Matikan Mesin Saat Isi BBM? Ini Alasannya!

Di berbagai terminal dan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), sering ditemukan imbauan yang meminta agar kendaraan, termasuk bus, mematikan mesin saat mengisi bahan bakar. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini memiliki dampak besar terhadap keselamatan dan keamanan, baik bagi pengemudi, penumpang, maupun lingkungan sekitar.

Mematikan mesin saat pengisian bahan bakar bukan sekadar aturan formalitas. Ada alasan teknis dan keselamatan di balik larangan menyalakan mesin saat bus sedang diisi bahan bakar, terutama solar atau bensin.

Baca juga: Tips Nikmati Perjalanan dan Liburan ke Karimun Jawa

Proses pengisian bahan bakar menghasilkan uap yang mudah terbakar. Ketika mesin menyala, percikan listrik kecil dari sistem pengapian atau kipas bisa menjadi pemicu kebakaran.

Selain risiko kebakaran, ada juga bahaya ledakan. Meski jarang terjadi, namun insiden akibat kelalaian dalam prosedur pengisian bahan bakar bukan hal baru.

Di beberapa kasus di luar negeri, kendaraan meledak karena pengisian dilakukan saat mesin masih menyala, apalagi jika dikombinasikan dengan penggunaan ponsel atau asap rokok di dekat pompa. Di sisi lain, mematikan mesin juga membantu menjaga efisiensi dan mencegah overheat pada sistem bahan bakar.

Beberapa jenis bus modern memiliki sistem bahan bakar elektronik yang sensitif terhadap suhu tinggi. Jika mesin tetap menyala saat pengisian, tekanan panas yang meningkat bisa merusak sistem injeksi atau menyebabkan penguapan yang berlebihan.

Baca juga: Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Bagi pengemudi angkutan umum seperti bus antarkota atau bus pariwisata, kebiasaan ini juga bagian dari tanggung jawab profesional. Banyak perusahaan otobus yang sudah menetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait keselamatan pengisian bahan bakar.

Dalam prosedur tersebut, pengemudi diwajibkan mematikan mesin, menurunkan semua penumpang, dan memastikan tidak ada sumber api atau percikan listrik di sekitar area pengisian. Kedisiplinan dalam hal ini tidak hanya soal menaati peraturan, tapi juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya keselamatan bersama.

Mengingat potensi bahayanya yang serius, mematikan mesin saat isi bahan bakar seharusnya menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditawar lagi.

Terminal Leuwipanjang Pintu Masuk Bandung dari Arah Barat

Railfans Wajib Tahu! Inilah Bahan Bakar Lokomotif yang Digunakan Saat Ini dan Kapasitasnya

Sebagai pecinta kereta api atau yang biasa dijuluki Railfans, tak sekadar menyukai bahkan menikmati hobi yang bisa dibilang unik ini. Perjalanan atau hanya mengabadikan kereta api itu sudah sering dilakukan agar bisa menyimpan memori yang kemudian disebarluaskan ke media sosial.

Namun dari segi teknis, railfans juga wajib tahu tentang kereta api yang mampu berjalan hingga ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Salah satu kereta yang mampu berjalan jauh adalah dari lokomotif yang memiliki bahan bakar cukup untuk menempuh perjalanan tersebut.

Proses pengisian bahan bakar lokomotif kereta menjadi aspek penting dalam operasional kereta api. Proses ini dilakukan secara cermat untuk memastikan keamanan dan efisiensi perjalanan kereta api. Jenis bahan bakar yang digunakan tidak hanya menentukan efisiensi operasional, tetapi juga berdampak langsung terhadap lingkungan, biaya, hingga jarak tempuh kereta.

Seiring perkembangan teknologi, berbagai jenis bahan bakar telah digunakan dalam dunia perkeretaapian. Nah, berikut ini beberapa jenis bahan bakar yang digunakan pada kereta api saat ini:

Ilustrasi Lokomotif CC 300 12 03 uji dinamis dengan membawa rangkaian 2 Gerbong Datar masuk Stasiun Pasar Senen.

