Duh, Boeing 737 MAX Masalah Lagi! Kali Ini Terkait Sealant Bahan Bakar

0
Ilustrasi navigasi penerbangan pakai sistem naiutical. Foto: Boeing

Boeing 737 MAX, yang baru diizinkan kembali terbang mulai 20 November 2020, kembali bermasalah. Kali ini berkenaan dengan sealant bahan bakar di 25 pesawat Boeing 737 MAX 9 yang sudah dikirim antara April 2018 dan Februari 2019. FAA menyebut, masalah tersebut dapat memicu kebakaran hebat di darat.

Baca juga: Boeing Rayu Maskapai Agar Beli Ratusan 737 MAX yang Batal Terjual

Setelah terbang perdana -usai lama digrounded- pada akhir Desember lalu bersama GOL Linhas Aéreas Inteligentes, maskapai bertarif rendah asal Brasil, Boeing 737 MAX terus mendapat sambutan positif dari berbagai maskapai di dunia. Terlebih, saat perayaan natal dan tahun baru datang, MAX memang sempat dioperasikan banyak maskapai.

Akan tetapi, bak petir di siang bolong, Regulator Penerbangan Sipil AS (FAA) tiba-tiba mengeluarkan airworthiness directive (AD) atau arahan kelaikan udara tentang inspeksi 25 Boeing 737 MAX-9 pada 19 Januari lalu.

FAA mengungkapkan bahwa kelalaian terkait instruksi kerja telah menyebabkan sekitar 25 pesawat tersebut belum dipasang sealant di tangki bahan bakar. Sealant itu seharusnya menjadi pengaman atau penghalang di tangki bakan bakar untuk mencegah kebakaran.

“Sealant penutup pada sayap kiri dan sayap kanan pintu blowout bagian depan tidak terpasang selama proses produksi pesawat 737-9,” kata FAA dalam arahannya, seperti laporan Flight Global.

“Jika terjadi kebocoran bahan bakar yang substansial dari wing box, tidak adanya sealant dapat mengakibatkan bahan bakar bocor dan masuk ke mesin serta mengakibatkan kebakaran besar di darat,” lanjut FAA.

Boeing sendiri menanggapi dingin terkait arahan FAA. Produsen pesawat terbesar di dunia ini mengaku pihaknya sudah mencium adanya kelalaian itu sejak April tahun lalu. Dalam instruksinya, Boeing meminta maskapai untuk mengecek sealant di tangki bahan bakar. Jika sealant betul belum terpasang, maskapai sudah diarahkan untuk memasangnya secara mandiri atas bimbingan dan arahan Boeing.

Dengan adanya rekomendasi FAA, praktis, 25 pesawat Boeing 737 MAX 9 milik maskapai United Airlines, Copa Airlines, FlyDubai, Icelandair, dan Turkish Airlines, harus digrounded terlebih dahulu, sekalipun belum genap sebulan beroperasi. Semua pesawat yang bermasalah tersebut dikirim ke maskapai mulai April 2018 hingga Februari 2019.

Baca juga: EASA Akhirnya Izinkan Boeing 737 MAX Terbang di Eropa, Gegara Didesak AS?

Sejak akhir tahun 2019 lalu, Boeing 737 MAX memang selalu bermasalah; termasuk masalah terkait tangki bahan bakar.

Pada 20 Februari 2020, ditemukan “Serpihan Obyek Asing” (Foreign Object Debris – FOD) yang tertinggal di dalam tangki bahan bakar yang berada di sayap beberapa Boeing 737 MAX yang belum dikirim ke pelanggan.