Fenomena unik untuk menghindari biaya kelebihan bagasi kembali terulang dan menjadi viral di media sosial Filipina. Pada 2 Oktober 2025, seorang penumpang bernama Gel Rodriguez sekali lagi menjadi sorotan setelah mengulangi aksi ekstremnya, di mana ia mengenakan berlapis-lapis pakaian untuk mengurangi berat kopernya di bandara.
Meskipun Gel Rodriguez telah menjadi terkenal karena aksi serupa pada tahun 2019, Ia membuktikan bahwa masalah biaya kelebihan bagasi masih menjadi kendala besar bagi penumpang berbiaya rendah (low-cost carriers).
Insiden ini terjadi saat Rodriguez melakukan check-in di salah satu bandara lokal di Filipina. Kopernya tercatat memiliki berat 9 kilogram (kg), melebihi batas bagasi kabin yang diizinkan maskapai.
Untuk kedua kalinya, daripada membayar denda yang mahal, Rodriguez memilih solusi yang tidak nyaman namun efektif. Ia mengeluarkan pakaian terberat dari kopernya dan mulai mengenakannya, Ia mengenakan beberapa lapis jaket, kaus, dan celana yang tebal.
Setelah berpakaian lengkap dan tampak kembung, ia berhasil mentransfer 2,5 kg pakaian ke badannya. Setelah aksinya itu, berat koper yang tersisa adalah 6,5 kg (dari 9 kg awal), yang membuatnya lolos di bawah batas maksimum bagasi kabin.
Foto Rodriguez yang diunggah tak lama setelah kejadian pada awal Oktober 2025 tersebut langsung menyebar. Kejadian ini memicu diskusi baru di media sosial mengenai aturan bagasi maskapai penerbangan yang semakin ketat dan mahal, terutama setelah pandemi.
Aksi Rodriguez ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol protes diam-diam terhadap biaya tambahan yang dibebankan kepada penumpang. Namun, Rodriguez tetap memberikan peringatan:
“Ini berhasil mengurangi 2,5 kg, tapi sungguh panas dan sangat tidak direkomendasikan untuk sering dilakukan!”
Kisah ini menegaskan bahwa bahkan beberapa tahun setelah insiden pertamanya, masalah biaya bagasi yang melonjak masih mendorong penumpang untuk mengambil tindakan kreatif yang sangat tidak lazim.
Tinggal menghitung hari, wisata kereta api (KA) Jaka Lalana yang akan hadir meramaikan di sepanjang jalur Jakarta Cianjur. Ya, mulai tanggal 14 Desember 2025 akan dioperasikan kereta wisata tersebut dengan keberangkatan awal dari Stasiun Gambir pada pukul 08.00 WIB dan dari Stasiun Cianjur pukul 16.00 WIB ini bakalan bermanfaat. Sebab akan ada kawasan wisata yang bisa dijangkau oleh KA Jaka Lalana ini.
Kehadiran KA Jaka Lalana bukan cuma nambah opsi perjalanan dari Jakarta menuju Cianjur, tapi juga otomatis mendorong akses wisata alam di sepanjang jalur selatan Jawa Barat. Mulai beroperasi 14 Desember 2025, kereta ini bakal bawa penumpang melintasi rute Gambir–Cianjur lewat Depok, Bogor, dan Sukabumi dengan panorama bukit yang literally aesthetic buat para petualang.
Dengan konsep perjalanan wisata dan total 17 stasiun pemberhentian, KA Jaka Lalana jadi opsi yang lebih fleksibel buat kamu yang pengin healing tipis-tipis tanpa ribet bawa kendaraan sendiri. Apalagi, beberapa stasiun transitnya—terutama Sukabumi dan Cianjur—jadi pintu masuk ke destinasi alam yang lagi naik daun.
Kereta wisata ini melewati beberapa daerah di sepanjang jalur selatan Jawa Barat, termasuk di Kota Sukabumi. Nah, berikut ini kabarpenumpang merekomendasikan tempat liburan yang bisa dikunjungi setelah turun dari KA Jaka Lalana.
Stasiun Cianjur yang nantinya sebagai tempat pemberhentian terakhir KA Jaka Lalana. (Foto: Dok. Istimewa)• Curug Cibeureum
Di kawasan Cibodas, ada Curug Cibeureum, air terjun setinggi 40 meter yang alirannya super jernih dan suasananya adem maksimal. Buat yang suka foto-foto, tempat ini nggak bakal bikin kecewa karena pemandangan khas hutan pegunungan Jawa Baratnya benar-benar cinematic. Aksesnya juga relatif mudah, tinggal trekking santai beberapa kilometer, dan kamu bakal disambut suara gemuruh air yang syahdu banget.
