PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Republika)

Banyak yang bertanya-tanya sudah sudah sampai manakah proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ternyata progres pembebasan lahan sudah 99 persen dan sisa satu persen di daerah Karawang, Bandung serta Bekasi dengan total luas enam hektar.

Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF

“Sekarang sudah 99 persen dan tinggal satu persen di daerah Karawang, Bandung dan sebagian kecil di Bekasi. target pembebasan lahan tersebut dalam satu hingga dua bulan ini sudah harus selesai sehingga pihaknya bisa melanjutkan pembangunan trek kereta dan dapat mengoperasikan kereta cepat sesuai jadwal, yakni pertengahan tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra kepada wartawan di kantor MRT, Selasa (10/92019).

Dia mengatakan, ada beberapa kendala yakni adanya proses konsinyasi dalam UU No.2/2012. Sehingga bila ada warga yang keberatan pihaknya siap ke pengadilan dan bila tidak puas kasusnya dibawa ke Mahkamah Agung dan harus dilewati satu persatu tahap tersebut.

Meski begitu, saat ini progres konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 32,8 persen dari target 53 persen hingga akhir tahun 2019. Angka ini menjelaskan keseluruhan proyek tersebut untuk menyambut operasi di 2021 mendatang.

Chandra menambahkan, saat ini sudah ada satu dari 13 tunnel yang tembus dalam proyek tersebut. Sehingga kereta cepat Jakarta-Bandung akan segera memasuki capaian baru dimana girder pertama dari struktur elevated kereta cepat akan segera di instalisasi. Pemasangan ini akan menjadi langkah baru bagi proses pembangunan dimana struktur elevated akan mendominasi lebih dari 60 persen dari keseluruhan trase sepanjang 142,3 km.

“Tunnel Boring Machine kereta cepat yang akan menembus jalan tol Jakarta–Cikampek untuk proses konstruksi Tunnel 1 di Halim juga akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan secara progresif, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung secara paralel sedang mempersiapkan sistem operasi dan perawatan sarana dan prasarana,” tambahnya.

Saat ini pihak KCIC masih mempersiapkan sumber daya manusia mulai dari struktur organisasi hingga jumlah personil untuk di masa mendatang. KCIC sendiri menargetkan akan melibatkan 1700 personil ketika kereta cepat beroperasi.

Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

Diketahui, nantinya akan ada empat stasiun dalam jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, saat ini yang tengah dalam pengerjaan adalah Stasiun Halim.

“Stasiun ada empat, Halim sudah mulai kontruksi, semua sudah mulai, tapi karena dari bawah dulu, naik satu-satu. Target operasi harus stasiun jadi,” tambah Chandra.