Tips Nikmati Perjalanan dan Liburan ke Karimun Jawa

Karimun Jawa, destinasi wisata bahari yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya, kembali menjadi primadona pelancong lokal maupun mancanegara. Namun, sebelum menikmati pesonanya, penting bagi pelancong untuk memahami sejumlah tips penting saat menyeberang ke pulau yang terletak di utara Jepara, Jawa Tengah ini.

1. Waktu terbaik
Musim kemarau, khususnya antara April hingga Oktober, menjadi waktu ideal untuk mengunjungi Karimun Jawa. Pada periode ini, kondisi cuaca dan laut cenderung tenang sehingga penyeberangan menjadi lebih aman dan nyaman. Sebaliknya, pelancong disarankan untuk menghindari musim hujan karena ombak tinggi kerap menyebabkan pembatalan jadwal kapal.

2. Pilih moda transportasi
Akses ke Karimun Jawa dapat ditempuh melalui Pelabuhan Kartini, Jepara. Terdapat dua pilihan utama kapal yakni kapal ferry Siginjai dengan durasi perjalanan 4-5 jam. Kemudian ada kapal cepat Express Bahari dengan menempuh perjalanan sekitar 2-2,5 jam. Bagi pelancong dari luar jawa, rute via Semarang juga tersedia meski frekuensinya lebih terbatas.

3. Pesan tiket dan penginapan
Tingginya minat pelacong yang akan ke Karimun Jawa, membuat tiket kapal dan penginapan cepat habis. Apalagi saat akhir pekan atau musim liburan tiba. Jadi, baiknya pelancong bisa memesan tiket ke Karimun Jawa melalui agen resmi atau platform online. Penginapan pun tersedia dari homestay sederhana hingga resort tepi pantai. Jadi sesuaikan budget untuk penginapan ya.

4. Obat pribadi dan uang tunai
Bagi yang rentan terhadap mabuk laut, disarankan membawa obat anti mabuk. Selain itu, pelancong diimbau membawa uang tunai dalam jumlah cukup, mengingat ketersediaan ATM di pulau terbatas dan sering kali tidak beroperasi.

5. Ikut aturan dan jaga lingkungan
Pelancong diminta menjaga kelestarian alam Karimun Jawa. Hindari penggunaan sunblock yang berbahaya bagi terumbu karang dan jangan membuang sampah sembarangan, terutama saat melakukan aktivitas snorkeling atau island hopping.

Dengan mempersiapkan perjalanan dengan baik, pelancong dapat menikmati keindahan Karimun Jawa secara maksimal. Surga tropis ini tak hanya menyuguhkan panorama laut yang memesona, tetapi juga keramahan penduduk lokal yang membuat pengalaman liburan semakin berkesan.

Tak Hanya Lewat Jalur Laut, Ke Karimunjawa Juga Bisa Naik Pesawat Lho!

Mencengangkan! Inilah Lokomotif CC 201 89 16 Hasil Rekayasa Balai Yasa Yogyakarta

Setelah mendengar kabar mengenai rekayasa lokomotif hasil buatan ise dan kreativitas Balai Yasa Yogyakarta, akhirnya kabar tersebut mencuat di media sosial dan bikin mencengangkan. Bagaimana tidak, hasil modifikasi pada lokomotif yang semula tidak bisa dijalankan karena faktor suku cadang generator sudah tidak diproduksi lagi, ternyata hasil karya teknisi di balai yasa, lokomotof tersebut disulap untuk siap berdinas kembali.

Seperti yang dikabarkan dari berbagai media bahwa Balai Yasa Yogyakarta meluncurkan lokomotif sistem AC/DC dengan nomor CC 201 89 16 milik Depo Induk Sidotopo (SDT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Lokomotif buatan tahun 1989 ini, merupakan lokomotif pertama yang berhasil menjalani program reserve engineering sistem AC/DC yang dikerjakan di Balai Yasa Yogyakarta. Lokomotif ini memiliki keunggulan menggunakan arus bolak-balik dalam memanipulasi tegangan serta menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam sistem propulsi.

Transformasi lokomotif AC/DC yang dahulu menggunakan sistem DC/DC ini menjadi capaian penting dalam pengembangan lokomotif melalui program reserve engineering. Lokomotif yang sudah berumur 36 tahun itu sudah lama digunakan untuk menarik kereta api sejak tahun 80-an. Namun, seiring berjalannya waktu, performanya menurun akibat faktor usia. Sebab itu KAI melakukan pembaruan menyeluruh untuk mengembalikan sekaligus meningkatkan kinerja lokomotif agar sesuai dengan kebutuhan operasional masa kini.

PT KAI memperkenalkan lokomotif hasil reserve engineering yang digelar di Balai Yasa Yogyakarta. (Foto: Dok. Istimewa)

Salah satu elemen utama dalam reverse engineering ini adalah penerapan sistem Medha Excitation Propulsion (MEP) berbasis mikroprosesor. Teknologi ini menggantikan sistem eksitasi konvensional yang bersifat elektro-mekanis dan telah berusia puluhan tahun. MEP memberikan daya hingga 2.100 HP dengan respons tenaga yang lebih cepat serta sistem kontrol yang lebih presisi. Teknologi ini juga terbukti lebih efisien dalam memaksimalkan energi sehingga berdampak langsung pada penghematan bahan bakar dan biaya operasional.

Teknologi MEP turut dilengkapi TFT Display yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap parameter penting seperti tegangan, arus, tekanan udara sistem pengereman, dan lainnya. Fitur ini memungkinkan teknisi untuk melakukan diagnosis daring (online monitoring), mempercepat proses perawatan, dan mengurangi potensi gangguan layanan.

Fyi, sistem propulsi AC/DC mengadopsi alternator milik lokomotif CC 206, yang menghasilkan arus bolak-balik (AC). Arus AC ini kemudian disalurkan ke komponen rectifier yang berfungsi mengubah arus AC menjadi arus searah (DC) sebelum akhirnya dialirkan ke traksi motor sebagai penggerak utama lokomotif. Keunggulan penggunaan arus bolak-balik (AC) adalah kemampuannya dalam memanipulasi tegangan serta menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi dalam sistem propulsi.

Setelah selesai, lokomotif telah melewati uji performa dan keselamatan sesuai dengan standar tinggi yang berlaku. Hasil uji menunjukkan performa lokomotif sangat baik dan siap mendukung operasional angkutan penumpang maupun barang. Melalui keberhasilan transformasi ini, KAI berencana memperluas implementasi teknologi terbaik pada lokomotif lainnya secara bertahap. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan biaya pemeliharaan serta meningkatkan keandalan dan produktivitas sarana.

Lokomotif CC201 – Lokomotif Tua yang Masih Diandalkan PT KAI, Ini Faktanya!

Lima Destinasi Wisata Dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk

Bila berbicara tentang Pulau Bali, banyak sekali destinasi wisata yang bisa disambangi Ketika berlibur. Baik di pusat kota Denpasar atau di daerah lainnya seperti Ubud, Singaraja, Klungkung dan lainnya.

Namun, bagi Anda yang berwisata menggunakan kendaraan pribadi atau menggunakan transportasi umum seperti bus AKAP (antarkota antarprovinsi) bisa menikmati wilayah Gilimanuk. Selain ada Pelabuhan Gilimanuk, ternyata banyak destinasi lainnya loh.

KabarPenumpang.com merangkum ada lima destinasi yang dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk. Yuk cek di bawah ini.

1. Teluk Gilimanuk
Berjarak sekitar 750 meter dari Pelabuhan Gilimanuk, destinasi am ini punya panorama yang indah. Tak hanya menikmati pemandangan alam,pelancong uga bisa naik perahu motor untuk berkeliling teluk. Yang jelas Teluk Gilimanuk salah satu lokasi hunting foto yang estetik.

2. Pantai Karang Sewu
Selain Teluk Gilimanuk, ada Pantai Karang Sewu yang lokasinya berjarak sekitar dua kilometer. Panorama alam yang indah dengan hamparan padang rumput hijau yang luas bisa dinikmati saat berkunjung ke pantai ini. Menyuguhkan pemandangan yang indah membuat pantai ini kerap dijadikan spot foto untuk mengabadikan momen dengan lebih estetik.

3. Bumi Perkemahan Balai Taman Nasional Bali Barat
Bumi Perkemahan Balai Taman Nasional Bali Barat cocok dikunjungi bagi yang ingin berkemah di tengah alam. Berada di kawasan Taman Nasional Bali Barat, tempat kemah ini menawarkan area yang nyaman untuk bermalam dengan suasana alam yang kental. Wisatawan bisa membangun tenda di area lapang dengan dikelilingi pepohonan yang teduh. Lokasinya juga dekat dengan pantai sehingga bisa menikmati keindahan hutan dan pantai sekaligus di satu tempat.

4. Museum Manusia Purba Gilimanuk
Tidak hanya ada wisata alam, ada juga wisata sejarah yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi yaitu Museum Manusia Purba Gilimanuk. Jarak museum ini dari Pelabuhan Gilimanuk adalah 1,1 km. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan masa lalu berupa sisa-sisa kehidupan, seperti rangka manusia, binatang, hingga aneka peralatan yang digunakan berabad-abad lalu. Tempat ini cocok dikunjungi untuk mengenal kehidupan manusia purba pada zaman dahulu.

5. Taman Siwa
Taman Siwa menjadi destinasi wisata yang paling dekat dari kawasan Pelabuhan Gilimanuk, yakni hanya berjarak sekitar 400 meter. Pada taman ini, terdapat patung yang menjadi ikon pariwisata Gilimanuk dan Jembrana sebagaimana dikutip dari situs resmi gilimanuk.jembranakab.go.id.

Patung tersebut merupakan patung Dewa Siwa Mahadewa dengan tinggi mencapai 22 meter. Selain terdapat patung yang ikonik, taman ini juga dilengkapi dengan gazebo yang bisa digunakan untuk duduk santai menikmati pemandangan dan suasana sekitar.

Mau Melintasi Selat Bali? Kenali Dulu Tarif Ferry Ketapang – Gilimanuk

 

 

Ini Profil KM Barcelona V yang Terbakar di Depan Pulau Talise

Sebuah kapal motor pengangkut penumpang dengan rute Kabupaten Talaud menuju Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara terbakara pada Minggu (20/7/2025). Kebakaran ini memakan korban jiwa yang belum dipastikan jumlahnya dan membuat banyak penumpang harus melompat ke laut agar tidak menjadi korban.

Video kebakaran kapal motor (KM) bernama Gregorius Barcelona V ini viral di media sosial yang disiarkan langsung oleh salah seorang penumpang yang juga sudah melompat kelaut untuk menyelamatkan dirinya.

Nah, yuk kenalan dengan KM Gregorius Barcelona V atau yang dikenal dengan KM Barcelona V ini. KM Barcelona V merupakan kapal motor penumpang milik PT Surya Pacific Indonesia (SPI).

PT SPI sendiri adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayaran serta jasa maritim dan kini membawahi beberapa kapal penumpang seperti KM Barcelona I, II, II, VA, KM Marian Bay I, dan KM Venecian. SPI sendiri memiliki rute pelayaran kapal yang mencakup wilayah timur Indonesia khsusunya di Sulawesi Utara (Manado) dan Maluku (Ternate, Sanana).

Selain itu juga ada rute lainnya yakni Talaud, Tauna, Sitaro, Sofifi, Kawasi, dan Bunao. Untuk KM Barcelona V sendiri memiliki rute pelayaran Manado ke Kepulauan Talaud (Melonguane, Lirung, atau Beo) dan sebaliknya.

Dengan tarif berbeda untuk setiap penumpang tergantung kelas yang mereka pilih dalam perjalan dengan KM Barcelona V ini. Untuk kelas ekonomi tarifnya berkisar Rp330 ribu sampai Rp350 ribu per penumpang.

Kelas VIP dengan kabin yang dilengkapi AC Rp 450 ribu per penumpangnya. Rutenya sendiri, perjalanan dari Manado menuju Melonguane lalu Lirung dan tiba di Beo dengan hari keberangkatan Senin, Rabu, dan Jumat pukul 15.00 WITA.

Sedangkan perjalaan balik dari Talaud ke Manado ada setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu dengan jam keberangkatan yang sama yakni 15.00 WITA. KM Barcelona V dilengkapi ranjang penungmpang yang lebar sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang selama perjalanan.

Untuk Deck I hingga Deck III, seluruh area penumpang dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC) agar penumpang di kelas ini juga merasa nyaman dan sejuk selama berada di dalam kapal. Sebagai kapal penumpang terbaru dalam grup Barcelona, KM Barcelona V dirancang dengan interior yang modern dan nyaman.

Sebagai informasi, selain mengangkut penumpang, KM Barcelona V juga melayani pengiriman barang, menunjukkan adanya ruang kargo yang memadai.

Flying Lifebuoy TY-3R – Konvergesi Drone Quadcopter dan Pelampung untuk Penyelamatan Korban di Lautan

Diprotes Keluarga Korban, Korea Selatan Batalkan Pengumuman Hasil Investigasi Kecelakaan Jeju Air Flight 2216

Para pejabat Korea Selatan tiba-tiba membatalkan rilis laporan sementara terkait kecelakaan maut pesawat Jeju Air 2216 pada hari Sabtu. Hal ini terjadi setelah keluarga korban mengganggu konferensi pers, dengan mengatakan bahwa laporan tersebut tidak memadai.

