Butuh Ruang Besar untuk Baterai, Bus AKAP dan Pariwisata Belum Bisa Gunakan Energi Listrik

0
bus listrik TransJakarta di Monas (Istimewa)

Efisiensi dalam biaya operasional adalah sesuatu yang menjadi dambaan bagi tiap operator bus. Ketika uji coba bus listrik mulai dijalankan PT TransJakarta, maka muncul gagasan, dimana bus antar kota dan bus pariwisata dapat mengadopsi teknologi listrik. Ketika kemampuan dan kapasitas baterai pada bus listrik semakin baik, layakkah konsep ini dijabarkan pada bus antar kota antar provinsi (AKAP)?

Baca juga: PT INKA Punya Bus Listrik dan Kini Diuji Coba di Jakarta oleh PT TransJakarta

KabarPenumpang.com mengutip dari laman kompas.com (4/2/2021), Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, bus AKAP ataupun pariwisata sekarang masih belum memungkinkan untuk menggunakan armada berbahan bakar listrik.

Hal ini dikarenakan, bus AKAP dan pariwisata memiliki jarak tempuh yang tidak tertentu. Kurnia mengatakan, ini akan repot dengan titik pengisian listrik sebagai pasokan energi yang digunakan. Selain itu, bus listrik yang ada saat ini dan sudah diuji coba memiliki jarak tempuh yang relatif pendek.

Selain pasokan energi listrik, kendala lainnya ada pada bagasi. Di mana para penumpang yang menggunakan bus AKAP atau pariwisata akan meletakkan tas atau barang bawaan mereka di bagasi. Namun bus listrik membutuhkan ruang untuk menyimpan baterai dan ini membuat bagasi menjadi tidak seluas bus biasanya.

“Bus AKAP dan pariwisata butuh space untuk bagasi, sedangkan bus listrik space-nya kurang karena terisi baterai,” kata Kurnia.

Dia mengatakan, satu bus AKAP atau pariwisata biasanya berisi sekitar 40 penumpang dan membawa satu tas atau koper. Namun ketika mampir ke pusat oleh-oleh, ada kemungkinan barang bawaan penumpang bertambah dan ini membutuhkan bagasi yang luas.

Meski begitu, Kurnia mengatakan, tidak menutup kemungkinan bila bus AKAP dan pariwisata menggunakan bahan bakar listrik. Apalagi ini beriringan dengan perkembangan teknologi Electric Vehicle (EV) yang pastinya semakin mengakomodir kebutuhan operasional.

Baca juga: Harapan untuk Transportasi Jakarta, Ada Bus Listrik dengan Teknologi Pantograf

Untuk diketahui, saat ini sudah ada tiga industri yang siap memproduksi bus listrik di Indonesia. Perusahaan tersebut yakni PT Mobil Anak Bangsa atau sering dikenal MAB, PT Industri Kereta Api (INKA) dan PT Kendaraan Listrik Indonesia.

LEAVE A REPLY