Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS

Masalah kecelakaan kereta hampir tiap hari terdengar dimana-mana, apalagi dengan kondisi pejalan kaki yang kerap menyeberang rel di perlintasan sebidang. Para penyeberang rel kereta terkadang sengaja menyeberang di detik-detik kereta akan melintas, tujuannya boleh jadi untuk membuat sensasi, ataupun memang tidak mendengar adanya kereta karena sibuk dengan gadget yang digunakannya. Baca juga: Bukti Cinta Pada Kereta, Halaman Belakang Rumah Disulap Jadi Replika Stasiun Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk, dari hasil CCTV yang berada di Simpson’s Foot Crossing di Sittingbourne – Kent, Inggris, memperlihatkan banyak remaja tanggung dan anak muda yang berkeliara di sekitaran jalur kereta. Terlihat mereka duduk-duduk, tiduran hingga mengambil foto tepat berada di tengah jalur kereta api tanpa mengingat bahaya yang ada di depan mata.
Daily Mail
Dari hasil survei Nertwork Rail, terungkap bahwa sebanyak 70 persen dari tiga gangguan teratas penyeberangan rel kereta api yakni teman 4 persen, ponsel 12 persen dan penggunaan ponsel 20 persen. Dari hasil ini, sepertiganya atau 29 persennya para pemuda ini mengaku menggunakan ponsel saat melintasi jalur kereta api. Sebanyak 95 persen diketahui berusia dibawah 25 tahun dan memiliki ponsel serta menghabiskan waktu sebanyak dua kali lipat dalam menggunakan ponsel dibandingkan rata-rata pada umumnya. Baca juga: Dibalik Sengkarut Jadwal Kereta Bawah Tanah di New York Dari beberapa problem diatas, Network Rail memperkenalkan teknologi untuk menyadarkan pengguna jalan yang menggunakan ponsel saat menyeberang di jalur kereta. Sebenarnya perilisan video ini juga bertepatan dengan pengenalan polisi transportasi Inggris pada aplikasi berbasis geografi dan LBS (Location Based Service) untuk mengingatkan para pejalan kaki di aplikasi ponsel saat mereka mendekati persimpangan rel kereta agar berhati-hati.
Daily Mail
Video ini juga digunakan untuk mendidik anak-anak tentang bahayanya berjalan di sepanjang rel kereta api. Dalam video tersebut menampilkan sebuah identifikasi dan resiko yang akan dirasakan bila berdiri, tiduran hingga mengambil gambar. “Banyak anak muda yang tidak memikirkan bahaya kereta api dan orang tua akan tahu betapa sulitnya menyeret anak-anak mereka menjauh dari penggunaan ponsel,” ujar Manager Keamanan Komunitas Network Rail, Nicola Dooris.
Daily Mail

KA Parahyangan: Seraya Tak Punya Rangkaian Sendiri, Tapi Namanya Tetap Melekat Dihati

Perjalanan kereta api (KA) rute Jakarta – Bandung pp. Memang tak luput dengan nama yang melegenda satu ini. Rindu akan perjalanan menggunakan KA yang satu ini digadang-gadang tak bisa dilupakan. Ya, perjalanan menggunakan KA Parahyangan sudah tentu menjadi cerita tersendiri bahkan menjadi pengalaman yang mengasyikkan saat naik. Singkat sejarah, KA Parahyangan pertama kali diluncurkan pada 31 Juli 1971 dengan rute Jakarta-Bandung untuk melayani kelas eksekutif dan bisnis. Kereta yang mempunyai makna sebagai daerah tinggal para dewa. Beberapa kabar dari beberapa sumber, KA Parahyangan dapat mencapai Jakarta-Bandung dalam waktu sekitar 2,5 jam. Eksistensi kereta ini berkelas K2 atau bisnis ini ditarik lokomotif favorit yang dimiliki Indonesia, yaitu BB301. Eksistensi kereta ini dinilai memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Moda transportasi ini cukup dipercaya, sebab adalah moda tercepat pada masa lalu yang mengaitkan kota Bandung dengan Ibu Kota Jakarta. Menjelang era 90-an, KA Parahyangan menempuh puncak kejayaannya. Transisi dari Perusahaan Jawatan Kereta Api bahkan dijalankan menuju Perumka. Peralihan tersebut ditandai adanya penyesuaian warna kereta yang baru, seperti biru tua-biru muda untuk kereta eksekutif, biru tua-hijau untuk kereta bisnis, dan biru tua keseluruhan untuk gerbong bagasi atau pembangkit. Sementara warna lokomotif berubah dari krem hijau jadi merah. Pada tahun 1998, KA Parahyangan pernah menempuh 39 perjalanan, termasuk perjalanan fakultatif ataupun yang cuma berjalan pada musim libur. Namun, saat penurunan okupansi penumpang yang tidak terhindarkan karena dibukanya Tol Cipularang, pada akhirnya tahun 2005 KA Parahyangan beroperasi hanya membawa dua kereta kelas eksekutif dan tiga kereta kelas bisnis dalam satu rangkaian. Dengan berbagai usaha dan tindak lanjut dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), KA Parahyangan yang dihentikan pengoperasiannya. Saat dihentikan pengoperasian nama LA tersebut, KAI sempat menamai sebagai KA Argo Parahyangan (gabungan nama dari Argo Gede dan Parahyangan) dengan kelas eksekutif dan bisnis hingga ekonomi premium. Memasuki tahun 2025 atau pergantian Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) di tahun yang sama, akhirnya KAI mengembalikan nama KA Argo Parahyangan kembali menjadi KA Parahyangan. Uniknya dahulu rangkaian KA Parahyangan memiliki rangkaian tersendiri. Jika rangkaian tersebut tidak dalam perjalanan, biasanya disimpan di Depo Kereta Bandung untuk pembersihan maupun pengecekan.
KA Parahyangan melintas di kawasan Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: Dok. Istimewa)
Namun, saat ini KA Parahyangan sama sekali tidak memiliki rangkaian sendiri alias ‘rangkaian pinjam’. Rangkaian KA Parahyangan saat ini biasanya dari rangkaian yang berbeda, seperti dari rangkaian KA Pandalungan (Gambir – Jember pp.), KA Gajayana (Gambir – Malang pp.), KA Papandayam (Gambir – Garut pp.), KA Pangandaran (Gambir – Banjar pp.), KA Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng pp.), dan KA Turangga (Bandung – Surabaya Gubeng pp.). Kini KA Parahyangan melayani kelas eksekutif, ekonomi premium, hingga kereta kelas wisata seperti Panoramic, Priority, dan Luxury. Masyarakat pun bisa memilih kelas di KA Parahyangan sesuai keinginan. Dengan perjalanan 2,5 sampai 3 jam ini dijamin penumpang yang merasakannya dapat menikmati perjalanan dengan nyaman dan disuguhkan dengan pemandangan khas Bumi Parahyangan.
Tarif Disubsidi, Kereta Petani dan Pedagang Bakal Beroperasi November Ini

Menghadapi Sanksi, Rusia Luncurkan Superjet 100 Versi Import-Substitution dengan Mesin PD-8

Program pesawat sipil unggulan Rusia, Sukhoi Superjet 100 (SSJ100), telah memasuki babak baru yang krusial. Dalam respons langsung terhadap sanksi Barat yang memutus rantai pasokan global, Rusia berhasil meluncurkan varian terbarunya yang hampir seluruhnya ditenagai dan didukung oleh komponen buatan dalam negeri. Inti dari kemajuan ini adalah integrasi mesin turbofan baru, Aviadvigatel PD-8. Langkah besar ini dipimpin oleh United Aircraft Corporation (UAC), perusahaan induk kedirgantaraan Rusia. Pada akhir tahun 2025, pesawat ini telah menyelesaikan uji coba penerbangan yang ekstensif dan siap untuk memasuki produksi massal. Pesawat hasil substitusi impor ini sering disebut SSJ-100NEW atau Superjet New, yang berhasil memastikan ketahanan sektor penerbangan sipil Rusia dari ketergantungan asing (terutama komponen AS dan Prancis) untuk pemeliharaan dan operasi armada domestik. Komponen yang paling vital dalam proyek substitusi impor ini adalah penggantian mesin lama SaM146 (yang merupakan hasil kerja sama Rusia-Prancis) dengan mesin turbofan high-bypass buatan Rusia sendiri: PD-8. Diproduksi United Engine Corporation (UEC), anak perusahaan Rostec, PD-8 punya keunggulan yang sepenuhnya domestik. Semua komponen, mulai dari bilah turbin hingga sistem kontrol, diproduksi di Rusia, menghilangkan risiko sanksi. PD-8 dikembangkan menggunakan teknologi dan pengalaman dari mesin PD-14 (yang lebih besar), menjanjikan efisiensi bahan bakar dan kinerja yang kompetitif di kelas regional. Mesin ini dirancang agar mudah diintegrasikan ke dalam badan pesawat SSJ100, mempercepat proses transisi produksi. Proyek SSJ-100NEW bukan hanya tentang mesin. UAC mengklaim telah mengganti lebih dari 40 sistem dan komponen asing yang sebelumnya vital, termasuk Avionik dan Kokpit: Sistem manajemen penerbangan dan instrumen yang dikembangkan oleh Rusia, Sistem Pengereman dan Roda Pendaratan: Diganti dengan desain domestik yang baru, dan Interior Kabin: Komponen interior dan subsistem elektronik kini dipasok oleh perusahaan-perusahaan Rusia. Keberhasilan peralihan ke SSJ-100NEW memiliki dampak strategis yang mendalam bagi Rusia: Dengan ratusan pesawat Boeing dan Airbus yang terancam dinonaktifkan karena kurangnya suku cadang Barat, SSJ-100NEW yang sepenuhnya made-in-Russia menjadi kunci untuk menjaga konektivitas regional dan domestik di negara tersebut. Proyek ini membuktikan kemampuan Rusia untuk mengembangkan dan memproduksi sistem kedirgantaraan yang kompleks secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan global. UAC dan pemerintah Rusia memiliki target ambisius untuk memproduksi puluhan unit SSJ-100NEW setiap tahunnya untuk memenuhi permintaan dari maskapai penerbangan domestik seperti Aeroflot dan Rossiya. Langkah ini menunjukkan bahwa sanksi Barat, alih-alih melumpuhkan industri, justru mempercepat upaya Rusia untuk mencapai kemandirian industri penuh. Superjet 100, yang awalnya merupakan upaya kerja sama global, kini sepenuhnya menjadi ikon teknologi dan ketahanan Rusia.
Superjet SJ-100 Terbang Perdana, Pesawat Komersial Pertama Rusia dengan Komponen Full Produksi Dalam Negeri
S

