Stiker Jadi Tanda Penumpang Peserta Uji Coba MRT Jakarta, Awas Jangan Kelewatan Waktu

(Tribunnews.com)

Untuk mengatur dan memonitor lalu lintas penumpang dalam periode uji coba publik, PT MRT Jakarta menyiapkan empat warna stiker yang diberikan kepada penumpang berdasarkan waktu kedatangan mereka ke stasiun yang dituju. Apa sih sebenaranya kegunaan stiker-stiker itu selain untuk memberitahukan waktu kedatangan mereka?

Baca juga: H-1 Uji Coba Gratis MRT Jakarta, Tinggal Tersisa Kuota untuk 104.391 Orang!

Ternyata stiker ini hanya bisa digunakan selama dua jam untuk satu penumpang. Sehingga penumpang yang menggunakan stiker dan melebihi waktu yang ditentukan, maka penumpang tak dapat kembali menggunakan kereta MRT Jakarta.

“Misalnya penumpang yang menggunakan stiker warna hijau punya waktu dua jam dari jam 12.00 sampai 14.00. Kalau penumpang keluar dari stasiun MRT, terus mau naik lagi tapi sudah jam 15.00 berarti sudah tak lagi bisa menggunakan stiker itu,” ujar salah seorang volunteer kepada KabarPenumpang.com, Selasa (12/3/2019).

Stiker ini sendiri digunakan sebagai pengganti tiket masuk MRT selama masa uji coba. Namun nantinya bila sudah dikenakan tarif, maka tidak lagi diberlakukan stiker dan penumpang MRT Jakarta akan memulai menggunakan kartu yang di tapping di gate masuk stasiun.

Diketahui, penumpang yang sudah mendaftar melalui website resmi MRT Jakarta, harus menunjukkan QR Code kepada petugas stasiun dan akan mendapatkan stiker yang disesuaikan waktu kedatangan. Warna merah untuk pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, warna biru pukul 10.00 pagi hingga 12.00 siang.

Sedangkan untuk warna kuning pukul 12.00-14.00 siang dan hijau pukul 12.00 siang hingga 16.00 sore. Uji coba MRT untuk masyarakat umum sendiri sudah berlangsung dari tanggal 12 Maret 2019 kemarin hingga 24 Maret 2019 mendatang atau sebelum MRT Jakarta mulai beroperasi secara komersial pada akhir Maret.

Baca juga: Lebih dari Setengah Total Kuota Uji Coba Gratis MRT Jakarta Telah Terlampaui di Hari Ke-2 Pendaftaran

Nantinya jika MRT Jakarta sudah beroperasi secara komersial untuk warga ibukota, akan ada kartu bernama Kartu Jelajah yang merupakan kartu uang elektronik dan bisa digunakan di semua stasiun MRT. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, untuk menemani kartu jelajah, kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank juga bisa digunakan penumpang nantinya.

“Kami masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia,” ujar Kamaludin.