Dirombak! KAI Resmi Mengganti Seluruh Jajaran Komisaris dan Direksi, Ini Daftarnya

Beredar informasi dari berbagau sumber bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini telah merombak seluruh jajaran komisaris termasuk direktur utama (dirut). Perubahan susunan Komisaris merujuk pada Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danantara Asset Management Selaku Para Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kereta Api Indonesia Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025.

Adapun Bobby Rasyidin ditunjuk menjadi Direktur Utama PT KAI menggantikan Didiek Hartantyo. Sebelumnya, Bobby pernah menjabat Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Tahun 2021-2025, induk holding BUMN pertahanan DEFEND ID. Ia juga menjabat Komisaris Independen PT GMF Aero Asia Tbk sejak Juni 2020.

Bobby Rasyidin diangkat menjadi Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menggantikan Didiek Hartantyo. Pergantian pucuk pimpinan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management.

Selain posisi dirut, pemerintah lewat Danantara juga mengganti sejumlah pejabat lain, diantaranya:
1. Bobby Rasyidin sebagai Direktur Utama
2. Dody Budiawan sebagai Wakil Direktur Utama
3. I Gede Darmayusa sebagai Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi
4. Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko
5. Atih Nurhayati sebagai Direktur SDM dan Kelembagaan
6. Rafli Yandra sebagai Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha
7. Indarto Pamoengkas sebagai Direktur Keuangan dan Umum

Selain jajaran direksi, Kementerian BUMN dan PT Danantara Asset Management juga mengangkat sejumlah komisaris baru berdasarkan SK Nomor: SK-224/MBU/08/2025 dan SK.039/DI-DAM/DO/2025 tanggal 12 Agustus 2025. Mereka adalah:

1. Purnomo Sucipto sebagai Komisaris
2. I Wayan Sugiri sebagai Komisaris
3. Arnanto sebagai Komisaris Independen
4. Raizal Arifin sebagai Komisaris Independen

Bersamaan dengan pengangkatan pejabat baru, berdasarkan surat yang sama, Kementerian BUMN dan PT Danantara Asset Management juga memberhentikan dengan hormat:

1. Johan Bakti Porsea Sirait sebagai Komisaris Independen
2. Chairul Anwar sebagai Komisaris
3. Sri Paduka Mangkoenagoro X Sebagai Komisaris
4. Rochadi sebagai Komisaris Independen
5. Didiek Hartantyo sebagai Direktur Utama
6. Hadis Surya Palapa sebagai Direktur Niaga KAI
7. Rudi As Aturridha sebagai Direktur Pengembangan Usaha dan Kelembagaan
8. Rosma Handayani sebagai Direktur SDM dan Umum KAI
9. John Robertho sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Pengelolaan Sarana KAI.

Mengutip laman len.co.id, Bobby sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Len Industri (Persero) sejak 2021 hingga 2025. Ia juga menjabat sebagai komisaris independen PT GMF Aero Asia Tbk. sejak Juni 2020. Pria kelahiran 31 Oktober 1974 itu merupakan lulusan Teknik Telekomunikasi ITB pada 1996 dan meraih gelar MBA di UNSW Sydney pada 2000, dan gelar Master of Psychology Management di Naperville pada 1999.

Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi ini menjadi momentum penting bagi KAI untuk melanjutkan strategi, mempercepat inovasi, dan meningkatkan kualitas layanan. KAI akan terus melakukan pembaruan dan perbaikan secara menyeluruh demi mewujudkan visi menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memberikan nilai tambah yang kontinu bagi masyarakat dan bangsa.

Mengisi Liburan, Yuk..Jelajah Jalur KA Bersejarah Solo-Wonogiri Cuma Rp4.000

Menikmati jalur kereta api bersejarah tentu mempunyai makna yang berbeda. Karena melewati bangunan serta benda-benda peninggalan sejak jaman kolonial Belanda. Ya, kabarpenumpang membawa kalian menjelajahi jalur kereta api (KA) dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Wonogiri.

Bisa dibilang KA ini termasuk kereta komuter yang murah meriah. Ya, KA Batara Kresna yang dihargai tiket hanya Rp4.000 saja sekali perjalanan, tentu kalian sudah diantar dengan rangkaian Kereta Rel Diesel (KRD). Hanya ada 5 stasiun yang dilewati KA Batara Kresna ini. Berawal dari Stasiun Purwosari lalu melewati Stasiun Solo Kota, Stasiun Sukoharjo, Stasiun Pasar Nguter, dan berakhir di Stasiun Wonogiri.

Keunikan? Tentu saja ada. Keberangkatan dari Stasiun Purwosari, kita disuguhkan dengan pemandangan jalur yang menyatu dengan jalan raya tanpa adanya pembatas batu atau semacamnya. Dan pemandangan ini hanya satu-satunya yang ada di Pulau Jawa. Berbeda dengan di Kota Madiun, yang juga terdapat jalur KA pinggir jalan namun tidak menyatu dengan jalan raya dan relnya tetap dipadati batu kerikir (balast).

Selain melewati pemandangan unik jalur KA pinggir jalan, KA Batara Kresna juga melewati stasiun-stasiun yang seluruhnya masih merupakan cagar budaya Indonesia. Dengan bangunan stasiun yang tak terlalu besar, pemandangan tersebut tentu mengingatkan kita betapa kokohnya bangunan stasiun tersebut yang selalu dilakukan perawatan. Stasiun Solo Kota, Sukahrjo, Pasar Nguter, dan Wonogiri merupakan stasiun kecil yang aktif melayani KA Batara Kresna dan merupakan saksi bisu sejarah panjang di perkeretaapian Indonesia.

Interior rangkaian KA Batara Kresna

Diketahui Jalur kereta api Solo-Wonogiri dibuka pertama kali pada tanggal 1 April 1922 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), dengan perpanjangan hingga Baturetno dibuka pada 1 Oktober 1923. Namun, sebagian jalur di segmen Wonogiri–Baturetno terendam dan dibongkar setelah pembangunan Waduk Gajah Mungkur pada tahun 1978.

Namun perjalanan KA Batara Kresna belum sepenuhnya beroperasi seharian penuh. KA ini hanya beroperasi pagi dan siang hari. Berikut jadwal KA Batara Kresna sesuai dengan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025:

Rute Purwosari – Wonogiri:
• Purwosari: 06.00 dan 10.00
• Solo Kota: 06.21 dan 10.21
• Sukoharjo: 06.36 dan 10.36
• Pasar Nguter: 06.47 dan 10.47
• Wonogiri: 07.00 dan 11.00

Rute Wonogiri – Purwosari:
• Wonogiri: 08.00 dan 12.00
• Pasar Nguter: 08.14 dan 12.14
• Sukoharjo: 08.25 dan 12.25
• Solo Kota: 08.40 dan 12.40
• Purwosari: 09.00 dan 13.00

Stasiun Ngabean Jadi yang Terpenting Pada Masanya, Begini Kondisinya Sekarang

Menjelajahi jalur kereta api non aktif tentu sangat mengasyikkan, bahkan menjadi hal yang berbeda jika menemukan peninggalan seperti bangunan ataupun rel kereta api yang masih terlihat hingga sekarang. Ya, menelusuri jalur kereta api non aktif di wilayah Yogyakarta rasanya tak perlu kesulitan untuk menemukannya.

Jalur non aktif tersebut masih bisa dijumpai di tengah kota Yogyakarta. Bahkan lebih mudah lagi kita bisa menemukannya melalui aplikasi pencari lokasi di ponsel. Ya, kabatpenumpang kali ini menjelajahi Stasiun Ngabean. Stasiun ini memiliki bangunan yang sangat lengkap dan terlihat masih komoh berdiri meskipun diaekitarnya sudah dijadikan terminal bis TransJogja.

Terletak di Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta, Stasiun Ngabean adalah sebuah stasiun yang terletak di jalur nonaktif Yogyakarta-Sewugalur. Stasiun ini dibangun oleh perusahaan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dibuka pada 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta-Srandakan.

Sinyal masuk menuju Stasiun Ngabean yang masih terlihat di Jalan Letjen Suprapto, Yogyakarta.

Dulu, Stasiun Ngabean merupakan sebuah stasiun penting yang pernah berdiri di Yogyakarta pada saat itu. Stasiun ini memiliki 5 jalur dan juga melayani percabangan di mana stasiun ini juga melayani kereta api ke arah Pundong, yang melewati wilayah Kotagede yang saat ini menjadi sentra kerajinan perak.

Secara fisik bangunan ini sebenarnya masih terlihat kokoh. Plat nama stasiun bertuliskan “Ngabean”, lengkap dengan keterangan ketinggian stasiun “+100 m” masih terpampang jelas di salah satu dinding. Di sekitar bangunan stasiun itu juga masih terdapat tiang sinyal keluar dan masuk kereta api, bekas wesel, dan sisa batang rel kereta api lengkap dengan bantalannya.

Sempat ada harapan untuk mengaktifkan kembali jalur-jalur kereta api dan stasiun lama yang ada di Yogyakarta. Mengingat jalur-jalur itu memiliki nilai sejarah dan bisa menjadi daya tarik wisata. Namun, harapan itu sepertinya sulit terwujud. Apalagi sebagian besar jalur kereta api itu sudah tidak tampak jejaknya.

Meskipun begitu, bekas percabangan ke Ngabean ternyata masih dapat ditemui di sisi selatan Stasiun Yogyakarta, dan telah berubah menjadi sebuah gang. Menyusuri Jalan Jlagran Lor ke arah barat akan menemukan sebuah gang bernama Gang Masjid Al-Hasanah dengan lengkungan khas jalur kereta api. Jalur kereta api masih lurus menyusuri Jalan Letjen Suprapto hingga akhirnya memasuki Stasiun Ngabean.

Jalur Kereta Komuter di Yogyakarta, Bakal Hadir dari Berbagai Arah!

Rayakan HUT RI ke-80, KAI Beri Diskon Tiket dan Tambahan Perjalanan KA

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak sekadar mengenang momentum perjuangan para pahlawan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan, dan merayakan kemerdekaan yang telah diraih. PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun akan memberikan kabar gembira saat menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80 ini.

Adapun kabat gembira tersebut yaitu KAI akan kembali memberikan diskon tarif tiket kereta api sebesar 20%. Promo itu merupakan bentuk apresiasi kepada pengguna setia kereta api sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang positif dan bermanfaat.

Tiket promo dapat dibeli mulai 12 hingga 17 Agustus 2025 melalui seluruh kanal penjualan resmi KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, website kai.id, serta mitra penjualan resmi lainnya. Bagusnya lagi, promo ini berlaku untuk perjalanan kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatera.

Ilustrasi penumpang kereta api. (Foto: Dok. Istimewa)

Namun perlu diingat, promo ini tidak berlaku untuk kereta Luxury, Suite Class Compartment, Priority, Imperial, Panoramic, maupun kereta wisata lainnya. Diskon juga tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan reduksi atau promo lain. Tiket promo tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwalnya sesuai aturan yang berlaku.

KAI optimistis libur saat perayaan HUT RI ke-80 ini pastinya masyarakat yang ingin melakukan perjalanan ke destinasi wisata akan ramai dikunjungi. Maka dari itu KAI juga akan menambah 14 perjalanan kereta api (pulang-pergi).

Penambahan perjalanan KA ini adalah upaya kami untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan agar mereka dapat merayakan hari kemerdekaan bersama keluarga di kampung halaman atau menikmati liburan dengan nyaman.

Periode libur panjang 16-18 Agustus 2025, KAI akan nantinya akan mengoperasikan total 14 perjalanan KA tambahan dengan kapasitas 6.712 kursi per hari. Sedangkan total kapasitas tambahan yang tersedia selama 3 (tiga) hari sebanyak 19.060 tempat duduk.

Adapun KA tambahan yang beroperasi pada libur panjang peringatan Kemerdekan RI ke-80 Tahun 2025 ini adalah sebagai berikut:

1. KA Purwojaya relasi Gambir – Kroya – Cilacap pp. (2 perjalan)
2. KA Sancaka relasi Yogyakarta – Surabaya Gubeng pp. (2 perjalanan)
3. KA Cirebon Fakultatif relasi Gambir – Cirebon pp.
4. KA Parahyangan Fakultatif relasi Gambir – Bandung pp.
5. KA Kaligung relasi Semarang Poncol – Tegal pp.
6. KA Batavia relasi Gambir – Solo Balapan pp.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Promo Merdeka, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai .id, atau media sosial resmi KAI.

Ini Penjelasan KAI Soal Keluhan Masyarakat Tentang Kereta Restorasi Digunakan Untuk Working Space

Bagi penumpang yang biasa menyantap makanan di kereta makan (restorasi), sepertinya sudah tak bisa berlama-lama lagi. Memang kondisi kereta restorasi yang saat ini sudah terlihat nyaman dan terlihat mewah, pastinya penumpang pun sepertinya ingin sekali berlama-lama di tempat tersebut. Apalagi menu makanan yang ditawarkan beragam dan cocok dilidah. Namun, hal tersebut sepertinya mustahil untuk kembali dilakukan.

Karena selain digunakan untuk menyantap makanan, beberapa penumpang diantaranya berlama-lama karena untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan membawa alat elektronik seperti laptop, tablet ataupun sejenisnya.

Belakangan, media sosial memang telah ramai membicarakan penumpang kereta api yang menggunakan kereta restorasi sebagai tempat kerja (working space). Hal ini memunculkan keluhan sekaligus pertanyaan. Sebenarnya, apa itu kereta restorasi dan apakah boleh digunakan untuk bekerja? Dari keluhan tersebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) akhirnya angkat bicara soal hal tersebut.

Diketahui bahwa kereta restorasi adalah salah satu bagian dari rangkaian kereta api yang disediakan khusus untuk melayani penumpang yang ingin makan dan minum selama perjalanan. Di dalamnya tersedia menu makanan, minuman, hingga camilan yang dapat dibeli oleh penumpang.

Kereta restorasi juga merupakan fasilitas umum untuk semua penumpang KAI. Artinya, setiap penumpang kereta api pun bisa duduk di sana, baik untuk makan, dan bisa juga untuk bekerja. Terkait keluhan warganet mengenai hal tersebut KAI mengimbau agar seluruh penumpang kereta api dapat saling menghargai. Penting untuk berbagi fasilitas umum ini dengan penuh pengertian.

Satu kereta ini menjadi satu-satunya di setiap rangkaian, dengan jumlah tempat duduk yang bisa bervariasi tergantung jenis kereta. Pada kereta restorasi, penumpang dapat memilih dari beragam menu makanan dan minuman yang disediakan oleh KAI. Mereka bisa langsung menyantapnya di tempat berkat ketersediaan meja dan kursi yang nyaman.

Kendati demikian, KAI juga selalu agar penumpang menggunakan fasilitas kereta restorasi secara bijak. Karena fasilitas tersebut ditujukan untuk seluruh penumpang kereta sehingga perlu digunakan secara bergantian.

Gerbong Restorasi, Sajian Khas Restoran Yang Bergoyang

Terminal Kalideres: Antara Riuh Mesin Bus dan Cerita Perjalanan yang Tak Pernah Usai

Di ujung barat Ibu Kota, berdiri sebuah simpul transportasi yang telah menjadi saksi perjalanan jutaan orang: Terminal Kalideres. Sejak beroperasi pada awal 1980-an, terminal ini bukan sekadar tempat naik-turun penumpang, tetapi juga persinggahan penuh cerita bagi para perantau, pedagang, sopir, hingga petugas terminal.

Terminal Kalideres sendiri merupakan terminal bus penumpang tipe A yang merupakan pintu masuk penumpang ke Jakarta dari arah barat (Banten dan Sumatra) dan sebagian Jawa bagian tengah dan timur. Terminal ini terletak di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Dulunya, sebelum Kalideres berdiri, bus-bus antarkota kerap mangkal di pinggir jalan besar, memicu kemacetan dan kesemrawutan. Pembangunan terminal ini menjadi jawaban untuk menata arus bus jurusan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Sumatera.

Letaknya yang strategis di dekat perbatasan Jakarta–Tangerang membuatnya menjadi gerbang masuk utama dari arah barat, terlebih dengan akses langsung ke Tol Jakarta–Merak. Memasuki tahun 1990-an, Terminal Kalideres semakin sibuk.

Deru mesin bus dan teriakan kondektur yang memanggil penumpang berpadu dengan aroma khas dari warung kopi dan nasi uduk yang berjejer di pinggir area. Para penjual asongan meramaikan suasana, menawarkan air mineral, koran, hingga jajanan ringan kepada penumpang yang tengah menunggu keberangkatan.

Saat musim mudik Lebaran, terminal ini berubah menjadi lautan manusia. Ransel, kardus besar, dan tas jinjing memenuhi ruang tunggu. Suara tangis anak-anak bercampur dengan tawa perantau yang tak sabar pulang kampung.

Sopir-sopir bus yang sudah hafal wajah langganannya saling melempar sapa, menambah rasa akrab di tengah hiruk pikuk. Kini, meski wajah transportasi Jakarta berubah dengan hadirnya bus modern dan layanan online, Terminal Kalideres tetap bertahan sebagai nadi perjalanan darat.

Bangunan terminal telah diperbarui, jalur keberangkatan ditata, namun denyut kehidupan di sini tetap sama yakni penuh perjumpaan, perpisahan, dan harapan. Bagi sebagian orang, Terminal Kalideres bukan hanya tempat memulai perjalanan, tetapi juga titik pulang yang penuh kenangan. Di sinilah, setiap langkah kaki meninggalkan jejak sejarah yang tak pernah benar-benar hilang.

Lima Terminal Modern di Jakarta dan Telah Terintegrasi Moda Transportasi Lain

Leg Rest dan Foot Rest Jadi Magnet Pemasaran Bus AKAP

Bayangkan Anda menempuh perjalanan malam Jakarta–Surabaya selama 12 jam. Jalanan mulus, AC sejuk, kursi empuk. Tapi… kaki mulai pegal, betis terasa kaku, dan setiap mencoba memejamkan mata, posisi duduk selalu terasa kurang pas. Di sinilah leg rest dan foot rest membuktikan perannya — bukan sekadar aksesori, tapi penyelamat kenyamanan.

Leg rest adalah bantalan memanjang yang bisa dilipat atau dibentangkan di bawah lutut hingga betis. Sedangkan foot rest adalah pijakan kecil di bagian bawah kursi depan, khusus untuk menopang telapak kaki. Kombinasi keduanya menciptakan posisi duduk yang nyaris seperti berbaring di sofa rumah.

Bayangkan, kursi direbahkan, leg rest terangkat, dan foot rest menahan telapak kaki Anda. Beban tubuh terasa merata, otot paha dan betis tidak lagi menanggung berat sendirian. Inilah “posisi santai ideal” yang diburu penumpang bus jarak jauh.

Tidak banyak yang sadar bahwa duduk berjam-jam tanpa penopang kaki bisa mengganggu sirkulasi darah. Posisi kaki yang menggantung atau menekuk terlalu lama dapat menyebabkan, kaki bengkak karena aliran darah terhambat.

Selain itu juga bisa menyebabkan nyeri punggung bawah akibat tekanan pada tulang belakang. Kemudian otot cepat pegal karena tidak ada dukungan yang memadai.

Dengan leg rest dan foot rest, posisi kaki menjadi lebih natural, tekanan berkurang, dan darah mengalir lebih lancar. Penumpang pun bisa tidur nyenyak tanpa sering mengganti posisi karena kram atau kesemutan.

Beberapa perusahaan otobus kini memanfaatkan leg rest dan foot rest sebagai “magnet” pemasaran. Armada kelas eksekutif hingga super eksekutif umumnya sudah dilengkapi fasilitas ini. Bahkan, ada yang menambahkan sandaran betis berlapis kulit sintetis lembut dan foot rest yang bisa diatur ketinggiannya sesuai postur penumpang.

Tak jarang, kursi dibuat ergonomis dengan kombinasi recliner 135 derajat, leg rest penuh, dan foot rest yang sejajar, menciptakan efek zero gravity — posisi tubuh terasa ringan seperti melayang.

Perbedaan terasa saat malam tiba di tengah perjalanan. Penumpang yang duduk di kursi dengan leg rest dan foot rest cenderung lebih cepat tertidur dan bangun dengan tubuh segar. Sementara penumpang tanpa fasilitas ini sering terlihat menggeliat, meluruskan kaki ke lorong, atau memeluk tas sebagai bantal kaki darurat.

Bagi penumpang berusia lanjut, fasilitas ini bahkan lebih penting. Dengan sirkulasi darah yang rentan melambat, dukungan kaki yang baik dapat mengurangi risiko kelelahan ekstrem dan bengkak di pergelangan.

Leg rest dan foot rest bukan lagi sekadar fitur tambahan untuk “gaya-gayaan”. Di perjalanan AKAP yang panjang, keduanya menjadi faktor penting untuk kesehatan, kenyamanan, dan kualitas istirahat penumpang.

Jadi, saat memesan tiket bus jarak jauh berikutnya, ada baiknya Anda memperhatikan apakah armada tersebut dilengkapi leg rest dan foot rest. Perjalanan 12 jam bisa terasa seperti 6 jam saja ketika tubuh Anda benar-benar dimanjakan.

Bus Sekolah Khusus Siswa Disabilitas Ada Petugas dan Ini Fasilitasnya!

‘Rudrastra’ – Kereta Barang Terpanjang di India dengan Tujuh Lokomotif dan 354 Gerbong

Layanan perkeretaapian India telah mencetak rekor nasional baru dengan peluncuran kereta barang terpanjang sepanjang sejarah. Kereta barang yang bernama Rudrastra diluncurkan di jalur rel Grand Chord. Dengan panjang sekitar 4,5 kilometer, kereta ini dibentuk dengan menggabungkan enam rak standar menjadi satu unit, yang terdiri dari 354 gerbong dan digerakkan oleh tujuh lokomotif.

Perjalanan perdana ini menandai perjalanan Rudrastra dari Stasiun Ganjkhwaja di Uttar Pradesh ke Stasiun Garhwa Road di Jharkhand—sebuah perjalanan sejauh 200 kilometer yang diselesaikan dalam waktu sekitar lima jam dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam. Rute tersebut mencakup satu ruas di sepanjang Koridor Angkutan Khusus (DFC) sebelum beralih ke jalur reguler.

Menteri Perkeretaapian India, Uni Ashwini Vaishnaw membagikan video kereta tersebut di X (sebelumnya Twitter), yang menggambarkannya sebagai “kereta barang terpanjang di India (4,5 km).”

Menurut pejabat perkeretaapian, mengoperasikan enam gerbong secara terpisah akan membutuhkan pengulangan penempatan awak, penjadwalan, dan pengaturan rute untuk masing-masing gerbong, sehingga mengakibatkan biaya dan waktu yang lebih tinggi.

Dengan mengoperasikannya secara bersamaan sebagai Rudrastra, layanan perkeretaapian dapat mencapai penghematan yang signifikan dalam tenaga kerja dan biaya operasional, sekaligus memungkinkan pergerakan barang yang lebih cepat dan efisien—sebuah peningkatan yang signifikan bagi sektor logistik India.

Proyek ini menuntut koordinasi teknis yang presisi, sebuah tantangan yang berhasil dikelola oleh Divisi DDU dari East Central Railway, yang dikenal karena keahliannya dalam memperbaiki, memeriksa, dan merakit gerbong barang. Para pejabat memuji pencapaian ini sebagai bukti efisiensi, inovasi, dan kerja sama tim divisi tersebut.

Meskipun Rudrastra adalah kereta barang terpanjang di India, rekor dunia masih dipegang oleh BHP Australia, dengan rangkaian kereta sepanjang 7,3 kilometer dengan 682 gerbong masih tak tertandingi. Meskipun demikian, pencapaian Indian Railways menandai langkah signifikan menuju operasi angkutan barang kelas dunia.

Australia Punya Jalur Lurus Kereta Api Terpanjang di Dunia

 

HUT RI Ke-80, ASDP Wujudkan Pemberdaayan Ekonomi Rakyat Melalui Festival Golo Koe

Tak terasa 80 tahun sudah Kemerdekaan Indonesia, dan ini membuat PT ASDP Indonesia Ferry mulai mempertegas perannya sebagai penggerak ekonomi rakyat. Selain itu pula juga ikut dalam menjaga pelestaria budaya.

Salah satunya melalui dukungan penuh pada Festival Golo Koe Maria Assumta Nusantara, ASDP tidak hanya menyediakan konektivitas dan fasilitas pendukung, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk meraih manfaat ekonomi serta mempromosikan kekayaan budaya Flores ke panggung dunia.

Demi mendukung kelancaran acara, ASDP menyiapkan lahan parkir seluas 2.230 meter persegi yang mampu menampung lebih dari 135 unit kendaraan. Lokasinya strategis, hanya berjarak 400 meter dari titik utama festival melalui jalan utama, atau 250 meter melalui Promenade penghubung Hotel Meruorah.

Fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi ASDP dengan Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menyampaikan bahwa kehadiran ASDP di festival ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

“Festival Golo Koe adalah ruang perjumpaan lintas suku, budaya, dan keyakinan di Flores yang merefleksikan kekayaan bangsa. Kami ingin memastikan kelancaran akses bagi umat dan masyarakat yang hadir, sehingga perayaan ini dapat menjadi magnet wisata religi yang terbuka, inklusif, sekaligus menggerakkan perekonomian daerah,” ujarnya melalui keterangan ertulis, Senin (11/8/2025).

Festival Golo Koe merupakan kolaborasi Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Ruteng, pemerintah daerah, komunitas adat, pelaku pariwisata, dan kaum muda Manggarai Barat. Ketua Umum Festival, RD. Rikardus Manggu, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari spiritualitas masyarakat yang mengedepankan kebersamaan, penghormatan terhadap alam, dan martabat manusia.

“Dengan semangat sinodalitas, festival ini menjadi ruang dialog antarumat sekaligus kekuatan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Festival, Fransiskus Sales Sodo, menambahkan bahwa perayaan ini bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memposisikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata rohani Katolik unggulan di Indonesia.

Guna mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan, ASDP juga mengoperasikan KMP Cakalang dan KMP Cucut di lintasan Sape–Labuan Bajo. Mulai 10 Agustus 2025, keberangkatan dari Sape ke Labuan Bajo dilayani setiap hari pukul 21.00 WITA, sementara dari Labuan Bajo ke Sape dilayani pukul 10.00 WITA, kecuali setiap Selasa.

