Heboh Maskapai Indonesia Diminta Tutup Fasilitas Toilet di Pesawat, Ternyata di India Sudah Duluan

0
Ilustrasi penumpang menggunakan toilet di pesawat. Foto: runwaygirlnetwork.com

Sejumlah negara sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown. Penerbangan komersial pun juga sudah mulai beroperasi, meskipun dengan berbagai peraturan baru dalam tatanan The New Normal, mulai dari mengosongkan kursi tengah, membatasi ruang gerak penumpang selama di dalam kabin, bahkan menutup fasilitas toilet.

Baca juga: India Mulai Buka Penerbangan Domestik, Penumpang Disarankan Tidak Gunakan Toilet Selama di Pesawat

Sederet peraturan di atas merupakan rekomendasi Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Dalam rekomendasi terbarunya, sebagaimana diberitakan BBC Internasional, lembaga yang berbasis di Montreal, Kanada itu meminta kepada negara-negara di dunia untuk mengikuti pedoman tersebut. Sehingga, meskipun masih dibayang-bayangi keberadaan Covid-19, industri penerbangan mulai dapat kembali beroperasi secara aman.

Di Indonesia sendiri, rekomendasi ICAO terkait membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat pun menjadi heboh. Dalam penerbangan 30-60 menit mungkin toilet bisa saja ditutup. Namun, lebih dari itu, sudah barang tentu tidak semua orang bisa menahan hasrat untuk buang air besar (BAB).

Padahal, sebelum rekomendasi tersebut sampai di Indonesia (atau bahkan dirilis ICAO), India justru sudah sejak pekan keempat di bulan Mei mulai menyiapkan payung hukum untuk melaksanakan aturan baru The New Normal berupa membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat.

Tak hanya itu, seperti yang sudah diberitakan KabarPenumpang.com sebelumnya, India juga menetapkan langkah-langkah lain yang perlu dilakukan maskapai penerbangan, guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, mulai dari hanya mengizinkan sepertiga dari keseluruhan maskapai, menyarankan bagi wanita hamil dan penumpang dalam kondisi sakit baiknya tidak bepergian, hingga memperbolehkan penumpang hanya membawa satu tas kabin.

Kemudian, otoritas bandara di India juga hanya memperbolehkan penumpang yang check-in melalui website masuk ke bandara. Bahkan, penumpang yang berasal dari zona merah tidak diizinkan masuk bandara apalagi bepergian dengan pesawat.

Kebijakan-kebijakan di atas melengkapi sederet kebijakan sebelumnya yang terlebih dahulu diumumkan otoritas bandara India, mulai dari wajib bermasker, mencuci tangan, memakai face shield, tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang dibawa sendiri selama di dalam pesawat, surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 dari lembaga kesehatan yang ditunjuk, pengecekan suhu tubuh dan status tempat tinggal melalui aplikasi Aarogya Setu, mengosongkan kursi tengah, hingga menghindari aktivitas berlebih di pesawat selama dalam penerbangan.

Baca juga: Cepirit Saat di Moda Transportasi? Ini Ternyata Penyebabnya!

Selain heboh akibat rekomendasi membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat, publik di Indonesia juga pernah heboh dengan larangan menelepon dan berbicara di Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Padahal, di Singapura, kebijakan tersebut sudah lebih dahulu dimulai sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di transportasi umum di bawah tatanan The New Normal.

“Para penumpang harus menggunakan masker dan tidak berbicara satu sama lain untuk mencegah droplet. Penumpang juga tidak boleh berbicara di ponsel, dengan demikian mereka bisa menghindari penyebaran droplet ketika berada di ruang tertutup,” ujar Wong yang dikutip KabarPenumpang.com dari todayonline.com (2/6/2020).

Leave a Reply