Yuk, Kenali Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia, Ada yang Hampir 60 Km

Jalur kereta api tak sekadar memberikan keindahan pemandangan saat berada di perjalanan. Namun, berbagai bangunan yang disediakan untuk melancarkan perjalanannya, ada berbagai keunikan tersendiri. Seperti halnya bangunan yang biasa ditemukan pada jalur kereta api, yaitu terowongan. Di Indonesia jalur kereta api tentu identik dengan pemandangan yang menawan dan sangat indah dipandang. Hamparan sawah yang luas, pegunungan, hingga bangunan cagar budaya seperti stasiun, jembatan, dan terowongan. Jalur kereta api di Indonesia juga memiliki terowongan dengan usianya lebih dari satu abad. Sebenarnya terowongan kereta api di Indonesia memiliki terowongan terpanjang. Bahkan terowongan ini menjadi ikonik jalur kereta api yang memiliki sejarah yang panjang. Tak hanya terowongan terpanjang yang aktif yang berada di wilayah Bandung Barat, namun ada pula terowongan terpanjang non aktif yang berada di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Diketahui terowongan kereta api terpanjang di Indonesia dipegang oleh Terowongan Sasaksaat yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Terowongan aktif dan bersejarah ini memiliki panjang hingga 959 meter yang dibangun pada tabun 1902 – 1903. Sedangkan terowongan panjang Terowongan Wilhelmina adalah sekitar 1.127 meter menjadikannya terowongan kereta api terpanjang di Indonesia. Meskipun kini sudah tidak aktif, terowongan bersejarah di Pangandaran ini juga dikenal sebagai Terowongan Sumber dan dibangun pada masa kolonial Belanda. Nah, selain di Indonesia, terowongan kereta api di belahan dunia pun tak kaleng-kaleng. Panjangnya itu bisa mencapai lebih dari 50 kilometer. Bahkan hampir menembus 60 kilometer. Kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kalian terowongan kereta api terpanjang di dunia. Sekaligus negara yang menjadi pemegang rekor sebagai terowongan kereta api terpanjang di dunia. 1. Terowongan Guanjiao Baru (32,65 kilometer) Berada di jalur kedua kereta api Qinghai-Tibet, menembus Pegunungan Guanjiao di China bagian barat laut. Terowongan ini dikenal sebagai terowongan kereta dataran tinggi terpanjang di dunia, karena berada di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut. Terowongan yang memiliki dua lorong paralel, masing-masing berisi satu jalur kereta (single track), dan dirancang untuk kecepatan hingga 160 km/jam. Terowongan ini menjadi salah satu infrastruktur kunci dalam jaringan Qinghai-Tibet Railway, yang memperkuat konektivitas Tibet dengan jaringan rel utama di Tiongkok. 2. Terowongan Dasar Lotschberg (34, 57 kilometer) Terowongan Dasar Lotschberg dibangun menembus Pegunungan Alpen sebagai bagian dari proyek New Railway Link through the Alps (NRLA). Terowongan ini mulai beroperasi pada 2007. Terowongan yang dirancang dengan standar keselamatan tinggi ini mampu melayani kereta penumpang dan barang. Terowongan Dasar Lötschberg menggunakan rel tanpa ballast, dan kereta dapat melaju hingga kecepatan 250 km/jam. 3. Terowongan Yulhyeon (50,3 kilometer) Terletak di Provinsi Gyeonggi, mulai beroperasi pada tahun 2016. Terowongan ini menjadi salah satu terowongan kereta bawah tanah terpanjang di Asia, terutama karena melayani lalu lintas penumpang yang sangat padat di wilayah metropolitan Seoul. Terowongan ini membentuk bagian terbesar dari jalur Suseo High-Speed Railway sepanjang 61.1 km, yang menghubungkan Suseo di Seoul dengan Pyeongtaek di selatan ibu kota. Proyek ini dibangun menggunakan metode New Austrian Tunneling Method (NATM). 4. Terowongan Seikan (53,85 kilometer) Merupakan salah satu terowongan kereta bawah laut terpanjang di Asia, sebagian besar jalurnya berada di bawah dasar laut Selat Tsugaru yang diresmikan pada 1988. Terowongan ini melintas di bawah Selat Tsugaru dan menghubungkan dua pulau besar Jepang, Hokkaido dan Honshu. Saat ini, terowongan Seikan dilintasi Shinkansen dan juga kereta reguler. Sekitar 23,3 km dari total panjangnya berada tepat di bawah dasar laut. Di dalam terowongan ini terdapat dua stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Tappi-Kaitei dan Stasiun Yoshioka-Kaitei. 5. Terowongan Dasat Gotthard (57,09 kilometer) Hampir sepanjang 60 kilometer, Terowongan Dasar Gotthard dioperasikan pada 2016, merupakan terowongan kereta api terpanjang di dunia yang menembus Pegunungan Alpen Swiss. Kehadiran terowongan ini meningkatkan kapasitas angkutan melalui pegunungan Alpen, terutama untuk kereta barang di koridor Rotterdam, Basel, dan Genoa, sehingga mendorong perpindahan moda angkutan dari truk ke kereta. Itulah negara-negara yang memiliki terowongan kereta api terpanjang di dunia. Apakah kalian tertarik untuk mencoba merasakan sensasinya?
Sensasi Naik Kereta Api di Bumi Parahyangan Melewati Jembatan Terpanjang dan Tertua