Keluarga korban mengatakan, “Itu adalah pengumuman sepihak dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi.” Menurut pihak keluarga, mereka sangat menentang pengarahan yang bahkan tidak dibahas dengan keluarga korban.

Kecelakaan pesawat penumpang Boeing 737-800 Jeju Air terjadi sekitar pukul 09.03 tanggal 29 Desember tahun lalu, ketika pesawat mencoba mendarat di landasan pacu Bandara Muan, namun menabrak gundukan localizer di luar landasan, dan meledak. Dari 181 orang di dalamnya (6 awak dan 175 penumpang), 179 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi serta Institut Penelitian Dirgantara Korea dijadwalkan untuk mengumumkan hasil investigasi mesin secara rinci kepada pers di Bandara Internasional Muan pada tanggal 19 Juli 2025, tetapi pengumuman tersebut dibatalkan.

Institut Penelitian Kereta Api Korea mengumumkan hasil investigasinya kepada keluarga korban sebelum merilisnya kepada pers, tetapi keluarga korban menentang rilis tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka “tidak yakin.”

Setelah sesi pengarahan, beberapa anggota keluarga korban mendatangi kantor di lantai 3 gedung manajemen Bandara Internasional Muan, tempat konferensi pers dijadwalkan, dan menuntut agar konferensi pers dibatalkan.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi pada tanggal 19 Juli, pengarahan pertama mengenai investigasi mesin terperinci terkait kecelakaan Jeju Air, yang dijadwalkan pukul 15.00 hari itu di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan, telah ditunda tanpa batas waktu.

Setelah kecelakaan tersebut, Institut Penelitian Dirgantara Korea mengirimkan dua mesin ke CFM International ke Perancis, produsen mesin pesawat yang mengalami kecelakaan, untuk membongkar dan menyelidiki mesin tersebut.

Sekitar 25 orang dari tiga negara, delapan organisasi, dan produsen, termasuk Institut Penelitian Dirgantara Korea, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), dan Dewan Investigasi Kecelakaan Udara Prancis (BEA), berpartisipasi dalam investigasi bersama tersebut.

Menurut sumber, komite investigasi kecelakaan yang menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat Jeju Air B737-800 (HL8088) di Bandara Muan telah menyimpulkan sementara bahwa tidak ada kerusakan mesin dan pilot kemungkinan besar mematikan mesin secara tidak sengaja.

Namun, IDG, yang terhubung ke mesin dan menghasilkan tenaga, juga berhenti beroperasi, dan komite investigasi kecelakaan yakin bahwa pilot mungkin telah mematikan mesin secara tidak sengaja. Seorang pejabat dari komite investigasi kecelakaan menjelaskan, “Pilot seharusnya mematikan mesin kanan, yang rusak parah akibat tabrakan burung, tetapi ia mematikan mesin kiri yang sedang berputar, sehingga kotak hitam dan tenaga pun padam.”

Akibatnya, komite investigasi menjelaskan bahwa kedua mesin kehilangan tenaga dan roda pendaratan, yang merupakan roda pesawat, tidak turun. Keluarga korban mengatakan mereka tidak dapat mempercayai hasil investigasi, yang hanya mengumumkan kesimpulan tanpa mengungkapkan bukti yang jelas.

Setelah protes tersebut, Komisi Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Perkeretaapian (ARI) memutuskan untuk tidak membuat pengumuman dengan mempertimbangkan keinginan keluarga korban.

Bandara Internasional Muan, Jadi Saksi Bisu Musibah Tragis Jeju Air Flight 2216

Nostalgia, Inilah Beberapa KA yang Pernah Jadi Kelas Bisnis dan Punya Sejarah Panjang

Seperti kita tahu bahwa rangkaian kereta api dengan kelas bisnis yang bertugas di Pulau Jawa adalah Kereta Api (KA) Tegal Bahari dan Gumarang. Ya, rangkaian tersebut berakhir masa dinas untuk kelas bisnis pada 15 Juli 2025 lalu dan diganti menjadi rangkaian yang lebih kekinian alias diubah menjadi jenis Stainless Steel New Generation (SS NG). Setelah rangkaian bisnis berakhir masa dinasnya, praktis jalur KA di Pulau Jawa sudah tak ada lagi rangkaian KA tersebut. Yang tersisa saat ini hanya di jalur Sumatera.

Kita flashback dulu yuk, tentang kereta kelas bisnis. Yang sudah merasakan tentu masih ingat. Pada mulanya kelas bisnis bukanlah kereta yang dilengkapi pendingin udara. Untuk menyejukkan udara, dipasang kipas angin yang berada di atap kereta. Masih kurang sejuk? Nah, hal yang tak terlupakan adalah kaca bagian atas jendela juga bisa dibuka dengan cara memutar tuas, mirip seperti tuas pembuka kaca di mobil lawas. Tanpa pendingin udara atau pun angin dari luar, sejak peraturan masih belum ketat, masih ada saja penumpang yang merokok sepanjang perjalanan. Seisi kereta tentu penuh dengan asap meski jendela terbuka dan kipas angin terus menyala.

Dari segi interior, kereta bisnis menggunakan kursi non-reclining yang bisa dibolak-balik sandarannya sesuai dengan arah laju kereta. Satu kereta bisa mengangkut 64 penumpang, 14 orang lebih banyak dibandingkan KA Eksekutif. Dan, yang paling juara dari kelas bisnis adalah leg-room yang lega plus sensasi pegasnya saat berjalan terasa empuk ketika menduduki kursinya.

Meski saat itu rel kereta api masih menggunakan tipe rel tak lebih dari R60, kecepatan maksimum untuk kelas bisnis mampu bisa ditempuh 100 km/jam pada area tertentu yang permukaan tanahnya tidak terlalu terjal.

Zaman terus berganti, akhirnya memasuki tahun 2016 PT. Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan kereta-kereta baru sebagai langkah untuk meremajakan kereta angkatan lawas. Ada rangkaian eksekutif dan ekonomi yang secara estetika tampak elegan. Kelas ekonomi yang digarap ini berkapasitas 80 penumpang dan ditujukan untuk menggantikan rangkaian bisnis. Tak lama setelah diluncurkan, kereta-kereta bisnis pun diujicoba untuk diganti. Nah, selain KA Tegal Bahari dan KA Gumarang kira-kira apa lagi, ya kereta api yang pernah memiliki kelas bisnis? Berikut nama-namanya.

Interior kursi kelas bisnis. (Foto: Dok. Istimewa)

• KA Ranggajati
KA Ranggajati pertama kali diresmikan pada November 2016 melayani kelas eksekutif dan bisnis. Pada November 2024 layanan bisnis kereta ini diubah menjadi kelas ekonomi generasi terbaru hasil modifikasi Balai Yasa Manggarai.

• KA Fajar dan Senja Utama
Kita sebut saja Fajar dan Senja Utama Yogyakarta, Fajar dan Senja Utama Solo, Fajar dan Senja Utama Cirebon, serta Fajar dan Senja Utama Semarang. Pada Agustus 2014, KA Fajar dan Senja Utama Semarang resmi berhenti beroperasi dan diganti dengan KA Menoreh. Sementara KA Senja dan Fakar Utama Solo diganti rangkaian New Generation pada 31 Januari 2025 lalu, sedangkan KA Senja dan Fajar Utama Yogyakarta menjadi kelas gabungan eksekutif dan ekonomi premium.

• KA Mutiara Selatan
Saat ini, KA Mutiara Selatan merupakan rangkaian kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium. Namun tahukah kamu jika kereta yang dirilis pada 17 Agustus 1972 ini pernah menjadi menjadi kereta bisnis? Ya, saat baru dirilis, kereta ini melayani dua kelas, yaitu eksekutif dan bisnis, kemudian pada tahun 1999 hanya melayani bisnis saja.

• KA Parahyangan
Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) meluncurkan kereta api Parahyangan pada 31 Juli 1971 dengan layanan kelas bisnis dan eksekutif untuk menempuh perjalanan dari Bandung menuju Jakarta dalam waktu empat jam tiga menit. Saat awal pengoperasiannya, kereta api ini sering beroperasi dengan lokomotif BB301 sebagai penarik. Lokomotif BB304 sempat dioperasikan sebagai penarik sebelum tergantikan oleh lokomotif CC201. Pada tahun 1980-an, kereta api Parahyangan sempat menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian menuju Jakarta maupun Bandung—hal ini dapat dibuktikan adanya pengoperasian kereta api Parahyangan dengan empat belas kereta dalam satu rangkaian.

Nah, itulah nama-nama KA yang legendaris pernah menggunakan rangkaian kelas bisnis. Sampai saat ini bagi yang sudah sering merasakan nostalgia rangkaian tersebut cukup dikenang melalui media foto atau video. Menurut kalian, nama-nama KA apalagi ya, yang pernah memiliki kelas bisnis?

Resmi Pensiun, Ini Alasan KAI Tentang Kelas Bisnis yang Tak Lagi Melayani Penumpang

Gugusan Pulau di Kepulauan Seribu Bukan Cuma Wisata, Tapi Punya Konservasi Alam

Kepulauan Seribu, gugusan pulau di utara Jakarta, merupakan destinasi yang menawarkan pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kota. Dengan lebih dari seratus pulau, baik besar maupun kecil, kawasan ini menyuguhkan panorama laut biru, pasir putih, serta kekayaan ekosistem yang membuat siapa pun betah berlama-lama.

Perjalan menikmati gugusan di Kepulauan Seribu pun tak butuh Waktu yang lama dengan mengambil cuti, sebab perjalanan dua hari pun bisa menikmati beberapa pulau sekaligus dengan berbagai macam keanekaragaman hayati yang bisa dinikmati. Perjalanan dimulai dari Dermaga Marian Ancol dengan menaiki kapal cepata yang membawa pelancong menembus lautan menuju pulau-pulau eksotis di Kepulauan Seribu.

Perjalanan hanya memakan waktu satu sampai dua jam dan bila melihat warna laut sudah berubah menjadi biru kehijauan meninggalkan laut berwarna gelap, ini menandakan akan tiba di pulau tujuan. Pulau terdekat dengan laut biru kehijauan ialah Pulau Pramuka.

Tiba dipenginapan, pelancong bisa menikmati salah satu konservasi lingkungan yang ada di sini. Menjadi pusat pemerintahan administrative Kepualauan Seribu, di Pulau Pramuka, pelancong bisa ke penangkaran penyu sisik yang merupakan salah satu spesies langka dan dilindungi.

Bila beruntung, terkadang ada pula penanaman tanaman bakau dan mangrove di sekitaran pulau. Untuk menjelajah Pulau Pramuka, waktu yang dihabiskan hanya 30-45 menit. Dihari yang sama pun, dengan menggunakan kapal wisata, bisa langsung mengunjungi Pulau Pari yang dikenal dengan suasana tenang serta pantai yang bersih.

Pantai Pasir Perawan, salah satu spot utamanya, menyuguhkan pemandangan laut yang jernih dan garis pantai yang memesona. Pulau ini juga cocok untuk aktivitas santai seperti bersepeda, snorkeling, atau sekadar beristirahat di tepi pantai.

Bukan hanya Pulau Pramuka dan Pulau Pari, keindahan yang menyatu dengan alam lainnya yakni Pulau macam. Jika pelancong mencari pengalaman yang lebih eksklusif, Pulau Macan adalah pilihan yang tepat.

Pulau ini dikembangkan dengan konsep eco-resort yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Semua fasilitas diatur untuk minim jejak karbon—dari listrik tenaga surya hingga bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Ketenangan menjadi daya tarik utama di Pulau Macan dengan panorama matahari terbenam yang memukau dan suasana malam yang sunyi ditemani suara laut, tempat ini seolah menjadi titik temu antara kemewahan dan kesederhanaan.

Berlibur ke Kepulauan Seribu bukan hanya tentang laut dan pantai. Ini adalah tentang kembali ke alam, memahami pentingnya konservasi, dan merasakan keramahan pulau-pulau kecil yang tetap menjaga keasrian dan budayanya. Setiap pulau menawarkan cerita dan pengalaman berbeda, membuat siapa pun ingin kembali dan menyusuri lebih banyak lagi keindahannya.

Kamu punya cerita apa dengan Kepulauan Seribu?

Nikmati Tiga Pulau di Gugusan Kepulauan Seribu Satu Hari? Siapa Takut!

 

Korea Utara Melarang Wisatawan Asing Memasuki Resor Pantai Setelah Kunjungan Menlu Rusia

Korea Utara telah menangguhkan akses wisatawan asing ke resor pantai yang baru dibuka di pesisir timurnya, hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia, Sergei Lavrov mengunjungi daerah tersebut dan berjanji untuk membantu meningkatkan arus wisatawan ke negara yang terisolasi tersebut.

Administrasi Pariwisata Nasional Korea Utara mengatakan bahwa Kawasan Wisata Pesisir Wonsan Kalma yang mulai beroperasi pada bulan Juli untuk sementara tidak menerima tamu asing, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Resor pantai ini merupakan salah satu proyek kesayangan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kim memiliki rumah pribadi di pesisir dan selama pembangunan fasilitas tersebut, ia sering mengunjungi lokasi tersebut untuk mengawasi kemajuan proyek yang menampilkan sekitar 7.000 kamar tamu di hotel-hotel mewah dan vila-vila pribadi, taman air luar ruangan, dan bandara, menurut media pemerintah.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengunjungi kota resor tersebut dalam kunjungannya baru-baru ini ke Korea Utara di mana ia bertemu dengan Kim di kapal pesiar sang pemimpin.

