CDC dan WHO: Pelindung Leher (Masker Buff) Tidak Bisa Mencegah Penyebaran Virus Corona

0
pelindung leher tidak bisa digunakan untk mencegah tertular virus atau penyakit (healthline.com)

Terkenal fleksibel, lantaran bisa diubah-ubah fungsinya, dari mulai pelindung leher, masker setengah wajah (half mask), headband sampai pelindung kepala (sahariane), adalah keunggulan dari Buff, atau yang kondang disebut sebagai masker Buff. Selain masif digunakan oleh pemotor, tak sedikit Buff dipakai oleh penumpang kereta komuter.

Baca juga: Profesional Medis Gunakan Masker Scuba dan Snorkeling untuk Gantikan Masker Bedah

Namun, karena disebut hanya menggunakan satu lapis kain saja, masker Buff dipandang tak aman untuk mencegah penularan Covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemendes) RI misalnya, telah mengeluarkan himbauan bagi warga untuk tak lagi menggunakan Buff. Malahahan sebelumnya, operator KRL Jabodetabek, PT KCI telah melarang penumpang yang memakai Buff untuk menggunakan jasa kereta komuter.

Selain punya keunggulan fleksibel dalam penggunaan, masker Buff juga mudah diperoleh dan punya harga yang terbilang murah, biasanya masker dengan bahan kain stocking ini dilego pedagang kaki lima seharga Rp15.000 untuk dua piece.

Namun, perlu diketahui, Buff sejatinya adalah sebuah merek produk pelindung leher yang dipegang oleh Original Buff, SA, perusahaan asal Spanyol. Dan masker Buff yang kebanyakan di jual di kaki lima, jelas merupakan barang palsu dengan kualitas di bawah standar kesehatan.

Namun perlu dipahami, bahwa pelindung leher ini tidak akan menawarkan perlindungan yang sama seperti respirator N95. Di mana masker N95 bisa melindungi dengan tingkatan yang lebih tinggi. Sebab pelindung leher dirancang untuk olahraga musim dingin atau pelindung dari matahari.

Nah, menanggapi pelarangan dan pembatsan penggunaan masker Buff, bagaimana tanggapan dari pihak prinsipal? Begini petikan pihak Buff dalam situs resminya, “Pelindung leher kami melindungi dari banyak elemen alam. Namun meskipun produk aksesori kepala multi fungsi kami menutupi seluruh bagian depan wajah seperti hidung, mulut, dagu dan leher, tetapi secara ilmiah dan dibuktikan oleh Center for Disease Control (CDC) dan Orgasnisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa tidak untuk mencegah Anda dari tertular virus atau pun penyakit. Kemudian tidak bisa menjamin Anda untuk tidak menularkan virus atau penyakit ke orang lain,” tulis Buff.

CDC sendiri merekomendasikan untuk mengenakan penutup wajah dari kain di tempat umum di mana jika protokol kesehatan seperti jarak sosial sulit dipertahankan. “Kami mendorong pengguna untuk tidak menghindari protokol keamanan yang tepat dari jarak sosial, karantina dan lainnya,” kata CDC.

Baca juga: Bikin Heboh, Penumpang Bus Kota Gunakan Ular Hidup Sebagai Masker

CDC menambahkan, setiap orang baiknya tetap ikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik yang aman setidaknya enam kaki atau sekitar dua meter. Selain itu jika berekreasi di pegunungan baiknya tidak menumpang mobil atau memberi tumpangan pada orang yang bukan tinggal satu rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply