54 Tahun KA Parahyangan, Sang Legenda yang Tak Pernah Dimakan Zaman

Dari namanya saja, masyarakat tentu tahu dengan kereta api yang satu ini. Menjelajah jalur di bumi parahyangan yang menghubungkan Jakarta-Bandung, kereta api ini sangat melekat di hati masyarakat. 54 tahun sudah Kereta Api (KA) Parahyangan dengan setia menemani penumpang selama perjalanan yang menemani segudang kisah yang tentu tak pernah dilupakan.

Ya, sang legenda KA Parahyangan yang pertama kali dioperasikan pada 31 Juli 1971 ini adalah kereta api pertama yang menjelajah jalur Jakarta-Bandung melewati puluhan jembatan dan menyeberangi bukit dikawasan Jawa Barat. Sampai saat ini, KA Argo Parahyangan tergolong dalam rangkaian kereta api tertua di Indonesia. Kereta ini juga lebih sering disebut sebagai KA Parahyangan daripada KA Argo Parahyangan.

Pada awal beroperasi, kereta menggunakan lokomotif BB201 dengan 14 kereta dalam satu rangkaian. Rangkaian berangkat dan berhenti dari Stasiun Gambir ke Stasiun Bandung Kota. Keberadaan KA Parahyangan langsung menjadi moda transportasi favorit masyarakat, khususnya para pekerja, pedagang dan mahasiswa yang punya aktivitas di Jakarta dan Bandung.

Sebelum dioperasikannya KA Parahyangan, masyarakat pergi ke Bandung lewat jalur darat hanya bisa melalui Pantai Utara Jawa (Bekasi-Karawang-Purwakarta-Bandung) dan Puncak (Bogor-Cianjur-Bandung). Tentu, jalur tersebut memakan waktu tempuh lebih lama. Maka, pada 31 Juli 1971, pemerintah merilis KA Parahyangan sebagai salah satu moda transportasi yang dibuat pemerintah lewat Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) sebagai solusi yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

KA Parahyangan era tahun 1990-an dengan rangkaian kelas eksekutif dan bisnis. (Foto: Dok. Perumka)

Tak hanya itu, seiring perkembangan KA Parahyangan bisa ditempuh rute Jakarta-Bandung dalam waktu sekitar 2,5 jam. Eksistensi kereta ini berkelas K2 atau bisnis. Eksistensi kereta ini dinilai memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Moda transportasi ini cukup dipercaya, sebab adalah moda tercepat pada masa lalu yang mengaitkan kota Bandung dengan Ibu Kota Jakarta. Menjelang akhir tahun 70-an ragam gerbong K1 atau eksekutif mulai digabungkan dengan rangkaian KA Parahyangan dan mulai rutin dibawa di era 80-an.

Pada era 1990-an, KA Parahyangan kembali merasakan masa keemasan meskipun PNKA yang saat itu berubah nama menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan meluncurkan Argo Gede. KA Argo Gede merupakan layanan kereta api argo pertama yang mulai beroperasi pada 31 Juli 1995.

Pada April 2010, KA Parahyangan resmi dihentikan pelayanannya akibat semakin aktifnya perjalanan Jakarta-Bandung via tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Keputusan itu menuai kritik dan kekecewaan dari pelanggan. Dalam prosesnya, layanan KA Parahyangan kembali dijalankan, yaitu dengan nama KA Argo Parahyangan, yang merupakan gabungan dua layanan KA Argo Gede dan KA Parahyangan.

Gantikan KA Argo Parahyangan, Mulai 1 Februari 2025 PT KAI Kembali Operasikan KA “Legend” Parahyangan

Seiring perkembangan zaman, kereta api ini makin terus diminati masyarakat. 15 tahun berlalu, KA Argo Parahyangan berhenti melayani. Hingga pada perubahan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025, nama KA Parahyangan kembali mencuat. Dengan 2 eksistensi kelas eksekutif dan ekonomi premium ini menjadikan KA Parahyangan tetap ada dihati masyarakat yang setia mengantar hingga ke tujuan. Untuk tarif tiket yang diberlakukan KA Parahyangan, pada kelas eksekutif ditetapkan sebesar Rp200.000 sampai dengan Rp 250.000 per perjalanan. Sementara tarif kelas ekonomi adalah Rp150.000.

 

Oleh-oleh Kunjungan Prabowo ke Paris, LRT Bandung Digarap Perancis

Proyek Light Rail Transit (LRT) Bandung, Jawa Barat, dipastikan bakal digarap Perancis. Kepastian itu didapat setelah kunjungan Presiden Prabowo ke Paris pada parade Bastille Day 14 Juli 2025, disusul pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Transportasi Perancis Philippe Tabarot, di Kementerian Transportasi Prancis, Paris, Selasa (29/7).

Baca juga: Perancis Luncurkan Kereta Cepat TGV INOUI Dengan Gerbong Makan Bertingkat

Diketahui, LRT Bandung saat ini sudah masuk tahap perencanaan sejak tahun dan konstrukti ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2026.

“Indonesia dan Perancis sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang transportasi, baik di sektor darat, laut, dan udara. Kerja sama ini juga termasuk dalam hal pertukaran pengetahuan, teknologi, serta keterlibatan perusahaan dari kedua negara,” ujar Menhub Dudy.

Salah satu langkah konkret yang disepakati oleh kedua negara dalam pertemuan ini adalah proyek pengembangan Light Rail Transit di Kota Bandung, Jawa Barat. Pemerintah Perancis menyatakan siap untuk mendukung proyek tersebut melalui pendanaan studi kelayakan serta akan mendorong keterlibatan perusahaan-perusahaan Prancis dalam pengembangan jaringan transportasi perkotaan di tanah air.

“Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk mendukung pengembangan transportasi massal yang modern dan berkelanjutan di Indonesia. Kami menyambut baik dukungan dari Prancis, khususnya untuk proyek LRT Bandung yang diharapkan dapat menjadi solusi mobilitas perkotaan dan mengurangi kemacetan di wilayah metropolitan,” ungkapnya.

Baca juga: Riyadh Metro, Inilah Serba-Serbi LRT Pertama di Arab Saudi

Selain proyek LRT Bandung, kedua negara juga sepakat untuk memperluas kerja sama di sektor maritim dan penerbangan sipil, termasuk penguatan kapasitas keselamatan pelayaran, pelabuhan, serta pertukaran teknologi penerbangan. Adapun untuk memastikan kelanjutan kemitraan ini, akan dibentuk kelompok kerja bersama yang bertugas menyusun rencana aksi dan agenda proyek prioritas dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Transportasi Prancis Philippe Tabarot menyatakan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis bagi Prancis, khususnya dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan. “Keahlian perusahaan-perusahaan Prancis akan mendukung kebutuhan Indonesia di bidang transportasi, dan proyek LRT Bandung menjadi langkah awal kerja sama yang saling menguntungkan,” tutupnya.

KA Pasundan Resmi Pakai Rangkaian Baru. Ini Daftar Lengkap Kereta Api yang Gunakan Ekonomi New Generation

Per hari ini Kereta Api (KA) Pasundan resmi menggunakan rangkaian kelas Ekonomi New Generation. Rangkakaian yang digadang-gadang lebih nyaman ini tentu merupakan fasilitas yang mumpuni di berikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Masyarakat pun bisa merasakan perbedaan yang cukup jauh terutama untuk interior yang sama halnya seperti kelas subsidi.

Kelas Ekonomi New Generation ini sudah mulai dioperasikan untuk KA Pasundan dengan rute Stasiun Kiaracondong – Stasiun Surabaya Gubeng pp. Kenyamanan dirasakan pada KA ini dengan fasilitas yang tentu lebih baik. Interior dan kursi yang semula tegak berhadapan diubah bentuk dan posisinya menjadi captain seat (semua menghadap ke depan atau searah laju kereta). Selain itu, kapasitasnya juga dikurangi dari 80 penumpang menjadi 72 penumpang per kereta.

KA Pasundan. (Foto: Dok. Istimewa)

Eksterior Ekonomi New Generation versi modifikasi ini terbuat dari mild steel dan menggunakan boogie K5 dengan kecepatan 100 kilometer per jam. Pintunya masih menggunakan pintu geser manual, pengisian daya hanya melalui stop kontak, serta terdapat Passenger Information Display System (PIDS) di masing-masing kereta dan menampilkan beberapa informasi perjalanan. Selain itu, toiletnya memiliki fasilitas kloset duduk, hand dryer, dan wastafel.

Selain KA Pasundan, berarti bertambah sudah daftar nama-nama kereta api yang sudah di-upgrade dari semula ekonomi biasa menjadi kelas New Generation sebagai berikut:

1. KA Blambangan Ekspres
Rute: Pasar Senen – Ketapang pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

2. KA Dharmawangsa Ekspres
Rute: Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

3. KA Mutiara Timur (KA 200 dan KA 210)
Rute: Surabaya Pasar Turi – Ketapang pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

4. KA Joglosemarkerto
• KA 185: Purwokerto – Tegal – Solo Balapan pp.
• KA 187: Solo Balapan – Tegal – Semarang Tawang pp.
• KA 183: Solo Balapan – Tegal – Solo Balapan pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

5. KA Brantas
Rute: Pasar Senen – Blitar pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

6. KA Ranggajati
Rute: Cirebon – Jember pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

7. KA Banyubiru (KA 231 dan KA 232)
Rute: Semarang Tawang – Solo Balapan pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

8. KA Kamandaka
• KA 181, 183, 191: Semarang Tawang Bank Jateng – Tegal – Purwokerto pp.
• KA 194, 197: Semarang Tawang Bank Jateng – Tegal – Cilacap pp.
Kelas: Ekonomi & Eksekutif

9. KA Ijen Ekspres (KA 239F dan KA 240F)
Rute: Malang – Ketapang pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

10. KA Sancaka Utara
Rute: Surabaya Pasar Turi – Cilacap pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

11. KA Pangrango
Rute: Bogor Paledang – Sukabumi pp.
Kelas: Ekonomi dan Eksekutif

Hingga 2 Juli 2025, Balai Yasa Manggarai telah memodifikasi 93 unit kereta Ekonomi New Generation. Selain modifikasi internal, PT KAI juga menjalankan program pengadaan 612 unit Stainless Steel New Generation dari PT INKA (Persero) senilai Rp14,87 triliun hingga 2026.

KA Perintis Sulawesi Selatan Sebagai Tonggak Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Kulik Fakta Menariknya

Sebagai jalur kereta api (KA) pertama selain Jawa dan Sumatera, jalur kereta di Provinsi Sulawesi Selatan ini turut menjadi primadona dan juga sebagai jalur ekonomi dan wisata bagi masyarakat yang berada di sekitarnya. Tak heran, setiap masa liburan tiba, satu-satunya transportasi yang ramah lingkungan juga praktis ini menjadi incaran masyarakat khususnya Kota Makassar dan sekitarnya.

Ya, tercatat dalam periode tiga hari pada 18 hingga 20 April 2025 lalu, sebanyak 3.851 pelanggan menggunakan layanan ini melonjak drastis dari rata-rata harian yang hanya sekitar 350 pelanggan. Tentu dengan data yang tercatat tersebut menjadi Antusiasme kuat bahwa masyarakat Sulawesi Selatan semakin percaya dan nyaman menggunakan transportasi kereta api. Terlebih bahwa KA Perintis bukan hanya sekadar moda transportasi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup dan pilihan utama mobilitas masyarakat.

KA Perintis Sulawesi Selatan. (Foto: Dok. Istimewa)

Fyi, KA Perintis Makassar–Parepare melayani dua rute utama, yakni Mandai–Garongkong sepanjang 82 kilometer (km) dan Mangilu–Garongkong sepanjang 58 km, dengan frekuensi enam perjalanan per hari. Pun Jalur KA tersebut sudah membuka akses lebih mudah ke berbagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan.

Fakta menarik saat naik KA Perintis ini, sepanjang perjalanan, pelanggan disuguhkan dengan pemandangan alam menawan dan keunikan budaya lokal yang tak ternilai. Destinasi yang dilalui antara lain Kampoeng Karst Rammang-Rammang yang ikonik, Wisata Alam Mangambang, serta Taman Purbakala Sumpang Bita yang menyimpan sejarah masa lampau. Tak ketinggalan Tonasa Park, Pantai Tak Berombak di Maros, Danau Hijau Balocci di Pangkep, dan Wisata Alam Lappa Laona di Barru.

Kereta ini melayani 11 stasiun, yaitu Mandai, Maros, Ramang-ramang, Pangkajene, Mangilu, Labakkang, Ma’rang, Mandalle, Tanete Rilau, Barru, dan Garongkong. Bagi masyarakat yang ingin mencoba atau merasakan sensasi KA Perintis tentu bisa kapan pun. Namun, sangat disayangkan untuk pembelian tiket KA Perintis belum bisa dibeli secara daring (online).

Untuk bisa mendapatkan tiket KA Perintis, masyarakat diminta harus datang langsung ke stasiun. Pembelian tiket pun kini sudah bisa dipesan hingga H-7. Di loket semua stasiun yang mulai buka sejak pukul 06.00 pagi, satu orang calon penumpang bisa membeli maksimal tiga tiket, termasuk untuk diri sendiri. Dengan catatan, setiap calon penumpang yang dibelikan tiket, harus menyertakan identitas diri. Harga per tiketnya Rp10.000 dengan pembayaran yang bisa dilakukan secara tunai maupun non-tunai. Untuk anak usia di bawah tiga tahun, tidak perlu membeli tiket. Selain itu, kemudahan lainnya bisa untuk membeli tiket pulang-pergi sekaligus.

Kehadiran KA Perintis terus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan, sehingga mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Banyak pelaku usaha di sekitar stasiun dan objek wisata yang mengalami peningkatan pengunjung dan pendapatan selama masa libur ini. Yang tak kalah penting, KA Makassar–Parepare memegang peran strategis sebagai kereta api pertama dan satu-satunya di Pulau Sulawesi. Kehadirannya menjadi tonggak sejarah perkeretaapian Indonesia, sekaligus simbol kemajuan dan pemerataan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.

KA Perintis Sulawesi Selatan Raih Ketepatan Waktu Berangkat dan Kedatangan di Atas 90 Persen

Pelabuhan Sibolga, Penghubung Vital Pesisir Barat di Samudera Hindia

Pelabuhan Sibolga merupakan salah satu pelabuhan bersejarah di pesisir barat Pulau Sumatra yang telah memainkan peran penting dalam arus perdagangan dan transportasi laut sejak zaman kolonial Belanda. Terletak di Kota Sibolga, Sumatera Utara, pelabuhan ini menjadi penghubung vital antara wilayah pesisir barat dengan kepulauan di Samudera Hindia, seperti Nias dan Mentawai.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sejak abad ke-19, Pelabuhan Sibolga sudah digunakan sebagai pelabuhan ekspor berbagai hasil bumi seperti kopra, karet, rotan, dan rempah-rempah. Pemerintah kolonial Belanda melihat potensi besar dari posisi strategis pelabuhan ini yang berada di Teluk Tapian Nauli dan terlindung dari ombak besar, sehingga kemudian dibangun infrastruktur pelabuhan yang lebih memadai.

Baca juga: Pelabuhan Hodeidah, Titik Penting Perdagangan Laut Merah di Kawasan Afrika dan Asia

Pada masa kemerdekaan, Pelabuhan Sibolga terus berperan dalam aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, terutama sebagai titik keberangkatan dan kedatangan kapal penumpang dan barang dari dan ke Pulau Nias serta daerah pesisir lainnya. Selain itu, pelabuhan ini juga digunakan sebagai pangkalan logistik dan transportasi hasil laut.

Dalam beberapa dekade terakhir, pelabuhan ini mengalami pengembangan untuk mendukung pertumbuhan sektor maritim nasional. Pemerintah melalui Pelindo terus melakukan modernisasi fasilitas dermaga dan gudang serta meningkatkan layanan bagi kapal penumpang dan kargo.

Peningkatan ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dan perdagangan di wilayah Tapanuli. Selain fungsinya secara ekonomi, Pelabuhan Sibolga juga menyimpan nilai sejarah dan budaya.

Baca juga: Bukan Nama Universitas, Trisakti adalah Pelabuhan di Banjarmasin

Di sekitar area pelabuhan, masih terdapat peninggalan arsitektur era kolonial yang menjadi saksi bisu aktivitas maritim masa lalu. Kota Sibolga pun terus berbenah dengan menjadikan pelabuhan sebagai bagian dari daya tarik wisata sejarah.

Dengan akar sejarah yang kuat dan posisi strategis di jalur pelayaran barat Indonesia, Pelabuhan Sibolga tetap menjadi titik penting dalam jaringan pelabuhan nasional. Dari masa kolonial hingga era modern, pelabuhan ini terus menjadi denyut nadi kehidupan maritim di Sumatera Utara.

Tana Beru Gudangnya Pengrajin Kapal Pinisi Legandaris

 

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Garap Kerja Sama Komersial, dari Codeshare Sampai Akses Lounge

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines (SIA) di bulan Agustus 2025 akan segera memperkuat kerja sama komersial kedua belah pihak, dengan ditandai oleh dimulainya penjualan bersama (joint sales of fare products), penambahan rute codeshare, dan akses lounge milik kedua maskapai secara resiprokal.

Mulai Agustus 2025, para pengguna jasa dapat memesan penerbangan yang dioperasikan oleh kedua maskapai untuk penerbangan antara Singapura dan Indonesia di dalam satu rencana perjalanan (itinerary), dengan menghadirkan kenyamanan lebih dan opsi tarif yang semakin luas untuk penumpang.

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines juga akan memperluas penerbangan codeshare pada Agustus 2025 untuk menawarkan ragam pilihan perjalanan antara Indonesia dan Singapura, serta destinasi lainnya. Para penumpang Garuda Indonesia akan dapat menikmati akses ke empat destinasi tambahan yang dioperasikan oleh Singapore Airlines yakni Bengaluru, Kolkata, dan Delhi di India, serta Male di Maldives. Sebaliknya, para penumpang Singapore Airlines akan segera terhubung ke berbagai destinasi di Indonesia melalui penerbangan Garuda Indonesia yang populer yakni Denpasar ke Labuan Bajo, serta Jakarta ke Labuan Bajo, Lombok, dan Manado.

Lebih lanjut, pengguna jasa kedua maskapai juga akan terus menikmati layanan penerbangan codeshare yang hingga saat ini dioperasikan oleh kedua maskapai untuk perjalanan antara Singapura dan Denpasar, Jakarta, serta Surabaya di Indonesia, termasuk penerbangan yang dioperasikan oleh Singapore Airlines menuju London (Heathrow), Inggris, serta Mumbai, India.

Adapun mulai pertengahan bulan Agustus 2025 mendatang, anggota frequent flyer GarudaMiles dan KrisFlyer juga dapat menikmati akses lounge2—yang mencakup Garuda Executive Lounge, KrisFlyer Gold Lounge, dan Business Class SilverKris Lounge─pada saat bepergian antara Singapura dan Denpasar, Jakarta, serta Surabaya. Selain itu, para anggota juga dapat mengumpulkan dan menukarkan miles di rute codeshare yang baru nanti, sebagai bagian dari rangkaian kerja sama program frequent flyer yang diluncurkan pada Februari 2025.

Singapore Airlines menambah frekuensi penerbangannya antara Singapura dan Jakarta menjadi sembilan penerbangan hariannya pada Mei 2025, naik dari sebelumnya delapan penerbangan harian. Sementara itu, dengan mempertimbangkan aspek operasional serta izin dari regulator, pada Kuartal IV di tahun ini, Garuda Indonesia juga akan meningkatkan frekuensi penerbangannya untuk rute Jakarta dan Singapura menjadi tujuh penerbangan setiap harinya, dari sebelumnya enam penerbangan harian, termasuk rencana peningkatan frekuensi penerbangan ke depannya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani mengungkapkan, “Garuda Indonesia menyambut baik atas pengembangan kerja sama dengan Singapore Airlines kali ini, yang merefleksikan komitmen kedua belah pihak untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan lancar bagi pelanggan kami. Melalui konektivitas yang lebih luas serta layanan yang terintegrasi, kolaborasi ini juga turut berperan untuk mendukung hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura yang semakin kuat.”

Goh Choon Phong, Chief Executive Officer, Singapore Airlines mengatakan, “Peningkatan kemitraan kami dengan Garuda Indonesia menawarkan manfaat nyata bagi pelanggan kami melalui penjualan bersama (joint sales of fare products), penambahan destinasi untuk penerbangan codeshare, serta peningkatan program frequent flyer.

Dengan adanya kerja sama ini, kami juga mengoptimalkan kekuatan sinergi kami untuk meningkatkan pengalaman penumpang, termasuk mendukung pertumbuhan perjalanan udara antara Singapura dan Indonesia, serta ke berbagai destinasi lainnya.

Joint Venture antara Singapore Airlines dan Garuda Indonesia Mendapat Lampu Hijau

Gopay Kolaborasi dengan Transjakarta, Mudahkan Pembayaran Melalui Aplikasi TJ

Gopay merupakan dompet elektronil dari Gojek yang membantu memudahkan setiap transaksi pelanggan aik membayar ojek online, taksi online, makanan, pesanan barang atau berbagai hal lainnya. Bahkan kini Gopay pun hadir melengkapi pembayaran di Transjakarta.

Kehadiran Gopay sendiri bagi PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjadi salah satu peningkatan opsi pembayaran digital. Bahkan Gopay pun kini terintegrasi langsung dengan aplikasi TJ:Transjakarta.

Hal ini yang kemudian membuat pelanggan pengguna aplikasi TJ juga menjadi lebih praktis dalam hal pembayaran bila tidak membawa kartu uang elektronik mereka. Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan mengatakan, Transjakarta konsisten berinovasi untuk terus menyediakan kemudahan pelanggan, melalui sistem pembayaran berbasis digital yang berkelanjutan.

” Kemitraan dengan GoPay sebagai metode pembayaran di aplikasi Transjakarta merupakan perwujudan nyata dari komitmen Transjakarta terhadap kerangka 3S (Service, Strategic Partnership, dan Sustainability). Setelah sukses dengan dompet digital TJ Pay yang diluncurkan awal Juli lalu, kini kami menggandeng GoPay sebagai opsi pembayaran digital yang terintegrasi dengan aplikasi Transjakarta,” kata Fadly.

Dia menamahkan, kolaborasi ini merupakan bukti dedikasi berkelanjutan Transjakarta dalam membangun kemitraan strategis dengan berbagai sektor untuk memperluas manfaat layanan Transjakarta bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini Transjakarta ingin perjalanan menggunakan transportasi publik menjadi pengalaman berkesan bagi pelanggan, sejalan dengan Transjakarta yang terus berbenah melakukan transformasi sistem pembayaran digital.

Lebih lanjut, kemitraan Transjakarta X GoPay dirancang untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih inklusif, memungkinkan lebih banyak masyarakat menikmati kemudahan bertransaksi di Transjakarta. Ade Mulya, Director Public Affairs and Communications, GoTo Group menjelaskan kolaborasi ini merupakan komitmen GoPay dalam menghadirkan solusi pembayaran non-tunai yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan finansial pengguna, termasuk di sektor transportasi publik.

“Sejalan dengan komitmen GoPay untuk menghadirkan layanan pembayaran yang aman, mudah, dan bisa digunakan di mana saja, kami berharap hadirnya GoPay di aplikasi Transjakarta dapat semakin memudahkan masyarakat dalam menikmati mobilitas yang cepat dengan menggunakan transportasi publik,” ujar Ade.

GoPay sebagai opsi pembayaran di aplikasi TJ: Transjakarta resmi hadir. Pelanggan dapat membeli tiket Transjakarta langsung dengan akun GoPay mereka, menjadikan perjalanan lebih praktis.

Merayakan kerja sama dengan Transjakarta, pelanggan dapat menikmati perjalanan Transjakarta gratis dengan mekanisme cashback 100 persen hingga 3.500 GoPay Coins, dua kali per pengguna selama periode 29 Juli hingga 30 September 2025 mendatang.

MRT Jakarta Tembus Sampai Tangerang Selatan, Ternyata Jalurnya Dimulai dari Sini

Dapat ‘Hibah’ dari Jakarta, Dua Trainset KRL Dikirim ke Depo Solo

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah mengirim rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) dari Depo Depok menuju Depo Solo. Pengirimsn tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan KRL yang berada di lintas Yogya – Solo tersebut. KRL bernomor seri 205-5 ini menjadi keloter pertama yang dikirim pada Selasa, 29 Juli 2025. Pengiriman KRL bersamaan dengan rangkaian kereta pengaman atau yang biasa disebut ‘bandul’ ini berangkat dari Stasiun Depok pukul 23.10 WIB atau sebelum perjalanan KRL terakhir lintas Bogor menuju Jakarta.

Waktu tempuh perjalanan pengiriman KRL ini memang berlangsung lama. Pasalnya status perjalanan tersebut adalah Kereta Luar Biasa (KLB). Diketahui rangkaian perjalanan kereta api dengan status KLB tergantung dari rangkaian yang dijalankan. Untuk pengiriman KRL, kecepatan yang ditempuh hanya maksimal 50 km/jam. Tak heran, saat diperjalanan rangkaian KLB ini selalu mengalah dengan perjalansn reguler. Bisa dibilang perjalanan pengiriman KRL ini selama 24 jam, karena sesuai dengan jadwal yang di informasikan saat tiba di Stasiun Solo Jebres adalah pukul 00.55 WIB.

KRL KFW (seri i9000) yang saat ini melayani rute Yogyakarta-Solo Balapan-Palur pp. (Foto: Dok. Istimewa)

Meski jalur Yogya – Solo sudah memiliki KRL, namun mobilitas masyarakat Yogyakarta maupun Jawa Tengah sangat antusias menggunakan sarana transportasi praktis dan efisien ini. Saat ini jenis KRL yang digunakan lintas tersebut adalah produksi PT Industri Kereta Api (INKA) yaitu KRL KFW atau biasa disebut dengan KRL seri i9000.

Dengan tampilan luar bermotif batik, rangkaian KRL ini tentu menggambarkan kearifan lokal Yogya dan Solo. Motif yang ditampilkan adalah motif batik Parang Barong, dengan dominan warna merah untuk menunjukkan ke khas-an wilayah Kota Yogya dan Solo, yang merupakan sentra kerajinan batik.

Saat ini pengiriman KRL seri JR 205-5 buatan Jepang ini sudah mendarat di Depo Solo, Jawa Tengah. Rencana akan ada pengiriman kembali dari Jakarta pada kloter ke-2, yakni seri JR 205-46. Dari masing-masing trainset yang terdiri dari 8 Stsmformasi (SF), belum diketahui apakah rangkaian tersebut akan di tambah livery batik Yogya dan Solo atau tidak. Mengingat waktu KRL dengan seri JR 205 juga saat dioperasikan pada lintas Yogya – Solo diberi livery batik.

Dengan hadirnya penambahan KRL kiriman dari Jakarta, transportasi KRL di lintas Yogya-Solo akan semakin terbantu terutama mobilitas masyarakat sekitar yang terbiasa menggunakan KRL tersebut. Kehadiran KRL Jogja-Solo yang telah beroperasi tentunya terbukti bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi, pada musim liburan panjang ketika mobilitas warga meningkat signifikan.

‘Obat’ Anti Ngantuk Untuk Masinis, “Deadman Pedal” Bisa Selamatkan Perjalanan Kereta Api

Setiap lokomotif terutama pada kabin, ada beberapa alat yang bisa membantu masinis untuk memperlancar perjalanan kereta api. Tak hanya itu, alat-alat yang sangat vital mampu menyelematkan masinis dari keadaan yang tidak sadarkan diri. Masinis dalam menjalankan tugasnya harus dituntut untuk konsentrasi sehingga menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Karena seorang masinis harus memahami sistem persinyalan yang ada dan mampu mengikuti petunjuk yang diberikan.

Namun hingga kini belum pernah ada yang terjadi bahwa masinis yang tidak sadarkan diri saat berdinas, karena masinis harus melalui pengecekan secara ketat dan pemeriksaan kesehatan sebelum bertugas. Alat yang berukuran sedang ini dinamakan Deadman Pedal (Deadman Device). Alat yang berada dibagian bawah sejajar pada kaki masinis maupun tombol yang sejajar pada tuas kemudi lokomotif ini berfungsi sebagai kesiagaan atau peringatan pada masinis dalam mengoperasikan lokomotif, yang terhubung dengan pengaktifan pengereman.

Deadman Pedal. (Foto: Dok. Kompasiana)

Deadman Pedal akan memastikan masinis selalu berada di dalam kabin lokomotif selama rangkaian kereta api berjalan dan memastikan kewaspadaan masinis terhadap kereta yang dikemudikan, serta memastikan bahwa kereta akan berhenti ketika masinis tiba-tiba kehilangan kesadaran. Alat ini tentu wajib ada di kabin masinis.

Bentuknya berupa pedal atau tombol yang diinjak atau ditekan oleh masinis selama perjalanan kereta api, pada inyerval waktu tertentu . Untuk pedal yang diinjak biasanya pedal ini berada di kabin masinis pada lokomotif seri CC 201, CC 202, CC 203, dan CC 204. Namun untuk pedal yang ditekan menggunakan tombol berada pada lokomotif yang sudah canggih seperti pada seri CC 205 dan CC 206.

Cara kerjanya Deadman Pedal harus dinjak atau ditekan selama 50 detik dan harus dilepas selama 5 detik. Risiko yang dihadapi jika masinis tidak menekan ataupun menginjak Deadman Pedal sesuai interval yang ditentukan, maka alarm peringatan akan menyala.

Namun jika tetap tidak direspons, maka alat ini secara otomatis dapat menurunkan kecepatan kereta sampai berhenti total. Dengan adanya sistem ini, diharapkan konsentrasi dan kewaspadaan masinis bisa terjaga selama berdinas.

Dengan adanya Deadman Pedal itu memastikan masinis selalu berada di dalam kabin selama perjalanan kereta api. Dan memastikan bahwa masinis selalu waspada terhadap kereta api yang sedang dikemudikannya. Serta memastikan bahwa kereta api akan berhenti ketika kondisi fisik masinis tiba-tiba tidak sadarkan diri.

Lawan Ngantuk! Segudang Tantangan Petugas Perlintasan Kereta Api yang Harus Dijalankan

Matikan Mesin Saat Isi BBM? Ini Alasannya!

Di berbagai terminal dan SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), sering ditemukan imbauan yang meminta agar kendaraan, termasuk bus, mematikan mesin saat mengisi bahan bakar. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini memiliki dampak besar terhadap keselamatan dan keamanan, baik bagi pengemudi, penumpang, maupun lingkungan sekitar.

Mematikan mesin saat pengisian bahan bakar bukan sekadar aturan formalitas. Ada alasan teknis dan keselamatan di balik larangan menyalakan mesin saat bus sedang diisi bahan bakar, terutama solar atau bensin.

Baca juga: Tips Nikmati Perjalanan dan Liburan ke Karimun Jawa

Proses pengisian bahan bakar menghasilkan uap yang mudah terbakar. Ketika mesin menyala, percikan listrik kecil dari sistem pengapian atau kipas bisa menjadi pemicu kebakaran.

Selain risiko kebakaran, ada juga bahaya ledakan. Meski jarang terjadi, namun insiden akibat kelalaian dalam prosedur pengisian bahan bakar bukan hal baru.

Di beberapa kasus di luar negeri, kendaraan meledak karena pengisian dilakukan saat mesin masih menyala, apalagi jika dikombinasikan dengan penggunaan ponsel atau asap rokok di dekat pompa. Di sisi lain, mematikan mesin juga membantu menjaga efisiensi dan mencegah overheat pada sistem bahan bakar.

Beberapa jenis bus modern memiliki sistem bahan bakar elektronik yang sensitif terhadap suhu tinggi. Jika mesin tetap menyala saat pengisian, tekanan panas yang meningkat bisa merusak sistem injeksi atau menyebabkan penguapan yang berlebihan.

Baca juga: Tertinggal Bus Panik? Cek Tips Ini Agar Anda Tetap ‘Aman’

Bagi pengemudi angkutan umum seperti bus antarkota atau bus pariwisata, kebiasaan ini juga bagian dari tanggung jawab profesional. Banyak perusahaan otobus yang sudah menetapkan SOP (Standar Operasional Prosedur) terkait keselamatan pengisian bahan bakar.

Dalam prosedur tersebut, pengemudi diwajibkan mematikan mesin, menurunkan semua penumpang, dan memastikan tidak ada sumber api atau percikan listrik di sekitar area pengisian. Kedisiplinan dalam hal ini tidak hanya soal menaati peraturan, tapi juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya keselamatan bersama.

Mengingat potensi bahayanya yang serius, mematikan mesin saat isi bahan bakar seharusnya menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditawar lagi.

Terminal Leuwipanjang Pintu Masuk Bandung dari Arah Barat