Susul AS dan Cina, Malaysia Izinkan Boeing 737 MAX Kembali Terbang

0
Penerapan Scimitar Winglet Dapat Mendukung Efisiensi Bahan Bakar
Boeing 737 MAX

Setelah dua tahun di-grounded, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) akhirnya mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX. Atas keputusan ini, Malaysia bergabung dengan negara lain yang sudah lebih dahulu mengizinkan 737 MAX kembali terbang, seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, India, dan Cina.

Baca juga: Wow, Boeing 737 MAX Sudah Cetak 2.700 Penerbangan Pasca Diizinkan Kembali Terbang

Dilansir Reuters, CAAM mengaku sudah sejak lama memantau kembalinya 737 MAX ke udara serta berbagai perbaikan yang dilakukan Boeing dan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA). Atas dasar itu, mereka akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX, baik maskapai dalam negeri maupun asing, kembali terbang.

Ini tentu berbeda dengan regulator negara lain. Cina, misalnya, saat AS, Eropa, serta beberapa negara lainnya, sudah mengizinkan Boeing 737 MAX kembali terbang, mereka memilih untuk menunggu dan melakukan inspeksi sendiri, tidak bergantung pada hasil perbaikan dan inspeksi dari FAA dan Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).

Diizinkannya Boeing 737 MAX terbang kembali di Malaysia tentu menjadi berkah tersendiri bagi maskapai nasional Negeri Jiran, Malaysia Airlines.

Disebutkan, saat maskapai dan lessor di seluruh dunia umumnya membatalkan atau setidaknya mengurangi pesanan pesawat Boeing 737 MAX, Malaysia Airlines justru tetap pada pendiriannya, memesan 25 jet tersebut.

Selambat-lambatnya, pengiriman pesawat Boeing 737 MAX pertama Malaysia Airlines akan dilakukan pada 2024 mendatang.

Berjarak sepekan sebelum Malaysia, India dilaporkan lebih dahulu mengizinkan maskapai untuk mengoperasikan Boeing 737 MAX.

Baca juga: Demi 737 MAX Kembali Terbang, Boeing Kirim Pilot Khusus ke Maskapai

Pada awal Agustus lalu, varian terkecil dari Boeing 737 MAX, 737 MAX-7, terpantau Flightradar24 melakukan uji terbang perdana usai grounded berkepanjangan, dari Bandara Internasional Pudong Shanghai pada pukul 09:24 waktu setempat.

Pesawat kemudian mendarat di Bandara Zhoushan Putuoshan, sekitar 150 km ke selatan Shanghai, setelah dirasa cukup mendapat data pengujian.

Kembalinya Boeing 737 MAX tentu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada hari Minggu (8/7), pejabat Regulator Penerbangan Sipil Cina (CAAC) secara tiba-tiba mengizinkan Boeing 737 MAX terbang.

Ketika itu, Boeing langsung merespon, mengirim tim yang terdiri dari 35 pilot dan insinyur, dan membuat beberapa kesepakatan. Adapun penerbangan perdana MAX awal Agustus lalu adalah buah dari keputusan CAAC.

Jauh ke belakang, pada Desember lalu, EASA akhirnya mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX. Padahal, pada akhir November, regulator Eropa itu menyebut akan melakukan sertifikasi sendiri dan berlepas diri dari keputusan FAA yang sudah mengizinkan kembalinya MAX.

Baca juga: Cina Akhirnya ‘Tunduk’ ke AS, Boeing 737 MAX Diizinkan Terbang Kembali

FAA sendiri resmi mencabut larangan terbang Boeing 737 MAX pada 18 November 2020 lalu. Usai keputusan itu, berbagai maskapai dunia ramai-ramai mulai mengatur jadwal penerbangan perdana Boeing 737 MAX.

Pada awal Februari lalu, Boeing 737 MAX bahkan sudah berhasil mencatat 2.700 penerbangan penumpang dan 5.500 jam terbang bersama berbagai maskapai di setidaknya lima negara, meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada, Brazil, Panama, Meksiko.