acara ini pertama kali digagas dengan nama Asian Aerospace. Kala itu, pameran diadakan di Terminal 1 Bandara Changi yang baru saja diresmikan. Fokus utamanya masih sangat sederhana: membangun jejaring industri penerbangan di kawasan Asia Tenggara. Namun, seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi Asia, skala pameran ini meledak. Pada dekade 90-an, Asian Aerospace tumbuh menjadi pameran kedirgantaraan terbesar ketiga di dunia setelah Paris Air Show dan Farnborough di Inggris.
Titik balik bersejarah terjadi pada tahun 2008. Setelah kemitraan dengan penyelenggara sebelumnya berakhir, Singapura memutuskan untuk berdiri di atas kaki sendiri. Lewat pembentukan badan penyelenggara baru di bawah naungan Experia Events, lahirlah nama resmi Singapore Airshow.
Tidak hanya berganti nama, lokasi pameran pun dipindahkan ke tempat yang lebih megah dan khusus, yakni Changi Exhibition Centre yang memiliki akses langsung ke tepi pantai, memungkinkan demonstrasi udara (aerobatik) dilakukan secara leluasa di atas perairan Selat Singapura.
Keunikan Singapore Airshow terletak pada kemampuannya menyatukan dua dunia: militer dan sipil. Di satu sisi, ia menjadi panggung bagi raksasa manufaktur seperti Boeing dan Airbus untuk memamerkan inovasi efisiensi bahan bakar dan teknologi kabin terbaru. Di sisi lain, produsen pertahanan global seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, hingga industri lokal seperti ST Engineering, menampilkan teknologi sensor, drone (UAV), dan sistem pertahanan rudal masa depan.
Namun, daya tarik yang paling dinanti oleh masyarakat umum selalu tertuju pada manuver udara. Sepanjang sejarahnya, Singapore Airshow telah menampilkan tim-tim aerobatik legendaris dunia, mulai dari Black Knights milik Angkatan Udara Singapura (RSAF), Jupiter Aerobatic Team dari Indonesia, hingga tim nasional dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. Deru mesin jet yang membelah langit Changi menjadi pemandangan ikonik yang selalu berhasil menyedot antusiasme ratusan ribu pengunjung.
Kini, memasuki tahun 2026, tantangan dan fokus pameran telah bergeser ke arah keberlanjutan (sustainability) dan digitalisasi. Isu mengenai bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan taksi udara listrik (eVTOL) menjadi topik hangat yang mendominasi diskusi di paviliun-paviliun pameran.
Perjalanan panjang dari sebuah tenda sederhana di tepi landasan pacu pada 1981 hingga menjadi pusat inovasi teknologi global hari ini membuktikan bahwa Singapore Airshow bukan hanya sekadar pameran, melainkan detak jantung dari masa depan industri kedirgantaraan dunia.
Pelayanan Kereta Api Indonesia (KAI) kini semakin meningkat saja. Berawal dari padatnya penumpang yang memadati tiap kursi maupun dibagian restorasi, hingga kenyamanan yang saat ini berubah drastis selama perjalanan diatas kereta. Tak heran penumpang tiap memasuki kereta makan kini menjadi lebih terasa kenyamanannya karena interiornya saja sudah terlihat mewah.
Termasuk kereta makan pada rangkaian baru. Biasanya rangkaian jenis Stainless Steel New Generation inilah yang menggantikan interior kereta makan yang semula biasa saja, kini menjadi luar biasa. Selain itu makanan yang ditawarkan pun beragam termasuk dengan menghadirkan live cooking yakni adanya koki atau juru masak secara langsung setelah kita memesan pada menu yang tersedia.
Beberapa kereta api dengan layanan terbaru ini, KAI terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kenyamanan perjalanan pelanggan. Tak heran, setelah meluncurkan layanan baru untuk penumpang yang ingin merasakan kereta suite class compartment, KAI pun menghadirkan kereta makan dengan nuansa suite class yang menawarkan pengalaman bersantap lebih mewah di atas rel.
Diketahui, sejak 4 November 2023, jenis kereta makan bernuansa suite class mulai dirangkaikan pada KA Bima maupun KA Argo Semeru relasi Gambir – Surabaya Gubeng pulang-pergi. Kereta makan ini merupakan hasil modifikasi yang dikerjakan KAI di Balai Yasa Manggarai selama 45 hari kerja.