• Kebun Raya Cibodas
Destinasi ini adalah opsi family friendly yang aman buat semua umur. Terletak di ketinggian 1.500 mdpl, Kebun Raya Cibodas menawarkan udara super dingin dengan suhu sekitar 18 derajat. Koleksi flora-faunanya lengkap, area tamannya juga luas banget, cocok buat piknik keluarga atau jalan santai. Buat yang pengin liburan low effort tapi nyenengin, ini tempat terbaik.
• The Johns Cianjur Aquatic Resort
Buat kalian yang turun di Stasiun Cianjur, tinggal jalan sekitar 5 kilometer buat sampai ke The Johns Cianjur Aquatic Resort. Kawasan ini luasnya 13 hektare dengan 25 vila, waterpark, tempat camping, ATV, outbond, kolam pemancingan, hingga taman bermain anak. Tiket wahana mulai dari Rp20.000, jadi cukup ramah kantong buat liburan bareng keluarga atau bestie satu geng.
• Taman Wisata Alam Situ Gunung
Kalau kamu tipe yang suka spot foto epik, Situ Gunung wajib masuk list. Selain danaunya yang tenang dan dikelilingi hutan pinus, di sini ada Jembatan Gantung Situ Gunung, salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara. Turun di Stasiun Sukabumi, perjalanan ke tempat ini kurang lebih 45 menit. Bawa kamera atau ponsel yang baterainya penuh, karena view dari atas jembatan umumnya sangat menawan.
Dengan rute Gambir-Cianjur yang melewati destinasi wisata unggulan, KA Jaka Lalana jelas jadi pengalaman baru untuk berwisata di Jawa Barat. Wisatawan yang dulu harus menempuh perjalanan panjang via jalan raya yang penuh kemacetan, sekarang bisa duduk santai sambil menikmati panorama jalur selatan dari balik jendela kereta.
Naik Light Rapid Transit (LRT) Jabodebek memang sangat terbantu untuk masyarakat yang ingin melakukan perjalanan menuju ke pusat di Jakarta. Apalagi tarif LRT Jabodebek masih terbilang terjangkau dan relatif murah karena masih diberikan tarif subsidi oleh pemerintah.
Tarif masih subsidi ditambah fasilitas dan pelayanan yang nyaman, membuat masyarakat yang menggunakannya tentu sangat terbantu. Tak hanya itu, pengguna LRT Jabodebek pun cukup padat pada jam-jam tertentu terutama saat weekdays (hari kerja) termasuk saat memasuki jam perjalanan terakhir.
Adapun rute LRT Jabodebek yakni dari Stasiun Harjamukti (Cibubur) dan Stasiun Jatimulya (Bekasi) menuju ke pusat kota Jakarta hingga Stasiun Dukuh Atas. Kedua wilayah tersebut bertemu di satu jalur, yakni Stasiun Cawang. Jadwal perjalanannya pun cukup praktis bagi masyarakat yang biasa menggunakannnya.
Nah, bicara soal tarif LRT Jabodebek, diketahui bahwa hingga saat ini tarif tersebut masih sangat terjangkau karena menggunakan tarif subsidi dari pemerintah. Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (KM 67 Tahun 2023), tarif LRT Jabodebek dihitung berdasarkan jarak tempuh.
Untuk 1 kilometer pertama dikenakan tarif Rp5.000, setelah itu setiap per kilometer selanjutnya dikenakan Rp700. Tarif akan berbeda-beda tergantung stasiun keberangkatan dan stasiun tujuan.
LRT Jabodebek. Foto: LRT Jabodebek
Lalu bagaimana jika dihitung berdasarkan tarif asli LRT Jabodebek tanpa subsidi? Berdasarkan data Kemenhub yang dikutip dari laman Kompas, berikut simulasi tarif asli LRT Jabodebek tanpa subsidi dibandingkan dengan tarif bersubsidi yang berlaku saat ini:
• Rute Dukuh Atas – Jatimulya (±28 km)
Tarif asli atau tanpa subsidi perjalanan LRT Jabodebek adalah Rp37.268. Jika dibandingkan dengan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 36 persen.
• Rute Dukuh Atas – Harjamukti (±25 km)
Untuk rute ini jika menggunakan tarif asli LRT Jabodebek adalah Rp 33.275. Jika dibandingkan dengan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 34 persen.
• Rute Harjamukti – Jatimulya (±33 km)
Pada rute ini jika ditentukan dengan tarif asli pada perjalanan LRT adalah Rp43.923 sedangkan jika dibandingkan menggunakan tarif subsidi saat ini yaitu selisih 38 persen.
Tanpa subsidi pemerintah, tarif tiket LRT Jabodebek bisa mencapai Rp 37.000–Rp 44.000 per perjalanan, atau hampir dua kali lipat dari harga saat ini.
Diketahui, mulai 1 Juni 2024, LRT Jabodebek memiliki tarif maksimal sebesar Rp 20.000 berlaku pada hari kerja (Senin-Jumat) di jam-jam sibuk. Sementara itu, tarif maksimal sebesar Rp 10.000 berlaku pada hari kerja di luar jam sibuk, serta sepanjang jam operasional pada akhir pekan dan hari libur nasional. Adapun jam sibuk ditetapkan pada pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB, sementara jam non sibuk berlangsung di luar rentang waktu tersebut.
Sebuah penerbangan jarak jauh Qantas yang menggunakan pesawat Airbus A380-800 terpaksa membatalkan perjalanannya dan berbalik arah (turn around) ke Australia pada Jumat, 5 Desember 2025, setelah kru penerbangan menghadapi situasi darurat medis di udara.
Penerbangan QF63 adalah rute langsung yang sangat panjang dari Sydney (SYD) menuju Johannesburg (JNB), Afrika Selatan. Rute ini menempuh jarak yang sangat jauh, diperkirakan sekitar 11.000 hingga 11.100 kilometer. Sementara durasi penerbangan langsung ini biasanya berkisar antara 14 jam 30 menit hingga 14 jam 50 menit.
Kronologi insiden, pesawat superjumbo registrasi VH-OQL ini berangkat dari Sydney (SYD) sesuai jadwal pada pukul 09.30 AEDT. Setelah mengudara selama sekitar tiga jam dan mencapai wilayah paling selatan, yaitu di jalur udara antara Australia dan Antartika, kru penerbangan memutuskan untuk berbalik arah. Keputusan ini diambil karena seorang penumpang mengalami kondisi medis darurat di dalam pesawat.
Alih-alih melanjutkan perjalanan ke Johannesburg, kru penerbangan mengalihkan rute dan terbang menuju Melbourne (MEL) sebagai pangkalan alternatif terdekat untuk penanganan medis. Pesawat mendarat di Melbourne dua jam kemudian. Penumpang yang sakit segera diturunkan dan dibawa oleh ambulans yang telah siaga.
Insiden pengalihan rute ini menyebabkan pesawat dan penumpang tertunda. Setelah pendaratan, kru pesawat dilaporkan telah melebihi batas jam tugas (out of hour duty). Akibatnya, pesawat harus menunggu kru pengganti.
Penerbangan QF63 yang tertunda tersebut dijadwalkan ulang untuk lepas landas dari Bandara Melbourne pada keesokan harinya, Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 11.30 waktu setempat.
Guna menghubungkan antar terminal di bandara besar, lazimnya disediakan fasilitas seperti shuttle bus dan skytrain. Namun, ada yang unik di Bandara Gatwick London, yang menjadi bandara internasional terbesar di Inggris. Yaitu ada jembatan penghubung antar terminal yang dimensinya terbilang besar. Dengan strukturnya yang besar, jembatan yang melintas di atas jalur taxii ini bahkan dapat dilalui pesawat sekelas Boeing 747-400 di bawahnya.
Baca juga: Bandara Gatwick dan Heathrow Hadirkan Teknologi Anti Drone
Dikutip dari dailymail.co.uk, disebutkan jembatan berukuran besar itu telah beroperasi sejak tahun 2005 dan difungsikan untuk menghubungkan penumpang di terminal selatan (Pier 6) dan terminal utara. Dibangun dengan anggaran 110 juta poundsterling, jembatan di bandara Gatwick dipercaya dapat menghasilkan beberapa penghematan, seperti jadwal 55.000 shuttle bus akan bisa dipangkas oleh jembatan yang punya panjang 197 meter dan tinggi sekitar 32 meter ini.
Dari beberapa literasi, jembatan di bandara Gatwick disebut menjadi yang terbesar di dunia sebagai jembatan yang melintasi jalur taxii. Bukan hanya karena panjangnya, melainkan bobotnya yang mencapai 2.700 ton. Dibangun oleh Mace Group, filosofi jembatan ini tidak hanya untuk memudahkan mobilitas calon penumpang pesawat, lebih dari itu, adanya jembatan dapat mengurangi dampak bandara terhadap lingkungan.
Mace Group menyebut, fabrikasi off-site ekstensif harus dilakukan pada pembangunan struktur jembatan, 73 persen dari Pier 6 dibangun menggunakan elemen dan komponen prefabrikasi. Untuk mewujudkan superstuktur jembatan, setidaknya dihabiskan satu juta jam tenaga kerja selama proyek berlangsung.
Baca juga: Mudahkan Calon Penumpang, Bandara Gatwick Adopsi Augmented Reality
Pembukaan terminal baru yang dapat meng-handle 11 aktivitas pesawat dengan tiga juta penumpang, menjadi dasar dioperasikannya jembatan ini. Canggihnya, jembatan di bandara Gatwick dirancang untuk mengembang atau menyusut satu milimeter untuk setiap satu derajat perubahan suhu.
Hal yang wajib dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) jelang libur hari raya ataupun hari besar pastinya lakukan inspeksi. Ya, menggunakan kereta api khusus yang dimiliki KAI memang dijalankan tak hanya mengantar pejabat serta jajaran khusus kereta api saja, melainkan ditugaskan untuk pengecekan di sepanjang jalur kereta api di Jawa dan Sumatera.
Seperti yang dilakukan dua jenis kereta spesial yang dinamakan Kereta Inspeksi 3 dan 4. Dua jenis kereta bertenaga diesel ini melakukan inspeksi di jalur utara dan selatan. Nah, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 ini KAI melakukan inspeksi di sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa.
Alasan dilakukan inspeksi ini tentu sudah jelas, yakni menjaga keselematan dan kenyamanan penumpang yang hendak libur panjang saat Nataru berlangsung. Diketahui banyaknya kereta api tambahan akan diberlakukan mulai tanggal 19 Desember 2025 sampai dengan 6 Januari 2026.
Kesiapan petugas mengawal Kereta Inspeksi sepanjang jalur di Pulau Jawa. (Foto: Dok. KAI)
Inspeksi di dua lintasan utama Jawa ini menegaskan peran kereta api dalam mendukung kepentingan nasional, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan memperkuat pemerataan ekonomi saat puncak mobilitas akhir tahun. Selain itu inspeksi ini dilakukan untuk pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada periode angkutan Nataru.
Inspeksi lintas utara dimulai dari Gambir menuju Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang Tawang, Cepu, hingga Surabaya Pasar Turi dan Surabaya Gubeng. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Bangil, Jember, Kalisetail, sampai Ketapang. Lintasan ini menjadi tulang punggung mobilitas nasional, menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus jalur utama distribusi logistik antar kota besar.
Selama inspeksi berlangsung, sejumlah titik rawan di Jawa Timur perlu pengawasan intensif karena curah hujan tinggi berpotensi memengaruhi rel, jembatan, dan tebing. Hasil inspeksi menunjukkan pengawasan berjalan dan mitigasi dapat segera dilakukan.
Tak hanya itu, saat inspeksi, KAI memeriksa jalur, wesel, jembatan, sinyal, dan fasilitas stasiun. Untuk memperkuat prasarana, telah dipasang 84.525 meter rel baru, 189.883 m³ batu kricak, serta 12.084 bantalan sintetis pada jembatan baja. Selain itu, KAI menyiagakan 19 lokomotif, 17 kereta pembangkit, 3 crane, dan 2.483 petugas tambahan di titik strategis guna mendukung kesiapsiagaan Nataru.
Dengan dilakukan inspeksi ini, dapat mencerminkan komitmen yang kuat seluruh Insan KAI dalam menjaga keselamatan perjalanan, memperkuat mobilitas masyarakat, dan mendukung pemerataan aktivitas ekonomi melalui layanan transportasi yang aman dan andal.
Apa yang ada dibenak Anda saat menyebut nama Perancis, sebagian besar dari Anda boleh jadi akan terbanyang Menara Eiffel dan Museum Louvre di Kota Paris. Lain dari itu? Ikon transportasi kereta cepat TGV diyakini akan menyerap memori untuk mereka yang akrab dengan Negara Mode ini. Tak perlu langsung bertandang ke Perancis, pasalnya TGV sudah lumayan lekat dibenak banyak orang karena sering digunakan sebagai latar pengambilan gambar pada film-film ternama.
