Bukan Nama Universitas, Trisakti adalah Pelabuhan di Banjarmasin

Bukan hanya sebuah universitas ternama di Jakarta yang memiliki nama Trisakti. Tetapi sebuah pelabuhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan juga punya pelabuhan dengan nama Trisakti dan juga dikenal dengan nama Pelabuhan Banjarmasin.

Pelabuhan yang diresmikan pada 10 September 1965 silam ini menjadi pelabuhan terbesar di Pulau Kalimantan. Tak hanya itu, Pelabuhan Trisakti juga merupakan pintu masuk kapal yang menuju Indonesia Timur.

Berbagai macam kapal dari Pulau Jawa dan Sumatera singgah di Pelabuhan Trisakti sebelum meneruskan perjalanan mereka ke kota-kota lain di timur Indonesia. Dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), pelabuhan terbsesar di Borneo ini masuk dalam pelabuhan kelas IA karena memiliki fasilitas memadai yang bisa melayani barang curah, peti kemas konvensional hingga kontainer.

Bukan hanya sebagai pelabuhan peti kemas, Pelabuhan Trisakti juga menjadi pelabuhan penumpang dan memiliki lima dermaga yakni Trisakti Konvensional, Petikemas, Martapura Baru, Pulang Pisau, dan Basirih.

Ada beberapa jadwal kapal yang dioperasikan beberapa perusahaan pelayaran di Pelabuhan Banjarmasin. Sebagian kapal dioperasikan PT Dharma Lautan Utama (DLU) dan PT Berlian Lautan Sejahtera (BLS).

Kapal-kapal tersebut mendominasi tujuan Surabaya dengan jadwal kapal antara dua hingga tiga kapal dalam seminggu. Sedangkan tujuan lainnya adalah Makassar, Baubau, Batulicin, Selayar, Semarang, dan sebagainya.

KM Dharma Rucitra IX dan KM Dharma Rucitra I milik DLU, jadwal ke Surabaya adalah setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 23.00 WITA, kemudian Rabu dan Selasa setiap pukul 10.00 WITA. Berikutnya untuk Kamis dan Jumat, DLU mengoperasikan KM Dharma Rucitra IX dan I untuk keberangkatan setiap pukul 11.WITA.

Harga tiketnya bervariasi sesuai dengan kelasnya dari mulai Rp475 ribu. Sejarah Pelabuhan Trisakti berperan sangat strategis sejak era Kesultanan Banjar. Pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20 armada pelayaran rakyat telah menjadi penghubung terpenting bagi Pelabuhan Banjarmasin dan pelabuhan-pelabuhan di pantai utara Jawa dan Madura, serta Sulawesi Selatan, khususnya dalam kaitan dengan perdagangan.

Sayang tuntutan modernisasi, khususnya sejak dekade 1980-an membuat pelayaran rakyat tidak lagi menjadi salah satu alat transportasi penting seperti sediakala, termasuk di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Karena mulai ada banyak pilihan bagi para pemilik barang untuk mengapalkan barang-barang mereka, antara lain dengan menggunakan kontainer.

Pelabuhan Banjarmasin yang sebelumnya diperuntukan untuk pelayaran rakyat pun kemudian diubah menjadi pelabuhan modern yang juga melayani kapal-kapal kontainer, terutama Dermaga Trisakti. Modernisasi dimulai ketika pelabuhan dipindahkan dari Sungai Martapura ke sungai Barito pada tahun 1965.

Modernisasi yang dimaksudkan di sini adalah pembangunan pelabuhan yang lebih modern dengan fasilitas lebih lengkap bila dibandingkan pelabuhan lama yang sudah tidak memadai lagi untuk aktivitas pelayaran dan perdagangan.

“Tanjung Perak Tepi Laut”, Riwayat Pelabuhan Kedua Tersibuk di Indonesia

Serupa Tapi Tak Sama. Inilah Perbedaan Kelas Ekonomi New Generation Buatan Balai Yasa Manggarai dan INKA

Perkembangan kereta api di Indonesia kini semakin pesat saja. Bagaimana tidak berbagai kemajuan untuk rangkaian kereta api terutama pada kenyamanan dan fasilitas yang sepadan membuat perjalanan semakin dimanjakan. Ya, produksi-produksi terbaru yang kini sudah dijalankan khususnya untuk rangkaian dengan bodi stainless steel yang membuat penumpang semakin nyaman sudah di operasikan sejak tahun 2024 lalu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan peningkatan atau pembaruan pada beberapa kereta api ekonomi dengan konsep New Generation dan Stainless Steel New Generation. Pembaruan kereta ini menawarkan fasilitas yang lebih baik, nyaman, dan juga desain interior yang modern. Dilansir dari akun Instagram @kai121_ “Dengan berbagai macam upgrade fasilitas, seperti: jenis kursi captain seat, searah laju dengan kereta, berkapasitas 72 tempat duduk, serta berbagai peningkatan fasilitas lainnya, bakal bikin perjalanan kamu makin nyaman!” tulisnya.

