PO Rasa Sayang, Kondang Layani Bus AKAP Jakarta – Bima

(Yellow Pages)

Tak kenal maka tak sayang, mungkin kata-kata ini cocok menggambarkan perusahaan otobus (PO) Rasa Sayang asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). PO yang satu ini memiliki rute terjauh dari Bima hingga Jakarta. Waktu tempuh dari Bima untuk tiba di Jakarta sekitar 60 jam dengan menyeberangi tiga selat.

Baca juga: Sejarah PO Santoso, Ternyata Digawangi oleh Seorang Dokter

Dirunut dari sejarahnya, PO Bus Rasa Sayang sendiri mulai melayani rute Jakarta-Bima sejak tahun 1992 lalu. Bisa dikatakan menjadi salah satu operator bus yang memerhatikan perilaku masyarakat di daerah yang dilayaninya. Hal ini lah salah satu yang membuat PO Rasa Sayang bisa bertahan.

Seperti yang bisa terlihat dengan masyarakat Bima, dimana saat menumpang bus mereka tidak suka yang ngebut, bahkan harus ada kenyamanan dan terpenting adalah selamat meski tiba ditujuan dengan waktu yang cukup lama. Karena memiliki perjalanan yang tidak ngebut dan membuat nyaman, maka PO Rasa Sayang memberikan nilai lebih untuk penumpangnya.

Bus memberikan jarak antar kursi yang cukup lebar, disediakan ruang merokok hingga karaoke. Bus milik PO Rasa Sayang hanya bisa menampung 32 penumpang dan tiga kursi tambahan di bagian ruang merokok. Bahkan kursi ini bisa diturunkan sandarannya untuk kenyamanan saat akan tidur.

Tak hanya itu, banyak peraturan ketat yang membuat kru lebih memperhatikan tugasnya yakni ada larangan menaik turunkan penumpang di luar agen, pengemudi tidak boleh berjudi dan minum alkohol serta memerhatikan kenyamanan penumpang selama di perjalanan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, harga sekali jalan dari Jakarta-Bima atau sebaliknya tidak murah yakni Rp700 ribu sampai Rp850 ribu.

Bisa dikatakan harga tidak terlalu jauh dengan pesawat tetapi waktu tempuh cukup lama bila dibandingkan dengan pesawat. Kenyamanan yang dibagikan lainnya dalam perjalanannya, bus ini akan memberikan makan lima kali bagi penumpangnya hingga tiba di tujuan. Pemilik PO Rasa Sayang adalah Arief Wijaya dan dikenal cukup perhatian pada pengemudinya.

Baca juga: “Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

Dikarenakan bus-bus PO Rasa Sayang tak pernah ngebut dijalan, rata-rata umur sasis yang mereka operasikan sebelumnya berusia 10-15 tahun. Ini terlihat dari bus yang tersisa di garasi perwakilan Jakarta. Bus milik PO Rasa Sayang sempat menggunakan Karoseri Malindo dan dulunya dikenal seperti Karoseri Adiputro masa kini.

Selain itu, bus juga menggunakan body Evo-C dari Karoseri Rahayu Santosa yang masih beroperasi hingga kini. Kiat lain menggaet penumpang adalah dengan mengandalkan staf-staf pemasaran asal Bima. Dimana para pelanggannya sangat senang berbahasa daerah karena nyaman dengan operator bus yang mengerti apa yang mereka sampaikan dalam bahasa daerah. Kepercayaan penumpang bahkan dimulai dengan bahasa daerah Bima.