Dirunut dari sejarahnya, Train à Grande Vitesse (TGV) pada awalnya mulai beroperasi pada tanggal 27 September 1981 dengan rute TGV Sud-Est, Paris-Lyon. Kereta cepat yang beroperasi di Perancis ini dirancang khusus agar kompatibel dengan sistem perkeretaapian yang sudah ada sebelumnya. Walaupun ide pengadaan TGV ini sudah muncul sejak tahun 1960-an, namun membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 20 tahun untuk bisa menghadirkan salah satu pionir kereta cepat di dunia ini.
Baca Juga: Kereta Cepat Bi-Mode Shinkansen Siap Dirakit di Tanah Britania Raya
Adapun prototip pertama yang dihadirkan oleh pihak TGV ini masih menggunakan turbin gas dan sebuah alat yang dapat memproduksi listrik dengan menggunakan minyak. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman beyond.fr, prototipe ini dikenal dengan nama TGV 001. Namun ketika krisis energi menerpa Benua Biru pada tahun 1973, pihak TGV harus memutar otak agar armadanya tersebut bisa bertahan di tengah harga minyak yang melambung tinggi. Ternyata krisis tersebut memaksa TGV untuk menyerah pada keadaan dan menerima kritik dari banyak pihak yang mengatakan bahwa ide tersebut dianggap tidak praktis.
Berkaca pada pengalaman sebelumnya, TGV lalu menciptakan prototipe kereta listrik pertamanya pada tahun 1974. Seiring berjalannya waktu, beberapa uji coba dilakukan dan pembenahan di armada tersebut mengantarkan TGV pada penyempurnaan versi akhir dari kereta listrik ini. Diketahui, TGV sukses membangun sebuah kereta cepat bertenaga listrik pada tahun 1980. Setahun berselang, perusahaan tersebut membuka layanan perdananya yang menghubungkan Paris dan Lyon.
Sejak saat itu, nama TGV naik ke permukaan dan mulai dikenal oleh banyak orang. Pasar mereka pun meningkat, terlihat dari antusias warga Perancis yang mulai menumpukan alternatif perjalanan mereka dengan menggunakan armada TGV. Kesuksesan tersebut lalu tidak membuat pihak TGV pongah. Alih-alih menikmati kesuksesan, mereka lantas menambah rute perjalanan baru. Tercatat, beberapa jalur perjalanan lain telah dibuka, seperti Paris menuju Tours/Le Mans, Paris menuju Lille, dan Paris menuju Brussels.
Tidak membutuhkan waktu terlalu lama bagi TGV untuk mengembangkan jalur-jalur barunya tersebut. Sebut saja TGV Atlantique yang menghubungkan Paris dan Le Mans mulai beroperasi pada tahun 1989, TGV Nord-Eropa yang menghubungkan Paris dengan Lille mulai mengular pada tahun 1993, dan kereta Eurostar yang menghubungkan antara London dan Paris, Lille, Brussels yang mulai beroperasi pada tahun 1994.
Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia
Untuk urusan armada, kereta TGV ini berbentuk semi permanen dengan dua kereta bertenaga di setiap ujungnya. Dengan menambahkan bogie Jacobs di setiap rangkaian kereta, ini dapat memudahkan kereta TGV agar dapat berjalan dengan mulus. Dan di akhir rangkaian, kereta memiliki bogie tersendiri. Kereta TGV bisa diperpanjang dengan rangkaian dua TGV yang lain secara bersama-sama, dengan menggunakan coupler (perangkai) tersembunyi yang berada di moncong (hidung) daripada kereta TGV tersebut.
Tidak hanya TGV, beberapa negara lain juga memiliki teknologi yang hampir serupa dengan kereta cepat ini. Sebut saja Thalys yang menghubungkan Perancis ke Belgia, Jerman dan Belanda, dan Eurostar yang menghubungkan Inggris ke Perancis dan Belgia. Ada pula AVE, jaringan kereta berkecepatan tinggi di Spanyol, KTX di Korea Selatan, dan jangan lupakan Shinkansen, jaringan kereta berkecepatan tinggi dari Jepang.
Kereta Shinkansen. Sumber: wikipedia
Tidak lengkap rasanya jika berbicara kereta cepat tanpa menyinggung Shinkansen. Jepang sepertinya sudah dijadikan acuan oleh setiap negara, terutama dalam keretanya. Shinkansen yang kerap kali juga disebut sebagai kereta peluru pertama kali dibuka pada 1 Oktober 1964 untuk menyambut Olimpiade Tokyo. Jalur ini langsung sukses, melayani 100 juta penumpang kurang dari 3 tahun sejak dibuka pada tanggal 13 Juli 1967, dan melayani kurang lebih sekitar satu miliar penumpang pada 1976.