Kereta makan berkonsep suite class tersebut menggantikan kereta makan sebelumnya yang dioperasikan pada KA Bima dan KA Argo Semeru. Kehadirannya melengkapi layanan kereta suite class compartment di KA Bima. Untuk kereta makan mewah yang dirangkaikan pada KA Argo Semeru mulai beroperasi sejak Desember 2023 dengan relasi yang sama seperti KA Bima, yakni relasi Gambir – Surabaya Gubeng pulang-pergi.
Kursi dengan jenis sofa yang dirancang pada kereta makan yang konvensional inj tentu lebih empuk dan nyaman. Tak hanya itu, terdapat musala yang tampil lebih mewah dan dilengkapi dengan fasilitas tempat wudu. Pelanggan tentu dapat menikmati sajian makanan dan minuman dalam suasana yang lebih eksklusif selama perjalanan.
Area pemesanan dan display menu ditata lebih modern dan rapi, didukung peralatan dapur yang serba canggih. Mengusung tema nature with harmony, kereta makan ini memadukan warna serta motif alam dengan sentuhan kearifan budaya nasional. Lantai bermotif kayu menggunakan material tahan air yang ramah lingkungan.
Keistimewaan lainnya terlihat pada dinding lorong interior yang dihiasi motif lingkar Borobudur dengan dominasi warna toska. Warna ini merepresentasikan keharmonisan alam, yakni hijau bumi dan biru samudra. Motif Borobudur sendiri melambangkan fondasi yang kuat dan keseimbangan alam menuju kejayaan.
Pada bagian plafon, kereta makan ini dihiasi ukiran Perisai Talawang berbahan kayu dengan motif Burung Enggang. Burung tersebut dikenal sebagai simbol kesucian dan kegagahan, sekaligus melambangkan perlindungan diri, keberanian, serta tekad kuat dalam meraih cita-cita.
KAI berharap layanan kereta makan bernuansa suite class ini dapat semakin meningkatkan kenyamanan pelanggan, baik penumpang suite class compartment maupun kelas eksekutif. Dengan fasilitas dan suasana baru, minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api diharapkan terus meningkat. Tertarik mencoba?
Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tentu masyarakat sebagai pengguna setianya ingin menempuh waktu lebih singkat dan cepat. Berbagai kawasan ramai yang di lewati , tentunya membuat harapan masyarakat tak perlu menunggu waktu lama antara jarak yang ditempuh KRL. Salah satunya pada lintas Rangkasbitung – Tanah Abang pp. Ini.
Ya, di lintas tersebut harapan masyarakat dengan jarak (headway) antar kereta sangat diharapkan lebih singkst. Meskipun saat ini lintas tersebut sudah memiliki pemberhentian baru yaitu Stasiun Jatake, tentunya menambah sedikitnya waktu perjalanan KRL untuk berhenti sebentar. Tak hanya itu, penumpang juga dibuat lebih mudah untuk naik dan turun KRL karena lokasi yang strategis dan terjangkau.
Saat ini PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) menargetkan percepatan waktu tempuh atau headway kereta rel listrik (KRL) di lintas Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Rangkasbitung menjadi maksimal delapan menit. Target ini merupakan bagian dari proyek peningkatan kapasitas perkeretaapian yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas peningkatan kapasitas layanan perkeretaapian, termasuk proyeksi penumpang KRL Commuter Line hingga tahun 2035. Salah satu target utama yang dibahas dalam forum tersebut adalah peningkatan headway di lintas Stasiun Tanah Abang–Stasiun Rangkasbitung.
Dalam keterangan unggahan tersebut disebutkan bahwa FGD dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, dengan agenda utama membahas Railway Capacity Enhancement di bawah Loan JICA IP 563 yang dikoordinasikan oleh Direktorat Prasarana Perkeretaapian.
Salah satu fokus utama forum adalah target KAI dalam meningkatkan headway perjalanan KRL, khususnya di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Headway di lintas tersebut ditargetkan dapat dipercepat hingga maksimal delapan menit.
Disebutkan pula bahwa output dari proyek Railway Capacity Enhancement (IP 563) akan lebih difokuskan pada peningkatan headway di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung hingga mencapai rentang 4–8 menit.
DJKA berharap target headway yang lebih singkat ini dapat dioperasikan pada pertengahan tahun 2029. Percepatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi para penumpang KRL.
Dunia penerbangan di kawasan Asia saat ini tengah menghadapi guncangan besar yang menyebabkan kekacauan jadwal dan membuat ribuan penumpang tertahan di berbagai bandara utama. Berdasarkan laporan terbaru, situasi krisis ini melibatkan pembatalan setidaknya 54 penerbangan dan penundaan massal yang berdampak pada lebih dari 2.121 jadwal penerbangan di berbagai negara, mulai dari India, Indonesia, Pakistan, Vietnam, hingga Jepang dan Kazakhstan.
Kondisi paling kritis dilaporkan terjadi di bandara-bandara tersibuk di kawasan tersebut, seperti Bandara Internasional Indira Gandhi di Delhi dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta.
Di India, maskapai bertarif rendah seperti IndiGo dan Akasa Air harus berjuang menghadapi jadwal yang berantakan, sementara di Indonesia, maskapai besar seperti Garuda Indonesia dan Batik Air juga mengalami dampak serupa. Hal ini memicu tumpukan antrean panjang dan kekecewaan para pelancong yang harus menunggu tanpa kepastian yang jelas di terminal keberangkatan.
Penyebab utama dari gangguan penerbangan berskala besar ini disinyalir merupakan kombinasi dari beberapa faktor teknis dan alam. Cuaca buruk menjadi pemicu utama, terutama kabut tebal yang menyelimuti wilayah India Utara serta cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah Asia Timur.
Selain faktor cuaca, masalah pada sistem manajemen lalu lintas udara dan kendala operasional internal maskapai turut memperparah keadaan. Mengingat jalur penerbangan di Asia sangat saling terhubung, keterlambatan di satu titik utama dengan cepat menciptakan efek domino yang mengganggu rute-rute internasional lainnya.
Dampak dari situasi ini sangat dirasakan oleh para penumpang di Pakistan, Vietnam, hingga Kazakhstan, di mana banyak dari mereka mengeluhkan minimnya informasi real-time dan kompensasi dari pihak maskapai.
Di tengah ketidakpastian ini, maskapai-maskapai yang terdampak seperti Batik Air dan Garuda Indonesia terus berupaya melakukan penjadwalan ulang serta menawarkan opsi pengembalian dana bagi penumpang. Para pelancong pun diimbau untuk terus memantau status penerbangan mereka melalui aplikasi resmi sebelum menuju ke bandara guna menghindari ketidaknyamanan lebih lanjut selama masa gangguan ini.
Terkenal dengan harga yang ekonomis dan paling digemari masyarakat, Kereta Api (KA) Kahuripan sudah pasti diaebut -sebut sebagai primadonanya jalur selatan. Bagaimana tidak, kereta api ini selalu padat akan penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa namun dengan harga ekonomis.
Diketahui KA Kahuripan melewati berbagai kota terkenal dan ramai dikunjungi terutama wisatawan yang ingin menghabiskan waktu liburannya. KA Kahuripan melewati berbagai kota diantaranya mulai dari Bandung, Tasikmalaya, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, dan Blitar. Tak Cuma itu, ternyata KA Kahuripan juga bisa memperkuat ekonomi di sepanjang perjalanannya tentu pada jalur selatan.
Seperti yang dikabarkan bahwa PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengoperasikan KA Kahuripan tentunya untuk mendukung mobilitas masyarakat luas. Layanan kelas ekonomi bersubsidi ini melayani rute perjalanan dari Stasiun Kiaracondong menuju Blitar secara pulang pergi.
Kehadiran transportasi publik tersebut sangat berdampak pada pergerakan ekonomi khususnya bagi warga di wilayah selatan Jawa. KA Kahuripan pun turut membantu masyarakat menjangkau berbagai pusat kegiatan dengan biaya terjangkau. Layanan ini digunakan untuk kebutuhan perjalanan kerja, pendidikan, kunjungan keluarga, dan wisata, sehingga mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari masyarakat.
Aktivitas ekonomi regional dan distribusi pusat pendidikan menjadi faktor utama penggerak mobilitas penduduk di daerah tersebut. Jalur selatan Jawa memiliki peran strategis dalam struktur ekonomi daerah melalui sektor perdagangan serta pertanian lokal. Akses transportasi terjangkau memudahkan masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi dan berbagai destinasi wisata di sekitar stasiun.
KA Kahuripan menghubungkan kota besar dengan daerah menengah untuk memperluas akses transportasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Keterhubungan antardaerah tersebut sangat mendukung pemerataan akses perjalanan serta menjaga kesinambungan interaksi sosial warga setiap hari.
KAI memastikan operasional kereta seperti diberlakukan tarif Public Service Obligation (PSO) atau subsidi ini tetap berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan. Pengelolaan perjalanan dilakukan secara terukur agar mobilitas masyarakat selalu berlangsung dengan sangat aman serta tertib.