Dalam pertemuan dengan mitranya dari Korea Utara di Wonsan, Lavrov mengatakan bahwa Rusia akan “melakukan segalanya” untuk memperluas arus wisatawan Rusia ke Korea Utara.

Pariwisata merupakan sumber pendapatan utama bagi rezim Kim yang terkena sanksi, tetapi negara tersebut hanya mengizinkan sedikit wisatawan Rusia yang datang sejak mulai melonggarkan pembatasan perbatasan akibat pandemi.

Setelah Sempat ‘Membuka Diri’, Korea Utara Kini Kembali Tutup Akses Bagi Wisatawan dari Eropa

Otoritas Korea Utara mengawasi ketat pengunjung dari luar negeri, yang biasanya diharuskan menginap di penginapan yang diperuntukkan bagi orang asing dan dibatasi pergerakannya di negara tersebut.

Presiden Donald Trump juga meluncurkan rencana pengembangan properti pesisir sebagai imbalan atas janji Korea Utara untuk denuklirisasi dalam pertemuan puncak pertamanya dengan Kim pada tahun 2018.

“Mereka memiliki pantai yang indah,” kata Trump dalam konferensi pers saat itu. “Anda melihatnya setiap kali mereka meledakkan meriam mereka ke laut, bukan? Saya berkata, ‘Wah, lihat pemandangan itu. Bukankah itu akan menjadi kondominium yang bagus?'” tambahnya.

Namun, diplomasi properti Trump dengan Kim hanya membuahkan sedikit hasil. Kedua pemimpin bertemu langsung tiga kali, tetapi diskusi tersebut tidak meyakinkan Kim untuk memperlambat pengembangan program senjata nuklirnya.

Korea Utara sejak itu menolak gagasan untuk duduk bersama AS lagi dan telah muncul sebagai sekutu utama Presiden Rusia Vladimir Putin, mendukung perangnya melawan Ukraina.

Korea Utara Berencana Buka Resor Wisata untuk Pelancong Asing yang Bernyali

Belum jelas mengapa Korea Utara memutuskan untuk membatasi akses orang asing ke area resor tersebut, tetapi beberapa analis mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada proyek tersebut.

“Resor ini memang sudah dibuka, tetapi belum sepenuhnya selesai,” kata program 38 North di Stimson Centre, mengutip citra satelit. “Salah satu bangunan terbesar di resor tersebut, sebuah hotel di dekat Hotel Kalmaegi, tampaknya tidak digunakan. Hanya ada sedikit aktivitas di dekatnya dan kolam renang di atapnya belum terisi air.”

Kunjungan terakhir Lavrov terjadi kurang dari sebulan setelah Pyongyang sepakat pada pertemuan bulan Juni antara Kim dan Sergei Shoigu untuk mengirim 6.000 pekerja militer tambahan ke wilayah Kursk.

Korea Utara dan Rusia Bangun Jembatan Raksasa Sepanjang 4,6 Km

Tembus 400 Penumpang, Ini yang Dirasakan Saat Perjalanan Perdana Kereta Uap Baru Kelinthing

Wisata dengan kereta uap memang menjadi daya tarik yang berbeda bagi masyarakat. Apalagi disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa indah, bangunan-bangunan cagar budaya serta jalur kereta yang sudah ada sejak era kolonial Belanda. Ya, perkenalkan inilah Kereta Wisata Uap Baru Kelinthing.

Saat perjalanan perdana pada Minggu, 13 Juli 2025 lalu KA Baru Klinthing ini disambut penuh semangat oleh Direktur Operasi KAI Wisata, Eko Januardi. Ia menyampaikan, peluncuran kereta api itu wujud komitmen KAI Wisata menghidupkan kembali warisan sejarah perkeretaapian Indonesia.

Perjalanan kereta itu menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan bermakna bagi masyarakat. Penumpang KA Baru Klinthing juga mendapatkan pengalaman istimewa berupa jajanan lokal dan minuman tradisional yang disajikan di ruang VIP. Selain itu juga pendampingan tour guide profesional yang memperkaya perjalanan dengan penjelasan sejarah dan budaya di sepanjang lintasan. Harapannya kehadiran KA Baru Klinthing dapat menjadi ikon wisata baru di Kabupaten Semarang.

Wisata Kereta Baru Klinthing di Stasiun Tuntang. (Foto: Dok. Istimewa)

Menariknya saat perjalanan perdana antusias masyarakat dengan kehadiran wisata kereta uap ini terlayani sebanyak 448 penumpang, yang terdiri dari 375 penumpang KA reguler diesel dan 73 penumpang KA uap. Tak cuma pelayanan yang eksklusif kepada penumpang, sepanjang perjalanan mereka tentunya bisa melihat pemandangan yang sangat indah yaitu danau Rawa Pening serta bisa melihat latar belakang perbukitan yang memukau.

