EASA Akhirnya Izinkan Boeing 737 MAX Terbang di Eropa, Gegara Didesak AS?

0
Deretan Boeing 737 MAX yang 'nanggur' akibat larangan terbang. Foto: (Mike Siegel / The Seattle Times)

Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA) akhirnya mengizinkan Boeing 737 MAX beroperasi di Eropa. Kepastian itu didapat setelah pimpinan tertinggi EASA, Patrick Ky, menyebut 737 MAX aman pasca berbagai perubahan.

Baca juga: FAA Izinkan Boeing 737 MAX Terbang Lagi, EASA Pilih Sertifikasi Ulang Mandiri

Sejak diizinkan terbang (mendapat sertifikasi) kembali oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika Serikat (FAA) pada 18 November 2020 lalu, pasca grounded berkepanjangan sejak Maret 2019, berbagai maskapai dunia mulai mengatur jadwal penerbangan perdana mereka dengan Boeing 737 MAX.

American Airlines digandang bakal jadi maskapai perdana yang akan melakoni penerbangan penumpang perdana 737 Max secara komersial pada 29 Desember mendatang, dari Miami ke New York City, Amerika Serikat (AS). Namun, siapa nyana, maskapai bertarif rendah asal Brazil, GOL Linhas Aéreas Inteligentes, malah jadi maskapai pertama yang mengoperasikan Boeing 737 MAX secara komersial.

Sayangnya, hegemoni kembalinya Boeing 737 MAX, ditandai dengan penerbangan pertama MAX pasca grounded akibat dua kecelakaan fatal yang menewaskan total 346 orang, tidak diikuti dengan pengoperasian pesawat tersebut oleh maskapai-maskapai Eropa.

Sebab, EASA pada pertengahan November lalu, mengaku lebih memilih menjalani sertifikasi terhadap MAX secara mandiri. Langkah itu diambil semata untuk memastikan Boeing 737 MAX aman. Selama ini, EASA secara otomatis selalu memvalidasi arahan FAA.

“Ada cukup alasan untuk meminta tindakan tambahan tertentu, yang dianggap perlu untuk memastikan operasi yang aman dari (pesawat) yang terkena dampak, termasuk pelatihan pilot,” kata EASA, dalam sebuah pernyataan mengenai catatan non-adopsi. Hanya saja, notes EASA belum merinci detail spesifik, tetapi direction otoritas mungkin akan berbeda dari direction atau arahan FAA.

Akan tetapi, belum lama ini Direktur Eksekutif EASA, Patrick Ky, menyebut bahwa Boeing 737 MAX merupakan pesawat yang sangat aman untuk digunakan. Hal itu bukan tanpa dasar. EASA menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses pengecekan langsung secara mandiri, meliputi flight control, mesin, desain, software komputer, kabel, dan instrumentasi kokpit.

Selain itu, EASA juga menerbangkan seluruh pesawat serta melihat kinerja pilot usai diberi pelatihan ulang untuk memastikan MAX aman. “Saya berharap publik mempercayai kami ketika kami mengatakan kami yakin, bahwa pesawat itu aman untuk terbang,” jelas Patrick, seperti dilaporkan BBC International.

Kendati demikian, beberapa pihak meyakini bahwa keputusan EASA tentu tak terlepas dari Uni Eropa, yang pada akhirnya juga tak terlepas dari keterlibatan politik luar negeri AS, sebagai negara tempat Boeing, produsen pembuat MAX bernaung.

Baca juga: Gegara Virus Corona Baru, Inilah Daftar Negara-negara yang Melarang Penerbangan dari dan ke Inggris

Terlpas dari hal itu, pasca dikeluarkannya izin terbang MAX di Eropa oleh EASA, sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari berbagai maskapai besar Eropa untuk memberikan kejelasan kapan akan menerbangkan MAX.

Negara-negara di Eropa, termasuk maskapai penerbangan, saat ini, memang tengah disibukkan dengan adanya virus Corona jenis baru yang ditemukan di Inggris, Denmark, dan Belanda, serta Afrika Selatan dan Australia untuk di luar Eropa. Virus dari hasil mutasi Covid-19 ini disebut 70 persen lebih menular dibanding virus Corona yang kita kenal selama ini. Hanya saja, beberapa ilmuan meyakini, virus Corona jenis baru itu tak lebih mematikan dibanding virus Corona pada umumnya.