Setelah Persiapan Ekstra, Qantas Sukses Lakoni Penerbangan Non-Stop Sydney-New York

0
Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas. Sumber: Skyscanner Australia

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan rencana maskapai asal Australia, Qantas yang akan melakoni perjalanan antar benua non-stop terjauh, yaitu dari Sydney menuju New York. Menurut pihak maskapai, penerbangan itu akan memakan waktu selama 20 jam di udara – hampir seharian penuh. Mengingat ini merupakan hal yang cukup ekstrem, maka diperlukan persiapan yang amat matang, tidak hanya dari pilot melainkan juga dari segi penumpangnya.

Baca Juga: “Sunrise Project,” Qantas Bakal Sabet Gelar Penerbangan Langsung Terlama di Dunia

Kesiapan Pilot
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (18/10), pilot Qantas yang nantinya mengoperasikan rute jarak jauh ini akan terlebih dahulu diambil sampel urinnya dan mengenakan alat pemantau kinerja otak guna menguji tingkat kelelahan. Memang, di udara, pilot akan mengaktifkan sistem auto-pilot untuk menjalankan moda yang mereka kemudikan – namun tetap saja mereka harus tetap memasang fokus selama 20 jam waktu perjalanan untuk berkomunikasi dengan menara pemantau (ATC) hingga mengecek pesawat selama berkalana di angkasa (apakah semua fungsi di pesawat beroperasi secara normal atau tidak).

View this post on Instagram

Qantas Airways has completed the longest non-stop commercial passenger flight, researching the potential impacts of ultra-long haul flights on pilots, crew and passengers. With 49 people on board, the Boeing 787-9 Dreamliner flight completed the 16200km / 10,066-mile journey from New York to Sydney in 19 hours and 16 minutes. Would you consider flying this long non-stop? If not, what would be the reason? 📷: @bentsvsworld #InstagramAviation

A post shared by Official Instagram Aviation™ (@instagramaviation) on

Kesiapan Penumpang
Sementara untuk penumpang, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di University of Sydney Charles Perkins Center yang menyebutkan bahwa dari 500 penumpang yang sudah pernah bepergian dengan Qantas selama lebih dari sembilan jam penerbangan (dalam sekali perjalanan), menemukan bahwa sekitar 54 persen dari mereka akan mengenakan headset untuk mereduksi kebisingan dari mesin, 38 persen meminum alkohol, dan 10 persen sisanya menenggak obat tidur. Namun ini semua dinilai kurang baik untuk dilakukan, mengingat mereka akan mengidap dehidrasi dan memperparah efek jet lag yang dirasakan.

Baca Juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Penerbangan Ultra-Long Haul
Kendati ada banyak hal yang mesti dipersiapkan sebelum terbang bersama The Flying Kangaroo dalam rute penerbangan super jauh ini, namun pihak maskapai telah sukses menghubungkan jarak 16.200km yang terbentang antara Sydney dan New York beberapa hari ke belakang, dimana penerbangan yang total memakan waktu perjalanan 19 jam 16 menit ini memboyong 49 penumpang saja dengan menggunakan Boeing 787-9 Dreamliner. Hal ini diketahui dari unggahan @instagramaviation pada 21 Oktober 2019 di jejaring sosial Instagram.

Leave a Reply