Sebagai pengingat, jadwal keberangkatan Kereta Uap Wisata KA Baru Klinthing ini akan tersedia setiap hari Minggu di tahun 2025 ini, yaitu pada tanggal: 13 Juli, 17 Agustus, 14 September, 12 Oktober, 9 November, dan 14 Desember. Setiap keberangkatan dijadwalkan mulai pukul 13.30 WIB dari Stasiun Ambarawa, dan berlangsung selama kurang lebih 90 menit pulang-pergi menuju Stasiun Tuntang.

Tarif kereta uap wisata KA Baru Klinthing rute Ambarawa – Tuntang mulai dari Rp395.000 per orang. Ada dua jenis layanannya, yakni kereta uap Kayu CR Rp395.000 dan kereta uap Kayu VIP/AR Rp495.000. Tentu lengkap dengan atmosfer kereta yang klasik dan berbagai fasilitas modern yang ada di dalamnya.

Dengan hadirnya pengalaman baru ini, KAI Wisata akan terus berinovasi menghadirkan layanan pariwisata berbasis kereta api yang aman, dan berkesan. Selain itu, juga berkontribusi bagi penguatan ekosistem pariwisata nasional. Tertarik untuk mencoba?

‘Baru Klinthing’, Kereta Wisata Uap Ikonik Unggulan Jawa Tengah, Ini Tarif dan Jadwalnya

Promo Segera Berakhir, Mulai 1 Agustus 2025 Tarif KA Pangrango Jadi Segini

Sudahkah kalian naik KA Pangrango dengan tarif promo? Ya, rangkaian KA tersebut untuk kelas ekonomi New Generation buatan Balai Yasa Manggarai kini memang sudah dirangkaikan untuk perjalanan rute Bogor – Sukabumi pp. KA Pangrango yang masih mendapat harga promo yakni Rp31.000 untuk kelas ekonomi, hingga kini masih tersedia.

Masyarakat khususnya yang berdomisili di Bogor maupun Sukabumi tentu pasti sudah merasakan nyamannya kelas ekonomi hasil modif dari Balai Yasa Manggarai tersebut. Untuk perjalanan KA Pangrango juga sudah menjadi 4 kali perjalanan satu arah. Itu berarti dalam satu hari terdapat 8 kali perjalanan pulang pergi di rute yang terkenal bersejarah ini. Jalur Bogor – Sukabumi memang identik dengan pemandangannya yang menawan, apalagi jika cuaca sedang bersahabat. Gunung Salak yang menbentang saat memasuki Stasiun Cigombong menambah suasana perjalanan menjadi semakin mengesankan.

Akhir Juli 2025 nanti bahwa tarif promo KA Pangrango akan berakhir. Saat tarif normal, KA ini dihargai tiket sebesar Rp45.000 untuk kelas ekonomi dan Rp80.000 untuk kelas eksekutif. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan bahwa mulai 1 Agustus 2025, akan dilakukan penyesuaian tarif untuk KA Pangrango kelas ekonomi. Tarif yang semula Rp45.000 akan disesuaikan menjadi Rp55.000 per penumpang untuk satu kali perjalanan. Untuk tarif kelas eksekutif tidak ada perubahan.

Penyesuaian tarif ini dilakukan seiring dengan peningkatan layanan menyeluruh, khususnya setelah dilakukan replacement rangkaian KA Pangrango per 1 Juli 2025 lalu, yang kini menggunakan kereta ekonomi New Generation produksi Balai Yasa Manggarai dengan fasilitas dan kenyamanan yang lebih baik. KAI memastikan bahwa meskipun terjadi penyesuaian tarif, harga tiket KA Pangrango tetap kompetitif dan memberikan nilai lebih bagi pelanggan, mengingat berbagai peningkatan layanan telah dilakukan.

Sebagai informasi, KA Pangrango melayani rute Bogor – Sukabumi PP, yang menjadi salah satu moda favorit masyarakat di wilayah Jabodetabek dan Sukabumi karena aksesibilitasnya menuju kawasan wisata dan aktivitas harian. Diketahui Kereta Ekonomi New Generation memiliki kenyamanan tempat duduk yang lebih baik. Ketersediaan pendingin udara (AC) dan fasilitas yang lebih modern. Jadwal perjalanan yang konsisten dan tepat waktu.

Selain Masih Harga Promo, Naik Kelas Ekonomi KA Pangrango, Kini Tak Perlu Duduk Mundur Lagi