Era Baru Logistik Eurasia: Kereta Kargo Rusia-Iran Beroperasi Penuh Melalui Koridor INSTC

Hubungan ekonomi antara Rusia dan Iran memasuki fase baru yang krusial. Pada 8 November 2025, layanan kereta api kargo terjadwal pertama dari Rusia tiba di Pelabuhan Kering Aprin, dekat Tehran, Iran. Momen ini bukan sekadar pengiriman kargo, melainkan pengaktifan penuh Koridor Transportasi Utara-Selatan Internasional (International North-South Transport Corridor – INSTC), yang memiliki implikasi besar bagi industri dan ekonomi kedua negara serta geopolitik global. Kereta kargo ini memulai perjalanannya dari wilayah utara Moskow. Setelah menempuh perjalanan melintasi Asia Tengah, kereta yang membawa 62 kontainer 40-kaki akhirnya tiba di Iran pada pagi hari Sabtu, 8 November 2025. Kedatangan kereta di Pelabuhan Kering Aprin (yang berdekatan dengan Tehran) menandai keberhasilan operasional rute INSTC bagian timur (cabang Timur). Total jarak tempuh diperkirakan sekitar 3.800 hingga 4.200 kilometer, bergantung pada titik awal pasti di Rusia. Rute yang diambil adalah Rusia (Moskow), Kazakhstan (Transit Asia Tengah), Turkmenistan (Transit Asia Tengah) Iran (Incheh-Boroun) – Masuk melalui perbatasan di Provinsi Golestan, Iran, dan tujuan akhir Pelabuhan Kering Aprin (dekat Tehran). Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 12 hari, jauh lebih cepat dibandingkan rute maritim tradisional melalui Terusan Suez, yang dapat memakan waktu hingga 45-60 hari. Karena INSTC melibatkan beberapa negara dan perbedaan sistem rel kereta api (Rusia dan sebagian besar negara CIS menggunakan gauge yang lebih lebar daripada Iran), logistiknya memerlukan koordinasi ketat, seperti kereta api ini menggunakan lokomotif yang berbeda di setiap segmen rutenya, terutama saat terjadi transfer di perbatasan untuk berganti operator dan menyesuaikan dengan perbedaan lebar rel (gauge change). Operator utama dalam jaringan ini adalah Russian Railways (RZD) di pihak Rusia dan Islamic Republic of Iran Railways (RAI) di pihak Iran. Kereta membawa kargo utama berupa komoditas industri seperti kertas, bubur kertas (pulp), dan produk kayu yang ditujukan untuk pasar Iran dan Irak. Kapasitas 62 kontainer ini menunjukkan kemampuan untuk mengangkut volume perdagangan yang substansial secara efisien. Layanan kereta api reguler ini memberikan manfaat transformasional bagi industri dan ekonomi kedua negara. Untuk Rusia yaitu menembus sanksi dan diversifikasi. INSTC menyediakan jalur darat dan laut yang aman dan efisien untuk berdagang dengan Asia Selatan dan Timur Tengah, mengabaikan blokade dan sanksi yang dikenakan Barat melalui jalur Eropa. Sementara Iran memposisikan dirinya sebagai pusat logistik utama (transit hub). Setiap kereta yang melewati wilayahnya menghasilkan pendapatan transit yang signifikan. Proyek ini mendorong investasi dan modernisasi infrastruktur kereta api di Iran, termasuk penyelesaian proyek yang hilang dalam rantai INSTC. Pelabuhan Kering Aprin, yang menerima kereta ini, akan menjadi titik distribusi yang vital, mempercepat transfer barang impor dan ekspor Iran sendiri. Singkatnya, peluncuran layanan kereta kargo reguler ini adalah kemenangan besar bagi inisiatif INSTC, menandai pergeseran kekuatan logistik dari Barat ke poros Utara-Selatan dan memastikan ketahanan ekonomi Rusia dan Iran di tengah tekanan global.
Elektrifikasi Jalur Kereta ke Iran, Mayoritas Pendanaan Dikucurkan Rusia

Pecinta Kereta Api Abadikan Momen Kirim Rangkaian KRL ‘Legend’ rute Depok – Jakarta Kota

Pemandangan Minggu (9/11) pagi di Stasiun Depok memang tak seperti biasanya. Peron yang biasa dipenuhi penumpang yang ingin berjalan-jalan naik Kereta Rel Listrik (KRL), sempat diramaikan oleh masyarakat pecinta kereta api khususnya KRL. Ya, mereka sedang mengabadikan momen yang tak terlupakan saat rangkaian KRL masuk di Stasiun Depok. KRL ini digadang-gadang akan berakhir masa operasinya di jalur Jabodetabek. KRL jenis ini berasal dari Negeri Sakura (Jepang) dengan seri Tokkyuu 8500. KRL dengan julukan yang bertuliskan ‘Jalita’ ini telah menarik perhatian segelintir pecinta kereta api yang tak mau ketinggalan momen tersebut.
KRL Jalita memasuki Stasiun Depok.
Ya, diketahui KRL Jalita pernah menjadi pameran 100 tahun operasional KRL di Stasiun Jakarta Kota dengan beberapa seri lainnya. KRL Jalita sangat ikonik saat perusahaan sebelum Kereta Commuter Indonesia (KCI) terbentuk melayani lintas Jakarta – Bogor pp. Namun sempat melayani rute lainnya di jalir Jabodetabek. KRL seri 8500 tersebut dikirim dari Depo KRL Depok pada pukul 09.00 WIB menuju Stasiun Jakarta Kota via Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Kampung Bandan. Saat rangkaian memasuki jalur 3 Stasiun Depok, tentu antusiasme masyarakat yang memiliki hobi unik ini pasang badan dan arahkan kamera ke rangkaian KRL. Saat diabadikan, terlihat ada stiker mirip plakat yang menjadi titik fokus pengabadian KRL Jalita teraebut. Terlihat tulisan “Arigato 8500” yang di terjemahkan dari bahasa Jepang artinya “Terima Kasih 8500” ini bahwa digadang-gadang KRL tersebut sudah habis masa dinasnya. Fyi, jika melihat dari berbagai media sosial di Jepang, kereta api yang mengalami selesainya masa beroperasi biasanya melakukan perjalanan terakhir dengan tulisan “Arigato”. Ternyata di wilayah Jabodetabek khususnya DKI Jakarta akan melakukan hal yang sama. Menurut informasi dari berbagai sumber, akan dilakukan acara khusus oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) maupun KCI. Acara yang nantinya diselenggarakan pada Selasa, 11 November 2025 tersebut turut mengundang jajaraan PT KAI maupun KCI serta komunitas kereta api untuk melepas masa berhenti pengoperasian KRL tersebut. Infornasi tambahan bahwa tak hanya KRL seri 8500 saja yang akan berhenti masa operasinya, namun ada 2 seri lainnya yang memiliki nasib yang sama. KRL tersebut memilki seri JR 203 dan TM 7023. Ketiga KRL ini rencana akan ditempatkan di jalur kereta api di Stasiun Jakarta Kota. Nantinya berbagai acara yang akan diselenggarakan di Stasiun Jakarta cukup meriah dan mengenang masa kejayaan ketiga KRL tersebut. Mengingat KRL ini sudah belasan tahun lebih menjajaki jalur kereta di Jabodetabek dan mengantar masyarakat ke berbagai daerah di kawasan Jabodetabek.
Inovasi Baru, Ternyata Ini Alasan KAI Membuat Kereta Petani dan Pedagang