Berbagai fitur pada kereta new generation dapat memudahkan penumpang saat melakukan perjalanan jauh. Terdapat dua jenis kereta ekonomi new generation, yaitu kereta ekonomi new generation versi modifikasi Balai Yasa Manggarai dan kereta ekonomi new generation produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Berikut perbedaan keduanya:

Kereta Api Ekonomi New Generation dan Staniless Steel New Generation (Foto: Dok. RRI Cirebon)

– Kereta Ekonomi New Generatiom versi Balai Yasa Manggarai
Kereta ekonomi jenis ini adalah hasil modifikasi kereta ekonomi yang sudah ada sebelumnya, yakni ekonomi tegak lurus berhadapan 80 bangku (seat), yang dimodifikasi interior dan jenis kursinya menjadi captain seat berkapasitas 72 penumpang.

Dari segi spesifikasi pada kereta ini adalah menggunakan bodi mild steel pada eksterior alias tampilan yang sama seperti pada kereta ekonomi pada umumnya. Pun untuk pintu pada interior saat masuk ke dalam masih sistem manual dengan cara di geser. Setiap kursi dibawah jendela tetap adanya stop kontak untuk mengisi daya ponsel dan sejenisnya. Kemudian fasilitas toilet di kereta ekonomi versi modifikasi memiliki fasilitas kloset duduk, hand dryer, dan wastafel.

Namun yang membedakan antara kereta ekonomi biasa dengan ekonomi New Generation modifikasi Balai Yasa Manggarai adalah memiliki Passenger Information Display System (PIDS) yang tersedia di masing-masing kereta dapat menampilkan informasi stasiun terdekat hingga suhu ruangan.

– Kereta Ekonomi New Generation versi PT INKA
Sarana baru ini menggunakan baja nirkarat (stainless steel). Kereta ekonomi jenis ini membawa banyak upgrade yang menjadi pembeda dari ekonomi new generation versi modifikasi. Kapasitas kereta ekonomi new generation produksi PT INKA adalah 72 seat.

Penumpang dibuat mudah saat memasuki interior karena pintu masuk kereta dan pintu penghubung antar kereta sudah menggunakan pintu elektrik otomatis. Jadi tinggal tekan tombol, maka pintu otomatis terbuka.

Bagian jendela Kereta Stainless Steel New Generation pun telah di-upgrade menjadi tempered double glass dari sebelumnya tempered glass. Sehingga, tingkat keamanan lebih tinggi hingga membantu mengurangi masuknya panas berlebih dan sinar UV ke dalam ruangan, serta mereduksi kebisingan lebih baik.

Saat duduk, jangan khawatir jika ingin mengisi daya ponsel atau sejenisnya. Ada USB charger port pada masing-masing kursi dan stop kontak yang telah tersedia di dinding kereta. Fasilitas pengisian daya ini membuat penumpang dapat terus menggunakan perangkat HP, laptop, dan smart watch mereka tanpa khawatir kehabisan daya.

Fasilitas lainnya adalah tersedia keran di bagian bawah untuk membasuh kaki saat ingin beribadah untuk berwudu. Nah, khusus di toilet wanita, KAI menambah meja lipat yang berfungsi untuk dudukan mengganti popok bayi.

Satu lagi yang tak kalah bagus pada kelas ini adalah pada kereta makan. Di rangkaian New Generation ini turut diperbarui dengan interior dan furnitur premium. Kereta Makan tersebut didominasi sentuhan kayu serta kursi makan yang lebih empuk dan lembut. Sehingga selera makan di kereta ini pun lebih nikmat dan nyaman.

Nah, itulah perbedaan antara kelas ekonomi dengan bodi New Generation buatan Balai Yasa Manggarai dan New Generation buatan PT INKA. Kira-kira kalian lebih suka yang mana nih?

Identitas Maling Bantal Whoosh Terungkap, Ini Sanksi Hukuman Bagi Pelaku

Meskipun hanya bantal pada kursi kereta cepat Whoosh hilang, namun dari segi kenyamanan pihak PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) memohon maaf atas kejadian tersebut dan tetap memburu pelaku yang telah merusak fasilitas kereta tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/7/2025), pada kereta cepat Whoosh G1063 keberangkatan Stasiun Halim.

Pihak KCIC pada saat itu menerima laporan kehilangan bantal pada kursi 8D dan 8F pada kereta nomor 4. Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat seorang penumpang dengan sengaja melepas bantal dari kursi 8D dan 8F. Pelaku kemudian memasukkan bantal ke tas miliknya.

GM Corporate Secretary PT KCIC Eva Chairunisa mengatakan tindakan melepas atau membawa fasilitas kereta seperti bantal kepala tidak hanya merusak properti publik, namun juga mengurangi kenyamanan penumpang lain serta menimbulkan kerugian finansial. KCIC harus mengalokasikan anggaran operasional yang seharusnya digunakan untuk peningkatan layanan.

Tak hanya kejadian beberapa hari yang lalu, pada tahun 2024 di bulan yang sama yakni Bulan Juli kejadian serupa pun terjadi. Pengambilan bantal tahan api milik Whoosh oleh oknum penumpang ini terjadi pada 11/7/2024 dengan Whoosh nomor G1247 rute Halim – Tegalluar. Kejadian ini dilaporkan oleh petugas pelayanan di atas kereta yang melakukan pemeriksaan kebersihan dan barang yang tertinggal di stasiun akhir.

Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim. (Foto: Dok. Istimewa)

Seperti diinformasikan dalam rangkaian postingan tersebut, bahwa pelaku telah berhasil terekam datanya lewat 44 CCTV yang tersedia pada setiap rangkaian kereta. Akun resmi kereta cepat yang merupakan kependekan dari Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat (Whoosh) tersebut juga menulis bahwa merusak fasilitas Whoosh sama dengan mengganggu kenyamanan penumpang lain. Sampai dengan bulan Juli 2024, total sudah 6 kejadian bantal hilang dari kursi Whoosh berdasarkan pendataan yang dilakukan KCIC.

Lalu apa sanksi tegas yang berlaku pada pelaku yang telalu mengganggu kenyamanan fasilitas tersebut? Tindak pencurian bantal Whoosh termasuk suatu pengrusakan fasilitas publik, dan bahkan tindak pencurian. Maka sanksinya akan diberlakukan sesuai dengan proses hukum yang berlaku dan masuk dalam undang-undang pidana.

Namun, jika pelaku tersebut berinisiatif dan beritikad baik untuk mengembalikan, sanksi hukuman yang diberikan kemungkinan akan lebih ringan bahkan diselesaikan secara damai dengan alasan yang logis.

Adapun imbauan untuk menjaga fasilitas juga selalu diperdengarkan kepada penumpang saat perjalanan dilakukan. KCIC juga akan terus melakukan edukasi kepada penumpang untuk senantiasa menjaga dan merawat kereta api cepat pertama di Asia Tenggara ini. Meski terdapat 1.846 CCTV yang terpasang di seluruh layanan Whoosh, KCIC mengajak seluruh penumpang untuk tetap bersama-sama menjaga fasilitas yang disediakan demi kenyamanan bersama. Mari kita wujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan dengan menjaga fasilitas umum yang ada.

Terminal Leuwipanjang Pintu Masuk Bandung dari Arah Barat

Bandung menjadi salah satu kota tujuan berlibur masyarakat Jakarta. Selain banyak tempat wisata, udara dingin yang masih alami pun bisa menjadi hal menyegarkan setelah setiap hari berkutat dengan polusi udara.

Tiba di ibu kota provinsi Jawa Barat ini, banyak moda transportasi yang bisa digunakan masyarakat selain mobil pribadi. Pelancong bisa menggunakan kereta api yang turun di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.

Sedangkan dengan bus bisa turun di Terminal Leuwipanjang. Terminal ini merupakan terminal penumpang tipe A yang terletak Jalan Soekarno Hatta No. 205, Kelurahan Situsaeur, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat.

Menjadi pintu masuk ke Kota Bandung dari arah barat, Terminal Leuwipanjang salah satu terminal induk di Kota Kembang ini. Terminal Leuwipanjang sendiri memiliki uas ekitar 4,5 hektar dan terdapat 19 shelter pemberangkatan yang mampu menampug sekitar 100 bus pada kondisi statis.

Sedangkan saat kondisi dinamis atau bergerak, Terminal Leuwipanjang bisa menampung 500-600 bus selama 24 jam. Tak hanya menyediakan layanan antarkota antarprovinsi (AKAP), tapi juga melayani transportasi angkutan kota dan bus kota.

Untuk bus AKAP sendiri, Terminal Leuwipanjang memiliki rute ke Priangan Barat, Jabodetabek, Serang (Banten), dan Pulau Sumatera. Dibangun tahun 1994, Terminal Leuwipanjang mulai beroperasi dua tahun kemudian tepatnya 1996.

Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal Kebon Kalapa yang saat ini dijadikan sebagai salah satu pusat perbelanjaan di Bandung, yaitu ITC Kebon Kalapa. Namun hingga saat ini area di sekitar kawasan ITC Kebon Kalapa masih sering kali dianggap/digunakan sebagai terminal untuk terminus beberapa trayek/rute angkot Kota Bandung.

Pada 2019, Kementerian Perhubungan melakukan inisiasi untuk proyek revitalisasi dan modernisasi terminal bus tipe A di sembilan kota, salah satunya Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung. Berkaitan hal tersebut, dilakukan serah terima pengelolaan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung kepada Kementerian Perhubungan.

Konstruksi dimulai pada awal tahun 2020 dengan anggaran sebesar 80 miliar dan ditargetkan untuk selesai pada awal 2022. Terminal Leuwipanjang direncanakan menjadi terminal modern yang menerapkan sistem informasi digital dalam pengelolaan armada yang terintegrasi didalamnya sama halnya seperti di Bandara.