Shinkansen merupakan sarana utama untuk angkutan antar kota berbasis massal di Jepang, selain pesawat terbang. Kecepatan tertingginya bisa mencapai 300 km per jam, tidak berbeda jauh dengan TGV yang dapat menempuh kecepatan hingga 320 km per jam. Untuk masalah keamanan, tidak ada daftar kecelakaan yang berakibat fatal dalam pengoperasian Shinkansen sejak sekitar 40 tahun yang lalu. Namun ada beberapa orang terluka dan satu kefatalan dikarenakan pintu yang menjepit penumpang atau barang mereka.
Dengan hadirnya Shinkansen dan TGV di dunia transportasi, keberadaan keduanya seakan dijadikan panutan oleh negara-negara lain. TGV menjadi panutan bagi negara-negara di Eropa, sedangkan Shinkansen dijadikan panutan oleh negara-negara di Asia. Walaupun, tidak sedikit juga negara di Eropa yang menggaet Shinkansen dalam pengadaan sarana transportasi modern berbasis massal.
Batasan eksplorasi samudra telah didorong ke titik ekstrem baru menyusul pengumuman Cina mengenai dimulainya pembangunan pusat penelitian bawah laut. Fasilitas ini, yang menggabungkan laboratorium dasar laut berawak dengan simulator berbasis darat, bertujuan untuk memungkinkan enam peneliti tinggal di kedalaman 6.560 kaki (sekitar 2.000 meter) selama 30 hari penuh.
Proyek ini, yang dipimpin oleh Li Chaolun dari South China Sea Institute of Oceanology (SCSIO), secara radikal mengubah cara studi laut dalam dilakukan. Jika berhasil, Cina akan menjadi pelopor dalam studi ekologi laut dalam jangka panjang.
Kedalaman 2.000 meter dipilih karena merupakan lokasi utama dari fenomena rembesan dingin (cold seeps). Ini adalah ‘oasis’ di dasar laut di mana metana dan gas lain bocor dari kerak bumi, menciptakan ekosistem unik yang tidak bergantung pada sinar matahari.
Tujuan utama proyek ini adalah waktu. Misi eksplorasi laut dalam tradisional dengan kapal selam atau ROV hanya berlangsung singkat. Dengan menempatkan peneliti di habitat bertekanan selama sebulan, para ilmuwan dapat mempelajari perubahan biologi dan kimia laut yang lambat seperti yang terjadi di alam (in situ), tanpa harus menunggu ekspedisi berikutnya.
Kemudian tujuan lainnya mempelajari hydrate, yaitu es kaya metana yang terbentuk di bawah tekanan dan suhu dingin, yang sering ditemukan di dekat cold seeps.
Fasilitas ini memiliki desain yang unik dan sangat canggih, kru akan hidup di dalam struktur yang dirancang untuk menjaga tekanan di dalam habitat tetap setara dengan lingkungan laut luar. Ini adalah bagian dari teknik saturation diving yang memungkinkan mereka keluar dan bekerja tanpa dekompresi yang lama.
Laboratorium dasar laut ini akan dihubungkan dengan simulator berbasis darat. Pasangan ini memungkinkan tim untuk mereplikasi kondisi ekstrem laut dalam dan menguji prosedur di lingkungan yang terkontrol sebelum diterapkan di dasar laut.
Kru akan menjalankan eksperimen di tempat, memantau kimia dan biologi dengan kamera, spektrometer massa, dan sensor kimia yang dirancang untuk bertahan selama berbulan-bulan di kedalaman.
Meskipun dipimpin oleh Cina, Li Chaolun menekankan bahwa program ini dirancang untuk terbuka secara internasional, bertujuan menjawab pertanyaan lingkungan dan biologis yang memerlukan waktu berharga di kedalaman. Fasilitas ini menciptakan jalur pelatihan bagi insinyur, ahli biologi, dan pilot yang akan membentuk dekade eksplorasi samudra berikutnya.
Dengan memecahkan hambatan tinggal jangka panjang di laut dalam, Cina tidak hanya memperluas pemahaman manusia tentang lautan, tetapi juga membuka kemungkinan baru untuk eksplorasi luar angkasa, karena lingkungan yang terisolasi ini berfungsi sebagai analog yang ideal untuk misi luar bumi.
Menikmati perjalanan kereta api tak sekadar merasakan kenyamanan dengan fasilitas yang disediakan. Apalagi saat menggunakan kereta api dengan rangkaian yang baru, tentunya seperti tak mau beranjak dari tempat duduk.
Tentunya kereta api di Indonesia selalu menghadirkan panorama yang memukau saat di perjalanan. Panorama gunung, bukit, hamparan sawah, serta laut lepas. Bagi yang sering menggunakan kereta api tentu paham jalur mana yang akan melewati panorama indah baik di utara maupun selatan Pulau Jawa.
Tak hanya itu banyak jalur kereta api yang memiliki sejarah yang melegenda bahkan masih bisa digunakan hingga kini. Rute-rute bersejarah tersebut tentunya juga menyimpan pesona wisata alam yang kuar biasa. Apalagi saat melihat melalui jendela, panorama yang tersaji berubah menjadi sesi berwisata menikmati keindahan alam langsung saat di perjalanan.
Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata (Kemenpar), inilah jalur kereta api yang memiliki panorama indah di Pulau Jawa yang wajib kalian ketahui:
Rangkaian kereta api melintas di tepi pantai jalur utara Jawa. (Foto: Dok. Tangkapan Layar Youtube Amri Saputera)1. Jalur Tepi Laut Pekalongan – Semarang
Primadona jalur utara memang sangat diacungi jempol. Memang tak banyak pemandangan menawan seperti di jalur selatan, namun jalur utara ini satu-satunya yang tak dimiliki oleh jalur kereta api lainnya di Pulau Jawa.
Kereta api yang melewati jalur ini sangat dekat dengan laut. Penumpang tentu bisa menikmati pemandangan laut utara Jawa yang luas. Stasiun yang berada di jalur utara ini pun sebenarnya tersedia, namun sayangnya tak ada kereta api yang singgah atau berhenti apalagi melayani naik dan turun penumpang. Ya, Stasiun Plabuan yang benar-benar memiliki panorama laut utara yang mempesona.
2. Jalur Selatan Banjar – Cicalengka Sensasi Panorama Priangan Timur
Jalur selatan punya sensasi segudang panorama indah yang ditawarkan selama naik kereta api. Disini penumpang selalu dihadirkan dengan pemandangan gunung, hamparan sawah, sungai dan pedesaan yang membuat mata tak bisa terpejam.
Selain panorama yang disebutkan, jalur ini merupakan jalur bersejarah dan masih meninggalkan jejak bangunan kereta api maupun sistem persinyalan yang masih jadul dan aktif digunakan hingga saat ini.
3. Jalur Purwakarta – Bandung Paling Ekstrem
Dikatakan jalur ekstrem tentu saja bagi penumpang setia kereta api yang tentu mengetahui jalur ini. Ya jalur ini selalu melewati jalur ekstrem seperti jembatan dan terowongan tertua kedua yang aktif hingga kini.
Banyaknya jembatan yang dilewati membuat penumpang yang merasakannya serasa terbang, pasalnya tak ada penyangga di kiri maupun kanan jembatan tak seperti di jalur lainnya. Rangka bawah menjadi penyangga satu-satunya untuk menahan setiap kereta api yang melintas selama lebih dari satu abad.
Tak cuma jembatan, terowongan yang dilalui satu-satunya pun tak luput dari pandangan penumpang saat naik kereta. Terowongan Sasaksaat yang sangat dinanti penumpang saat memasuki perbukitan di kawasan Bandung Barat, tepatnya antara petak Stasiun Maswati – Stasiun Sasaksaat.
4. Jalur Kantong Terlama di Timur Pulau Jawa
Pemandangan di jalur ini memang random. Ada beberapa jembatan terkenal dan terowongan kembar kereta api yang digadang-gadang satu-satunya dibangun oleh anak bangsa pada tahun 1967 – 1969. Terowongan tersebut bersamaan dengan pembangunan Bendungan Ir. Sutami. Terowongan tersebut dinamakan Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya.
Jalur ini biasa disebut ‘jalur kantong’ karena bisa dilihat dari aplikasi google map. Jalur ini memang satu-satunya jalur kereta api yg bisa terakses menggunakan kereta api lokal yang melintas dari Surabaya melewati Sidoarjo, Bangil, Malang, Blitar, Kertosono, Mojokerto, dan berakhir kembali di Surabaya.
5. Menembus Hutan dan Kebun Kopi di Jalur Paling Timur Pulau Jawa
Panorama satu ini merupakan jalur kereta api paling timur Pulau Jawa. Jalur ini menghubungkan dari Surabaya maupun Malang menuju perhentian akhir di Banyuwangi (Stasiun Ketapang). Di jalur ini tentu tak kalah menarik dengan panorama di jalur lainnya.