1. BATU BARA
Pembakaran batu bara menghasilkan emisi gas rumah kaca dan polusi udara yang membahayakan kesehatan serta lingkungan. Efisiensi energinya juga tergolong rendah. Selain itu, lokomotif uap berbahan bakar batu bara membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibandingkan lokomotif modern.

2. SOLAR
Kereta api diesel adalah jenis lokomotif yang bermesin diesel dan umumnya menggunakan bahan bakar mesin dari solar seperti High Speed Diesel (HSD). Ada dua jenis utama kereta api diesel ini yaitu kereta api diesel hidraulik dan kereta api diesel elektrik. Kereta api jarak jauh di Indonesia yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia umumnya berjenis kereta api diesel. Kereta api diesel tersebut mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) berjenis solar. Secara spesifik, bahan bakar pada lokomotif tersebut adalah biodiesel 30 atau B30.

3. BIO SOLAR (B35)
Selain solar biasa, saat ini PT KAI juga menggunakan Bio Solar (B35) untuk mendukung program penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN). Bio Solar (B35) adalah bahan bakar yang terbuat dari campuran solar dengan minyak nabati, seperti minyak kelapa sawit.

Lolos Sejumlah Uji Coba, PT KAI Mulai Gunakan Bahan Bakar Biodiesel B20

4. B40
PT KAI juga mulai menggunakan bahan bakar B40, yang merupakan campuran solar dengan minyak nabati sebesar 40%. B40 diklaim lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan solar biasa.

Lalu, bagaimana cara pengisiannya? Nah, petugas akan mengamankan lokomotif selama proses ini berlangsung. Kemudian, mereka akan memastikan jumlah bahan bakar yang tersedia dan menentukan jumlah yang perlu ditambahkan. Pengisian dilakukan oleh petugas khusus menggunakan peralatan seperti nozzle gun, flow meter, dan fuel pump.

Proses pengisian bahan bakar dilakukan oleh petugas khusus yang memiliki kompetensi dan telah dilatih oleh PT Pertamina Patra Niaga. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan, manajemen lingkungan, ketersediaan bahan bakar, dan keandalan peralatan.

Kemudian ini yang paling penting. Dari segi kapasitas bahan bakar lokomotif tentu bervariasi tergantung pada jenisnya, namun rata-rata berkisar antara 3.000-3.800 liter. Untuk lokasi tangki bahan bakar pada lokomotif terletak di bagian tengah bawah.

Pengisian bahan bakar disesuaikan dengan jarak yang akan dilayani oleh kereta api. Untuk mengetahui jarak yang dapat ditempuh dengan bahan bakar yang terisi penuh, hal ini tergantung pada jenis lokomotifnya karena SFC (Specific Fuel Consumption) dari masing-masing jenis lokomotif berbeda. Namun, untuk perkiraan rata-rata, jarak yang dapat ditempuh dengan kapasitas bahan bakar penuh sekitar 3000 liter adalah sekitar 1.034 KM.

Pemilihan bahan bakar pada kereta api memegang peranan penting dalam mendukung efisiensi operasional, keamanan lingkungan, serta keberlanjutan sistem transportasi massal. Pemerintah dan operator transportasi perlu mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, serta ekologi dalam menentukan solusi energi yang paling tepat.

 

Untirta Hadirkan Bus Ramah Penyandang Disabilitas, Pintu Bisa Diturunkan Untuk Pengguna Kursi Roda!

Penyandang disabilitas belakang semakin diperhatikan bukan hanya oleh pemerintah, tetapi banyak pihak lainnya. Bukan hanya dimudahkan dalam pekerjaan tetapi transportasi pun terlihat jelas membantu para penyandang disabilitas ini.

Seperti di Jakarta, berbagai transportasi umum seperti bus Transjakarta, Commuterline, MRT Jakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek. Di mana fasilitasnya cukup ramah disabilitas, dan para petugasnya pun sigap membantu para penyandang disabilitas untuk duduk di dalam transportasi umum atau saat berpindah halte.

Ternyata, salah satu universitas di Indonesia tepatnya di Serang, Banten juga melakukan hal yang sama. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bahkan menunjukkan keseriusannya alam komitmen untuk meningkatkan kenyamanan serta aksesibilitas layanan transportasi mereka bagi seluruh sivitas akademika melalui pengoperasian shuttle bus kampus yang ramah penyandang disabilitas.

