Sama-Sama Suguhkan Live Music di Udara, Ini Bedanya Antara TNI AU dan Garuda Indonesia

(Tribunnews.com)

Band Padi Reborn menjadi pengisi konser untuk perayaan HUT TNI AU ke-73. Band yang digawangi oleh lima personel yakni Fadli (vokal), Piyu dan Ari (gitar), Rindra (bass) dan Yoyo (drum) tampil tak biasa karena selain merayakan ulang tahun TNI AU pada 6 April kemarin mereka melakukan ‘konser’ dalam formasi lengkap di atas ketinggian 15 ribu kaki.

Baca juga: Di Hari Valentine, Andien dan Tompi Bakal Tampil Live di Garuda Indonesia Rute Jakarta-Denpasar

Band ini tampil di udara dengan formasi dan alat yang lengkap saat ditantang oleh TNI AU untuk bernyanyi dan bermain musik di atas langit tepatnya di dalam pesawat. Mereka bermain sedikit berbeda yakni diatas panggung kecil dalam pesawat Boeing 747-400 TNI AU Skadron Udara 17 dengan nomor A-7305. Total ada lima lagu yang dilantunkan dalam penerbangan di kawasan Pelabuhah Ratu.

Bahkan saat tampil di udara tersebut Ari, Rindra dan Fadli tampil mengenakan jaket terbang layaknya pilot jet tempur Tanah Air. Penerbangan selama kurang lebih satu jam tersebut Padi Reborn tampil dalam penerbangan bertajuk Joy Flight With Padi Reborn.

Penampilan Padi Reborn dalam perayaan HUT TNI AU ke-73 membuat mereka menjadi band pertama yang unjuk kebolehan di pesawat militer yang tengah mengudara. HUT TNI AU sendiri puncaknya akan dirayakan pada 9 April 2019, sementara Padi Reborn pada 8 April akan merayakan hari jadinya yang ke-22.

“Kalau dulu Padi pernah akustikan, itu biasa. Tapi ini kami mengeluarkan power listrik yang ada dalam pesawat,” ujar Piyu yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartakota.tribunnews.com (7/4/2019).

Diketahui, para personel Padi bersama dengan anggota TNI berangkat dari Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma. Selama penerbangan dengan pesawat narrow body yang tadinya adalah milik Garuda Indonesia ini, bagian depan kargo pesawat diisi dengan karung pasir sebagai pemberat, hal ini untuk menghindari pesawat terdongak ke atas, lantaran posisi awak band dan penumpang berada di bagian belakang.

Hal ini mengingatkan dengan Garuda Indonesia yang menghadirkan para penyanyi Indonesia dalam beberapa penerbangan mereka. Bedanya adalah dimana Garuda Indonesia hanya menggunakan alat musik seadanya atau bisa dikatakan bermain dan bernyanyi hanya diiringi sebuah gitar alias akustik.

Live musik akustik di Garuda Indonesia sendiri diisi oleh Abdul, Andien dan Tompi di dalam penerbangan dengan ketinggian 35 ribu kaki. Perbedaan lainnya, musik yang diperdengarkan bila Padi Reborn untuk para anggota TNI sedangkan Garuda Indonesia untuk memberikan hiburan bagi penumpangnya.

Ternyata tak hanya di Indonesia saja yang menggelar konser musik di dalam penerbangan. Pada 2007 lalu band punk asal Inggris Jamiroquai meluncurkan albumnya High Times, mereka melakukan live konser dalam penerbangan dari Munich ke Athena pada ketinggian 35 ribu kaki.

Bahkan mereka tercatat dan menghasilkan beberapa penghargaan dari Guinness World Records termasuk “pertunjukan di ketinggian tertinggi,” yang memicu minat seniman lain. Tak hanya itu pada 2010, James Blunt memecahkan rekor Jamiroquai ketika ia tampil di 42 ribu kaki.

Baca juga: Abdul “Indonesian Idol” Tampil Live di Ketinggian 35 Ribu Kaki

Tidak semua pertunjukan dalam penerbangan diprakarsai oleh maskapai penerbangan. Para pemeran musikal Broadway, The Lion King, membawakan lagu “Circle of Life” dadakan yang menyenangkan para penumpang dalam penerbangan mereka dari Brisbane ke Sydney dan dalam perjalanan ke New York, band rock Irlandia Kodaline mengeluarkan gitar mereka dan membawakan lagu hit mereka pada penerbangan Aer Lingus.