Jalur Tanah Abang – Rangkasbitung: Rute Padat, Headway Cepat

Seperti diketahui, perjalanan Kereta Rel Liistrik (KRL) sudah semakin banyak. Apalagi jumlah kereta yang beroperasi saat ini mampu menekan angka kepadatan penumpang disaat jam-jam sibuk. Kepadatan rute KRL biasanya terasa saat menggunakan perjalanan Jakarta – Bogor (red line). Kemudian ada pula dengan rute Bekasi – Kampung Bandan (blue line), dan yang terakhir adalah jalur Rangkasbitung – Tanah Abang (green line). Nah, kabar baik bagi pengguna KRL khususnya di Rangkasbitung Line (green line), mungkin bisa bernapas lega. Karena Pemerintah berencana mempercepat waktu kedatangan antarkereta atau headway KRL Green Line di lintas Tanah Abang – Serpong – Rangkasbitung dari semula 10 menit menjadi hanya 4 – 6 menit. Jalur green line ini semestinya mampu menjalankan pola mempercepat headway tersebut. Mengingat jalur ini hanya digunakan untuk perjalanan KRL saja. Belum lagi ada beberapa stasiun yang memang volume penumpangnya selalu ramai baik di jam kerja maupun libur. Peningkatan frekuensi layanan ini akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan lanjutan fasilitas di Stasiun Tanah Abang pada tahun 2027 mendatang. Sebagaimana diketahui bahwa Jika perjalanan KRL fokus untuk mempercepat headway, pihak Kereta Commuter Indonesia (KCI) juga harus memikirkan persoalan teknis lainnya seperti sistem sinyal/kendali kereta, catudaya listrik, infrastruktur jalan/persilangan, fasilitas depot dan stabling, dwel time, hingga dukungan sumber daya manusia. Commuter line saat ini telah menjadi tulang punggung transportasi masyarakat urban, terutama di wilayah Megapolitan (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Rata-rata penumpang kereta api berdasarkan data BPS tahun lalu mencapai lebih dari 300 juta per tahun dan didominasi oleh penumpang KRL. Pemerintah pun menargetkan akses transportasi publik menjadi semakin inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Seperti halnya untuknya Stasiun Tanah Abang yang merupakan perjalanan awal menuju Rangkasbitung. Stasiun Tanah Abang merupakan salah satu stasiun dengan intensitas tertinggi di Jabodetabek. Stasiun ini menjadi pusat mobilitas masyarakat, sehingga perlu dikembangkan dengan konsep kawasan berorientasi transit. Kini bangunan baru Stasiun Tanah Abang memiliki luas 19.000 meter persegi di atas lahan seluas 31.174 meter persegi, dengan empat peron dan enam jalur yang mampu melayani rangkaian KRL hingga 12 gerbong. Sejak Juni 2025, stasiun tersebut telah beroperasi bertahap dengan lima rute aktif, yakni Kampung Bandan, Rangkasbitung, Duri–Tangerang, Manggarai–Bogor, dan Cikarang. Menurut keakuratan data dari KAI Hingga Oktober 2025, Stasiun Tanah Abang telah melayani 63 juta penumpang atau sekitar 22 persen dari total penumpang KRL Jabodetabek. Peningkatan kapasitas dan efisiensi headway di lintas Green Line diharapkan dapat memperlancar arus penumpang, terutama pada jam sibuk. Percepatan headway menjadi 4–6 menit di lintas KRL Green Line Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung pada 2027 mendatang diharapkan menjadi bagian penting dari transformasi layanan publik perkeretaapian nasional yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.
Manggarai, dari Tempat Budak Hingga Menjadi Stasiun Terbesar di Jakarta

Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia

Naik kapal ferry? Buat sebagian dari Anda mungkin itu sudah biasa, tapi jadi luar biasa bila menjajal rute ferry terbaik di dunia. Pasalnya tak semua orang punya kesempatan emas ini. Tak berbeda dengan di Indonesia, banyak negara lain yang menggantungkan moda transportasinya pada kapal ferry. Dan di antara banyak negara yang mengoperasikan ferry, muncul pertanyaan rute ferry mana yang dianggap terbaik di dunia? Dan inilah “Top 10 Ferry Rides World” yang dirilis situs dailymail.co.uk. Baca juga: Operator Ferry Jepang Uji Berthing Aid System – Proses Berlabuh Kapal di Dermaga Lebih Cepat dan Aman 1. Alaska Marine Highway System (Amerika Serikat) Rute kapal ferry ini didedikasikan sebagai jalur penghubung antar kota kecil dan pedesaan yang lokasinya tidak terjangkau oleh jalan darat. Dibalik dinginnya suhu Alaska, rute paling cantik dari ferry ini yang menghubungkan antara Juneau ke Sitka yang merupakan bagian dari Inside Passage. Apa yang dilihat? Rute kapal ferry ini mengitari Tongass National Forest, hutan nasional terbesar di AS. Dari atas dek kapal, penumpang bisa melihat identitas sejarah pemukiman warga tradisional Rusia. Sementara di permukaan air, tak jarang ikan paus dan anjing laut memberi atraksi gratis bagi penumpang. 13ferry-system-cuts 2. Ilala Ferry, Danau di Malawi (Afrika Timur) Ini merupakan layanan kapal ferry mingguan yang berlayar dari Monkey Bay. Ilala ferry tidak termasuk layanan yang mewah, namun kapal ini menawarkan kabin yang rapih dan bersih. Selain kualitas kapal yang baik, pemandangan desa-desa di pinggiran danau menjadi pemandangan yang menakjubkan, menampilkan suasana keseharian warga Malawi di daerah tepencil. Selain menarik bagi wisatawan, ferry menjadi pondasi banyak masyarakat untuk pengiriman barang. Ilala ferry menyajikan dek atas untuk wisatawan, ruangan bar, dan restoran. Rute ferry tambah menarik dengan pemberhentian di Pulau Mumbo yang dikenal sebagau surga tropis. 3 3. Star Ferry, Hong Kong (Cina) Perjalanan trans pelabuhan ini usianya usah sangat tua, yakni sejak 1880. Perjalanan ferry yang penuh dengan ikonik sejarah ini menghubungkan antara Kowloon Tsimshatsui ke Central di Pula Hong Kong. Apa yang dijual dari rute ferry ini jelas adalah pemandangan berupa taburan gedung pencakar langit di pesisir Hong Kong. Tampilan terbaik adalah pada malam hari dengan penataan lampu-lampu gedung yang bisa dinikmati dari dek kapal. Star-Ferry 4. Oban Bay (Skotlandia) Pulau Hebridean di Skotlandia menawarkan pemandangan alam dan habitat satwa yang menakjubkan. Dengan alam yang masih asli, di sepanjang perjalanan kapal dipastikan penumpang bisa melihat lumba-lumba, dan jika musimnya pas akan muncul ikan paus. Rute yang jadi andalan adalah dari oban Bay ke Pulau South Uist. Pemandangan berupa bukit-bukit dan pegunungan mendominasi pemandangan. Pemandangan indah diantaranya seperti potongan sejarah Duart Castle, mercusuar di Ardnamurchan dan bahkan Teluk Tobermory dikenal sebagai lokasi pengambilan gambar di serial TV Balamory. obanbay1 5. Manly Ferry, Sydney (Australia) Bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Sydney, menjajal Manly Ferry rasanya layak menjadi agenda wajib. Menumpangi ferry dengan ornamen klasik, penumpang langsung diajak melihat Opera House dan Harbour Bridge dari dekat. Selain menawarkan pemandangan yang cantik, peran inti dari ferry sebagai alat transportasi umum bagi warga lokal yang tinggal wilayah Manly. Manly berlokasi di sebelah Selatan kota Sydney, jaraknya hanya 7 mil dari pusat kota Sydney. 01.manlyFerry-A4MEKX-1680x1050 6. Golden Horn Ferry, Istanbul (Turki) Terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Eropa, menjadikan Turki adalah surge wisata yang tiada tanding. Dan salah satu cara menikmati keindahan negeri dua benua ini dengan mengarungi Selat Bosphorus, lautan yang membelah sisi Asia dan sisi Eropa dari Turki. Nah, wahana yang digunakan untuk menikmatinya adalah kapal ferry yang mengambil rute mengelilingi selat selama kurang lebih 3 jam, dan destinasi yang paling populer yakni Golden Horn. Selama tur di kapal ferry tersebut, kita akan melihat arsitektur kota Istanbul yang indah. Perumahan penduduk di bukit yang dikombinasikan dengan gedung perkantoran yang tertata rapi. istanbul-turkey-september-2009-a-ferry-crosses-the-golden-horn-with-mosques-visible-on-the-far-shore_eyj5ib9wl__S0000 7. Golden Gate, San Francisco Ferry (Amerika Serikat) Mau melihat Pulau Alcatraz yang fenomenal, atau ingin berlayar dibawah jembatan Golden Gate? Jawabannya berlayarlah dengan San Francisco ferry. Tak hanya menyasara wisatawan, kapal ferry ini juga diperuntukkan bagi warga kebanyakan. Mereka yang ingin melihat pemandangan dan snap foto yang sempurna dapat menikmati perjalanan ke Sausalito dengan segelas anggur atau bir untuk bersulang pandangan – sebelum menikmati warna-warni kota bergaya Mediterania dengan restoran dan galeri seni. 12 8. Monte Carlo Harbour (Monako) Wujudnya berupa kapal ferry berukuran kecil yang melayani antar jemput penumpang di sekitaran pelabuhan Monte Carlo. Yang khas dari ferry di Monte Carlo adalah menikmati pelayaran dengan latar kumpulan super Yacht yang melengkapi resor-resor mewah. Sayangnya rute ferry ini tak lama, hanya berdurasi sekitar 20 menit. article-1263998-0912900E000005DC-260_634x347 9. Dalmatian Coast (Kroasia) Ini merupakan destinasi berlayar yang paling populer di Eropa. Dengan tebaran pulau di sepanjang Pantai Adriatik, menjadikan pemandangan yang dilihat dari ferry rute Dalmatian Cost benar-benar spektakuler. Air jernis dan hangatnya sinar matahari menjadi kombinasi yang tak terlupakan bagi wisatawan. Diantara rute favorit yang diunggulkan yakni antara Rijeka dan Dubrovnik. Vis-(38)-L 10. Staten Island Ferry, New York (Amerika Serikat) Staten Island merupakan pulau yang masih masuk dalam wilayah kota New York. Dan salah satu cara berkunjung kesana yaitu dengan naik ferry yang berangkat dari Manhattan. Dalam perjalanan ke Staten Island, penumpang bisa menikmati keindahan beberapa pulau, seperti Ellis, Governor, patung lLberty dan jembatan Verrazono yang terkenal. Dan hebatnya ferry yang melayani penumpang 24 jam ini dapat dinaiki secara gratis. 12

Catat! Jadwal Nataru 2025 Sudah Bisa di Pesan Mulai Pertengahan Desember, Motis Kembali Hadir

Masyarakat yang menggunakan kereta api menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) rasanya sudah bisa bernafas lega. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) telah mengungumkan bahwa tanggal pemesanan kereta api jelas Nataru sudah bisa dipesan. Ya, banyak diantaranya kereta api yang memiliki rute tujuan tertentu bakal ramai dipesan, seperti tujuan Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya. Beberapa kereta api yang menjadi incaran masyarakat pun nantinya sudah bisa dipesan dengan harga yang tertera di pemesanan aplikasi maupun website resmi KAI. Sesuai dari keterangan resmi KAI di media sosial bahwa masyarakat bisa memanfaatkan perjalanan KA menjelang Nataru dengan sebaik mungkin. KAI juga menghimbau untuk selalu pastikan tanggal dan jam keberangkatan sesuai dengan rencana. Kemudian, cek dengan teliti kembali data penumpang saat memesan dan jangan lupa untuk melihat estimasi waktu perjalanan kereta api yang dinaiki. Tak hanya itu, KAI juga sudah meng-update jadwal pemesanan melalui sosial media resminya, berikut ini: Selain jadwal reguler yang sudah dapat dipesan, rencananya ak an ada kereta tambahan untuk perjalanan Nataru 2025/2026. Ya, beberapa kereta api tambahan pilihan akan dioperasikan mengingat antusiasme masyarakat yang ingin libur Nataru ke luar Jabodetabek bakal mebludak. Hal ini libur para pekerja maupun pelajar sudah ditentukan. Beberapa kereta api tambahan yang bakal dioperasikan nantinya termasuk akan ada rangkaian khusus Motis (Motor Gratis). Rangkaian ini biasanya dijalankan saat menjelang Hari Raya Lebaran. Namun masyarakat juga antusias untuk berharap angkutan Motis ini dijalankan juga saat Nataru. Akhirnya KAI menjawab permintaan masyarakat sebagai pelanggan setia pengguna kereta api untuk menjalankan angkutan Motis. Informasi yang didapat bahwa angkutan Motis nantinya akan dijalankan 2 rute, yaitu Motis Tengah dan Motis Utara. Untuk Motis Utara dioperasikan dengan rute Stasiun Kampung Bandan melewati Stasiun Cirebon, dan berakhir di Stasiun Semarang Tawang. Sedangkan untuk perjalanan Motis Tengah akan dipilih rute dari Stasiun Kampung Bandan, Stasiun Cirebon, Stasiun Purwokerto, Stasiun Lempuyangan, dan berakhir di Stasiun Purwosari. Untuk angkutan KA Parcel Utara, Tengah, dan Selatan belum ada informasi lanjutan, apakah tetap berjalan atau tidak selama Nataru nanti.
Fiks! Perjalanan MOTIS, Batavia dan Java Priority Mulai Dijalankan Hari Ini

Kartu Opal: Kisah Revolusi Tiket yang Menyatukan Transportasi Sydney

Pernahkah Anda merasa repot membawa banyak jenis tiket untuk naik kereta, bus, feri, dan light rail di Sydney? Untungnya, masa-masa itu sudah berlalu. Perkenalan Kartu Opal bukan sekadar pergantian tiket kertas, tetapi sebuah revolusi yang menyatukan seluruh jaringan transportasi umum di New South Wales (NSW). Sebelum Opal, sistem tiket di Sydney dikenal rumit dan terfragmentasi. Setiap moda transportasi (kereta, bus, feri) memiliki tiket dan skema tarifnya sendiri. Pada tahun 2012, Pemerintah NSW mulai meluncurkan Kartu Opal secara bertahap, dan secara resmi menggantikan semua tiket kertas sebelumnya pada tahun 2016. Peluncuran ini mengubah Sydney menjadi salah satu kota besar di dunia yang memiliki sistem smart card terintegrasi. Kartu Opal hadir sebagai solusi tunggal, sederhana, dan modern untuk seluruh perjalanan Anda. Kartu Opal adalah kartu pintar tanpa kontak (contactless) yang bekerja dengan prinsip tap on dan tap off. Keunggulan terbesar Opal adalah kemampuannya digunakan di semua moda transportasi umum di seluruh wilayah NSW, termasuk Sydney Trains & NSW TrainLink, yaitu kereta komuter dan regional. Kemudian juga mencakup semua operator bus di Sydney, Blue Mountains, Central Coast, dan Illawarra. Tidak itu saja, Sydney Ferries dan Feri swasta tertentu (misalnya Manly Fast Ferry) juga dapat diakses menggunakan kartu Opal. Untuk Light Rail (trem), akses Opal mencakup trem di Sydney CBD dan Parramatta. Kartu Opal dapat diisi ulang (top up) dengan mudah melalui mesin Opal di stasiun kereta, toko ritel (seperti 7-Eleven, newsagent) yang berlogo Opal, dan aplikasi Opal Travel atau situs web resmi. Ada fungsi Auto Top-Up (pengisian otomatis) untuk memastikan saldo Anda tidak pernah habis. Sejak diperkenalkan, Opal telah berevolusi. Anda kini tidak harus menggunakan kartu fisik Opal. Anda bisa langsung tap menggunakan Kartu Kredit/Debit Nirsentuh (Visa, Mastercard, Amex), perangkat Seluler (Apple Pay, Google Pay). Ketika Anda menggunakan kartu nirsentuh, sistem akan memperhitungkan perjalanan Anda dengan skema tarif yang sama persis seperti menggunakan kartu Opal, termasuk batasan tarif harian dan mingguan! Ini adalah fitur global city yang sangat dihargai para pelancong.
Meski Kondang, Pantai Bondi di Sydney Tidak Terkoneksi Jaringan Kereta, Inilah Sebabnya!

Kereta Api Progo: Ekonomi Berkelas, Harga Masih ‘Waras’

Siapa yang tak kenal dengan kereta api (KA) yang satu ini. Ya, sangat melekat ditelinga dan paling dekat hati masyarakat masih terus gunakan KA ini untuk destinasi wisata di Kota Gudeg. Tentunya, namanya pun diambil dari nama sungai yang terkenal di Jawa Tengah. Inilah KA Progo. Sekilas mendengarnya saja masyarakat tentu tahu dengan KA yang ikonik dengan rutenya yang terkenal, yakni Lempuyangan – Pasar Senen. Progo juga merupakan nama kereta api yang digandrungi masyarakat baik Jawa Tengah maupun Jakarta. KA ini digadang-gadang memiliki sejarah panjang sejak awal menjajaki jalur kereta api.
Interior nyaman KA Progo. (Foto: Dok. Istimewa)
Menurut sejarahnya, KA Progo berawal dari Kereta Api Senja yang beroperasi pada 1970-an. Memasuki awal 1980-an, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penataan ulang, salah satunya dengan pengadaan KA Senja Ekonomi Yogya khusus koridor Stasiun Gambir – Stasiun Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, rute perjalanan ini berubah lagi menjadi menghubungkan Stasiun Pasar Senen dengan Stasiun Lempuyangan. Pada perkembangan selanjutnya, nama kereta ini berganti menjadi KA Empu Jaya. Nama tersebut merupakan singkatan dari Lempuyangan – Jakarta Raya. Akibat operasional KA Empu Jaya sering mengalami kecelakaan, kereta ini kemudian mendapat perbaikan total dan berganti nama menjadi KA Progo sejak 2002. KA Progo menghubungkan dua kota, yaitu Yogyakarta dan Jakarta. Kereta ini menawarkan harga tiket terjangkau, dengan fasilitas yang memadai untuk kenyamanan penumpang. Meskipun kini KA Progo ini sudah beralih ke rangkaian yang lebih nyaman dan modern alias menggunakan jenis Stainless Steel New Generatiom, namun masyarakat tetap memilih KA ini sebagai pilihan utama. Selain itu jadwal perjalanan menggunakan KA Progo pun relatif sangan efisien. Keberangkatan dari Lempuyangan pukul 13:10 WIB dan tibe d Stasiun Pasar Senen pukul 20:45 WIB. Sedangkan keberangkatan Stasiun Pasar Senen pukul 23:20 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 06:40 WIB. Ada harga, tentu ada fasilitas. Kini KA Progo tak lagi menggunakan rangkaian subsidi atau dengan kata lain bagian interior menggunakan ‘kursi tegak’. Saat ini KA Progo audah upgrade menggunakan kursi nyaman yang bisa di atur sandarannya. Serta ruang kereta makan (restorasi) pun dibuat sempurna dan memiliki nilai artistik. Harga yang diberikan saat memesan tiket perjalanan KA Progo adalah mulai dari Rp270.000 hingga Rp300.000. Dengan harga yang diberikan sangat masuk akal dengan fasilitas yang diberikan selama perjalanan. Hingga kini masyarakat tentu tak akan pernah move on dari KA Progo yang sekarang memiliki fasilitas layaknya kelas terbaik di kereta api Indonesia.
KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel