Tak Lagi Terima Uang Tunai, Pengemis di Cina Gunakan QR Code untuk Terima Pemberian

0
Pengemis di Cina gunakan QR Code (indiatimes.com)

Pengemis sepertinya menjadi salah satu pemandangan ketika melancong ke suatu daerah atau negara. Bahkan banyak pengemis yang dibiayai oleh pemerintah dan beberapa diantar lainnya harus membayar lisensi hanya untuk mengemis.

Baca juga: Pengemis di Swedia Wajib Bayar Lisensi dan Punya Identitas Valid

Namun bagaimana bila pengemis modern saat ini beradaptasi dengan kenyamanan metode pembarayan modern? Hal ini kemudian bisa menjadi sedikit rumit dan kini menjadi masalah yang dihadapi orang-orang di Cina.

Pasalnya, baru-baru ini pengemis yang tersebar di jalan-jalan Cina telah membuang mangkuk atau kaleng untuk menerima uang mereka. Sebab kini pembayaran melalui online dengan sebuah QR Code. Para pengemis secara strategis memposisikan diri di daerah wisata yang ramai untuk mengumpukan uang.

Dilansir KabarPenumpang.com dari financialexpress.com, di Cina siapa pun yang memiliki aplikasi seperti Alipay dan WeChat Pay atau aplikasi pembayaran seluler lainnya yang dapat membaca QR Code bisa melakukan pembayaran. Bahkan mereka kini menjadi pemandangan umum setelah teknologi berkembang pesat di Cina.

Bisa dikatakan, kini Cina memiliki transisi ke ekonomi bebas tunai lebih cepat dibandingkan negara lain di dunia. Sehingga secara harafiah, ekonomi di Cina bergantung pada kode dua dimensi yang dapat dipindai.

Bahkan dari sebuah laporan dikatakan, para pengemis yang menggunakan QR Code ini tak harus punya ponsel. Mereka hanya perlu perpustakaan di mana akun dapat dibuat dan dompet digital untuk digunakan,  tak hanya itu pencipta akun dompet bahkan tidak memerlukan rekening bank. Mereka juga menggunakan lembar QR Code yang sama untuk membeli barang-barang di toko setelah pedagang memindainya.

Diketahui, penetrasi ponsel pintar yang mendominasi aplikasi pembayaran digital seperti dua perusahaan e-wallet terbesar Cina yakni Alipay dan WeChat Pay telah mendukung fenomena ini. Tak hanya Cina, di India ketersediaan Paytm dan ponsel pintar yang murah ditambah internet telah membawa kios-kios kecil seperti paanwallah ke pedagang kaki lima untuk menerima pembayaran digital.

Dalam sebuah laporan juga dinyatakan bisnis dengan membayar pengemis melalui QR Code bisa dilakukan. Mereka kemudian memanen data pengguna dan bahkan menjual ID WeChat mereka. Data pengguna juga dapat dijual ke perusahaan yang kemudian menggunakannya untuk mengganggu pelanggan dengan iklan dan dorongan yang tidak perlu.

Baca juga: Pelancong Asing Dibuat Bingung, Cina Gunakan QR Code untuk Mayoritas Transaksi via Alipay dan WeChat

Selain itu, startup lokal juga menggunakan pemindaian ini untuk mempromosikan bisnis mereka dan pengemis dibayar untuk scan atas nama mereka. Menurut laporan media, pengemis mendapatkan yang setara dari Rs7-15 atau sekitar Rp1.300 – Rp15 ribu dari pemindaian ini. Mengingat seorang pengemis bekerja selama 45 jam, hal yang sama berarti pengemis yang setara dengan lebih dari Rs40 ribu atau sekitar Rp7,8 juta.

Leave a Reply