Kereta Api Progo: Ekonomi Berkelas, Harga Masih ‘Waras’

Siapa yang tak kenal dengan kereta api (KA) yang satu ini. Ya, sangat melekat ditelinga dan paling dekat hati masyarakat masih terus gunakan KA ini untuk destinasi wisata di Kota Gudeg. Tentunya, namanya pun diambil dari nama sungai yang terkenal di Jawa Tengah. Inilah KA Progo. Sekilas mendengarnya saja masyarakat tentu tahu dengan KA yang ikonik dengan rutenya yang terkenal, yakni Lempuyangan – Pasar Senen. Progo juga merupakan nama kereta api yang digandrungi masyarakat baik Jawa Tengah maupun Jakarta. KA ini digadang-gadang memiliki sejarah panjang sejak awal menjajaki jalur kereta api.
Interior nyaman KA Progo. (Foto: Dok. Istimewa)
Menurut sejarahnya, KA Progo berawal dari Kereta Api Senja yang beroperasi pada 1970-an. Memasuki awal 1980-an, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penataan ulang, salah satunya dengan pengadaan KA Senja Ekonomi Yogya khusus koridor Stasiun Gambir – Stasiun Yogyakarta. Seiring berjalannya waktu, rute perjalanan ini berubah lagi menjadi menghubungkan Stasiun Pasar Senen dengan Stasiun Lempuyangan. Pada perkembangan selanjutnya, nama kereta ini berganti menjadi KA Empu Jaya. Nama tersebut merupakan singkatan dari Lempuyangan – Jakarta Raya. Akibat operasional KA Empu Jaya sering mengalami kecelakaan, kereta ini kemudian mendapat perbaikan total dan berganti nama menjadi KA Progo sejak 2002. KA Progo menghubungkan dua kota, yaitu Yogyakarta dan Jakarta. Kereta ini menawarkan harga tiket terjangkau, dengan fasilitas yang memadai untuk kenyamanan penumpang. Meskipun kini KA Progo ini sudah beralih ke rangkaian yang lebih nyaman dan modern alias menggunakan jenis Stainless Steel New Generatiom, namun masyarakat tetap memilih KA ini sebagai pilihan utama. Selain itu jadwal perjalanan menggunakan KA Progo pun relatif sangan efisien. Keberangkatan dari Lempuyangan pukul 13:10 WIB dan tibe d Stasiun Pasar Senen pukul 20:45 WIB. Sedangkan keberangkatan Stasiun Pasar Senen pukul 23:20 WIB dan tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 06:40 WIB. Ada harga, tentu ada fasilitas. Kini KA Progo tak lagi menggunakan rangkaian subsidi atau dengan kata lain bagian interior menggunakan ‘kursi tegak’. Saat ini KA Progo audah upgrade menggunakan kursi nyaman yang bisa di atur sandarannya. Serta ruang kereta makan (restorasi) pun dibuat sempurna dan memiliki nilai artistik. Harga yang diberikan saat memesan tiket perjalanan KA Progo adalah mulai dari Rp270.000 hingga Rp300.000. Dengan harga yang diberikan sangat masuk akal dengan fasilitas yang diberikan selama perjalanan. Hingga kini masyarakat tentu tak akan pernah move on dari KA Progo yang sekarang memiliki fasilitas layaknya kelas terbaik di kereta api Indonesia.
KAI Luncurkan Entertainment on Board Gratis di KA Taksaka, Syaratnya Harus Aktifkan “Flight Mode” di Ponsel

Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho

Istilah anak muda masa kini semakin hari semakin unik dan terkadang tak masuk akal. Namun sepertinya kata baper alias bawa perasaan sudah bukan lagi digunakan oleh anak muda masa kini tetapi orang tua pun sudah menggunakan bahasa ini baik untuk masalah percintaan, persahabatan atau hanya urusan pekerjaan. Baca juga: Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun! Tapi, bagaimana bila baper ini justru saat melihat nama stasiun-stasiun kereta di Indonesia dan di plesetkan menjadi kata-kata gombalan? Ya, mungkin banyak dari Anda yang akan merasa baper dan memilih untuk tertawa bahkan terdiam dengan kepanjangan dari nama stasiun tersebut. Stasiun apa saja sih yang bikin baper setelah di edit dengan kepanjangannya? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber dan berikut ini beberapa stasiun yang bisa bikin baper sekaligus tertawa ngakak karena di anggap nyeleneh saat dibuat meme. 1. Stasiun Pasar Minggu Stasiun yang terletak di daerah Jakarta Selatan ini saat kata Pasar Minggu di urai ternyata bisa menjadi Pas Ada Pacarnya Minggir Dulu. Jadi yang lagi deketin anak kereta sabar dulu ya kalau ada pacarnya. 2. Stasiun Jurang Mangu Sebelum tiba di Bintaro, stasiun ini menjadi tempat perhentian untuk sampai ke daerah Tangerang Selatan juga loh. Ini dia kepanjangan dari Jurang Mangu, Jomblo Udah Rapih Nggak Malem mingguan. Biasanya yang begini karena hujan. 3. Stasiun Cilacap Pintu masuk sebelum sampai ke Nusa Kambangan ini ternyata kalau di plesetin bikin rasa menyesal. Kenapa? Karena, Cinta Lama Tak Terucap. Kalau yang begini artinya kaya malu-malu mau tapi tidak berani mengucapkan dan dipendam sendiri. 4. Stasiun Solo Balapan Mungkin dari sekian banyak nama stasiun ini paling agak membuat tenang bagi para jomblo. Soalnya saat ingat Solo Balapan bisa jadi Sobat Jomblo Bahagia Liat Ada Harapan. Tenang, bagi para pecinta kereta dan jomblo harapan itu pasti ada dan jangan lupa mampir ke Solo Balapan. 5. Stasiun Jombang Buat anak kereta yang jomblo jangan sedih kalau dibilang Jomblo Melulu Bahagia Juga Nggak. Mungkin yang bilang gitu mereka iri karena saat jomblo tak sebahagia kalian. Baca juga: Stasiun Sukacinta, Menjadi Besar Karena Tambang Batu Bara di Dekatnya 6. Stasiun Semarang Tawang Jangan sedih kalau kalian pecinta kereta api pas Semakin Rindu Dan Sayang Taunya Cewe Orang. Ini biasa buat para laki-laki, biar lebih tegar dan sadar masih banyak perempuan di luar sana. 7. Stasiun Klaten Nama stasiun yang satu ini bila dipanjangkan sepertinya akan membuat miris para pecinta kereta yang sudah berteman karena naik kereta bareng. Soalnya Kenal Lama Tetep Temenan. Ini rasanya sama sekali tidak enak apalagi di beri harapan palsu. Tapi jangan salah meski ada meme, mungkin banyak yang tidak tahu nama stasiun di Indonesia unik dan teringat akan makanan bahkan pelawak. Seperti stasiun Baso, Indro, Warung Bandrek, Sukacinta dan lainnya.

Bukan di Kota Tangerang, Sejarah Ciledug Ternyata Miliki Dua Bangunan Stasiun yang Berbeda

Jalur kereta api wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon pun tak luput dari sejarah. Ya, jalur yang terkenal dengan laju kecepatan kereta api yang tinggi ini mengisahkan sejarah yang unik di beberapa wilayah. Nah, salah satu stasiun yang akan kabarpenumpang bahas kali ini adalah Stasiun Ciledug. Sekilas nama Ciledug bagi warga Jabodetabek pasti mengingat akan daerah yang ada di Kota Tangerang, Kabupaten Banten. Padahal nama Ciledug ada stasiunnya juga, lho. Ya, Stasiun Ciledug, yang terletak di antara Cirebon dan Semarang, dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai bagian dari jalur kereta api untuk mengangkut hasil pertanian dan perdagangan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini, Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah dibangunnya jalur ganda di segmen Larangan – Ciledug per 16 Desember 2014 dan dilanjutkan dengan segmen terakhir Cirebon – Ciledug per 1 April 2015, jumlah jalur bertambah menjadi empat. Sejarah mengatakan bahwa Stasiun Ciledug ternyata memiliki keunikan. Jaman era Kolonial Belanda, ternyata stasiun ini sempat memiliki 2 nama namun di perusahaan yang berbeda. Lokasinya pun juga berbeda jauh dari lokasi aslinya yang berada di rute Cirebon – Kroya. Pada awalnya, Stasiun Ciledug di jalur yang dibangun oleh Maskapal Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) pada tahun 1897 dari Cirebon sampai Semarang yang merupakan jalur tram pinggir jalan raya.
Stasiun Ciledug yang dibangun SCS. (Foto: Dok. indonesiarailwaymap.com)
Ada namanya Stasiun Mundu yang menjadi jalur utama berbelok ke arah selatan menuju Ciledug dan berbelok kembali ke utara di Stasiun Losari lama. Jalur cabang ini dibangun untuk memfasilitasi angkutan produk pabrik gula di sekitar Ciledung, Karangsuwung, Sindanglaut dan Jatipiring. Sekitar dua puluh tahun kemudian SS juga membangun jalur Cirebon – Kroya (informasi tentang jalur Cirebon – Kroya yang dibangun SS dapat dilihat pada postingan INI dan INI) yang melewati Ciledug sehingga di daerah yang sama bisa ada dua stasiun, misalnya di Sindanglaut ada Stasiun milik SCS dan ada Stasiun milik SS. Kemudian baru pada tahun 1915 dibangun jalur shortcut dari Waruduwur ke arah timur dan berujung di Stasiun Losari (dan sekarang menjadi bagian dari jalur lintas utara jawa dari Cirebon ke Brebes). Untuk jalur di Waruduwur – Ciledug – Losari saat ini sudah tidak banyak yang tersisa termasuk bangunan stasiun. Sedangkan jalur utama masih aktif sampai sekarang. Dari sejumlah stasiun yang dibangun pada masa SCS sampai sekarang, beberapa stasiun sudah dinonaktifkan dan kebanyakan hilang kecuali Stasiun krandon yang masih tersisa bangunannya, Stasiun Losari lama (Stasiun Losari baru 400 meter disebelah barat Stasiun lama) dan Stasiun Bulakamba yang belum lama dinonaktifkan setelah Jalur ini diselesaikan upgrade ke Double Track pada tahun 2013-2014. Kini yang masih aktif digunakan hanyalah Stasiun Ciledug dengan rute Cirebon – Kroya. Stasiun ini juga aktif melayani penumpang Kerta Api Jarak Jauh (KAJJ) baik dari arah Jakarta maupun dari arah Yogyakarta atau Surabaya. Memiliki bangunan yang cukup megah membuat Stasiun Ciledug terlihat lebih luas hingga kini. Beberapa KA yang berhenti di Stasiun Ciledug adalah KA Cakrabuana, KA Ranggajati, KA Fajar Utama Yogyakarta, dan KA Gaya Baru Malam Selatan.
Stasiun Cirebon, Bernilai Strategis dan Menyandang Bangunan Cagar Budaya

Sempat Ditutup, Kini Masyarakat Kembali Bisa Memesan Tiket KA Desember Mendatang

Beberapa hari lalu informasi yang disampaikan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengenai penyesuaian perjalanan kereta api (KA). Penyesuaian tersebut adalah pola pengaturan kecepatan perjalanan KA. Diketahui bahwa kecepatan perjalanan KA saat ini mencapai maksimum 120 km/jam. Ya, PT KAI akan melakukan penyesuaian jadwal dan pola perjalanan kereta api di seluruh wilayah Daerah Operasional (Daop) 1 sampai dengan 9 mulai 1 Desember 2025. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kenyamanan pelanggan.
Penumpang kereta api memadati stasiun. (Foto: Dok. Istimewa)
Sebelumnya dengan proses pembaruan tersebut, pemesanan tiket untuk perjalanan bulan Desember 2025 sempat sementara belum dapat dilakukan. Pelanggan dapat membeli tiket hingga tanggal keberangkatan 30 November 2025 melalui seluruh kanal resmi KAI: aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, Call Center 121, dan mitra resmi KAI. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan pembaruan jadwal merupakan bagian dari peningkatan keandalan layanan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan KAI semakin efisien dan tepat waktu di seluruh daerah. KAI juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pelanggan selama masa penyesuaian berlangsung. Tentunya setiap perubahan terkait pola perjalanan, jadwal, dan sistem pemesanan tiket akan diinformasikan secara berkala melalui media sosial resmi KAI. Beruntung per hari ini jadwal KA sudah dapat dipesan untuk Bulan Desember. Berbagai rute dan tujuan baik kereta kelas ekonomi maupun eksekutif sudah dapat dilayani. Melalui aplikasi ataupun website resmi KAI, masyarakat sudah bisa mengatur jadwal perjalanan KA ke destinasi favorit. Masyarakat pun sudah bisa memesan tiket KAI mulai H-45. Antusiasme masyarakat tentunya berharap bisa mendapat tiket perjalanan KA di Bulan Desember, mengingat pada bulan tersebut merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat. Momen tersebut adalah libur Natal dan tahun baru (nataru).
Perjalanan Mendadak? Jangan Khawatir, Pesan Tiket Kereta Bisa 2 Jam Sebelum Keberangkatan

