Inilah Empat Bandara Internasional yang Lokasinya Paling Jauh dari Pusat Kota, Nomer Tiga ada di Malaysia

Salah satu yang menjadi pertanyaan saat bertandang ke suatu negara adalah, berapa jarak antara bandara dengan pusat kota terdekat. Hal ini lazim ditanya, mengingat banyaknya urusan dan aktivitas akan terkait dari wilayah kota. Nah, berikut ini kami sarikan dari beberapa sumber, beberapa bandara internasional yang lokasinya dipandang sangat jauh dari pusat kota.

Di bawah ini adalah bandara internasional terjauh dari pusat kota yang populer, termasuk sistem transportasi publik pendukungnya dan alasan kenapa lokasinya begitu jauh.

1. Paris Vatry Airport (XCR) – sekitar 147 km dari pusat Paris, Perancis
Salah satu bandara berjarak paling ekstrem dari kota yang diwakilinya. Minim transportasi publik langsung; penumpang biasanya menggunakan bus buyout atau shuttle khusus.

2. Frankfurt–Hahn Airport (HHN) – sekitar 120 km dari Frankfurt, Jerman
Biasanya digunakan oleh maskapai berbiaya rendah seperti Ryanair. Hanya ada bus antarkota; tidak ada jaringan kereta langsung.

3. Kuala Lumpur International Airport (KUL) –sekitar 66 km dari pusat Kuala Lumpur
Salah satu bandara utama yang cukup jauh dari pusat. Terhubung via KLIA Ekspres (kereta cepat, ± 35 menit) dan bus (waktu tempuh 1–2 jam tergantung lalu lintas).

4. Oslo Airport, Gardermoen (OSL) –sekitar 47 km dari pusat Oslo, Norwegia
Terkenal dengan konektivitas unggul meski cukup jauh. Ada Flytoget (airport express train) yang mengantar dalam 19–22 menit ke Oslo Central Station, enam kali per jam. Juga dilayani oleh layanan kereta komuter Vy.

Ada beberapa alasan mengapa bandara dibangun jauh dari pusat kota, di antaranya karena ketersediaan ruang lahan besar — seperti OSL dan KUL, memerlukan lahan luas untuk runway dan ekspansi, kemudian karena alasan perencanaan jangka panjang — agar bisa berkembang tanpa hambatan urbanisasi.

Ada juga karena alasan dana operasional rendah — seperti HHN dan Vatry, sering melayani maskapai-budget dan dibangun di lokasi dengan biaya rendah. Jauh belum tentu jadi masalah, bila konektivitas tetap bisa diatasi, seperti Gardermoen, jarak lebih diimbangi dengan sistem transportasi publik yang efisien.

Meskipun jaraknya jauh, beberapa bandara justru memiliki koneksi transportasi publik yang sangat baik—atau sedang dibangun/upgraded seperti kasus Oslo—menjadikannya tetap mudah diakses.

Enam Bandara di Indonesia Sudah Terhubung dengan Jalur Kereta Api, Mana Saja?

Melayani Aspirasi Masyarakat, KA Pandawangi Tambah 6 Perhentian Stasiun Baru di Daop 9 Jember

Kabar gembira bagi warga Jawa Timur dari Jember hingga Banyuwangi. Apalagi bagi pengguna setia Kereta Api (KA) Pandawangi. Karena mulai 7 Agustus 2025, kereta api tersebut akan ditambah jadwal pemberhentian stasiun. Sebanyak 6 stasiun tambahan yang disinggahi, membuat masyarakat yang mengharapkan beberapa stasiun yang bisa naik dan turun penumpang bisa terpenuhi.

Dari siaran pers yang di informasikan bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menunjukkan komitmen dalam melayani masyarakat dengan cepat dan tanggap terhadap kondisi di lapangan. Guna mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat yang terdampak penutupan akses jalan nasional di kawasan Gumitir, KAI Daop 9 Jember melakukan penyesuaian operasional dengan menambahkan enam stasiun pemberhentian baru pada perjalanan KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang PP.

Diketahui bahwa dulunya, kereta ini hanya melayani perjalanan pulang-pergi satu kali dalam sehari. Namun, sejak tanggal 1 Juni 2014, DAOP IX Jember menambah jumlah perjalanan Kereta Api Pandanwangi menjadi dua kali setiap harinya. Menempuh jarak sejauh 112 km, perjalanan menggunakan Kereta Api Pandanwangi menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam.Soal harga tiket, Kereta Api Pandanwangi tidak mengenakan tarif parsial dan tidak pula memberlakukan tarif reduksi.

KA Pandanwangi

Namun pada saat ini, KA Pandanwangi memberikan kemudahan untuk masyarakat yang ingin menggunakan kereta api namun kesulitan menuju staaiun yang jarang sekali kereta api yang singgah. KA Pandanwangi menjadi solusi terbaik untuk penambahan stasiun. Penambahan layanan pemberhentian ini mulai diberlakukan pada 11 Agustus 2025 hingga 30 September 2025, dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Adapun enam stasiun tambahan yang akan disinggahi KA Pandanwangi meliputi:
• Stasiun Ledokombo
• Stasiun Sempolan
• Stasiun Garahan
• Stasiun Glenmore
• Stasiun Sumberwadung
• Stasiun Argopuro

Pemberhentian tambahan ini dilakukan sebagai respons atas aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah yang menyuarakan kebutuhan akses transportasi alternatif selama masa penutupan jalan nasional. PT KAI Daop 9 Jember juga memastikan bahwa seluruh proses perubahan operasional ini dilakukan melalui proses perizinan dan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan instansi terkait, demi menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan kereta api.

KA Pandanwangi Kembali Beroperasi di Daop 9 Jember

Lebih lanjut, masyarakat yang tinggal di sekitar enam stasiun tersebut kini dapat memanfaatkan layanan KA Pandanwangi untuk bepergian ke arah Jember, Kalibaru, maupun Banyuwangi. Tiket perjalanan dapat diperoleh melalui loket stasiun maupun aplikasi Access by KAI.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan maupun ketersediaan tiket, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI di 121, mengakses aplikasi Access by KAI, atau datang langsung ke stasiun terdekat.

‘Jumbo’ Hiasi Livery Perayaan HUT RI ke-80 di Lokomotif dan Kereta

Siapa tak kenal dengan karakter animasi Jumbo yang sempat menghebohkan masyarakat di film layar lebar Indonesia. Ya, setelah suksesnya film tersebut, berbagai tokoh karakter film Jumbo kini hadir kembali pada livery khusus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-80. Livery ini terpampang pada lokomotif dan rangkaian kereta.

Seperti kita ketahui, KAI telah beberapa kali menampilkan livery khusus pada perayaan tertentu untuk ikut memeriahkan bahkan menghormati perayaan besar yang ada di Indonesia.

Seperti halnya saat Hari Raya Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Beberapa livery khusus ini pun juga menyemarakan perayaan tersebut salah satunya adalah menyambut liburan anak-anak sekolah dengan livery tematik schooliday. Tematik yang berupa kartun ini persembahan PT KAI bekerja sama dengan kartunis lokal Sibedil, Tuti And Friends dan Kartun Gak Jelas. PT KAI bersama kementrian ekonomi kreatif menyajikan perjalanan liburan sekolah yang menyenangkan bagi anak.

Nah, sama halnya dengan livery saat ini dalam menyambut RI ke-80 bersama Jumbo. Sebelumnya Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) mendukung kolaborasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan Visinema melalui livery Jumbo di kereta api jarak jauh. Kolaborasi ini menandai komitmen nyata pemerintah dalam mendukung Intellectual Property (IP) lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di ruang publik.

Livery tematik karakter animasi film Jumbo di lokomotif dan rangkaian kereta api. (Foto: Dok. Istimewa)

Latar belakang merah putih dan sejumlah karakter dengan sikap hormat, menngingatkan kita kepada anak-anak bangsa agar tidak lupa dengan hari kemerdekaan Indonesia. Dan bendera merah-putih sebagai lambang negara yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia yang berani, suci, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.

Diketahui bahwa film Jumbo yang tercatat sebagai film animasi terlaris di Asia Tenggara merupakan karya anak bangsa yang fenomenal. Kementerian Ekraf turut mendukung pemasarannya menjelang peluncuran, sekaligus menjembatani kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif. Dukungan ini selaras dengan upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat sektor film, animasi, dan video melalui pengembangan talenta kreatif. Langkah ini memperluas jangkauan IP lokal di tengah masyarakat.

Cukup dengan Rp8.000 Sudah Bisa Merasakan Lewati Dua Terowongan Kereta Bersejarah

Naik kereta api melewati kawasan yang bersejarah ditambah dengan pemandangan yang indah, menjadikan suasana layaknya edukasi berjalan. Tanpa disadari setiap jalur dan bangunan yang dilewati adalah hasil dari karya arsitek-arsitek terbaik yang hasil karyanya bisa dinikmati hingga kini. Ya, kita pun mengenal banyaknya bangunan maupun kawasan yang dijaga kelestariannya disekitaran jalur kereta api. Seperti halnya jalur kereta api yang ada di kawasan Jawa Timur tepatnya pada jalur Jember – Ketapang.

Tak harus menggunaman kereta api dengan pemberhentian singkat, namun mita bisa menggunakan kereta api sambil menikmati panorama menarik hanya dengan harga tiket yang relatif murah. Dengan perjalanan sekitar 2 setengah jam, penumpang bisa merasaka keindahan panorama dan melewati bangunan bersejarah seperti stasiun dan teeowongan.

Menggunakan Kereta Api (KA) Pandanwangi merupakan solusi terbaik untuk merasakan peejalanan dari Stasiun Jember hingga Stasiun Ketapang. Banyaknya pemandangan terlihat yang unik dan menawan membuat perjalanan bertambah nyaman meskipun dengan fasilitas seadanya didalam rangkaian ekonomi.

Untuk harga tiket KA Pandanwangi ini pun relatif sangat murah, yaitu hanya Rp8.000 saja masyarakat bisa merasakan perjalanan pulang pergi. Adapun keberangkatan KA Pansanwangi dari Stasiun Jember adalah pukul 05.10 WIB dan 07.45 WIB, tiba di Stasiun Ketapang pukul 07.45 WIB dan 16.45 WIB. Sedangkan untuk keberangkatan Stasiun Ketapang adalah pukul 10.00 WIB dan 18.45 WIB, tiba di Stasiun Jember pukul 12.30 WIB dan 21.15 WIB. Perlu diingat jika ingin memesan tiket KA Pandanwangi jangan mendadak, karena tiket selalu cepat habis terjual.

KA Pandanwangi

Selain panorama yang indah, KA Pandanwangi juga melewati terowongan legendaris yang sayang jika tidak diabadikan selama perjalanan kereta api. Terowongan tersebut adalah Garahan dan Mrawan. Terowongan tersebut juga tak jauh dari stasiun yang memiliki nama yang sama.

Tak hanya itu, mulai 9 Agustus 2025 KA Pandanwangi juga telah menambah enam stasiun pemberhentian agar masyarakat bisa menikmati KA tersebut dengan praktis dan mudah. Enam stasiun tambahan tersebut adalah Ledokombo, Sempolan, Garahan, Glenmore, Sumberwadung, dan Argopuro.

KAI memastikan seluruh perubahan operasional telah dikonsultasikan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan instansi terkait, untuk menjaga keselamatan serta ketepatan waktu. KAI juga berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu dalam berbagai kondisi, termasuk saat menghadapi situasi darurat seperti saat ini.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Bus Sekolah Khusus Siswa Disabilitas Ada Petugas dan Ini Fasilitasnya!

Penyandang disabilitas, kerap kali sulit dalam menggunakan transportasi umum. Hal ini dikarenakan masih banyak transportasi umum yang ramah dengan para penyandang disabilitas apalagi para pelajar.

Untungnya beberapa waktu lalu para pelajar penyandang disabilitas bisa merasakan kemudahan saat berangkat dan pulang sekolah. Pasalnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyediakan layanan bus sekolah ramah disabilitas.

Bus sekolah ini memiliki prosedur penjemputan yang teratur, aman, serta gratis. Sama dengan bus sekolah regular, bus sekolah pelajar penyandang disabilitas juga berwarna kuning dan mulai operasionalnya sejak 2024 lalu.

Bus ini dilengkapi dengan ramp hidrolik, ruang khusus kursi roda, sabuk pengaman tambahan, serta pendamping di setiap perjalanan . Prosedur penjemputan dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan.

Sehingga orangtua hanya perlu mendaftar ke sekolah atau dinas terkait, lalu data siswa dimasukkan ke sistem layanan. Prosedur penjemputan dilakukan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Orangtua hanya perlu mendaftar ke sekolah atau dinas terkait, lalu data siswa dimasukkan ke sistem layanan.

Di dalam bus pun petugas selalu ada untuk mendampingi para pelajar selama perjalanan. Yang mana ini membuat para orangtua merasa lebih tenang karena keselamatan anak-anak tetap terjaga.

Rute bus disabilitas disesuaikan dengan lokasi sekolah luar biasa (SLB) dan kebutuhan akses siswa. Saat ini, bus melayani lima rute, termasuk Rorotan-Marunda (SLB Negeri 8), Plumpang-Kemayoran (SLB Negeri 9), Kalideres-YPAC Jakarta, Muara Baru-YPAC Jakarta, dan Lubang Buaya-YPAC Jakarta.

Bus ini menyediakan ruang untuk tujuh pengguna kursi roda, sepuluh tempat duduk, dan ruang berdiri bagi 19 penumpang. Dilengkapi pula dengan CCTV dan lantai taktil bagi siswa tunanetra.

Meski merasa sangat terbantu, warga berharap armada bus sekolah disabilitas bisa ditambah karena kebutuhan semakin banyak.

Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Orangtua dengan Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) Hendratmoko. “Keberadaan bus tersebut bagus, bahkan ada antar jemput yang bisa ditelpon dan penyandang disabilitas bisa dijemput dan itu bagus banget,” ujar Hendra.

Bentuk Pembangunan Sosial Berkelanjutan, PT NHM Hadirkan Bus Sekolah Gratis

Ternyata Ini Satu-satunya Perjalanan KA BIAS yang Paling Lama dari Biasanya, Kenapa?

Menggunakan sarana kereta api baik dalam kota ataupun luar kota tentu menjadi perjalanan yang praktis dan efisien. Apalagi menggunakan kereta api untuk keperluan mendesak ataupun sekadar berwisata ke berbagai kota di Pulau Jawa mauoun Sumatera. Pun saat ini masyarakat bisa menggunakan kereta api bisa transit menuju bandara internasional karena sudah terintegrasi di beberapa wilayah.

Salah satunya kereta api yang bisa terhubung ke beberapa stasiun di kota besar menuju bandara internasional. Seperti halnya Kereta Api (KA) Bandara Internasional Adi Soemarmo atau biasa dikenal dengan BIAS. Ya rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD) satu-satunya perjalanan pulang pergi rute Stasiun Madiun – Bandara Adi Soemarmo, Solo ini merupakan rangkaian kereta api yang bisa terhubung ke bandara.

Sebanyak 5 perjalanan KA BIAS melayani baik dari Madiun – Bandara Internasional Adi Soemarmo maupun sebaliknya. Untuk jadwal keberangkatannya pun pagi, siang hingga sore hari yang menurut masyarakat yang biasanya menggunakan KA BIAS ini lumayan terbantu. Dengan layanan dan fasilitas yang di sediakan di KA ini cukup mumpuni dengan harga yang relatif murah yaitu Rp40.000. Durasi perjalanan rata-rata 1 jam 30 hingga 50 menit.

Interior KA BIAS

Tapi tahukah kalian, bahwa ada satu perjalanan yang memiliki durasi paling lama dari yang lain? Ya, memang ternyata ada perjalanan yang memakan waktu lebih lama, yakni 2 jam 22 menit. Mengapa bisa begitu? Ternyata perjalanan KA BIAS sebagai nomor KA 577 dengan jadwal yang diberangkatkan dari Stasiun Madiun pukul 08.10 WIB sampai dengan Stasiun Bandara Adi Soemarmo pukul 10.55 WIB melewati ‘rintangan’. Rintangan ini yang membuat KA BIAS harus menunggu beberapa kereta api yang dilewati reguler atau istilah dalam kereta api adalah penyusulan.

Memang dari beberapa jadwal KA BIAS tetap ada yang disusul di stasiun yang dilewati. Untuk KA 577, rangkaian KA Bias disusul di Stasiun Geneng dengan rangkaian KA 161 Bangunkarta rute Jombang – Pasar Senen pada estimasi menunggu adalah 18 menit. Kemudian stasiun berikutnya adalah Stasiun Ngawi. Di stasiun ini KA BIAS menunggu dengan estimasi waktu terlama, yaitu hingga 28 menit. Selanjutnya perjalanan KA BIAS berhenti di stasiun-stasiun berikutnya, tanpa tersusul oleh kereta api lain.

Perjalanan KA BIAS dari Stasiun Madiun ke Stasiun Adi Soemarmo Solo dikenakan tarif Rp40.000. Adapun tarif ke stasiun-stasiun lain di rute tersebut, seperti Madiun-Walikukun, ditetapkan sebesar Rp20.000, dan Madiun-Magetan sebesar Rp7.000. KA BIAS dirancang berhenti di beberapa stasiun di sepanjang rute untuk memudahkan penumpang, antara lain Stasiun Magetan, Stasiun Ngawi, Stasiun Walikukun, Stasiun Sragen, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Kadipiro, dan berakhir di Stasiun Adisumarmo Solo, yang langsung terhubung dengan Bandara Internasional Adi Soemarmo.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) berharap dengan dihadirkannya layanan ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman, efisien, dan terjangkau. Integrasi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih optimal.

Layani Rute Bandara Adi Soemarmo – Madiun, KAI Hadirkan Kereta Bandara (BIAS) yang Berhenti di 9 Stasiun

Sensasi Perjalanan Unik dan Menarik Saat Naik Kereta Api? Yuk, Temukan Faktanya

Selain tak merasa bosan, naik kereta api tentu memiliki perjalanan unik dan menarik saat kita bepergian ke destinasi kota yang dilaluinya. Baik perjalanan siang ataupun malam, sensainya pun berbeda dan beragam. Terlebih jika kereta api yang kita rasakan adalah rangkaian terbaru yang membuat lebih nyaman.

Pun kereta api menjadi salah satu transportasi darat yang menjadi primadona masyarakat Indonesia saat ini. Selain sudah lebih modern, efisiensi waktu menjadi alasan masyarakat memilih kereta api sebagai transportasi, khususnya untuk perjalanan jauh.

Kereta api juga mulai mengikuti perkembangan zaman. Banyak perubahan sistem dilakukan jawatan kereta api untuk membuat para penumpang lebih nyaman. Berdasarkan berbagai sumber, sejumlah fakta unik dan menarik saat kita menggunakan kereta api adalah sebagai berikut:

Interior Kereta Wisata Panoramic.

1. Kecepatan Maksimum
Sejumlah rangkaian KA akan meningkatkan kecepatan hingga 120 km/jam di beberapa lintasan saat diterapkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025. Sebelumnya kereta api hanya diijinkan perjalanan kereta api hanya sampai 100 km/jam. Karena kondisi rel dan juga belum adanya peningkatan infrastruktur pada roda maupun bogie kereta api.

2. Melewati Stasiun Bersejarah
Di sepanjang jalur kereta api Indonesia banyak sekali peninggalan bangunan bersejarah yang hingga kini masih digunakan. Contohnya adalah bangunan stasiun kereta api. Banyaknya bangunan yang merupakan cagar budaya Indonesia ini turut membuat masyarakat sangat kagum bahkan bisa menjadi edukasi sekaligus berlibur menggunaka kereta api.

3. Pemandangan yang Luar Biasa
Fakta unik dan menarik tentunya bisa menikmati pemandangan. Siapa sih yang tak mengagumi indahnya alam Indonesia hanya dari balik jendela kereta api. Tentu kepuasan saat melakukan perjalanan dengan kereta api lebih terasa. Apalagi saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah melakukan terobosan baru yakni melincurkan Kereta Panoramic dengan interior yang berbeda dengan rangkaian lainnya. Memiliki jendela yang lebar membuat penumpang menjadi lebih luas melihat panorama alam yang luar biasa.

4. Merasakan Fasilitas Mewah
Jika menggunakan kereta api dengan rangkaian terbaru, tentu penumpang merasakan fasilitas yang beda dari yang lain. Ya, rangkaian New Generation merupakan inovasi terbaru dari PT KAI untuk masyarakat yang setia pengguna kereta api. Faktanya bahwa berbagai macam fasilitas mulai dari memasuki rangkaian kereta, duduk dengan kursi yanv berbeda, hingga ruang restorasi pun penumpang sangat dimanjakan selama perjalanan.

5. Makanan Khas Kereta Api
Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan selama perjalanan kereta api adalah mencicipi makanan khas daerah di sepanjang rute. Ya, setiap kereta api memiliki menu makanan yang berbeda-beda dan menawarkan cita rasa kuliner yang beragam dari berbagai daerah di Indonesia. Tentunya hal ini adalah kesempatan bagi para penumpang untuk menikmati hidangan lezat sambil menikmati pemandangan luar jendela.

Itulah beberapa fakta unik dan menarik saat kita menggunakan kereta api. Pastinya dengan naik kereta api saja, perjalanan lebih singkat dan praktis. Ditambah dengan fasilitas yang menarik dan membuat nyaman penumpang selama di perjalanan. Dan yang paling penting, harus menjaga fasilitas kereta api dimanapun kita berada.

Pembayaran Bus Tayo Terintegrasi KMT Commuter Line Hingga Tarif Gratis di HUT RI Ke-80

Ketika Kartu Multi Trip (KMT) kereta Commuter Line bisa digunakan pada moda transportasi lain, hal ini sungguh sangat memudahkan pengguna transportasi umum. Pasalnya, para pengguna transportasi umum tidak perlu lagi untuk membeli kartu elektronik lainnya.

Baru-baru ini KMT milik Commuter Line bisa digunakan untuk pembayaran Bus Rapid Transit Tangerang Ayo (Tayo). Peluncuran akses pembayaran terintegrasi melalui KMT Commuter Line ini merupakan hasil tindak lanjut dari kerja sama yang sedang dijalin Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Bersama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dan PT Nusantara Global Invobasi (NGI).

Direktur Utama PT Tangerang Nusangtara Global (TNG) Muhamad Rijal mengatakan, sistem pembayaran terintegrasi ini memudahkan masyarakat dalam menggunakan satu kartu untuk berbagai moda transportasi publik baik KRL Commuter Line maupun BRT Tayo. Dia menjelaskan, teknis kerja sama ini adalah memfasilitasi pengguna layanan KRL Commuter Line dan BRT Tayo menggunakan kartu yang sama dan berkelanjutan.

“Jadi lewat Kartu Multi Trip ini, masyarakat jauh akan lebih mudah menjangkau transportasi publik tanpa harus khawatir repot menyediakan pembayaran tunai maupun kartu elektronik lainnya,” kata Rijal.

Peluncuran akses pembayaran transportasi publik dilakukan untuk mengakomodasi pengguna moda transportasi KRL Commuter Line dari Kota Tangerang yang terbilang cukup besar. Kerjasama ini memiliki dampak positif untuk meningkatkan moda transportasi publik yang menghubungkan Kota Tangerang dengan kawasan metropolitan Jabodetabek secara lebih mudah, nyaman, dan efisien.

Direktur Operasional dan Pemasaran PT KCI Broer Rizal mengatakan, KMT Commuter Line ini bisa didapatkan secara mudah di semua stasiun.

“Baik bagi masyarakat Kota Tangerang untuk menjangkau Kawasan Jabodetabek maupun sebaliknya masyarakat luar kota bula berkunjung ke Kota Tangerang bisa lebih praktis menggunakan satu kartu untuk semua layanan transportasi baik KRL Commuter Line maupuan bus Tayo,” ungkap Broer.

Adapun Kerjasama ini diharapkan bisa berlangsung untuk jangka panjang dan meningkatkan masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi terintegrasi KRL Commuter Line dan BRT Tayo. Tak hanya integrasi kartu KMT ini, Pemkot Tangerang juga memberikan program layanan special dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Di mana Pemkot menggratiskan layanan bus Tayo sepanjang hari pada tanggan 17 Agustus 2025. Rijal menuturkan, layanan spesial ini dalam rangka memfasilitasi kemudahan masyarakat dalam mengakses moda transportasi publik kebanggaan Kota Tangerang.

Pemkot Tangerang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program layanan spesial tersebut dengan menggunakan Bus Tayo pada 17 Agustus 2025.

“Kami menyambut momentum Hari Kemerdekaan dengan menggratiskan layanan Bus Tayo dan Angkot Si Benteng di tanggal 17 Agustus 2025 nanti. Jadi, masyarakat yang mau berlibur di hari itu bisa menggunakan moda transportasi publik terintegrasi ini tanpa pungutan biaya sepeserpun,” ujar Rijal.

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang juga memastikan program layanan berlaku untuk seluruh rute koridor yang beroperasi. Terobosan ini menjadi momentum yang menarik untuk mempromosikan BRT Tayo sebagai moda transportasi terintegrasi yang bisa diakses secara murah, mudah dan nyaman.

“Untuk 18 Agustus 2025 belum bisa dipastikan karena masih dalam tahap kajian lebih lanjut,” tambahnya.

Bus Tayo dan Angkot Si Benteng Gratis Bagi Pelajar Tangerang

Mengenal Wessel Inggris, Salah Satu Elemen Paling Krusial di Jalur Kereta Api

Kita tentu tahu jika naik kereta api saat memasuki stasiun terasa bergetar kadang menimbulkan suara khas ketika roda melewati perpindahan jalur/rel. Ya, bagian tersebut dinamakan wessel. Kata wesel juga menjadi istilah penting dalam perkeretaapian. Wesel merupakan konstruksi jalan rel yang digunakan untuk menghubungkan dua jalur rel atau lebih. Jalan rel sendiri merupakan sebutan lain dari jalur lintasan kereta api, atau secara umum biasa disebut dengan “rel” saja.

Di sepanjang jalur utama, pada titik-titik tertentu, misalkan di stasiun, dipasang jalur-jalur lain yang terhubung dengan jalur utama agar kereta api dapat berpindah jalur. Biasanya dengan adanya wessel ini proses aktivitas perjalanan kereta api seperti halnya langsir, berjalan tepat, cepat, dan mudah. Wesel inilah yang berperan dalam proses perpindahan jalur tersebut.

Bagian wesel umumnya terdiri dari Bagian Depan yang disebut Pengarah; Bagian Tengah yang disebut Penerus; Bagian Belakang yang disebut Persilangan. Begitu pentingnya peranan wesel ini bagi perjalanan kereta api sehingga membutuhkan perawatan secara rutin. Namun, faktor usia wesel yang mulai memasuki usia senja harus diperhatikan karena akan berdampak pada performanya.

Diketahui wessel yang digunakan pada jalur kereta api Indonesia memiliki dua jenis, yaitu wessel biasa dan wessel Inggris. Wessel biasa banyak dijumpai di stasiun-stasiun besar maupun kecil, depo, dan balai yasa. Namun untuk wessel Inggris tentu saat ini sudah jarang ditemukan. Biasanya wessel Inggris terdapat di stasiun-stasiun besar, depo, maupun balai yasa. Tapi inilah keunikan dari wessel Inggris dibanding dengan wessel biasanya.

Khusus untuk wesel Inggris ini telah menjadi andalan dari waktu ke waktu. Wesel tersebut telah menjadi bagian integral dari infrastruktur kereta api di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Wesel inggris mempunyai 4 pengarah di bagian depan, bagian tengah persilangan, dan bagian belakang mempunyai 4 pengarah. Kedua wesel Inggris untuk mengarahkan kereta api ke segala arah, biasanya secara sekilas kita melihatnya seperti huruf X.

Wesel biasa dan wesel Inggris memilki fungsinya masing-masing yang saling melengkapi. Dahulu wesel Inggris memiliki komponen rel dengan tipe R.42 dan bantalan kayu. Saat ini Daop 6 telah melakukan penggantian komponen wesel biasa dan Inggris dengan rel tipe R.54 dan bantalan beton. Upaya tersebut dilakukan sebagai pelaksanaan perawatan yang rutin dilakukan guna meningkatkan mutu dan kondisi prasarana perkeretaapian agar selalu handal dan optimal dalam mendukung kelancaran perjalanan KA.

Wesel Kereta Bukanlah Wesel Pos untuk Kirim Uang

Selain Pusat Ekspor Impor, Pelabuhan Belawan Punya Potensi Wisata Sejarah dan Maritim

Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pelabuhan laut tersibuk dan tertua di Indonesia yang berlokasi di pesisir timur Sumatera Utara. Berdiri sejak era kolonial Belanda, pelabuhan ini memiliki peran vital dalam perkembangan ekonomi dan perdagangan di kawasan barat Indonesia.

Awalnya, pelabuhan ini dikembangkan untuk mendukung ekspor hasil-hasil perkebunan seperti tembakau Deli, karet, dan kelapa sawit dari wilayah Sumatera Timur yang saat itu menjadi pusat kegiatan ekonomi kolonial. Nama Belawan berasal dari nama sebuah sungai, Sungai Belawan, yang bermuara di Selat Malaka.

Keunggulan geografisnya yang menghadap langsung ke jalur pelayaran internasional menjadikan pelabuhan ini cepat berkembang. Apalagi, pada awal abad ke-20, Belawan telah dilengkapi jalur kereta api yang menghubungkannya dengan Kota Medan dan daerah-daerah penghasil komoditas.

Pada masa pendudukan Jepang, pelabuhan ini sempat digunakan sebagai basis logistik militer. Setelah Indonesia merdeka, Pelabuhan Belawan dikelola oleh pemerintah dan terus mengalami modernisasi, terutama setelah dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Kini, Pelabuhan Belawan terbagi menjadi dua bagian Utama, Belawan Lama yang lebih banyak melayani kapal-kapal lokal dan tradisional, serta Belawan Baru yang menangani kontainer dan kapal-kapal niaga berskala besar. Fasilitas peti kemas yang dikembangkan sejak 1985 telah menjadikan pelabuhan ini sebagai pusat ekspor-impor penting di wilayah Sumatera.

Selain fungsinya sebagai pelabuhan niaga, Belawan juga memiliki potensi wisata sejarah dan maritim. Bangunan-bangunan tua dan jejak-jejak arsitektur kolonial di sekitar pelabuhan masih dapat ditemukan, meski kini sebagian telah beralih fungsi.

Sebagai bagian dari rencana pengembangan infrastruktur nasional, Pelabuhan Belawan terus diperluas dan ditingkatkan kapasitasnya agar mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan utama lainnya di Asia Tenggara. Ke depannya, pelabuhan ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi regional dan memperkuat konektivitas logistik Indonesia bagian barat.

Untuk diketahui, cikal bakal lahirnya Pelabuhan Belawan adalah Labuhan Deli yag dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Deli yang kesohor di kawasan Sumatra Timur. Bandar Labuhan Deli terletak di tepi Sungai Deli.

Pada tahun 1915, pelabuhan Labuhan Deli dipindahkan ke Belawan yang terletak di tepi Sungai Belawan. Hal ini disebabkan Sungai Deli kian dangkal, sehingga menghambat kapal masuk alur Sungai Deli menuju Labuhan Deli. Lokasi pelabuhan adalah Belawan lama (saat ini masih berfungsi sebagai terminal kargo umum dan sebagian menjadi pangkalan TNI Angkatan Laut).

Belanda membangun dermaga Belawan lama hingga mencapai panjang 602 meter dan lebar 9-20 meter. Oleh Belanda, dermaga Belawan lama dipergunakan untuk sandar berbagai jenis kapal, baik kapal kargo maupun kapal panumpang. Pada tahun 1938, Pelabuhan Belawan menjadi pelabuhan terbesar di wilayah Hindia Belanda.

Pelabuhan Makassar Sabet Predikat Sebagai Pelabuhan Terpadat di 2024