Stasiun Bandung di awal Bulan Mei memang terlihat tak biasanya. Masyarakat memenuhi ruang tunggu stasiun dan juga peron jalur kereta api. Ya, bertepatan pada Jumat (1/5) PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) hadirkan perjalanan kereta api baru yang tentunya membuat masyarakat antusias menyambut kehadirannya. Apa lagi kalau bukan Kereta Api (KA) Sangkuriang.
KA Sangkuriang resmi dioperasikan KAI dengan keberangkatan perdana dari Stasiun Bandung pada pukul 14:45 WIB. Susunan rangkaian kereta api ini 3 kelas ekonomi premium, 5 kelas eksekutif, 1 kelas compartment suite class dan 1 kereta makan (restorasi). Dalam pembukaannya, rangkaian kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium menggunakan jenis stainless steel. Dan untuk compartment suite class hasil modifikasi dari tim Balai Yasa Manggarai maupun Surabaya Gubeng.
Saat peluncuran KA Sangkuriang hadir langsung Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Stasiun Besar Bandung. Pada saat pemberangkatan pun, Bobby mengenakan topi pet khas merah dan mengacungkan tongkat dengan papan lingkaran hijau berupa semboyan 40, kemudian dia melepas perjalanan perdana KA yang namanya diambil dari cerita rakyat asal usul Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.
Dengan jarak tempuh perjalanan sepanjang 1.002 Km menjadikan KA Sangkuriang sebagai KA kedua dengan layanan terpanjang setelah KA Blambangan Ekspres rute Pasarsenen-Ketapang (1.031 Km). Waktu tempuhnya sama-sama di kisaran 16 jam dengan melewati 6 daerah operasi, mulai dari Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, dan Jember.
Kelas yang ditawarkan cukup lengkap mulai dari compartement berkapasitas 16 ruang, kelas eksekutif 50 seat, dan ekonomi 80 tempat duduk. Tingkat keterisian penumpang di hari perdana layanan lebih dari 100 persen. Khusus kompartemen, harganya menjadi paling mahal bisa tembus Rp 2,5 juta sekali jalan.
Dengan tanpa lagi transit di Surabaya, Kuswardojo optimis kehadiran KA Sangkuriang bisa mendorong jumlah kunjungan terutama aktivitas wisata Bandung dan Ketapang yang bisa menjadi akses ke Kawah Ijen dan Baluran serta akses ke Pulau Bali.
Kini KA Sangkuriang hadir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan konektivitas langsung dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga pintu menuju Pulau Bali. Perjalanan ini melintasi enam wilayah Daerah Operasi (Daop), yaitu Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakaeta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember.
Manager Humasda Daop 2 Bandung Kuswardojo mengungkapkan bahwa kehadiran KA Sangkuriang langsung disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pada hari pertama beroperasi, penjualan tiket mencapai 1.076 tiket atau mencapai okupansi sebesar 235,9 persen dari total kapasitas harian. Tingginya angka penjualan tiket ini menunjukkan bahwa layanan rute langsung Bandung hingga Banyuwangi maupun sebaliknya merupakan favorit masyarakat karena tidak perlu transit.
Tak hanya sekadar moda transportasi saja, KA Sangkuriang diproyeksikan menjadi motor penggerak pariwisata antar daerah. Rute ini tentu menghubungkan berbagai destinasi unggulan nasional, mulai dari wisata cagar budaya di Yogyakarta dan Solo, kawasan pegunungan Bromo di Probolinggo, hingga destinasi alam Kawah Ijen di Banyuwangi.
Yuk Kenali Nama Kereta Api yang Terinspirasi dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia
