Pengemudi Ojek Sepeda di Kigali Wajib Pakai Helm

0
Pengendara sepeda mengangkut penumpang di Kigali (newtimes.co.rw)

Operator ojek sepeda di Kigali, Rwanda dikenal secara lokal sebagai abanyonzi dan sejak 21 Maret kemari dilarang beroperasi sebagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19. Kemudian setelah enam bulan tidak beroperasi, akhirnya para ojek sepeda ini kembali beroperasi setelah rapat kabinet yang diadakan oleh pemerintah Kigali.

Baca juga: Berkat Teknologi GPS, Lampu Sein di Sepeda Bisa Menyala Otomatis

Namun meski diperbolehkan kembali beroperasi, para pengemudi ojek sepeda ini harus mematuhi langkah-langkah keselamatan lainnya termasuk mengenakan helm. KabarPenumpang.com melansir newtimes.co.rw (3/10/2020), karena hal ini para pengemudi ojek sepeda dilema meski diberi lampu hijau, mereka mengaku bingung terkait arahan wajib mengenakan hal tersebut.

“Kami menghargai pemerintah yang mengizinkan kami untuk melanjutkan, karena kami berjuang untuk mencari nafkah karena kami tidak memiliki pekerjaan. Sekarang kami bekerja, kami akan bisa memberi makan keluarga kami lagi,” kata Eric Tuyisenge.

“Sampai sekarang, kami tidak tahu jenis helm yang harus kami beli, harganya, atau di mana menemukannya. Saya kira pemerintah harus memberikan lebih banyak informasi tentang arahan baru itu, kalau tidak, kami akan tetap dilema,” kata pengemudi sepeda penumpang lainnya, Charles Hategekimana.

Bahkan dilema ini pun menjadi lebih nyata ketika para pengemudi ojek sepeda tak mampu membeli helm karena enam bulan tak beroperasi. Tito Rutagengwa pengemudi yang beroperasi di Sektor Masaka, Kabupaten Kicukiro mengatakan, masa dilanda pandemi saat ini mereka kesulitan membeli helm.

“Sudah enam bulan tidak bekerja. Karena itu, saat ini kami tidak ada yang mampu membeli helm, kecuali jika koperasi kami bernegosiasi dengan pemasok dan kami membayar dengan mencicil,” jelasnya.

Rutagengwa menambahkan, pihaknya menyimpulkan bahwa arahan tersebut merupakan kepentingan untuk mereka dalam hal keselamatan. Dia mengaku memahami hal tersebut, tetapi hanya memiliki sedikit uang dan banyak tanggung jawab yang dimiliki sehingga membuat mereka tidak mungkin untuk mematuhi arahan dalam sekejap mata.

Laporan mengatakan bahwa sepasang helm (untuk pengendara dan penumpang) berharga Rp14 ribu. Rata-rata, kata Rutagengwa, seorang pengendara sepeda motor berpenghasilan Rwf1.500 per hari dan banyak dari mereka di Kigali memiliki keluarga yang mereka rawat dan rumah yang mereka sewa.

Baca juga: Pengamat Transportasi: Bila Pesepeda Masuk Jalan Tol, Faktor Keselamatan Jadi Taruhan

Sumber dari Kota Kigali mengatakan, pertemuan antara pemerintah kota, Polisi Lalu Lintas dan pengendara ojek antara pemangku kepentingan lainnya dijadwalkan untuk membahas tantangan implementasi arahan tersebut.

Leave a Reply