Sky Bus Tokyo Alami Lonjakan Penumpang Setelah Pembatasan Dicabut

0
(the-japan-news.com)

Sejak 28 Maret 2020 operator tur Sky Bus Tokyo harus memberhentikan sementara operasional mereka karena wabah Covid-19. Tetapi pada Jumat (19/6/2020), perusahan ini melanjutkan tur mereka dengan menerapkan langkah-langkah keamanan dan kesehatan untuk penyebaran virus corona.

Baca juga: Angkut Penumpang Kereta Secara Acak, Bus Ultra Mewah Yuga Akan Beroperasi 5 Hari di Tokyo

Bahkan satu hari setelah dibuka yakni Sabtu (20/6/2020), operator tur Sky Bus Tokyo mengalami lonjakan penumpang pada bus tingkat terbuka mereka. Lonjakan ini pun tepat sejak pertama pembatasan perjalanan di cabut secara nasional.

KabarPenumpang.com melansir laman the-japan-news.com (21/6/2020), pada perjalanan perdana setelah pembatasan dicabut, penumpang yang naik bus tampak menikmati cuaca sejuk di dek atas untuk melihat pemandangan di pusat kota Tokyo termasuk jalan-jalan Ginza dan Tsukiji dimana orang mulai banyak beraktivitas kembali.

“Kursi di antara penumpang dibiarkan kosong sebagai bagian dari langkah-langkah keamanan virus,” kata petugas yang mengenakan masker kepada penumpang di lantai dua bus.

Petugas berusia 22 tahun itu mengumumkan nama-nama semua situs yang dilalui oleh bus wisata seperti di Menara Tokyo, Rainbow Bridge, Istana Kekaisaran dan distrik Ginza dan Marunouchi.

“Bus terbuka memungkinkan kami menghindari ‘Tiga C’ (closed spaces, crowded places, and close-contact settings atau ruang tertutup, tempat ramai, dan pengaturan kontak dekat) dan kami harus menikmati pemandangan populer Tokyo yang biasanya tidak kita lihat,” kata seorang penumpang berusia 35 tahun.

Penumpang tersebut bepergian dengan anaknya yang berusia empat tahun dan enam tahun. Dia mengaku anak-anaknya senang berfoto dan mencari mobil sport di sepanjang jalan raya.

Perusahaan yang beroperasi di Sky Bus Tokyo Hinomaru Jidousya Kougyo Co. telah mengurangi separuh kapasitas standar bus dari 46 penumpang untuk menjaga jarak antar penumpang. Sebelum naik, operator meminta penumpang untuk memeriksakan suhu mereka dan mendisinfeksi tangan mereka dengan alkohol. Anggota kru juga mendesinfeksi tangan dan tempat duduk selama pergantian penumpang.

Baca juga: Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia

Perusahaan telah memasang penghalang akrilik di konter tiket untuk meminimalkan risiko infeksi dari tetesan pernapasan dan juga secara ketat memeriksa suhu karyawannya. Selain itu tanggal 26 Juni mereka juga akan membuka kembali sebagian dari program layanan wisata bus amfibi Sky Duck.

Leave a Reply