Diperingati di Jerman, 26 Agustus adalah “Hari Kertas Toilet”

0
Kertas toilet pertama di dunia barat datang dengan penyebaran surat kabar dan pembuatan kertas industri. Foto: The Mayor

Bagi kebanyakan orang barat (Eropa), kertas toilet punya peranan penting, salah satunya terkait dengan urusan pasca buang air besar. Nah, setiap 26 Agustus rupanya diperingati sebagai “Hari Kertas Toilet.”

Baca juga: Mengapa Orang Pilih Timbun Tisu Toilet Ketimbang yang Lain? Ini Dia Jawabannya

Dan Kota Stuttgart di Jerman akan merayakannya dan merupakan sebuah kesempatan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan sejarah kebanggan produk tersebut. Ini dilakukan juga sekaligus menjelaskan kebiasaan membuang sampah yang merusak dari warga.

KabarPenumpang.com melansir themayor.eu (20/8/2021), pemerintah setempat menjelaskan, toilet bukanlah tong sampah dan terlepas dari sejarah panjang produksi kertas toilet di Jerman, orang masih perlu belajar untuk menghormati sistem saluran pembuangan.

Untuk diketahui, produksi kertas toilet skala besar dimulai di Cina pada abad ke-14 dan diadopsi orang Eropa setidaknya 500 tahun setelahnya. Toilet dalam ruangan pertama atau kloset air, diterapkan di Stuttgart pada abad ke-19. Selama periode ini, sistem saluran pembuangan kota juga muncul dan rumah-rumah pertama terhubung ke jaringan pembuangan limbah. Kota melanjutkan perluasan sistem sampai tahun 1960-an ketika mereka meluncurkan empat pabrik pengolahan air limbah.

Hal ini membuat jamban (toilet) menjadi fasilitas pilihan bagi penduduk perkotaan, karena sebelumnya sebagian besar rumah di Eropa tidak tangga menggunakan jamban. Kertas lebih lembut yang kita kenal dan cintai hari ini datang dengan munculnya toilet dan saluran pembuangan, karena koran kasar yang sebelumnya digunakan menyumbat pipa.

Sekarang, Stuttgart mengoperasikan jaringan saluran pembuangan sepanjang 1.700 kilometer, serta empat instalasi pengolahan air limbah. Hari kertas toilet telah menjadi sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Tisu Toilet di Stasiun Tokyo ‘Ingatkan’ Penumpang untuk Tak Gunakan Ponsel Ketika Berjalan

Kota ini membutuhkan bantuan semua warga di sini, karena, sayangnya, pabrik air limbah kesulitan memproses hal-hal selain air limbah. Masalahnya berasal dari penggunaan jenis kertas yang lebih kuat, yang tidak memiliki cukup waktu untuk terurai dengan baik dalam perjalanan singkat antara flush dan instalasi pengolahan limbah. Sehingga biaya yang dikeluarkan kota semakin banyak untuk memperbaiki pipa dan pompa yang tersumbat.