Stasiun Padalarang Baru Menjadi Hub Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dibangun Dua Tahap

0
Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (Republika)

Stasiun Padalarang Baru digadang akan menjadi hub penghubung antar moda untuk kereta cepat Jakarta-Bandung. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan hub ini letaknya akan dekat dengan Stasiun Padalarang. Tepatnya di bagian barat dan sejajar dengan stasiun itu di Bandung Barat.

Baca juga: Depo EMU Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tegal Luar Selesai Dibangun

Nantinya akan ada tiga bagunan utama di hub tersebut yakni bangunan pertama adalah hub yang akan dihubungkan dengan eskalator ke arah Sky Hall. Yang mana Sky Hall brada di atas jalur esksisting dan ini untuk kereta api feeder yang melayani konektivitas kerta cepat dengan Stasiun Bandung.

Sedangkan rel eksisting yang melintas Stasiun Padalarang adalah rel kereta nomor 4 dengan lokasi paling pinggir dekat dengan lokasi rel kereta cepat. Rel itu akan dipergunakan oleh kereta feeder untuk mengantarkan penumpang kereta cepat yang berhenti di Stasiun Padalarang. Dari sana, penumpang kereta cepat akan berganti moda dengan kereta feeder menuju Stasiun Bandung.

Untuk jalur 2 akan digunakan untuk penumpang kereta feeder ke kereta api cepat karena jalur emplacementnya paling seamless. Nantinya pembangunan Stasiun Padalarang Baru ini akan dilakukan dalam dua tahap. Yang mana tahap pertama harus sesuai dengan kapasitas penumpang sesuai proyeksi yang dilayani di stasiun tersebut.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, integrasi antara stasiun kereta cepat dan kereta api ini sesuai dengan keputusan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi pada 26 November yang mengatakan bahwa diputuskan konektivitas kereta api cepat Jakarta-Bandung dengan kereta api ini di Stasiun Padalarang.

Salah satu pertimbangannya adalah waktu tempuh. Di mana jarak tempuh dari Bandung ke Padalarang ini hanya 18 menit, sementara dari Tegal Luar itu 30 menit dan kereta cepat ini mengejar waktu tempuh. Untuk diketahui jarak Halim-Padalarang akan ditempuh dalam 38 menit. Penumpang tinggal melanjutkan perjalanan menuju Bandung dengan kereta feeder menempuh jarak 15 km. Didiek menjelaskan, potensi penumpang juga lebih baik Padalarang dibandingkan Tegalluar.

“Potensi demand penumpang juga sudah terbentuk di Padalarang. Sehingga walaupun di Padalarang, Tegalluar tetap diselesaikan. Jadi nanti depo dan stasiunnya tetap akan dibangun sesuai dengan kebutuhan nanti,” ujarnya yang dikutip KabarPenumpang.com dari tempo.co.

Saat ini lahan Stasiun Padalarang sebagian menggunakan lahan KAI di sana dan sebagian lagi lahan milik warga. Adapun sosialisasi pembebasan lahan sudah dilakukan dan ia yakin selepas Hari Raya Lebaran mendatang, pembebasan lahan bisa dimulai.

Baca juga: Didukung Cina, Indonesia Perpanjang Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hingga ke Surabaya

“Lalu lintas di sini kami akan rapihkan, sehingga penertiban area d sini tanah di tanah kami akan kami lakukan. Sehingga betul-betul kawasannya akan menjadi kawasan integrasi antara kereta cepat dengan kereta api di Padalarang,” tuturnya.

Leave a Reply