Ya, banyak panorama yang ditawarkan saat naik kereta api, seperti melewati terowongan yang menembus perbukitan Gumitir yakni Terowongan Mrawan (690 meter) dan Garahan (113 meter). Kedua terowongan tersebut menjadi terowongan terpanjang di jalur tersebut.
Tak hanya itu penumpang juga disuguhi panorama kebun kopi yang luas, hutan, serta perkebunan dengan latar belakang megahnya Gunung Raung dan Gunung Ijen. Nah, ciri khas jalur ini adalah banyaknya pohon kelapa yang menambah ekosistem pemandangan.
Selain itu jalur kereta api hingga ke Stasiun Ketapang merupakan rute paling praktis menuju ke Pulau Bali. Banyak penumpang yang biasa berlibur dengan budget rendah, selalu gunakan kereta api untuk perjalanan transit ke Pulau Bali dari Pelabuhan Ketapang.
Bagaimana, pemandangan jalur kereta api di Pulau Jawa tentu indah bukan? Perjalanan kereta api tentu menawarkan wisata yang berbeda, unik, dan berkesan. Momen di balik jendela ini juga dapat menjadi kesempatan untuk refleksi diri menikmati keindahan alam Nusantara.
Bandara yang satu ini terkenal bukan karena layanannya yang special, melainkan letak geografisnya yang berada di tepi laut dimana itu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Banyak wisatawan yang menantikan pesawat landing dan take off, karena hal tersebut memberikan pengalaman luar biasa, tersembur jet blast! Ya, selamat datang di Bandara Internasional Princess Juliana!
Baca Juga: 10 Bandara Ini Punya Landasan Paling Ekstrim
Bandara yang masuk ke dalam teritori Belanda, tepatnya di The Caribbean Island of Saint Martin ini memiliki kode IATA SXM. Pada tahun 1942, bandara ini mulanya beroperasi sebagai bandara militer, hingga pada tahun 1943, bandara ini beralih fungsi menjadi bandara untuk penerbangan sipil.
Kemudian pada tahun 1964, bandara ini didesain ulang dan dipindahkan, dengan sebuah bangunan terminal dan menara Air Traffic Controller (ATC) yang baru. Mengingat perkembangan di dunia aviasi global terbilang cepat, maka fasilitas pendukung operasional bandara di-upgrade pada tahun 1985 dan 2001.
Seperti yang sudah disinggung di atas, orang-orang lebih mengenal bandara ini sebagai area untuk ‘menguji’ kekuatan mesin jet, karena para pengunjung Pantai Maho – Pantai yang berada persis di ujung landas pacu Bandara Internasional Princess Juliana – selalu menantikan ‘atraksi gratis nan berbahaya’ dari setiap pesawat yang hendak take off dan menembakkan angin dari mesin jet. Tidak hanya itu, pesawat yang hendak landing pun menjadi salah satu atraksi yang ditunggu oleh pengunjung Pantai Maho, karena mereka bisa melihat lambung pesawat dari jarak yang sangat dekat!
Sumber: Baltimore Post-Examiner
Adapun nama bandara ini sendiri diambil dari salah satu Ratu Kerajaan Belanda yang memerintah sejak 6 September 1948 hingga 30 April 1980, Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau. Putri Juliana sendiri pernah mendarat di bandara ini pada tahun 1944 sebagai Putri Mahkota, dan dari situlah cikal bakal pemberian nama bandara ini.
Menyinggung soal operasional, tidak hanya melayani penerbangan sipil saja, tapi bandara yang memiliki terminal empat lantai yang menawarkan ruang seluas 27000 meter persegi ini melayani penerbangan charter seperti Gol Transportes Aéreos dan Surinam Airways.
Mengingat statusnya yang masuk ke dalam salah satu daftar bandara ekstrem di dunia, bukan berarti bandara yang pada tahun 2015 silam menangani 1.829.543 penumpang dan sekitar 60.000 pergerakan pesawat ini tidak pernah memakan korban jiwa.
Baca Juga: Mendarat Darurat, Pesawat Cessna Gilas Dua Orang di Pantai Caparica
Pada 13 Juli 2017, seorang wisman asal Selandia Baru dinyatakan meninggal setelah dirinya terhempas jet blast yang dihasilkan oleh sebuah Boeing 737 yang hendak take off. Wanita berusia 57 tahun tersebut di nyatakan sebagai korban jiwa pertama yang meninggal akibat jet blast yang mengakibatkan dirinya terpental dan kepalanya menghantam kerasnya aspal.