Terminal Leuwipanjang memiliki bangunan utama yang terletak di sisi timur terminal. Area terminal dibagi menjadi dua, yakni area utara untuk bus antarkota dan area selatan untuk bus kota dan angkot.

Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus

Terminal Cepu, Wajah Transportasi Publik di Ujung Timur Blora

Terminal Cepu yang terletak di wilayah timur Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini masih berdiri sebagai simpul penting transportasi darat, meskipun menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah arus modernisasi dan pergeseran preferensi masyarakat terhadap moda transportasi, terminal ini tetap melayani mobilitas warga dari dan menuju berbagai kota, khususnya yang berada di jalur timur Jawa Tengah dan barat Jawa Timur.

Saat ini, Terminal Cepu beroperasi sebagai terminal tipe B yang melayani bus antarkota antarprovinsi (AKAP), bus antarkota dalam provinsi (AKDP), serta angkutan pedesaan. Sejumlah trayek populer seperti ke Surabaya, Bojonegoro, Blora, Semarang, dan Solo masih aktif dilayani.

Meskipun jumlah armada dan penumpang tidak seramai satu dekade lalu, terminal ini tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang mengandalkan moda transportasi umum darat. Secara fisik, terminal ini memiliki bangunan utama yang cukup luas dengan area peron, ruang tunggu penumpang, dan loket tiket.

Area parkir untuk bus dan kendaraan umum juga tersedia, meskipun tidak sepenuhnya terisi pada hari-hari biasa. Di sekitar terminal, sejumlah warung makan, toko kelontong, dan kios jasa fotokopi turut menggantungkan harapan pada geliat aktivitas terminal.

Namun, dinamika transportasi terus berubah. Kehadiran kendaraan pribadi, layanan travel door to door, dan platform transportasi daring turut mempengaruhi aktivitas terminal. Banyak calon penumpang yang memilih moda yang lebih praktis dan fleksibel.

Kondisi ini menantang pihak pengelola untuk tetap menjaga eksistensi terminal dengan melakukan berbagai penyesuaian. Pemerintah daerah melalui dinas perhubungan setempat berupaya merawat fasilitas yang ada dan menjaga ketertiban operasional.

Program revitalisasi layanan dan peningkatan kenyamanan penumpang juga terus dicanangkan agar terminal tetap berfungsi secara optimal. Terminal Cepu saat ini mungkin tidak lagi sepadat dulu, tetapi perannya masih penting.

Sebagai penghubung antara desa dan kota, serta antarprovinsi, terminal ini menjadi tumpuan mobilitas masyarakat, khususnya yang berada di kelas menengah ke bawah dan tidak memiliki kendaraan pribadi. Di balik bangunannya yang sederhana, Terminal Cepu terus berdiri sebagai wajah transportasi publik di ujung timur Blora.

KRD Cepu Ekspres – Pernah Jadi Idola Transportasi Warga Blora

Meski Sudah Pensiun di Jawa, Ternyata Masih Ada Kereta Kelas Bisnis yang Beroperasi di Sumatera

Jenis kelas Kereta Api (KA) di wilayah Jawa memang beragam. Mulai dari kelas ekonomi dengan tarif subsidi, ekonomi premium, eksekutif, bahkan hingga kelas kereta wisata. Meski rangkaian KA kelas bisnis sudah pensiun, namun tak menyulitkan rangkaian lainnya untuk mengantarkan penumpang ke berbagai destinasi menarik di wilayah Jawa tersebut.

Hal menarik hingga kini pada kereta api yang melintas di wilayah Sumatera adalah memang dari segi jumlah rangkaian kereta api tak sebanyak dengan jalur di wilayah Jawa. Maka dari itu ternyata masih tersedianya rangkaian kelas bisnis yang setia mengantarkan penumpang ke berbagai kota di Sumatera. Untuk rangkaian kelas bisnis yang masih beroperasi hingga saat ini berada di wilayah Divisi Regional (Divre) I Medan, Sumatera Utara dan Divre III Palembang, Sumatera Selatan.

Saat ini, kereta kelas Bisnis masih melayani penumpang melalui KA Sribilah Utama (Medan–Rantau Prapat PP) yang dioperasikan di Divre I Medan dan KA Sindang Marga (Kertapati–Lubuk Linggau PP) di Divre III Palembang. Layanan ini menjadi alternatif perjalanan yang nyaman bagi masyarakat Sumatera.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mengatakan kelas bisnis selama ini masih dipertahankan di Pulau Sumatera khusunya Divre I Medan. “Meski kereta kelas bisnis sudah tidak lagi beroperasi di Pulau Jawa, KAI tetap mempertahankan layanan ini di Pulau Sumatera,” kata dia, dalam keterangan tertulisnya.

KA Sindang Marga adalah satu-satunya yang memiliki kelas bisnis di wilayah Divre III Palembang. (Foto: Dok. Istimewa)

Rangkaian KA Sribilah Utama yang masih memiliki hanya 1 kelas bisnis dengan harga tiket mulai dari Rp85.000 hingga Rp120.000. Sedangkan rangkaian KA Sindang Marga memiliki 4 kereta kelas bisnis dengan tarif tiket mulai dari Rp130.000 hingga Rp170.000.

Terlebih soal rangkaian kelas bisnis yang dipensiunkan, ternyata masih ada peluang untuk dijalankan kembali. Ya, KAI nantinya tetap membuka peluang pengoperasian kembali kereta kelas Bisnis di Jawa pada perjalanan fakultatif, seperti saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) maupun Lebaran. Memang saat ini produksi rangkaian terbaru buatan PT Industri Kereta Api (INKA) masih terus dilakukan guna meremajakan rangkaian yang saat ini akan habis masa pengoperasiannya.

Sebagai contoh untuk Rangkaian New Generation yang digunakan membawa berbagai peningkatan, di antaranya bodi stainless steel yang tahan karat, kursi ergonomis dengan ruang kaki lebih lega dan sandaran kaki pribadi, serta sistem informasi penumpang (Passenger Information Display System/PIDS) yang menampilkan informasi perjalanan secara real-time. Pintu elektrik otomatis dengan peredam suara juga meningkatkan kenyamanan dalam kabin.

KAI mengalokasikan dana sebesar Rp14,87 triliun untuk pengadaan sarana perkeretaapian dari PT INKA, termasuk Rp5,5 triliun di antaranya untuk 612 unit kereta Stainless Steel New Generation yang ditargetkan rampung pada periode 2023–2026. Hingga 11 Juli 2025, KAI telah menerima dan mengoperasikan 31 rangkaian atau setara 336 unit kereta baru di berbagai layanan di Pulau Jawa.

Maka dari itu KAI optimistis dapat terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Nostalgia, Inilah Beberapa KA yang Pernah Jadi Kelas Bisnis dan Punya Sejarah Panjang

Pesawat Turboprop Juga Bisa Bergerak Mundur Sendiri, Tapi Ada Konsekuensinya

Bila pesawat bermesin jet dapat bergerak mundur denganmenggunakan thrust reverser, maka bagaimana dengan pesawat bermesin turboprop, yang identik dengan keberadaan bilah baling-baling?

Namun, pesawat turboprop seperti ATR 72-500 juga dapat bergerak mundur menggunakan tenaganya sendiri (tanpa bantuan pushback tug), kemampuan ini dikenal sebagai “powerback” atau “propeller reverse”.

Tidak seperti mesin jet yang menggunakan thrust reverser untuk membelokkan aliran udara ke depan, pesawat turboprop seperti ATR 72-500 mencapai gerakan mundur dengan mengubah sudut bilah baling-baling (propeller pitch) menjadi sudut negatif.

Ketika pilot memilih mode “reverse thrust” atau “beta mode” (istilah spesifik untuk turboprop), bilah baling-baling akan berputar sedemikian rupa sehingga mereka mendorong udara ke arah depan pesawat. Hal ini menghasilkan daya dorong ke arah belakang, yang memungkinkan pesawat bergerak mundur di apron atau dari posisi parkir tanpa memerlukan kendaraan penarik (pushback tug).

Meskipun memiliki kemampuan ini, penggunaan powerback tidak selalu menjadi prosedur standar di semua bandara karena beberapa alasan, seperti potensi kerusakan pada area di belakang pesawat akibat hembusan udara yang kuat (jet blast/propwash), pertimbangan keamanan dan kebisingan di area padat apron dan prosedur operasional bandara tertentu yang mungkin melarangnya.

Bergerak mundur dengan mesin sendiri (powerback) pada pesawat, baik turboprop maupun jet (jika dilengkapi fitur ini), memiliki beberapa kelemahan dan risiko yang membuatnya tidak selalu menjadi prosedur pilihan di banyak bandara, seperti hembusan udara yang kuat dari mesin jet (jet blast) atau baling-baling turboprop (propwash) saat mundur dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan darat (gerobak bagasi, tangga, dll.), kendaraan lain, atau bahkan bangunan di apron.

Kenapa Pesawat Terbang Tidak Bisa Mundur atau Self-Pushback Saat di Bandara? Ini Jawabannya

Personel yang berada di dekat pesawat bisa terdorong, terluka, atau terkena serpihan. Di landasan yang tidak beraspal sempurna atau di apron yang kotor, hembusan udara ini bisa mengangkat debu, kerikil, atau benda asing (FOD – Foreign Object Debris) yang berpotensi masuk ke mesin pesawat lain atau melukai staf.

Dari segi visibilitas, pilot memiliki pandangan yang sangat terbatas ke belakang saat mundur. Mereka harus sangat mengandalkan panduan dari marshal darat atau sistem kamera (jika ada). Manuver mundur dengan pesawat besar sangat menantang dan membutuhkan presisi tinggi. Sudut kemudi roda hidung mungkin tidak seefektif saat bergerak maju.

Kemudian ada peningkatan risiko tabrakan dengan pesawat lain, kendaraan darat, atau infrastruktur bandara karena terbatasnya visibilitas dan kontrol.

Meskipun menggunakan daya dorong mesin, efisiensi bahan bakar saat mundur seringkali lebih rendah dibandingkan dengan penggunaan pushback tug, terutama karena mesin harus menghasilkan daya dorong yang signifikan dalam kondisi yang tidak optimal untuk efisiensi. Operasi mundur dengan mesin dapat menghasilkan tingkat kebisingan yang sangat tinggi di apron, yang bisa mengganggu staf bandara, penumpang, dan lingkungan sekitar.

Meskipun pesawat memiliki kemampuan teknis untuk mundur sendiri, alasan-alasan di atas (terutama keamanan dan efisiensi operasional) membuat pushback tug menjadi metode yang lebih disukai dan umum digunakan untuk mendorong pesawat dari gate di sebagian besar bandara modern.

Powerback lebih sering terlihat di bandara-bandara kecil, terpencil, atau dalam operasi militer di mana peralatan pendukung darat tidak tersedia.

DC-9/MD-80, Pesawat Penumpang yang Mampu Melakukan Self-Pusback!

LRT Jabodebek Catat 2 Juta Lebih Pengguna pada Musim Libur Sekolah, Rata-rata Pengguna Off-Peak Tumbuh 14%

Selama periode libur sekolah 2025 (20 Juni–13 Juli 2025), LRT Jabodebek mencatat kenaikan rata-rata jumlah pengguna pada jam-jam off-peak sebesar 14% dibandingkan periode satu bulan sebelumnya (20 Mei–13 Juni 2025).

Rata-rata pengguna pada jam off-peak selama masa libur sekolah tercatat 41.112 pengguna per hari, naik dari sebelumnya 35.932 pengguna per hari. Peningkatan ini mencerminkan pergeseran pola mobilitas masyarakat, di mana LRT Jabodebek kini semakin dipilih untuk aktivitas di luar jam sibuk, termasuk untuk rekreasi dan kegiatan sosial bersama keluarga.

Secara keseluruhan, total pengguna LRT Jabodebek selama masa libur sekolah mencapai 2.002.504 pengguna, dengan rata-rata harian sebesar 83.438 pengguna. Dari jumlah tersebut, 986.693 pengguna atau 49% di antaranya melakukan perjalanan pada jam-jam off-peak, yaitu sepanjang hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, serta hari kerja pada pukul 00.00–05.59, 09.00–15.59, dan 20.00 hingga akhir operasional.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa tren ini menunjukkan peran LRT Jabodebek yang semakin luas dalam kehidupan masyarakat.

“Libur sekolah merupakan momen penting bagi banyak keluarga untuk bepergian bersama. Dengan jadwal operasional yang konsisten dan konektivitas antarmoda yang baik, LRT Jabodebek hadir sebagai solusi mobilitas yang praktis dan efisien, termasuk di luar jam-jam sibuk,” ujar Purnomosidi.

Selama masa liburan sekolah, LRT Jabodebek memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang beraktivitas di berbagai lokasi selama masa liburan. Lokasi strategis stasiun-stasiun LRT Jabodebek yang terhubung dengan berbagai destinasi publik menjadi nilai tambah tersendiri. Misalnya, Stasiun Harjamukti yang berada dekat dengan Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur (Buperta Cibubur), Stasiun Dukuh Atas BNI yang terletak di kawasan Car Free Day, serta Stasiun Halim yang terintegrasi langsung dengan Kereta Cepat Whoosh dan mempermudah akses ke berbagai kota di Jawa Barat.

Daya tarik LRT Jabodebek juga diperkuat dengan fasilitas yang ramah keluarga, seperti area tunggu berpendingin udara, keamanan dan petugas yang siaga, serta kemudahan membawa anak-anak dan barang bawaan selama perjalanan. Untuk mendukung mobilitas pengguna, LRT Jabodebek menetapkan tarif terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga maksimal Rp10.000 untuk jarak terjauh pada jam off-peak, yaitu sepanjang hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional, serta pada hari kerja mulai pukul awal operasional hingga 05.59, pukul 09.00–15.59, dan pukul 20.00 hingga akhir operasional.

“Layanan LRT Jabodebek selama libur sekolah ini menjadi refleksi dari peran kami dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk bertransportasi publik sejak dini. Kami akan terus berkomitmen menyediakan layanan yang andal, aman, dan nyaman untuk mendukung mobilitas seluruh segmen masyarakat,” tutup Purnomosidi.

Dengan infrastruktur yang semakin terintegrasi dan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh, LRT Jabodebek optimis menjadi bagian penting dari gaya hidup mobilitas perkotaan di Jabodetabek, termasuk pada momen-momen spesial seperti masa libur sekolah.

Tambah Jadwal LRT Jabodebek, PT KAI Buka-bukaan Terkait Perawatan Kereta

Sstt! Awal Agustus, KAI Kembali Adakan Tarif Diskon Kereta ke Semua Rute, Berikut Harganya

Tarif diskon kembali digelar. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kali ini akan memberikan tarif tersebut kali ini bukan melalui pemesanan lewat aplikasi melainkan secara pembelian langsung. Pembelian secara offline ini nantinya akan dilaksanakan kembali bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta yakni acara KAI Expo. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 2-3 Agustus 2025.

Tak sekadar menawarkan diskon tiket besar-besaran dalam gelaran KAI Expo 2025, event yang akan digelar di lokasi Assembly Hall JICC ini menjadi bagian dari strategi korporasi untuk mendekatkan diri kepada pelanggan dan mengedukasi pentingnya bertransportasi secara berkelanjutan. Berbagai promo menarik seperti diskon hingga 60% untuk tiket kereta api reguler dan penawaran khusus kelas luxury mulai dari Rp449.000, KAI berharap mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk menggunakan moda transportasi berbasis rel yang efisien dan ramah lingkungan.

Ilustrasi penumpang KA di Stasiun Surabaya Gubeng. (Foto: Dok. Radarsurabaya)

Selain pembelian tiket langsung dengan harga terjangkau, pengunjung juga akan disuguhi berbagai booth edukatif dan kolaborasi dengan mitra strategis, serta penampilan hiburan hingga bazar UMKM. Nantinya KAI Expo juga menjadi panggung untuk menyuarakan peran penting moda kereta api sebagai solusi transportasi massal yang berkelanjutan. Mengutip unggahan dari akun Instagram KAI (@kai121_), berikut informasi seputar tarif promo, daftar kereta, hingga syarat dan ketentuan yang berlaku.

KERETA LUXURY
• Jarak Jauh: Rp649.000
• Jarak Sedang: Rp449.000

KELAS EKSEKUTIF
• Jarak Jauh: Rp329.000
• Jarak Sedang: Rp229.000
• Jarak Dekat: Rp129.000

KELAS EKONOMI
• Jarak Jauh: Rp199.000
• Jarak Sedang: Rp149.000
• Jarak Dekat: Rp69.000

Berikut daftar kereta api yang tersedia dalam program promo KAI Expo 2025:

JARAK JAUH
• KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Argo Semeru (Gambir – Surabaya Gubeng PP)
• KA Argo Wilis (Bandung – Surabaya Gubeng PP)
• KA Logawa (Purwokerto – Ketapang PP)
• KA Gumarang (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Gaya Baru Malam Selatan (Pasarsenen – Surabaya Gubeng PP)
• KA Kertajaya (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Bangunkarta (Jombang – Pasarsenen PP)
• KA Jayakarta (Pasarsenen – Surabaya Gubeng PP)
• KA Brawijaya (Gambir – Malang PP)
• KA Brantas (Blitar – Pasarsenen PP)
• KA Gajayana (Gambir – Malang PP)
• KA Bima (Gambir – Surabaya Gubeng PP)
• KA Madiun Jaya (Madiun – Pasarsenen PP)
• KA Turangga (Bandung – Surabaya Gubeng PP)
• KA Harina (Bandung – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Matarmaja (Malang – Pasarsenen PP)
• KA Malabar (Bandung – Malang PP)
• KA Dharmawangsa Ekspres (Pasarsenen – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Majapahit (Malang – Pasarsenen PP)
• KA Ranggajati (Cirebon – Jember PP)
• KA Sembrani (Gambir – Surabaya Pasarturi PP)
• KA Wijayakusuma (Cilacap – Ketapang PP)
• KA Pasundan (Kiaracondong – Surabaya Gubeng PP)
• KA Mutiara Selatan (Bandung – Surabaya Gubeng PP)

JARAK MENENGAH
• KA Argo Dwipangga (Gambir – Solo Balapan PP)
• KA Argo Lawu (Gambir – Solo Balapan PP)
• KA Argo Merbabu (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Argo Sindoro (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Fajar Utama Solo (Pasarsenen – Solo Balapan)
• KA Cakrabuana (Gambir – Purwokerto PP)
• KA Ciremai (Bandung – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Gajahwong (Lempuyangan – Pasarsenen PP)
• KA Bogowonto (Pasarsenen – Lempuyangan PP)
• KA Fajar Utama Yogyakarta (Pasarsenen – Yogyakarta PP)
• KA Senja Utama Yogyakarta (Pasarsenen – Yogyakarta PP)
• KA Menoreh (Pasarsenen – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Sawunggalih (Kutoarjo – Pasarsenen PP)
• KA Purwojaya (Gambir – Cilacap PP)
• KA Taksaka (Gambir – Yogyakarta PP)
• KA Mataram (Pasarsenen – Solo Balapan PP)
• KA Sancaka Utara (Surabaya Pasarturi – Cilacap PP)
• KA Tawang Jaya Premium (Pasarsenen – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Senja Utama Solo (Solo Balapan – Pasarsenen)
• KA Progo (Pasarsenen – Lempuyangan PP)
• KA Gunungjati (Gambir – Semarang Tawang Bank Jateng PP)
• KA Sancaka (Surabaya Gubeng – Yogyakarta PP)
• KA Jaka Tingkir (Pasarsenen – Solo Balapan PP)
• KA Lodaya (Bandung – Solo Balapan PP)
• KA Kertanegara (Malang – Purwokerto PP)
• KA Tawang Jaya (Pasarsenen – Semarang Poncol PP)

JARAK DEKAT
• KA Cakrabuana (Cirebon – Gambir PP)
• KA Gunungjati (Cirebon – Gambir PP)
• KA Ijen Ekspres (Ketapang – Malang PP)
• KA Parahyangan (Bandung – Jakarta PP)
• KA Tegal Bahari (Tegal – Pasarsenen PP)

Untuk syarat dan ketentuan yang berlaku untuk tiket promo KAI Expo 2025 adalah sebagai berikut:

1. Pembelian tiket promo hanya bisa dilakukan di KAI Expo 2025, Assembly Hall JCC, pada 2-3 Agustus 2025
2. Promo berlaku untuk perjalanan kereta api jarak dekat, menengah, dan jauh
3. Tiket promo dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai aturan yang berlaku
4. Promo tidak berlaku pada tarif khusus dan tidak dapat digabung dengan diskon atau reduksi lainnya
5. Berlaku selama kuota tempat duduk promo masih tersedia

Bangun Fasilitas di Montery Bay, Joby Aviation Per Tahun Bisa Produksi 24 Pesawat

Perusahaan penerbangan yang didukung modal ventura Amerika Serikat, Joby Aviation akan membangun fasilitas Monterey Bay di Marina, California. Hal ini dilakukan perusahaan yang berkantor pusat di Santa Cruz tersebut untuk mengadakan kapasitas produksi pesawat di lokasi itu.

Perluasan lokal ini akan mencakup area seluas 435.500 kaki persegi pada pembangunan fasilitas terbarunya dan akan membantu meningkatkan kala operasi komersial mereka. Tak hanya itu, Joby juga tengah melakukan peningkatan operasi di fasilitasnya yang baru direnovasi di Dayton, Ohio.

Dilasir dari investors.com, Rabu (18/7/2025), perusahaan yang berusia 16 tahun tersebut menyatakan akan melakukan perluasan program uji terbang. Mereka juga mengatakan akan menambah satu pesawat baru untuk armadanya.

Pembukaan ruang manufaktur baru merupakan langkah penting bagi Joby saat perusahaan bersiap untuk meningkatkan produksi dan memasuki pasar. Setelah beroperasi, Joby memperkirakan lokasi Marina akan mampu memproduksi hingga 24 pesawat per tahun.

“Membayangkan kembali mobilitas perkotaan membutuhkan kecepatan, skala, dan manufaktur presisi,” ujar Eric Allison, Chief Product Officer, dalam siaran pers. Perluasan jangkauan manufaktur kami di California dan Ohio sedang mempersiapkan kami untuk mewujudkan hal tersebut.

Untuk diketauhi, Joby berencana meluncurkan operasi komersial di Dubai awal tahun depan, sebelum berekspansi ke kota-kota di AS. Perusahaan telah memulai upaya kesiapan pasar di kawasan tersebut.

Pada akhir Juni, Joby menyelesaikan serangkaian penerbangan lepas landas dan mendarat vertikal berawak di Dubai dan mengirimkan pesawat pertamanya ke Uni Emirat Arab. Sementara itu, konstruksi sedang berlangsung untuk lokasi vertiport komersial pertama di Bandara Internasional Dubai, yang diperkirakan akan selesai pada Q1 tahun 2026.

Joby Aviation didirikan dengan nama Joby Aero pada 11 September 2009 sebagai salah satu dari beberapa proyek yang dikembangkan oleh JoeBen Bevirt di peternakannya di Pegunungan Santa Cruz, menggunakan dana dari penjualan sukses perusahaan-perusahaan sebelumnya. Menurut situs web perusahaan, tahun-tahun awal dihabiskan untuk mengeksplorasi berbagai komponen penerbangan listrik, termasuk motor listrik, perangkat lunak penerbangan, dan baterai lithium-ion.

Penelitian ini membawa Joby untuk berpartisipasi dalam proyek NASA X-57 Maxwell dan LEAPTech, sebelum mengembangkan konsep taksi udara miliknya sendiri. Konsep awal Joby, yang secara publik disebut S2, memiliki delapan baling-baling yang dapat berputar di sepanjang tepi depan sayapnya dan empat baling-baling berputar lainnya yang dipasang di ekor berbentuk V.

Kemudian, perusahaan beralih ke konfigurasi yang menampilkan enam baling-baling berputar.

Berdiri Sejak Lebih dari 150 Tahun, Inilah Fakta Menarik Lainnya dari Stasiun Tuntang