Pelabuhan Hodeidah, Titik Penting Perdagangan Laut Merah di Kawasan Afrika dan Asia

Terletak di pesisir barat Yaman, Pelabuhan Hodeidah (juga dikenal sebagai Al-Hudaydah) bukan hanya sekadar pelabuhan komersial, melainkan titik penting dalam sejarah perdagangan Laut Merah. Sejak berabad-abad lalu, Hodeidah telah menjadi penghubung utama antara Semenanjung Arab dengan kawasan Afrika dan Asia.

Keberadaan pelabuhan ini sudah dikenal sejak era Kesultanan Utsmaniyah pada abad ke-16. Saat itu, wilayah Hodeidah dijadikan pusat logistik dan pertahanan militer oleh Kekaisaran Ottoman untuk mengontrol jalur perdagangan di Laut Merah. Posisi strategisnya di pesisir barat Yaman membuat pelabuhan ini berkembang pesat menjadi pusat niaga rempah, kopi, dan hasil bumi lainnya.

Pada abad ke-19, Pelabuhan Hodeidah semakin dikenal sebagai salah satu pintu ekspor utama kopi Mocha Yaman yang legendaris. Kota ini menjadi tempat transit penting sebelum barang-barang dikirim ke pelabuhan-pelabuhan di Eropa dan Asia.

Waspada Spoofing GPS di Sekitar Teheran, Jalur Favorit Penerbangan Internasional di Timur Tengah

Para saudagar dari India, Mesir, dan Timur Tengah kerap menjadikan Hodeidah sebagai pelabuhan persinggahan. Memasuki abad ke-20, pelabuhan ini mengalami modernisasi secara bertahap. Pemerintah Yaman membangun infrastruktur dermaga, gudang, dan fasilitas bongkar muat yang lebih memadai.

Hingga awal abad ke-21, Pelabuhan Hodeidah menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Yaman, menyumbang sebagian besar impor kebutuhan pokok negara tersebut seperti bahan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar. Namun, konflik bersenjata yang melanda Yaman sejak 2015 membuat pelabuhan ini menjadi lokasi krusial sekaligus rentan.

Perang saudara membuat aktivitas pelabuhan terhambat, dan peran vitalnya sebagai pintu masuk bantuan kemanusiaan menjadikan Hodeidah sering menjadi titik perundingan dalam upaya perdamaian internasional. Meski menghadapi tantangan besar, Pelabuhan Hodeidah tetap menjadi simbol ketahanan sejarah maritim Yaman.

Keberadaannya yang telah melintasi berbagai zaman, kekuasaan, dan konflik menjadikannya salah satu pelabuhan paling bersejarah di kawasan Laut Merah. Sebagai informasi baru-baru ini Pelabuhan Hodeidah diserang oleh Israel melalui udara.

Tentara mengklaim target yang disasar adalah kendaraan rekayasa, kontainer bahan bakar, termasuk kapal angkatan laut yang digunakan untuk kegiatan militer.

“(Menyerang) kekuatan yang melawan Negara Israel dan kapal-kapal di zona maritim yang berdekatan dengan pelabuhan, serta infrastruktur teror tambahan yang digunakan oleh rezim teroris Houthi,” kata Menteri Pertahanan Israel Katz.

151 Tahun Sudah Terusan Suez Menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah

Wisata Berikut Ini Bisa Ditempuh Cukup Naik KRL Lintas Yogya – Solo, Apa Saja?

Berwisata di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya memang sudah banyak masyarakat dari berbagai kota di Indonesia berkunjung ke lokasi yang sangat terkenal termasuk memiliki nilai sejarah panjang. Mulai dari keraton, taman wisata, pantai hingga museum, daerah ini lebih dominan dikunjungi para pelancong baik dari dalam dan luar negeri.

Bagi yang memiliki kendaraan pribadi atau bahkan sewaan tentu menjadi hal yang mudah untuk berkunjung kapan saja. Namun, bagaimana jika wisatawan berkunjung ke lokasi wisata di Yogyakarta hanya menggunakan transportasi KRL atau kereta lokal?

Di jalur kereta api lintas Yogya – Solo bahkan dari arah Kutoarjo pun kini sudah semakin mudah dan terjangkau menggunakan kereta lokal bahkan ada Kereta Rel Listrik (KRL) yang tiap hari melayani masyarakat lokal untuk mengantarkan ke berbagai daerah di lintas tersebut. Tak hanya lokasi-lokasi yanh strategis untuk mencapai ke tempat yang sangat ramai dikunjungi, ternyata ada beberapa stasiun di jalur Yogya – Solo ini bisa terjangkau dengan destinasi wisata yang membuat kalian tidak akan bosan untuk berkunjung. Bermodalkan naik KRL, berikut beberapa destinasi wisata yang dekat dengan stasiun di Yogyakarta.

Kawasan wisata di Yogyakarta saat malam hari. (Foto: Dok. Istimewa)

• Taman Wanasutan Asri
Tak jauh dari Stasiun Maguwo, Taman Wanasutan Asri cocok untuk rekreasi keluarga. Area ini menyuguhkan taman rindang, taman bermain anak, dan mini zoo yang dihuni berbagai satwa seperti burung hantu, luwak, dan kura-kura. Tidak ada tiket masuk resmi, cukup mengisi kotak dana sukarela. Suasana yang tenang membuat tempat ini jadi alternatif healing tanpa harus pergi jauh ke luar kota.

• Embung Langensari
Terletak sekitar 1,5 km dari Stasiun Lempuyangan. Embung ini berfungsi sebagai danau buatan sekaligus ruang terbuka hijau. Biasanya warga sering datang ke sini untuk jogging, memancing, atau bersantai sambil menikmati matahari terbenam. Karena buka 24 jam, tempat ini cocok dikunjungi pagi atau sore hari. Letaknya yang strategis membuatnya ideal sebagai destinasi transit sebelum atau sesudah naik KRL.

• Diorama Arsip Yogyakarta
Berjarak hanya 11 menit dari Stasiun Maguwo, Diorama Arsip Jogja menyajikan suasana wisata edukatif yang tenang dan fotogenik. Koleksinya berisi arsip sejarah Yogyakarta dari masa Panembahan Senopati hingga era modern. Bangunan ini juga terkenal karena desainnya yang estetik, cocok untuk foto bertema vintage. Tiket masuk dibanderol Rp 30 ribu, namun pelajar bisa masuk seharga Rp 20 ribu. Suasana tenang dan adem menjadikannya tempat yang ideal untuk wisata singkat sambil mengenal sejarah.

• Museum Sonobudoyo
Berada tak jauh dari Tugu Yogyakarta, bisa dijangkau dari Stasiun Tugu atau Lempuyangan. Museum ini menyimpan koleksi budaya Jawa seperti wayang, keris, tekstil, dan lukisan. Lokasinya strategis di dekat Alun-Alun Utara dan Keraton. Meski kecil, koleksi yang ditampilkan cukup lengkap dan informatif. Pengunjung bisa menyaksikan sejarah panjang budaya Jawa hanya dalam waktu singkat.

• Keraton Yogyakarta
Keraton Yogyakarta hanya sekitar 2 km dari Stasiun Tugu dan bisa dicapai sambil berjalan kaki melewati Malioboro. Sebagai kediaman Sultan dan pusat kebudayaan Jawa, Keraton menyimpan banyak benda bersejarah, mulai dari kereta kencana hingga lukisan lawas. Suasana khas Jawa sangat terasa di kompleks bangunannya. Wisatawan juga bisa menyaksikan pertunjukan seni tradisional jika datang di waktu tertentu.

• Malioboro
Ikon utama wisata di Yogya ini lokasinya hanya 800 meter dari Stasiun Tugu dan sekitar 2 km dari Stasiun Lempuyangan. Kawasan ini selalu ramai oleh wisatawan yang ingin berbelanja, berburu suvenir, mencicipi kuliner khas, atau sekadar menikmati suasana. Jalan kaki di trotoar Malioboro sambil menikmati musik jalanan jadi pengalaman yang tak terlupakan. Delman juga siap mengantar keliling untuk pengalaman klasik.

Itulah destinasi wisata yang bisa ditempuh cukup menggunakan KRL lintas Yogya – Solo. Kira-kira destinasi wisata mana yang kalian ingin kunjungi?

Selain Mudik, Stasiun Yogyakarta Menjadi Tujuan Destinasi Wisata Favorit Saat Lebaran

Pelabuhan Teluk Bayur Dulu dan Kini Tetap Jadi Urat Nadi Sumatera Barat

“Selamat tinggal Teluk Bayur permai…” lirik lagu yang dippopulerkan oleh Ernie Djohan tahun 1980 silam, mengingatkan tentang sebuah pelabuhan yang ada di Padang Sumatera Barat. Ya, itu adalah Pelabuhan Teluk Bayur atau dikenal dengan Bahasa Minangkabau Pelabuhan Taluak Bayua.

Pelabuhan Teluk Bayur dikenal dengan nama Emmahaven di masa kolonial Belanda. Nama Emmahaven sendiri beasal dari penamaan terhadap Ratu Emma.

Ia merpakan seorang ratu uang menjadi penguasa di Belanda pada Perang Dunia I dan II. Pelabuhan ini dibangun antara tahun 1888 sampai 1893 silam dan pada masa itu menjadi andalan Pemerintah kolonial Belanda.

Masa lalu, Pelabuhan Teluk Bayur pernah dihantam gelombang beras hingga membuat kapal yang tengah bersandar terlempar sejauh dua kilometer ke daratan. Sebagai andalan masa kolonial Belanda, Pelabuhan Teluk Bayur pun juga berfungsi sebagai pintu gerbang antar pulau serta pintu gerbang arus keluar masuk barang ekspor impor dari dan ke Sumatera Barat.

Di masa lalu hingga era Perang Dunia II, pelabuhan ini menjadi satu dari lima pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia. Namun dengan berkembangnya Singapura sebagai pelabuhan transit dan Selat Malaka menjadi jalur pelayaran yang penting, ini justru membuat aktivitas perdagangan di Pelabuhan Teluk Bayur pun menurun.

Pelabuhan Teluk Bayur yang sempat sepi, kembali ramai pada 1930, saat ratusan anggota Muhammadiyah berlabuh di sana untuk mengikuti kongres mereka di Bukittinggi. Hingga saat ini, Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pelabuhan laut teramai dan terbesar yang terletak di Pantai barat Pulau Sumatera.

Pelabuhan ini ramai karena dikunjungi oleh kapal antar Samudera dan antar pulau yang singgah di Teluk Bayur. Tak heran jika Teluk Bayur menjadi urat nadi yang penting bagi Sumatera Barat.

Seperti pelabuhan-pelabuhan lain yang dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pelabuhan Teluk Bayur juga memberikan sejumlah pelayanan standar, yakni pelayanan pandu dan tunda, pelayanan peti kemas, pelayanan curah cair, pelayanan curah kering, dan pelayanan multipurpose.

Fasilitas yang ada di Pelabuhan Teluk Bayur antara lain Kolam Pelabuhan 30,89 Ha, Area Darat 544 Ha, Dermaga 1.565 m, Gudang Penumpukan 18.401 m², Fasilitas Batu Bara 10,77 Ha, Fasilitas Semen 11 unit, Fasilitas Pupuk 9.500 ton, Fasilitas Minyak Sawit 15 unit, dan Area Terminal Penumpang.

PT Pelindo II sebagai pengelola, menetapkan Pelabuhan Teluk Bayur menjadi Pelabuhan Kelas Satu, dengan sertifikat ISO 9002.

Sejarah Stasiun Padang, Bangkit dari Kebutuhan Transportasi Batu Bara

Usianya Semakin Tua, Stasiun Manggarai Tetap Menjadi Pusat Transit KRL Tersibuk Se-Indonesia

Sebagai pengguna setia Kereta Rel Listrik (KRL) tentu pasti sudah sering melewati atau bahkan transit di Stasiun Manggarai. Masyarakat dari wilayah Jabodetabek sudah tentu sering melihat keadaan bahkan keramaian yang ada di stasiun yang sudah beroperasi selama 107 tahun ini.

Stasiun Manggarai tak hanya digadang-gadang menjadi stasiun tersibuk di wilayah Jabodetabek, bahkan sudah terkenal dengan kesibukan lalu lintas kereta api yang melintas se-Indonesia.

Stasiun Manggarai juga merupakan bagian dari perubahan dalam sejarah layanan Commuter Line. Pada Mei 2022 lalu, KAI Commuter bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melakukan perubahan layanan pengguna Commuter Line Jabodetabek.

Kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai saat jam sibuk. (Foto: X @sushisurpirce)

Menurut data dari laman resmi KAI Commuter, Stasiun Manggarai juga berfungsi sebagai stasiun simpul perjalanan Commuter Line ke berbagai tujuan di wilayah Jabodetabek. Berkembang mengikuti kebutuhan para pengguna kereta api, saat ini Stasiun Manggarai memiliki 2 lantai dengan 12 jalur aktif untuk layanan perjalanan kereta api, dengan rata-rata sebanyak 180–190 ribu orang pengguna Commuter Line Jabodetabek per harinya yang transit di stasiun ini.

Melayani 739 perjalanan kereta api yang terdiri dari 704 perjalanan Commuter Line dan 35 perjalanan KA Jarak Jauh setiap harinya. Tak ayal, selain menjadi stasiun transit tersibuk, juga menjadi stasiun integrasi antarmoda yang ada di wilayah Jakarta. Kesibukan terasa biasanya pada pagi hari, mulai pukul 06.00–09.00 WIB dan sore hari mulai pukul 16.00–19.00 WIB.

Stasiun ini juga memiliki peran sebagai stasiun integrasi dan simpul moda transportasi utama di Jakarta. Stasiun yang dibuka sejak 1 Mei 1918 ini juga menjadi titik pertemuan Commuter Line Jabodetabek dengan Commuter Line Basoetta. Terlebih lagi, Stasiun Manggarai juga merupakan stasiun bersejarah yang diarsiteki pertama kali oleh Ir. J. van Gendt ini ditetapkan sebagai cagar budaya, menandai perannya dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

Dengan lokasi yang strategis di tengah kota, stasiun ini memiliki kemudahan untuk mobilitas masyarakat yang akan menggunakan transportasi KRL Commuter Line dan moda transportasi terkoneksi. Terlebih lagi, Stasiun Manggarai terintegrasi dengan TransJakarta yang menghubungkan wilayah-wilayah yang ada di Kota Jakarta. Selain itu, juga tersedia pick-up point atau titik jemput untuk angkutan online dan angkutan lanjutan lainnya.

Intip Lagi Yuk, Fakta-fakta Stasiun Manggarai yang Kini Jadi ‘Jantung’ Jalur Jabodetabek

Gegara Sepotong Besi Terlepas dari DC-10, Jadi Pengantar Maut Concorde Air France 4590

25 Juli 2000, dikenang sebagai momen kramat bagi debut pesawat penumpang supersonik Concorde. Di tanggal itu, Concorde Air France (AF) 4590 jatuh pada saat lepas landas dari Bandara Charles de Gaulle Paris, Perancis yang akan menuju New York, Amerika Serikat. Insiden itu menewaskan 109 orang di atas pesawat dan 4 orang di darat.

Baca juga: Sejarah Concorde Mendarat-Lepas Landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Sonic Boom Bikin Kaca Pecah?

Insiden fatal tersebut sontak menjadi titik redupnya Condorde, pasalnya setelah itu Condorde di-grounded secara permanen. Namun, insiden maut pada 25 Juli 2000 tak berdiri sendiri, dari hasil investigasi pihak Perancis dan NTSB, sebelum Concorde AF 4590 mengudara, landasan pacu digunakan oleh maskapai Continental Airlines McDonnell Douglas DC-10.

Saat di landasan pacu beberapa detik sebelum DC-10 tersebut lepas landas, jatuh sepotong besi sepanjang 30 cm (sebesar penggaris) yang berada pada mesin pesawat tersebut. Setelah DC-10 tersebut lepas landas, giliran Concorde AF 4590 siap untuk mengudara dari landasan pacu yang sama.

Saat akan lepas landas, pesawat selalu menitikberatkan hampir seluruh bebannya pada ban belakang pesawat. Untuk pesawat supersonik secara teknis titik berat yang tertumpu pada ban belakang melebihi dari pesawat biasa akibat adanya daya dorong yang lebih besar, ditambah lagi saat ban depan dan hidung pesawat sudah naik di atas tanah.

Di saat akan lepas landas inilah ban kiri belakang Concorde AF 4590 melindas potongan besi yang tadi terjatuh dari DC-10 Continental dan merobek ban kiri belakang AF 4590 tersebut. Kemudian ban belakang meledak lalu serpihan-serpihan dari karet ban tersebut beterbangan dengan kecepatan tinggi dan tidak tentu arah. Walau ban pesawat itu hanya karet, tetapi karet ban pesawat sangat tebal dan kuat ditambah dengan kecepatan yang tinggi saat lepas landas.