Bus ini layaknya bus kampus lainnya yang beroperasi setiap hari kerja yakni Senin sampai Jumat. Bus ramah disabilitas Untirta sendiri punya jadwal Utama dengan keberangkatan pagi beroperasi mulai pukul 07.00 WIB dengan rute Sindangsari ke Pakupatan.

Kemudian bus akan melanjutkannya ke Ciwaru dan Kembali ke Sindangsari. Untuk bus pulang, jadwal keberangkatannya pukul 16.30 WIB dengan rute yang sama seperti berangkat.

Sedangkan hari Jumat, peroperasian bus di jadwal pulang berbeda dari hari biasanya. Jawdal yang tadinya 16.30 dimundurkan menjadi 17.00 WIB untuk menyesuaikan Waktu ibadah di hari jumat.

Dilansir dari kemdiktisaintek.go.id, Sabtu (26/7/2025), hal yang menjadi sorotan utama dari shuttle bus Untirta adalah fasilitasnya yang ramah bagi penyandang disabilitas. Bus ini dirancang dengan pintu yang dapat diturunkan, memungkinkan akses mudah bagi pengguna kursi roda.

Selain itu, interior bus juga dilengkapi kursi yang nyaman dan sistem pendingin udara (AC) untuk menunjang kenyamanan selama perjalanan. Kapasitas penumpang mencapai 60 orang, menjadikannya sarana transportasi yang ideal untuk mendukung mobilitas harian mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Dengan hadirnya layanan shuttle bus yang inklusif ini, Untirta berharap seluruh civitas akademika, termasuk mahasiswa difabel, dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas di lingkungan kampus maupun antar lokasi kampus. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari visi Untirta sebagai kampus berkarakter dan berdaya saing, yang terus mendorong kesetaraan akses bagi semua warganya.

Nanyang University Punya Bus Kampus Elektrik? Unpad dan UI Juga Punya Tapi…

MRT Jakarta Tembus Sampai Tangerang Selatan, Ternyata Jalurnya Dimulai dari Sini

Informasi mengenai Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta bakal tembus hingga Tangerang Selatan mulai diperbincangkan bahkan siap untuk pengerjaan. Ya, moda transportasi Jakarta yang satu ini memang menjadi andalan masyarakat karena praktis dan efisien. Terlebih untuk menggunakan MRT saja masyarakat terbebas dari kemacetan di jalan raya dan tentu saja mempersingkat waktu perjalanan.

Rencana perpanjangan jalur MRT sampai Tangerang Selatan (Tangsel) kian dekat menjadi kenyataan. Saat ini ujung moda transportasi milik Pemprov Jakarta itu memang sudah berada sangat dekat dengan kawasan Tangerang Selatan. Tepatnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan yang bersebelahan langsung dengan Kec. Ciputat, Tangsel.

PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai Feasibility study (FS) alias studi kelayakan bersama PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land). Studi kelayakan ini untuk pengembangan rute baru MRT Jakarta tembus Tangsel. Rutenya adalah dari Lebak Bulus menuju Serpong. Inisiatif ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak untuk melakukan kajian komprehensif terkait skema pembiayaan, teknologi, dan trase proyek.

Depo MRT Lebak Bulus.

Dari estimasi 100.000 pengguna harian layanan MRT, diperkirakan sebanyak 25%-nya dapat terserap melalui stasiun-stasiun yang ada di BSD City. Namun belum diketahui kapan proyek perpanjangan ini akan digarap, termasuk nilai proyek, rincian rute maupun jumlah atau titik stasiunnya. Semua itu baru ditentukan jika studi kelayakan sudah selesai dilaksanakan.

Jika dilihat dari stasiun akhir Leba Bulus, jalur kereta MRT masih terhubung di sepanjang sisi Jl. Raya Jakarta Bogor. Meski di jalur paling ujung MRT Jakarta ini sudah terpasang tiang listrik aliran atas (LAA), jalur akhir tersebut hanya digunakan untuk aktivitas langsir rangkaian MRT dari maupun kearah depo MRT. Namun, bisa dipungkiri awal mula jalur MRT tersebut bisa dimulai dari Stasiun Lebak Bulus.

Bahkan saking dekatnya dengan kawasan Tangerang Selatan, di dekat tiang jalur MRT paling ujung selatan ini terlihat ada tugu ‘Selamat Jalan’ milik Pemprov Jakarta yang menjadi penanda batas wilayah ibu kota. Sementara di sisi lainnya terlihat tugu milik Pemkot Tangsel, di mana kedua wilayah ini hanya dibagi oleh Kali Pesanggrahan.

Sebelumnya, MRT Jakarta telah membuat kajian sementara soal kelanjutan trase MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Tangsel. Proyek ini akan mencakup dua koridor potensial, yaitu koridor utara dan selatan. Koridor utara akan melintasi jalur Pondok Aren – Serpong, sedangkan koridor selatan melalui Ciputat – Pondok Cabe. Kedua jalur ini akan terhubung dengan stasiun utama di Lebak Bulus, Jakarta.

Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Semakin Ramah Lingkungan, Ancol-Blok M Kini Dilayani Bus Listrik

Ancol merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Destinasi di utara Jakarta ini selain langsung menyentuh lautan, juga tempat wisata yang cukup mudah untuk di datangi menggunakan transportasi umum.

Selain KRL Commuterline turun di Stasiun Ancol, masyarakat juga bisa menggunakan bus Transjakarta yang behenti di Halte Ancol. Namun, baru-baru ini rute bus yang dioperasikan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tersebut bertambah.

Semula hanya ada rute 5 dan 5C dengan tujuan dari PGC-Ancol serta Kampung Melayu-Ancol. Kini bertambah dengan kehadiran rute 1W Ancol-Blok M yang dilayani oleh armada bus listrik tipe high deck.

Bus ini merupakan milik Damri yang belum lama tiba dari Cina. Rute Ancol-Blok M sendiri diluncurkan pada Sabtu (26/7/2025) di Halte Ancol. Kehadiran bus listrik ini menjadi simbol terhadap lingkungan yang lebih bersih.

Sebagai informasi, Ancol sendiri sudah menerapkan berbagai hal ramah lingkungan salah satunya tanpa styrofoam di setiap kedai makanan atau minuman. Sehingga kehadiran bus listrik yang melayani rute Ancol-Blok M cocok menjadi bagian Ancol yang ramah lingkungan.

Tak hanya itu, hadirnya bus listrik ini pun bukan hanya menjawab persoalan kualitas Udara Jakarta. Tetapi juga merupakan bagian dari target pengadaan 200 armada bus listrik hingga akhir tahun 2025 ini.

Direktur Utama DamriI Setia N. Milatia Moemin mengungkapkan rasa bangganya terhadap keterlibatan DAMRI dalam mendukung peralihan transportasi umum Jakarta menuju sistem berbasis listrik.

“Damri berkomitmen tidak hanya menyediakan layanan transportasi berkualitas, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon demi lingkungan yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih sehat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Setia menambahkan, kontribusi DAMRI tidak berhenti pada pengadaan armada. Sebagai mitra PT Transjakarta, DAMRI juga turut serta dalam membangun ekosistem pendukung seperti penyediaan charging station dan pelatihan sumber daya manusia.

Dukungan ini dilakukan agar operasional bus listrik berjalan secara maksimal dan berkelanjutan di masa depan. Sejumlah fasilitas pengisian daya telah tersedia, antara lain 30 unit charging station di Stasiun Damri Klender dan 26 unit di Stasiun Damri Pupar.

Dalam waktu dekat, akan dibangun tambahan 15 unit di Stasiun Damri Cawang dan 24 unit di Stasiun Damri Ciputat, sebagai bagian dari pengembangan layanan. Ke depan, Damri berambisi untuk memperluas penggunaan bus listrik ke wilayah lain di luar Jakarta.

Langkah ini merupakan kontribusi terhadap upaya nasional mengurangi pencemaran udara serta membangun sistem transportasi yang efisien, ramah lingkungan, dan inklusif di berbagai kota di Indonesia.

Tanjung Bira Punya Segudang Destinasi, Dishub Bulukumba Gratiskan Angkutan Umum

Puluhan Tahun Mati, Ini yang Terjadi Jika Stasiun Wonosobo Kembali Aktif

Banyak yang menginginkan stasiun yang sangat strategis ini kembali diaktifkan. Pasalnya stasiun ini sangat praktis dan terjangkau untuk mengunjungi kawasan wisata Pegunungan Dieng. Stasiun ini juga digadang-gadang sebagai stasiun yang terkenal dengan bermacam-macam destinasi wisata lainnya yang lebih terjangkau.

Pada zaman Belanda dulu, Wonosobo masuk ke dalam jalur kereta api Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS atau SDSM) yang dibangun untuk membantu pendistribusian gula. Selain mengangkut gula, kereta api tersebut juga sempat melebarkan sayap ke sektor teh, tembakau, dan kayu manis.

Wonosobo masuk ke dalam jalur yang dibangun di fase ketiga, sekitar tahun 1917. Jalur tersebut beroperasi sampai 1978 sebelum akhirnya tidak aktif lagi karena mulai berkurang nilai ekonomisnya. Sekarang tinggal relnya yang masih bisa kita lihat mencuat di antara trotoar di sudut-sudut kota.

Stasiun Wonosobo masih berdiri kokoh hingga saat ini. (Foto: Dok. Istimewa)

Pembangunan Stasiun Wonosobo bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Banjarnegara-Selokromo-Wonosobo sejauh 33 kilometer yang dilakukan oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) mulai dari tahun 1916 sampai dengan tahun 1917. Jalur rel Banjarnegara – Wonosobo merupakan jalur yang berada di pegunungan, medannya berkelok-kelok dan terdapat banyak tanjakan.

Saat aktif, Stasiun Wonosobo memiliki 5 jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus arah selatan ke Halte Penawangan. Sedangkan, yang arah utara cukup sampai di stasiun ini saja. Jalur 1 digunakan untuk persilangan yang terjadi di stasiun bila ada kereta yang mau memasuki stasiun. Jalur 3 digunakan untuk persiapan kereta api yang akan berangkat dari Stasiun Wonosobo. Jalur 4 digunakan untuk menuju ke depo lokomotif, dan jalur 5 digunakan untuk menuju ke gudang penyimpanan barang.

Selain peninggalan berupa rel, Wonosobo juga masih memiliki stasiun yang sebetulnya masih berdiri hingga kini. Lokasinya pun strategis banget karena dekat dengan Alun-alun Wonosobo dan masjid agung.

Fyi, dulu Stasiun Wonosobo menjadi titik akhir perjalanan kereta SDS dengan jalur Purwokerto-Wonosobo. Namun sekarang warga yang mau naik kereta harus ke stasiun-stasiun terdekat hingga menuju destinasi di Kabupaten Wonosobo, seperti: Purwokerto, Kebumen, Semarang, atau pun Yogyakarta dengan waktu tempuh yang lumayan cukup mengulur waktu.

Nah bisa dibayangkan jika Stasiun Wonosobo kembali aktif dan beroperasi layaknya stasiun-stasiun besar yang berada di kabupaten kota. Tentunya masyarakat sekitar maupun luar Wonosobo akan ramai mendatangi dan berwisata bersama. Apalagi Wonosobo sejak dulu memang sudah terkenal akan wisatanya, khususnya di kalangan para pencinta alam, pendaki gunung, dan nature traveler. Wisata Dieng, jalur pendakian ke Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau, Telaga Warna, hingga Perkebunan Teh Tambi bisa diakses lebih mudah.

Selain itu dengan meningkatnya pelancong, paling tidak akan diikuti dengan terbukanya bidang kuliner dan penginapan. Nantinya warga sekitar bisa menyewakan rumahnya buat jadi homestay. Oleh-oleh dan makanan khas Wonosobo, seperti carica dan mie ongklok makin terkenal karena kios-kios di stasiun menjajakannya, persis seperti kios bakpia di Stasiun Yogyakarta.

Ingin Berwisata ke Dieng Naik Kereta Api? Ini Pilihan Rute dan Jadwalnya

Saat ini, distribusi hasil bumi Wonosobo dilakukan pakai jalur darat via jalan raya yang biayanya cenderung lebih murah. Tapi, distribusi ini masih terbatas di daerah-daerah sekitarnya saja karena bagaimanapun juga sayuran dan buah-buahan akan lebih cepat busuk.

Dengan adanya stasiun, distribusi hasil panen, bahkan tembakau dan teh, bisa lebih efektif dan cepat. Bahkan bisa juga, kembali ke pembahasan sebelumnya, komoditas ini dimanfaatkan menjadi wisata pula. Misalnya, tiap Juli-Agustus buruh teh dan tembakau di Wonosobo mulai panen. Nah, bisa juga tuh membuka peluang biar wisatawan juga datang untuk merasakan sensasi panen teh sendiri.

Bagaimanapun, keberadaan Stasiun Wonosobo mengingatkan kita akan masa-masa kejayaan kereta api di wilayah lembah Sungai Serayu. Jika rencana reaktivasi jalur ini terwujud, pastinya juga membawa harapan baru bagi masyarakat Wonosobo dan sekitarnya. Diharapkan dengan dibukanya kembali jalur kereta api ini, Stasiun Wonosobo akan kembali hidup, mengembalikan peran pentingnya dalam mobilitas dan perekonomian di wilayah tersebut.

Dermaga Water Taxi Pelabuhan Benoa Resmi Beroperasi

Water taxi atau taksi air menjadi salah satu moda transportasi pilihan lainnya karena Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Beberapa provinsi di Indonesia pun kini mulai mengemangkan water taxi sebagai transportasi mereka.

Seperti Bali yang akhirnya memiliki dermaga water taxi di Tanjung Benoa. Dermaga ini di resmikan leh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Sub Regional Bali Nusra sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Kehadiran dermaga ini merupakan fasilitas penunjang transportasi laut yang ramah lingkungan. Selain itu juga hadirnya ini sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat adat Tanjung Benoa dalam mengembangkan potensi kawasan pesisir.

Peresmian ni diawali dengan perjalanan para undangan menggunakan water taxi dari Pelabuhan Benoa menuju Tanjung Benoa. Perjalanan ini menjadi simbol pembukaan konektivitas baru berbasis laut yang efisien dan berkelanjutan.

Executive Director 3 Pelindo, Daru Wicaksono Julianto, menyampaikan bahwa dermaga ini adalah wujud nyata komitmen Pelindo dalam memperkuat kawasan Ring 1 operasional perusahaan melalui pengembangan layanan Water Taxi yang mendukung konektivitas dan pariwisata.

“Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga kebermanfaatan langsung bagi komunitas lokal. Dermaga ini bukan hanya fasilitas transportasi, tapi simbol kolaborasi, konservasi, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat adat,” ujar Daru.

Sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi, Pelindo juga menyalurkan bantuan penguatan usaha kepada lima UMKM binaan di kawasan Tanjung Benoa melalui program TJSL MaritimePreneur. Program ini dirancang untuk mendorong kewirausahaan maritim berbasis komunitas.

Sementara itu, Bendesa Adat Tanjung Benoa, I Made Wijaya, menyambut baik kehadiran dermaga ini dan mengapresiasi inisiatif Pelindo yang menurutnya selaras dengan nilai-nilai masyarakat adat.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Pelindo terhadap masyarakat adat Tanjung Benoa. Kehadiran dermaga ini tidak hanya meningkatkan akses, tetapi juga membuka peluang baru bagi pariwisata berbasis budaya dan kelautan,” ungkapnya.

Peresmian Dermaga Water Taxi Tanjung Benoa ini diharapkan menjadi awal sinergi berkelanjutan antara Pelindo dan komunitas lokal dalam mengembangkan kawasan pesisir yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan.

Water Taxi Direncanakan Urai Kemacetan Bali

Tana Beru Gudangnya Pengrajin Kapal Pinisi Legandaris

Indonesia memiliki warisan maritim yang telah diakui dunia, salah satunya adalah kapal pinisi. Kapal layar tradisional yang ikonik ini tidak hanya dikenal karena kekokohan dan keindahannya, tetapi juga karena sejarah panjang pembuatannya yang bertumpu pada satu daerah yakni Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Di kawasan Tana Beru, Kecamatan Bontobahari, suara palu bertalu-talu masih menjadi irama harian. Di sini, para pengrajin kapal—yang dikenal sebagai panrita lopi mewarisi keterampilan turun-temurun membuat kapal kayu besar tanpa bantuan cetak biru atau teknologi canggih. Mereka hanya mengandalkan keahlian tangan, intuisi, dan perhitungan tradisional.

Pembuatan satu unit kapal pinisi bisa memakan waktu hingga satu tahun, tergantung ukuran dan kompleksitasnya. Kayu ulin dan kayu bitti dipilih secara khusus karena daya tahan terhadap air laut.

Para pengrajin menganggap proses pembuatan kapal sebagai sesuatu yang sakral. Ada berbagai ritual adat yang dilakukan, termasuk pemilihan hari baik untuk memulai pembangunan dan prosesi peluncuran kapal ke laut.

Kapal pinisi dari Bulukumba telah melintasi lautan Nusantara bahkan mancanegara. Tak sedikit kapal buatan tangan dari Tana Beru ini dipesan wisatawan asing dan dijadikan kapal pesiar eksklusif atau kapal selam wisata.

Keunikan dan nilai sejarah dari tradisi ini membuat UNESCO menetapkan pengetahuan dan keterampilan pembuatan pinisi sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada tahun 2017. Seiring waktu, Tana Beru dan sekitarnya pun berkembang menjadi destinasi wisata budaya.

Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kapal pinisi dari awal hingga peluncuran. Banyak pelancong domestik maupun mancanegara yang tertarik mendokumentasikan tahapan-tahapan pembangunan kapal yang berlangsung di tepi pantai, di bawah terik matahari dan deru ombak.

Tak jauh dari lokasi galangan tradisional, wisatawan juga bisa menikmati keindahan alam Bulukumba. Pantai Bira, yang terkenal dengan pasir putihnya dan air laut jernih, hanya berjarak sekitar 20 menit dari Tana Beru.

Di sini tersedia penginapan dari yang sederhana hingga resort mewah. Aktivitas seperti snorkeling, menyelam, atau sekadar menikmati matahari terbenam menjadi pelengkap pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Dengan kombinasi antara kekayaan budaya dan keindahan alam, Bulukumba menawarkan lebih dari sekadar tempat pembuatan kapal. Ia adalah tujuan yang membawa wisatawan menyelami jejak kejayaan maritim Indonesia.

Kapal Pinisi, Kapal Warisan Leluhur Asli Indonesia yang Diakui UNESCO

Tanjung Bira Punya Segudang Destinasi, Dishub Bulukumba Gratiskan Angkutan Umum

Banyak hal yang bisa menarik minat para pelancong baik dalam maupun luar negeri di suatu tempat ataupun suatu negara. Salah satunya dalah hal yang terkait gratis alias tidak membayar.

Biasanya ini menjadi minat pelancong untuk menikmati suatu destinasi. Meski begitu sebenarnya banyak hal lainnya yang menarik bagi pelancong bila sudah memiliki destinasi wisata masing-masing dan gratis menjadi faktor tambahan.

Di Kabupten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan layanan angkutan wisata gratis ke destinasi wisata Tanjung Bira Sulsel. Layanan angkutan gratis ini pun bisa dinikmati para pelancong setiap hari Minggu.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispapora) Kabupaten Bulukumba Ferryawan Z Fahmi mengatakan, hadirnya angkutan gratis ini diinisiasi untuk memudahkan pelancong menikmati keindahan Tanjung Bira tanpa ongkos.

Bus wisata gratis ini disiapkan setiap hari Minggu dengan titik kumpul keberangkatan di Pantai Merpati pada 08.00 Wita. Sedangkan untuk jadwal kepulangan, titik kumpulnya di lapangan Hitam Bira pada 15.00 Wita.

Pemkab Bulukumba berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dengan membuka layanan jasa wisata bus gratis yang disiapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba. Di mana Pemkab Bulukumba berharap kolaborasi antara organisasi perangkat daerah terkait dengan masyarakat lokal ini dapat menjadi pendorong peningkatan kunjungan di lokasi destinasi wisata Tanjung Bira.

