Perkenalkan Oshiya, “Tukang Dorong” Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Sumber: theclever.com

Mengular di pagi atau sore hari bersama para komuter lain memang merupakan aktifitas rutin yang dilakukan oleh para pekerja yang tinggal di pinggiran Ibukota. Berdesak-desakan hingga tidak ada ruang untuk bergerak merupakan pemandangan yang sudah lazim ketika menggunakan commuter line Jabodetabek – apalagi di jam-jam sibuk. Jika Anda merasa kondisi ini sudah tidak manusiawi, mungkin Anda harus melihat ke Jepang, dimana ada petugas yang dikhususkan untuk mendorong para komuter untuk masuk ke dalam rangkaian kereta, lho! Penasaran?

Baca Juga: Jingle di Stasiun Kereta Jepang, Bangkitkan Semangat Penumpang

Adalah Oshiya, sebuah job desk yang ditujukan kepada seseorang dimana ia harus memastikan semua penumpang masuk ke dalam kereta dan tidak terjepit di pintu kereta. Kendati tujuannya mulia, namun tetap saja pekerjaan semacam ini terdengar menyeramkan di sejumlah komuter. Bagaimana tidak, kondisi kereta yang sudah penuh akan didorong oleh oshiya agar penumpang yang berada di ujung pintu tidak terjepit ketika hendak menutup. Jika yang diujung didorong, maka secara otomatis yang berada di tengah akan semakin terhimpit, bukan?

KabarPenumpang.com mengutip dari lamman wikipedia.com, istilah oshiya sendiri berasal dari kata “osu” yang berarti mendorong, dan akhiran “-ya” yang berarti sebuah pekerjaan. Jadi jika digabungkan, maka sudah jelas bahwa tugas dari seorang oshiya adalah untuk mendorong penumpang masuk ke dalam rangkaian kereta.

Ketika pertama kali beroperasi di Stasiun Shinjuku, seorang oshiya masih menggunakan julukan ryokaku seiri gakari (passenger arrangement staff) atau petugas pengatur penumpang. Kebanyakan dari para ryokaku seiri gakari adalah seorang pelajar yang mengambil pekerjaan part-time. Namun seiring berkembangnya jaman, kini para oshiya ini – baik pekerja tetap atau pekerja sampingan akan bersiap menjaga di setiap jalur kereta, terutama di kala peak hours.

Jika Anda ingin tahu presentase penumpang yang mengular ketika jam sibuk, di tahun 1975 saja, seorang oshiya bisa memasukkan penumpang hingga 221 persen di atas kapasitas aslinya. Bisa Anda bayangkan bagaimana penuhnya kereta komuter di Jepang di kala jam sibuk?

Baca Juga: Kembali Terjadi di Jepang, Kereta Berangkat Lebih Cepat dari Jadwal

Salah satu ciri khas dari seorang petugas oshiya adalah ia menggunakan seragam rapi, dan mengenakan sarung tangan berwarna putih. Mungkin penggunaan sarung tangan ini dapat diasumsikan sebagai instrumen untuk mencegah penularan kuman atau kotoran lain ketika tengah mendorong penumpang.