Serpihan-serpihan tersebut telah membuat benturan dan hentakan yang sangat kuat pada sayap pesawat yang kemudian membocorkan tangki bahan bakar yang masih penuh. Serpihan juga mengenai kabel-kabel pada sayap dan mengakibatkan percikan listrik, lalu muncul percikan api dan membakar bahan bakar yang terpancar dari tangki pesawat.

Terlihat mesin nomor 2 pada AF 4590 terbakar, menara pengawas (ATC) baru memberitahukan kepada pilot tentang adanya api yang besar keluar dari mesin pesawat setelah 56 detik mengudara. Tetapi pilot sudah tidak bisa berbuat apa-apa, mengingat pada saat baru lepas landas, semua mesin bekerja dalam keadaan maksimal.

Pilot kemudian berencana untuk mendarat darurat di bandara alternatif, yaitu Bandar Udara Le Bourget setelah mencapai ketinggian tertentu, tetapi pesawat tersebut sudah tidak dapat bertahan oleh besarnya kobaran api. Dan akhirnya pesawat jatuh menghujam pada sebuah hotel dekat dengan pompa bensin di daerah Gonesse, dekat Paris, sekitar 2700 meter dari bandara.

Baca juga: Mengapa Kokpit Concorde Begitu Kompleks? Ini Jawabannya

Beberapa jam setelah kecelakaan, para penyelidik mengkonfirmasikan tentang lepasnya potongan besi pada bagian luar mesin pesawat Continental setelah pesawat itu mendarat di Amerika dan memang terbukti bahwa potongan lis pada mesin pesawat itu sudah tidak ada.

Setelah Delapan Tahun Tiba di Manila, Kereta Metro dari Cina Baru 16 Juli 2025 Beroperasi

Konflik politik dan batas teritorial antara Filipina dan Cina, rupanya berdampak pada program kereta metro di Manila. Meski begitu apa yang sudah terlanjur dimulai, akhirnya dapat dituntaskan. Akibat perselisihan berkepanjangan dengan CRRC Dalian menyebabkan kereta api untuk Jalur MRT-3 Metro tidak beroperasi secara reguler sejak pengiriman pada tahun 2017.

Namun, kereta Metro yang dibangun oleh CRRC Dalian untuk Jalur MRT-3 di Manila akhirnya beroperasi pada 16 Juli 2025, delapan tahun setelah pengirimannya.

Sebanyak 12 kereta api kelas 3100 dengan empat gerbong telah lama terbengkalai di depo MRT-3 di North Avenue, Quezon City, sejak pengirimannya pada tahun 2017. Setibanya di sana, kereta-kereta tersebut ternyata tidak kompatibel dengan infrastruktur yang ada.

Perdebatan politik yang panjang kemudian terjadi mengenai masa depan kereta api baru tersebut, yang dipesan dengan biaya 3,7 miliar Peso (US$63,3 juta) sebagai bagian dari program peningkatan MRT-3 untuk melengkapi armada yang ada dan meningkatkan kapasitas.

Tahun lalu, Ketua Komite Layanan Publik Senat Filipina, Senator Raffy Tulfo, menyarankan agar Departemen Perhubungan (DOTr) menegosiasikan ulang kontrak agar kereta-kereta tersebut dapat dikembalikan dan harga pembeliannya dikembalikan.

“Untuk saat ini, tiga kereta dengan masing-masing tiga gerbong, dengan total sembilan gerbong, akan digunakan,” kata Presiden Filipina, Ferdinand Marcos, pada 16 Juli lalu. “Kami akan terus berupaya agar semuanya dapat beroperasi.”

Menurut media berita lokal The Philippine Star, Istana Kepresidenan telah mengonfirmasi bahwa CRRC Dalian akan memodifikasi kereta-kereta tersebut untuk mengatasi masalah kompatibilitas tanpa biaya bagi pemerintah Filipina. Sebelum kereta pertama beroperasi tahun ini, perusahaan Jerman TÜV Rheinland mengawasi audit teknis menyeluruh, sementara penyedia layanan pemeliharaan MRT-3 saat ini, Sumitomo Corporation dari Jepang, melakukan pemeriksaan keselamatan akhir dan prosedur kepatuhan.

Setelah beroperasi penuh, kereta-kereta baru ini, yang masing-masing mampu mengangkut hingga 1.200 penumpang, akan meningkatkan kapasitas Jalur MRT-3 secara signifikan, yang saat ini mengangkut rata-rata 380.000 penumpang per hari. Beroperasinya armada baru ini juga akan mengurangi interval antar kereta dari 4 menit menjadi 2 menit 30 detik.

PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

Bus Listrik Trans Bahagia Punya Rute Baru dari Terminal Rawasari ke Paal X

Jambi cukup arang terdengar dalam pemberitaan terkait transportasinya. Namun baru-baru ini, warga Jambi dimanjakan dengan hadirnya Bus Listrik Trans Bahagia yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.

Di mana ada rute baru pada bus Trans Bahagia yang beroperasi di Jambi. Rute baru itu yakni dari Terminal Rawasari menuju ke Paal X dan sebaliknya sesuai dengan jam operasional yang ditetapkan.

Untuk rutenya adalah dimulai dari Terminal Rawasari yang kemudian dilanjutkan dibeberapa pemberhentian strategis melalui Kebun Handil hingga Kota Baru. Kemudian melalui Jalan MR Assaat ke MTS Al-Khairiyah lalu ke SMPN 2 Kota Jambi.

Perjalanan kemudian menuju Bank Mandiri, Warung Ahok, Lorong Gerobak, BNN, Jalan Moh Bafadhal, Pondok Kelapo, Kantor Lurah Jelutung, Pasar Kebun Handil (Alfamart), Kantor Lurah Kebun Handil (SPBU), SDN 35, Puskesmas Kebun Handil, SDN 77, Asrama Haji Kota Jambi.

Kemudian dilanjutkan hingga Dinas Kesehatan Kota Jambi, Poltekes Kemenkes Jambi, GOR Kota Baru – Kota Jambi, Dinas PU Provinsi Jambi, RS Mitra Kota Jambi, Kantor Camat Kota Baru, Alfamart Pangeran Hidayat, BPK Perwakilan Provinsi Jambi, Fresh Star Buah, Simpang Letmud Sarniem, SMK Taruna, Masjid At-Taqwa, SMAN 8 Kota Jambi, SMPN 18 Kota Jambi, SDN 206 Kota Jambi, Puskesmas Paal X, Warung Lesehan Jempol.

Untuk rute sebaliknya dari Paal X menuju Terminal Rawasari juga melalui titik-titik yang sama. Berdasarkan keterangan Dinas Perhubungan (Dishub) Jambi, rute Terminal Rawasari menuju Paal X dan sebaliknya mulai tersedia pukul 05.30 pagi hingga 20.00 malam.

Kehadiran rute baru bus listrik ini memperluas akses masyarakat ke bagian lainnya dari rute utama ragam pemberhentian. Sejak diluncurkan pada 28 Mei 2025, program ini menuai antusias tinggi dari masyarakat.

Untuk diketahui, selama bulan Juni 2025 dua unit bus listrik Trans Bahagia dengan kode SAG 6 dan SAG 7 berhasil melayani total 11.280 penumpang. Capaian penumpang ini mencerminkan tingginya ketertarikan masyarakat Jambi untuk menikmati pelayanan transportasi umum.

Dengan adanya rute baru Trans Bahagia Rawasari–Alam Barajo, Kota Jambi selangkah lebih dekat menuju transportasi umum yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Masa uji coba gratis hingga Agustus 2025 menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk merasakan layanan ini tanpa biaya.

Perjalanan Mendadak? Jangan Khawatir, Pesan Tiket Kereta Bisa 2 Jam Sebelum Keberangkatan

Demi Berhemat, Programmer 38 Tahun di Cina ‘Hidup’ di Mobil Listrik Selama Tiga Tahun

Seorang programmer berusia 38 tahun yang bekerja di Beijing, yang menghabiskan hari kerja dengan tidur di mobilnya dan pulang ke rumahnya di Tianjin setiap Jumat, telah menarik perhatian signifikan di media sosial Cina.

Pria yang dikenal sebagai Yin ini biasanya berangkat dari Tianjin pukul 5.30 pagi pada hari Senin, berkendara sejauh 130 km di jalan raya untuk mencapai tempat kerjanya di Beijing. Ia pulang ke rumah setelah selesai bekerja pada Jumat sore.

Yin telah mempertahankan gaya hidup ini selama hampir tiga tahun, setelah beralih ke kendaraan listrik yang lebih luas pada paruh kedua tahun 2022. Sebelumnya, ia menyewa sebuah apartemen di Beijing seharga 2.500 yuan (US$350) per bulan, seperti dilansir Xiaoxiang Morning Herald.

Istri dan kedua putranya tinggal di Tianjin. Yin menjelaskan bahwa ia perlu bekerja di Beijing karena lowongan kerja untuk programmer terbatas di Tianjin.

Untuk itu, Yin telah mengubah mobilnya menjadi rumah yang nyaman, lengkap dengan tempat tidur, hiburan karaoke, dan bahkan peralatan memasak di dalam mobil.

“Saya sudah tinggal di mobil selama tiga tahun terakhir. Selama mobil cukup luas dan mudah menemukan stasiun pengisian daya, pengalamannya tidak lebih buruk daripada menginap di hotel,” ujar Yin.

Ia sering parkir di taman terdekat dan bangun pukul 6.30 pagi setiap hari, berjalan-jalan di sekitar taman sebelum menyiapkan sarapan di dalam mobil menggunakan kompor listrik kecil.

“Kegiatan santai saya setelah bekerja antara lain menonton TV, bernyanyi karaoke, dan menelepon keluarga. Terkadang, saya menulis program acara. Saya tidak punya hobi lain seperti bermain game di komputer. Saya biasanya tidur sekitar pukul 10 atau 11 malam,” ungkap Yin.

Meski segala sesuatunya nampak baik-baik saja, namun Yin mengaku ada pengecualian untuk urusan buang hajat. “Kecuali kesulitan mencari toilet, semuanya baik-baik saja,” tambahnya.

Neochiru, Layakan Taksi Tidur Gratis dan Nyaman dari Tokyo

Selama musim panas, ia mandi setiap hari menggunakan tangki air di kendaraannya, sementara di musim dingin, ia pulang naik kereta api pada Rabu malam dan kembali ke Beijing pada Kamis pagi, bahkan melewatkan mandi di beberapa hari.

Yin menyebutkan bahwa tinggal di mobilnya secara signifikan mengurangi pengeluarannya dibandingkan menyewa kamar. Biaya tol bulanan untuk jalan tol mencapai 400 yuan (US$55), sementara biaya listrik untuk mengisi daya mobilnya di bawah 300 yuan per bulan. Jika ia harus pulang di tengah minggu, harga tiket kereta api sekitar 100 yuan.

“Saya senang berkemah dan sering mengajak keluarga saya bepergian dengan mobil, dan kami juga tidur di dalam mobil,” kata Yin.

Variomobil Wujudkan Impian Anda Tidur Bersama Kendaraan

Pesan Tiket KA Bias Sementara Hanya Sampai H-2 Sebelum Keberangkatan, Kenapa?

Pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI khususnya untuk perjalanan Kereta Api (KA) lokal biasanya hingga H-7 sebelum keberangkatan. Namun, tidak untuk KA Bias dengan rute Madiun – Bandara Adi Soemarmo pp. Pemesanan KA Bias sementara waktu hanya bisa dilakukan hingga H-2 sebelum keberangkatan. Hal ini terlihat saat membuka aplikasi Access by KAI pada menu ‘Lokal’.

Pada halaman tersebut terlihat hanya bisa terbuka pada 2 hari setelah tanggal saat ini. Sebagai informasi, saat ini KA Bias Solo-Madiun pp. memiliki 10 jadwal perjalanan setiap harinya. Menurut kabar yang beredar, akibat tidak tersedianya tiket KA Bias hingga H-7 karena akan ada perubahan keberangkatan awal yang seharusnya dari Stasiun Madiun menjadi Stasiun Caruban. Hal ini mengingat berita yang telah tersebar di media bahwa KA Bias akan mengalami penambahan rute hingga Stasiun Caruban.

Rangkaian KA BIAS di Stasiun Madiun. (Foto: Dok. KAI)

Seperti yang dikabarkan beberapa waktu lalu bahwa pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memberikan respons positif atas usulan yang disampaikan langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun dalam pertemuan resmi di Jakarta, pada Juni lalu. Kepala Dishub Kabupaten Madiun, Supriyadi, menyebut bahwa DJKA berencana menyusun kajian menyeluruh terhadap dua pengajuan penting.

Pengajuan usulan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang menginginkan akses transportasi langsung ke bandara dari wilayah Caruban Kabupaten Madiun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun membenarkan adanya pengajuan rute tersebut dari Pemkab Madiun. Pihak Daop 7 Madiun juga telah beberapa kali menggelar rapat koordinasi dengan pemkab.

Jika sudah disetujui, pihaknya baru bisa menindaklanjuti secara teknis, termasuk penyiapan jadwal dan operasional KA BIAS, sarana prasarana, serta kesiapan SDM di Stasiun Caruban. Pengajuan usulan rute KA BIAS hingga ke Stasiun Caruban tersebut, katanya lagi, adalah dalam rangka mempermudah akses transportasi masyarakat Kabupaten Madiun ke Bandara Adi Soemarmo serta lokasi lain di Kota Solo.

Saat ini perjalanan KA Bias masih terus melayani penumpang baik masyarakat Madiun maupun Solo dan sekitarnya. Untuk pemesanan KA Bias melalui aplikasi Access by KAI adalah sebagai berikut:

• Buka aplikasi Access by KAI, login menggunakan akun yang terdaftar
• Pilih menu ‘Lokal’
• Masukkan stasiun keberangkatan, stasiun tujuan, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang
• Klik ‘Cari Tiket KA Lokal’
• Sistem akan menampilkan jadwal perjalanan KA BIAS Madiun, pilih sesuai keinginan
• Masukkan data penumpang, klik Lanjutkan
• Centang kotak syarat dan ketentuan, lalu bayar tiket sesuai metode pembayaran yang dipilih
• Setelah pembayaran selesai, Anda akan mendapatkan kode booking yang digunakan untuk boarding saat keberangkatan.

Perjalanan Mendadak? Jangan Khawatir, Pesan Tiket Kereta Bisa 2 Jam Sebelum Keberangkatan

Kemudahan yang diberikan dalam perjalanan kereta api, tak hanya dari segi fasilitas saja. Seperti halnya saat didalam kereta api maupun di area stasiun yang berbagai kemudahan dapat dilakukan sebagai penumpang setia kereta api. Namun, kemudahan lainnya yang dirasakan masyarakat adalah saat pembelian tiket.

Membeli tiket kereta api bisa dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun melalui loket KA yang melayani pembelian tiket secara langsung. Ya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan program tarif khusus kereta api sebagai bentuk adaptasi terhadap pola mobilitas masyarakat yang semakin dinamis.

Program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan memperluas akses terhadap transportasi publik yang efisien, aman, dan inklusif. Program tarif khusus merupakan bentuk adaptasi kami terhadap pola mobilitas modern. KAI ingin memastikan bahwa kereta api tetap relevan di tengah kebutuhan masyarakat yang semakin fleksibel, sekaligus menjaga keberlanjutan dan efisiensi operasional kereta api.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian secara mendadak atau dengan waktu yang tidak bisa dijadwalkan, kemudahan dalam membeli tiket kereta api 2 jam sebelum berangkat inilah yang bisa dilakukan secara langsung. Tak hanya itu, tarif khusus yang diberikan pun menambah harga menjadi terjangkau. Namun dengan diberikan tarif khusus tersebut kereta api yang akan dipesan masih adanya ketersrdiaan kursi.

Tarif khusus KAI mencakup berbagai relasi strategis, seperti Pasarsenen/Jakarta Kota/Gambir menuju Cirebon dan Cirebon Prujakan, serta lintas lainnya seperti Bandung ke Tasikmalaya atau Banjar, dan Yogyakarta – Solo – Madiun – Malang. Rute-rute ini melayani mobilitas harian, perjalanan bisnis, hingga kunjungan keluarga antarwilayah.

Untuk relasi pendek, seperti dari Bekasi menuju Gambir, Jakarta Kota, atau Pasarsenen, misalnya, pelanggan dapat membeli tiket KA Ekonomi mulai dari Rp30.000 dan KA Eksekutif mulai dari Rp40.000. Tiket dengan tarif khusus tersebut dapat dibeli melalui aplikasi KAI Access, web kai.id, loket stasiun, atau channel eksternal yang bekerja sama dengan KAI. Pihaknya berharap adanya tarif khusus ini bisa digunakan masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi kereta api yang aman, nyaman, sehat, dan tepat waktu.

Dengan adanya tarif khusus ini, KAI memberikan kemudahan bagi pelanggan yang melakukan perjalanan mendadak. Cukup beli mulai dua jam sebelum berangkat, tiket bisa didapatkan dengan harga terjangkau, baik di loket maupun aplikasi Access by KAI.

Pesan Tiket di Aplikasi KAI Sekarang Bisa Dilakukan Hingga 10-30 Menit Sebelum Keberangkatan