Pemenang Sayembara Integrasi MRT Jakarta dan TransJakarta di CSW Lanjutkan Detail Engineering Design

(kompas.com)

Mengularnya Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta tidak membuatnya berdiri sendirian untuk mengangkut penumpang secara massal. Pasalnya beberapa stasiun MRT Jakarta memiliki akses dengan halte TransJakarta seperti salah satunya yang ada di Stasiun MRT Asean simpang CSW (Centrale Stiching Wederopbouw) menuju Kebayoran Baru.

Baca juga: Resmi Ganti Nama dari Sisingamangaraja Menjadi ASEAN, Stasiun MRT Ini Juga Terintegrasi Halte TransJakarta

Dirangkum dari berbagai laman sumber, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka sayembara dari 6 hingga 14 Februari 2019 kemarin untuk desain prasarana integrasi halte TransJakarta dan Stasiun MRT ASEAN. Dari 25 karya yang masuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan rancangan Cakra Selaras Wahana (CSW) karya Biro Studio Lawang sebagai pemenangnya.

Pemenang sayembara sendiri tidak hanya mendapatkan hadiah sebesar Rp160 juta, tetapi juga melanjutkan proyek dengan menyusun Detail Engineering Design (DED). Sebelum menetapkan rancangan CSW sebagai pemenang, semua karya diseleksi ketat hingga mendapatkan lima karya terbaik dan kemudian dinilai oleh pihak pemerintah, swasta, ahli profesional dan akademisi.

“Alhamdulillah kita sudah dapat pemenangnya, nanti biar dijelaskan Pak Agung Wicaksono (Dirut Transjakarta) kapan mau dikerjakan, proses, biaya, dan lain-lain. Juga soal filosofi dari rancangannya. Kami senang dan kami selalu mendorong project-project fasilitas publik kita sayembarakan sehingga kita dapat ide terbaik dari masyarakat,” ujar Anies yang dikutip KabarPenumpang.com dari kumparan.com.

Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, mengatakan pemenang sayembara mempunyai waktu 45 hari untuk menyelesaikan DED. Pasalnya DED tersebut akan dijadikan sebagai desain untuk mencari tender kontraktor oleh Transjakarta.

Desain sudah terlihat, namun tak dijelaskan detailnya, hanya tampak berbeda pada jalur melingkar di perempatan CSW yang menghubungkan TransJakarta dengan MRT. Agung memperkirakan estimasi biaya nanti menghabiskan sekitar Rp30 milliar untuk membangun integrasi.

“Anggaran sudah kami sampaikan ke para peserta ini kita tetapkan ada di pagu di Rp30 miliar maksimal dan dari langkah ini setelah di tetapkan, teman-teman dengan desain Cakra Selaras Wahana ini bisa harus menghasilkan yang namanya DED dengan target ini adalah 45 hari nanti kita akan mengejar semaksimal mungkin bahwa di akhir bulan Mei,” ujar Agung.

Rencana pembangunan akan dilaksanakan setelah DED selesai. Targetnya dalam satu tahun pembangunan selesai. Bahkan diharapkan sudah selesai sebelum 2019. Selain nantinya akan dilengkapi eskalator untuk menuju platform TransJakarta, akan dibuat ruang terbuka publik di sekitaran CSW, yaitu dengan memanfaatkan lahan (halaman) di Gedung Sekretariat ASEAN. Dalam ilustrasi desain, Gedung ASEAN akan terbuka tanpa pagar, dan sebagian areanya akan digunakan untuk kepentingan publik, termasuk akan dibangun air mancur untuk memperindah area tersebut.

“Rencananya Mei akhir ini keluar DED, dan itu akan menjadi acuan untuk memilih dan melelang para perusahaan yang akan membangun ini tapi dari situ kita akan bisa tidak sampai satu tahun target kita mungkin nanti teman-teman CSW masih bisa pandangan, kalo bisa di tahun ini selesai,” ujar Agung.

Baca juga: Tunjang Integrasi MRT Jakarta, TransJakarta Buka 3 Rute Baru dari Dukuh Atas

Adapun rencana anggaran biaya dan rincian fasilitas prasarana berdasarkan estimasi pemenang sayembara sebagai berikut:

Fase I
Halte Penghubung CSW
Total luas 2.145 m2
Total estimasi biaya 21,45 miliar rupiah
Rincian:
Lantai 1 berfungsi sebagai Halte dengan luas 100 m2 dan biaya 1 miliar rupiah;
Lantai 2, 3 dan 4 berfungsi sebagai retail dengan luas masing-masing 480 m2 dan biaya masing-masing 4,8 miliar rupiah;
Lantai 5 merupakan atap dan bordes seluas 500 m2 dengan biaya 5 miliar rupiah;
Lantai 6 menjadi Halte Existing CSW dengan luas 105 m2 dan memakan estimasi biaya 1,05 miliar rupiah.

Fase II-IV
Total luas 955 m2
Total estimasi biaya 8,25 miliar rupiah
Rincian:
Jembatan dengan luas 402 m2 dan biaya 4,02 miliar rupiah;
Halte di bangunan penghubung Koridor 1 dengan luas 90 m2 dan biaya 900 juta rupiah;
Bangunan penghubung seluas 363 m2 dengan estimasi biaya 3,63 miliar rupiah;
Jembatan penghubung dengan JPO seluas 100 m2 dengan biaya 700 juta rupiah