“Indian Pacific” (Sydney-Perth): Kereta Mewah Lintas Benua yang ‘Menyapa’ Dua Samudra

Bila “The Ghan” adalah kereta mewah jarak jauh yang melayani rute Adelade (Australia selatan) – Darwin (Australia utara), maka untuk rute Australia timur ke Australia barat juga ada kereta sejenis yang tak kalah mewah dengan melintasi jalur wisata yang eksotis. Kereta mewah jarak jauh yang dimaksud adalah “Indian Pacific.” Baca juga: “The Ghan” (Adelaide-Darwin) – Perjalanan Kereta Eksotis 3 Hari Melintasi Gurun dan Pedalaman Australia Indian Pacific adalah layanan kereta api mewah yang menghubungkan Sydney di New South Wales dengan Perth di Australia Barat. Perjalanan dimulai di stasiun kereta api Sydney Central di New South Wales. Dalam perjalanan, kereta akan melintasi kawasan wisata unggulan seperti Blue Mountains, Broken Hill, Adelaide, Cook, Nullarbor Plain, dan berakhir di kota pantai Perth di Australia Barat. Gagasan untuk menghubungkan timur dan barat Australia dengan jalur kereta api telah ada sejak akhir abad ke-19. Namun, proyek ini terbukti sulit karena tantangan geografis dan teknis yang melibatkan melewati gurun pasir dan daerah terpencil. Pembangunan jalur kereta api antara Sydney dan Perth dimulai pada awal abad ke-20. Bagian-bagian berbeda dari jalur ini dibangun oleh berbagai perusahaan kereta api negara bagian dan federal. Pada tahun 1970, layanan Indian Pacific secara resmi diluncurkan setelah selesainya jalur rel yang menghubungkan Sydney dan Perth. Kereta ini dioperasikan oleh perusahaan kereta api negara bagian yang kemudian digabung menjadi perusahaan kereta api nasional Australia, yang dikenal sebagai “Australian National.” Pada tahun 1997, layanan Indian Pacific dan Australian National Railways secara keseluruhan dijual kepada sektor swasta sebagai bagian dari inisiatif privatisasi yang lebih besar di Australia. Selama beberapa tahun, Indian Pacific mengalami berbagai perubahan pemilik dan operator dalam industri kereta api swasta Australia. Indian Pacific kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar transportasi, tetapi juga menjadi pengalaman wisata yang populer di kalangan turis lokal maupun internasional. Perjalanan dengan Indian Pacific menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dan pengalaman melintasi dataran Australia yang luas. Nama “Indian Pacific” sendiri merujuk pada perjalanan yang menghubungkan Samudra Hindia (Indian Ocean) di barat dengan Samudra Pasifik (Pacific Ocean) di timur. Jarak tempuh Indian Pacific Train, yang menghubungkan Sydney dengan Perth bervariasi tergantung pada rute dan kondisi perjalanan tertentu. Secara kasar, perjalanan ini melibatkan perjalanan melintasi benua Australia dari timur ke barat. Jarak tempuh yang diestimasi adalah sekitar 4.352 kilometer (2.703 mil) dengan memakan waktu sekitar 72 jam. Meskipun layanan dan fasilitas dapat berubah dari waktu ke waktu, berikut adalah beberapa layanan standar di Indian Pacific: Kabin Tidur Indian Pacific menawarkan berbagai jenis kabin tidur, mulai dari kabin ekonomi hingga kabin yang lebih mewah dengan fasilitas pribadi, tempat tidur nyaman, dan pemandangan luar yang spektakuler. Makanan dan Minuman Penumpang dapat menikmati makanan dan minuman yang lezat selama perjalanan. Sarapan, makan siang, dan makan malam disajikan di gerbong restoran, dan menu sering kali mencakup hidangan lokal dan khas Australia. Lounge dan Bar Kereta ini biasanya memiliki lounge dan bar yang menyediakan tempat bersantai, bersosialisasi dengan penumpang lain, dan menikmati minuman ringan. Hiburan Beberapa kereta memiliki fasilitas hiburan di dalam kabin, seperti televisi layar datar, radio, dan lebih banyak lagi. Selain itu, perjalanan itu sendiri adalah hiburan dengan pemandangan luar yang menakjubkan. Baca juga: Kuranda Scenic Railroad – Jalur Kereta Berbahaya di Australia yang Tampilkan Eksotisme Pemandu Wisata Indian Pacific biasanya memiliki pemandu wisata yang memberikan informasi tentang pemandangan, sejarah, dan budaya daerah yang dilalui selama perjalanan. Aktivitas di Luar Kereta ndian Pacific menyertakan perhentian di kota-kota tertentu yang memberikan kesempatan bagi penumpang untuk tur dan menjelajahi tempat-tempat menarik.

Arab Saudi dan UEA Membawa Kembali Era Emas Kereta Mewah: Siap-siap Check-in di ‘Hotel di Atas Roda’

Era perjalanan cepat mungkin mulai jenuh. Di saat dunia sibuk memesan tiket pesawat low-cost carrier dan penerbangan short-haul, Timur Tengah justru bergerak mundur—tapi dengan standar kemewahan yang sangat maju. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kini memimpin kebangkitan gerakan slow travel dengan memperkenalkan “hotel bintang lima di atas roda.” Dua proyek kereta ultra-mewah, Dream of the Desert di Saudi dan layanan eksklusif Etihad Rail, siap mengubah lanskap pariwisata regional, mengubah gurun pasir menjadi Jalur Sutra yang berlapis emas. Arab Saudi: Impian Gurun yang Berjalan (Dream of the Desert) Bagi CEO Arsenale Group, Paolo Barletta, kereta bukan sekadar gerbong; itu adalah “hotel di atas roda.” Konsep inilah yang dibawa ke Arab Saudi melalui proyek Dream of the Desert. Ditargetkan beroperasi pada akhir 2026, rute strategis kereta ini akan menyusuri 1.300 km jalur kereta api dari Riyadh menuju situs-situs Warisan Dunia UNESCO, melintasi keindahan gurun, oasis Qassim, hingga pegunungan Al Hail. Ini adalah cara baru yang lambat (tapi mahal) untuk menjelajahi kerajaan.
Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir
Kereta ini dirancang oleh arsitek Aline Asmar d’Amman dan hanya menampung 66 tamu di 33 suite (termasuk Presidential Suites). Desain interiornya bukan sekadar mewah, tapi juga membawa “seluruh budaya negara ke dalam gerbong,” dengan referensi desain dari AlUla hingga Laut Merah. Tiket dipatok antara $3.000 hingga $5.000 per orang per malam. Ini menegaskan bahwa perjalanan ini adalah pengalaman ultra-luxury, bukan sekadar moda transportasi. UEA: Pesiar Darat Versi Etihad Rail Tak mau kalah, Uni Emirat Arab sedang menyiapkan layanan mewah di jaringan kereta api nasional mereka, Etihad Rail. Layanan mewah ini diharapkan meluncur pada tahun 2028, setelah infrastruktur kereta penumpang Etihad Rail selesai. Daripada memfokuskan pada kecepatan, Arsenale dan Etihad Rail berfokus pada “pesiar darat” (inland cruise). Bayangkan, naik kereta dari gurun Liwa yang sunyi, menuju pegunungan Hatta, dan berakhir di pesisir Fujairah—semuanya sambil bersantai di kabin mewah Anda. Barletta melihat kereta ini sebagai pelengkap sempurna bagi pariwisata UEA. Tamu bisa menginap satu malam di hotel bintang tujuh, dua malam di kereta, dan kemudian kembali ke hotel.
Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026
Mengapa Kereta Mewah Kembali Populer? Tren ini didorong oleh tiga faktor utama yang dikutip Barletta, yaitu Nostalgia, seperti kerinduan akan era The Orient Express dan kemewahan perjalanan darat yang elegan. Kemudian keberlanjutan, meskipun perjalanan ini mahal, ia diposisikan sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada penerbangan jarak pendek (short-haul flight), dan disconnection, di era digital yang hiper-konektif, perjalanan lambat memungkinkan penumpang untuk benar-benar bersantai dan melepaskan diri dari tuntutan pekerjaan atau media sosial. Timur Tengah, yang dikenal dengan kemajuan arsitektur dan kecepatan pembangunan, kini menggunakan teknologi terdepan untuk menghidupkan kembali pesona perjalanan kuno. Namun, kali ini, Anda tidak perlu khawatir tentang kamar mandi komunal; karena, ini adalah standar bintang lima, bukan gerbong tua.
Misteri Kereta Mewah Orient Express Terpecahkan, Gerbong yang Hilang Berhasil Ditemukan
 