Selain dukungan transportasi, Tanjung Bira yang dikenal dengan keindahan alamnya juga telah didukung oleh sarana akomodasi berupa restoran, penginapan dan tokoh oleh-oleh. Adanya bus layanan gratis tersebut, diharapkan pelancong dapat memanfaatkan jasa itu sehingga lebih memudahkan akses menikmati surga tersembunyi di Tanjung Bira.

Tanjung Bira sendiri dikenal sebagai primadona atau destinasi wisata unggilan di Provinsi Sulawesi Selatan. Ini karena Tanjung Bira memiliki banyak spot wisata menarik mulai dari pantai berpasir putih, jembatan kaca, titik nol, tempat pembuatan Kapal Pinisi, bahkan wisata religi untuk melihat makan salah satu penyebar agama islam di Sulawesi, yakni Dato Ri Tiro.

Tanjung Bira berlokasi di Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba berjarak sekitar 200 km atau tiga sampai empat jam perjalanan dari Kota Makassar. Di Pantai Tanjung Bira, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti diving, dan snorkeling. Selain itu, pengunjung juga bisa berkeliling pulau dengan menggunakan perahu.

Pelabuhan Hodeidah, Titik Penting Perdagangan Laut Merah di Kawasan Afrika dan Asia

Nordwind Airlines Buka Penerbangan Langsung Moskow – Pyongyang

Penerbangan langsung dari Moskow ke Korea Utara selama delapan jam telah dimulai minggu ini, di tengah menguatnya hubungan antara kedua negara dan berkurangnya pilihan bagi pelancong Rusia yang bepergian ke luar negeri.

Penerbangan pertama Moskow-Pyongyang, yang dioperasikan oleh maskapai LCC Rusia, Nordwind Airlines. Pesawat lepas landas pada hari Minggu, menurut situs web bandara Sheremetyevo, dan mendarat di ibu kota Korea Utara sekitar delapan jam kemudian.

Rute ini awalnya hanya akan dilayani sebulan sekali, kata Kementerian Perhubungan Rusia, dengan penerbangan pulang pertama dari Pyongyang ke Moskow akan berlangsung pada hari Selasa.

Korea Utara Melarang Wisatawan Asing Memasuki Resor Pantai Setelah Kunjungan Menlu Rusia

Nordwind Airlines – yang dulu mengangkut warga Rusia ke destinasi liburan di Eropa sebelum Uni Eropa memberlakukan larangan penerbangan Rusia, mematok harga tiket 45.000 rubel ($570).

“Ini adalah peristiwa bersejarah, yang memperkuat hubungan antara kedua negara kita,” ujar Oleg, seorang karyawan Nordwind yang mengelola penerbangan tersebut yang tidak ingin menyebutkan nama lengkapnya, kepada Agence France-Presse di bandara. Ia juga menolak menyebutkan jumlah penumpang di dalam pesawat.

Rusia dan Korea Utara telah menjalin hubungan militer yang lebih erat dalam beberapa tahun terakhir, dengan Pyongyang memasok pasukan dan senjata untuk operasi militer Rusia di Ukraina. Mereka menandatangani pakta pertahanan bersama tahun lalu ketika Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengunjungi Korea Utara.

“Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 70 tahun hubungan diplomatik, kami meluncurkan penerbangan langsung antar ibu kota negara kami,” kata Wakil Menteri Perhubungan Rusia, Vladimir Poteshkin, seperti dikutip di akun Telegram kementerian.

Hal ini terjadi di saat Korea Utara sedang menggenjot pariwisatanya sendiri, dengan perlahan-lahan melonggarkan pembatasan terhadap pengunjung luar negeri yang diberlakukan selama pandemi Covid-19. Pariwisata reguler masih dilarang secara efektif, meskipun wisatawan Rusia telah diizinkan untuk mengunjungi beberapa wilayah negara itu dalam tur kelompok, dan pelari asing berkompetisi dalam maraton di Pyongyang pada bulan April.

Pada bulan Juni, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meluncurkan sebuah resor pantai baru yang terletak di pesisir timur negara itu yang kabarnya diharapkan oleh pihak berwenang akan menarik 20.000 pengunjung per tahun.

Anti Mainstream, Bandara Pyongyang Diklaim AS Terhubung dengan Fasilitas Nuklir Terbesar Korea Utara