Stiker Vs Cat, Mana Lebih Baik untuk Livery Pesawat?

0

Sebagaimana industri otomotif, industri dirgantara juga mengenal dua cara saat ingin mengenakan livery tertentu pada pesawat. Dua itu adalah cat dan stiker. Bicara kualitas, tentu cat masih yang terbaik. Tetapi, secara keseluruhan, mana lebih baik, cat atau stiker?

Baca juga: Keren, 43 Unit Airbus A380 Emirates Pakai Livery Dubai Expo 2020, Tiga di Antaranya Warna-warni

Emirates belum lama ini mengecat 43 armada Airbus A380-nya dengan livery Dubai Expo 2020. Butuh 16 hari dan 4.379 jam kerja untuk menyelesaikan proses pengecatan pesawat.

Meski tak menyebut detail biaya, di kesempatan lain, terungkap bahwa biaya jasa pengecatan pesawat sebesar US$50.000 atau sekitar Rp715 miliar (kurs 14.340) untuk pesawat narrowbody dan US$175.000 atau sekitar Rp2,5 miliar untuk pesawat widebody.

Kocek sebesar itu hanya untuk biaya pengecatan pesawat tentu tak ada masalah jika itu livery permanen maskapai. Tetapi, saat ingin mengenakan livery temporer, menghamburkan uang sebesar itu tentu adalah sebuah pemborosan dan maskapai cenderung menghindarinya.

Maka dari itu, hampir seluruh maskapai lebih memilih menggunakan stiker berbahan dasar vinyl atau stiker vinyl saat ingin mengenakan livery sementara, seperti yang dilakukan Southwest Airlines, belum lama ini.

Maskapai asal Amerika Serikat itu, baru-baru ini, kedapatan memasang livery Mickey Mouse dan Walt Disney World. Meski dibuat menggunakan stiker, tetapi, hasilnya tak jauh berbeda dengan pesawat yang menggunakan livery dengan cat.

Baik itu livery cat dan stiker pada pesawat, seperti dikutip dari Simple Flying, keduanya tentu sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan.

Livery menggunakan stiker vinyl pada mobil nyaris tak ada masalah. Desainnya juga lebih atraktif dan kompleks, mengingat itu hanya tinggal diprint dan dipasang di kendaraan. Selain itu, proses pengerjannya pasti jauh lebih cepat dibanding menggunakan cat dan didesain sedemikian rupa oleh seniman airbrush.

Hanya saja, mobil dan pesawat berbeda. Mobil berada di darat dengan suhu normal sedangkan pesawat berada di udara dengan suhu ekstrem mulai dari 40 derajat celcius sampai yang terendah -55 derajat celcius saat berada di ketinggian 40 ribu kaki.

Tak cukup sampai di situ, permukaan badan pesawat juga terus-menerus dihantam angin berkecepatan 804 km per jam dan berbagai bahan kimia, mulai dari knalpot mesin sampai cairan de-icing. Karenanya, livery pesawat dari stiker vinyl harus dipasang dengan sangat presisi dan tidak boleh ada gelembung sedikit pun.

Sebab, bila ada gelembung sedikit saja, stiker akan mengelupas saat di ketinggian. Bila stiker hanya sebagian kecil dari badan pesawat, tentu itu tak masalah. Namun, bila stiker ini menutupi seluruh badan pesawat, tentu akan berbahaya bagi penerbangan itu sendiri dan bukan tak mungkin bakal melukai manusia di daratan.

Baca juga: Maskapai dan Produsen Pesawat Rugi Besar, Produsen Cat Pesawat Justru Untung Besar

Dari paparan di atas, bisa dibilang, tak ada yang lebih unggul antara livery menggunakan cat dengan stiker. Yang ada hanyalah menyesuaikan kebutuhan. Jika livery yang ingin dikenakan pada pesawat cenderung temporer, maka, stiker vinyl masih jadi yang terbaik untuk memasang livery pesawat.

Sebaliknya, jika livery ingin digunakan pesawat dalam jangka panjang, hasil akhir yang lebih sempurna, warna yang lebih presisi, dan perlindungan maksimal terhadap permukaan pesawat, cat masih yang terbaik.