Melalui pengoperasian KA Kahuripan, KAI berkomitmen mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus memperkuat pergerakan sosial dan ekonomi di jalur selatan Jawa. Dan juga bisa menjadi panduan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan jarak jauh namun dengan tarif yang sangat terjangkau.
Sebuah stasiun di pinggir kota London, Inggris akan diubah menjadi sebuah flat. Stasiun ini adalah London Necropolis yang dulunya ketika masih beroperasi, kereta yang tiba membawa peti mati warga London yang meninggal di Waterloo untuk dibawa ke pemakanan Surrey.
Baca juga: Ciptakan Stasiun Ramah Penumpang, Stasiun London Waterloo Adopsi Virtual Reality dan Eye-Tracking
Stasiun London Necropolis Railway beroperasi dari tahun 1854 dan ditutup secara efektif pada tahun 1941. Penutupan stasiun ini karena bagian belakang gedung dan platform tepi rel rusak parah selama Perang Dunia II.
Bangunan Stasiun London Necropolis dan pengunaannya di masa jaya dulu (ianvisits.co.uk)
Untuk diketahui, jalur kereta penumpang dengan kereta pembawa peti mati di Stasiun London Necropolis dibedakan. Di mana kereta untuk peti mati dan para pelayat akan berjalan di sepanjang jalur utama ke Brookwood di Surrey di mana jalur cabang mengarah ke pemakaman.
Pemakaman Brookwood dibuat pada saat London sedang berkembang dan kehabisan ruang untuk penguburan. Fasad Westminster Bridge Road dari stasiun London kedua Necropolis Railway dibuka pada tahun 1902 selamat dari Blitz dan diubah menjadi penggunaan kantor.
Bangunan itu telah terdaftar sebagai kelas II sejak tahun 1989 dan baru-baru ini menjadi kantor sebuah perusahaan agen pengiriman. Dulunya Stasiun London Necropolis jauh lebih besar dari yang terlihat saat ini. Hal itu karena banyak yang sudah dirobohkan dan diganti dengan blok perkantoran.
Bahkan saat ini yang tersisa hanya gedung pintu masuk untuk penumpang kelas satu. Selain itu ada peron dan rel kereta api di sebelah utara serta lengkungan rel yang menopang platform. Saat ini banyak ruangan stasiun ditempati serangkaian portacabin yang disewakan sebagai ruang seniman oleh Make Space.
Namun bangunan yang masih ada juga digunakan sebagai kantor. Sekarang pengembang telah mengajukan permohonan izin perencanaan ke Dewan Lambeth dan izin bangunan terdaftar untuk mengubah bangunan Necropolis London yang masih bisa digunakan menjadi enam flat.
Yang mana nantinya ada lima flat dengan dua kamar tidur dan satu flat dengan tiga kamar tidur. Selain itu ruangan juga akan ditingkatkan dengan menambah ekstensi belakang di halamannya. Pengembang The Door mengklaim bahwa kebijakan Lambeth untuk melindungi ruang kantor di Waterloo dari konversi tempat tinggal “ketinggalan zaman dan berlebihan”.
Baca juga: Berubah Jadi Rumah Tinggal, Stasiun Droxford Tua Masih Dilengkapi Dekorasi Seperti Saat Berfungsi
Hal ini menyusul reformasi Pemerintah terhadap sistem perencanaan di tahun lalu, memberikan kebebasan yang jauh lebih besar untuk perubahan penggunaan tanpa izin perencanaan. The Door juga bertanggung jawab atas konversi 122 Westminster Bridge Road yang berdekatan. Mereka juga mengatakan saat ini bila digunakan untuk perkantoran modern akan sulit menemukan penyewa kantor untuk gedung tersebut.
Bus rel pertama di Indonesia adalah Kertalaya yang menghubungkan Stasiun Kertapati di Kota Palembang dengan Indralaya di Kabupaten Ogan Ilir. Nama Kertalaya sendiri diambil dari gabungan nama dua stasiun yang terhubung.
Baca juga: Railbus Batara Kresna, Wahana Unik yang Melaju di Rel Bekas Trem
Kehadiran bus rel Kertalaya sendiri dari awal dimaksudkan untuk mengangkut mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain itu juga untuk mengurangi kemacetan dan meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bus rel Kertalaya dioperasikan pertama kali pada 19 Februari 2009 dan diresmikan oleh Jusman Syafii Djamal yang saat itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Bus rel Kertalaya ternyata adalah buatan anak bangsa yakni PT INKA.
Pembuatan bus rel tersebut menghabiskan waktu yang cukup lama yakni dua tahun dan menelan biaya hingga Rp15 miliar. Pemilihan bus rel sendiri juga karena lebih murah dibandingkan dengan KRD yang membutuhkan dana mencapai Rp30 miliar untuk pembuatannya.
Bus rel Kertalaya dalam satu rangkaian memiliki tiga mobil penumpang yang kapasitas masing-masing mobilnya bisa mengangkut 110 penumpang dengan rincian 36 penumpang duduk dan 74 berdiri. Konstruksi bus rel pertama yang dioperasikan di Indonesia berbentuk streamlined atau aerodinamis berbahan hybrid composite, jauh berbeda dengan kereta konvensional yang pernah ada di Indonesia yang menggunakan logam penuh.
Struktur bogie atau rangkanya (sasis) menggunakan articulated bogie (menyatu dengan bodi) dan single axle atau sumbu roda tunggal, sehingga membuat gerbong dapat tetap “lekat” pada rangkaiannya jika mengalami anjlokan dalam kecepatan tinggi. Secara teori, rangkaian seperti ini lebih aman dibandingkan rangkaian KA konvensional.
Jika dipacu maksimal, bus rel rakitan PT INKA yang mengandalkan mesin diesel elektrik berkapasitas 290 kilo volt ampere (KVA) ini mampu berlari dengan kecepatan hingga 100 km per jam. Namun dalam pengoperasiannya, dengan alasan keamanan, PT Kereta Api Sub Divisi Regional III 1 Kertapati Sumatera Selatan, hanya memacu dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam.
Baca juga: “Lembah Anai,” Jadi Railbus Ketiga yang Dioperasikan PT KAI
KA Kertalaya berangkat dari stasiun Kertapati pada pukul 07.30 WIB dan dari stasiun Indralaya pukul 14.18 WIB. Harga tiket saat ini sebesar Rp3 ribu dan hanya dapat dipesan dua jam sebelum keberangkatan di loket stasiun yang dilewatinya.
Pernah lihat setiap lokomotif punya kode huruf dan angka? Apa ya maksud dari huruf di depan angka yang tertera pada setiap lokomotif? Ternyata huruf-huruf ini menandakan konfigurasi bogie atau set roda serta jumlah roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak baik itu motor traksi atau gandar.
Baca juga: Lokomotif CC206 KA Jayabaya Keluarkan Asap Putih Lalu Terbakar
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini lokomotif yang tersisa adalah seri CC, BB dan D. Lokomotif seri CC ternyata memiliki dua bogie dan tedapat tiga roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak di tiap-tiap bogienya.
Sedangkan seri BB, artinya lokomotif itu memiliki dua bogie dan terdapat dua roda atau gandar yang terhubung dengan penggerak di tiap-tiap bogienya. Namun bogie CC yang motor traksinya hanya dua di tiap bogie juga diklasifikasikan sebagai seri BB. Sedangkan untuk seri D, lokomotif hanya memiliki satu bogie.
Bahkan itu bukan bogie, karena langsung menempel pada underframe lokomotif dan juga ada empat roda yang terhubung dengan penggerak. Biasanya huruf untuk seri lokomotif ini diikuti dengan tiga angka. Di mana angka pertama menunjukkan jenis lokomotif itu sendiri.
Sedangkan angka 2 berarti diesel elektrik dan 3 memiliki arti diesel hidrolik. Dua angka selanjutnya menunjukkan nomor urutan tipe atau seri lokomotif. Untuk 00 seri pertama, 01 seri kedua, 02 seri ketiga, dan seterusnya.
Ketiga angka itu juga diikuti dengan dua angka yang menunjukkan tahun dinas pertama kali lokomotif. Seperti 77 berarti lokomotif mulai dinas tahun 1977, 13 berarti 2013, dan sebagainya. Sedangkan dua angka terakhir adalah nomor urut.
Namun, terkadang setelah nomor urut, ada pula muncul huruf F yang menandakan lokomotif tersebut telah direpower atau gant. bullgear agar lebih bertenaga. Direbuil atau dirombak ulang yang mana biasanya setelah terkena kecelakaan dan menyebabkan kondisi lokomotif rusak.
Baca juga: D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia
Yang terakhir adalah diretroit atau upgrade jumlah motor traksi. Selain itu akan ada kode dipo lokomotif yang terdiri dari dua hingga tiga huruf seperti JNG (Jatinegara), CN (Cirebon), SMC (Semarang Poncol), SDT (Sidotopo), YK (Yogyakarta), PWT (Purwokerto), BD (Bandung), JR (Jember), MN (Madiun) dan lainnya.