Berdasarkan data Januari–Juli 2025, lintasan Sape–Labuan Bajo melayani 19.956 penumpang dan 4.534 unit kendaraan (terbanyak roda dua sebanyak 2.287 unit), sedangkan lintasan sebaliknya melayani 20.430 penumpang dan 3.908 unit kendaraan (terbanyak roda dua sebanyak 2.081 unit).

ASDP menegaskan bahwa dukungan terhadap Festival Golo Koe adalah bagian dari misi perusahaan untuk memperkuat konektivitas maritim, memajukan pariwisata daerah, dan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

“Kami percaya, konektivitas yang baik akan membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sejalan dengan semangat kemerdekaan,” kata Shelvy menandaskan.

Pelabuhan Labuan Bajo Masuk Proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Inilah Empat Bandara Internasional yang Lokasinya Paling Jauh dari Pusat Kota, Nomer Tiga ada di Malaysia

Salah satu yang menjadi pertanyaan saat bertandang ke suatu negara adalah, berapa jarak antara bandara dengan pusat kota terdekat. Hal ini lazim ditanya, mengingat banyaknya urusan dan aktivitas akan terkait dari wilayah kota. Nah, berikut ini kami sarikan dari beberapa sumber, beberapa bandara internasional yang lokasinya dipandang sangat jauh dari pusat kota.

Di bawah ini adalah bandara internasional terjauh dari pusat kota yang populer, termasuk sistem transportasi publik pendukungnya dan alasan kenapa lokasinya begitu jauh.

1. Paris Vatry Airport (XCR) – sekitar 147 km dari pusat Paris, Perancis
Salah satu bandara berjarak paling ekstrem dari kota yang diwakilinya. Minim transportasi publik langsung; penumpang biasanya menggunakan bus buyout atau shuttle khusus.

2. Frankfurt–Hahn Airport (HHN) – sekitar 120 km dari Frankfurt, Jerman
Biasanya digunakan oleh maskapai berbiaya rendah seperti Ryanair. Hanya ada bus antarkota; tidak ada jaringan kereta langsung.

3. Kuala Lumpur International Airport (KUL) –sekitar 66 km dari pusat Kuala Lumpur
Salah satu bandara utama yang cukup jauh dari pusat. Terhubung via KLIA Ekspres (kereta cepat, ± 35 menit) dan bus (waktu tempuh 1–2 jam tergantung lalu lintas).

4. Oslo Airport, Gardermoen (OSL) –sekitar 47 km dari pusat Oslo, Norwegia
Terkenal dengan konektivitas unggul meski cukup jauh. Ada Flytoget (airport express train) yang mengantar dalam 19–22 menit ke Oslo Central Station, enam kali per jam. Juga dilayani oleh layanan kereta komuter Vy.

Ada beberapa alasan mengapa bandara dibangun jauh dari pusat kota, di antaranya karena ketersediaan ruang lahan besar — seperti OSL dan KUL, memerlukan lahan luas untuk runway dan ekspansi, kemudian karena alasan perencanaan jangka panjang — agar bisa berkembang tanpa hambatan urbanisasi.

Ada juga karena alasan dana operasional rendah — seperti HHN dan Vatry, sering melayani maskapai-budget dan dibangun di lokasi dengan biaya rendah. Jauh belum tentu jadi masalah, bila konektivitas tetap bisa diatasi, seperti Gardermoen, jarak lebih diimbangi dengan sistem transportasi publik yang efisien.

Meskipun jaraknya jauh, beberapa bandara justru memiliki koneksi transportasi publik yang sangat baik—atau sedang dibangun/upgraded seperti kasus Oslo—menjadikannya tetap mudah diakses.

Enam Bandara di Indonesia Sudah Terhubung dengan Jalur Kereta Api, Mana Saja?