Pelancong Asing Dibuat Bingung, Cina Gunakan QR Code untuk Mayoritas Transaksi via Alipay dan WeChat

0

Pembayaran non tunai melalui aplikasi dengan hanya memidai QR code pada mesin pembayaran sudah mulai dilakukan oleh Cina dan membuat pelancong yang akan berwisata kesulitan karena hal tersebut. Bahkan, uang tunai dan kartu kredit pun seakan tidak laku untuk membayar taksi atau sebotol air mineral.

Baca juga: Lihat Barcode atau QR Code di Tiket Anda? Inilah Maknanya!

Tak hanya untuk membayar makanan dan taksi, tetapi kini QR code sudah digunakan untuk membayar rumah sakit, dan pemesanan penerbangan. Bahkan pengemis pun kini meminta uang melalui QR code.

Hal ini kemudian membuat kehidupan 1,4 miliar orang di Cina dimudahkan tanpa harus membawa dompet. Dilansir KabarPenumpang.com dari wsj.com (10/11/2019), tapi ini tidak bagi 140 juta pelancong dan dapat membuat mereka yang tiba di Cina kesulitan setiap tahunnya tanpa daya.

Apalagi mereka tidak bisa mengandalkan aplikasi yang sudah dikenal seperti Google yang di blokir dan Uber yang menyerahkan sistem ride hailing ke Didi. Pembayaran dengan QR code pun melalui platform WeChat Pay dan Alipay dari grup jasa keuangan Tencent Holding dan hampir tidak mungkin digunakan tanpa rekening bank Cina.

Seorang pelancong yang melakukan perjalanan perdana ke Negeri Tirai Bambu,yakni Courtney Newnham mengaku dirinya sangat antusias ketika menemukan salah satu makanan. Namun dirinya kemudian tersadar bahwa pembeli tidak membayar dengan uang tunai kepada pedagang.

“Semua orang hanya memindai dan berjalan pergi. Aki seperti, ‘Tunggu, apa?’ dan pergi dengan tangan kosong,” ujarnya,

Selain itu, Alex Lee yang membawa ayah dan saudara laki-lakinya pijat di spa Hangzhou pun melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Kemudian kasir mengeluarkan alat pembaca kartu dari tempat penyimpanan dan melihat benda itu seperti asing.

Ternyata bukan hanya pelancong, seorang pensiunan asal Cina bernama Gong Cheng pun terpaksa meminta tolong orang lain membayar pesanan mie-nya karena menggunakan QR code, sementara dirinya hanya mempunyai uang tunai.

Diketahui, Bank Rakyat Tiongkok telah menyatakan ilegal bagi pebisnis untuk menolak uang tunai. Cabang Shanghai bank baru-baru ini mengatakan sedang memeriksa hambatan pembayaran untuk orang asing. Meski begitu untungnya Tencent pekan lalu mengumumkan program percontohan untuk membuka WeChat Pay bagi warga asing.

Long UnTour, seorang warga negara Amerika, awalnya bersemangat tentang program ini. Dia tidak berhasil membuat Visa atau Mastercard-nya berfungsi. Tencent, yang menyebut kurangnya akses ke pembayaran mobile sebagai “titik sakit utama” bagi orang asing, mengatakan peluncuran itu awalnya terbatas pada situasi tertentu, seperti memesan tiket kereta di situs perjalanan.

Baca juga: Alipay Siap Ganti Sistem Pembayaran MTR Hong Kong dengan Scan QR Code

Sayangnya, situs ini hanya tersedia dalam bahasa Cina. Pelancong memiliki lebih banyak keberuntungan di Alipay, yang memperkenalkan proses tujuh langkah minggu lalu yang mengharuskan pengunjung untuk menyerahkan paspor dan informasi visa ke Alipay, sebelum memuat uang menggunakan kartu luar negeri ke kartu prabayar.

Leave a Reply