Catat! Ada Jadwal Kereta Api Tambahan Selama November 2025

Perjalanan menggunakan kereta api (KA) memang selalu diminati masyarakat. Tak hanya saat liburan tiba, namun saat di hari-hari biasa pun penumpang kereta api terlihat ramai di stasiun terutama stasiun keberangkatan dari Jakarta. Seperti pada bulan November ini, meskipun tak ada tanggal yang menunjukkan liburan panjang namun PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tetap menjalankan beberapa perjalanan KA tambahan. Selain itu tanggalnya pun sudah dipilih untuk memenuhi kebutuhan bertransportasi menggunakan kereta api.
Penumpang kereta api di Stasiun Pasar Senen. (Foto: Dok. KAI)
Untuk kota-kota pilihan yang akan ditambah perjalanan KA rencananya, KAI akan menambahkan perjalanan dari atau menuju kota-kota destinasi wisata seperti Yogyakarta, Malang, Surabaya, dan Bandung. Beberapa kota atau destinasi tujuan yang disebutkan memang dipilih sebagai minat masyarakat untuk berkunjung. Alasan KAI melakukan penambahan perjalanan ini bertujuan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang dan mendukung mobilitas masyarakat selama musim wisata akhir tahun. Apalagi jelang Desember, banyak masyarakat yang berlomba-lomba memesan tiket KA untuk liburan panjang. Sementara itu, Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan, langkah ini diambil karena meningkatnya permintaan perjalanan menjelang akhir tahun. Guna mendukung aktivitas dan mobilitas masyarakat, KAI memberikan layanan berupa penambahan perjalanan kereta. Berikut ini daftar beberapa kereta ditambahkan selama Bulan November: • Keberangkatan 1-30 November 2025: 1. KA Argo Anjasmoro (relasi Gambir – Surabaya Pasar Turi PP) 2. KA Sancaka Utara (relasi Cilacap – Surabaya Pasar Turi PP) 3. KA Ijen Ekspres (relasi Ketapang – Malang PP) 4. KA Arjuno Ekspres (relasi Malang – Surabaya Gubeng PP). • Keberangkatan 1–2, 6–9, 13–16, 20–23, dan 27–30 November 2025: 1. KA Purwojaya (relasi Gambir – Cilacap PP) 2. KA Sancaka (relasi Surabaya Gubeng – Yogyakarta PP) 3. KA Parahyangan Fakultatif (relasi Bandung – Gambir PP) 4. KA Kaligung (relasi Semarang Poncol – Tegal PP) 5. KA Batavia (relasi Solo Balapan – Gambir PP). • Keberangkatan khusus 2, 9, 16, 23, dan 30 November 2025: 1. KA Cirebon Fakultatif (Cirebon – Gambir PP). KAI mencatat rute Yogyakarta, Malang, dan Surabaya sebagai destinasi paling diminati. Penambahan kereta ini juga bertujuan untuk menggerakkan sektor wisata dan mendongkrak perekonomian daerah. Seluruh perjalanan tambahan akan menggunakan rangkaian terbaru dari KAI, seperti Eksekutif Stainless Steel New Generation, Ekonomi New Generation Modifikasi, dan Ekonomi Premium Stainless Steel. Anne menambahkan dalam keterangan resminya bahwa melihat tren peningkatan jumlah pelanggan setiap kali musim liburan tiba, KAI pastinya selalu menambah perjalanan kereta agar masyarakat bisa bepergian dengan lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan. “Kami ingin setiap perjalanan menjadi pengalaman yang berkesan. Masyarakat tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga menikmati pemandangan Indonesia yang indah dari balik jendela kereta,” ujar Anne.
Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Sebenarnya Peran dan Tugas PKD!

Emirates Menggunakan Kecerdasan Buatan untuk Memprediksi Turbulensi Udara

Emirates Airlines, salah satu maskapai penerbangan terbesar di dunia, mengumumkan inovasi terbaru dalam teknologi penerbangannya dengan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi turbulensi udara secara lebih akurat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpang serta efisiensi operasional maskapai. Penerbangan sering kali terganggu oleh turbulensi, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan bahkan risiko keselamatan jika tidak diprediksi dan diatasi dengan tepat. Emirates bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka untuk mengembangkan sistem prediksi turbulensi berbasis AI yang mampu memantau kondisi cuaca secara real-time dan memproyeksikan potensi turbulensi di jalur penerbangan. Sistem ini memanfaatkan algoritma machine learning yang akan memproses data cuaca dari berbagai sumber, termasuk satelit, radar, dan sensor cuaca di pesawat. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi pola yang mengindikasikan kemungkinan turbulensi, sehingga pilot dapat mengambil tindakan preventif lebih awal.
Terjebak Turbulensi Saat Berada di Dalam Toilet Pesawat, Ini yang Harus Anda Lakukan!
Dengan penerapan teknologi ini, Emirates berharap dapat mengurangi kejadian turbulensi yang tidak terduga, memberikan pengalaman penerbangan yang lebih nyaman bagi penumpang. Selain itu, penggunaan AI juga membantu maskapai dalam mengoptimalkan jalur penerbangan, mengurangi konsumsi bahan bakar, dan memperpanjang umur pesawat melalui perencanaan rute yang lebih efisien. CEO Emirates, Ahmed bin Saeed Al Maktoum, menyatakan, “Inovasi ini merupakan langkah maju dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang kami. Menggunakan AI untuk memprediksi turbulensi adalah contoh nyata dari komitmen kami terhadap teknologi dan inovasi dalam industri penerbangan.” Adopsi AI oleh Emirates menjadi bagian dari tren global dalam industri penerbangan yang semakin mengandalkan teknologi canggih untuk meningkatkan layanan dan efisiensi. Di masa depan, kemungkinan besar teknologi serupa akan diterapkan di maskapai lain, menjadikan penerbangan yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Dengan kemajuan ini, Emirates menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam inovasi penerbangan berteknologi tinggi, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai maskapai yang selalu mengedepankan keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Waspada! Lima Rute Penerbangan ini Terkenal dengan Turbulensi Parah

Meski Kecil, Ternyata Ini Fakta Unik di Stasiun Rejotangan

Berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun dan berada di jalur antara Kertosono – Blitar. Kereta api (KA) yang melintas pun cukup ramai, walaupun masih ada jeda perjalanan antar KA hingga lebih dari setengah jam. Stasiun yang akan kita bahas ini merupakan stasiun dengan bangunan yang agak kecil dan sederhana namun ramai dengan penumpang. Ya, Stasiun Rejotangan merupakan stasiun kelas III dengan bangunan yang terlihat ornamen sejak jaman Kolonial Belanda. Stasiun ini juga merupakan stasiun cagar budaya yang memiliki ciri khas tertentu termasuk pondasi atau dinding yang berbatu. Stasiun Rejotangan juga merupakan salah satu dari lima stasiun kereta api yang melayani masyarakat Tulungagung. Meskipun termasuk kelas kecil, namun keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat. Berikut sederet fakta Stasiun Rejotangan dikutip dari berbagai sumber.
Stasiun Rejotangan. (Foto: Dok. Istimewa)
Beberapa fakta unik yang ada di Stasiun Rejotangan pun tak luput dari bangunan maupun sekitar stasiun. Banyak masyarakat menggunakan KA baik dari arah Surabaya,Malang maupun sebaliknya naik dan turun di stasiun ini. Nah, kabarpenumpang merangkumnya untuk kalian. • Stasiun dengan Bangunan Kecil Stasiun Rejotangan merupakan salah satu stasiun kelas III/kecil di bawah pengelolaan Daop 7 Madiun. Stasiun ini berada di ketinggian +116 mdpl. Fasilitas stasiunnya pun sama halnya seperti stasiun kecil lainnya. • Stasiun Paling Ujung Timur Hal ini berbanding lurus dengan letak wilayah Kecamatan Rejotangan yang merupakan kecamatan paling timur di Tulungagung. Bahkan kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar. • Dikelilingi Pemukiman Lokasinya berada di Desa/Kecamatan Rejotangan tepatnya di sisi utara Jalan Raya Tulungagung-Blitar dan berada di belakang pemukiman warga. Terhitung tidak begitu jauh dari polsek, koramil, maupun kantor Kecamatan Rejotangan. • Stasiun Perhentian Kereta Lokal (Commuter Line) Lokasinya berada di Desa/Kecamatan Rejotangan tepatnya di sisi utara Jalan Raya Tulungagung-Blitar dan berada di belakang pemukiman warga. Terhitung tidak begitu jauh dari polsek, koramil, maupun kantor Kecamatan Rejotangan. Stasiun Rejotangan dilayani Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) dengan persinyalan mekanik. Selain kereta api lokal (Penataran/Dhoho) yang berhenti di stasiun ini, ada pula kereta api yang melewati bahkan melintas langsung. Kereta api tersebut adalah KA Kahuripan, KA Matarmaja, KA Brantas, KA Singasari, KA Majapahit, KA Kertanegara, KA Malioboro Ekspres, KA Malabar, KA Brawijaya, dan KA Gajayana.
Stasiun Tulungagung, Dahulu Pernah Dilengkapi Turn Table Lokomotif

Mengenal Moda Berbasis Levitasi Magnetik (Maglev)? Ini Dia Serba-Serbinya!

Apa yang terbesit di benak Anda pertama kali ketika mendengar kata magnetic levitation (maglev)? Mungkin sebagian dari Anda langsung teringat akan moda futuristik Hyperloop yang lahir dari buah pemikiran entrepreneur kelahiran Pretoria, Afrika Selatan, Elon Musk. Berbeda dengan kereta api pada umumnya yang mengular di atas rel, kereta bertenaga maglev ini merupakan kereta yang mengambang secara magnetik. Lalu, bagaimmana cara kerja dari kereta levitasi magnetik ini? Baca Juga: Tiga Tahun Lagi Cina Luncurkan Kereta Maglev Berkecepatan 600 Km Per Jam Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, prinsip kerja yang utama dari kereta jenis ini adalah memanfaatkan gaya magnet untuk mengangkat rolling stock sehingga tidak menyentuh rel alias mengambang. Dengan begitu, gaya gesek yang semula dihasilkan antara rel dan roda kereta dapat dikurangi. Tidak hanya mengangkat, gaya magnet yang tercipta pun dimanfaatkan sebagai pendorong. Dengan kecilnya gaya gesek dan besarnya gaya dorong, kereta ini mampu melaju hingga kecepatan 600 km per jam, jauh melebihi kecepatan yang dihasilkan oleh kereta biasa. Jika ditinjau dari segi keuntungan, utamanya adalah biaya pengoperasian yang lebih hemat. Ini dikarenakan oleh tidak adanya gaya gesek yang dihasilkan antara roda dan rel, sehingga diperkirakan tidak ada bagian yang aus. Keuntungan lainnya ketika mengoperasikan kereta levitasi magnetik adalah tidak ada gaya resistansi (hambatan) yang dihasilkan akibat gesekan. Kendati demikian, gaya resistansi udara tentunya masih ada, maka tidak heran jika banyak perusahaan rolling stock yang tengah mengupayakan ‘kelahiran’ dari kereta maglev yang lebih aerodinamis. Untuk kekurangannya terletak pada tingkat kebisingan yang dihasilkan, dimana sebuah studi melaporkan bahwa kereta maglev menghasilkan sekitar 5 dB (desibel) atau 78 persen lebih bising ketimbang kereta konvensional. Selain itu, mahalnya biaya investasi terutama pada pengadaan rel menjadi kelemahan kereta maglev yang lainnya. Bagi Anda yang daritadi kebingungan akan definisi mengambang seperti yang sudah dijabarkan di atas, tentu saja kereta ini tidak seperti sebuah kapal laut yang mengambang di atas permukaan laut, hanyalah kurang lebih 10 mm dari atas rel. Gaya dorongnya sendiri dihasilkan melalui interaksi antara rel magnetik dengan mesin induksi yang juga menghasilkan medan magnetik di dalam kereta. Diketahui, hingga saat ini tercantum beberapa negara yang tengah mengembangkan teknologi berbasis gaya magnetik ini, seperti Cina, Jepang, Perancis, Amerika, dan Jerman. Kendati namanya tidak tercantum sebagai salah satu pengembang kereta maglev, tapi tahukah Anda bahwa kereta yang menggunakan teknologi maglev pertama kali dikomersialkan di dekat Birmingham, Inggris pada tahun 1984 silam.
Gerbong Shinkansen Dipamerkan Untuk Jalur Maglev Linear Chuo dengan Kecepatan 500 km/jam