Stasiun Macquarie Fields: Kisah Horor Hantu Gadis Berseragam Sekolah di Pinggiran Sydney

Stasiun kereta api Macquarie Fields, yang terletak di jalur T8 Airport & South Line di barat daya Sydney, Australia, mungkin tampak biasa saja pada siang hari. Namun, stasiun kecil yang relatif tidak ramai ini telah mendapatkan reputasi angker, menjadikannya salah satu tempat paling seram di kawasan Sydney. Isu horor ini tidak hanya sekadar desas-desus, tetapi berakar pada sebuah tragedi nyata yang terjadi beberapa dekade lalu. Kisah seram di Macquarie Fields berpusat pada penampakan yang diyakini sebagai arwah seorang gadis muda yang meninggal karena kecelakaan tragis di dekat stasiun tersebut. Sosok yang sering menampakkan diri digambarkan sebagai seorang gadis muda berseragam sekolah putih dan biru (seragam khas sekolah di Sydney). Mayoritas cerita merujuk pada insiden tragis yang terjadi pada tahun 1980-an atau 1990-an. Beberapa versi menyebutkan gadis itu tewas tertabrak kereta saat berdiri terlalu dekat dengan tepi peron atau saat mencoba menyeberang jalur rel. Mengingat stasiun ini tidak dijaga dan cenderung sepi setelah jam sibuk, banyak penumpang terakhir, pekerja kereta api, dan bahkan polisi yang bertugas di area tersebut melaporkan pengalaman yang menakutkan.
“The Exit 8” – Game Indie yang Bikin Kamu Ketakutan di Stasiun Bawah Tanah Tokyo
Penampakan paling sering disertai dengan suara tangisan atau rintihan pilu yang berasal dari jalur rel atau ujung peron yang gelap. Suara ini terdengar jelas meskipun tidak ada orang lain di sana. Hantu gadis berseragam tersebut sering terlihat berdiri di Peron 1 jalur ke arah pusat kota) atau di rel. Ketika didekati atau ketika pengamat berkedip, sosok tersebut akan menghilang secara instan. Beberapa saksi melaporkan bahwa lampu stasiun berkedip-kedip atau mati total ketika sosok itu muncul. Selain itu, peralatan komunikasi radio dan ponsel juga dilaporkan mengalami gangguan saat berada di area rel tertentu pada malam hari. Stasiun Macquarie Fields telah menjadi subjek penelitian paranormal dan video ghost hunting di Australia. Reputasinya yang angker telah diabadikan dalam berbagai cerita urban, memperkuat statusnya sebagai salah satu hotspot paranormal utama di sistem kereta api Sydney. Terlepas dari kisah horornya, otoritas transportasi setempat tidak pernah secara resmi mengomentari insiden supranatural, tetapi mereka sering mengingatkan publik untuk selalu menjaga jarak aman dari tepi peron, terutama di malam hari.
Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Begini Penampakan KA Wisata Jaka Lalana Saat Lakukan Uji Coba

Elegan. Mungkin itulah kata yang diberikan untuk kereta wisata yang jadi perbincangan hangat akhir-akhir ini. Ya, Kereta Api (KA) Wisata Jaka Lalana akhirnya ‘keluar kandang’ untuk lakukan uji coba. Rangkaian ini digadang-gadang akan digunakan pada 14 Desember 2025 mendatang sebagai kereta wisata dengan rute Stasiun Gambir hingga Stasiun Cianjur pulang pergi. Ya, rangkaian dengan livery warna hijau bertuliskan ‘Haritage Class’ ini merupakan rangkaian baru hasil karya Balai Yasa Manggarai di uji coba pada hari ini, Rabu 10 Desember 2025. Rangkaian uji coba kereta wisata ini terdiri dari lokomotif – 2 unit kereta Djoko Kendil – 2 unit kereta kelas eksekutif 1 kereta makan – 1 kereta pembangkit.
KA Wisata Jaka Lalana interior dan eksterior. (Foto: Dok. Istimewa)
Uji coba ini dari Stasiun Manggarai menuju ke jalur selatan. Dimana jalur tersebut yang akan beroperasi sebagai kereta wisata ini. Keberangkatan dari Stasiun Manggarai pukul 11.30 WIB melewati berbagai stasiun besar sepeti: Bogor, Sukabumi dan berakhir di Stasiun Cianjur. Adapun saat tiba di Stasiun Bogor berhenti cukup lama. Selain pengecekan rangkaian, uji coba kereta wisata ini menunggu keberangkatan rangkaian KA Pangrango (rute Bogor Paledang – Sukabumi). Karena kecepatan setelah Stasiun Bogor hanya dibatasi hingga 50 – 60 km/jam tergantung jalur yang memiliki wilayah yang ekstrem. Melihat rangkaian yang memiliki corak livery heritage sangat sesuai dengan jalur yang dilewati. Selain pemandangan yang menawan, jalur Bogor – Cianjur pun merupakan jalur legendaris yang merupakan jalur tertua yang menghubungkan antara Jakarta – Bandung. Jalur kereta tertua ini pun terlihat saat melewati Terowongan Lampegan yang berada di jalur yang sama. Terowongan tersebut dibangun pada 1879 – 1882. Uji coba memang memakan waktu cukup lama, karena hampir semua stasiun disinggahi kereta ini. Masing-masing stasiun berhenti sekitar 2 menit untuk pengecekan rangkaian. Selain itu, dipilihnya jalur Bogor – Cianjur karena bisa menguji coba pengereman saat melewati tanjakan maupun turunan. Adapun jalur-jalur yang terkenal ekstrem salah satunya di kilometer 77 antara Stasiun Lampegan dengan Stasiun Cibeber. Uji coba KA Wisata Jaka Lalana merupakan angin segar untuk masyarakat yang ingin menambah pengalaman baru sensasi kenyamanan saat menggunakannya. Ditambah interior kereta ini menawarkan suasana heritage yang bisa dinikmati masyarakat dengan pelayanan yang lebih memuaskan.
Lampegan, Terowongan Tertua di Indonesia, Abadikan Misteri Nyi Ronggeng

Hari ini 106 Tahun Lalu, Penerbangan Terjauh di Dunia Inggris-Australia Dimulai! Sempat Mampir di Batavia dan Surabaya

Pada hari ini, 106 tahun lalu, bertepatan dengan 10 Desember 1919, penerbangan terjauh di dunia, dari Inggris ke Australia, dimulai. Penerbangan tersebut dijajaki oleh veteran Perang Dunia I asal Australia, kakak-beradik Keith Macpherson Smith dan Ross Macpherson Smith, dibantu dua mekanik Wally Shiers dan Jim Bennett. Baca juga: Hari Ini, 88 tahun Lalu, Wolfgang von Gronau Keliling Dunia Selama 111 Hari Pakai Pesawat Amfibi Dikutip dari adelaide.edu.au, penerbangan epik itu dimulai saat Pemerintah Persemakmuran Australia menawarkan hadiah sebesar £A10.000 untuk penerbangan pertama dari Inggris Raya ke Australia, Mei 1919. Saat itu, setelah konsultasi dengan Royal Aero Club, Billy Hughes, Perdana Menteri Australia, dan George Pearce, Menteri Pertahanan Australia, mengumumkan agar penerbangan terjauh di dunia -untuk ukuran kala itu- dalam kompetisi tersebut harus diikuti oleh warga negara Australia dan menggunakan pesawat buatan Inggris. Tak hanya itu, kompetisi tersebut juga mengharuskan para peserta menyelesaikan penerbangan itu dalam tempo 720 jam berturut-turut (30 hari) dan diselesaikan sebelum 31 Desember 1920 pukul 00.00 waktu setempat. Disebutkan pula, titik keberangkatan harus dimulai dari Hounslow Heath Aerodrome, London (untuk pesawat di darat) atau Royal Naval Air Station (RNAS) Calshot, selatan London (untuk pesawat amfibi dan flying boat), dengan titik cek point di Alexandria dan Singapura, sebelum sampai di tujuan akhir di wilayah Darwin, Australia. Setiap penerbangan akan berlangsung di bawah aturan kompetisi Royal Aero Club, yang akan mengawasi awal, dan mengendalikan jalannya kompetisi secara umum. Dalam kompetisi itu, ada sekitar enam kelompok dengan enam pesawat berbeda. Masing-masing kelompok melakoni penerbangan di waktu yang berbeda-beda. Salah satunya pesawat Vickers Vimy yang diawaki oleh duo Smith dan dua teknisi. Pesawat tersebut diketahui lepas landas pada titik yang ditentukan pada 8.30 pagi tanggal 12 November 1919. Pesawat kemudian terbang melewati Lyon, Roma, Kairo, Damaskus, Basrah, Karachi, Delhi, Kalkuta, Akyab, Rangoon, Songkhla, Siam, Singapura, Batavia, dan Surabaya. Di Surabaya, pesawat sempat mengalami kendala teknis sehingga harus mendarat darurat di landasan pacu sementara yang terbuat dari serat bambu. Dari Surabaya, pesawat melanjutkan penerbangan ke Darwin dan tiba di sana pada pukul 16.10 pada 10 Desember 1919, melalui jarak sejauh 18.250 km, dengan total waktu terbang mencapai 135 jam 55 menit pada kecepatan rata-rata 131,8 km. Perlu diketahui, di sumber lain, justru tanggal 12 November 1919, dua Smith baru memulai perjalanan dan menyelesaikannya setelah 28 hari. Baca juga: Hari Ini, 37 Tahun Lalu, Pertama Kali Dalam Sejarah Dua Maskapai Barter Pesawat Terlepas dari itu, setelah sampai di Darwin, duo Smith dan tim mekanik langsung disambut oleh perdana menteri serta pejabat lainnya. Di momen itu, keempat orang tersebut juga menerima uang yang dijanjikan sebagai pemenang pertama kompetisi tersebut. Sayang beribu sayang, usai memenangi kompetisi tersebut, Keith Macpherson Smith tewas mengenaskan bersama Jim Bennett saat sedang menguji coba pesawat untuk kompetisi selanjutnya. Nahasnya lagi, kecelakaan itu disaksikan langsung oleh saudaranya Ross Macpherson Smith.

Ingin Merasakan Kereta Wisata saat Libur Nataru? Simak Daftarnya

Lain dari yang lain. Ya, mungkin itulah yang ingin dirasakan masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 saat menggunakan kereta api. Berbagai kelas yang disediakan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu membuat masyarakat yang menggunakannya sudah menjadi hal yang biasa. Ada kelas ekonomi hingga eksekutif telah tersedia pada jadwal yang diinginkan. Namun bagaimana sensasi jika menggunakan kereta wisata? Ya, dalam perjalanan kereta api saat libur Nataru tentu KAI sudah menyiapkan kereta api dari berbagai kelas termasuk kelas wisata. Nah, kereta wisata ini akan menemani perjalanan penumpang saat libur Nataru dengan fasilitas yang lebih nyaman dibanding kelas lainnya. Kereta wisata ini akan melintasi jalur kereta api di sepanjang Pulau Jawa. Tentunya ada berbagai macam kereta wisata yang nantinya disediakan.
Penumpang memasuki kereta wisata di Stasiun Gambir. (Foto: Dok. KAI)
Begitu pun pada PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) memastikan kesiapan operasional dalam melayani pelanggan selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mendatang. Melalui layanan Kereta Wisata, KAI Wisata menargetkan peningkatan minat perjalanan wisata berbasis kereta api di berbagai rute unggulan. Direktur Utama KAI Wisata Hendy Helmy mengatakan KAI Wisata siap melayani pelanggan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan peningkatan layanan, ketersediaan armada, serta kesiapan operasional di seluruh lini. Melalui layanan Kereta Wisata, KAI Wisata menargetkan peningkatan minat perjalanan wisata berbasis kereta api di berbagai rute unggulan. Pada periode Angkutan Nataru yang berlangsung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mendatang, KAI Wisata menjalankan 32 perjalanan Kereta Wisata Pola FIT yang terdiri dari berbagai tipe yaitu kereta Priority, Imperial, dan Panoramic dengan kapasitas maksimal 1.152 penumpang per hari. Pada periode Angkutan Nataru yang berlangsung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI Wisata siap menjalankan 32 perjalanan Kereta Wisata Pola FIT yang terdiri dari berbagai tipe yaitu kereta Priority, Imperial, dan Panoramic dengan kapasitas maksimal 1.152 penumpang per hari. Biasanya estimasi puncak lonjakan penumpang diperkirakan terjadi pada 24 Desember 2025 serta 2 Januari 2026. Selain pola FIT, KAI Wisata juga mencatat 18 pemesanan perjalanan charter hingga saat ini dan diprediksi terus bertambah mendekati masa libur. Layanan pola charter terdiri dari berbagai jenis armada: • Kereta Istimewa • Kereta Priority • Kereta Imperial • Kereta Panoramic • Kereta Tematik Bali, Sumatera, dan Toraja. Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, seluruh layanan unggulan KAI Wisata seperti Luxury Lounge, Shower & Locker, Rail Transit, serta E-Porter di berbagai stasiun juga disiagakan sepenuhnya. KAI Wisata dalam memberikan pengalaman perjalanan berstandar tinggi berkomitmen menyambut masa liburan ini dengan pelayanan terbaik, peningkatan fasilitas, serta kesiapsiagaan penuh di seluruh titik operasional dan berharap seluruh pelanggan dapat menikmati momentum liburan akhir tahun dengan aman dan menyenangkan.
Kereta Panoramic Belum Bisa Dioperasikan Secara Reguler, Kenapa? Ini Jawaban dari PT KAI

Si Hijau Lokomotif CC 203: Nasibmu Berujung Tak Pasti

Bagi pecinta kereta api (railfans) pasti sudah mengenal lokomotif dengan ciri unik yang satu ini. Ya, lokomotif seri CC 203 dengan livery identik warna hijau strip orange ini adalah satu-satunya warna yang sangat berbeda. Lokomotif ini hanya ditemukan di Sumatera Selatan. Nah, lokomotif hijau ini hanya dapat ditemui di wilayah PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Divisi Regional (Divre) 3 Palembang dan 4 Tanjung Karang, Lampung. Keberadaannya saat itu sebenarnya melengkapi koleksi lokomotif unik lain yang hanya ada di Divre IV selain lokomotif CC 202, CC 205 dan CC 201. Masa kejayaan saat dinas, lokomotif tersebut hanya ada 4 unit CC 203 bercat hijau yang beroperasi di sana. Namun uniknya, seluruh lokomotif tersebut milik pabrik kertas PT Tanjung Enim Lestari (TEL). Meskipun bukan milik KAI, namun operasional lokomotif berhidung miring ini tetap dilakukan oleh kru dari KAI. Seri lokomotif hijau ini terdiri dari CC 20331, CC 20332, CC 20333, dan CC 20334. Namun ada hal yang membuat salah satu lokomotif tidak bisa dioperasikan lagi, yaitu seri CC 20333 mengalami Peristiwa Luarbiasa Hebat (PLH) yang ringsek dan terguling pada Februari 2008 lalu.
Lokomotif CC 203 saat membawa Gerbong Tutup (GT) angkutan bubur kertas. (Foto: Dok. Laman Kaori Nusantara)
Lokomotif buatan General Elektrik (GE) Lokindo tahun 2000 ini berwarna putih strip biru seperti saudaranya yang ada di Jawa. Namun pada Desember 2007, warnanya diganti menjadi hijau setrip orange-kuning. Pengecatan lokomotif ini dilakukan di Balai Yasa Lahat, Sumatera Selatan. Saat pengecatan tentu tak ada logo KAI bahkan Departemen Perhubungan hanya polos hijau strip orange saja. Karena lokomotif ini sepenuhnya milik PT TEL, maka dinasan si Hijau ini hanya untuk kepentingan PT TEL saja, yaitu mengangkut ‘bubur kertas’ dari Niru ke Tarahan sejauh 347 kilometer. Gerbong yang dipergunakan mengangkut bubur kertas ini berjenis Gerbong Tutup (GT). Menggunakan gerbong jenis itu supaya kertas yang diangkut tidak berhamburan keluar. Saat rangkaian tiba di Tarahan, pengangkutan bubur kertas selanjutnya diteruskan dengan kapal. Perjalanan rangkaian ini hanya dilakukan satu kali dalam sehari. Waktu itu lokomotif CC 203 hanya menarik satu unit saja, terkadang hingga 2 unit lokomotif tergantung berapa jumlah gerbong yang dibawa. Namun biasanya yang dibawa sebanyak 15 gerbong. Saat ini keberadaan lokomotif CC 203 hijau masih berada di Tarahan, bahkan bisa dibilang mangkrak tak ada aktifitas. Pengelola dari PT TEL pun tak ada pergerakan sama sekali untuk diapakan selanjutnya lokomotif tersebut. Sempat ada kabar burung, lokomotif hijau ini akan dikirim ke Balai Yasa Yogyakarta untuk diperbaiki, namun hingga kini masih kurang belum ada informasi selanjutnya. Bisa dikatakan lokomotif ini tak memiliki kepastian apakah akan dioperasikan atau tidak.
Produksi Indonesia, Lokomotif CC203 Atau GE U20C Pernah Digunakan di Filipina dan Australia

PTDI dan PT BIBU Panji Sakti Tanda Tangani MoU Pengadaan 3 Unit Pesawat N219 Konfigurasi Kargo

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT BIBU Panji Sakti mengenai pengadaan 3 unit pesawat N219 konfigurasi kargo. Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal dan Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto S. Adiatmoko Hariwibowo di Hanggar Aircraft Services (ACS), PTDI Bandung. PT BIBU Panji Sakti merupakan salah satu Perusahaan swasta berbasis di Bali yang saat ini juga tengah mempersiapkan pengembangan aktivitas penangkapan dan pengolahan hasil laut yang membutuhkan fasilitas distribusi udara. Untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan pengiriman komoditas laut bernilai tinggi, pesawat N219 menjadi pilihan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas distribusi komoditas laut tersebut. ”Melalui pengoperasian N219 sebagai feeder aircraft, proses pengumpulan komoditas dan biota laut dari berbagai titik di wilayah Bali dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Hasil komoditas tersebut selanjutnya akan diteruskan ke pesawat berbadan besar untuk jalur ekspor, sehingga membentuk rantai logistik end-to-end yang terintegrasi. Melalui pengoperasian N219, waktu tempuh logistik juga dapat dipersingkat secara signifikan sehingga memperkuat daya saing produk laut bernilai tinggi tersebut,” tambah Moh Arif Faisal. PTDI dan PT BIBU Panji Sakti berkomitmen bersama untuk melakukan penyusunan analisis investasi pengangkutan komoditas laut di Bali melalui pengoperasian pesawat N219, meliputi pemetaan rute potensial, volume kebutuhan, analisis teknis dan ekonomis, serta penyusunan rekomendasi operasional. Nota Kesepahaman ini akan menjadi fondasi penting kerja sama komersial dan teknis dalam mendukung rantai pasok industri maritim Bali kedepan. Saat ini, PTDI telah mengamankan sejumlah kontrak dan Letter of Intent (LoI) terhadap pesawat N219, antara lain kontrak pengadaan 6 (enam) unit dari Kementerian Pertahanan RI untuk mendukung operasi TNI AD dan kontrak pengadaan 5 (lima) unit dari Setdco Group untuk Pemerintah Demokratik Republik Kongo. Selain itu, PTDI juga telah menerima LoI untuk 4 (empat) unit N219 dari Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) RI, serta LoI untuk 25 (dua puluh lima) unit dari Linkfield Technologies, Cina. Di samping itu, beberapa Nota Kesepahaman dan LoI dengan sejumlah Pemerintah Daerah juga telah disepakati untuk mendukung kebutuhan transportasi udara perintis dan pelayanan publik di berbagai wilayah Indonesia.
Pacu Konektivitas Daerah, Pesawat N219 Siap Mengangkasa di Kepulauan Riau

Vietjet Torehkan Rekor Penerimaan 22 Pesawat dalam Sebulan

Vietjet secara resmi menyambut kedatangan pesawat A321neo ACF terbaru dengan nomor registrasi VN-A580. Kehadiran pesawat ini membawa Vietjet semakin dekat pada pencapaian penting, yaitu menerima 22 pesawat dalam kurun waktu hanya satu bulan. Armada baru yang telah diterima maupun yang akan datang meliputi 9 unit pesawat Boeing 737 untuk Vietjet Thailand dan 7 unit pesawat Airbus generasi terbaru dan 6 pesawat lainnya yang akan memperkuat Vietjet Group di Vietnam Ekspansi strategis ini, dengan jumlah pesawat yang hampir setara dengan armada maskapai berukuran menengah, menjadi upaya penambahan armada terbesar dalam satu bulan sepanjang sejarah Vietjet. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan pesat, strategi jangka panjang yang solid, dan ambisi global Vietjet dalam mempersiapkan diri menghadapi puncak perjalanan Tahun Baru Imlek 2026, sekaligus memperkuat jaringan rute internasionalnya. Saat ini, Vietjet mengoperasikan empat penerbangan langsung yang menghubungkan Indonesia dan Vietnam, yakni rute Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City. Penambahan armada ini memberikan akses yang semakin mudah bagi wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi utama di Vietnam, Asia, dan kawasan lainnya. Hingga kini, Vietjet telah mengangkut lebih dari 250 juta penumpang di seluruh kawasan Asia-Pasifik. Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi industri penerbangan global, mulai dari keterbatasan pesawat, gangguan rantai pasokan, hingga jadwal pengiriman pesawat yang semakin panjang, Vietjet justru mencatat pencapaian yang luar biasa. Keberhasilan menambah 22 pesawat baru dan modern dalam satu bulan menjadi bukti kredibilitas global Vietjet, didukung oleh kinerja keuangan yang baik serta reputasinya sebagai mitra penerbangan yang andal.
Vietjet Pesan 100 Unit Airbus A321neo, Total Pesanan Mencapai 280 Unit

Tantangan Melawan Gurun: Hambatan Teknis Proyek Kereta Cepat Arab Saudi-Qatar

Proyek pembangunan jaringan kereta cepat yang menghubungkan Arab Saudi dan Qatar adalah bukti ambisi besar kedua negara. Namun, merealisasikan kereta yang melaju hingga 350 kilometer per jam di lingkungan gurun pasir ekstrem menuntut solusi teknik yang revolusioner. Teknisi dan insinyur harus mengatasi beberapa hambatan lingkungan yang unik dan brutal. Hambatan teknis nomor satu di gurun adalah pasir. Pasir tidak hanya mengganggu, tetapi juga abrasif dan merusak. Butiran pasir yang dibawa angin kencang (badai pasir) bertindak seperti sandblasting (pengamplasan) terus-menerus. Hal ini merusak kaca jendela, lapisan pelindung pesawat, dan yang paling kritis, komponen mesin kereta, bogie (roda), dan kabel sinyal. Komponen harus dirancang dengan sealing yang ekstrem dan material yang sangat keras.
Terobosan Integrasi Teluk: Arab Saudi dan Qatar Sepakati Proyek Jaringan Kereta Cepat
Akumulasi pasir di atas rel dapat menyebabkan gesekan yang tidak terduga, yang dapat mengganggu adhesion (daya rekat roda pada rel), memicu wheel slip, dan berpotensi menyebabkan gangguan pengereman darurat. Suhu di gurun dapat mencapai 50 derajat celcius pada siang hari, dan perbedaan suhu antara siang dan malam sangat ekstrem. Fluktuasi suhu yang besar menyebabkan rel baja mengalami ekspansi dan kontraksi yang signifikan. Jika tidak dihitung dengan cermat, hal ini dapat menyebabkan lenturan atau deformasi jalur kereta (rail buckling), yang sangat berbahaya pada kecepatan tinggi. Sistem kereta cepat (seperti motor, power electronics, dan air conditioning untuk kabin) menghasilkan panas yang besar. Sistem pendingin harus mampu mengatasi panas internal dan panas eksternal lingkungan sekaligus, tanpa mengalami kegagalan fungsi. Meskipun bukan masalah teknis rel, desain interior dan sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) harus mampu menjaga suhu kabin tetap stabil dan nyaman, terisolasi dari suhu luar yang membakar. Kereta cepat modern sangat bergantung pada sinyal dan komunikasi radio (GSM-R atau setara) untuk menjaga jarak aman antar kereta dan mengontrol kecepatan. Dataran luas gurun dan kondisi atmosfer tertentu dapat menyebabkan gangguan sinyal (fading atau multipath interference). Sistem komunikasi harus sangat andal dan redundan (berlapis) untuk memastikan komunikasi yang tidak terputus sepanjang jalur ribuan kilometer. Membuat jalur kereta stabil di atas pasir dan tanah gurun yang kering dan gembur memerlukan teknik rekayasa sipil khusus. Untuk mencegah erosi angin dan air (saat hujan langka) mengikis fondasi rel, insinyur harus membangun lapisan dasar yang kokoh dan perlindungan samping yang memadai, seringkali menggunakan stabilisasi tanah atau beton pracetak. Untuk mengatasi semua hambatan ini, proyek Arab Saudi-Qatar dipastikan menggunakan teknologi dan bahan bersertifikat dari Jerman atau Perancis, yang telah terbukti andal dalam kondisi panas, seperti yang digunakan pada proyek kereta cepat Haramain (Mekkah-Madinah).
“Mauritania Railway” – Jalur Kereta Ekstrem yang Belah Gersangnya Gurun Sahara

Terobosan Integrasi Teluk: Arab Saudi dan Qatar Sepakati Proyek Jaringan Kereta Cepat

Dalam langkah signifikan menuju integrasi regional, Arab Saudi dan Qatar dilaporkan telah menandatangani kesepakatan tingkat tinggi untuk memulai pembangunan jaringan kereta cepat yang akan menghubungkan kedua negara. Proyek ini dipandang sebagai koridor infrastruktur utama yang akan meningkatkan konektivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas antar warga negara anggota GCC (Gulf Cooperation Council). Konsep jaringan kereta cepat ini dirancang sebagai bagian penting dari inisiatif regional yang lebih luas. Jaringan ini tidak hanya menghubungkan dua ibu kota, tetapi juga mengintegrasikan pusat-pusat ekonomi utama. Jalur utama kereta cepat akan dirancang untuk menghubungkan ibu kota Riyadh, Arab Saudi dengan Doha, Qatar. Rute ini diperkirakan akan melintasi bagian timur Arab Saudi, melewati kota-kota penting atau simpul logistik sebelum menyeberang ke Semenanjung Qatar. Tujuannya adalah memangkas waktu perjalanan yang saat ini memakan waktu berjam-jam melalui jalan darat atau melalui penerbangan singkat yang seringkali tidak efisien. Kereta cepat ini diharapkan dapat mengurangi waktu tempuh antara dua ibu kota menjadi hanya sekitar dua hingga tiga jam. Jaringan ini juga berfungsi sebagai bagian dari potensi jaringan Jalur Kereta GCC (GCC Railway) yang lebih ambisius di masa depan, yang bertujuan menghubungkan seluruh negara Teluk. Mengingat skala dan kompleksitas geografis proyek yang melintasi gurun dan daerah perbatasan, pembangunan akan dibagi dalam beberapa fase yang membutuhkan alokasi dana dan teknologi besar-besaran. Fase konstruksi diperkirakan akan dimulai secara resmi pada akhir 2026 atau awal 2027, setelah semua studi teknis, rekayasa, dan pembiayaan diselesaikan. Pembangunan akan difokuskan pada pengadaan lahan dan pembangunan fondasi jalur di kedua sisi perbatasan. Pemerintah kedua negara menargetkan proyek ini dapat beroperasi penuh pada tahun 2032. Realisasi pada tahun 2032 ini akan bertepatan dengan persiapan Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah acara internasional besar di bawah Visi 2030 mereka, sehingga proyek ini dapat melayani lonjakan wisatawan dan pelaku bisnis regional. Meskipun kontrak pengadaan spesifik seringkali dirahasiakan sebelum tahap tender final, tren infrastruktur kereta cepat di kawasan Teluk menunjukkan kecenderungan kuat terhadap teknologi Eropa dan Asia Timur yang teruji. Kontrak untuk penyediaan kereta dan sistem perkeretaapian diperkirakan akan dimenangkan oleh konsorsium dari Perancis (Alstom), Jerman (Siemens), atau Cina. Perancis (Alstom) dan Jerman (Siemens) merupakan kandidat kuat karena mereka menyediakan kereta cepat untuk proyek kereta Haramain di Arab Saudi dan dikenal menawarkan teknologi yang tahan terhadap iklim gurun yang ekstrem (suhu tinggi dan badai pasir). Cina juga menjadi pesaing utama karena penawaran harga yang kompetitif dan rekam jejak pembangunan jalur cepat dalam skala besar. Proyek ini tidak hanya mewakili kemajuan teknis, tetapi juga simbol konkret dari pencairan hubungan dan keinginan untuk mencapai integrasi ekonomi yang lebih dalam antara Arab Saudi dan Qatar.
Untuk Rute Utara-Selatan, Saudi Arabia Railways ‘Cari’ Rangkaian Kereta Berkecepatan 200 Km per Jam