Saturday, August 13, 2022
HomeAnalisa AngkutanDiklaim Kuat dan Dilengkapi Teknologi Canggih, Mengapa Pesawat Terbang Menghindari Badai?

Diklaim Kuat dan Dilengkapi Teknologi Canggih, Mengapa Pesawat Terbang Menghindari Badai?

Setiap pesawat penumpang modern umumnya ketika diluncurkan telah dibekali dengan beragam sensor dan perangakt elektronik yang memungkinkannya untuk terbang dengan aman saat menghadapi tantangan alam, semisal turbulensi akibat cuaca buruk. Namun, yang menjadi pertanyaan, mengapa dengan bekal seabreg perangkat canggih, faktanya pesawat cenderung atau lebih memilih terbang untuk menghindari cuacar buruk?

Baca juga: Lawan Cuaca Buruk, Pesawat WestJet Tergelincir di Landas Pacu

Menghindari Potensi Masalah
Pesawat modern dirancang untuk terbang melewati badai dan cuaca buruk. Angin kencang pun tidak akan menyebabkan pesawat jatuh dari langit, didera hujan lebat pun tidak akan merusak badan pesawat. Petir pun demikian, bukan masalah serius. Bahkan, menurut US National Weather Service, sebuah pesawat dalam layanan komersial disambar petir rata-rata sekali atau dua kali per tahun.

Dengan pesawat berbahan logam, badan pesawat bertindak sebagai sangkar Faraday dengan listrik yang dibawa melalui eksterior. Sementara dengan pesawat berbahan komposit, elemen konduktor telah ditambahkan untuk mengarahkan arus.

Meski begitu, tetap ada saja potensi terjadinya masalah, dan untuk itu pilot memutuskan untuk terbang menghindari badai – baik ringan maupun berat. Perlu juga dicatat, rute penerbangan direncanakan sebelumnya dan akan memperhitungkan pergerakan cuaca yang diprediksi. Dengan cara ini, area masalah tertentu dapat dihindari, yang akan diperhitungkan dalam rute, waktu penerbangan, dan kebutuhan bahan bakar. Sistem pesawat onboard juga akan membantu pilot menghindari cuaca buruk setempat.

Kenyamanan Penumpang
Alasan lain pilot untuk menghindari badai juga terkait dengan kenyamanan penumpang. Angin kencang dapat sangat mempengaruhi pergerakan pesawat dan sebagian besar disebabkan oleh turbulensi udara yang jernih – yang disebabkan oleh variasi kecepatan angin. Hal ini terjadi karena gaya angkat yang dihasilkan oleh sayap akan bertambah dan berkurang seiring dengan perubahan kecepatan atau arah angin.

Baca juga: Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Pertimbangan Keamanan di Darat
Meskipun pesawat dirancang untuk menahan badai, mengapa mengambil risiko. Pengalihan atau penundaan singkat jauh lebih masuk akal daripada mengambil risiko badai yang berpotensi ekstrem.

Ada juga faktor keamanan di darat. Efek badai lebih mungkin terjadi pada ketinggian yang lebih rendah dan tentu saja, dapat sangat mempengaruhi lepas landas dan mendarat. Ini adalah alasan lain mengapa perencanaan awal sangat penting – jika badai kemungkinan besar terjadi di bandara kedatangan, penerbangan mungkin tertunda atau tentu saja pendaratan dapat dialihkan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru