Dukung Operasional Bus Listrik Bandara Soekarno-Hatta, PLN Akan Bangun 4 SPLU

(merdeka.com)

Sepertinya wilayah Jabodetabek semakin berkembang dengan kemajuan teknologi yang hadir pada moda transportasinya. Pasalnya Perum Damri dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memiliki bus listrik yang digunakan untuk melayani rute ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung

Hal ini kemudian membuat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana untuk membangun empat Stasiun Penyedia Listrik uUmum (SPLU) di wilayah Jabodetabek. Kehadiran SPLU sendiri guna mendukung pengisian baterai bagi bus listrik yang akan meluncur di wilayah Jabodetabek.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, investasi untuk pembangunan satu unit SPLU sendiri mencapai Rp2 miliar. Hal ini dikatakan oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara PLN Djoko R Abumanan yang akan bekerja sama dengan Jakpro serta Damri terkait bus listrik.

Tak hanya itu, untuk penyuplai SPLU, PLN akan bekerja sama dengan Asean Brown Boveri (ABB) dari Swiss hingga Tesla Inc yang merupakan perusahaan Amerika Serikat sehingga PLN sebagai pemasok listriknya.

“PLN enggak buat SPLU-nya. Yang buat itu ABB, Schneider, Tesla. Kita beli, kita pasang. Samsung juga buat. Banyak,” ujar Djoko yang dikutip dari kumparan.com (19/3/2019).

Salah satu yang akan dibangun SPLU sendiri adalah Bandara Soetta, karena kehadirannya untuk pengisian cepat atau fast charging yang diperuntukkan bagi bus listrik milik Damri atau Jakpro dalam mengangkut penumpang baik dari maupun ke bandara. Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felianty Roekman memastikan hal tersebut.

Adapun untuk lokasi lain akan ditentukan kemudian. Dia mengatakan skema kerja sama secara detail masih dibicarakan dengan pihak Jakpro dan Damri, termasuk pendanaan untuk pembangunan SPLU.

“Masih didiskusikan. Skema bisnisnya sedang dibicarakan,” kata Syofvi.

Selain membeli SPLU untuk bus-bus listrik, PLN juga bakal menyediakannya bagi kendaraan listrik pribadi. Tapi perusahaan masih belum menentukan berapa banyak yang bakal dibuat, termasuk titik lokasinya di Jakarta.

Baca juga: Universitas Indonesia MoU dengan Damri Untuk Kembangkan Bus Listrik

“Listrik kami siapkan nanti SPLU-nya fast charging, 15 menit full. Nanti pengembalian biaya SPLU kita hitung dengan pihak pengguna,” katanya.

Pembangunan SPLU fast charging merupakan langkah dari implementasi Peraturan Presiden tentang Kendaraan Listrik yang belum juga ditandatangani Presiden Joko Widodo. Sebelumnya peraturan ini dijanjikan terbit awal 2019.