Toyota Mobility Unlimited Challenge, Wadah Para Kreator Ciptakan Perangkat Bagi Kaum Difabel

Sumber: istimewa

Diluncurkan pada tahun 2017, Toyota Mobility Unlimited Challenge adalah kompetisi global yang dirancang untuk menginspirasi teknologi baru yang mengubah kehidupan para penyandang disabilitas yang ekistensinya kerap kali tersisihkan – terutama di sarana publik. Pada perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2019 yang diadakan di Las Vegas, muncul lima finalis yang akan berkompetisi untuk memperebutkan hadiah utama senilai US$1 juta atau yang setara dengan Rp14,02 miliar.

Baca Juga: Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (9/1/2019), para insinyur, penemu, dan perancang dari seluruh berlomba-lomba untuk mengajukan konsep Mobility Unlimited Challenge – guna memberikan taraf kemandirian yang lebih besar kepada para penyandang disabilitas. Selain mengembangkan inovasi baru, para kontestan juga tidak boleh melupakan kenyamanan dan kemudahan jika inovasinya ini kelak digunakan.

Evowalk. Sumber: newatlas

Sebut saja tim Evolution Devices dari Amerika Serikat yang meluncurkan Evowalk, sebuah selongsong kaki yang cerdas dan tidak mengganggu para penggunanya. Evowalk sendiri dikemas dengan sensor yang memantau gerakan di kaki dan memprediksi gerakan pengguna berjalan, kemudian merangsang otot-otot kaki tertentu pada waktu yang tepat untuk membantu mereka dalam perjalanan.

Quix. Sumber: newatlas

Ada lagi Quix, yang dirancang oleh IHMC & MYOLYN, yang merupakan kerangka luar (exoskeleton) yang dirancang khusus untuk memungkinkan para pengguna kursi roda berdiri tegak.

Qolo. Sumber: newatlas

Lalu ada lagi Qolo, yang dirancang oleh tim asal Jepang yang juga merupakan kerangka luar, tetapi Qolo lebih menggabungkan roda untuk mobilitas ekstra dan memungkinkan para penggunanya untuk duduk atau beridiri dengan lebih mudah.

Moby. Sumber: newatlas

Berbeda dengan Moby, mahakarya dari Italdesign asal Italia yang terlihat paling rumit diantara para kompetitornya, dimana ada sebuah moda yang berukuran cukup besar dan dapat menjadi ‘tumpangan’ bagi para pengguna kursi roda. Uniknya, Moby ini akan mengubah perjalanan para penyandang disabilitas ini menjadi bertenaga listrik. Moby sendiri rencananya akan tersedia di seluruh kota sebagai bagian dari skema ride-sharing berbasis aplikasi.

Phoenix AI Ultralight Wheelchair. Sumber: newatlas

Dan yang terakhir ada Phoenix AI Ultralight Wheelchair, hasil rancangan desainer Inggris yang akan menghilangkan getaran kecil dan putaran yang tidak diinginkan melalui kursi roda pintar yang mengubah pusat gravitasinya dengan cepat sehingga hanya menyisakan sedikit berat pada roda depan, membuatnya lebih mudah untuk berputar dan dan dikemudikan.

Baca Juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

“Lima finalis ini telah menunjukkan inovasi nyata yang didorong oleh desain yang berpusat pada kreatifitas manusia,” ujar Ryan Klem, Direktur Program untuk Toyota Mobility Foundation.

“Kami berpikir bahwa teknologi yang tergabung dalam perangkat ini dapat mengubah kehidupan sejumlah besar orang di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mobilitas yang lebih luas,” tandasnya.